RAPAT KOORDINASI PENGELOLA ANGGARAN

  • View
    81

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

RAPAT KOORDINASI PENGELOLA ANGGARAN. Tema : Memantapkan Kualitas Pengelolaan Keuangan Berdasarkan PP No.45 Tahun 2013 Jakarta, 21-22 November 2013. Biro Umum Bagian Keuangan Lembaga Administrasi Negara. 21 -22 NOVEMBER 201 3. SUBSTANSI POKOK PENGATURAN - PowerPoint PPT Presentation

Transcript

PELAKSANAAN ANGGARAN BELANJA

RAPAT KOORDINASI PENGELOLA ANGGARANTema : Memantapkan Kualitas Pengelolaan Keuangan Berdasarkan PP No.45 Tahun 2013Jakarta, 21-22 November 2013

Biro UmumBagian KeuanganLembaga Administrasi Negara21-22 NOVEMBER 2013SUBSTANSI POKOK PENGATURANPERATURAN PEMERINTAH NO 45 TAHUN 2013 TENTANGTATA CARA PELAKSANAAN APBN

2PERATURAN PEMERINTAHNO.45 TAHUN 2013TENTANGTATA CARA PELAKSANAAN APBN

OUTLINELatar BelakangTujuanRuang lingkupHubungan PP 45 Tahun 2013 dengan PP lain amanat UU No. 1 Tahun 2004Pola PikirSubstansi.

LATAR BELAKANG PENYUSUNANPP 45 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN APBNFILOSOFISUNTUK MENJAMIN AGAR APBN YANG MERUPAKAN AMANAT RAKYAT KEPADA PRESIDEN SELAKU PENYELENGGARA NEGARA DAPAT DILAKSANAKAN SECARA TERTIB, TRANSPARAN DAN AKUNTABELYURIDIS MELAKSANAKAN PASAL 2 HURUF A DAN HURUF C UU NO. 1 TAHUN 2004. SEBAGAI PAYUNG HUKUM ATAS ATURAN PELAKSANAAN YANG SELAMA INI TELAH DIATUR DALAM PMK/KMK/PERDIRJEN.SOSIOLOGISAPBN KHUSUS DILAKSANAKAN UNTUK SEBESAR-BESARNYA KEMEKMURAN RAKYAT OLEH KARENA ITU DIPERLUKAN PEDOMAN PELAKSANAAN APBN

TUJUAN PENYUSUNANPP 45 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN APBNMemberikan pedoman pelaksanaan APBN, komprehensif, dan landasan yuridis yang kuat sehingga dapat menjadi acuan berbagai kebijakan yang berimplikasi pada pelaksanaan APBN.Menyederhanakan sistem pelaksanaan anggaran selama ini yang terlalu banyak eksepsi.Menyempurnakan berbagai ketentuan pelaksanaan yang telah terbit selama ini berdasarkan perkembangan pengelolaan keuangan Negara.Sebagai upaya percepatan realisasi APBN.Menggantikan Keppres 42 Tahun 2002 beserta perubahannya yang sudah tidak sesuai.

RUANG LINGKUP PENGATURANPP 45 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN APBNPelaksanaan Pendapatan dan Belanja NegaraPelaksanaan Penerimaan dan Pengeluaran Negara

Pengelolaan KasPengelolaan Piutang NegaraPengelolaan Uang NegaraPengelolaan InvestasiPengelolaam BMNPenyelenggaraan AkutansiPenyusunan Laporan pertanggungjawaban APBNPenyelesaian Kerugian NegaraPengelolaan Badan Pelayan UmumFokus PP TataCaraPelaksanaan APBN

Sudah diatur/Diamanatkandalam PP tersendiri

HUBUNGAN PP 45 TAHUN 2013DENGAN PP LAIN AMANAT UU NO. 1 TAHUN 2004

PP Pengelolaan Keuangan Badan Layanan UmumPP Sistem Pengendalian Intern PemerintahanPP Pengelolaan Uang Negara/DaerahPP TATA CARA PELAKSANAAN APBNPendapatanBelanjaPembiayaanPP PengelolaanBMN/DPP InvestasiPemerintahPP Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi PemerintahPP Standar Akutansi PemerintahanPP Tata Cara Pengadaan Pinjaman dan / atau Penerimaan Hibah

POLA PIKIR PP 45 TAHUN 2013PENATAUSAHAAN PELAKSANAAN ANGGARANSISTEM INFORMASI MAJANEMEN KEUANGANPELAKSANAAN AKHIRTAHUN ANGGARAN

PEJABAT PERBENDAHARAANDIPAPELAKSANAAN ANGGARANPendapatanBelanjaPembiayaanPBJ PenerimaanPenyelesaian tagihan kepada NegaraPenatausahaan komitmen/perikatanPenertiban SP2DWaktu penyelesaian hak tagih kepada NegaraJenis belanjaPenggunaan PNBP fungsionalPenyelesaian keterlanjuran pembayaranPembayaran pengembalian penerimaanPelaksanaan anggaran belanja pada satker/atase perwakilan RI di LNMonitoring dan evaluasi pelaksanaan Anggaran BelanjaLikuidasi K/L/Satker dalam Pelaksanaan Anggaran.Pelaksanaan Pendapatan NegaraPenatausahaan setoran perpajakan, PNBP, dan hibah.Tujuan & Sumber pembiyaanPengelolaan Piutang NegaraPembayaran kewajiban uang NegaraPelaksanaan penjaminanPembayaran penerusan pinjamanPembayaran investasi Pemerintah.

Subtansi Pokok Pengaturan.Pejabat Perbendaharaan;Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran;Pelaksanaan Anggaran Pendapatan;Pelaksanaan Anggaran Belanja;Pelaksanaan Anggaran Per Jenis Belanja;Pelaksanaan Anggaran Pembiayaan;Pelaksanaan Penerimaan dan Pengeluaran Anggaran Negara pada Akhir Tahun Anggaran;Pelaksanaan Anggaran dalam Penanggulangan Bencana;Penatausahaan pelaksanaan anggaran;Sistem informasi Keuangan Negara

.Pejabat Perbendaharaan

11BUNKUASABUNPAKUASA PABENDAHARAPPKPPSPMdelegatifPerintah bayarFungsionalPejabat Perbendaharaandelegatifpenugasan

PRESIDENEx officio

12PEJABAT PERBENDAHARAAN

Kewenangan untuk mengatur lebih lanjut pelaksanaan anggaran yang menjadi tanggung jawabnya (Psl.3)Bertanggung jawab secara formal dan materiil atas pelaksanaan kebijakan anggaran (Psl.4)Menkeu selaku PA atas BA yang tidak dikelompokkan dalam BA K/L yang kegiatannya bukan merupakan tugas dan fungsi Menkeu hanya bertanggung jawab dari sisi formal (Psl.4).Pelimpahan kewenangan penunjukan pejabat perbendaharaan negara kepada KPA (Psl.5)PAPenunjukan KPA bersifat ex officio (Psl.6)Penunjukan KPA atas pelaksanaan UB dan TP dilakukan oleh Menteri/Pimpinan Lembaga atas usul Gubernur/Bupati/Walikota atau dapat didelegasikan kepada kepala daerah (Psl.7)Bertanggung jawab secara formal dan materiil atas pelaksanaan kegiatan yang berada pada penguasaannya (Psl.10)KPA

13 PEJABAT PERBENDAHARAAN

Melaksanakan kewenangan KPA untuk melakukan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran anggaran belanja negara (Psl.11-12)PPK bertanggung jawab atas kebenaran materiil dan akibat yang timbul dari penggunaan bukti hak tagih kepada negara (Psl.13)PPKMelaksanakan kewenangan KPA untuk melakukan pengujian tagihan dan perintah pembayaran atas beban anggaran negara (Psl. 14-15)PPSPM bertanggung jawab terhadap kebenaran, kelengkapan, dan keabsahan administrasi dokumen hak tagih pembayaran dan akibat yang timbul dari pengujian yang dilakukan (Psl.16)PPSPMPendelegasian kewenangan pengangkatan bendahara penerimaa/pengeluaran dari Menteri/Pimpinan Lembaga kepada kepala satuan kerja (Psl.18)Persyaratan sertifikasi bendahara bagi pejabat/pegawai yang akan diangkat menjadi bendahara penerimaan/pengeluaran yang akan diatur lebih lanjut dengan Perpres (Psl.21, Psl.25, Psl.28)Pengangkatan bendahara pengeluaran pembantu untuk peningkatan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan anggaran (Psl.27)BENDAHARA

14

..Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran

15PENYUSUNAN DIPA31/10APBN DITETAPKAN1/1Pelaksanaan Penerimaan/pengeluaran dimulaiPemberitahuan ke K/L utk menyampaikan DIPAPENYUSUNAN KEPPRES RINCIAN APBN30/11Penyusunan, Penyampaian, dan Pengesahan DIPADistribusi DIPA ke satker

Pasal 29

16 DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN

Kewenangan Menteri/Pimpinan Lembaga untuk menyusun DIPA (Psl.29)DIPA disusun berdasarkan anggaran berbasis kinerja yang dirinci menurut klasifikasi fungsi, organisasi, dan jenis belanja (Psl.30)PenyusunanKewenangan Menkeu selaku BUN untuk mengesahkan DIPAKewenangan pengujian kesesuaian isi DIPA sebelum pengesahanFungsi pengesahan DIPA sebagai pernyataan kesiapan BUN dalam pelaksanaan anggaran sesuai rencana penarikan dana. (Psl 35)PengesahanPengaturan sebab sebab revisi DIPA karena alasan administratif, alokatif, perubahan rencana penarikan dana, dan/atau perubahan rencana penerimaan dana (Psl.38)Revisi

17

..PelaksanaanAnggaranPendapatan Negara

18PELAKSANAAN ANGGARANPENDAPATAN NEGARA

Penyetoran pendapatan negara melalui bank sentral atau bank umum dan badan lannya (Psl 43)Kewajiban penyetoran ke kas negara tepat waktu dan adanya pengenaan sanksi administratif berupa denda (Psl 46)Penetapan wajib pungut pajak kpd setiap PA/KPA dan/atau bendahara (Psl 47)Penyetoran pendapatan negaraTanggungjawab Menteri/Pimpinan Lembaga yang memiliki sumber PNBP untuk melakukan pemungutan PNBP (Psl 48)Kewenangan Menteri/Pimpinan Lembaga untuk menetapkan pejabat yang bertugas melakukan pemungutan PNBP (Psl 48)Kewenangan dan tanggungjawab KPA untuk memperhitungkan PNBP yang terutang dari pembayaran yang dilakukannya (Psl 53)

Pengelolaan PNBPTanggungjawab Menteri Keuangan selaku pengelola fiskal atas pelaksanaan pendapatan hibah (Psl 56)Keharusan pendapatan hibah dikelola dalam APBN (Psl 56)Hibah

19Pelaksanaan Anggaran PendapatanPenyetoran Penerimaan NegaraWajib BayarKas Negara

Wajib BayarKas NegaraPRINSIP Rekening Bendahara PenerimaanSore hariSEKUEN 1Wajib BayarKas NegaraRekening Bendahara PenerimaanBerkala (atas persetujuan Menkeu)SEKUEN 2Pasal 49-50

20Pelaksanaan Anggaran PendapatanMekanisme Penatausahaan dan Pelaporan PNBP

Wajib BayarKas NegaraPEJABAT PEMUNGUT PNBPKEPALA SATKERMENTERI/PIMPINAN LEMBAGAWajib BayarBendahara PenerimaanKas NegaraPEJABAT PEMUNGUT PNBPKEPALA SATKERMENTERI/PIMPINAN LEMBAGA

21

.Pelaksanaan Anggaran Belanja

22KPAKuasa BUNPencairan DanaPelaksanaanKomitmenPembebanan dan Perintah BayarPerjanjianPengadaan barang/jasaPrestasi kerjaPerintah BayarPengujian tagihanPembebanPengujianPencairan DanaPenagihanSPPAlur Pelaksanaan Belanja

WetmatigheidRechtmatigheidWetmatigheidRechtmatigheid

Pencairan DanaDoelmatigheid

23Pelaksanaan Anggaran BelanjaJenis-jenis pembuatan komitmen

PEMBUATAN KOMITMENPERJANJIANSURAT KEPUTUSANBERSAMAPERORANGANKONTRAK/SPKBUKTI PEMBELIAN/PEMBAYARAN

24 PELAKSANAAN ANGGARAN BELANJA

Pagu Anggaran yang sudah terikat komitmen tidak dapat digunakan untuk kebutuhan lain (Psl.57)Proses pengadaan barang dan jasa sebelum tahun anggaran dimulai setelah RKA disetujui oleh DPR (Psl.59)Izin pejabat yang berwenang atas perjanjian yang membebani anggaran lebih dari satu tahun anggaran (Psl.61)Perjanjian menggunakan valas dapat membebani DIPA rupiah murni dengan nilai ekuivalen valas (Psl.63)Kewajiban menyetorkan uang hak negara yg berasal dr komisi, rabat, potongan, dan penerimaan lain (Psl.64)Pelaksanaan komitmen

25Pelaksanaan Anggaran BelanjaPenyelesaian tagihanPIHAK KETIGAR KUN

R KUNPRINSIP Bendahara PengeluaranSegeraSEKUEN 1LANGSUNG (LS)PIHAK KETIGALANGSUNG (LS)R KUNBendahara PengeluaranPembayaranSEKUEN 2PIHAK KETIGAUP

26 PELAKSANAAN ANGGARAN BELANJA

Penyelesaian tagihan kepada negara dilaksanakan berdasarkan hak dan bukti yg sah untuk memperoleh pembayaran (Psl.65)Kewenangan bendah