of 52 /52
TIM NASIONAL PERCEPATAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN TIM NASIONAL PERCEPATAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN PELAKSANAAN DAN USULAN PENYEMPURNAAN PROGRAM RASKIN RAPAT KOORDINASI TIM NASIONAL PERCEPATAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN (TNP2K) JAKARTA, 3 APRIL 2013

Raskin - Kemsos Media Hosting

  • Author
    others

  • View
    0

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Raskin - Kemsos Media Hosting

Microsoft PowerPoint - Paparan Pleno TNP2K Raskin-Final 020413.pptxPELAKSANAAN DAN USULAN
PENYEMPURNAAN PROGRAM RASKIN
JAKARTA, 3 APRIL 2013
KERANGKA PAPARAN
Pelaksanaan
Program Raskin
• Usulan Rekomendasi Penyempurnaan Program
LATAR BELAKANG: BERAS ADALAH KOMPONEN UTAMA DALAM GARIS KEMISKINAN
3
Proporsi / Bobot (%)
Perumahan 26 17
Pakaian 7 4
Kesehatan 4 3
Pendidikan 7 4
Transportasi 19 7
Total 100 100
0
25
50
75
100
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
P e
rs e
n ta
se P
e n
e ri
m a
B a
n tu
a n
4
7 menerima Raskin
Indikator
Keberhasilan
Pedoman
Umum
Tepat sasaran RTM
Jatim: setiap bulan
5
TANTANGAN : TEPAT SASARAN, TEPAT JUMLAH, TEPAT HARGA, DAN TEPAT WAKTU
TIM NASIONAL PERCEPATAN PENANGGULANGAN KEMISKINANTIM NASIONAL PERCEPATAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN
PERBAIKAN METODE PENGUMPULAN DATA
6
PROSES PENGEMBANGAN BASIS DATA TERPADU
Pengumpulan Data
(PPLS 2011)
29% pada tahun 2008)
Pelibatan Komunitas Miskin
rumah tangga miskin lebih baik
Perbaikan metode Proxy Mean Testing (PMT)
77
PENDATAAN RUMAH TANGGA SASARAN
• Dengan memanfaatkan daftar awal, pencacah turun ke lapangan untuk melakukan pendataan.
• Pendataan dilakukan untuk setiap rumah tangga dengan status kesejahteraan terendah (door to door dan bukan sampel). Pendataan dilakukan untuk mengumpulkan informasi terkait variabel yang diduga berkaitan erat dengan status kesejahteraan, seperti: kondisi rumah, kepemilikan aset, dll.
• Hasil PPLS 2011, diserahkan kepada TNP2K untuk diolah menjadi basis data terpadu. Kementerian yang mempunyai program bantuan sosial dapat memperoleh data RTS dengan menyampaikan kriteria eligibilitas.
88
• Dengan menggunakan informasi dari PPLS, indeks konsumsi rumah tangga dihitung dengan:
Index = f (household & regional characteristics)
• Karakteristik rumah tangga meliputi kondisi & status kepemilikan rumah, aset, jumlah anggota rumah tangga, tingkat pendidikan, status pekerjaan, dll.
• Selanjutnya, rumah tangga dapat dirangking berdasarkan indeks tersebut.
• Formula yang digunakan untuk masing-masing kabupaten/kota tidak sama.
9
TIM NASIONAL PERCEPATAN PENANGGULANGAN KEMISKINANTIM NASIONAL PERCEPATAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN
CAKUPAN BASIS DATA TERPADU
dan alamat 40% penduduk Indonesia
dengan status sosial ekonomi terendah
10
11
Jamkesmas
Subsidi
Siswa
Miskin
Program
Keluarga
Harapan
Daerah penyelenggara Program
Kriteria diterapkan kepada
Basis Data Terpadu
keluarga/ rumah tangga sasaran
UPAYA PENYEMPURNAAN PROGRAM RASKIN
1. Pemutakhiran pagu Raskin tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
Agar mencerminkan situasi terkini.
2. Pemutakhiran nama dan alamat rumah tangga penerima Raskin.
Jumlah, nama dan alamat RT penerima di setiap desa diambil dari Basis
Data Terpadu hasil PPLS 2011 dan dikirimkan oleh Kemenko Kesra ke
Gubernur dan Bupati/Walikota.
tangga penerima Raskin (2012)
Pengumuman Daftar Penerima Manfaat (DPM) Raskin di setiap titik bagi
(desa/ kel).
Sosialisasi dilakukan melalui Rakor Raskin, Surat Menkokesra, dan melibatkan
Timkor Raskin Pusat & Daerah
DAFTAR PENERIMA MANFAAT (DPM)
14
PERBAIKAN SOSIALISASI MELALUI PENGGUNAAN KARTU
SECARA BERTAHAP
SECARA BERTAHAP
mendistribusikan Raskin di Titik Bagi.
RTS mengambil Raskin di Titik Distribusi/
Titik Bagi dengan menunjukkan Kartu
Raskin.
Desa/Kelurahan.
Pemkab/Pemkot
ditetapkan Unit Penetapan Sasaran
address” RTS Penerima Raskin.
CONTOH KARTU RASKIN
WILAYAH UJI COBA KARTU: TAHAP 1
NO. PROVINSI KABUPATEN/KOTA
Nias, Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat, Kota Gunung Sitoli
2. KEP. BANGKA
Belitung Timur, Kota Pangkal Pinang
3. JAWA TIMUR Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep
4. BALI Jembrana, Tabanan, Badung, Gianyar, Klungkung, Bangli, Karang
Asem, Buleleng, Kota Denpasar
Flores Timur, Sikka, Ende, Ngada, Manggarai, Rote Ndao,
Manggarai Barat, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, Nagekeo,
Manggarai Timur, Sabu Raijua, Kupang, Kota Kupang
6. KALIMANTAN
17
NO. PROVINSI KABUPATEN/KOTA
2. SUMATERA SELATAN KOTA PALEMBANG
3. LAMPUNG LAMPUNG TENGAH
5. JAWA TENGAH PEMALANG
6. JAWA TENGAH WONOGIRI
TIM NASIONAL PERCEPATAN PENANGGULANGAN KEMISKINANTIM NASIONAL PERCEPATAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN
4. Mekanisme Pemutakhiran RTS-PM:
Dapat dilakukan langsung oleh desa/kelurahan.
Alasan penggantian RTS-PM:
(ii) Meninggal (seluruh anggota rumah tangga sudah meninggal),
(iii) Tercatat lebih dari satu kali (duplikasi rumah tangga), atau
(iv) Kaya.
– Pertama kalinya nama penerima dapat diubah secara resmi oleh
Musyawarah Desa.
secara lengkap:
berasal dari: 5.749 desa/kelurahan di 164 kabupaten/kota, 32
provinsi.
1919
FORMULIR REKAPITULASI PENGGANTI (FRP)
FORMULIR REKAPITULASI PENGGANTI (FRP)
• Adanya mekanisme Musyawarah Kecamatan
prinsipnya tidak dapat direlokasi ke
Desa/Kelurahan lain, kecuali melalui Muscam
yang dilakukan atas permintaan 2 (dua)
Desa/Kelurahan atau lebih sebagai tindak lanjut
Mudes/Muskel yang menunjukkan kebutuhan
Desa/Kelurahan.
22
HASIL PEMANTAUAN DAN EVALUASI PENYEMPURNAAN
RASKIN
24
Raskin.
3. Pemantauan penyempurnaan pelaksanaan Raskin di 22
kab/kota, di 11 Provinsi, mewawancarai 3.300 Rumah Tangga,
perangkat desa dan Tim Koordinasi Raskin Kab/Kota.
– Mengumpulkan data sebanyak 3 kali dalam 6 bulan. Hasil pengumpulan
data telah diterima dan dianalisis.
4. Evaluasi dampak Kartu Raskin menggunakan metode
randomized controlled treatment dilakukan di 600 desa, di 6
kab/kota, di 3 provinsi.
evaluasi tingkat nasional.
• Protes masyarakat dan Pemda:
– Naik/turun pagu baru Raskin
– Adanya pembiaran terhadap praktek lokal bagi rata ‘bagito’ sehingga dianggap sebagai kelaziman.
– Ketidakpercayaan Pemda dan masyarakat adanya perubahan karakteristik masyarakat (rumah tangga) setelah 3 tahun (2008- 2011).
– Kekurangpahaman Pemda dan masyarakat akan penyempurnaan metode pengumpulan data dalam PPLS 2011.
HASIL PEMANTAUAN MEDIA MASSA DAN
RAPAT KOORDINASI DENGAN PEMERINTAH DAERAH
25
TIM NASIONAL PERCEPATAN PENANGGULANGAN KEMISKINANTIM NASIONAL PERCEPATAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN
• Sampai dengan Desember 2012 telah diterima 170 surat /surat tembusan dari pemerintah daerah kepada Sekretariat TNP2K dan/atau Kemenko Kesra:
– 35 surat dari tingkat provinsi
– 104 surat dari tingkat kabupaten/kota
– 8 surat dari tingkat kecamatan
– 28 surat dari tingkat desa/kelurahan
• Hal yang disampaikan dalam surat:
– Pagu yang lebih sedikit dibandingkan sebelumnya:
• Permintaan disamakan dengan pagu terdahulu, atau dinaikkan jumlahnya, atau disamakan dengan jumlah rumah tangga terdata dalam PPLS 2011
• Kriteria penetapan pagu
– Data RTS-PM:
• Kekurangakuratan data
– Laporan pelaksanaan Raskin
SURAT DARI PEMERINTAH DAERAH
1. Terjadi kenaikan jumlah Raskin yang diterima oleh rumah tangga,
sementara rata-rata harga yang dibayarkan menunjukkan
penurunan.
Efek di wilayah kartu lebih terlihat.
2. Titik bagi bervariasi (dusun, RW, atau RT) praktek bagi rata masih
banyak terjadi.
3. Sosialisasi DPM (dan Kartu) perlu diperbaiki, banyak RTS-PM tidak
mengetahui soal DPM atau melihat DPM dipasang:
DPM dipasang di Kantor Desa/Kelurahan.
4. Meskipun demikian, kepala desa/lurah tetap menggunakan DPM
sebagai legitimasi untuk menyalurkan Raskin kepada yang
seharusnya menerima, dan mengatakan kepada masyarakat yang
protes bahwa ini adalah keputusan pemerintah pusat.
27
TIM NASIONAL PERCEPATAN PENANGGULANGAN KEMISKINANTIM NASIONAL PERCEPATAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN
RATA-RATA JUMLAH BERAS YANG DITERIMA RTS-PM
MENGALAMI PENINGKATAN
• Dibandingkan data SUSENAS 2011, terjadi peningkatan jumlah beras yang diterima RT di
daerah kartu maupun non-kartu sebesar 2kg (lebih dari 20%).
• Rata-rata jumlah beras yang diterima di daerah kartu lebih tinggi (9-11 kg) dibanding di
daerah non-kartu (7-9 kg). Di daerah kartu, kenaikan pembelian Raskin masih terus terjadi
sementara efek di daerah non-kartu terlihat tidak berlanjut.
• Indikasi yang sama terlihat dari studi RCT 600 desa, dengan peningkatan sebesar 18% di
daerah intervensi (dibandingkan daerah kontrol).
28
0
2
4
6
8
10
12
terpilih
7.2
6.6 7.0 8.0 8.2 8.7 8.3
7.2
Kartu Non-Kartu
DIBAYAR RTS-PM MENGALAMI PENURUNAN
• Dibandingkan data awal dari SUSENAS, harga beras Raskin yang dibayar oleh RT di daerah
kartu mengalami penurunan meski sedikit. Sementara harga yang dibayar di daerah non-
kartu tidak banyak berubah.
• Rata-rata harga beras yang dibayarkan di daerah kartu lebih rendah (Rp1.700-1.900/kg)
dibanding di daerah Non-kartu (Rp2.000-Rp2.100).
-
terpilih
2,044 1,919
2,081 2,089 2,074 2,028 1,990 2,032 2,047
Rp yg dibayarkan RTS per KG Kartu Non-Kartu
TIM NASIONAL PERCEPATAN PENANGGULANGAN KEMISKINANTIM NASIONAL PERCEPATAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN30
0%
10%
20%
30%
40%
50%
60%
70%
80%
90%
100%
• Titik bagi di dusun, RW atau RT
banyak diambil keputusan seperti
bagi rata, pemotongan beras,
tambahan biaya dan lain-lain,
penyaluran Raskin
RT atau RW dianggap
menguntungkan bagi RTS-PM karena
mengurangi biaya transportasi untuk
menghindari terganggunya kegiatan
STUDI EKSPERIMEN RASKIN: SOSIALISASI YANG LEBIH
INTENSIF SEMAKIN MENINGKATKAN JUMLAH KG BERAS YANG
DITERIMA/DIBELI RTS-PM
K g
Kartu sebagai mekanisme perbaikan targeting harus diikuti dengan
sosialisasi yang lebih baik.
Eksperimen dilakukan oleh J-Pal Poverty Action Lab MIT bersama-sama TNP2K.
TIM NASIONAL PERCEPATAN PENANGGULANGAN KEMISKINANTIM NASIONAL PERCEPATAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN 32
SANGAT SEDIKIT RUMAH TANGGA YANG MENDENGAR
INFORMASI SOAL DPM
• Kurangnya sosialisasi membuat
beragam. Akibatnya pendapat
• Yang tidak setuju: alasan utama adalah
tidak tepatnya penerima yang ada di
daftar.
adalah “ditentukan dari pusat”.
• Kepala Desa memilih untuk tidak memasang DPM karena khawatir
menimbulkan keresahan di pihak masyarakat. Ada anggapan DPM bersifat
final.
• Mekanisme Musyawarah Desa masih belum dapat dijamin kualitas
pelaksanaannya dan hasilnya karena kurangnya pengawasan.
• Kurangnya waktu untuk verifikasi data dalam DPM. Tim Raskin daerah
menghendaki agar ada waktu antara distribusi DPM dan distribusi kartu, agar
ada waktu yang cukup untuk melakukan verifikasi nama dalam DPM.
• Kepala Desa paling sering menggunakan alasan “Data ini dikirim dari Pusat”
untuk menjelaskan kepada pihak yang tidak mendapatkan Raskin (konsisten
dengan studi pemantauan).
PROGRAM RASKIN 2013: ISU DAN TANTANGAN
TIM NASIONAL PERCEPATAN PENANGGULANGAN KEMISKINANTIM NASIONAL PERCEPATAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN
PELAKSANAAN RASKIN DI TAHUN 2013
Tantangan pelaksanaan Raskin di tahun 2013:
1. Pagu Raskin dalam hubungannya dengan
kemiskinan
Raskin
TINGKAT KEMISKINAN & PAGU RASKIN 2013
36
15.42
ANGGARAN PROGRAM RASKIN
Durasi (bulan) 14 12 12
Kuantum (juta ton) 3,67 2,80 2,24
Subsidi Harga Raskin (Rp/kg) 5.698 6.151 6.151*
a. Harga Pembelian Beras Bulog
(Rp/kg)
Catatan: * asumsi HPB sama dengan 2013; **: rencana semula
37
PPLS 2011.
TNP2K s/d 31 Desember 2012 telah diakomodasi
– Pindah
Raskin sesuai dengan persepsi yang berkembang dan
ditetapkan di Musyawarah Desa & Musyawarah
Kecamatan.
ISU KELEMBAGAAN: DASAR HUKUM PELAKSANAAN
PROGRAM RASKIN (1)
tentang Perubahan Kedua atas Keputusan Menko Perekonomian
No. Kep-11/M.Ekon/02/2010 tentang Tim Koordinasi Stabilisasi
Pangan Pokok berlaku sampai Desember 2012, SK baru sedang
dalam proses penyusunan:
Pokok (Tim Koordinasi) dengan Ketua Menko Perekonomian
• Tim bertugas :
pemenuhan kebutuhan dan harga pangan pokok beras,
gula, minyak goreng, terigu, kedelai, daging sapi, daging
ayam, dan telur ayam.
kebutuhan dan harga pangan pokok beras, dan lain-lain.
39
2. Perpres No. 15 Tahun 2010 tentang Percepatan Penanggulangan
Kemiskinan
– Dibentuk Kelompok Kerja Pengendali Klaster 1, diketuai oleh
Sekretaris Eksekutif TNP2K.
40
3. Keputusan Menko Kesra No. 57 Tahun 2012 tentang Tim Koordinasi
Raskin Pusat:
• Menetapkan biaya untuk mendukung Tikor Raskin Pusat
dibebankan pada anggaran operasional RaskinPerum Bulog
dan/atau APBN
PROGRAM RASKIN (2)
Kemenko Kesra
Kemenko Perekonomian
PENGARAH
Wakil Ketua III, Bidang Pelaksanaan & Distribusi: Perum BULOG
Wakil Ketua IV, Bidang Fasilitasi, Monev & Pengaduan: Kemendagri
Wakil Ketua V, Bidang Pengendalian & Pelaporan: BPKP
PELAKSANA
BPKP, Perum BULOG
KELEMBAGAAN PROGRAM RASKIN
• Melakukan koordinasi kebijakan perencanaan dan anggaran, pelaksanaan dan distribusi, fasilitasi, monitoring dan evaluasi
• Menerima pengaduan masyarakat
• Melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Menko Kesra baik secara berkala maupun sewaktu-waktu.
42
TIM NASIONAL PERCEPATAN PENANGGULANGAN KEMISKINANTIM NASIONAL PERCEPATAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN
4. Inpres No. 3 Tahun 2012 tentang Kebijakan Pengadaan Gabah/Beras dan
Penyaluran Beras oleh Pemerintah, mengatur antara lain:
– Menetapkan kualitas dan harga beras untuk Program Raskin.
– Menginstruksikan pelaksanaan pengadaan melalui pembelian gabah/beras oleh
Pemerintah dilakukan oleh Perum Bulog
– Menetapkan kebijakan untuk menjaga stabilitas harga beras dalam negeri
– Menetapkan kebijakan pengadaan dan penyaluran bersubsidi bagi kelompok
masyarakat berpendapatan rendah
(CBP)
43
Penghitungan, Pembayaran, dan Pertanggungjawaban Subsidi Beras bagi
Masyarakat Berpendapatan Rendah:
Penanggulangan Kemiskinan, Kemensos selaku KPA.
– Menugaskan Perum BULOG untuk menyediakan dan menyalurkan Raskin.
ISU KELEMBAGAAN: DASAR HUKUM PELAKSANAAN
PROGRAM RASKIN (3)
ISU KELEMBAGAAN: KEMENSOS SEBAGAI KUASA
PENGGUNA ANGGARAN (KPA) (1)
Masyarakat Berpendapatan Rendah.
Kementerian Sosial.
– Program secara umum:
• Melakukan verifikasi administrasi penyaluran Raskin sebagai dasar
pembayaran kepada Perum BULOG.
dengan kewenangannya.
• Tugas dan tanggung jawab KPA:
– Mengait pada Keuangan Negara:
Keuangan, KPA mengusulkan penyediaan dana
pelaksanaan Raskin kepada Ditjen Anggaran.
• Wajib menyusun dan menyampaikan laporan keuangan
belanja Raskin kepada Ditjen Anggaran, meliputi :
Laporan Realisasi Anggaran (LRA); Neraca; dan Catatan
atas Laporan Keuangan (CaLK).
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
PENGGUNA ANGGARAN (KPA) (2)
USULAN REKOMENDASI PENYEMPURNAAN PROGRAM RASKIN
TIM NASIONAL PERCEPATAN PENANGGULANGAN KEMISKINANTIM NASIONAL PERCEPATAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN
1. Menyempurnakan Tim Koordinasi Raskin Pusat, ditetapkan oleh
Menko Kesra.
bertugas menetapkan kebijakan umum tentang pelaksanaan
Raskin dan Tim Pelaksana yang bertugas mengendalikan
pelaksanaan Raskin.
Pembagian tugas yang lebih jelas
2. Pagu Raskin tahun 2012 adalah 17,5 juta RTS-PM, tahun 2013
menjadi 15,5 juta RTS-PM, tahun 2014 direncanakan turun
menjadi 12,4 juta RTS-PM.
Antisipasi kondisi ekonomi.
cara verifikasi administrasi dokumen dalam rangka pembayaran
kepada Perum BULOG.
TIM NASIONAL PERCEPATAN PENANGGULANGAN KEMISKINANTIM NASIONAL PERCEPATAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN
4. Melanjutkan upaya penyempurnaan pelaksanaan Raskin:
a) Melalui pemasangan Daftar Penerima Manfaat di Titik Bagi.
b) Melalui sosialisasi intensif menggunakan fasilitator.
c) Melanjutkan dan memperluas cakupan Kartu Raskin.
5. Tidak diperlukan verifikasi pendataan RTS.
Sudah tersedia mekanisme penggantian RTS-PM.
Berpotensi menimbulkan kebingungan.
dilaksanakan kembali pada tahun 2014.
6. Memperkuat mekanisme penggantian RTS-PM melalui
Musdes/Muskel.
Sosial Kecamatan (TKSK).
TIM NASIONAL PERCEPATAN PENANGGULANGAN KEMISKINANTIM NASIONAL PERCEPATAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN
7. Dukungan Kementerian Dalam Negeri untuk:
a. Menyempurnakan mekanisme penyaluran dari
Titik Distribusi ke Titik Bagi.
Pemerintah Daerah mengharapkan adanya payung hukum untuk dapat menganggarkan biaya operasional dan transportasi lokal.
Pemerintah Daerah diharapkan berperan aktif dalam mengawasi pelaksanaan Raskin utamanya terkait ketepatan sasaran, ketepatan jumlah, ketepatan harga, dan ketepatan waktu penyaluran.
b. Membentuk Tim Koordinasi Raskin Daerah
dengan format yang sama.
Juknis.
49
TIM NASIONAL PERCEPATAN PENANGGULANGAN KEMISKINANTIM NASIONAL PERCEPATAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN
d. Dukungan mekanisme pemutakhiran informasi
daerah yang mengalami pemekaran kecamatan dan
desa/kelurahan setelah pelaksanaan PPLS 2011.
Masing-masing pemerintah kabupaten/kota
data dengan alamat terbaru sesudah pemekaran
wilayah.
50
TIM NASIONAL PERCEPATAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN
SEKIAN