REFARAT RADIOLOGI

  • View
    8

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

refrat

Transcript

35

BAB 1PENDAHULUAN

Tumor paru menjadi salah satu tumor yang paling banyak ditemui di dunia. Tumor paru adalah tumbuhnya benjolan abnormal pada jaringan paru yang dapat bersifat jinak atau ganas. Bentuk yang ganas berasal dari tumor ganas epitel primer saluran nafas terutama bronki yang dapat menginvasi struktur jaringan di sekitarnya dan berpotensi menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah dan sistem limfatik. Terdapat sekitar 1,59 miliar orang di dunia meninggal dunia akibat keganasan pada paru-paru karena tingginya kebiasaan merokok yang merupakan salah satu faktor risiko terjadinya tumor pada paru.1Tumor jinak paru jarang di jumpai, hanya sekitar 2% dari seluruh tumor paru, biasanya ditemukan secara kebetulan pada pemeriksaan rutin, karena tumor jinak memberikan keluhan dan tumbuh lambat sekali.2.3

Gambar 1.1 : Tumor ParuBAB IITINJAUAN PUSTAKA

2.1 DEFINISITumor paru merupakan tumbuhnya benjolan abnormal pada jaringan paru yang dapat bersifat jinak atau ganas.1Karsinoma bronkogenik adalah tumor ganas paru primer yang berasal dari saluran pernapasan. Di dalam kepustakaan selalu dilaporkan adanya peningkatan insiden kanker paru secara progresif, yang bukan hanya sebagai akibat peningkatan umur rata-rata manusia serta kemampuan diagnosis yang lebih baik, namun karsinoma bronkogenik memang lebih sering terjadi.2.4Kanker paru Sekunder adalah kanker yang bermetastasis ke paru-paru, sedangkan primernya berasal dari luar paru-paru. Sedangkan gambaran yang ditimbulkan bisa sebagai nodul soliter yang sering terdapat pada kanker kolon, kanker ginjal, kanker testis, kanker payudara, sarkoma dan melanoma.2.4.5

Gambar 2.1 : Tumor Paru2.2 KLASIFIKASIKlasifikasi tumor ganas menurut Leebow adalah :1. Tumor ganas epitelial (Primary Malignant Epithelial Tumours)A. Karsinoma Bronkogen1. Epidermoid (Squamous cell ca) :45-60%2. Adenokarsinoma : 15%3. Karsinoma anaplastik : 30%4. Campuran (mixed)B. Karsinoma Bronkial (Alveolar cell carsinoma/pulmonary adenomatosis)C. Adenoma Bronkial2. SarkomaA. Differentiated spindle cell sarcomaB. Differentiated sarcomaC. Limfosarkoma Primer3. Mixed Epithelial and Sarcomatous Tumor (Carcinosarcoma)4. Neoplasma asal sistem retikuloendotelial5. Metastasis pada paru.3Klasifikasi histologi menurut WHO 1999 untuk tumor paru dan tumor pleura yaitu :Tumor Epithelial1. Benign : papiloma, adenoma.Lesi Pre-invasif : displasia skuamosa/karsinoma in situ, hiperplasia adenomatosa atipik, hiperplasia sel endokrin pulmona difus idiopatik.2. Malignant : Karsinoma sel skuamosa : papiler, clear cell, basaloid Small cell carcinoma : combined small cell carcinoma Adenokarsinoma Large cell carcinoma Karsinoma adenoskuamosa Carcinoma with pleomorphic sarcomatoid or sarcomatous element Carcinoid tumor : typical carcinoid, atypicalcarcinoid Carcinomas of salicary gland type : mucoepidermoid carcinoma, adenoid cystic carcinoma.3. Lain-lain : Tumor jaringan lunak4. Tumor Mesotelial : Mesotelioma jinak/ganas5. Penyakit limfoproliferatif6. Tumor sekunder7. Tumor yang tidak dapat diklasifikasikan8. Tumor Like Lesions9. Tumor lain-lain4Untuk tujuan pengobatan, pembagian praktis meliputi :a. Small cell lung cancer (SCLC)b. NSCLC ( non small cell lung cancer/Karsinoma skuamosa, adeno karsinoma, karsinoma sel besar).1.5

2.3 EPIDEMIOLOGIPrevalensi kanker paru di negara maju sangat tinggi, di Inggris angka kejadiannya mencapai 40.000/tahun. Di indonesia kanker paru menduduki peringkat 4 kanker terbanyak dan angka kematian akibat kanker paru di seluruh dunia mencapai kurang lebih satu juta penduduk tiap tahunnya. Sebagian kanker paru mengenai pria (65%) dengan life time risk 1:13 sedangkan pada perempuan 1:20.5Kanker paru-paru sebagai penyebab pertama kematian terkait kanker di kalangan American dan diperkirakan akan menyebabkan 154.900 kematian di Amerika serikat. Selain itu, kanker yang paling sering didiagnosis antaranya adalah kanker paru-paru yang menyerang laki-laki dan perempuan. Bukti bahwa deteksi kanker paru-paru dapat memungkinkan lebih banyak intervensi teurapeutik tepat waktu dan prognosis pasien yang lebih menguntungkan dengan program skrining di seluruh dunia.4.6Sebagian besar (45-60%) tumor ganas paru termasuk karsinoma bronkogen jenis epidermoid.Dikatakan Karsinoma Epidermoid ditemukan terutama pada laki-laki dengan rasio 10-20 : 1 dengan golongan umur terbanyak pada 60 tahun. Sedangkan Adenoma Bronkial terjadi pada umur relatif muda dan frekuensi pada wanita lebih tinggi daripada laki-laki(five years survival rate 90% atau lebih).3Insiden kanker paru sekunder 9,7% dari seluruh kanker paru. Diperkirakan 30% dari semua neoplasma akan bermetastasis ke paru-paru. Insiden kanker yang banyak bermetastasis ke paru-paru berturut-turut adalah, Korio Karsinoma (80%); Osteosarkoma (75%); kanker ginjal (70%); kanker tiroid (65%); melanoma (60%); Kanker payudara (55%); kanker prostat (45%); kanker nasofaring (20%); dan kanker lambung (20%).5Pada tahun 2014, kanker paru-paru menjadi prognosis terburuk dan akan mengklaim 159.260 jiwa, sementara kanker paru-paru terutama menimpa perokok 10-15 % dari kasus yang muncul pada bukan perokok, dan lebih dari 80% dari perokok tidak pernah berkembang menjadi kanker paru-paru.7

2.4 ETIOLOGISeperti umumnya kanker yang lain penyebab pasti kanker paru belum diketahui, tapi paparan dan inhalasi berkepanjangan suatu zat yang bersifat karsinogenik merupakan faktor penyebab utama selain adanya faktor lain seperti kekebalan tubuh, genetik dan lain-lain.5.6Terdapat hubungan antara rata-rata jumlah rokok yang dihisap perhari dengan tingginya insiden kanker paru. Dikatakan bahwa 1 dari 9 perokok berat akan menderita kanker paru. Belakangan, laporan beberapa penelitian mendapatkan bahwa perokok pasif pun akan beresiko terkena kanker paru. Anak-anak yang terpapar asap rokok selama 25 tahun pada usia dewasa akan terkena resiko kanker paru dua kali lipat dibandingkan dengan yang tidak terpapar, dan perempuan yang hidup dengan suami/pasangan perokok juga terkena resiko kanker paru 2-3 kali lipat. Diperkirakan 25% kanker paru dari non-perokok berasal dari perokok pasif.1.5Etiologi lain dari kanker paru yang pernah dilaporkan antara lain :1. Paparan zat karsinogen , seperti : Asbestos sering menimbulkan mesotelioma, Radiasi ion pada pekerja tambang uranium, Radon, arsen, kromium, nikel, polisiklik hidrokarbon, vinil klorida.2. Polusi Udara, pasien kanker paru lebih banyak di daerah urban yang banyak polusi udaranya dibandingkan yang tinggal di daerah rural.3. Genetik, terdapat perubahan/mutasi beberapa gen yang berperanan dalam kanker paru, yakni : Proto oncogen, Tumor supressor gene, Gene encoding enzyme.4. Teori Onkogenesis, Terjadinya kanker paru didasari perubahan tampilnya gen supresor tumor dalam genom (onkogen). Adanya inisiator mengubah gen supresor tumor dengan cara menghilangkan (delesi) atau penyisipan (insersi) sebagian susunan pasangan biasanya. Tampilnya gen erbB1 dan neu/erbB2 berperan dalam anti apoptosis (mekanisme sel untuk untuk mati secara alamiah/programmed cell death). Perubahan tampilan gen kasus ini menyebabkan sel sasaran , dalam hal ini sel paru berubah menjadi sel kanker dengan sifat pertumbuhan yang otonom.5. Diet, beberapa penelitian melaporkan bahwa rendahnya konsumsi terhadap betakarotene, selenium dan vitamin A menyebabkan tingginya resiko terkena kanker paru.5 Faktor Resiko terjadinya kanker paru-paru yaitu : Pria Berumur diatas 40 tahun Merokok/perokok berat Bekerja diindustri yang berkaitan dengan bahan karsinogen.4.72.5 PATOFISIOLOGIKanker paru primer biasanya diklasifikasikan menurut jenis histologinya, walaupun terdapat lebih dari satu lusin jenis tumor paru primer, namun kanker bronkogenik merupakan 95% dari seluruh kanker paru.8Karsinoma sel skuamosa (epidermoid) merupakan tipe histologik karsinoma bronkogenik yang berasal dari permukaan epitel bronkus. Perubahan epitel termasuk metaplasia atau displasia akibat merokok jangka panjang, secara khas mendahului timbulnya tumor. Karsinoma sel skuamosa biasanya terletak sentral disekitar hilus, dan menonjol kedalam bronki besar. Diameter tumor jarang melampaui beberapa sentimeter dan cenderung menyebar secara langsung ke kelenjar getah bening hilus, dinding dada dan mediastinum.8.9 Adenokarsinoma, memperlihatkan susunan seluler seperti kelenjar bronkus dan dapat mengandung mukus. Kebanyakan jenis tumor ini timbul dibagian perifer segmen bronkus dan kadang-kadang dapat dikaitkan dengan jaringan parut lokal pada paru dan fibrosis interstisial kronik. Lesi seringkali meluas ke pembuluh darah dan limfe pada stadium dini, dan sering bermetastasis jauh sebelum lesi primer menyebabkan gejala-gejala.8 Karsinoma sel bronkial alveolar, secara makroskopis neoplasma ini mirip konsolidasi uniform pneumonia lobaris. Secara mikroskopis, tampak kelompok-kelompok alveolus yang dibatasi oleh sel-sel jernih penghasil mukus, dan terdapat banyak sputum mukoid. Karsinoma sel besar, adalah sel-sel ganas yang besar dan berdiferensiasi sangat buruk dengan sitoplasma yang besar dan ukuran inti bermacam-macam. Sel-sel ini cenderung timbul pada jaringan paru perifer, tumbuh cepat dengan penyebaran ekstensif dan cepat ke tempat-tempat yang jauh.4.5Karsinoma sel kecil, tidak seperti kanker paru yang lain, jenis tumor ini timbul dari sel-sel kulchitsky, komponen normal epitel bronkus. Secara mikroskopis, tumor ini terbentuk dari sel-sel kecil dengan inti hiperkromatik pekat dan sitoplasma sedikit. Sel-sel ini sering menyerupai biji oat, sehingga diberi nama karsinoma sel oat.4.6

2.6 MANIFESTASI KLINIS Pada fase awal kebanyakan kanker paru tidak menunjukkan gejala-gejala klinis. Bila sudah menampakkan gejala berarti pasien sudah dalam stadium lanjut.Gejala-gejala dapat bersifat :a. Lokal (tumor tumbuh setempat) Batuk baru atau batuk lebih hebat pada batuk kronis. Hemoptisis Mengi (wheezing, stridor) karena ada obstruksi saluran napas Kadang terdapat kavitas seperti abses