Refarat Tht

  • View
    19

  • Download
    3

Embed Size (px)

DESCRIPTION

df

Transcript

REFERATPembimbing :Dr. Teppy Hartubi Djohar, Sp.THTPenyusun :Putri Yuliani030.05.174Kepaniteraan Klinik Ilmu THTRumah Sakit Otorita BatamPeriode 17 Agustus 19 September 2009Fakultas Kedokteran Universitas TrisaktiLEMBAR PENGESAHAN

Referat yang berjudul Kolesteatoma telah diterima dan disetujuipada tanggal September 2009oleh pembimbing sebagai salah satu syarat menyelesaikanKepaniteraan Klinik Ilmu Telinga, Hidung, Tenggorok, Kepala, dan LeherRumah Sakit Otorita BatamBatam, September 2009dr. Teppy Hartubi Djohar, Sp.THTKata PengantarPuji dan syukur saya panjatkan kepada Allah SWT atas rahmat dan hidayahnya sehingga sayadapat menyelesaikan karya tulis ini. Karya tulis berjudul Kolesteatoma ini dibuat dengantujuan sebagai salah satu syarat kelulusan dalam Kepaniteraan Klinik Ilmu THT di RumahSakit Otorita Batam. Dalam pembuatan karya tulis ini, saya mengambil referensi dari literaturdan jaringan internet.2 Saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada pembimbing saya, dr.TeppyHartubi Djohar, Sp.THT, yang telah memberikan bimbingannya dalam proses penyelesaiankarya tulis ini, juga untuk dukungannya baik dalam bentuk moril maupun dalam mencarireferensi yang lebih baik.Selain itu, saya juga mengucapkan terimakasih kepada teman-teman saya yang berada dalamsatu kelompok kepaniteraan yang sama, Christian Sunur (030.05.058) dan Meimi Devita(030.04.149) atas dukungan dan bantuan mereka selama saya menjalani kepaniteraan ini.Pengalaman saya dalam kepaniteraan ini akan selalu menjadi suatu inspirasi yang unik. Sayajuga mengucapkan rasa terimakasih yang mendalam kepada kedua orangtua saya atasbantuan, dukungan baik secara moril maupun materil, dan kasihnya.Semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya Saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada pembimbing saya, dr.TeppyHartubi Djohar, Sp.THT, yang telah memberikan bimbingannya dalam proses penyelesaiankarya tulis ini, juga untuk dukungannya baik dalam bentuk moril maupun dalam mencarireferensi yang lebih baik.Selain itu, saya juga mengucapkan terimakasih kepada teman-teman saya yang berada dalamsatu kelompok kepaniteraan yang sama, Christian Sunur (030.05.058) dan Meimi Devita(030.04.149) atas dukungan dan bantuan mereka selama saya menjalani kepaniteraan ini.Pengalaman saya dalam kepaniteraan ini akan selalu menjadi suatu inspirasi yang unik. Sayajuga mengucapkan rasa terimakasih yang mendalam kepada kedua orangtua saya atasbantuan, dukungan baik secara moril maupun materil, dan kasihnya.Semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya.Penulis,Putri Yuliani030.05.174DAFTAR ISILembar Pengesahan.............................................................................................................2Kata Pengantar.....................................................................................................................3Daftar Isi..............................................................................................................................4Bab IPendahuluan.........................................................................................................................5Bab IIAnatomi Telinga...................................................................................................................63 Bab IIIKolesteatoma........................................................................................................................9Bab IVKesimpulan........................................................................................................................20Daftar Pustaka....................................................................................................................21 Bab IIIKolesteatoma........................................................................................................................9Bab IVKesimpulan........................................................................................................................20Daftar Pustaka....................................................................................................................21Bab IPendahuluanKolesteatoma telah diakui selama puluhan tahun sebagai lesi destruktif dasartengkorak yang bisa mengikis dan menghancurkan struktur penting dalam tulang temporal.Kolesteatoma berpotensi untuk menyebabkan komplikasi pada sistem saraf pusat (misalnya,abses otak,meningitis) membuat lesi ini bersifat fatal.Kolesteatoma pertama kali dijelaskan pada tahun 1829 oleh Cruveilhier, tetapidinamakan pertama kali oleh Muller pada tahun 1858. Sepanjang paruhawal abad ke-20,kolesteatoma dikelola dengan eksteriorasi. Sel pneumatisasi mastoid dieksenterasi, dindingposterior kanalis akustikus eksternus dihilangkan, dan membuka saluran telinga sehinggamenghasilkan rongga yang diperbesar untuk menjamin pertukaran udara yang memadai danuntuk memudahkan melakukan inspeksi visual.14 Pada tahun 1950-an dan 1960-an, sebuah pendekatan baru diperkenalkan oleh Williamdan Howard Otologic DPR Medical Group . Bedah anatomi wajah digambarkan dandijelaskan oleh William House, MD, seorang perintis ahli penyakit telinga dari abad ke-20.Operasi melalui reses wajah menghasilkan akses ke telinga tengah melalui tulang mastoidtanpa menghapus dinding kanal posterior. Dengan teknik ini, kolesteatoma dapat dihilangkantanpa menghancurkan dinding kanal posterior.1Seiring waktu, semakin banyak ahli bedah berusaha untuk membiarkan dasar-dasarstruktur anatomi telinga dan tulang temporal tetap utuh dengan menjaga keutuhan dindingkanal. Paham yang berupaya untuk menjaga anatomi di dekat telinga tetap normalmengundang kontroversi besar. Para ahli bedah cenderung untuk memilih antara teknik lamacanal wall-downatau filosofi baru yaitu,canal wall-up.Selama dua dekade terakhir, sebagian besar ahli bedah otologi mengambil jalantengah. Kebanyakan ahli bedah otologi di Amerika Serikat sekarang melakukan kedua tekniktersebut, memilih satu atau yang lain dari operasi ini tergantung pada keadaan individualpasien masing-masing.Bab IIANATOMI TELINGA2Auris (telinga) dibedakan atas bagian luar, tengah, dan dalam. Auris berfungsi ganda :untuk keseimbangan dan untuk pendengaran. Membrana tymphanica memisahkan aurisexterna dari auris media atau cavum tymphani.Tuba auditiva(tuba Eustachius)menghubungkan auris dengannasopharynx

Gambar 1. Anatomi TelingaTelinga TengahAuris media terletak di dalampars petrosa ossis temporalis. Auris media terdiri daricavitas tymphanica, yakni rongga yang terletak langsung di sebelah dalammembranatymphanica , danrecessuss epitymphanicus. Ke depan auris media berhubungan dengannasopharynx melalui tuba auditiva. Ke arah poterosuperiorcavitas tympanicaberhubungandengan cellulae mastoidea melalui antrum mastoideum .Cavitas tympanicadilapisi membranmukosa yang bersinambungan dengan membran mukosa pelapistuba auditiva, cellulaemastoidea, danantrum mastoideum. Di dalam auris media terdapat :Ossicula auditoris (malleus, incus, stapes)Musculus stapedius dan musculus tensor tympaniChorda tympani, cabang nervus cranialis VIIPlexus tympanicus pada promontoriumDinding-dinding Auris Media (Cavum Tympanica)Auris media yang berbentuk seperti kotak sempit, memiliki sebuah atap, sebuah dasar,dan empat dinding. Atapnya (dinding tegmental) dibentuk oleh selembar tulang yang tipis,yaitu tegmen tympani, yang memisahkan cavum tympanica dari dura pada dasar fossa craniimedia. Dasarnya (dinding jugular) dibentuk oleh selapis tulang yang memisahkan cavumtympanica dari bulbus superior vena jugularis interna. Dinding lateral (bagian berupa selaput)6

dibentuk hampir seluruhnya oleh membranatympanica; di sebelah superior, dinding inidibentuk oleh dinding lateral recessusepitympanicus yang berupa tulang(manubrium mallei terbaur dalammembrana tympanica, dan caput malleimenonjol ke dalam recessus epitympanicus).Dinding medial atau dindinglabirintal memisahkan cavitas tympanicadari auris interna. Dinding anterior (dindingkarotid) memisahkan cavitas tympanica daricanalis carotis, pada bagian superior dindingini terdapatostium pharyngeum tubaeauditoriaedan terusanmusculus tensortympani. Dinding posterior (dinding mastoid) dihubungkan dengan antrum mastoid melaluiaditus dan selanjutnya dengan cellulae mastoideus; ke arah anteroinferior antrum mastoideumberhubungan dengan canalis facialis.Tuba Auditiva (tuba Eustachius)Tuba auditiva menghubungkan cavitas tympanica dengan nasopharynx; muaranyadisini terdapat di bagian belakang meatus nasalis inferior pada cavum nasi. Bagian sepertigaposterior tuba auditiva terdiri dari tulang dan sisanya berupa tulang rawan. Tuba auditivadilapisi membran mukosa yang ke posterior sinambung dengan membran mukosanasopharynx. Tuba auditiva berfungsi sebagai pemerata tekanan dalam auris media dantekanan udara lingkungan, dan dengan demikian menjamin bahwa membran tympani dapatbergerak secara bebas. Dengan memungkinkan udara memasuki dan meninggalkan cavumtympani, tekanan di kedua sisi membran tympani disamakan.Ossicula AuditoriaOssicula auditoria (malleus, incus, dan stapes) membentuk sebuah rangkaian tulangyang teratur melintang di dalam cavitas tympanica, dari membranan tympanica ke fenestravestibuli. Malleus melekat pada membran tympani, dan stapes menempati fenestra vestibuli.Incus terdapat di antara dua tulang tersebut dan bersendi dengan keduanya. Ossicula auditoriadilapisi membran mukosa yang juga melapisi cavum tympani.Bagian superior malleus yang agak membulat, yakni caput mallei, terletak di dalamrecessus epitympanicus. Collum mallei terdapat pada bagian membran tympani yang kendur,7 dan manubrium mallei tertanam di dalam membran tympani dan bergerak bersamanya. Caputmallei bersendi dengan incus, dan tendo musculus tensor tympani berinsersi pada manubriummallei. Chorda tympani menyilang permukaan medial collum mallei.Corpus incudis yang besar, terletak di dalam recessus epitympanicus dan disinibersendi dengan caput mallei. Crus longum incudis bersendi de