Referat Tiara

  • View
    37

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

referat

Text of Referat Tiara

KATA PENGANTARSegala puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah Yang Maha Kuasa, karena atas rahmat-Nya, penulis dapat menyelesaikan referat yang berjudul Penatalaksanaan Anestesi Pada Pasien dengan Perdarahan Intra Abdominal.Sehubungan dengan penyusunan referat ini, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dr. Rosalia sp.An selaku pembimbing serta kepada dokter-dokter pembimbing lainnya di bagian anestesi RSAL dr. Mintohardjo. Adapun, tujuan dari pembuatan referat ini selain untuk menambah pengetahuan penulis serta pembacanya, juga ditujukan untuk memenuhi tugas Kepaniteraan Klinik Anestesiologi. Penulis menyadari bahwa referat ini masih jauh dari kata sempurna dan tidak luput pula dari berbagai kesalahan. Oleh karena itu penulis sangat berharap adanya masukan, baik itu kritik maupun saran yang dapat membantu penulis lebih baik lagi kedepannya.

Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih dan semoga tugas ini dapat menambah informasi dan pengetahuan bagi kita semua.

Jakarta, Juni 2013

Penulis,

Sitti Monica Astrilia Ambon

DAFTAR ISI

Kata Pengantar... 1Daftar Isi.. 2

Bab I

Pendahuluan. 3Bab II

Pembahasan.. 5Bab III Kesimpulan...37Daftar Pustaka38BAB I

PENDAHULUAN

Dewasa ini trauma melanda dunia bagaikan wabah karena dalam kehidupan modern penggunaan kendaraan bermotor, senjata api dan masalah-masalah yang dialami masyarakat semakin banyak dijumpai. Sayangnya, penyakit akibat trauma sering ditelantarkan sehingga trauma merupakan penyebab kematian utama pada kelompok usia muda dan produktif di seluruh dunia. Angka kematian ini dapat diturunkan melalui upaya pencegahan trauma dan penanggulangan optimal yang diberikan sedini mungkin pada korbannya. 1Trauma dapat disebabkan oleh benda tajam, benda tumpul atau peluru. Cedera pada trauma dapat terjadi akibat tenaga dari luar berupa benturan, perlambatan (deselerasi), dan kompresi, baik oleh benda tajam, benda tumpul, peluru, ledakan, panas, ataupun zat kimia. Akibat cedera ini dapat berupa memar, luka jaringan lunak, cedera musculoskeletal, dan kerusakan organ.1Trauma tumpul kadang tidak memberikan kelainan yang jelas pada permukaan tubuh tetapi dapat mengakibatkan kontusio atau laserasi jaringan atau organ yang berada dibawahnya. Trauma tumpul sendiri dapat berupa benturan benda tumpul, perlambatan (deselerasi), dan kempaan. Benturan benda tumpul pada toraks dapat menyebabkan cedera berupa patah tulang iga. Benturan benda tumpul pada abdomen dapat menimbulkan cedera pada organ berongga (seperti usus, kandung kemih, ureter dan lambung) berupa perforasi atau organ padat (seperti hepar, lien, pancreas, ginjal) berupa perdarahan (perdarahan intra abdominal). Pada intraperitoneal, trauma tumpul abdomen paling sering menciderai organ limpa (40-55%), hati (35-45%), dan usus halus (5-10%). Sedangkan pada retroperitoneal, organ yang paling sering cedera adalah ginjal, dan organ yang paling jarang cedera adalah pankreas dan ureter.1

Cedera yang terjadi ini dapat menimbulkan syok bagi korbannya. Dalam kasus seperti ini Waktu adalah nyawa dimana dibutuhkan suatu penanganan yang profesional yaitu cepat, tepat, cermat dan akurat, baik di tempat kejadian, transportasi sampai tindakan definitif di rumah sakit.1 BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Anatomi AbdomenAbdomen dapat didefinisikan sebagai daerah tubuh yang terletak antara diaphragma di bagian atas dan pintu masuk pelvis dibagian bawah. Untuk kepentingan klinik, biasanya abdomen dibagi dalam sembilan regio oleh dua garis vertikal, dan dua garis horizontal. Masing-masing garis vertikal melalui pertengahan antara spina iliaca anterior superior dan symphisis pubis. Garis horizontal yang atas merupakan bidang subcostalis, yang mana menghubungkan titik terbawah pinggir costa satu sama lain. Garis horizontal yang bawah merupakan bidang intertubercularis, yang menghubungkan tuberculum pada crista iliaca. Bidang ini terletak setinggi corpus vertebrae lumbalis V.

Pembagian regio pada abdomen yaitu : 1. Regio hypochondrium kanan.

9. Regio iliaca kiri.22. Regio epigastrium.

3. Regio hypocondrium kiri. 4. Regio lumbalis kanan.

5. Regio umbilicalis.

6. Regio lumbalis kiri. 7. Regio iliaca kanan

8. Regio hypogastrium Sedangkan pembagian abdomen juga dipermudah menjadi empat kuadran dengan menggunakan satu garis vertikal dan satu garis horisontal yang saling berpotongan pada umbilicus. Kuadran tersebut adalah kuadran kanan atas, kuadran kiri atas, kuadran kanan bawah dan kuadran kiri bawah.

Dinding perut ini terdiri atas beberapa lapis, yaitu dari luar ke dalam, lapis kulit yang terdiri dari kutis dan subkutis; lemak subkutan dan fasia superfisial (fasia Scarpa); kemudian ketiga otot dinding perut, m. oblikus abdominis eksternus, m. oblikus abdominis internus, dan m. tranversus abdominis; dan akhirnya lapisan preperitoneal, dan peritoneum. Otot di bagian depan terdiri atas sepasang otot rektus abdominis dengan fasianya yang di garis tengah dipisahkan oleh linea alba.2

Rongga perut (cavitas abdominalis) dibatasi oleh membran serosa yang tipis mengkilap yang juga melipat untuk meliputi organ-organ di dalam rongga abdominal. Lapisan membran yang membatasi dinding abdomen dinamakan peritoneum parietale, sedangkan bagian yang meliputi organ dinamakan peritoneum viscerale.Lapisan ganda peritoneum yang berisi lemak, menggantung seperti celemek di sebelah atas depan usus bernama omentum majus. Bangunan ini memanjang dari tepi lambung sebelah bawah ke dalam bagian pelvik abdomen dan kemudian melipat kembali dan melekat pada colon tranversum. Ada juga membran yang lebih kecil bernama omentum minus yang terentang antara lambung dan liver.Organ pada rongga abdomen dibagi menjadi 2, yaitu :1. Organ intraperitoneal

Organ-organ dibawah ini diliputi atau dilapisi oleh peritoneum : Hati

Limpa

Lambung Kandung empedu

Duodenum (bagian pertama)

Pancreas (hanya bagian kaudal) Rectum

Sigmoid colon

2. Organ retroperitoneal

Organ-organ dibawah ini berada dibelakang peritoneum, antara peritoneum dan dinding abdomen: Kelenjar suprarenal Aorta dan vena cava inferior

Duodenum (kecuali bagian pertama)

Pancreas (kecuali bagian kaudal)

Ureter dan kandung kemih Colon (ascending dan descending) Kidney Esofagus

Rectum (bagian 2/3 bawah saja)Vaskularisasi organ-organ intra abdominal berasal dari aorta abdominalis yang mempercabangkan 3 cabang besar yaitu a. Coeliaca (Coeliaca Trunk), a. Mesenterica Superior, dan a. Mesenterica Inferior. Cabang-cabang dari a. coeliaca adalah a. gastrica sinistra, a. hepatica dan a. Lienalis. Cabang a. mesenterica Superior adalah a. colica media, a. colica dextra, a. ileocolica, a. pancreaticoduodenalis inferior, aa. Jejunales dan ilei. Cabang a. mesenterica inferior adalah a. colica sinistra, a. sigmoidea, a. hemorrhoidalis superior. A. mesenterica superior menyuplai darah pada bagian distal duodenum, jejunum, ileum, caecum, appendiks, colon ascenden dan sebagian besar colon transversum. A. mesenterica inferior menyuplai darah pada 1/3 distal colon transversum, flexura colica sinistra, colon descenden, colon sigmoid, rectum dan sebagian anus.3,4

2.2 Perdarahan Intra Abdominal DefinisiPerdarahan intra abdominal adalah perdarahan yang terjadi di dalam abdomen yang biasanya disebabkan oleh adanya suatu trauma, baik itu trauma tumpul, trauma tajam maupun trauma tembak. Namun, paling sering perdarahan yang terjadi di dalam abdomen tanpa disertai dengan perdarahan yang keluar dari tubuh disebabkan oleh trauma tumpul abdomen seperti yang terjadi pada kecelakaan lalu lintas, terjatuh dari ketinggian, penganiayaan, atau cedera olahraga. PatofisiologiBila suatu kekuatan eksternal dibenturkan pada tubuh manusia (akibat kecelakaan lalu lintas, penganiayaan, kecelakaan olahraga dan terjatuh dari ketinggian), maka beratnya trauma merupakan hasil dari interaksi antara faktor faktor fisik dari kekuatan tersebut dengan jaringan tubuh. Berat trauma yang terjadi berhubungan dengan kemampuan obyek statis (yang ditubruk) untuk menahan tubuh. Pada tempat benturan karena terjadinya perbedaan pergerakan dari jaringan tubuh yang akan menimbulkan disrupsi jaringan.5Trauma juga tergantung pada elastisitas dan viskositas dari jaringan tubuh. Elastisitas adalah kemampuan jaringan untuk kembali pada keadaan yang sebelumnya. Viskositas adalah kemampuan jaringan untuk menjaga bentuk aslinya walaupun ada benturan. Toleransi tubuh menahan benturan tergantung pada kedua keadaan tersebut. Beratnya trauma yang terjadi tergantung kepada seberapa jauh gaya yang ada akan dapat melewati ketahanan jaringan. Komponen lain yang harus dipertimbangkan dalam beratnya trauma adalah posisi tubuh relatif terhadap permukaan benturan.5 Hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya cidera organ intra abdominal yang disebabkan beberapa mekanisme :

1. Meningkatnya tekanan intra abdominal yang mendadak dan hebat oleh gaya tekan dari luar seperti benturan setir atau sabuk pengaman yang letaknya tidak benar dapat mengakibatkan terjadinya ruptur dari organ padat maupun organ berongga.

2. Terjepitnya organ intra abdominal antara dinding abdomen anterior dan vertebrae atau struktur tulang dinding thoraks.3. Terjadi gaya akselerasi-deselerasi secara mendadak dapat menyebabkan gaya robek pada organ dan pedikel vaskuler.

KlasifikasiBerdasarkan jenis organ yang cedera dapat dibagi dua :1. Pada organ padat seperti hepar dan limpa dengan gejala utama perdarahan.

2. Pada organ berongga seperti usus dan saluran empedu dengan gejala utama adalah peritonitis. Berdasarkan daerah organ yang cedera dapat dibagi dua, yaitu :a. Organ IntraperitonealIntraperitoneal abdomen terdiri dari organ-organ seperti hati, limpa, lambung, colon transversum, usus halus, dan colon sig