Click here to load reader

retorika lpk

  • View
    248

  • Download
    2

Embed Size (px)

DESCRIPTION

public

Text of retorika lpk

  • "Berilah mereka nasihat dan berbicaralah kepada mereka dengan pembicaraan yang menyentuh jiwa mereka" (Al-Quran 4:63).

    Muhammad saw. bersabda: "Sesungguhnya dalam kemampuan berbicara yang baik itu ada sihirnya".

  • PENGERTIAN

    Retorika adalah suatu pengetahuan mengenai cara berbicara untuk mengemukakan buah pikiran kepada orang lain, sehingga dapat dimengerti dengan mudah.

  • TUJUAN RETORIKAInformatif (pemberian informasi)Rekreatif (hiburan)Persuasif (ajakan pada perubahan).

  • SEJARAH Retorika sebagai suatu pengetahuan, pertama dirintis oleh Aristoteles, kemudian dikembangkan oleh CICERO, seorang filosof Yunani. Ia adalah seorang yang mampu membangkitkan semangat bangsa Athena untuk bertempur melawan bangsa Sparta yang menindasnya. Dengan kemampuan oratornya, CICERO berhasil membawa bangsa Athena bangkit dari ketertindasan.

  • Cicero - seorang ahli retorika Romawi - berkata: The good man speaks well (orang yang baik akan dapat bicara dengan baik pula).

  • Aristoteles menyebut 5 cara untuk mempengaruhi manusia:ETHOS. Anda harus sanggup menunjukkan kepada khalayak bahwa Anda memiliki pengetahuan yang luas, kepribadian yang terpercaya, dan status yang terhormat. PANTHOS. Anda harus Menyentuh hati khalayak perasaan, emosi, harapan, kebencian dan kasih sayang mereka. Kelak, para ahli retorika modern menyebutnya imbauan emotional (emotional appeals). LOGOS. Anda Meyakinkan khalayak dengan mengajukan bukti atau yang kelihatan sebagai bukti. Di sini Anda mendekati khalayak lewat otaknya.

  • 4. ENTIMEM. Adalah sejenis silogisme yang tidak lengkap, tidak untuk menghasilkan pembuktian ilmiah, tetapi untuk menimbulkan keyakinan. Disebut tidak lengkap, karena sebagian premis dihilangkan.5. CONTOH. Dengan mengemukakan beberapa contoh, secara induktif Anda membuat kesimpulan umum. Sembilan dari sepuluh bintang film menggunakan sabun Lux. Jadi, sabun Lux adalah sabun para bintang film.

  • TAHAPAN RETORIKADispositio (penyusunan). Pada tahap ini, pembicara menyusun pidato atau mengorganisasikan pesan. Terdiri atas: pengantar, pernyataan, argumen, dan epilog. Menurut Aristoteles, pengantar berfungsi menarik perhatian, menumbuhkan kredibilitas (ethos), dan menjelaskan tujuan.Elocutio (gaya). Pada tahap ini, pembicara memilih kata-kata dan menggunakan bahasa yang tepat untuk "mengemas" pesannya. Aristoteles memberikan nasihat ini: gunakan bahasa yang tepat, benar, dan dapat diterima; pilih kata-kata yang jelas dan langsung; sampaikan kalimat yang indah, mulia, dan hidup; dan sesuaikan bahasa dengan pesan, khalayak, dan pembicara.

  • lanjutanMemoria (memori). Pada tahap ini, pembicara harus mengingat apa yang ingin disampaikannya, dengan mengatur bahan-bahan pembicaraannya. Pronuntiatio (penyampaian). Pada tahap ini, pembicara menyampaikan pesannya secara lisan. Di sini, akting sangat berperan. Demosthenes menyebutnya hypocrisis (boleh jadi dari sini muncul kata hipokrit). Pembicara harus memperhatikan olah suara (vocis) dan gerakangerakan, anggota badan (gestus moderatio cum venustate).

  • PERSIAPAN ORASIKATA DAN KALIMAT YANG EFEKTIF METODE 3. MEDIA

  • KENALI LATAR BELAKANG AUDIENCE (PENDIDIKAN, SOSIAL, BUDAYA, PROFESI)PAHAMI MATERI (REFERENSI KEPUSTAKAAN, DUKUNGAN FAKTA, JUDUL MATERI, TUJUAN, RINCIAN SUB TOPIK)SUSUN KERANGKA PEMBICARAAN (PENDAHULUAN INTI KESIMPULAN)

    MENGHADAPI AUDIENCE

  • MENYUSUN KERANGKA MENJADI WACANA YANG UTUHSIAP MENTALHINDARI PERILAKU YANG DAPAT MENGALIHKAN PERHATIAN PENDENGARJELAS LEPASHUMOR HANYA SELINGAN DAN JANGAN TERLAMPAU BANYAKDISIPLIN PADA KONTEKS DAN KERANGKA YANG TELAH DISUSUNGUNAKAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR (HINDARI KATA ASING /DAERAH YANG MUNGKIN TIDAK DIMENGERTI)GUNAKAN ALAT BANTU (SOUND SISTEM, MEDIA AVA, DLL)

  • PRINSIP ORASIa. JELASb. SINGKATc. RUNTUT SISTEMATIKd. OBJEKTIFe. SEDERHANAf. PERSIAPAN MATANG

  • HAL YG HARUS DIMINIMALISIRSeringkali pikiran lebih cepat dibanding ucapan, misalnya: anjir, benul, tidak realita dan lain-lain.Tidak jarang pikiran lebih lambat daripada ucapan, misalnya: a..., apa namanya, apa itu, apa ya.., ehm...Kurang percaya diri

  • PERSIAPAN SEORANG RETORISMemperluas wawasan, lebih baik jika ditambah kemampuan merefleksikan wawasan yang diperoleh, dengan berbagai fenomena yang sedang terjadi.Meningkatkan intensitas praksis.Memperkuat basis data dan analogi faktaMemperkuat integritas dan attitudMemperbanyak mujahadah dan riyadhoh ruhiyah

  • MITOS DALAM RETORIKARetoris dalam beretorika tidak boleh rendah hatiRetoris dianggap hebat jika beretorika tanpa persiapan terlebih dahuluMenganggap audiens tidak tahu apa-apa dengan maksud untuk meningkatkan rasa percaya diri. Ibarat ingin bersuci dengan menggunakan benda najisRetoris dianggap kurang mumpuni jika hanya dapat menyampaikan materi secara singkat. Sebaliknya retoris diangga hebat jika mampu menyampaikan materi dalam waktu yang lama.

  • MEDIA ORASI 1. Direct (Langsung): orator dengan audience langsung saling berhadapan. 2. Indirect (Tak Langsung): orator dengan audience tidak saling berhadapan (via radio, TV, teleconference).

  • METODE ORASIReading Text Methode. Orator menyampaikan buah pikiran melalui tulisan yang dibacakan secara langsung.2. Out Line Methode. Orator menyusun out line atau pokok-pokok materi yang akan disampaikan, kemudian berbicara mengacu outline tersebut. 3. Improptu Methode. Orator berbicara secara spontan tanpa persiapan apapun.

  • LANGGAM ORASIPaedagogic. Langgam orasi yang biasa disampaikan oleh pendidik.Melancolis. Langgam orasi yang dapat menyentuh emosi audience.Agitatif. Langgam orasi untuk membangkitkan semangat audience.Ilmiah. Langgam orasi untuk mengajak audience berfikir.Campuran. Langgam orasi dengan mengkombinasikan berbagai langgam.

  • Bila naik panggung dengan persiapan akan turun dengan kehormatan Bila naik panggung tanpa persiapan akan turun dengan kekecewaanCicero - seorang ahli retorika Romawi - berkata: The good man speaks well (orang yang baik akan dapat bicara dengan baik pula).

  • REFERENSIAristotle, John Henry Freese, The "art" of Rhetoric, ISBN 0434991937 ISBN 9780434991938Erickson, Keith V. (ed.). 1974. Aristotle: The Classical Heritage of Rhetoric , Metuchen, NJBurnyeat, Myles. 1994. Enthymeme: The Logic of Persuasion. In DJ Furley and A. Nehamas (eds.), Aristotle's Rhetoric . Princeton: Princeton University Press. 3-55.Cooper, John M. 1993. Rhetoric, Dialectic, and the Passions. In Oxford Studies in Ancient Philosophy 11: 175-198.Rahmat, Jalaluddin. Retorika Modern. 2000. Bandung: PT. Remaja RosdakaryaSilsilah Talim Lughah Al-Arabiyah. Suwar min Tarikh Al-Islamy. 1994. KSA: Jamiah Imam Muhammad Ibn Suud Al-Islamiyah