Click here to load reader

Rpp k2013 Rev2 Dian

  • View
    25

  • Download
    3

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Rpp k2013

Text of Rpp k2013 Rev2 Dian

  • NI NENGAH DIAN ISWARI |FKIP UNRAM 1

    PERANGKAT PEMBELAJARAN

    (KURIKUKULUM 2013)

    Satuan Pendidikan : SMA

    Kelas / Semester : XI / 1

    Mata Pelajaran : KIMIA

    Materi Pokok : REAKSI EKSOTERM DAN REAKSI ENDOTERM

    Alokasi Waktu : 6 x 45 menit (3 pertemuan)

    DISUSUN OLEH :

    NI NENGAH DIAN ISWARI

    E1M012044

    PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

    FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

    UNIVERSITAS MATARAM

    2014

  • NI NENGAH DIAN ISWARI |FKIP UNRAM 2

    RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

    Satuan Pendidikan : SMAN 2 MATARAM

    Kelas/ Semester : XI / 1

    Mata Pelajaran : Kimia

    Materi Pokok : Reaksi Eksoterm dan Reaksi Endoterm

    Alokasi Waktu : 6 x 45 menit (3 pertemuan)

    A. Kompetensi Inti

    KI 3 : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual,

    konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya

    tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan

    wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait

    penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan

    prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan

    minatnya untuk memecahkan masalah.

    KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak

    terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara

    mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan

    metoda sesuai kaidah keilmuan.

    KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

    KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab,

    peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan

    proaktif, dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai

    permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial

    dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam

    pergaulan dunia

    B. Kompetensi Dasar

    1. KD pada KI-3

    3.4. Membedakan reaksi eksoterm dan reaksi endoterm berdasarkan hasil

    percobaan dan diagram tingkat energi.

  • NI NENGAH DIAN ISWARI |FKIP UNRAM 3

    2. KD pada KI-4

    4.4. Merancang, melakukan, menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan

    reaksi eksoterm dan reaksi endoterm.

    3. KD pada KI 1

    1.1. Menyadari adanya keteraturan dari termokimia sebagai wujud kebesaran

    Tuhan YME dan pengetahuan tentang adanya keteraturan tersebut sebagai

    hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentatif.

    4. KD pada KI-2

    2.1. Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin, jujur,

    objektif, terbuka, teliti, bertanggung jawab, kritis, kreatif, inovatif, demokratis,

    komunikatif) dalam merancang dan melakukan percobaan serta berdiskusi

    yang diwujudkan dalam sikap sehari-hari.

    C. Indikator dan tujuan pembelajaran

    Indikator Tujuan pembelajaran

    3.4.1 Menjelaskan hukum atau azas

    kekekalan energy

    1. Peserta didik dengan penuh percaya diri

    mampu menjelaskan hukum atau azas

    kekekalan energy secara komunikatif.

    3.4.2 Mendeskripsikan sistem dan

    lingkungan

    1. Peserta didik dengan penuh percaya diri

    dapat menjelaskan pengertian sistem dan

    lingkungan dengan bahasa sendiri secara

    komunikatif.

    2. Melaui diskusi kelompok kecil dan diskusi

    kelas, peserta didik mampu membedakan

    sistem dan lingkungan dengan benar.

    3.4.3 Membedakan reaksi yang

    melepaskan kalor (eksoterm)

    dan reaksi yang menerima kalor

    (endoterm).

    1. Dengan mengamati beberapa contoh reaksi

    eksoterm dan endoterm dalam kehidupan

    sehari hari, peserta didik mampu

    menjelaskan reaksi eksoterm dan endoterm

    dengan tepat.

  • NI NENGAH DIAN ISWARI |FKIP UNRAM 4

    2. Peserta didik mampu mengaitkan perubahan

    entalpi pada reaksi eksoterm dan endoterm

    dengan diagram tingkat energi.

    3. Peserta didik mampu memprediksi reaksi

    yang termasuk dalam reaksi eksoterm dan

    endoterm.

    4.4.1 Merancang dan melakukan

    percobaan reaksi eksoterm dan

    endoterm.

    1. Peserta didik mampu merancang percobaan

    reaksi eksoterm dan endoterm dengan tepat.

    2. Peserta didik dengan penuh rasa tanggung

    jawab mampu melaksanakan percobaan

    reaksi eksoterm dan endoterm dengan tepat

    dan tertib.

    4.4.2 Menganalisis data hasil

    percobaan tentang reaksi

    eksoterm dan reaksi endoterm

    1. Peserta didik mampu menelaah data hasil

    percobaan tentang reaksi eksoterm dan

    endoterm dengan tepat.

    4.4.3 Menyajikan hasil analisis data

    hasil percobaan tentang reaksi

    eksoterm dan endoterm.

    1. Melalui kegiatan presentasi, peserta didik

    mampu mengkomunikasikan data hasil

    percobaan dengan baik.

    2. Melalui kegiatan diskusi kelas, peserta didik

    tanggap terhadap pertanyaan yang diberikan.

    3. Melalui kegiatan diskusi kelas, peserta didik

    mampu mengemukakan dan menerima

    pendapat dengan bijaksana.

    4. Melalui kegiatan diskusi kelas, peserta didik

    mampu menarik kesimpulan mengenai

    pembelajaran reaksi eksoterm dan endoterm.

    1.1.1 Mengagumi reaksi eksoterm dan

    reaksi endoterm sebagai wujud

    kebesaran Tuhan.

    1. Peserta didik dapat menumbuhkan rasa

    syukur atas adanya reaksi eksoterm dan

    reaksi endoterm sebagai wujud kebesaran

    Tuhan.

    2.1.1 Memiliki rasa ingin tahu, teliti, 1. Peserta didik dapat menumbuhkan rasa ingin

  • NI NENGAH DIAN ISWARI |FKIP UNRAM 5

    disiplin, bekerjasama,

    komunikaif, jujur, bijaksana dan

    rasa tanggung jawab dalam

    mempelajari reaksi eksoterm

    dan reaksi endoterm.

    tahu ,teliti, disiplin, bekerjasama,

    komunikatif, jujur, bijaksana dan rasa

    tanggung jawab dalam mempelajari reaksi

    eksoterm dan reaksi endoterm.

    D. Materi Pembelajaran

    1. Hukum Kekekalan Energi

    Energi merupakan besaran skalar yang menyatakan kemampuan untuk melakukan

    usaha. Kalor merupakan salah satu bentuk dari energi. Sinar matahari yang diserap oleh

    tumbuh-tumbuhan diubah menjadi energi kimia berupa karbohidrat. Dari contoh tersebut

    dapat dilihat bahwa suatu bentuk energi dapat diubah menjadi bentuk energi yang lain.

    James Prescott Joule (1818-1889) merumuskan azas/hukum kekekalan energi. Energi

    tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, tetapi dapat diubah dari bentuk energi yang

    satu bentuk energi yang lain. Jadi, energi yang menyertai suatu reaksi kimia, ataupun

    proses fisika, hanya merupakan perpindahan atau perubahan bentuk energi. Jumlah total

    energi kalor yang terkandung dalam suatu materi disebut entalpi dan diberi simbol H.

    Entalpi suatu zat tidak berubah (tetap) selama tidak ada energi yang masuk atau keluar.

    2. Sistem dan Lingkungan

    Sistem adalah segala sesuatu yang menjadi pusat perhatian atau pusat pengamatan

    yang kita pelajari perubahan energinya. Sedangkan yang disebut lingkungan adalah

    segala sesuatu di luar sistem. Interaksi antara sistem dan lingkungan dapat berupa

    pertukaran materi dan/atau pertukaran energi. Berkaitan dengan itu, sistem dapat

    dibedakan atas sistem terbuka, sistem tertutup, dan sistem terisolasi.

    Azas

    Kekekalan

    Energi

    Sistem dan

    Lingkungan

    Diagram

    Tingkat

    Energi

    Reaksi

    Eksoterm dan

    Endoterm

  • NI NENGAH DIAN ISWARI |FKIP UNRAM 6

    1) Sistem terisolasi adalah sistem yang tidak mungkin terjadi pertukaran kalor dan

    perpindahan materi antara sistem tersebut dengan lingkungan. Misalnya air

    panas dalam termos ideal.

    2) Sistem tertutup adalah sistem yang mungkin terjadi pertukaran kalor antara

    sistem tersebut dengan lingkungan, tetapi tidak terjadi perpindahan materi.

    Misalnya air panas dalam gelas tertutup rapat.

    3) Sistem terbuka adalah sistem yang mungkin terjadi perpindahan kalor dan

    perpindahan materi antara sistem tersebut dengan lingkungannya. Misalnya air

    dalam gelas terbuka.

    3. Reaksi eksoterm dan endoterm

    Reaksi kimia berlangsung dengan menyerap atau membebaskan kalor. Reaksi

    yang membebaskan kalor disebut reaksi eksoterm, sedangkan reaksi yang menyerap

    kalor disebut reaksi endoterm.

    a. Reaksi eksoterm

    Reaksi eksoterm adalah reaksi kimia dengan sistem melepaskan kalor ke

    lingkungannya. Pada reaksi eksoterm, suhu campuran reaksi akan naik dan energi

    potensial dari zat-zat kimia yang bersangkutan akan turun. Selanjutnya sistem

    melepaskan kalor ke lingkungannya. Pada reaksi eksoterm, entalpi sistem

    berkurang. Artinya entalpi produk lebih kecil daripada entalpi pereaksi. Oleh

    karena itu, perubahan entalpinya (H) merupakan selisih antara entalpi pereaksi

    dengan entalpi produk (Hr-Hp) sehingga H bernilai negatif.

    b. Reaksi Endoterm

    Reaksi endoterm adalah reaksi kimia dengan sistem menyerap kalor dari

    lingkungannya. Pada reaksi ini, terjadi kenaikan energi potensial zat-zat yang

    bereaksi ata terjadi penurunan energi kinetik sehingga suhu sistem turun. Pada

    reaksi endoterm, entalpi sistem bertambah. Artinya, entalpi produk (Hp) lebih

  • NI NENGAH DIAN ISWARI |FKIP UNRAM 7

    besar daripada entalpi pereaksi (Hr). Oleh karena itu, perubahan entalpi (H)

    merupakan selisish antara entalpi produk dengan entalpi pereaksi (Hp-Hr)

    sehin