Sawit dari Taman Nasional

  • View
    212

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

  • Sawit dari Taman Nasional

    Menelusuri TBS Sawit Illegal di Riau, Sumatra

    Riau, Sumatera, Indonesia 2013

  • Gambar muka dari kiri atas ke kanan bawah:

    Kawanan gajah terekam di perbatasan TN Tesso Nilo tahun 2009 WWF Indonesia/Samsuardi.

    Harimau tertangkap kamera pada di TN Tesso Nilo tahun 2008 WWF/PHKA

    Perambah mengkonversi kawasan IUPHHK PT. Siak Raya untuk kebun sawit,koordinat N 04'29.24" dan E

    10131'43.87" gambar diambil26 April 2011 WWF Indonesia

    Kebun sawit illegal yang dikelola oleh Soko Jati Pangean yang diindikasikan memiliki keterkaitan dengan PT.

    Citra Riau Sarana milik Wilmar dalam kawasan IUPHHK PT. Hutani Sola Lestari koordinat S 08'45.23"dan E

    10129'51.83" terekam pada 14 Juli 2011 WWF Indonesia.

    Truk yang mengangkut Tandan Buah Segar (TBS) TBS illegal dari Taman Nasional Tesso Nilo ke pabrik PT. Inti Indosawit Subur Ukui 2 mill milik Asian Agri di koordinat S 020'3.48" E 1022'49.81" WWF Indonesia.

    Truk yang mengangkut TBS dari Taman Nasional Tesso Nilo memasuki gerbang mill PT. Citra Riau Sarana 2 jam 04:04 PM pada 27 July 2011 WWF Indonesia

    Kutip laporan ini sebagai: WWF-Indonesia (2013) Menelusuri TBS Sawit Ilegal dari Kompleks Hutan Tesso Nilo.

  • Daftar Isi

    Daftar Isi ............................................................................................................................................................. 3

    KATA PENGANTAR .............................................................................................................................................. 1

    RINGKASAN ......................................................................................................................................................... 3

    1. LATAR BELAKANG ....................................................................................................................................... 5

    1.1. Produksi Minyak Sawit dan Unit Pengolahannya di Riau .......................................................................... 6

    1.2. Perkebunan Sawit di Riau .......................................................................................................................... 7

    2. TEMUAN INVESTIGASI ................................................................................................................................ 8

    2.1 Perkebunan Kelapa Sawit Ilegal di Dalam Kompleks Hutan Tesso Nilo...................................................... 8

    2.2 Kepemilikan, Luas, dan Produktivitas Perkebunan Kelapa Sawit Ilegal ................................................... 12

    2.3 Keterkaitan Perusahaan Besar Swasta dalam Pengembangan Kebun Sawit di dalam Kompleks hutan

    Tesso Nilo ................................................................................................................................................. 13

    2.4 Mills di sekitar Kompleks hutan Tesso Nilo. ............................................................................................ 15

    2.5 Penelusuran aliran TBS dari Kompleks hutan Tesso Nilo ke Pabrik Pengolahan ..................................... 18

    2.5.1 Aliran TBS dari Kompleks hutan Tesso Nilo ke mills milik Wilmar........................................... 18

    2.5.2 Aliran TBS dari Kompleks hutan Tesso Nilo ke Pabrik Asian Agri. ........................................... 23

    2.6 Pasokan minyak sawit ke pasar global terkontaminasi TBS yang berasal dari Kompleks hutan Tesso

    Nilo. .......................................................................................................................................................... 27

    3. Legalitas Pengembangan Kebun Sawit di dalam Kompleks Hutan Tesso Nilo ............................................. 27

    Lampiran 1: Sejarah Kompleks hutan Tesso Nilo ............................................................................................ 29

    Lampiran 2: Legalitas Perkebunan Kelapa Sawit .............................................................................................. 33

  • BATASAN ISTILAH

    Kompleks hutan Tesso Nilo meliputi kawasan Taman Nasional Tesso Nillo , IUPHHK PT. Hutani Sola

    Lestari dan IUPHHK PT. Siak Raya Timber

    Kawasan Hutan dalam laporan ini didefinisikan sebagai kawasan yang dikelola oleh Kementerian

    Kehutanan berdasarkan konsensus Tata Guna Hutan Kesepakatan (TGHK Keputusan Menteri

    Kehutanan No. 173,/Kpts-II/1986) dan Rencana Tata Ruang Propinsi Riau (RTRWP) tahun 1994.

    Penunjukan kawasan hutan tidak berarti bahwa kawasan tersebut merupakan tutupan hutan alam.

    Seluruh lahan di dalam Kompleks hutan Tesso Nilo dikategorikan sebagai kawasan hutan dan tidak

    diijinkan adanya pengembangan komoditas perkebunan, seperti kebun sawit.

    Perambahan dalam laporan ini termasuk kegiatan menduduki, menguasai dan mengusahakan

    kawasan hutan di kompleks hutan Tesso Nilo sesuai dengan TGHK tahun 1986 dan RTRWP Riau tahun

    1994.

    Sawit illegal dalam laporan ini menunjuk pada sawit yang berasal dari perkebunan yang berada di

    dalam kawasan hutan di kompleks hutan Tesso Nilo sesuai dengan (Tata Guna Hutan Kesepakatan)

    TGHK tahun 1986 dan RTRWP Riau tahun 1994.

    Penyebutan Asian Agri dalam laporan ini mewakili PT Inti Indo Sawit Subur dan PT. Mitra Unggul

    Pusaka.

    Penyebutan Wilmar dalam laporan ini mewakili PT. Citra Riau Sarana.

  • | WWF-Indonesia (2013) Menelusuri TBS Sawit Ilegal dari Kompleks Hutan Tesso Nilo 1

    Gambar 1. Papan pengumuman di

    depan mill milik PT. Inti Indosawit

    Subur dari group Asian Agri yang

    berada di kompleks hutan Tesso Nilo

    yang menyatakan larangan untuk

    tidak mengirim pasokan TBS illegal

    013'23.08"S 1025'42.07"E

    KATA PENGANTAR

    Laporan ini didasarkan pada investigasi yang dilakukan oleh WWF Indonesia pada Februari 2011 hingga

    April 2012 terhadap rantai pasok tandan buah segar (TBS) yang ditanam secara ilegal di kawasan Taman

    Nasional Tesso Nilo, IUPHHK PT. Siak Raya Timber dan PT. Hutani Sola Lestari (selanjutnya dalam laporan

    ini disebut sebagai Kompleks hutan Tesso Nilo). Investigasi rantai pasok ini mengemukakan adanya

    pembelian TBS illegal oleh dua perusahaan sawit global: Asian Agri dan Wilmar. Laporan ini belum

    dipublikasikan hingga saat ini untuk memberikan kesempatan kepada para pihak yang terkait dengan

    perdagangan TBS tersebut untuk merespon dengan aksi tindak lanjut. Para pihak yang dimaksud termasuk

    Balai Pengelola Taman Nasional Teso Nilo dan Kementerian Kehutanan (Kemenhut).

    WWF Indonesia telah mengirimkan draft laporan ini kepada Kemenhut pada tanggal 5 November 2012

    untuk menyampaikan situasi yang terjadi. Kemenhut selanjutnya mengirim surat kepada Asian Agri pada

    bulan Januari 2013 untuk meminta klarifikasi. Pada Februari 2013, Menteri Kehutanan menyampaikan

    pernyataan pada saat peresmian pusat konservasi gajah di perbatasan Taman Nasional Tesso Nilo bahwa

    Kemenhut berkomitmen untuk merelokasi perambah dan menyediakan dana untuk mengatasi isu

    perambahan. Pada saat yang sama Bupati Pelalawan menambahkan bahwa pihak pemerintah kabupaten

    akan menyediakan dana tambahan yang bersumber dari APBD kabupaten untuk mendukung relokasi warga

    yang berada di dalam Taman Nasional Tesso Nilo1. WWF menyambut baik komitmen ini dan mendorong

    Kemenhut dan pihak Kabupaten Pelalawan untuk segera mengimplementasikan program ini.

    Asian Agri telah mengumumkan secara terbuka kepada para

    suppliernya untuk menolak TBS yang tidak memenuhi ketentuan

    peraturan perundangan. Salah satu anggota DPRD Kabupaten

    Pelalawan -dimana pabrik Asian Agri berada- menyatakan

    kekecewaannya atas keputusan yang diambil oleh pihak Asian

    Agri untuk menghentikan pembelian TBS yang berasal dari

    kawasan hutan. Pernyataan pihak DPRD tersebut disampaikan

    dalam forum dengar pendapat yang telah dilaksanakan dua kali

    yang melibatkan Asian Agri, para supplier, kepala desa, koperasi,

    BKSDA, dinas kabupaten yang terkait dan WWF. Pernyataan

    serupa juga disampaikan pada saat kunjungan anggota DPRD

    Pelalawan ke kantor WWF Indonesia.

    Dalam rapat dengar pendapat pertama, Asian Agri meminta

    jaminan tertulis dari supplier pemasok TBS ke PKS milik Asian Agri

    bahwa TBS yang mereka pasok ke Asian Agri bukan berasal dari

    kawasan hutan atau kawasan yang tidak diizinkan untuk ditanam

    tanaman perkebunan yang tidak terbatas pada : Kawasan Hutan

    Lindung, Kawasan Hutan Tanaman Industri, Kawasan Hutan

    Produksi dan Kawasan Konservasi. Tiga hari setelah rapat dengar

    1 Rujukan pada tautan http://ppid.dephut.go.id/berita_terkini/browse/8 dan

    http://www.riauterkini.com/lingkungan.php?arr=56148

    http://ppid.dephut.go.id/berita_terkini/browse/8

  • | WWF-Indonesia (2013) Menelusuri TBS Sawit Ilegal dari Kompleks Hutan Tesso Nilo 2

    Gambar 2. Papan pengumuman di depan mill milik PT. Citra Riau

    Sarana dari group Wilmar yang berada di kompleks hutan Tesso

    Nilo yang menyatakan Kami tidak menerima TBS yang

    bersumber dari Kebun hasil rambahan Kawasan Hutan diambil

    pada titik koordinat 014'19.98"S 10134'46.36"E.

    pendapat pertama WWF menerima salinan pernyataan supplier yang dikuatkan juga oleh tanda tangan

    kepala desa serta dinas atau instansi pemerintah terkait. Hingga saat ini proses klarifikasi terhadap

    pernyataan status lahan dari TBS belum dilakukan oleh pihak pemerintah yang be