of 12 /12
 BAB I PENDAHULUAN DEFINISI DAN TERMINOLOGI SISTEM OTO MASI Sistem Otomasi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem yang menggunakan teknologi yang berkaitan dengan penggabungan aplikasi mekanika, listrik, elektroni ka, dan teknologi digital untuk memberikan fungsi pada manipulator (mekanik) yang bekerja pada sistem proses dan manufaktur industri. Sistem Otomasi adalah penggunaan system kendali dan teknologi informasi di dalam mengurangi kebutuhan intervensi manusia. Di dalam lingkup industrialisasi, otomasia adalah langkah luar mekanisasi Sedangkan di dalam mekanisasi disediakan operator manusia dengan mesin-mesin untuk membantu mereka mengurangi pekerjaan dengan otot, otomasi sangat men gur ang i keb utu han unt uk kebu tuhan sensor ik, mot ori k, ser ta mental manusi a. Dengan demikian, Sistem Otomasi memainkan peran yang semakin penting dalam ekonomi dunia dan dalam pengalaman sehari-hari. Di sini manusia ditempatkan sebagai subyek pelaksana tugas,  bukan lagi obyek penderita sebagai bagian dari sistem industri di masa lampau. Di dalam Otomasi terdapat penggunaan sistem kendali (seperti kendali numerik, kendali logika ter program, dan sis tem kendali indust ri lai nnya), ket erlibatannya dengan apl ika si te kno logi informasi (s eper ti te knol ogi berbantu-komput er [ !D, !", !#$ ), untuk mengend ali kan mesin ind ust ri dan pro ses , men gura ngi kebutuhan %ampur tangan man usi a, Dalam banyak kasus, penggunaan manusia lebih hemat biaya daripada pendekatan otomasi me kanik &ompute r, perangkat keras khusus, yang di sebut sebagai  programmable logic controller (selanjutnya disingkat '). Sering digunakan untuk mensinkronkan aliran masukan dari (fisik) sensor dengan aliran output untuk aktuator proses. al ini menyebabkan aksi kendali yang tepat yang memungkinkan kendali yang ketat dari setiap proses industry. !ntarmuka manusia-mesin ("*) atau antarmuka kompu ter -ma nusia (* ), sebel umnya dikenal sebagai antar muka manus ia-me sin, biasany a diguna kan unt uk ber komuni kas i dengan ' dan komput er lai nnya , sep ert i memasuki dan memanta u suh u ata u tek anan unt uk kendali otomatis lebih lanjut ata u tanggapan darura t. ayanan personel yang memantau dan mengontrol antarmuka ini sering disebut sebagai insinyur stasioner . +ambar . 'emetaan 'erkembangan e knologi terhadap aktu

Sistem Otomasi Industri.docx

Embed Size (px)

Text of Sistem Otomasi Industri.docx

BAB I PENDAHULUAN

DEFINISI DAN TERMINOLOGI SISTEM OTOMASISistem Otomasi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem yang menggunakan teknologi yang berkaitan dengan penggabungan aplikasi mekanika, listrik, elektronika, dan teknologi digital untuk memberikan fungsi pada manipulator (mekanik) yang bekerja pada sistem proses dan manufaktur industri. Sistem Otomasi adalah penggunaan system kendali dan teknologi informasi di dalam mengurangi kebutuhan intervensi manusia. Di dalam lingkup industrialisasi, otomasia adalah langkah luar mekanisasi Sedangkan di dalam mekanisasi disediakan operator manusia dengan mesin-mesin untuk membantu mereka mengurangi pekerjaan dengan otot, otomasi sangat mengurangi kebutuhan untuk kebutuhan sensorik, motorik, serta mental manusia. Dengan demikian, Sistem Otomasi memainkan peran yang semakin penting dalam ekonomi dunia dan dalam pengalaman sehari-hari. Di sini manusia ditempatkan sebagai subyek pelaksana tugas, bukan lagi obyek penderita sebagai bagian dari sistem industri di masa lampau.Di dalam Otomasi terdapat penggunaan sistem kendali (seperti kendali numerik, kendali logika terprogram, dan sistem kendali industri lainnya), keterlibatannya dengan aplikasi teknologi informasi (seperti teknologi berbantu-komputer [CAD, CAM, CAx]), untuk mengendalikan mesin industri dan proses, mengurangi kebutuhan campur tangan manusia, Dalam banyak kasus, penggunaan manusia lebih hemat biaya daripada pendekatan otomasi mekanik Komputer, perangkat keras khusus, yang disebut sebagai programmable logic controller (selanjutnya disingkat PLC).Sering digunakan untuk mensinkronkan aliran masukan dari (fisik) sensor dengan aliran output untuk aktuator proses. Hal ini menyebabkan aksi kendali yang tepat yang memungkinkan kendali yang ketat dari setiap proses industry. Antarmuka manusia-mesin (HMI) atau antarmuka komputer-manusia (CHI), sebelumnya dikenal sebagai antarmuka manusia-mesin, biasanya digunakan untuk berkomunikasi dengan PLC dan komputer lainnya, seperti memasuki dan memantau suhu atau tekanan untuk kendali otomatis lebih lanjut atau tanggapan darurat. Layanan personel yang memantau dan mengontrol antarmuka ini sering disebut sebagai insinyur stasioner .

Gambar 1.1 Pemetaan Perkembangan Teknologi terhadap Waktu

MENGAPA SISTEM OTOMASI DIPERLUKAN

Sistem Otomasi sangat terkait dengan sistem kendali. Di pabrik gula, sawit, dan karet, sistem kendali otomatis dan sistem otomasi merupakan faktor kunci pengendali serta proses. Baik otomasi maupun kendali kedua-duanya bertujuan untuk: Terjaminnya keselamatan (safety) baik bagi operator maupun peralatan yang ada Terjaganya kualitas produk, misalnya komposisi produk, warna, dan lain sebagainya, pada keadaan yang kontinyu dan dengan biaya minimum. Proses berlangsung sesuai dengan batasan lingkungan, limbah yang dihasilkan oleh proses tersebut tidak melebihi ambang batas lingkungan, proses berlangsung sesuai dengan batasan-batasan operasinya. Berbagai jenis peralatan sebuah pabrik kimia memiliki batasan (constraint) yang melekat untuk operasi peralatan tersebut. Batasan-batasan itu seharusnya terpenuhi di seluruh operasi sebuah pabrik. Ekonomis: Operasi sebuah pabrik harus sesuai dengan kondisi pasar, yakni ketersediaan bahan baku dan permintaan produk akhirnya. Oleh karena itu, harus seekonomis mungkin dalam konsumsi bahan baku, energi, modal, dan tenaga kerja. Hal ini membutuhkan pengendalian kondisi operasi pada tingkat yang optimum, sehingga terjadi biaya operasi yang minimum serta menghasilkan keuntungan yang maksimum.

KENDALA MENJALANKAN SISTEM OTOMASI

Bebarapa kendala yang sering terjadi pada penerapan sistem otomasi antara lain: Sistem otomasi bekerja dengan baik, tetapi selama tenaga ahlinya masih ada. Sumber daya manusia yang ada tidak mampu merawat sistem otomasi. Sistem otomasi dijalankan secara manual. Hasil penerapan sistem otomasi belum maksimal atau dapat dikatakan minim. Sistem otomasi yang hasilnya benar-benar mengecewakan.

PERENCANAAN IMPLEMENTASI SISTEM OTOMASI

Perencanaan yang dapat dilakukan guna meminimalkan dampak negatif dari penerapan sistem otomasi antara lain adalah: Mengikutsertakan sumber daya yang ada pada seluruh tingkat sejak awal, khususnya sumber daya pada bagian operasional dan perawatan. Memastikan bahwa proses kontrol telah dipahami sepenuhnya oleh desainer sistem otomasi-kendali/kontrol. Menggali solusi-solusi inovatif agar sistem sistem kendali-otomatis yang dirancang adalah yang terbaik dan dapat diaplikasikan. Pendekatan penerapan sistem otomasi secara modular, dari sistem yang sederhana sampai pada tahap sentralisasi system otomasi. Otomasi seyogyanya bersifat sederhana untuk diterapkan dan dioperasikan.

Pada tahap implementasi sistem otomasi yang telah dirancang, berikut beberapa hal yang dapat dilakukan agar implementasi berjalan dengan baik :

Instalasi dan pengembangan sistem jika dimungkinkan menggunakan sumber daya manusia yang telah dimiliki. Training intensif dan berkesinambungan pada saat uji coba atau commisioning. Mengkaji hasil jika memang diperlukan lakukan modifikasi-modifikasi system otomasi yang telah berjalan agar menjadi lebih baik. Training untuk bagian operasional dan perawatan sistem otomasi. Membuktikan hasil yang baik pada system otomasi plant yang telah diimplementasikan sebelum menerapkan sistem otomasi pada plant yang lain.

YANG HARUS DILAKUKAN DAN DIHINDARI

Lakukanlah : Mengikutsertakan serta menggunakan sumber daya yang dimiliki sehingga dapat membangun keyakinan serta motivasi yang kuat pada tim. Menggunakan pendekatan sistem otomasi modular sehingga keberhasilan yang telah dicapai pada plant sebelumnya menambah kepercayaan untuk menerapkan pada plant selanjutnya.

Hindarilah : Membiarkan operator hanya sebagai penonton layar monitor sistem otomasi. Hal ini dapat menyebabkan operator merasa tidak bertanggung jawab pada plant sesungguhnya yang dikendalikannya. Mengabaikan masukan/umpan-balik pemakai/operator/end-user. Masukan/ feedback pemakai/operator/end-user dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan yang sangat penting untuk pengembangan sistem otomasi lebih lanjut sehingga menjadi lebih baik. Membiarkan operator kehilangan hubungan dengan plant sesungguhnya (misalnya dikarenakan menu pada layar monitor sistem otomasi terlalu banyak dan terlihat rumit). Rancangan layar monitor kendali hanya menampilkan informasi yang benar-benar penting, dan sebaiknya dirancang dalam bentuk grafik yang interaktif.

KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN MENGGUNAKAN SISTEM OTOMASI

Keunggulan utama otomasi adalah: Mengganti operator manusia dari tugas-tugas yang membosankan. Mengganti manusia dari tugas-tugas yang haru dilakukan di lungkungan yang berbahaya berbahaya (kebakaran, yaitu: ruang bangunan, gunung berapi, fasilitas nuklir, di bawah air dan lain sebagainya). Membuat tugas yang berada di luar kemampuan manusia seperti penanganan beban terlalu berat, objek terlalu besar, zat yang terlalu panas, atau terlalu dingin, atau kebutuhan untuk membuat hal-hal yang terlalu cepat atau terlalu lambat bagi pekerjaan dan tenaga manusia. Faktor perbaikan ekonomi. Kadang-kadang dari beberapa jenis otomasi telah meningkatkan ekonomi usaha masyarakat atau sebagian besar manusia. Misalnya, ketika perusahaan yang telah berinvestasi dalam teknologi otomasi; ketika sebuah negara atau meningkatkan pendapatan negara karena otomasi seperti Jerman atau Jepang pada abad ke-20 atau ketika manusia dapat menggunakan Internet yang pada gilirannya menggunakan satelit dan lainnya membutuhkan mesin otomatis.

Kelemahan utama menggunakan otomasi adalah : Teknologi terbatas. Saat ini teknologi yang ada belum dapat mengotomasi semua tugas yang diinginkan. Biaya pengembangan terbatas. Biaya penelitian dan pengembangan mengotomasi proses sulit untuk memprediksi secara akurat terlebih dahulu. Karena biaya ini dapat memiliki dampak besar pada keuntungan, mungkin untuk menyelesaikan otomasi proses hanya untuk menemukan bahwa tidak ada keuntungan ekonomi untuk melakukannya. Biaya awal/investasi umumnya relatif tinggi. Otomasi produk baru memerlukan investasi awal besar dibandingkan dengan unit biaya produk, meskipun biaya otomasi batch tersebar di banyak produk. Otomasi pabrik memerlukan investasi awal terlalu besar, meskipun biaya ini tersebar di dalam produk yang dihasilkannya. Bisa terjadi penurunan jumlah kebutuhan tenaga kerja yang dapat menimbulkan pengangguran. Otomasi dapat menurunkan kemampuan daya beli masyarakat, yang disebabkan karena menurunnya kemampuan ekonomi masyarakat akibat meningkatnya jumlah pengangguran.

MEKANISASI VERSUS OTOMASI

Mekanisasi : Susunan operasi yang akan bekerja pada suatu material tertentu Jika semua peralatan baik dan material tidak bervariasi, maka produk akan sesuai dengan yang dikehendaki.

Pengendali Otomatis Produk diinspeksi secara otomatis, informasi diproses untuk melakukan pengaturan

Konsep otomasi Meniru manusia Sensing, thinking, decision making

Mekanisasi: usaha untuk membantu manusia dari upaya fisik Otomasi: usaha untuk membantu manusia dari upaya mental

BAB II KOMPONEN SISTEM OTOMASI

Ditinjau dari aplikasinya otomasi dapat dibedakan berdasarkan obyek yang harus diselesaikan, yaitu:

Tipe Tetap yaitu mesin otomatis dibuat khusus untuk menyelesaikan pekerjaan produksi tertentu saja, dan tidak drancang untuk meyelesaikan produk lainnya. Pada umumnya mesin otomasi jenis ini digunakan untuk produksi dalam jumlah banyak dan dibutuhkan waktu produksi yang cepat akan tetapi sangat ekonomis biaya produksinya dengan efisiensi yang cukup tinggi. Tipe Semi tetap: mesin dibuat untuk memproduksi atau menangani satu macam produk atau tugas, namun dalam beberapa parameter (ukuran, bentuk dan bagian produk) dapat diatur secara terbatas. Investasi awal termasuk cukup tinggi karena mesin masih bersifat khusus. Robot yang mandiri termasuk dalam kategori ini. Tipe Fleksibel, mesin dibuat agar dapat digunakan untuk banyak ragam produknya, Sistem otomasi lebih bersifat menyeluruh, bagian-bagian produk dapat diproduksi pada waktu yang bersamaan. Yang termasuk dalam kategori ini misalnya FMS (Flexible Automation System) dan CIM (Computer Integrated Manufacturing). Robot adalah salah satu pendukung dalam kelompok otomasi ini.Sistem otomasi tidak bisa lepas dengan sistem pengaturan ataupun system kendali, yang bertujuan untuk mengendalikan nilai output tertentu dari sebuah peralatan sehingga dapat mencapai nilai yang dikehendaki. Peralatan yang dikendalikan disebut dengan kendalian (Plant). Peralatan yang mengatur atau mengendalikan sistem disebut dengan pengendali (controller) dan nilai yang ingin dicapai disebut dengan input atau setting point. Besaran yang dikendalikan pada sistem pengaturan diantaranya suhu (temperatur), kecepatan, arus dan tegangan listrik, tekanan dan sebagainya.

ELEMEN SISTEM OTOMASITerdapat tiga elemen dasar yang menjadi syarat mutlak bagi Sistem Otomasi, yakni Power, Kendali Sistem, serta Program Instruksi yang kesemuanya itu untuk mendukung proses pada sistem otomasi.

POWER

PROSESSISTEM KENDALIPROGRAM INSTRUKSI

Gambar 2.1 Bagan hubungan komponen dasar otomasi

PowerPower atau sumber energi dari suatu sistem otomasi digunakan untuk mengoperasikan beberapa proses dan menggerakkan semua komponen. Sumber energi dapat menggunakan energi listrik, baterai, aki (Accu), BBM, air, angin, batubara yang kesemuanya itu tergantung pada tipe sistem otomasi itu sendiri. Misalnya, power untuk proses manufaktur, yakni electric discharge machine (EDM) menggunakan tenaga listrik untuk melelehkan baja.

Program InstruksiProgram Instruksi yang dimaksud adalah sekumpulan instruksi yang sudah dprogram untuk menjalankan suatu sistem otomasi. Untuk program instruksi perintah pada system kendali mekanik, maupun rangkain elekronik tidak digunakan bahasa pemprograman dalam arti sesungguhnya karena sifatnya yang analog, melainkan struktur bangunan mekanik yang bisa digerakkan secara sekuensial maupun kombinasional sehingga dapat menghasilkan sinyal kendali yang dapat mengendalikan sistem.

Gambar 2.2 Proses kerja program instruksi

Sistem KendaliProses kerja sistem otomasi mutlak memerlukan sistem kendali baik yang berbasiskan mekanik, elektronika, maupun komputer. Jika sebuah sistem otomasi dapat dikatakan sebagai organ tubuh manusia seutuhnya, maka sistem kendali merupakan sistem yang terletak pada otak manusia, yang menjadi pusat kendali seluruh organ tubuh manusia. Inti sistem kendali adalah pengendali (controller) yang direalisasikan ke dalam bentuk mekanik, mekatronik, elektronik, maupun komputer. Hanya saja tiga bentuk pertama itu sudah mulai ditinggalkan saat ini dan digantikan oleh komputer (mikrokontroler/PLC) sebagai satu-satunya pengendali sistem.

Contoh peralatan sistem kebutuhan sehari-hari yang menggunakan sistem kendali adalah sebagai berikut :

Mesin cuci; Mesin cuci mutakhir umumnya dilengkapi dengan dengan sebuah chip mikrokontroler sehingga pengguna tinggal memasukkan pakaian kotor, kemudian memasukkan sabun pada takaran tertentu lalu menekan sejumlah tombol untuk memulai operasi yang diinginkan: pencucian, pembilasan, dan pengeringan. AC (mesin pendingin/pemanas ruangan); Dengan chip komputer, mesin pengondisi udara secara otomatis akan mengondisikan udara yang membuat nyaman pengguna ruangan dan akan mengendalikan penggunaan energinya sehingga saat ruangan kosong energi akan diset minimum tanpa perlu lagi campur tangan manusia. Robot assembly adalah contoh sistem otomasi yang menggunakan kendali system berbasis komputer. Sistem kendali tersebut akan mengendalikan gerakan- gerakan tertentu dari suatu peralatan manufaktur di industri.

ARSITEKTUR SISTEM OTOMASI INDUSTRI

Sistem Otomasi berdasarkan konfigurasi sistem kendali, fasilitas, dan cakupan kerjanya dikelompokkan menjadi tiga tipe arsitektur :

Direct Digital Control (DDC) Distributed Control System (DCS) Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA)

Direct Digital Control (DDC)Direct Digital Control atau DDC adalah bentuk pertama penggunaan komputer system otomasi. Pada sistem ini, proses dikendalikan langsung oleh pengendali elektronik/komputer.Ide dasar DDC adalah untuk mengganti banyak komponen sistem kendali analog dengan komputer digital menjalankan sistem operasi yang real time. Setiap loop, mungkin ratusan, akan dilayani oleh komputer digital yang sama: jumlah maksimum loop akan menjadi fungsi dari kecepatan pemrosesan komputer, A ke waktu konversi D, kompleksitas persamaan kendali, dan lain-lain Tidak semua komponen analog dapat digantikan dengan yang setara digital dan memang beberapa loop kendali mungkin lebih tepat untuk pengendalian total analog. Gambar 2.3 menggambarkan sistem ini.

Gambar 2.3 Diagram Blok DDC

Komponen Pembentuk DDC Pengendali : metode pengendali dengan perhitungan analog (PID, Kompensator Lead-Lag, dll.) 'tertanam' pada komputer digital akan deprogram untuk mensimulasikan aksi kendali yang diperlukan. Selain itu komputer digital bisa diprogram untuk melakukan tindakan kendali yang jauh lebih kompleks disbanding persamaan PID yang khas. Banyak pengendali analog dapat digantikan oleh komputer digital tunggal. Instrumentasi Display: seluruh informasi dapat ditampilkan pada display ini Pengubah setpoint (SP) : SP ini telah didefinisikan pada program komputer dan dapat ditampilkan sekaligus dapat diset oleh operator melalui menu program display dari instrumen display. Komparator: sebagai pembanding antara SP dan sinyal akual (PV= process variable) juga diimplementasi pada komputer sebagai bagian dari perangkat lunak aplikasi DDC.

Komponen berikut ini tidak terletak di dalam komputer adalah : Transduser dan perangkat lain pendukung transduser seperti kabel transmisi, dan sebagainya Perangkat antarmuka proses seperti penguat daya (power amp), aktuator, dan lain-lain.

Pada perkembangannya, komponen DDC lainnya dibuat untuk mengintegrasikan jumlah loop yang lebih dari 1 pada sistem DDC, yaitu: Multiplexer, yang digunakan untuk menyalurkan sejumlah transduser pada satu komputer melalui antarmuka input. Analog to digital converters (ADC) mengubah dari sinyal analog menjadi sinyal digital representative, yang artinya masih mewakili sinyal transdusernya. Digital to analog converters (DAC) merupakan perangkat dengan sistem kerja kebalikan dari ADC, yang mengubah informasi dari komputer menjadi sinyal analog yang dapat menggerakkan motor listrik dengan mengatur kecepatan atau posisi, membuka/menutup katup(valve), dan sebagainya.

Distributed Control System (DCS)DCS merupakan sistem kendali yang mampu menghimpun (mengakuisisi) data dari lapangan dan memutuskan akan diapakan data tersebut, secara singkat DCS adalah sebagai berikut: ambil/baca data, lakukan kendali berdasar data tersebut. Data yang telah diakuisisi dari lapangan bisa disimpan untuk rekaman atau keperluan-keperluan di kemudian waktu, atau digunakan dalam proses-proses saat itu juga. Dapat juga digabung dengan data dari bagian lain proses, untuk kendali lajutan dari proses yang bersangkutan.

Karakteristik DCSBerikut ini adalah karakteristik DCS secara umum: Beban komputasi yang harus dilakukan terhadap plant pengendalian tersebut dirancang agar tidak bertumpu pada satu unit pemroses saja, melainkan didistribusikan pada beberapa unit. Sistem DCS jugalah yang meng-handle proses plant. Besaran yang diukur biasanya bersifat kontinyu dan selalu diamati oleh Operator. MMI mutlak diperlukan di dalam DCS. Fungsi Alarm, Indikator, Kendali dan Hstorical Data juga bagian dari DCS ini. Komunikasi antara sensor di field ke MMI selama ini menggunakan standard analog 4-20 mA atau untuk Temperature berupa milivolt.

Tulang punggung DCS adalah suatu jaringan komputer yang lebih dikenal dengan nama Local Control Network (LCN). Dalam hal ini, LCN merupakan suatu jaringan computer lokal, yang di dalamnya terdiri dari beberapa host sebagai unit pemproses. Arsitektur LCN bisa jadi berupa arsitektur jaringan komputer yang telah ada selama ini. Topologi, protokol, ataupun media yang digunakan untuk membangun jaringan komputer pada sistem ini dapat mengikuti standard yang sudah ada. Jaringan komputer menggunakan protokol TCP/IP (Transfer Control Protocol/Internet Protocol).Jaringan komputer menggunakan protokol TCP/IP (Transfer Control Protocol/Internet Protocol) merupakan salah satu kunci sistem DCS saat ini. Fungsi utama dari TCP/IP adalah sebagai sarana untuk melangsungkan mekanisme komunikasi antara dua titik terminal data.

(a)

(b)

Gambar 2.4 Arsitektur DCS (a) umum, (b) detail

Operator ConsoleAlat ini mirip monitor komputer digunakan untuk memberikan informasi umpan balik tentang apa yang sedang dikerjakan atau dilakukan dalam pabrik. Selain itu, konsol ini bisa menampilkan perintah yang diberikan pada sistem kendali. Melalui konsol ini juga, operator memberikan perintah pada instrumen- instrumen di lapangan. Engineering StationIni adalah stasion untuk para teknisi yang digunakan untuk mengkonfigurasi sistem dan juga mengimplementasi algoritma sistem kendali. History ModuleAlat ini mirip dengan harddisk pada komputer. Alat ini digunakan untuk menyimpan konfigurasi DC dan juga konfigurasi semua titik di pabrik. Alat ini juga bisa digunakan untuk menyimpan berkas grafik yang ditampilkan di konsol dan kebanyakan sistem saat ini mampu menyimpan data-data operasional pabrik. Data HistorianBiasanya berupa perangkat lunak yang digunakan untuk menyimpan sejumlah variabel proses, set point dan nilai keluaran. Perangkat lunak ini memiliki kemammpuan laju scan yang tinggi dibandingkan History Module. Control ModulesIni seperti otaknya DCS. Disinilah fungsi-fungsi kendali dijalankan, seperti kendali PID, kendali pembandingan, kendali rasio, operasi-operasi aritmatika sederhana maupun kompensasi dinamik. Saat ini sudah ada peralatan modul kendali yang lebih canggih dengan kemampuan yang lebih luas. I/OBagian ini digunakan untuk menangani masukan dan keluaran dari DCS. Masukan dan keluaran tersebut bisa analog, bisa juga digital. Masukan/keluaran digital seperti sinyal-sinyal ON/OFF atau Start/Stop. Kebanyakan dari pengukuran proses dan keluaran terkendali merupakan jenis analog.

Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) SCADAadalah singkatan dari Supervisory Control and Data Acquisition. SCADA merupakan sebuah sistem yang mengumpulkan informasi atau data-data dari lapangan dan kemudian mengirimkannya ke sebuah komputer pusat yang akan mengendalikan data yang terkumpul itu. Sebagian besar sistem SCADA banyak memiliki karakteristik kendali lingkar terbuka (open-loop) dan banyak menggunakan komunikasi jarak jauh dengan perangkat setingkat WAN. Walaupun demikian, ada beberapa elemen yang merupakan kendali lingkar tertutup (closed-loop) dan/atau menggunakan komunikasi jarak dekat.SCADA dapat dikatakan sebagai DCS yang dilengkapi dengan fasilitas:- Display visualisasi proses yang sedang berjalan - Display alarm and kejadian untuk gangguan (alarm log, logbook) - Display tren data (numerik dan grafik) dinamis dan hasil analisisnya Komponen Pembentuk SCADA diantaranya : Engineering and Operator Workstation(EWS), Operator Workstation (OWS), Field Control Unit (FCU), I/O Subsystems, Micro FCU, SCADA Data Server (SDS), Process Historical Archiver (PHA), Ethernet TCP/IP.

Gambar 2.6 Arsitektur SCADA+HMI

Komponen Pembentuk SCADA

Engineering and Operator Workstation (EWS) Operator Workstation (OWS) Field Control Unit (FCU) I/O Subsystems Micro FCU SCADA Data Server (SDS) Process Historical Archiver (PHA) Ethernet TCP/IP

Gambar 2.7 Arsitektur SCADA-UCO

SIMBOL STANDAR SISTEM OTOMASIAda dua yang standar yang ada didunia yang sering digunakan oleh kalangan dalam bidang otomasi adalah: 1. JIC (Joint Industrial Council), organisasi yang didirikan pada tahun 1950-an . Empat standar yang ditetapkan adalah: Listrik (EMP-1-67/ EGP-1-67); Elektronik EL-11-1971); hidrolik (H-1-1973), dan pneumatik (P-1-1975).2. IEC standars (International Electrotechnical Commission Standards) adalah sebuah organisasi nirlaba, organisasi standar internasional non-pemerintah yang menyiapkan dan menerbitkan Standar Internasional untuk semua, teknologi elektronik dan listrik terkait - secara kolektif dikenal sebagai "electrotechnology". Standar IEC meliputi berbagai macam teknologi dari pembangkit listrik, transmisi, dan distribusi untuk peralatan rumah tangga dan peralatan kantor, semikonduktor, serat optik, baterai, energi surya, nanoteknologi, dan energi laut.

Simbol IEC yang dimaksud meliputi komponen berikut ini :

Push Buttons Relays and Contacts Motor Control PLC I/O Limit Switches Pressure and Temperature Switches Flow and Level Switches Solenoids Miscellaneous