Click here to load reader

Sistem produksi

  • View
    46

  • Download
    9

Embed Size (px)

DESCRIPTION

sistem produksi teknik industri

Text of Sistem produksi

BAB IPENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah Indonesia adalah salah satu negara berkembang di dunia, sebagaimana umumnya negara berkembang, maka negara Indonesia pun giat melakukan kegiatan pembangunan diberbagai sektor kehidupan, baik material dan spiritual yang pada akhirnya bertujuan untuk memberikan kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia.Salah satu sektor yang sangat strategis dan mendapat perhatian dalam pembangunan di negara Indonesia adalah sektor perniagaan. Sektor perniagaan memberikan dukungan yang cukup besar dalam menunjang pertumbuhan ekonomi negara secara keseluruhan, oleh karena itu perniagaan dapat menjadi tumpuan pembangunan dibidang ekonomi dalam menuju masyarakat adil dan makmur.Dengan tercapainya tujuan pembangunan, maka secara tidak langsung tuntutan kepada dunia usaha turut meningkat pula. Hal ini tentu saja memacu pihak manajemen perusahaan untuk lebih mampu meningkatkan operasi perusahaan dan mampu melayani kebutuhan masyarakat.Untuk mengantisipasi perkembangan permintaan pasar dimasa yang akan datang maka diperlukan adanya peramalan (forecasting), karena hasil peramalan sangat penting dalam perencanaan dan pengawasan serta dalam menetapkan target penjualan dimasa yang akan datang. Dengan diketahuinya ramalan penjualan dimasa yang akan datang maka manajemen atau pengelola perusahaan dapat menyusun rencana kegiatan dengan lebih baik dan menghindarkan diri dari kegiatan-kegiatan yang menimbulkan kekeliruan dimasa yang akan datang.Dengan kata lain peramalan dapat membantu perusahaan untuk menentukan langkah-langkah yang diperlukan apabila terjadi peningkatan permintaan ataupun penurunan permintaan atas poduk. Atas dasar permasalahan tersebut diatas, maka penulis memilih judul Perencanaan Agregat Pembuatan Kusen Kayu Pada CV. Berdikari.

2. Rumusan Masalah Untuk membahas lebih lanjut tentang permasalahan diatas penulis perlu merumuskan masalah yang akan dibahas pada bab selanjutnya yaitu :1. Berapa jumlah peramalan penjualan 1 tahun kedepan dengan mengunakan teknik peramalan metode regresi untuk digunakan pada CV. Berdikari.

3. Batasan Masalah Agar pembahasan tidak menyimpang dari pokok permasalahan maka penulis membatasi penulisan ini yaitu : peramalan penjualan kusen CV. Berdikari untuk 1 bulan mendatang di dasarkan pada data dari bulan juni 2013 sampai mei 2014 dengan menggunakan metode regresi.

4. Tujuan Penulisan Adapun dari tujuan penelitian ini adalah : 1. Untuk mengetahui hasil peramalan penjualan 1 tahun mendatang.2. Untuk mengetahui metode peramalan penjualan yang paling tepat dengan perusahaan.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

2.1 Perencanaan dan Pengendalian ProduksiPerencanaan dan pengendalian produksi dapat didefinisikan sebagai proses untuk merencanakan dan mengendalikan aliran material yang masuk, mengalir dan keluar dari sistem produksi/operasi sehingga permintaan pasar dapat dipenuhi dengan jumlah yang tepat, waktu penyerahan yang tepat, dan biaya produksi minimum. Dari definisi di atas, maka pekerjaan yang terkandunng dalam PPC secara garis besar dapat dibedakan menjajdi dua hal yang saling berkaitan, yaitu: perencanaan produksi dan pengendalian produksiPerencanaan produksi dilakukan dengan tujuan menentukan arah awal tindakan-tindakan yang harus dilakukan dimasa mendaatang, apa yang hahrus dilakukan, berapa banyak melakukannya, dan kapan harus melakukan. Karena perencanaan ini berkaitan dengan masa mendatang, maka perencanaan harus disusun atas dasar perkiraan yang dibuat berdasarkan data masa lalu dengan menggunakan beberapa asumsi. Oleh karena itu perencanaan tidak selalu memberikan hasil sebagaimana yang diharapkan dalam rencana tersebut, sehingga setiap perencanaan yang harus dibuat harus dievaluasi secara berkala dengan jalan melakukan pengendalian.Pekerjaan pengendalian produksi akan sangat tergantung pada ada tidaknya penyimpangan dalam pelaksanaan produksi terhadap rencana produksi yang telah dibuat sebelumnya. Bila penyimpangan yang terjadi cukup besar perlu diadakan tindakan-tindakan penyesuaian yang membenahi penyimpangan yang terjadi. Hasil penyesuaian yang dilakukan ini akan dijadikan dasar dalam menyusun rencana produksi selanjutnya.

Gambar 2.1 Framework Manufacturing Planning and ControlFramework dari MPC dibagi menjadi tiga tahap. Pada tahap pertama terdapat serangkaian kegiatan perusahaan secara keseluruhan untuk perencanaan manufaktur dan kontrol yang terdiri dari demand management yang mengkoordinasikan semua kegiatan usaha yang terfokus pada permintaan dan kapasitas manufaktur, sales & operations planning menyeimbangkan penjualan/rencana pemasaran dengan produksi yang tersedia di sumber daya, serta resource planning yang merencanakan penjadwalan tenaga kerja, alat dan mesin yang digunakan, dan pemesanan bahan baku Pada tahap kedua terdapat perencanaan material dan kapasitas yang lebih detail dari tahap pertama. Pada tahap terakhir terdapat konfigurasi sistem yang bergantung pada proses produksi yang terdiri dari sistem lantai produksi dan sistem supplier.

2.2 PeramalanPeramalan adalah proses untuk memperkirakan beberapa kebutuhan dimasa datang yang meliputi kebutuhan dalam ukuran kuantitas, kualitas, waktu dan lokasi yang dibutuhkan dalam rangka memenuhi permintaan barang ataupun jasa.

2.2.1 Karakteristik peramalan yang baikPeramalan yang baik mempunyai beberapa kriteria yang penting, antara lain sebagai berikut:1. AkurasiAkurasi adalah suatu hasil peramalan diukur dengan kebiasaan dan kekonsistensian peramalan tersebut. Hasil peramalan dikatakan bias bila peramalan tersebut terlalu tinggi atau terlalau rendah dibandingkan kenyataaan yang sebenarnya terjadi.2. BiayaBiaya yang diperlukan dalam pembuatan suatu peramalan adalah tergantung dari jumlah item yang diramalkan, lamanya periode peramalan, dan metode peramalan yang dipakai. Ketiga faktor pemicu tersebut akan memperngaruhi berapa banyak data yang dibutuhkan, bagaimana penyimpanan datanya (manual atau komputerisasi), bagaimana penyimpanan datanya dan siapa tenaga ahli yang diperbantukan3. KemudahanPenggunaan metode peramalan yang sederhana, mudah dibuat, dan mudah diaplikasikan akan memberikan keuntungan bagi perusahaan. Adalah percuma menggunakan metode yang canggih, tetapi tidak dapat diaplikasikan pada sistem perusahaan karena keterbatasan dana, sumberdaya manusia, maupun peralatan teknologi.

2.2.2 Sifat hasil peramalanDalam membut peramalan atau menerapkan hasil suatu peramalan, maka ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan, yaitu:1. Peramalan pasti mengandung kesalahan, artinya peramal hanya bisa mengurangi ketidakpastian yang akan terjadi, tetapi tidak dapat menghilangkan kepastian tersebut.2. Peramalan seharusnya memberikan informasi tentang berapa ukuran kesalahan, artinya karena permalan pasti mengandung kesalahan, maka adalah penting bagi peramal untuk menginformasikan seberapa besar kesalahan yang mungkin terjadi.3. Peramalan jangka pendek lebih akurat dibandingkan peramalan jangka panjang. Hal ini disebabkan karena peramalan jangka pendek, faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan relatif masih konstan.

2.2.3 Moving AverageMoving average diperoleh dengan merata-rata permintaan berdasarkan beberapa data masa lalu yang terbaru. Tujuan utama dari penggunaan metode ini adalah untuk mengurangi atau menghilangkan variasi acak permintaan dalam hubungannya dengan waktu. Tujuan ini dicapai dengan merata-rata beberapa nilai data secara bersama-sama, dan menggunakan nilai rata-rata tersebut sebagai ramalan permintaan untuk periode yang akan datang. Secara matematis, maka MA akan dinyatakan dalam persamaan sebagai berikut :

Sumber: Hakim Nasution dan Yudha Prasetyawan, 2008:40Dimana :Xt=Permintaan aktual pada periode tN=Banyaknya data permintaan yang dilibatkan dalam permitungan MAFt=Peramalan permintaan pada periode t

2.2.4 Weight Moving AveragePada metode WMA, setiap data permintaan aktual memiliki bobot yang berbeda. Data yang lebih baru akan mempunyai bobot yang tinggi karena data tersebut mempresentasikan kondisi yang terakhir terjadi. Secara matematis WMA dapat dinyatakan sebagai berikut :

Sumber: Hakim Nasution dan Yudha Prasetyawan, 2008:43Dimana :Wt=Bobot permintaan aktual pada periode t dengan keterbatasan W=1Xt=Permintaan aktual pada periode t

2.2.5 Exponential SmoothingKelemahan teknik MA dalam kebutuhan akan data-data masa lalu yang cukup banyak dapat diatasi dengan teknik ES. Model ini mengasumsikan bahwa data berfluktuasi di sekitar nilai mean yang tetap, tanpa trend atau pola pertumbuhan konsisten.Rumus ES dinyatakan sebagai berikut :Sumber: Hakim Nasution dan Yudha Prasetyawan, 2008:45Dimana :St=Peramalan untuk periode tXt+(1-)=Nilai aktual time seriesFt-1=Peramalan pada waktu t-1 (waktu sebelumnya)=Konstanta perataan antara 0 dan 1

2.2.6 Ukuran akurasi hasil peramalanUkuran akurasi hasil peramalan yang merupakan ukuran kesalahan peramalan merupakan tentang tingkat perbedaan antara hasil peramalan permintaan yang sebenarnya terjadi. Ada 4 ukuran yang biasa digunakan, yaitu:1. Mean absolute deviation (MAD)MAD merpakan rata-rata kesalahan mutlak selama periode tertentu tanpa memperhatikan apakah hasil peramalan lebih besar atau lebih kecil dibandingkan kenyataannya. MAD = dimana:A= permintaan aktual pada periode-tF1= peramalan permintaan (forecast) pada periode-tn= jumlah periode peramalan terlihat2. Mean square error (MSE)MSE dihitung dengan menunjumlahkan kuadrat semua kesalahan peramalan pada setiap periode dan membaginya dengan jumlah periode peramalan. MSE = 3. Mean forecast error (MFE)MFE sangat efektif untuk mengetahui apakah suatu hasil peramalan selama periode tertentu terlalu tinggi atau terlalau rendah. Bila hasil peramalan tidak bias, maka nilai MFE akan mendekati nol.MFE = 4. Mean absolute percentage error (MAPE)MAPE merupakan ukuran kesalahan relatif. MAPE biasanya berarti lebih berarti dibandingkan MAD karena MAP

Search related