of 132/132
SKRIPSI ANALISIS DAN EVALUASI HUBUNGAN ANTAR VARIABEL DARI MODEL UTAUT TERHADAP PENERAPAN KTP ELEKTRONIK DENGAN MENGGUNAKAN REGRESI BERGANDA (STUDI KASUS KOTA TANGERANG SELATAN) Disusun Oleh: MOCHAMMAD RIKZA LUTHFI ARIEF NIM: 107093003129 PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGRI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2014 M / 1435 H

SKRIPSI ANALISIS DAN EVALUASI HUBUNGAN ANTAR … · ANALISIS DAN EVALUASI HUBUNGAN ANTAR VARIABEL . ... BAB 1 PENDAHULUAN ... 2.11.1 Asumsi-Asumsi Model Regresi Linier Berganda

  • View
    217

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of SKRIPSI ANALISIS DAN EVALUASI HUBUNGAN ANTAR … · ANALISIS DAN EVALUASI HUBUNGAN ANTAR VARIABEL ....

  • SKRIPSI

    ANALISIS DAN EVALUASI HUBUNGAN ANTAR VARIABEL

    DARI MODEL UTAUT TERHADAP PENERAPAN KTP ELEKTRONIK

    DENGAN MENGGUNAKAN REGRESI BERGANDA

    (STUDI KASUS KOTA TANGERANG SELATAN)

    Disusun Oleh:

    MOCHAMMAD RIKZA LUTHFI ARIEF

    NIM: 107093003129

    PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI

    FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

    UNIVERSITAS ISLAM NEGRI SYARIF HIDAYATULLAH

    JAKARTA

    2014 M / 1435 H

  • SKRIPSI

    ANALISIS DAN EVALUASI HUBUNGAN ANTAR VARIABEL

    DARI MODEL UTAUT TERHADAP PENERAPAN KTP ELEKTRONIK

    DENGAN MENGGUNAKAN REGRESI BERGANDA

    (STUDI KASUS KOTA TANGERANG SELATAN)

    Skripsi

    Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Sistem Informasi

    Fakultas Sains dan Teknologi

    Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

    Disusun Oleh:

    MOCHAMMAD RIKZA LUTHFI ARIEF

    NIM: 107093003129

    PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI

    FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

    UNIVERSITAS ISLAM NEGRI SYARIF HIDAYATULLAH

    JAKARTA

    2014 M / 1435 H

  • PERNYATAAN

    DENGAN INI SAYA MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI INI BENAR-

    BENAR HASIL KARYA SENDIRI YANG BELUM PERNAH DIAJUKAN

    SEBAGAI SKRIPSI ATAU KARYA ILMIAH PADA PERGURUAN TINGGI

    MANAPUN.

    Jakarta, 28 April 2014

    MOCHAMMAD RIKZA LUTHFI ARIEF

    107093003129

  • v

    ABSTRAK

    Mochammad Rikza Luthfi Arief, Analisis dan Evaluasi Hubungan Antar

    Variabel dari Model UTAUT terhadap Penerapan KTP Elektronik dengan

    Menggunakan Regresi Berganda (Studi Kasus Kota Tangerang Selatan), di bawah

    bimbingan Qurrotul Aini dan Meinarini Catur Utami.

    Dalam perkembangan teknologi yang semakin maju, para pengguna

    informasi dituntut untuk mengikuti kemajuan yang telah berkembang pesat. Salah

    satu program yang mulai diterapkan sekarang ini oleh Kementerian Dalam Negeri

    Republik Indonesia terutama di Kota Tangerang Selatan dengan memanfaatkan

    teknologi informasi dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat adalah

    berupa penerapan program Kartu Tanda Penduduk Elektronik atau disebut juga e-

    KTP. E-KTP adalah kartu tanda penduduk elektronik yaitu, alat teknologi

    komunikasi pada era modern ini yang sangat popular di seluruh dunia. Karena

    sekarang e-KTP telah terimplementasikan di semua tempat dan dimanfaatkan oleh

    masyarakat, hal tersebut menjadi dasar pentingnya untuk dilakukan penelitian

    mengenai evaluasi penerapan E-KTP yang telah berjalan saat ini, dengan

    menggunakan model Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT)

    yang sudah dimodifikasi, dengan kriteria performance expectancy, facilitating

    conditions, perceive credibility dan anxiety. Dan untuk menentukan pengaruhnya

    menggunakan regresi berganda yang diolah dengan SPSS 16.0, dan telah

    melewati uji validitas dan reliabilitas hingga 11,7% pengaruh dari semua varian.

    Dan yang paling dominan mempengaruhi intention to use (niat untuk

    menggunakan) adalah perveived credibility (kredibilitas yang dirasakan), karena

    memiliki 5,8% dengan nilai 0,021 lebih kecil dari nilai yang ditetapkan (0.05).

    Kata Kunci : e-KTP, Regresi Berganda, Theory of Acceptance and Use of

    Technology (UTAUT).

    Bab I-V + 99 Halaman + xxiii Halaman + 12 Gambar + 24 Tabel + Pustaka +

    Lampiran

    Pustaka Acuan (32, 1989-2010)

  • vi

    KATA PENGANTAR

    Bismillaahirrohmaanir Rohiim

    Puji dan syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa yang telah

    memberikan rahmat serta hidayah-Nya, sehingga penyusunan laporan skripsi ini

    dapat diselesaikan dengan baik. Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan

    kepada suri tauladan kita Rasulullah Muhammad SAW.

    Penyusunan skripsi ini adalah salah satu syarat untuk memenuhi kelulusan

    pada Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

    Jakarta Program Reguler Program Studi Sistem Informasi. Dengan judul skripsi

    ini adalah Analisis dan Evaluasi Hubungan Antar Variabel Dari Model

    UTAUT Terhadap Penerapan KTP Elektronik Dengan Menggunakan

    Regresi Berganda (Studi Kasus Kota Tangerang Selatan).

    Dalam penyusunan skripsi ini, telah banyak bimbingan dan bantuan yang

    didapatkan baik dari segi moral maupun segi material dari berbagai pihak. Oleh

    karena itu, pada kesempatan ini mengucapkan terima kasih kepada :

    1. Bapak DR. Agus Salim, M.Si, selaku Dekan Fakultas Sains dan

    Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

    2. Bapak Zulfiandri, MMSI, selaku Ketua Program Studi Sistem Informasi

    Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif

    Hidayatullah Jakarta.

  • vii

    3. Ibu Nia Kumaladewi, Msi selaku sekretaris Program Studi Sistem

    Informasi Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif

    Hidayatullah Jakarta.

    4. Kedua dosen pembimbing, Ibu Qurrotul Aini, MT, selaku Dosen

    Pembimbing I dan Ibu Meinarini Catur Utami, MT selaku Dosen

    Pembimbing II yang secara bijaksana dan kooperatif telah memberikan

    bimbingan, bantuan, serta dukungan baik secara moral maupun teknis dan

    selalu meluangkan waktu untuk dapat bertukar pikiran serta memberikan

    pemikiran dalam membantu menyelesaikan skripsi ini.

    5. Kedua Orang Tua Tercinta, Ayahanda Abdul Wadud dan Ibunda Titin

    Mulyati yang telah memberikan kasih sayang, cinta, semangat serta

    dukungan luar biasa dan doa yang tak pernah lepas ditujukan untuk

    penulis. Serta Kakakku Dian Purnamawati, Laili Fuji Widyawati dan

    adikku Zaki Ari Setiawan yang selalu memberikan keceriaan dan motivasi.

    6. Terima kasih sahabat-sahabatku anak-anak Komplek Jamban Community,

    keluarga besar komplek MABAD yang selalu dapat menghilangkan penat

    yang ada ketika sedang dirundung masalah.

    7. Teman-teman kelas seperjuangan, SIB angkatan 2007. Dan SIK 2007

    Terimakasih untuk kebersamaan dan kerjasama yang terjalin begitu hangat

    dan baik, kalian semua begitu hebat.

    8. Semua pihak yang telah membantu terselesaikannya skripsi ini, maaf jika

    saya tidak bisa menyebutkan satu per satu

  • viii

    Penulis menyadari skripsi ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu

    penulis mengharapkan kritik dan sarannya. Akhir kata, dengan segala kerendahan

    hati peneliti mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada semua pihak

    yang telah membantu penyelesaian skripsi ini. Peneliti juga berharap semoga

    skripsi ini bermanfaat bagi pembaca umumnya dan bagi penulis khususnya.

    Wassalammualaikum Warohmatullaahi Wabarokatuh

    Jakarta, 28 April 2014

    Mochammad Rikza Luthfi Arief

    NIM : 107093003129

  • ix

    DAFTAR ISI

    HALAMAN JUDUL ............................................................................................... i

    LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI ................................................................. ii

    LEMBAR PENGESAHAN UJIAN .................................................................... iii

    HALAMAN PERNYATAAN............................................................................... iv

    ABSTRAK .............................................................................................................. v

    KATA PENGANTAR ........................................................................................... vi

    DAFTAR ISI .......................................................................................................... ix

    DAFTAR GAMBAR ........................................................................................... xii

    DAFTAR TABEL .............................................................................................. xiii

    BAB 1 PENDAHULUAN ..................................................................................... 1

    1.1 Latar Belakang.................................................................................... 1

    1.2 Rumusan Masalah .............................................................................. 4

    1.3 Batasan Masalah ................................................................................. 4

    1.4 Tujuan Penelitian ................................................................................ 5

    1.5 Manfaat Penelitian .............................................................................. 5

    1.6 Metode Penelitian ............................................................................... 6

    1.6.1 Pengumpulan Data ................................................................. 6

    1.6.2 Analisis Data ......................................................................... 7

    1.7 Sistematika Penulisan ........................................................................ 7

    BAB 2 LANDASAN TEORI ................................................................................ 9

  • x

    2.1 Analisis ............................................................................................... 9

    2.2 Evaluasi .............................................................................................. 9

    2.2.1 Tujuan dan Fungsi Evaluasi ................................................... 13

    2.2.2 Standar Evaluasi ..................................................................... 14

    2.3 The Unified Theory of Acceptance and Use of Technologi

    (UTAUT) .......................................................................................... 15

    2.4 User Acceptance ................................................................................ 20

    2.4.1 Faktor Keberhasilan Penerapan Teknologi ............................. 21

    2.5 Konsep Dasar Software ..................................................................... 22

    2.5.1 Jenis-Jenis Software ................................................................ 23

    2.5.2 Kualitas Software .................................................................... 23

    2.6 Kependudukan ................................................................................... 24

    2.7 Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) .................... 25

    2.8 KTP Elektronik .................................................................................. 26

    2.9 Populasi Dan Sampel ......................................................................... 31

    2.9.1 Teknik Pengambilan Sampel ................................................... 31

    2.9.2 Teknik Menentukan Ukuran Sampel ....................................... 34

    2.10 Uji Validitas dan Reliabilitas ............................................................ 35

    2.10.1 Uji Validitas........................................................................... 35

    2.10.2 Uji Reliabilitas ....................................................................... 37

    2.11 Regresi Linier Berganda ................................................................... 39

    2.11.1 Asumsi-Asumsi Model Regresi Linier Berganda ................. 41

    2.11.2 Uji Hipotesis ......................................................................... 41

    2.12 SPSS (Statistical Program for Social Science) ................................ 44

  • xi

    BAB 3 METODE PENELITIAN ....................................................................... 46

    3.1 Metode Pengumpulan Data ............................................................... 46

    3.1.1 Studi Literatur ......................................................................... 46

    3.1.2 Observasi ................................................................................ 51

    3.1.3 Wawancara ............................................................................. 51

    3.2 Metode Analisis Data ........................................................................ 52

    3.2.1 Model UTAUT ........................................................................ 52

    3.2.2 Pembuatan Kuesioner ............................................................. 53

    3.2.3 Pengumpulan Sampel dan Pelaksanaan Kuesioner ................. 53

    3.2.4 Uji Validitas dan Uji Reliabilitas ............................................ 53

    3.2.5 Uji Hipotesis Regresi Berganda ............................................. 54

    3.3 Kerangka Penelitian........................................................................... 54

    BAB 4 Evaluasi KTP Elektronik ....................................................................... 56

    4.1 Gambaran Umum Tangerang Selatan ............................................... 56

    4.1.1 Sejarah Kota Tangerang Selatan ............................................. 56

    4.1.2 Visi dan Misi ........................................................................... 59

    4.1.3 Logo ........................................................................................ 60

    4.1.4 Struktur Organisasi dan Tata Kerja Kota Tangerang Selatan 65

    4.2 Pembuatan Kuesioner ........................................................................ 65

    4.3 Pengumpulan Sampel dan Pelaksanaan kuesioner ............................ 65

    4.3.1 Grafik Hasil dari Kuesioner .................................................... 67

    4.4 Uji Validitas ...................................................................................... 74

  • xii

    4.5 Uji Reliabilitas .................................................................................. 83

    4.6 Uji Hipotesis Regresi Berganda ........................................................ 87

    4.6.1 Persentase Variabel Independen dalam Mempengaruhi

    Variabel Dependen ............................................................................ 91

    BAB 5 PENUTUP ............................................................................................... 93

    5.1 Kesimpulan ........................................................................................ 93

    5.2 Saran .................................................................................................. 94

    DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 96

  • xiii

    DAFTAR TABEL

    Tabel 2.1 Kriteria Reliabilitas ............................................................................... 39

    Tabel 3.1 Penelitian Sejenis .................................................................................. 47

    Tabel 4.1 Jumlah Penduduk Tangsel yang telah memiliki e-KTP ........................ 66

    Tabel 4.2 Tabel Penolong PE1 .............................................................................. 76

    Tabel 4.3 Hasil Validitas ....................................................................................... 81

    Tabel 4.4 Hasil perhitungan reliabilitas dengan SPSS 16.0 .................................. 86

    Tabel 4.5 ANOVAb ............................................................................................... 87

    Tabel 4.6 Coefficientsa .......................................................................................... 89

    Tabel 4.7 Model Summaryb .................................................................................. 91

    Tabel 4.8 Model Summaryf ................................................................................... 92

  • xii

    DAFTAR GAMBAR

    Gambar 2.1 Model UTAUT (Venkatesh dkk., 2003) ......................................... 17

    Gambar 2.2 Model Penelitian (Loo dkk., 2011) ................................................... 18

    Gambar 2.3 E-KTP ............................................................................................... 30

    Gambar 2.4 Kategori Sampel (Siregar, 2013) ...................................................... 32

    Gambar 2.5 Rumus Teknik Solvin ...................................................................... 35

    Gambar 2.6 Pendekatan Isac Michel ...............................................................35

    Gambar 2.7 Teknik Korelasi Product Moment....................................................36

    Gambar 2.8 Teknik Alpha Cronbach ..........................................................37

    Gambar 2.9 Teknik Alpha Cronbach ..............................................................38

    Gambar 2.10 Teknik Alpha Cronbach.................................................................39

    Gambar 2.10 Teknik Alpha Cronbach.................................................................39

    Gambar 2.11 Rumus Regrsi Linier Berganda......................................................40

    Gambar 3.1 Model UTAUT (Loo dkk., 2011) ..................................................... 52

    Gambar 3.2 Kerangka Penelitian .......................................................................... 55

    Gambar 4.1 Logo Kota Tangerang Selatan .......................................................... 60

    Gambar 4.2 Grafik jawaban dari variabel Performance expectancy .................... 68

    Gambar 4.3 Grafik jawaban dari variabel social influence .................................. 69

    Gambar 4.4 Grafik jawaban dari variabel facilitating conditions ........................ 70

    Gambar 4.5 Grafik jawaban dari variabel Anxiety ............................................... 71

    Gambar 4.6 Grafik jawaban dari variabel Perceive Credibility ........................... 73

    Gambar 4.7 Grafik jawaban dari variabel Intention to Use.................................. 74

  • 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang

    Salah satu program yang mulai diterapkan sekarang ini oleh Kementerian

    Dalam Negeri Republik Indonesia dengan memanfaatkan teknologi informasi

    dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat adalah berupa penerapan

    program Kartu Tanda Penduduk Elektronik atau disebut juga e-KTP. E-KTP

    adalah kartu tanda penduduk elektronik yaitu alat teknologi komunikasi pada era

    modern ini yang sangat popular di seluruh dunia.

    E-KTP merupakan sistem kependudukan terbaru yang sudah diterapkan

    oleh Indonesia, hal ini sesuai dengan amanat dari Undang-Undang (UU) nomor 23

    tahun 2006 dan serangkaian peraturan lainnya seperti peraturan UU nomor 35

    tahun 2010 yang menyatakan aturan tata cara dan implementasi teknis dari e-KTP

    yang dilengkapi dengan sidik jari dan chip. Selain itu, undang-undang ini juga

    diperkuat dengan Peraturan Presiden No. 26 Tahun 2009 tentang penerapan KTP

    berbasis NIK secara nasional.

    Program e-KTP dilatarbelakangi oleh sistem pembuatan KTP

    konvensional di Indonesia yang memungkinkan seseorang dapat memiliki lebih

    dari satu KTP. Hal ini disebabkan belum adanya basis data terpadu yang

    menghimpun data penduduk dari seluruh Indonesia. Fakta tersebut memberi

    peluang bagi penduduk yang ingin berbuat curang terhadap negara dengan

    menduplikasi KTP-nya.

  • 2

    Program e-KTP ini dijalankan oleh sebuah konsorsium yang berisikan

    beberapa instansi ternama di Indonesia, yaitu: Perum Percetakan Negara RI

    (PNRI), PT. Sandipala Arthaputra, PT. Quadra Solution, SUCOFINDO, LEN.

    Oleh karena e-KTP telah terimplementasikan di semua tempat dan dimanfaatkan

    oleh masyarakat, hal tersebut menjadi dasar pentingnya untuk dilakukan

    penelitian mengenai evaluasi implementasi E-KTP yang telah berjalan saat ini

    dari para user atau semua yang terkait dalam program tersebut.

    Banyak model untuk mengevaluasi penerimaan pengguna (user

    acceptance) suatu teknologi baru, dan yang peneliti rasa sesuai dan paling efektif

    adalah model UTAUT (Unified Theory of Acceptance and Use of

    Technology) yang merupakan salah satu model penerimaan teknologi yang

    dikembangkan oleh Venkatesh, Morris dan beberapa peneliti lain. Model

    UTAUT ini sebenarnya merupakan sintesis atau penggabungan dari pada

    elemen-elemen yang terdapat dalam 8 model penerimaan teknologi terkemuka

    lainnya dengan tujuan untuk memperoleh kesatuan pandangan mengenai user

    atau pengguna dari sebuah teknologi (Venkatesh dkk, 2003).

    Terdapat berbagai penelitian yang membahas mengenai e-KTP ataupun

    user acceptance yang menggunakan model UTAUT baik di dalam maupun di luar

    negeri. Penelitian tersebut di antaranya Galih Abiyasa dkk (2011) yang meneliti

    tentang e-KTP di Kecamatan Padang Selatan Kota Padang. Penelitian ini lebih

    berfokus pada pemodelan sistem jaringan yang diterapkan sistem e-KTP.

    Penelitian berikutnya adalah Indriani (2012) yang meneliti tentang efek

    moderasi dari usia dan jenis kelamin dalam penerimaan e-KTP di Yogyakarta.

  • 3

    Dalam penelitiannya dilakukan pengujian efek moderasi yang dilakukan pada usia

    dan jenis kelamin lalu menentukan berbagai faktor yang berpengaruh dengan

    menggunakan model UTAUT yang sudah dimodifikasi oleh penelitian

    sebelumnya yaitu model penelitian Loo dkk (2009) mengenai user acceptance

    penggunaan smart ID card di Malaysia, dengan model UTAUT yang sudah

    dimodifikasi dari model UTAUT yang telah dikembangkan Vankatesh dkk.

    Dengan menambahkan beberapa determinan yang dianggap mendukung dalam

    penelitiannya yaitu Intention to use, Performance expectancy, Social influence,

    facilitating conditions, Perceived credibility, dan anxiety. dan menghilangkan

    beberapa moderatornya yaitu Efford expectancy, gender, age, voluntariness, dan

    Experience.

    Selanjutnya pada tahun 2011, Yulianti dan Wuri, meneliti tentang faktor-

    faktor yang berpengaruh terhadap penerimaan pengguna (user acceptance) dalam

    menggunakan sistem ERP dengan mendasarkan pada model UTAUT. Nasir

    (2013), juga melakukan penelitian yang mengevaluasi penerimaan teknologi

    informasi mahasiswa di Palembang, di dalam penelitiannya juga menggunakan

    model UTAUT sebagai model penerimaan teknologi informasinya. Dan Raditya

    (2011) meneliti tentang faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan teknologi

    e-procurement dengan model UTAUT pada panitia pengadaan instansi

    pemerintah Jawa Tengah. Dari hasil penelitiannya ternyata faktor pengguna

    teknologi e-procurement dipengaruhi oleh persepsi manfaat, ekspektasi usaha dan

    dukungan dari lingkungan yang mempengaruhi.

  • 4

    Dilihat dari latar belakang yang ada, maka penulis melakukan penelitian

    tentang Analisis dan Evaluasi Hubungan antar Variabel dari Model UTAUT

    terhadap Penerapan KTP Elektronik dengan Menggunakan Regresi

    Berganda (Studi Kasus Kota Tangerang Selatan).

    1.2 Rumusan Masalah

    Setelah melihat dari latar belakang sebelumnya, maka peneliti

    merumuskan beberapa masalah yang diangkat dalam penelitian ini, yaitu:

    1. Variabel di UTAUT apa saja yang berpengaruh dalam penerapan e-

    KTP?

    2. Variabel apa yang paling berpengaruh dalam penerapan e-KTP dan

    berapa besar pengaruh masing-masing variabel?

    3. Bagaimana cara menentukan besar pengaruh dari setiap variabel

    UTAUT dalam penerapan e-KTP?

    1.3 Batasan Masalah

    Dari perumusan masalah tersebut, maka penulis memberi batasan masalah

    dalam penelitian ini, yaitu:

    1. Penelitian hanya di Kota Tangerang Selatan, Banten, yang di

    dalamnya terdapat 7 (tujuh) Kecamatan, yaitu Kecamatan Ciputat,

    Kecamatan Ciputat Timur, Kecamatan Pamulang, Kecamatan Pondok

    Aren, Kecamatan Serpong, Kecamatan Serpong Utara, dan Kecamatan

    Setu.

  • 5

    2. Peneliti menganalisis dan mengevaluasi hanya dari sudut pandang user

    acceptance.

    3. Peneliti menganalisis dan mengevaluasi e-KTP menggunakan model

    UTAUT.

    4. Peneliti melakukan uji validitas dan reliabilitas lalu melakukan

    pengujian regresi berganda untuk mengukur pengaruh antar variabel

    yang terdapat dalam konstruksi UTAUT menggunakan SPSS 16.0.

    1.4 Tujuan Penelitian

    Tujuan dari penelitian ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu tujuan umum

    dan tujuan khusus. Tujuan umum dari penelitian ini adalah menganalisis dan

    mengevaluasi user acceptance penerapan e-KTP, sedangkan tujuan khusus dari

    penelitian ini untuk menghasilkan:

    1. Mengetahui Variabel di UTAUT apa saja yang berpengaruh dalam

    penerapan e-KTP.

    2. Menentukan besar pengaruh dari setiap variabel UTAUT dalam

    penerapan e-KTP.

    3. Mendapatkan hasil dari pengaruh masing-masing variabel dan variabel

    apa yang paling berpengaruh dalam penerapan e-KTP.

    1.5 Manfaat Penelitian

    Adapun manfaat yang didapat dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

  • 6

    1. Memberikan informasi untuk daerah Tangerang Selatan maupun untuk

    daerah lain mengenai hasil kinerja sistem e-KTP yang sedang berjalan.

    2. Memberikan masukan dan kontribusi bagi pelaksanaan e-KTP

    selanjutnya baik untuk daerah Tangerang Selatan maupun untuk

    daerah lain.

    3. Menjadikan referensi pada peneliti berikutnya di bidang yang sama.

    1.6 Metode Penelitian

    Dalam memperoleh dan mengumpulkan data yang akurat dalam penelitian

    ini, maka penelitian ini menggunakan beberapa metode sebagai sarana untuk

    membantu serta memudahkan peneliti dalam menyusun laporan.

    1.6.1 Pengumpulan Data

    a. Studi Literatur

    Metode pengumpulan data dengan cara menganalisis penelitian sejenis

    untuk mencari kelebihan dan kekurangan terhadap penelitian yang peneliti

    lakukan sekarang dari penelitian yang sudah ada.

    b. Observasi

    Observasi merupakan teknik atau pendekatan untuk mendapatkan data

    primer dengan mengamati langsung objek datanya. Pada tahap pengamatan

    langsung ini peneliti melakukan pengamatan langsung ke Kantor Dinas Catatan

    Sipil Tangerang Selatan.

    c. Wawancara

  • 7

    Peneliti melakukan wawancara kepada pihak yang berkompeten pada

    program e-KTP untuk mendapatkan penjelasan dari masalah-masalah yang

    sebelumnya kurang jelas dan untuk menyakinkan bahwa data yang

    diperoleh/dikumpulkan benar-benar akurat.

    1.6.2 Analisis Data

    Peneliti menggunakan model UTAUT (Unified Theory of Acceptance

    and Use of Technology) untuk menjelaskan penerimaan pengguna (user

    acceptance) dalam bidang sistem informasi yang dikembangkan oleh Vankatesh,

    dkk. UTAUT dianggap sukses oleh penelitian sebelumnya karena UTAUT

    merupakan pengembangan dan penggabungan dari delapan model sebelumnya

    yang menjadi alat ukur user acceptance. Lalu pembuatan kuesioner berdasarkan

    metode UTAUT, setelah itu pengumpulan sampel dan pelaksanaan kuesioner.

    Dan untuk mengolah data dari hasil kuesioner peneliti melakukan uji validitas dan

    reliabilitas lalu melakukan pengujian regresi linier berganda untuk mengukur

    pengaruh antar variabel yang terdapat dalam konstruksi UTAUT dengan bantuan

    SPSS Versi 16.0.

    1.7 Sistematika Penulisan

    Dalam penyusunan laporan skripsi ini sistematika penulisan terdiri atas 5

    (lima) bab. Adapun uraian masing-masing bab tersebut adalah:

    BAB I PENDAHULUAN

  • 8

    Bab ini membahas tentang latar belakang, rumusan masalah, batasan

    masalah, tujuan dan manfaat penelitian, metode penelitian dan

    sistematika penulisan.

    BAB II LANDASAN TEORI

    Bab ini membahas tentang teori-teori umum dan khusus yang

    didapatkan dari berbagai sumber yang dapat dipercaya yang dipakai

    sebagai landasan dalam penulisan skripsi ini serta dibahas pula hal-hal

    lain yang berkaitan dengan sistem informasi dan model analisis yang

    peneliti gunakan.

    BAB III METODE PENELITIAN

    Bab ini menjelaskan metode yang dipakai dalam pencarian data

    maupun metode untuk analisis data yang dilakukan dalam penelitian

    ini.

    BAB IV EVALUASI E-KTP

    Bab ini merupakan inti dari penelitian ini yang membahas hasil

    penelitian yang telah diperoleh dan melaporkan hasilnya untuk

    mendapatkan jawaban dari rumusan masalah yang telah dibuat

    sebelumnya.

    BAB V PENUTUP

    Bab ini merupakan bab terakhir dalam penyusunan skripsi yang

    menjelaskan tentang kesimpulan yang diperoleh dari hasil analisis dan

    saran-saran untuk pengembangan penelitian di masa yang akan

    datang.

  • 9

    BAB II

    LANDASAN TEORI

    2.1 Analisis

    Analisis adalah kegiatan berfikir untuk menguraikan suatu keseluruhan

    menjadi komponen sehingga dapat mengenal tanda- tanda komponen,

    hubungannya satu sama lain dan fungsi masing-masing dalam satu keseluruhan

    yang terpadu (Komaruddin, 2001).

    Adapun pengertian lain, analisis adalah penguraian suatu pokok atas

    berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian

    untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan

    (Kemendiknas, 2002).

    Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa analisis adalah kegiatan

    berfikir untuk menguraikan suatu pokok menjadi bagianbagian atau komponen

    sehingga dapat diketahui ciri atau tanda tiap bagian, kemudian hubungan satu

    sama lain serta fungsi masingmasing bagian dari keseluruhan.

    2.2 Evaluasi

    Evaluasi merupakan bagian dari sistem manajemen yaitu perencanaan,

    organisasi, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Tanpa evaluasi, maka tidak

    akan diketahui bagaimana kondisi objek evaluasi tersebut dalam rancangan,

    pelaksanaan serta hasilnya. Istilah evaluasi sudah menjadi kosa kata dalam bahasa

  • 10

    Indonesia, akan tetapi kata ini adalah kata serapan dari bahasa Inggris yaitu

    evaluation yang berarti penilaian atau penaksiran (Echols dan Shadily, 2000).

    Artinya:

    Dan Katakanlah: Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-nya serta orang-

    orang mumin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan

    kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu

    diberitakannya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.

    Ayat 105 dalam surat At Taubah menerangkan bahwa kita semua dalam

    bekerja akan selalu ada yang memperhatikan dengan menilai (mengevaluasi) kita.

    Adapun menurut pengertian istilah evaluasi merupakan kegiatan yang

    terencana untuk mengetahui keadaan sesuatu objek dengan menggunakan

    instrumen dan hasilnya dibandingkan dengan tolak ukur untuk memperoleh

    kesimpulan (Yunanda, 2009).

    Pemahaman mengenai pengertian evaluasi dapat berbeda-beda sesuai

    dengan pengertian evaluasi yang bervariatif oleh para pakar evaluasi. Menurut

    Stufflebeam dalam Lababa (2008), evaluasi adalah the process of delineating,

    obtaining, and providing useful information for judging decision alternatives,"

    Artinya evaluasi merupakan proses menggambarkan, memperoleh, dan

    menyajikan informasi yang berguna untuk merumuskan suatu alternatif

    keputusan. Masih dalam Lababa (2008), Worthen dan Sanders mendefinisikan

  • 11

    evaluasi sebagai usaha mencari sesuatu yang berharga (worth). Sesuatu yang

    berharga tersebut dapat berupa informasi tentang suatu program, produksi serta

    alternatif prosedur tertentu.

    Tague-Sutclife (1996), mengartikan evaluasi sebagai "a systematic process

    of determining the extent to which instructional objective are achieved by pupils".

    Evaluasi bukan sekadar menilai suatu aktivitas secara spontan dan insidental,

    melainkan merupakan kegiatan untuk menilai sesuatu secara terencana,

    sistematik, dan terarah berdasarkan tuiuan yang jelas.

    Dari definisi evaluasi sebagainya dapat ditarik kesimpulan bahwa evaluasi

    adalah penerapan prosedur ilmiah yang sistematis untuk menilai rancangan,

    selanjutnya menyajikan informasi dalam rangka pengambilan keputusan terhadap

    implementasi dan efektifitas suatu program. Evaluasi meliputi mengukur dan

    menilai yang digunakan dalam rangka pengambilan keputusan. Hubungan antara

    pengukuran dan penilaian saling berkaitan.

    Mengukur pada hakikatnya adalah membandingkan sesuatu dengan atau

    atas dasar ukuran atau kriteria tertentu (meter, kilogram, takaran dan sebagainya),

    pengukuran bersifat kuantitatif. Penilaian berarti menilai sesuatu. Sedangkan

    menilai itu mengandung arti, mengambil keputusan terhadap sesuatu yang

    berdasarkan pada ukuran baik atau buruk, sehat atau sakit, pandai atau bodoh dan

    sebagainya, dan penilaian bersifat kualitatif. Hal ini sejalan dengan apa yang

    dikemukakan oleh Arikunto (2009) bahwa mengukur adalah membandingkan

    sesuatu dengan satu ukuran (bersifat kuantitatif), menilai adalah mengambil suatu

  • 12

    keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik buruk (bersifat kualitatif), dan

    evaluasi meliputi kedua langkah tersebut sebelumnya.

    Pendapat lain mengenai evaluasi disampaikan oleh Arikunto dan Cepi

    (2008), bahwa evaluasi adalah kegiatan untuk mengumpulkan informasi tentang

    bekerjanya sesuatu, yang selanjutnya informasi tersebut digunakan untuk

    menentukan alternatif yang tepat dalam mengambil sebuah keputusan. Fungsi

    utama evaluasi dalam hal ini adalah menyediakan informasi-informasi yang

    berguna bagi pihak decision maker untuk menentukan kebijakan yang akan

    diambil berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan. Sedangkan Uzer (2003),

    mengatakan bahwa evaluasi adalah suatu proses yang ditempuh seseorang untuk

    memperoleh informasi yang berguna untuk menentukan mana dari dua hal atau

    lebih yang merupakan alternatif yang diinginkan, karena penentuan atau

    keputusan semacam ini tidak diambil secara acak, maka alternatif-alternatif itu

    harus diberi nilai relatif, karenanya pemberian nilai itu harus memerlukan

    pertimbangan yang rasional berdasarkan informasi untuk proses pengambilan

    keputusan

    Menurut Djaali dan Pudji (2008), evaluasi dapat juga diartikan sebagai

    proses menilai sesuatu berdasarkan kriteria atau tujuan yang telah ditetapkan

    yang selanjutnya diikuti dengan pengambilan keputusan atas obyek yang

    dievaluasi. Sedangkan Ahmad (2007), mengatakan bahwa evaluasi diartikan

    sebagai proses sistematis untuk menentukan nilai sesuatu (ketentuan, kegiatan,

    keputusan, unjuk kerja, proses, orang, obyek,dll.) berdasarkan kriteria tertentu

    melalui penilaian. Untuk menentukan nilai sesuatu dengan cara membandingkan

  • 13

    dengan kriteria, evaluator dapat langsung membandingkan dengan kriteria namun

    dapat pula melakukan pengukuran terhadap sesuatu yang dievaluasi kemudian

    baru membandingkannya dengan kriteria.

    Dengan demikian evaluasi tidak selalu melalui proses mengukur baru

    melakukan proses menilai tetapi dapat pula evaluasi langsung melalui penilaian

    saja. Hal ini sejalan dengan apa yang dikemukakan Crawford (2000), mengartikan

    penilaian sebagai suatu proses untuk mengetahui/menguji apakah suatu kegiatan,

    proses kegiatan, keluaran suatu program telah sesuai dengan tujuan atau kriteria

    yang telah ditentukan. Dari pengertian-pengertian tentang evaluasi yang telah

    dikemukakan beberapa ahli, dapat ditarik benang merah tentang evaluasi yakni

    merupakan sebuah proses yang dilakukan oleh seseorang untuk melihat sejauh

    mana keberhasilan sebuah program. Keberhasilan program itu sendiri dapat dilihat

    dari dampak atau hasil yang dicapai oleh program tersebut.

    Oleh karena itu dalam keberhasilan ada dua konsep yang terdapat di

    dalamnya yaitu efektifitas dan efisiensi. Efektifitas merupakan perbandingan

    antara output dan input nya sedangkan efisiensi adalah taraf pendayagunaan input

    untuk menghasilkan output lewat suatu proses (Sudharsono dalam Lababa,

    2008). Jadi evaluasi bukan merupakan hal baru dalam kehidupan manusia sebab

    hal tersebut senantiasa mengiringi kehidupan seseorang. Seorang manusia yang

    telah mengerjakan suatu hal, pasti akan menilai apakah yang dilakukannya

    tersebut telah sesuai dengan keinginannya semula.

    2.2.1 Tujuan dan Fungsi Evaluasi

  • 14

    Setiap kegiatan yang dilaksanakan pasti mempunyai tujuan, demikian juga

    dengan evaluasi. Menurut Arikunto (2002), ada dua tujuan evaluasi yaitu tujuan

    umum dan tujuan khusus. Tujuan umum diarahkan kepada program secara

    keseluruhan, sedangkan tujuan khusus lebih difokuskan pada masing-masing

    komponen.

    Menurut Crawford (2000), tujuan dan fungsi evaluasi adalah:

    a. Untuk mengetahui apakah tujuan-tujuan yang telah ditetapkan telah

    tercapai dalam kegiatan.

    b. Untuk memberikan objektivitas pengamatan terhadap prilaku hasil.

    c. Untuk mengetahui kemampuan dan menentukan kelayakan.

    d. Untuk memberikan umpan balik bagi kegiatan yang dilakukan.

    Pada dasarnya tujuan akhir evaluasi adalah untuk memberikan bahan-

    bahan pertimbangan untuk menentukan/membuat kebijakan tertentu, yang diawali

    dengan suatu proses pengumpulan data yang sistematis.

    2.2.2 Standar Evaluasi

    Standar yang dipakai untuk mengevaluasi suatu kegiatan tertentu dapat

    dilihat dari tiga aspek utama (Umar, 2002), yaitu:

    a. Utility (manfaat)

    Hasil evaluasi hendaknya bermanfaat bagi manajemen untuk pengambilan

    keputusan atas program yang sedang berjalan.

    b. Accuracy (akurat)

    Informasi atas hasil evaluasi hendaklah memiliki tingkat ketepatan tinggi.

  • 15

    c. Feasibility (layak)

    Hendaknya proses evaluasi yang dirancang dapat dilaksanakan secara

    layak.

    2.3 The Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT)

    Dari penelitian sebelumnya Technology Acceptance Model atau yang

    biasanya dikenal dengan istilah TAM (Davis, 1989) telah menghasilkan

    sebuah metodologi user acceptance dari sebuah sistem informasi. Untuk

    meningkatkan tingkat kepercayaan, beberapa studi empiris pun telah

    dilakukan. Pada tahun 2000 Venkatesh dan Davis mengeluarkan metodologi

    tentang user acceptance selanjutnya yang merupakan generasi selanjutnya

    dari TAM yakni TAM 2. Dan tahun 2003 Venkatesh, Morris dan beberapa

    peneliti lain mengeluarkan sebuah ide metodologi user acceptance yang lain

    yakni yang disebut dengan istilah UTAUT.

    UTAUT (Unified Theory of Acceptance and Use of

    Technology) merupakan salah satu model penerimaan teknologi terkini yang

    dikembangkan oleh Venkatesh, Morris dan beberapa peneliti lain.

    Metodologi UTAUT ini sebenarnya merupakan sintesis atau penggabungan dari

    pada elemen-elemen yang terdapat dalam 8 model penerimaan teknologi

    terkemuka lainnya dengan tujuan untuk memperoleh kesatuan pandangan

    mengenai user atau pengguna. Delapan model yang dijadikan sebagai acuan

    metodologi UTAUT adalah:

    Theory Reasoned Action (TRA)

  • 16

    Theory Acceptance Model (TAM)

    Motivational Model (MM)

    Theory of Planned Behaviour (TPB)

    Combined TAM and TPB

    Model of PC Utilization (MPTU)

    Innovation Diffusion Theory (IDT)

    Social Cognitive Theory (SCT)

    UTAUT terbukti lebih berhasil dibandingkan kedelapan teori yang lain

    dalam menjelaskan hingga 70 persen varian pengguna. Mereka menemukan empat

    konstruksi utama yang memainkan peran penting sebagai determinan langsung

    dari niat untuk berperilaku (behavioral intention) dan perilaku untuk

    menggunakan suatu teknologi (use behavior) yaitu :

    a. performance expectancy

    Tingkat kepercayaan seorang individu pada sejauh mana penggunaan

    sistem akan menolong ia untuk mendapatkan keuntungan-keuntungan

    kinerja di pekerjaannya.

    b. effort expectancy

    Tingkat kemudahan terkait dengan penggunaan sistem.

    c. social influence

    Tingkat dimana seorang individu merasa bahwa orang-orang yang penting

    baginya percaya sebaiknya dia menggunakan sistem baru.

    d. facilitating conditions.

  • 17

    Tingkat kepercayaan seorang individu terhadap ketersediaan infrastruktur

    teknik dan organisasional untuk mendukung penggunaan sistem

    Di samping itu terdapat pula empat moderator yang diposisikan untuk

    memoderasi dampak dari empat konstruksi utama pada behavioral intention dan

    use behavior yaitu:

    a. Jenis kelamin (gender)

    b. Usia (age)

    c. Kesukarelaan (voluntariness)

    d. Pengalaman (Experience)

    Berikut adalah gambar tentang keterkaitan antara masing-masing

    determinan dan moderator pendukung terhadap behavioral intention dan use

    behavior dalam konstruksi UTAUT:

    Gambar 2.1 Model UTAUT

    (Venkatesh dkk, 2003)

  • 18

    Adapula Loo dkk (2011) yang melakukan penelitian mengenai user

    acceptance penggunaan smart ID card dengan memodifikasi UTAUT.

    Gambar 2.2 Model UTAUT

    (Loo dkk, 2011)

    Intention to use merupakan variabel yang digunakan dengan mengadopsi

    variabel behavioral intention (Venkatesh dkk, 2003). Pada penelitiannya intention

    to use didefinisikan sebagai kemungkinan pemegang e-NID menggunakan e-NID.

    Performance expectancy merupakan determinan langsung yang

    mempengaruhi intention to use (Vankates dkk, 2003). Performance expectancy

    didefinisikan sebagai persepsi pemilik e-NID yang akan membantu pemegang

    kartu dalam kehidupan sehari-hari (Loo dkk, 2009).

    Efford expectancy tidak digunakan dalam penelitian ini meskipun variabel

    efford expectancy merupakan determinan utama dari behavioral intention

  • 19

    (Venkatesh dkk, 2003) karena dianggap tidak ada kesulitan dalam penggunaan e-

    NID dimana pemegang kartu hanya perlu memberikan kartu kepada pihak yang

    berwenang saat dibutuhkan (Loo dkk, 2011).

    Social influence merupakan determinan langsung yang mempengaruhi

    intention to use (Venkatesh dkk, 2003). Social influence didefinisikan sebagai

    tekanan sosial yang mempengaruhi intention to use pada e-NID (Loo dkk, 2009).

    Meskipun facilitating conditions bukan merupakan determinan langsung

    dari behavioral intention pada penelitian Venkatesh dkk (2003), facilitating

    conditions diajukan sebagai determinan langsung pada penelitian ini karena

    terbukti berpengaruh positif terhadap intention to use (Loo dkk, 2011).

    Facilitating conditions didefinisikan sebagai tingkatan dimana user percaya

    bahwa infrastruktur teknis dan organisasi ada untuk mendukung penggunaan

    sistem (Venkatesh dkk, 2003).

    Perceived credibility bukan merupakan determinan pada model UTAUT

    yang dikembangkan oleh Venkatesh dkk (2003). Namun perceived credibility

    perlu ditambahkan karena perceived credibility telah terbukti secara empiris

    mempengaruhi user acceptance (Wang dkk, 2003). Perceived credibility yang

    didefinisikan oleh Wang dkk, (2003) meliputi keamanan dan privasi karena

    kredibilitas penyedia layanan elektronik untuk menjamin keamanan dan privasi

    mempengaruhi pengguna untuk menggunakan layanan elektronik tersebut.

    Sehingga, perceived credibility didefinisikan sebagai persepsi dari pemegang e-

    NID bahwa e-NID tersebut aman (sulit untuk dipalsukan) dan dapat menghindari

  • 20

    pelanggaran privasi (menghindari kebocoran informasi sensitif pada pihak ketiga

    tanpa ijin) (Loo dkk, 2009).

    Meskipun anxiety tidak dimasukkan dalam model UTAUT yang disusun

    oleh Venkatesh dkk (2003), namun anxiety terbukti menjadi determinan langsung

    dari intention to use pada penggunaan e- NID (Loo dkk, 2011). Anxiety

    didefinisikan emosi negatif yang timbul ketika menggunakan e-NID (Loo dkk,

    2009).

    2.4 User Acceptance

    User acceptance dapat didefinisikan sebagai keinginan sebuah grup user

    dalam memanfaatkan Teknologi Informasi (TI) yang didesain untuk membantu

    pekerjaan mereka (Dillon, 2001).

    Namun, praktek kerja saat ini, serta pasar yang besar untuk bersantai dan

    pendidikan aplikasi teknologi informasi telah memungkinkan kebijaksanaan yang

    lebih besar di antara pengguna sehingga meningkatkan kebutuhan untuk

    menentukan dinamika penerimaan. Dan juga pentingnya dengan tidak

    sembarangan memperkerjakan orang, salah satunya dapat dipercaya seperti yang

    tertera pada surat Al Qashas ayat 26

    Artinya:

  • 21

    Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: Ya bapaku ambilah ia sebagai

    orang yang bekerja, karena sesungguhnya orang yang paling baik yang engkau

    ambil untuk bekerja (tugaskan) adalah orang yang kuat lagi dapat dipercaya.

    Untuk tujuan ini masuk akal untuk mempertimbangkan bukti karakteristik

    diterima (atau ditolak) teknologi terpisah dari bukti karakteristik menerima (atau

    menolak) pengguna, sebelum meninjau interaksi dari kedua faktor ini dalam

    model saat penerimaan.

    2.4.1 Faktor Keberhasilan Penerapan Teknologi

    Penerapan teknologi merupakan suatu proses atau rangkaian kegiatan

    untuk mempercepat pemanfaatan teknologi dari pencipta atau pemilik kepada

    pengguna teknologi. Menerapkan teknologi berarti menjadikan teknologi itu

    sebagai bagian dari pengoperasian fungsi-fungsi pengguna teknologi, menjadikan

    teknologi itu diketahui, dapat di jangkau dan difungsikan di lingkungan yang

    membutuhkan. Dalam menerapkan, mengembangkan dan menyebar luaskan

    teknologi, sebelumnya perlu dilakukan studi kelayakan untuk menilai aspek

    kelayakan teknis, kelayakan ekonomis, kelayakan sosial budaya dan lingkungan

    serta standarisasi teknologinya (Angkasa, 2003).

    Sudarmo (2005), merinci kinerja atau keberhasilan teknologi diukur dari

    empat faktor yang merupakan tolak ukur untuk mengevaluasi teknologi, faktor

    tersebut adalah:

    a. Kelayakan teknis, teknologi harus menghasilkan nilai tambah,

    mempunyai fitur atau kemampuan beragam untuk memenuhi keperluan

  • 22

    yang makin beragam, hemat dalam menggunakan sumberdaya termasuk

    energi, awet, dan faktor teknis lainnya.

    b. Faktor ekonomis, teknologi teknologi harus menghasilkan produktivitas

    ekonomi atau keuntungan finansial. Salah satu cara untuk mengevaluasi

    produktivitas teknologi adalah menghitung rasio output rupiah

    dibandingkan dengan input rupiah. Teknologi yang tidak menghasilkan

    keuntungan, disebut non-pervorming, tidak berkinerja. Teknologi yang

    non-pervorming biasanya tidak sustainable, tidak berkelanjutan

    perkembangannya.

    c. Faktor ketiga, teknologi harus dapat diterima masyarakat pengguna

    (user). Teknologi dapat diterima karena memang diperlukan dan

    bermanfaat bagi pengguna, disenangi, mudah dipakai, dapat dibeli dengan

    harga terjangkau, serta tidak bertentangan dengan budaya dan kebiasaan

    masyarakat pengguna.

    d. Faktor keempat, teknologi harus serasi dengan lingkungan, faktor ini akan

    menentukan sustainability keberadaan teknologi di tengah masyarakat

    pengguna.

    2.5 Konsep Dasar Software

    Software adalah sebuah produk yang dibangun secara profesional dan

    terdapat dukungan jangka panjang yang berisi informasi tentang arsitektur,

    cakupan, isi (program) dan dokumentasi dalam bentuk kertas maupun data digital

    (Pressman, 2006).

  • 23

    2.5.1 Jenis-Jenis Software

    Menurut OBrien (2001), Software komputer terdiri atas 2 jenis program

    utama yaitu :

    a. System software yang mengontrol dan mendukung operasi sistem

    komputer selama melakukan berbagai tugas pemrosesan informasi.

    b. Aplikasi software yang menunjukan hasil dari penggunaan khusus atau

    aplikasi dari komputer untuk mempertemukan kebutuhan pemrosesan

    informasi dari pengguna.

    2.5.2 Kualitas Software

    Kualitas software atau software quality menurut Pressman, (1997),

    software quality is defined as conformance to explicitly stated functional and

    performance requirement, explicitly documented developmented developments

    standard, and implicit chacteristics that are expected of all professionally

    developed software. Maksudnya kualitas software dedefinisikan sebagai

    penyesuaian dengan eksplisit harus dinyatakan fungsional dan kinerja persyaratan,

    standar eksplisit didokumentasikan perkembangannya dan karakteristik implisit

    yang diharapkan dari semua perangkat lunak dikembangkan secara profesional.

    Berikut adalah beberapa faktor pengukuran software quality:

    a. Correctness, yaitu tingkat dimana suatu program memenuhi spesifikasinya

    dan memenuhi tujuan dari user.

    b. Reability, yaitu tingkat dimana suatu program dapat melakukan fungsi

    yang diharapkan dengan ketelitian yang diperlukan.

  • 24

    c. Efficiency, jumlah sumber daya komputer dan kode yang dibutuhkan oleh

    suatu program untuk melaksanakan fungsinya.

    d. Integrity, tingkat pengendalian terhadap akses ke software atau data oleh

    orang yang tidak berwenang.

    e. Useability, yaitu usaha yang dibutuhkan untuk mempelajari,

    mengoprasikan, menyiapkan input dan menginterpretasi output dari suatu

    program.

    f. Maintainability, usaha yang dibutuhkan untuk menempatkan dan

    menentukan error dalam program.

    g. Testability, usaha yang dibutuhkan untuk menguji suatu program untuk

    menjamin bahwa program itu menjalankan fungsi yang diharapkan.

    h. Portability, usaha yang dibutuhkan untuk mentransfer program dari suatu

    lingkungan sistem hardware atau software ke yang lainnya.

    i. Reusability, tingkat dimana suatu program (bagian dari suatu program)

    dapat digunakan kembali dalam aplikasi lain.

    j. Interoperability, usaha yang dibutuhkan untuk menghubungkan suatu

    sistem ke sistem lain.

    2.6 Kependudukan

    Kependudukan atau demografi berasal dari kata yunani demos-penduduk

    dan grafien-tulisan atau dapat diartikan tulisan tentang kependudukan adalah studi

    ilmiah tentang jumlah, persebaran dan komposisi kependudukan serta bagaimana

  • 25

    ketiga faktor tersebut berubah dari waktu ke waktu. Ilmu demografi juga ada yang

    bersifat kuantitatif dan ada yang bersifat kualitatif.

    Dalam mempelajari demografi tiga komponen terpenting yang perlu

    diperhatikan adalah cacah kelahiran (fertilitas), kematian (mortalitas) dan migrasi.

    Sedangkan dua faktor penunjang lainnya yang penting ialah mobilitas sosial dan

    tingkat perkawinan. Ketiga komponen pokok dan dua faktor penunjang kemudian

    digunakan sebagai variabel (perubah) yang dapat menerangkan hal ihwal tentang

    jumlah dan distribusi penduduk pada tempat tertentu, tentang pertumbuhan masa

    lampau dan persebarannya. Tentang hubungan antara perkembangan penduduk

    dengan berbagai variabel (perubah) sosial, dan tentang prediksi pertumbuhan

    penduduk di mana mendatang dan berbagai kemungkinan akibat-akibatnya

    berbagai macam informasi tentang kependudukan sangant berguna bagi berbagai

    pihak di dalam masyarakat.

    2.7 Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK)

    SIAK adalah Sistem Informasi Administrasi Kependudukan, yaitu suatu

    sistem informasi yang disusun berdasarkan prosedur-prosedur dan memakai

    standarisasi khusus yang bertujuan menata sistem administrasi kependudukan

    sehingga tercapai tertib administrasi di bidang kependudukan. Administrasi

    kependudukan meliputi pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil.

    Tujuan adanya SIAK adalah:

    a. Database kependudukan terpusat,

  • 26

    b. Database kependudukan dapat diintegrasikan untuk kepentingan lain

    (statistik, pajak, imigrasi, dan lain-lain),

    c. Sistem SIAK terintegrasi (RT/RW, Kelurahan, Kecamatan, Pendaftaran

    Penduduk, Catatan Sipil, dan lain-lain),

    d. Standarisasi Nasional

    1. Nomor Pengenal Tunggal (NIK)

    2. Blangko Standar Nasional (KK, KTP, Buku, Registrasi, Akta Capil)

    3. formulir-formulir Standar Nasional (termasuk kodefikasinya)

    Implementasi SIAK online, yang telah diatur dalam Keputusan Presiden

    (Keppres) No 88/2004 tentang pengelolaan kependudukan dan permendagri No

    18/2005 tentang administrasi kependudukan.

    Pada hakekatnya bahwa upaya tertib dokumen kependudukan atau tertib

    administrasi kependudukan tidak sekedar pengawasan terhadap pengadaan

    blangko-blangko yang dipersyaratkan dalam penerbitan dokumen, tapi hendaknya

    harus tersistem, konkrit dan pragmatis. Artinya mudah dipahami oleh penduduk

    dan diyakini bermakna secara hukum berfungsi melindungi, mengakui atau

    mengesahkan status kependudukan atau peristiwa vital (vital event) yang dialami

    penduduk, sehingga dibutuhkan oleh penduduk karena dapat memudahkan atau

    melancarkan urusannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kata lain dokumen

    kependudukan memiliki insentif/benefit bagi penduduk atau pemegang dokumen.

    2.8 KTP Elektronik

  • 27

    E-KTP atau KTP Elektronik adalah dokumen kependudukan yang memuat

    sistem keamanan/pengendalian baik dari sisi administrasi ataupun teknologi

    informasi dengan berbasis pada database kependudukan nasional.

    Penduduk hanya diperbolehkan memiliki 1 (satu) KTP yang tercantum

    Nomor Induk Kependudukan (NIK). NIK merupakan identitas tunggal setiap

    penduduk dan berlaku seumur hidup. nomor NIK yang ada di e-KTP nantinya

    akan dijadikan dasar dalam penerbitan Paspor, Surat Izin Mengemudi (SIM),

    Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Polis Asuransi, Sertifikat atas Hak Tanah

    dan penerbitan dokumen identitas lainnya (Pasal 13 UU No. 23 Tahun 2006

    tentang Adminduk).

    Proyek e-KTP dilatar belakangi oleh sistem pembuatan KTP konvensional

    di Indonesia yang memungkinkan seseorang dapat memiliki lebih dari satu KTP.

    Hal ini disebabkan belum adanya basis data terpadu yang menghimpun data

    penduduk dari seluruh Indonesia. Fakta tersebut memberi peluang penduduk yang

    ingin berbuat curang terhadap negara dengan menduplikasi KTP-nya. Beberapa di

    antaranya digunakan untuk hal-hal berikut:

    1. Menghindari pajak

    2. Memudahkan pembuatan paspor yang tidak dapat dibuat di seluruh kota

    3. Mengamankan korupsi

    4. Menyembunyikan identitas (misalnya oleh para teroris)

    Penggunaan sidik jari e-KTP lebih canggih dari yang selama ini telah

    diterapkan untuk SIM (Surat Izin Mengemudi). Sidik jari tidak sekedar dicetak

  • 28

    dalam bentuk gambar (format jpeg) seperti di SIM, tetapi juga dapat dikenali

    melalui chip yang terpasang di kartu. Data yang disimpan di kartu tersebut telah

    dienkripsi dengan algoritma kriptografi tertentu. Proses pengambilan sidik jari

    dari penduduk sampai dapat dikenali dari chip kartu adalah sidik jari yang

    direkam dari setiap wajib KTP adalah seluruh jari (berjumlah sepuluh), tetapi

    yang dimasukkan datanya dalam chip hanya dua jari, yaitu jempol dan telunjuk

    kanan.

    Bantuan bagi rakyat miskin bisa disampaikan dengan efektif dan

    mengurangi/menghilangkan penyalahgunaan identitas, perbankan bisa

    memanfaatkannya untuk verifikasi calon nasabah atau pengajuan kredit, pemilu

    bisa berjalan lebih jujur dan adil karena data kependudukan sudah valid, dan

    berbagai manfaat yang lain.

    Kartu identitas elektronik telah banyak digunakan di negara-negara di

    Eropa antara lain Austria, Belgia, Estonia, Italia, Finlandia, Serbia, Spanyol dan

    Swedia, di Timur Tengah yaitu Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir dan Maroko,

    dan di Asia yaitu India dan China.

    Gamawan Fauzi selaku Menteri Dalam Negeri membeberkan keunggulan

    Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) yang akan diterapkan di Indonesia,

    dibandingkan dengan e-KTP yang diterapkan di RRC dan India. Gamawan

    menyebut, e-KTP di Indonesia lebih komprehensif.

    Di RRC, Kartu e-ID tidak dilengkapi dengan biometrik atau rekaman sidik

    jari. Di sana, e-ID hanya dilengkapi dengan chip yang berisi data perorangan yang

    terbatas. Sedang di India, sistem yang digunakan untuk pengelolaan data

  • 29

    kependudukan adalah sistem UID (unique Identification), yang di Indonesia

    namanya NIK (Nomor Induk Kependudukan).

    E-KTP bukan semata kartu penduduk dengan smart card berisi data nama,

    foto, dan data kependudukan lainnya. Komponen teknologinya tidak hanya

    teknologi chip dan smart card. Itu baru satu sisi saja. Tetapi di sisi lain, ada

    teknologi biometrik yang mampu membersihkan database kependudukan,

    sedemikian hingga data yang direkam di dalam chip tersebut adalah tunggal.

    Apakah ini saja cukup ? Masih belum. Apa gunanya data penduduk yang valid

    direkam dalam chip kalau masih bisa di hack. Karena itu ada teknologi security

    yang melindungi data tersebut.

    Autentikasi Kartu Identitas (e-ID) telah menggunakan biometrik yaitu

    verifikasi dan validasi sistem melalui pengenalan karakteristik fisik atau tingkah

    laku manusia. Ada banyak jenis pengamanan dengan cara ini, antara lain sidik jari

    (fingerprint), retina mata, DNA, bentuk wajah, dan bentuk gigi. Pada e-KTP, yang

    digunakan adalah sidik jari. Sidik jari dipilih sebagai autentikasi untuk e-KTP

    karena alasan berikut:

    1. Biaya paling murah, lebih ekonomis daripada biometrik yang lain,

    2. Bentuk dapat dijaga tidak berubah karena gurat-gurat sidik jari akan

    kembali ke bentuk semula walaupun kulit tergores,

    3. Unik, tidak ada kemungkinan sama walaupun orang kembar.

    E-KTP dilindungi dengan keamanan pencetakan seperti relief text,

    microtext, filter image, invisible ink dan warna yang berpendar di bawah sinar

    ultra violet serta anti copy design. Penyimpanan data di dalam chip sesuai dengan

  • 30

    standar internasional NISTIR 7123 dan Machine Readable Travel Documents

    ICAO 9303 serta EU Passport Specification 2006. Bentuk KTP elektronik sesuai

    dengan ISO 7810 dengan form factor ukuran kartu kredit yaitu 53,98 mm x 85,60

    mm.

    Struktur e-KTP terdiri atas sembilan layer yang akan meningkatkan

    pengamanan dari KTP konvensional. Chip ditanam di antara plastik putih dan

    transparan pada dua layer teratas (dilihat dari depan). Chip ini memiliki antena

    didalamnya yang akan mengeluarkan gelombang jika digesek. Gelombang inilah

    yang akan dikenali oleh alat pendeteksi e-KTP sehingga dapat diketahui apakah

    KTP tersebut berada di tangan orang yang benar atau tidak.

    Gambar 2.3 e-KTP

    Untuk menciptakan e-KTP terdiri atas sembilan layer, tahap

    pembuatannya cukup banyak:

    1. Hole punching, yaitu melubangi kartu sebagai tempat meletakkan chip

  • 31

    2. Pick and pressure, yaitu menempatkan chip di kartu

    3. Implanter, yaitu pemasangan antenna (pola melingkar berulang

    menyerupai spiral)

    4. Printing, yaitu pencetakan kartu

    5. Spot welding, yaitu pengepresan kartu dengan aliran listrik

    6. Laminating, yaitu penutupan kartu dengan plastik pengaman

    2.9 Populasi dan Sampel

    Populasi berasal dari bahasa Inggris, yaitu population yang berarti

    jumlah penduduk. Dalam metode penelitian, kata populasi amat popular dipakai

    untuk menyebutkan serumpun/sekelompok objek yang menjadi sasaran penelitian.

    Populasi penelitian merupakan keseluruhan dari objek penelitian yang dapat

    berupa manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, udara, gejala, nilai, peristiwa sikap

    hidup dan sebagainya. Sehingga objek-objek ini dapat menjadi sumber data

    penelitian (Bungin, 2006).

    Jenis populasi terbagi dua, yaitu:

    1. Populasi finit, artinya jumlah individu ditentukan.

    2. Populasi infinit, artinya jumlah individu tidak terhingga atau tidak

    diketahui dengan pasti.

    Sampel adalah suatu prosedur pengambilan data, di mana hanya sebagian

    populasi saja yang diambil dan dipergunakan untuk menetukan sifat serta ciri

    yang dikehendaki dari suatu populasi.

  • 32

    2.9.1 Teknik Pengambilan Sampel

    Dalam pengambilan sampel dari suatu populasi dapat dibedakan menjadi

    dua kategori teknik pengambilan sampel, seperti yang terdapat dalam Gambar 2.4.

    Gambar 2.4 Kategori Sampel

    (Siregar, 2013)

    a. Probability Sampling

    Merupakan metode sampling yang setiap anggota populasi memiliki peluang

    sama untuk terpilih sebagai sampel.

    1. Sampel Random Sederhana (Simple random sampling)

    Simple random sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang

    memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anggota yang ada

    dalam suatu populasi untuk dijadikan sampel.

    2. Strata sampel (stratified sampling)

    Kategori Sampling

    Probability Sampling Nonprobability Sampling

    1. Simple Random Sampling

    2. Stratified Sampling

    Proporsinal

    Disproporsional

    3. Cluster Sampling

    4. Double Sampling

    1. Convenience Sampling

    2. Purposive Sampling

    3. Judgement Sampling

    4. Quota Sampling

    5. Snowball Sampling

  • 33

    stratified sampling merupakan teknik pengambilan sampel dengan

    populasi yang memiliki strata atau tingkatan dan setiap tingkatan memiliki

    karakteristik sendiri. Karena jumlah populasi pada setiap strata tidak sama,

    maka dalam pelaksanaanya dibagi dua jenis, yaitu:

    a. Proporsional, jumlah sampel yang diambil dari setiap strata sebanding,

    sesuai dengan proporsi ukurannya.

    b. Disproporsional, jumlah sampel yang diambil dari setiap strata

    jumlahnya sama tidak sebanding dengan jumlah populasi dengan

    proporsi sampel di setiap strata.

    c. Cluster sampling, teknik penarikan sampel dengan menggunaka

    metode ini adalah populasi dibagi dulu atas kelompok berdasarkan

    area atau cluster, lalu beberapa cluster dipilih sebagai sampel dari

    cluster tersebut bisa diambil seluruhnya atau sebagian saja untuk

    dijadikan sampel, anggota populasi di setiap cluster tidak perlu

    homogen. Sampel ditarik dengan teknik kombinasi antara stratified

    sampling dan cluster sampling.

    d. Sampel ganda (double sample), double sample sering juga disebut

    dengan istilah sequential sampling (sampel berjenjang) dan

    multiphase-sampling (sampel multi tahap).

    b. Non probability Sampling

    Non probability Sampling, setiap unsur yang terdapat dalam populasi tidak

    memiliki kesempatan atau peluang yang sama untuk dipilih sebagai sampel,

    bahkan probabilitas anggota tertentu untuk terpilih tidak diketahui. Pemilihan unit

  • 34

    sampling didasarkan pada pertimbangan atau penilaian subjektif dan tidak pada

    penggunaan teori probabilitas.

    1. Convenience sampling

    Convenience sampling adalah teknik penentuan sampel berdasarkan

    kebetulan saja, anggota populasi yang ditemui peneliti dan bersedia

    menjadi responden untuk dijadikan sampel atau peneliti memilih orang-

    orang yang terdekat saja.

    2. Purposive sampling

    Merupakan metode penetapan responden untuk dijadikan sampel

    berdasarkan pada kriteria-kriteria tertentu.

    3. Quota sampling

    Merupakan metode penetapan sampel dengan menentukan quota terlebih

    dahulu pada masing-masing kelompok, sebelum quota masing-masing

    kelompok terpenuhi maka penelitian belum dianggap selesai.

    4. Snowball sampling

    Adalah teknik pengambilan sampel yang pada mulanya jumlahnya kecil

    tapi makin lama makin banyak, berhenti sampai informasi yang

    didapatkan dinilai telah cukup. Teknik ini baik untuk diterapkan jika calon

    responden sulit untuk identifikasi.

    2.9.2 Teknik Menentukan Ukuran Sampel

    Ada beberapa teknik yang dapat digunakan dalam menetukan ukuran

    sampel dari suatu populasi, antara lain (Siregar, 2013):

  • 35

    a. Teknik Solvin

    ( ) (2.5)

    Keterangan:

    N = besarnya populasi

    n = besarnya sampel

    = Perkiraan tingkat kesalahan.

    b. Jumlah Populasi Tidak Diketahui

    Pendekatan Isac Michel

    ( )

    (2.6)

    Keterangan:

    = sampel

    = proporsi populasi

    = 1- p

    = tingkat kepercayaan/signifikan

    = margin of error

    2.10 Uji Validitas dan Reliabilitas

    2.10.1 Uji validitas

  • 36

    Menurut Azwar (2003), validitas berasal dari kata validity yang

    mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam

    melakukan fungsiukurnya.

    Uji validitas dengan mengukur korelasi antara variabel dengan total

    skor variabel. Cara mengukur validitas konstruk salah satunya yaitu dengan

    mencari korelasi antara masing-masing pertanyaan dengan skor total dengan

    menggunakan rumus teknik korelasi product moment (Singarimbun, dkk

    1989),

    yakni :

    ( ) ( )

    ( ) ( ) (2.7)

    Keterangan:

    r = Korelasi product momen

    n = Jumlah responde

    X = Skor pertanyaan (jawaban responden)

    Y = Skor total seluruh pertanyaan

    XY = Skor pertanyaan dikali skor total

    Kriteria validasi suatu pertanyaan dapat ditentukan jika:

    r hitung > r table, maka pertanyaan yang diajukan dinyatakan valid.

    r hitung < r table, maka pertanyaan yang diajukan dinyatakan tidak

    valid.

    Suatu tes atau instrumen pengukur dapat dikatakan mempunyai validitas

    tinggi apabila alat tersebut menjalankan fungsi ukurnya, atau memberi hasil ukur

  • 37

    yang sesuai dengan maksud dilakukannya pengukuran tersebut. Sebaliknya tes

    yang menghasilkan data yang tidak relevan dengan tujuan pengukuran dikatakan

    sebagai tes yang memiliki validitas rendah (Azwar, 2003). Suatu item skala

    dikatakan valid apabila korelasi Pearson yang didapatkan 0,3 (Hasan, 2002).

    Adapun perhitungan validitas skala penelitian ini dilakukan dengan bantuan

    komputer melalui program apikasi SPSS versi 16.0.

    2.10.2 Uji Reliabilitas

    Reliabilitas diartikan sebagai stabilitas bilamana tes itu diujikan dan

    hasilnya diadakan analisis reliabilitas dengan menggunakan kriteria internal dalam

    tes tersebut. Cara untuk mengetahui koefisien reliabilitas ini adalah dengan

    beberapa rumus yang seluruhnya cukup menggunakan satu tes dengan sekali uji.

    Untuk menentukan koefisien reliabilitas tes menggunakan teknik Alpha Cronbach

    (Suherman, 2003). Tahapan perhitungan uji reliabilitas dengan menggunakan

    teknik Alpha Cronbach, yaitu :

    a. Membuat tabel penolong

    b. Menghitung nilai varian setiap butir pertanyaan

    ( )

    (2.8)

    c. Menghitung total nilai varian

    Menjumlahkan seluruh hasil yang didapat dari perhitungan nilai varian setiap

    butir pertanyaan.

    d. Menghitung nilai varian total

  • 38

    ( )

    (2.9)

    e. Menghitung nilai reliabilitas instrumen

    (

    ) (

    ) (2.10)

    Keterangan:

    = Jumlah sampel

    = Jawaban responden untuk setiap butir pertanyaan

    = Total jawaban responden untuk setiap butir pertanyaan

    = Varian total

    = Jumlah varian butir

    = Jumlah butir pertanyaan

    = Koefisien reliabilitas instrumen

    Menurut Azwar (2003) reliabilitas merupakan penerjemahan dari kata

    reliability yang mempunyai asal kata rely dan ability, atau dengan kata lain

    reliabilitas adalah sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. Hasil

    pengukuran dapat dipercaya hanya apabila dalam beberapa kali pelaksanaan

    pengukuran terhadap kelompok subjek yang sama diperoleh hasil yang relatif

    sama, selama aspek yang diukur dalam diri subjek memang belum berubah

    (Azwar, 2003).

  • 39

    Reliabilitas mengacu kepada konsistensi atau keterpercayaan hasil ukur,

    yang mengandung makna kecermatan pengukuran. Dalam aplikasinya, reliabilitas

    dinyatakan oleh koefisien reliabilitas yang angkanya berada dalam rentang 0

    sampai dengan 1,00. Semakin tinggi koefisien reliabilitas mendekatiangka 1,00

    berarti semakin tinggi reliabilitasnya. Sebaliknya koefisien yang semakin rendah

    mendekati angka 0 berarti semakin rendah reliabilitasnya (Azwar, 2000).

    Adapun norma reliabilitas yang dijelaskan oleh Guilford di antaranya:

    Tabel 2.1 Kriteria Reliabilitas (Azwar, 2000)

    Kriteria Koefisien Reliabilitas

    Sangat Reliabel > 0,9

    Reliabel 0,7 0,9

    Cukup Reliabel 0,4 0,7

    Kurang Reliabel 0,2 0,4

    Tidak Reliabel < 0,2

    Pada penelitian ini, pengukuran uji reliabilitas skala menggunakan uji

    Statistic Alpha Cronbach dengan menggunakan program aplikasi SPSS versi 16.0.

    2.11 Regresi Linier Berganda

    Analisis regresi merupakan salah satu teknik analisis data dalam statistika

    yang seringkali digunakan untuk mengkaji hubungan antara beberapa variabel dan

    meramal suatu variabel (Kutner, Nachtsheim dan Neter, 2004). Istilah regresi

  • 40

    pertama kali dikemukakan oleh Sir Francis Galton (1822-1911), seorang

    antropolog dan ahli meteorologi terkenal dari Inggris. Dalam makalahnya yang

    berjudul Regression towards mediocrity in hereditary stature, yang dimuat

    dalam Journal of the Anthropological Institute, volume 15, hal. 246-263, tahun

    1885. Galton menjelaskan bahwa biji keturunan tidak cenderung menyerupai biji

    induknya dalam hal besarnya, namun lebih medioker (lebih mendekati rata-rata)

    lebih kecil daripada induknya kalau induknya besar dan lebih besar daripada

    induknya kalau induknya sangat kecil (Draper dan Smith, 1992). Dalam mengkaji

    hubungan antara beberapa variabel menggunakan analisis regresi, terlebih dahulu

    peneliti menentukan satu variabel yang disebut dengan variabel tidak bebas dan

    satu atau lebih variabel bebas. Jika ingin dikaji hubungan atau pengaruh satu

    variabel bebas terhadap variabel tidak bebas, maka model regresi yang digunakan

    adalah model regresi linier sederhana. Kemudian Jika ingin dikaji hubungan atau

    pengaruh dua atau lebih variabel bebas terhadap variabel tidak bebas, maka model

    regresi yang digunakan adalah model regresi linier berganda (multiple linear

    regression model). Kemudian untuk mendapatkan model regresi linier sederhana

    maupun model regresi linier berganda dapat diperoleh dengan melakukan estimasi

    terhadap parameter-parameternya menggunakan metode tertentu.

    Rumus regresi linier berganda

    (2.11)

    Keterangan :

    = Variabel terikat

  • 41

    = Variabel bebas pertama

    = Variabel bebas kedua

    = Variabel bebas ketiga

    = Variabel bebas ke-

    dan serta = konstanta

    2.11.1 Asumsi-Asumsi Model Regresi Linier Berganda

    Menurut Gujarati (2003) asumsi-asumsi pada model regresi linier

    berganda adalah sebagai berikut:

    1. Model regresinya adalah linier dalam parameter.

    2. Nilai rata-rata dari error adalah nol.

    3. Variansi dari error adalah konstan (homoskedastik).

    4. Tidak terjadi autokorelasi pada error.

    5. Tidak terjadi multikolinieritas pada variabel bebas.

    6. Error berdistribusi normal.

    2.11.2 Uji Hipotesis

    Istilah hipotesis berasal dari bahasa Yunani yang memmpunyai dua kata

    hupo (sementara) dan thesis (pernyataan atau teori). Karena hipotesis

    merupakan pernyataan sementara yang masih lemah kebenarannya, maka perlu

    diuji kebenrannya. Kemudian para ahli menafsirkan arti hipotesis adalah dugaan

    terhadap hubungan antara dua variabel atau lebih. Atas dasar definisi tersebut

  • 42

    dapat diartikan bahwa hipotesis adalah jawaban atau dugaan sementara yang harus

    diuji kebenarannya.

    Menurut bentuknya hipotesis dibagi menjadi tiga:

    a. Hipotesis penelitian/kerja (Ha)

    Hipotesis penelitian merupakan anggapan dasar peneliti terhadap suatu

    masalah yang sedang dikaji. Dalam hipotesis ini, peneliti menganggap

    benar hipotesisnya, yang kemudian akan dibuktikan secara empiris melalui

    pengujian hipotesis dengan mempergunakan data yang diperoleh selama

    melakukan penelitian.

    b. Hipotesis operasional (Ho)

    Hipotesis operasional merupakan hipotesis yang bersifat objektif. Artinya

    peneliti merumuskan hipotesis tidak semata-mata berdasarkan anggapan

    dasarnya, tetapi juga berdasarkan objektifitasnya, bahwa hipotesis

    penelitian yang dibuat belum tentu benar setelah diuji dengan

    menggunakan data yang ada. Untuk itu peneliti melakukan hipotesis

    pembanding yang bersifat objektif dan netral atau secara teknis disebut

    hippotesis nol (Ho). Hipotesis nol (Ho) adalah hipotesis yang menyatak

    ketidak benaran dari suatu fenomena, atau menyatakan tidak ada hubungan

    antara dua variabel atau lebih.

    Ho digunakan untuk memberikan keseimbangan pada hipotesis penelitian,

    karena pada peneliti meyakini dalam pengujian nanti benar atau salahnya

    hipotesis penelitian tergantung dari bukti-bukti yang diperoleh selama

  • 43

    melakukan penelitian. Contohnya, tidak ada hubungan antara tingkat

    pengangguran dengan tingkat kriminalitas.

    c. Hipotesis Statistik

    Hipotesis statistik merupakan jenis hipotesis yang dirumuskan dalam

    bentuk notasi statistik. Hipotesis ini dirumuskan berdasarkan pengamatan

    peneliti terhadap populasi dalam bentuk angka-angka (kuantitatif).

    Misalnya : Ho;r=0 atau Ha;p=0.

    Jenis Hipotesis Penelitian

    1. Hipotesis Deskriptif

    Hipoptesis deskriptif, yaitu hipotesis yang tidak membandingkan dan

    menghubungkan dengan variabel lain, atau hipotesis yang dirumuskan

    untuk menggambarkan suatu fenomena, atau hipotesis yang dirumuskan

    untuk menjawab permasalahan taksiran.

    2. Hipotesis Komparatif

    Hipotesis komparatif adalah hipotesis yang dirumuskan untuk

    memberikan jawaban pada permasalahan yang bersifat membedakan

    atau membandingkan antara satu dengan data lainnya.

    3. Hipotesis Asosiatif

    Hipotesis asosiatif adalah hipotesis yang dirumuskan untuk

    memberikan jawaban pada permasalahan yang bersifat

    hubungan/pengaruh. Sedangkan menurut sifat hubungannya, hipotesis

    ini dibagi 3 jenis, yaitu:

  • 44

    a. Hipotesis hubungan Simetris

    Adalah hipotesis yang menyatakan hubungan bersifat

    kebersamaan antara dua variabel atau lebih, tetapi tidak menunjukan

    hubungan sebab akibat.

    b. Hipotesis hubungan sebab akibat

    Adalah hipotesis yang menyatakan hubungan yang bersifat

    sebab akibat antara dua variabel atau lebih.

    c. Hipotesis hubungan interaktif

    Adalah hipotesis hubungan antara dua variabel atau lebih yang

    bersifat saling mempengaruhi.

    2.12 SPSS (Statistical Program for Social Science)

    Menurut Rahayu (2004), SPSS (Statistical Program for Social Science)

    merupakan paket program aplikasi computer untuk menganalisis data statistic,

    terutama analisis statistic untuk ilmu-ilmu sosial. Paket program SPSS dapat

    memakai hamper dari seluruh tipe file data dan menggunakannya untuk

    membuat laporan berbentuk tabulasi, chart (grafik), plot (diagram) dari

    berbagai distribusi, statistika diskriptif dan analisis statistic yang kompleks.

    SPSS pertama kali dikembangkan sekitar tahun 1960 sebagai perangkat

    lunak untuk sistem statistik pada komputer mainframe oleh Norman H. Nie, C.

    Hadlay dan Dale Bent dari Stanford University. Pada tahun 1984 dikeluarkan

    SPSS/PC+ untuk personal computer (PC), sedangkan untuk versi windows,

    dirilis pada tahun 1992. Sesuai dengan perkembangannya, antara tahun 1994

  • 45

    sampai tahun 1999, SPSS mengakuisisi beberapa perusahaan sehingga

    menambah daya saingnya.

    Dari berbagai ragam perangkat lunak yang ada, SPSS dapat dijadikan

    pilihan karena banyak fasilitas yang dapat menangani berbagai persoalan

    statistik, tampilannya user friendly, dan merupakan terobosan baru berkaitan

    dengan perkembangan teknologi informasi khususnya e-business. Dalam hal ini

    SPSS telah dilengkapi dengan fasilitas OLAP (Online Analytical Processing).

    Pada tahun 2000, SPSS banyak digunakan dalam memberikan solusi

    analisis atas keinginan pelanggan karena dapat memprediksikan apa yang

    mereka inginkan untuk dikerjakan. SPSS dapat memberikan solusi dalam

    berbagai bidang, diantaranya yaitu analisis pemasaran, pelanggan dan data

    operasional, telekomunikasi, kesehatan, perbankan, lembaga keuangan,

    asuransi, ritel, penelitian pemasaran, sektor publik dan barang-barang

    konsumtif.

  • 46

    BAB III

    METODE PENELITIAN

    Metode yang digunakan pada penelitian ini terdiri atas dua metode, yang

    pertama metode pengumpulan data yaitu melakukan studi literatur dengan melihat

    penelitian sejenis untuk mencari kelebihan terhadap penelitian yang peneliti

    lakukan sekarang dari penelitian yang sudah ada. Lalu observasi melakukan

    pengamatan secara langsung terhadap seluruh Kecamatan di Kota Tangerang

    Selatan yang menjadi tempat penelitian, dan melakukan wawancara terhadap

    orang yang bergerak dalam program e-KTP. Kedua, metode analisis data

    menggunakan model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology

    (UTAUT). Lalu pembuatan kuesioner berdasarkan metode UTAUT, setelah itu

    pengumpulan sampel dan pelaksanaan kuesioner. Untuk mengolah data dari hasil

    kuesioner peneliti melakukan uji validitas dan reliabilitas lalu melakukan

    pengujian regresi linear untuk mengukur pengaruh antar variabel yang terdapat

    dalam konstruksi UTAUT.

    3.1 Metode Pengumpulan Data

    3.1.1 Studi Literatur

    Penulis membaca dan memahami penelitian-penelitian yang berhubungan

    dengan penelitian. Adapun peneliti membaca 3 buku referensi, 10 jurnal, 11 link.

    Studi literatur adalah studi yang dilakukan dengan menggunakan literatur sebagai

    objek kajiannya. Tujuan dilaksanakan studi literatur adalah sebagai sumber

  • 47

    informasi dan pembanding pada penelitian yang akan dibuat. Sumber-sumber

    yang dapat dijadikan studi literatur antara lain buku, jurnal dan artikel yang terkait

    dengan penelitian yang akan di teliti

    Adapun sumber literatur yang digunakan sebagai sumber informasi seperti

    yang terdapat pada Tabel 3.2.

    Tabel 3.1 Penelitian Sejenis

    1 Peneliti Novan Raditya.

    Judul Penelitian Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi

    Penerimaan Teknologi E-Procurement Dengan

    Pendekatan Model Unified Theory Of Acceptance

    And Use Of Technology (UTAUT) (Studi Kasus

    Pada Panitia Pengadaan Instansi Pemerintah Jawa

    Tengah).

    Tahun Penelitian 2011.

    Model Penelitian Unified Theory Of Acceptance And Use Of

    Technology (UTAUT).

    Tool Partial Least Square (PLS).

    Kelebihan Data yang dihasilkan termasuk lengkap.

    Kekurangan Tool yang digunakan bukan spss sehingga tidak

    umum untuk penelitian lain.

    Hasil Melihat dari kelebihan dan kekurangan menurut

    saya Tool yang harus digunakan adalah spss agar

  • 48

    umum untuk penelitian lain.

    2 Peneliti Muhammad Nasir.

    Judul Penelitian Evaluasi Penerimaan Teknologi Informasi

    Mahasiswa Di Palembang Menggunakan Model

    UTAUT.

    Tahun Penelitian 2013.

    Model Penelitian Unified Theory Of Acceptance And Use Of

    Technology (UTAUT).

    Tool SPSS versi 17.0

    Kelebihan Penelitian yang dilakukan mudah dipahami dan

    pantas untuk dijadikan studi literature bagi

    penelitian lain.

    Kekurangan Karena terlalu mudah dipahami sehingga

    penelitiannya terkesan terlalu simpel.

    Hasil Melihat dari kelebihan dan kekurangan menurut

    saya permasalahan yang di angkat dalam

    penelitian terlalu simpel.

    3 Peneliti Agung Nugroho Saputro

    Judul Penelitian ANALISIS PERSEPSI PENERAPAN SISTEM

    INFORMASI PADA PT. UPS DENGAN

    MENGGUNAKAN METODE TECHNOLOGY

    ACCEPTANCE MODEL (TAM)

  • 49

    Tahun Penelitian 2010.

    Model Penelitian TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL

    (TAM)

    Tool SPSS

    Kelebihan Penelitian nya lebih cepat dalam pengerjaannya

    karena menggunakan metode TAM.

    Kekurangan Masih menggunakan model TAM yang dirasa

    kurang lengkap dalam menjelaskan penerimaan

    pengguna teknologi informasi.

    Hasil Melihat dari kelebihan dan kekurangan menurut

    saya meskipun lebih cepat dalam pengerjaannya

    tapi metode yang digunakan dirasa kurang

    lengkap dalam menjelaskan pengguna teknologi

    informasi.

    4 Peneliti Sutanto Halim Pranata

    Judul Penelitian ANALISIS HUBUNGAN MULTI CHANNEL

    LEARNING DENGAN INDEKS PRESTASI

    MAHASISWA MENGGUNAKAN VARIABEL

    UTAUT DAN ANALISIS LINTASAN (STUDI

    KASUS : BINA NUSANTARA)

    Tahun Penelitian 2008

    Model Penelitian Unified Theory Of Acceptance And Use Of

    Technology (UTAUT).

  • 50

    Tool SPSS

    Kelebihan Pengolahan data simpel dan cepat.

    Kekurangan Kurang pengelompokan dalam variabel UTAUT.

    Hasil Melihat dari kelebihan dan kekurangan menurut

    sayadalam pengolahan data termasuk simpel dan

    cepat tapi kurang pengelompokan dalam variable

    UTAUT.

    5 Peneliti Tri Suci Gandawati

    Judul Penelitian ANALISIS PROSES ADOPSI ELECTRONIC

    PAYMENT SYSTEM DENGAN

    MENGGUNAKAN UTAUT MODEL

    (Studi pada Sistem Pembayaran Online Kaspay di

    Kaskus)

    Tahun Penelitian 2012.

    Model Penelitian Unified Theory Of Acceptance And Use Of

    Technology (UTAUT).

    Tool SPSS

    Kelebihan Penjelasan hasil olahan data tergolong lengkap.

    Kekurangan Variabel tidak dimodifikasi.

    Hasil Melihat dari kelebihan dan kekurangan menurut

    saya penjelasan hasil olahan data tergolong

    lengkap tapi variabel tidak dimodifikasi.

  • 51

    3.1.2 Observasi

    Dalam tahap ini dilakukan peninjauan langsung pada bulan Juni 2013 pada

    7 Kecamatan di Kota Tangerang Selatan dalam rangka untuk pengumpulan data

    yang dibutuhkan dalam penelitian ini, adapun hasil observasi yang didapat:

    1. Peneliti dapat mengetahui sistem yang berjalan tentang bagaimana proses

    perekaman hingga pembagian KTP Elektronik di seluruh kecamatan yang ada

    di Kota Tangerang Selatan.

    2. Peneliti dapat mengetahui permasalahan terkait dengan belum ada yang bisa

    memberikan hasil evaluasi sejauh mana user acceptance dapat menerima dan

    memahami teknologi E-KTP hingga dapat mengetahui tingkat kesuksesan

    program E-KTP di Indonesia.

    3.1.3 Wawancara

    Metode ini dilakukan untuk membantu mencari informasi yang berkaitan

    dengan jalannya pogram E-KTP di Kota Tangerang Selatan. Dalam hal ini

    wawancara dilakukan pada bulan Agustus 2013 kepada Novy Achmad Haryadi

    Tamher, SH. Selaku KASI pengolahan data dan jaringan komunikasi di Dinas

    Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Tangerang Selatan. Dari hasil wawancara

    tersebut, dikumpulkan data penduduk dan informasi berupa cara kerja aplikasi E-

    KTP serta fungsi-fungsi E-KTP, dan juga permasalahan yang dihadapi dalam

    menjalankan perekaman E-KTP.

    3.2 Metode Analisis Data

  • 52

    3.2.1 Model UTAUT

    Model UTAUT yang digunakan dalam penelitian ini adalah model

    UTAUT yang telah dimodifikasi, karena dianggap sesuai dengan penelitian kali

    ini.

    Gambar 3.1 Model UTAUT

    Penelitian ini tidak menggunakan variabel moderator yaitu jenis kelamin

    (gender) dan usia (age), karena e-KTP wajib dimiliki laki-laki dan perempuan

    mulai umur 17 tahun, sedangkan experience dan voluntariness of use tidak

    digunakan karena e-KTP baru diterapkan pertama kali dan e-KTP merupakan

    program dari pemerintah sehingga pemilik e-KTP berada dalam kondisi yang

    setara dalam experience dan voluntariness of use.

  • 53

    3.2.2 Pembuatan Kuesioner

    Pada penelitian ini terdapat 19 pertanyaan yang dibuat berdasarkan model

    UTAUT. Pertanyaan disesuaikan dengan variabel-variabel yang terdapat dalam

    metode UTAUT.

    3.2.3 Pengumpulan Sampel dan pelaksanaan kuesioner

    Peneliti melakukan pengamatan langsung lalu menyebarkan kuesioner

    kepada objek yang diteliti dan dalam melakukan penyebaran kuesioner peneliti

    menggunakan teknik cluster sampling dan convience sampling lalu untuk

    mengetahui jumlah sampel yang tepat peneliti menggunakan persamaan 2.1.

    3.2.4 Uji Validitas dan Uji Reliabilitas

    Sebelum masuk pengujian regresi berganda peneliti melakukan uji

    validitas dan reliabilitas, untuk mendapatkan data yang yang valid dan reliable

    sehingga bisa diolah untuk langkah selanjutnya, yaitu uji regresi berganda.

    Dalam pengujian validitas digunakan taraf signifikan 0.05, artinya suatu

    item dikatakan valid apabila berkorelasi signifikan terhadap skor total. Sedangkan

    reabilitas pada penelitian ini peneliti menggunakan rumus Alpha Cronbach

    sebagaimana yang telah dijelaskan pada bab 2. Namun demikian agar lebih

    memudahkan dan menghindari human error maka dipergunakanlah perangkat

    lunak SPSS 16.0.

    3.2.5 Uji Hipotesi Regresi Berganda

  • 54

    Peneliti menguji hipotesis dengan teknik analisis regresi berganda dan

    penghitungannya dibantu dengan menggunakan software SPSS 16.0. Teknik

    analisis regresi berganda ini dapat digunakan untuk mengetahui besarnya

    pengaruh dari performance expectancy, social influence, facilitating conditions,

    dan perceived credibility terhadap intention to use.

    3.3 Kerangka Penelitian

    Berdasarkan landasan teori yang telah dijabarkan pada sub bab

    sebelumnya, maka dapat dibuat suatu rangkaian kerangka konseptual yang akan

    digunakan sebagai penuntun, alur pikir dan dasar dari penelitian. Kerangka

    penelitian tersebut ditunjukan Gambar 3.2.

  • 55

  • 56

    Gambar 3.2 Kerangka Penelitian

  • 56

    BAB IV

    EVALUASI KTP ELEKTRONIK

    4.1 Gambaran umum Kota Tangerang Selatan

    4.1.1 Sejarah Kota Tangerang Selatan

    Provinsi Banten yang memiliki luas wilayah 9.662,92 km dengan

    penduduk pada tahun 2007 berjumlah