Click here to load reader

SKRIPSI - IAIN Salatigae-repository.perpus.iainsalatiga.ac.id/4505/1... · materi peristiwa sekitar proklamasi kemerdekaan melalui metode numbered head together (nht) dengan media

  • View
    7

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of SKRIPSI - IAIN Salatigae-repository.perpus.iainsalatiga.ac.id/4505/1... · materi peristiwa sekitar...

  • i

    PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MATERI PERISTIWA SEKITAR PROKLAMASI KEMERDEKAAN

    MELALUI METODE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) DENGAN MEDIA KOMIK

    PADA SISWA KELAS V SEMESTER 02 MI MIFTAHUL HUDA SUMBEREJO 01

    KEC. PABELAN KAB. SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2018

    SKRIPSI

    Diajukan Sebagai Syarat untuk Memperoleh Gelar

    Sarjana Pendidikan

    Oleh :

    WIDYA SEPTIAWAN

    NIM: 115-14-118

    PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH

    FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

    INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)

    SALATIGA

    2018

  • ii

  • iii

    PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MATERI PERISTIWA SEKITAR PROKLAMASI KEMERDEKAAN

    MELALUI METODE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) DENGAN MEDIA KOMIK

    PADA SISWA KELAS V SEMESTER 02 MI MIFTAHUL HUDA SUMBEREJO 01

    KEC. PABELAN KAB. SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2018

    SKRIPSI

    Diajukan Sebagai Syarat untuk Memperoleh Gelar

    Sarjana Pendidikan

    Oleh :

    WIDYA SEPTIAWAN

    NIM: 115-14-118

    PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH

    FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

    INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)

    SALATIGA

    2018

  • iv

    PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN DAN KESEDIAAN PUBLIKASI

    Saya yang bertanda tangan di bawah ini.

    Nama : Widya Septiawan

    NIM : 115-14-118

    Jurusan : Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

    Menyatakan bahwa yang saya tulis ini benar-benar merupakan hasil karya saya

    sendiri, bukan jiplakan dari karya tulis orang lain. Pendapat atau temuan orang

    lain yang terdapat dalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik

    ilmiah. Skripsi ini di perkenankan untuk di publikasikan pada e-repository IAIN

    SALATIGA.

    Salatiga, 4 Juni 2018.

    Yang Menyatakan

  • v

  • vi

  • vii

    MOTTO

    “Karena pertolongan Allah. dia menolong siapa yang dikehendakiNya. dan

    dialah Maha Perkasa lagi Penyayang. (Q.S-Aruum : 5)”

    PERSEMBAHAN

    Skripsi ini penulis persembahkan kepada:

    1. Bapakku (Mulyono AL Budiarto) dan Ibuku (Ngatiyah) sebagai wujud

    baktiku kepadanya, yang telah bersusah payah membesarkanku,

    mendoakanku, mendukungku dan membiayai semua kebutuhanku hingga

    aku dapat menyelesaikan studi ini, mudah-mudahan bapak dan ibuku

    senantiasa diberikan nikmat umur panjang, nikmat sehat, dan nikmat rejeki

    lancar;

    2. Mbah Mutiah dan (Alm) Mbah Soegito yang selalu membimbing saya,

    memberikan perhatian dan selalu mendoakan untuk keberhasilan saya,

    mudah-mudahan senantiasa diberikan nikmat umur panjang, nikmat sehat,

    dan ampunan dari sega kesalahan dunia;

    3. Adikku (Maulita Aisyiyah) tersayang yang selalu memberikan semangat,

    mudah-mudahan adikku diberikan umur panjang, nikmat sehat, dan

    kemudahan dalam menuntut ilmu;

    4. KH.M. Nasikhun dan Hj.Nasikun yang telah memberikan ilmu yang sangat

    bermanfaat untuk kehidupan, dan memberikan tempat untuk menempa diri

    selama menuntut ilmu di salatiga dan PP AS-Syafiiyah NU. Semoga

    Senantiasa di berikan umur panjang, nikmat sehat dan rizki yang melimpah;

    5. Untuk Ani Faizati, Yona Rengga A.P, Saidatun I’in, M.T. Yusuf dan Joko

    Suprianto terima kasih untuk perhatian, dukungan, semangat dan doanya

    sampai saat ini mudah-mudahan diberikan umur panjang, nikmat sehat, dan

    kemudahan dalam menuntut ilmu;

    6. Untuk keluarga besar PP As-Syafiiyah NU yang selalu memberikan

    semangat, mudah-mudahan semua diberikan nikmat sehat, dan kemudahan

    dalam menuntut ilmu;

  • viii

    KATA PENGANTAR

    بسم هللا الرحمن الرحیم

    Puji syukur senantiasa penulis haturkan kehadirat Allah SWT, yang telah

    melimpahkan rahmat, taufiq, hidayah dan Inayah-Nya, sehingga skripsi dengan

    judul Peningkatan Hasil Belajar IPS Materi Peristiwa Sekitar Proklamasi

    Kemerdekaan Melalui Metode Numbered Head Together (NHT) Dengan Media

    Komik Pada Siswa Kelas V Mi Miftahul Huda Sumberejo 01 Tahun 2018 bisa

    selesai. Shalawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita, Nabi

    Agung Muhammad SAW yang slalu kita nantikan syafaatnya kelak di zaumul

    kiamah.

    Penulisan skripsi ini tidak akan selesai tanpa motivasi, bimbingan, dan

    bantuan dari berbagai pihak sehingga skripsi ini selesai. Oleh karena itu, penulis

    sampaikan terima kasih kepada:

    1. Bapak Dr. H. Rahmat Hariyadi, M.Pd, selaku Rektor IAIN Salatiga;

    2. Bapak Suwardi, M.Pd. selaku Dekan FTIK IAIN Salatiga;

    3. Ibu Peni Susapti, M.Si. selaku Ketua Jurusan PGMI IAIN Salatiga;

    4. Ibu Dra. Nur Hasanah, M.Pd. selaku dosen pembimbing yang telah

    memberikan saran, arahan dan bimbingan serta keikhlasan dan kebijaksanaan

    meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk memberikan bimbingan dalam

    penulisan skripsi ini;

    5. Ibu RR. Dewi Wahyu Mustikasari, S.S., M.Pd.. selaku dosen pembimbing

    akademik yang telah memberikan arahan dan bimbingan serta keikhlasan dan

    kebijaksanaan meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk memberikan

    bimbingan dalam melaksanakan kuliah hingga penulisan skripsi ini;

    6. Bapak dan Ibu dosen serta selutruh staf karyawan IAIN Salatiga yang telah

    memberikan ilmu dan bantuan;

    7. Ibu Nur Khasanah, S.Pd, selaku kepala MI Miftahul Huda Sumberejo 01

    Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang yang telah memberikan izin kepada

    penulis untuk melakukan penelitian;

  • ix

  • x

    ABSTRAK

    Septiawan,Widya. 2018, Peningkatan Hasil Belajar IPS Materi Peristiwa Sekitar Proklamasi Kemerdekaan Melalui Metode Numbered Head Together (NHT) Dengan Media Komik Pada Siswa Kelas V Semester 02 Mi Miftahul Huda Sumberejo 01 Tahun Pelajaran 2018. Skripsi. Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Institut Agama Islam Negeri Salatiga. Dosen Pembimbing Dra. Nur Hasanah, M.Pd.

    Kata Kunci : Hasil Belajar, Metode Numbered Head Together (NHT) ,Media Komik.

    Penelitian ini merupakan upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V MI Miftahul Huda Sumberejo 01 Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Melalui metode Numbered Head Together (NHT) dengan media komik. Apakah metode Numbered Head Together (NHT) dengan media komik dapat meningkatkan hasil belajar siswa materi peristiwa sekitar proklamasi kemerdekaan Indonesia pada siswa kelas V MI Miftahul Huda Sumberejo 01 Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang tahun 2018.

    Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V yang berjumlah 24 siswa, yaitu terdiri dari 11 laki-laki dan 13 perempuan. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklusnya terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data diambil dari nilai akhir siswa, dokumentasi, dan observasi dengan melihat perilaku siswa dalam proses pembelajaran. Instrumen penelitian meliputi RPP, lembar kerja kelompok, lembar observasi guru, lembar observasi siswa, dan tes evaluasi.Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, dokumentasi, dan tes. Data dianalisis secara statistik menggunakan rumus persentase.

    Hasil penelitian menunjukkan metode Numbered Head Together (NHT) dengan media komik dapat meningkatkan hasil belajar siswa materi peristiwa sekitar proklamasi kemerdekaan Indonesia pada siswa kelas V MI Miftahul Huda Sumberejo 01 Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang tahun 2018. Peningkatan dari pra siklus sampai siklus II. Peningkatan dari pra siklus ke siklus I yaitu 18%, dari siklus I ke siklus II yaitu 14% . Pra siklus siswa yang tuntas sejumlah 10 siswa atau 42% dengan nilai rata-rata 64,58. Siklus I siswa yang tuntas sejumlah 17 siswa atau 71% dengan nilai rata-rata 76,25, dan Siklus II terdapat 22 siswa atau 92% siswa tuntas dengan nilai rata-rata 80,84. Berdasarkan hasil pencapaian pada siklus II telah memenuhi kriteria ketuntasan yang telah ditetapkan, maka penelitian di hentikan pada siklus II karena telah mencapai indicator keberhasilan yaitu ≥ 85 %.

  • xi

    DAFTAR ISI

    HALAMAN JUDUL ............................................................................................ i

    PERNYATAAN KEASLIAN ............................................................................. iv

    PERSETUJUAN PEMBIMBING ........................................................................ v

    HALAMAN PENGESAHAN .................................................................................vi

    MOTO ............................................................................................................... vii

    PERSEMBAHAN.............................................................................................. vii

    KATA PENGANTAR ........................................................................................ ix

    ABSTRAK .......................................................................................................... x

    DAFTAR ISI ...................................................................................................... xi

    DAFTAR TABEL ............................................................................................ xiii

    DAFTAR GAMBAR ........................................................................................ xiv

    DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................... xv

    BAB I PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang ......................................................................................... 1

    B. Rumusan Masalah .................................................................................... 6

    C. Tujuan ..................................................................................................... 6

    D. Manfaat Penelitian ................................................................................... 7

    E. Hipotesis Tindakan dan Indikator Keberhasilan ....................................... 8

    F. Metode Penelitian ..................................................................................... 9

    G. Sistematika Penulisan ............................................................................. 16

    BAB II LANDASAN TEORI

    A. KAJIAN TEORI .................................................................................... 17

    1. Pengertian Belajar ........................................................................... 17

    2. Pengertian Hasil Belajar .................................................................. 20

    3. Pengertian Metode Numbered head together (NHT) ........................ 22

    4. Pengertian Media ............................................................................ 26

    5. Pengertian Media Komik ................................................................ 29

  • xii

    6. Pengertian Ilmu Pengetahuan Sosial ................................................ 36

    B. KAJIAN PUSTAKA .............................................................................. 48

    BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN

    A. Subjek Penelitian .................................................................................... 51

    1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian ................................................. 51

    2. Identitas Madrasah ........................................................................... 52

    3. Karakteristik Siswa kelas V .............................................................. 58

    B. Pelaksanaan Penelitian ........................................................................... 60

    1. Deskripsi Pelaksanaan Pra Siklus ..................................................... 60

    2. Deskripsi pelaksaaan Siklus I ........................................................... 61

    3. Deskripsi pelaksaaan Siklus II .......................................................... 63

    BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

    A. Deskipsi Paparan Siklus ........................................................................ 66

    1. Deskipsi Pra Siklus .......................................................................... 66

    2. Deskipsi Siklus I ............................................................................... 69

    3. Deskipsi Siklus II ............................................................................. 73

    B. Pembahasan Hasil Penelitian .................................................................. 78

    BAB V PENUTUP

    A. Kesimpulan ............................................................................................ 80

    B. Saran ...................................................................................................... 81

    DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 83

    LAMPIRAN-LAMPIRAN ................................................................................. 85

  • xiii

    DAFTAR TABEL

    Tabel 3.1.Identitas Sekolah ................................................................................ 52

    Tabel 3.2.Dafar Ekstrakulikuler MI Miftahul Huda Sumberejo 01 ..................... 54

    Tabel 3.3.Dafar Fasilitas Sarana dan Prasarana ................................................. 55

    Tabel 3.4.Daftar Guru dan Staff MI Miftahul Huda Sumberejo 01 ..................... 55

    Tabel 3.5.Data siswa tahun 2017/2018 MI Miftahul Huda Sumberejo 01 ........... 57

    Tabel 3.6.Daftar Siswa Kelas V MI Miftahul Huda Sumberejo 01 ..................... 58

    Tabel 3.7.Jadwal Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas .................................. 59

    Tabel 4.1.Daftar Nilai Pra Siklus........................................................................ 66

    Tabel 4.2.Daftar Hasil Tes Siswa Siklus I ......................................................... 69

    Tabel 4.3.Daftar Hasil Tes Siswa Siklus II ........................................................ 74

    Tabel 4.4.Rekapitulasi Nilai Pra Siklus – Siklus II ............................................. 78

  • xiv

    DAFTAR GAMBAR

    Gambar 1.1.Bagan Rancangan PTK .................................................................. 10

    Gambar 2.1.Jendral Terauci ............................................................................... 39

    Gambar 2.2.Rumah Rengasdengklok ................................................................ 41

    Gambar 2.3.Pembacaan naskah Proklamasi ....................................................... 42

    Gambar 2.4.Ir.Soekarno ..................................................................................... 43

    Gambar 2.5.Drs. Mohammad Hatta .................................................................... 44

    Gambar 2.6.Ahmad Subardjo ............................................................................. 45

    Gambar 4.1.Diagram Batang Ketuntasan Belajar Siswa Pra Siklus - Siklus III ... 79

  • xv

    DAFTAR LAMPIRAN

    Lampiran 1. Riwayat Hidup Penulis ................................................................ 85 Lampiran 2. Surat Tugas Pembimbing Skripsi ................................................. 86 Lampiran 3. Surat Permohonan Izin Melakukan Penelitian ............................... 87 Lampiran 4. Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian ............................ 88 Lampiran 5. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus I ..................... 89 Lampiran 6. Lembar Kerja Kelompok Siklus I ................................................ 95 Lampiran 7. Data Lapangan Pelaksanaan Siklus I ........................................... 96 Lampiran 8. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus II .................. 102 Lampiran 9. Lembar Kerja Kelompok Siklus II ............................................. 109 Lampiran 10. Data Lapangan Pelaksanaan Siklus II ...................................... 111 Lampiran 11. Dokumentasi Kegiatan Proses Belajar Mengajar ..................... 116 Lampiran 12. Sampel Komik Pembelajaran .................................................... 122 Lampiran 13. Nilai SKK Mahasiswa ............................................................. 126 Lampiran 14. Data Nilai Pra Siklus ............................................................... 129 Lampiran 15. Lembar Konsultasi Skripsi ........................................................ 130

  • 1

    BAB 1

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang Masalah

    Pendidikan merupakan faktor penting dalam membentuk sumber daya

    manusia (SDM) yang berkualitas. Peningkatan kualitas sumberdaya manusia

    (SDM) di butuhkan guna mempersiapkan manusia yang berkarakter kuat

    dalam menghadapi pengaruh global. Pendidikan berkualitas dapat di tinjau

    dari komponen-komponen pendidikan di antaranya guru, siswa, bahan ajar,

    strategi atau metode pembelajaran. Tentu saja keberhasilan implementasi

    proses pembelajaran di dalam kelas tergantung pada kepiawaian guru dalam

    menggunakan metode, teknik, dan strategi pembelajaran (Susanto, 2013: 5).

    Dunia pendidikan adalah dunia yang penting di dalam kehidupan manusia,

    manusia yang selalu mengisi kehidupnya dengan belajar maka akan selalu

    berkembang menjadi pribadi yang lebih baik. Seperti firman Allah yang di

    terangkan pada QS. Al-‘Ankabut (29) : ayat 43.

    Artinya : “Dan perumpamaan-perumpamaan Ini kami buat untuk manusia;

    dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu”.

    Belajar berkaitan erat dengan proses mengajar didalam pembelajaran.

    Dimana mengajar merupakan segala hal yang di lakukan guru di dalam kelas.

    Belajar-Mengajar adalah Kegiatan Peserta didik dan Guru dalam rangka

  • 2

    mencapai tujuan tertentu (Nasution, 2008: 43). Guru sebagai pendidik

    memiliki tugas utama untuk membimbing mengarahkan, melatih, menilai dan

    mengevaluasi peserta didik.

    Pendidik (Guru) mempunyai tugas untuk memilih metode pembelajaran

    yang tepat sesuai dengan materi yang di sampaikan demi tercapainya tujuan

    pembelajaran. Pada proses mengajar dan interaksi edukatif, guru menjadi

    pelaksana dan penyelenggara (Nurochim, 2013: 119). Guru perlu memilih

    metode pembelajaran yang baik dengan memperhatikan karakteristik setiap

    mata pelajaran sebagai langkah untuk mengoptimalkan tujuan pembelajaran.

    Mata pelajaran yang juga perlu di perhatikan dalam penggunaan metode

    dalam pembelajaran salah satunya adalah mata pelajaran Ilmu Pengetahuan

    Sosial (IPS).

    Ilmu pengeahuan social merupakan satu mata pelajaran yang bersumber

    dari ilmu-ilmu sosial terpilih dan di padukan untuk kepentingan pendidikan

    dan pembelajaran (Wahidmurni, 2017: 15). Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

    berfungsi untuk memberikan bekal pengetahuan dan ketrampilan sosial dalam

    kehidupan sehari-hari (Rasimin, 2012: 40). Oleh karena itu sebaiknya siswa

    di bina sejak dini agar memiliki pengetahuan, ketrampilan dan keperdulian

    sosial yang berguna bagi dirinya dalam kehidupan bermasyarakat.

    Keberhasilan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) tergantung

    pada kreativitas guru dalam menerapkan metode pembelajaran yang tepat dan

    menarik. Metode pembelajaran di artikan sebagai cara yang di gunakan untuk

  • 3

    mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata dan

    praktis untuk mencaai tujuan pembelajaran (Rasimin, 2012: 86). Untuk itu

    dalam menerapkan metode pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) perlu

    memperhatikan kriteria dalam pembelajaran antara lain tujan pembelajaran,

    kebutuhan dan minat peserta didik agar tercapainya tujuan belajar. Salah satu

    metode yang dapat di terapkan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial

    (IPS) adalah metode Numbered Head Together (NHT).

    Metode Numbered Head Together (NHT) atau penomoran berfikir

    bersama adalah merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang di rancang

    mempengaruhi pola interaksi siswa dan sebagai alternaif terhadap sumber

    struktur kelas tradisional. (Jumanta, 2014: 176). Metode Numbered Head

    Together (NHT) perlu di terapkan ke dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan

    Sosial (IPS) yang notabenya mengadopsi ilmu-ilmu sosial, selain itu proses

    pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang bersifat tradisional atau

    terpaku pada buku perlu adanya alternatif untuk menghilangkan kejenuhan

    dari siswa. Untuk itu perlu adanya media pembelajaran sebagai alat pengantar

    informasi dan alternaif agar memudahkan guru dalam proses mengajar.

    Media pembelajaran merupakan sesuatu yang bersifat menyalurkan

    pesan dan dapat merangsang, pikiran dan kemauan audien (siswa) sehingga

    dapat mendorong terjadinya proses pembelajaran pada dirinya. Penggunaan

    media yang kreatif akan memungkinkan peserta didik lebih baik dala belajar

    dan dapat meningkatkan performa mereka sesuai tujuan yang ingin di capai.

    Penerapan media komik dalam mengiringi metode yang di gunakan akan

  • 4

    menunjang proses pembelajaran Ilmu Pengetauan Sosial (IPS). Media komik

    juga memiliki sifat sederhana, jelas dan mudah di fahami. (Asnawir, 2002:

    53). Untuk itu media komik dapat berfungsi sebagai media informative dan

    edukatif guna menunjang pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

    Berdasarkan hasil observasi pendahuluan bersama guru mata pelajaran

    Ilmu Pengetauan Sosial (IPS) di MI Miftahul Huda Sumberejo 01 pada hari

    Senin tanggal 01 April 2018, Etik Faridatul Kumala,S.Pd.I, yaitu di dalam

    pelaksanakan pembelajaran khususnya pada mata pelajaran Ilmu Pengetauan

    Sosial (IPS) belum menggunakan metode pembelajaran yang berfariasi.

    Pembelajaran dilaksanakan hanya dengan metode ceramah, tanya jawab, dan

    penugasan. Siswa hanya berperan sebagai penerima materi dan tidak dilatih

    untuk saling berdiskusi. Kondisi tersebut yang menyebabkan siswa pasif,

    jenuh, dan merasa sulit memahami materi, sehingga sebagian dari nilai

    ulangan siswa masih dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Terbukti

    dari hasil belajar siswa pada materi peristiwa sekitar proklamasi dan

    kemerdekaan masih banyak di bawah KKM yaitu dari 24 siswa hanya 10

    siswa yang dapat mencapai KKM, sedangkan 14 siswa masih di bawah KKM.

    Nilai KKM mata pelajaran Ilmu Pengetauan Sosial (IPS) di MI Miftahul

    Huda Sumberejo 01 adalah 65.

    Berdasarkan dari permasalahan tersebut, maka untuk menciptakan

    pembelajaran yang lebih bermakna adalah dengan mencoba menerapkan

    metode pembelajaran Numbered Head Together (NHT). Metode Numbered

    Head Together (NHT) atau penomoran berfikir bersama adalah merupakan

  • 5

    jenis pembelajaran kooperatif yang di rancang mempengaruhi pola interaksi

    siswa dan sebagai alternaif terhadap sumber struktur kelas tradisional.

    (Jumanta, 2002: 176). Kelebihan dari mtode ini antaranya melatih siswa

    untuk dapat bekerja sama dan menghargai pendapat orang lain, memupuk

    rasa kebersamaan dan membuat siswa menjadi terbiasa dengan perbedaan.

    Penerapan media digunakan sebagai upaya peningkatan atau mempertinggi

    mutu proses kegiatan belajar mengajar. Media komik di pandang sebagai

    alternative dalam pembelajaran Ilmu Pengetauan Sosial (IPS) yang berkarater

    luas dari segi materi yang biasa di sajikan dalam bentuk texs buku. Pemilihan

    kelas di anggap tepat kaitanya dalam penerapkan metode Numbered Head

    Together (NHT) melauli media Komik. Kelas V merupakan taraf kelas tinggi

    di jenjang pendidikan dasar maka seyogyanya siswa dilatih rasa tanggung

    jawab, kemampuan bertukar pikiran dalam menyelesaian persoalan, dan

    keaktifan dalam kegiatan belajar.

    Materi Peristiwa Sekitar Proklamasi Kemerdekaan berkaitan dengan

    proses terjadinya kemerdekaan dan perjuangan para tokoh pahlawan untuk

    memerdekakan Negara Indonesia. Maka dalam mengikuti pelajaran materi ini

    sangat diperlukan minat dan perhatian siswa agar dapat mengetahui peristiwa

    ,tokoh dan proses kejadian kemerdekaan Indonesia. Siswa dilatih berdiskusi

    pada metode pembelajaran ini untuk memecahkan persoalan yang kaitanya

    dengan kejadian kemerdekaan di Indonesia. Selain itu dengan diadakannya

    inovasi pembelajaran diharapkan akan membangkitkan semangat siswa dalam

  • 6

    mempelajari materi dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru,

    sehingga siswa dapat menerima dan memahami materi dengan baik.

    Berdasarkan uraian tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan

    penelitian tindakan kelas dengan judul “Peningkatan Hasil Belajar IPS

    Materi Peristiwa Sekitar Proklamasi Kemerdekaan Melalui Metode

    Numbered Head Together (NHT) Dengan Media Komik Pada Siswa Kelas V

    Semester 2 MI Miftahul Huda Sumberejo 01 Kec.Pabelan Kab. Semarang

    Pelajaran Tahun 2018”.

    B. Rumusan Masalah

    Apakah penerapan metode pembelajarn Numbered Head Together

    (NHT) Dengan Media Komik dapat meningkatkan hasil belajar siswa mata

    pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) materi peristiwa sekitar proklamasi

    kemerdekaan kelas V MI Miftahul Huda Sumberejo 01 Tahun 2018?

    C. Tujuan Penelitian

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar

    Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) materi peristiwa sekitar proklamasi

    kemerdekaan melalui Metode Numbered Head Together (NHT) dengan

    media komik pada siswa kelas V MI Miftahul Huda Sumberejo 01 Tahun

    2018.

  • 7

    D. Manfaat penelitian

    Manfaat penelitian adalah sesuatu yang dapat memberi faedah dan

    mendatangkan keuntungan baik bagi peneliti, lembaga tertentu, maupun bagi

    orang lain. Oleh sebab itu, manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini

    sebagai berikut:

    1. Manfaat Teoritis

    Hasil dari penelitian ini diharapkan mampu memperbaiki kualitas

    pembelajaran di Indonesia dengan memberikan sumbangsih keilmuan

    mengenai metode pembelajaran yang tepat untuk mata pelajaran Ilmu

    Pengetahuan Sosial (IPS).

    2. Manfaat Praktis

    a. Bagi Siswa

    1) Meningkatkan hasil belajar siswa;

    2) Meningkatkan keaktifan siswa dalam kegiatan belajar sehingga

    belajar meningkat;

    3) Meningkatkan pemahaman siswa tentang materi peristiwa sekitar

    proklamasi kemerdekaan.

    b. Bagi Guru

    1) Memberikan masukan bagi guru untuk menciptakan suasana belajar

    yang menyenangkan dan menarik minat belajar siswa;

    2) Meningkatkan kreatifitas guru dalam melakukan pendekatan

    terhadap materi pelajaran;

  • 8

    3) Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan profesionalisme guru

    dalam mengajar.

    c. Bagi peniliti

    1) Meningkatkan kreatifitas peniliti dalam menyampaiakan materi;

    2) Menambah ilmu yang bermanfaat untuk penerapan pembelajaran

    yang di gunakan di kemudian hari.

    d. Bagi Sekolah

    1) Memberikan solusi permasalahan pembelajaran Ilmu Pengetahuan

    Sosial (IPS) di tingkat SD/MI sehingga dapat meningkatkan

    profesionalisme guru;

    2) Meningkatkan mutu sekolah melalui peningkatan hasil belajar

    siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS);

    3) Mengangkat nama baik sekolah karena dapat mengembangkan

    metode yang tepat sehingga hasil belajar siswa meningkat.

    E. Hipotesis Tindakan dan Indikator Keberhasilan

    1. Hipotesis Tindakan

    Hipotesis dari rumusan masalah ini adalah : “Metode Numbered Head

    Together (NHT) dengan media komik diterapkan dengan baik pada mata

    pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) materi peristiwa sekitar

    proklamasi kemerdekaan dapat meningkatan hasil belajar pada siswa kelas

    V MI Miftahul Huda Sumberejo 01 Tahun 2018.

  • 9

    2. Indikator Keberhasilan

    Indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas ini adalah: “Adanya

    peningkatan hasil belajar siswa kelas V MI Miftahul Huda Sumberejo 01

    setelah menerapkan metode Numbered Head Together (NHT) dengan media

    komik pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) materi peristiwa

    sekitar proklamasi kemerdekaan. Sebanyak ≥ 85% siswa mencapai nilai

    kriteria ketuntasan minimal (KKM).

    F. Metode Penelitian

    1. Rancangan Penelitian

    Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

    (Aqib, 2008: 18) menyatakan bahwa PTK merupakan salah satu cara yang

    strategis bagi guru untuk memperbaiki layanan kependidikan yang harus

    diselenggarakan dalam konteks pembelajaran di kelas dan peningkatan

    kualitas program sekolah secara keseluruhan.

    Alasan peneliti menggunakan jenis PTK adalah untuk memperbaiki

    dan meningkatkan mutu pembelajaran yang dilakukan oleh guru di dalam

    kelas dengan cara menerapkan metode Numbered Head Together (NHT)

    sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat terutama pada mata pelajaran

    Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) materi peristiwa sekitar proklamasi

    kemerdekaan. Penelitian Tindakan Kelas yang digunakan adalah jenis

    kolaboratif, dimana peneliti bertindak sebagai pengamat.

    (Arikunto, 2014: 16) memberikan empat tahapan penting, meliputi;

    (1) Planning (rencana), (2) Action (tindakan), (3) Observation (pengamatan)

  • 10

    dan (4) Reflektion (refleksi).Tahapan tersebut dapat ditampilkan pada

    gambar 1.1.

    Gambar 1.1. Bagan Rancangan PTK (Sumber: Arikunto, dkk, 2014: 16)

    2. Subjek Penelitian

    a. Siswa kelas V MI Miftahul Huda Sumberejo 01 pada mata pelajaran

    Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) materi peristiwa sekitar proklamasi

    kemerdekaan. Jumlah siswa kelas V ada 24 siswa meliputi 13 siswa

    perempuan dan 11 siswa laki-laki.

    b. Guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di MI Miftahul Huda

    Sumberejo 01 juga sebagai wali kelas V. Peneliti dapat berkolaborasi

    dengan Ibu Etik Faridatul Kumala,S.Pd.I, sehingga metode pembelajaran

    ini dapat diterapkan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

    Perencanaan

    Pengamatan

    SIKLUS I

    SIKLUS II

    Pelaksanaan

    Pelaksanaan

    Pengamatan

    Refleksi

    Refleksi

    ?

    Perencanaan

  • 11

    3. Langkah-Langkah Penelitian

    a. Perencanaan

    Tahap perencanaan ini peneliti menjelaskan tentang apa, mengapa,

    kapan, di mana, oleh siapa, dan bagaimana tindakan tersebut dilakukan.

    Penelitian yang ideal sebetulnya dilakukan secara berpasangan antara

    pihak yang melakukan tindakan dan pihak yang mengamati proses

    jalannya tindakan. Istilah untuk cara ini adalah penelitian kolaborasi.

    Cara ini dikatakan ideal karena adanya upaya untuk mengurangi unsur

    subjektivitas pengamat serta mutu kecermatan amatan yang dilakukan

    (Arikunto, dkk, 2014: 17).

    Tahap perencanaan terdiri dari beberapa kegiatan antara lain:

    1) Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode

    Numbered Head Together (NHT);

    2) Menyiapkan media pembelajaran komik;

    3) Menyiapkan fasilitas dan sarana pendukung yang diperlukan saat

    proses pembelajaran berlangsung;

    4) Menyiapkan lembar observasi guru dan siswa untuk mengetahui

    kondisi saat proses pembelajaran melalui metode Numbered Head

    Together (NHT) dengan media komik berlangsung;

    5) Perencanaan tindakan pembelajaran melalui metode Numbered Head

    Together (NHT) dengan media komik;

    6) Melakukan evaluasi terhadap pembelajaran melalui metode Numbered

    Head Together (NHT) dengan media komik.

  • 12

    b. Pelaksanaan

    Tahap pelaksanaan merupakan tahap implementasi atau penerapan

    isi rancangan yaitu mengenai tindakan di kelas. Hal yang perlu diingat

    pada tahap ini adalah bahwa guru harus ingat dan berusaha menaati apa

    yang sudah dirumuskan dalam rancangan, tetapi harus pula berlaku

    wajar, tidak dibuat-buat (Arikunto, dkk, 2014: 18). Pelaksanaan tindakan

    pada penelitian ini akan diterapkan melalui metode Numbered Head

    Together (NHT) dengan melalui media komik sebagai alat bantu dalam

    menyampaikan materi.

    c. Pengamatan

    Pengamatan dalam penelitian tindakan kelas adalah pengumpulan

    data yang berkaitan dengan perubahan yang terjadi selama proses belajar

    mengajar berlangsung. (Daryanto, 2011: 27) berpendapat bahwa data

    yang dikumpulkan dapat berupa data kuantitatif (hasil tes, ulangan

    harian, dan presentasi) dan data kualitatif (partisapi siswa dalam

    pembelajaran, lembar observasi guru selama proses pembelajaran, dan

    keaktifan siswa).

    d. Refleksi

    Tahap ini merupakan kegiatan untuk mengemukakan kembali apa

    yang sudah dilakukan. Istilah refleksi berasal dari kata bahasa Inggris

    reflection, yang artinya pemantulan. Kegiatan refleksi sangat tepat

    dilakukan ketika guru pelaksana sudah selesai melakukan tindakan,

    kemudian berhadapan dengan peneliti untuk mendiskusikan implemetasi

  • 13

    rancangan tindakan (Arikunto, 2014: 19). Bagian refleksi dilakukan

    analisis data mengenai proses, masalah, dan hambatan yang dijumpai dan

    dilanjutkan dengan refleksi terhadap dampak pelaksanaan tindakan yang

    dilaksanakan (Aqib, 2008: 32). Apabila indikator keberhasilan yang telah

    ditetapkan belum tercapai, maka PTK akan dilanjutkan pada siklus

    berikutnya pada waktu yang berbeda melalui tahap-tahap yang sama

    dengan siklus sebelumnya dengan materi yang berbeda-beda pada setiap

    siklusnya.

    4. Instrumen Penelitian

    Instrumen adalah alat yang digunakan oleh guru atau observer untuk

    mengukur dan mengambil data yang akan dimanfaatkan untuk menetapkan

    keberhasilan dari rencana tindakan yang dilakukan. Instrumen yang

    digunakan dalam penelitian ini terdiri dari:

    a. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) menggunakan metode

    Numbered Head Together (NHT) dengan media komik;

    b. Media Komik mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) materi

    peristiwa sekitar proklamasi kemerdekaan;

    c. Lembar tes evaluasi pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) materi

    peristiwa sekitar proklamasi kemerdekaan;

    d. Lembar Kerja Klompok Siswa saat proses pembelajaran melalui metode

    Numbered Head Together (NHT) dengan media komik;

    e. Lembar observasi terhadap guru pada saat menerapkan metode Numbered

    Head Together (NHT) dengan media komik;

  • 14

    f. Lembar observasi terhadap siswa pada saat proses pembelajaran melalui

    metode Numbered Head Together (NHT) dengan media komik.

    5. Pengumpulan Data

    Data merupakan informasi-informasi tentang objek penelitian. Data

    digunakan untuk menjawab masalah-masalah yang dirumuskan dan untuk

    menguji hipotesis. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan

    metode:

    a. Tes

    Tes dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui hasil belajar

    siswa kelas V MI Miftahul Huda Sumberejo 01 pada mata pelajaran Ilmu

    Pengetahuan Sosial (IPS), materi peristiwa sekitar proklamasi

    kemerdekaan menggunakan metode Numbered Head Together (NHT)

    dengan media komik.

    b. Observasi

    Observasi digunakan untuk memperoleh informasi yang

    berhubungan dengan kegiatan siswa selama proses pembelajaran dengan

    menggunakan metode Numbered Head Together (NHT) dengan media

    komik, hasil pengamatan akan dilaporkan dalam catatan lapangan.

    c. Dokumentasi

    Dokumentasi ditujukan untuk memperoleh data langsung dari

    tempat penelitian. Dokumentasi digunakan untuk memotret kegiatan

    yang berlangsung saat pembelajaran dan untuk menemukan gambaran

    tentang MI Miftahul Huda Sumberejo 01.

  • 15

    6. Analisis Data

    Analisis tindakan keberhasilan atau hasil siswa, dilakukan dengan cara

    memberikan evaluasi berupa soal tes tertulis pada setiap akhir pelajaran.

    Untuk menganalisis tingkat keberhasilan siswa atau persentase keberhasilan

    siswa setelah proses belajar mengajar setiap putaranya dilakukan dengan

    memberikan evaluasi berupa tes soal tertulis pada setiap akhir putaran.

    Analisis ini dihitung menggunakan statistik sederhana dijelaskan

    dalam (Daryanto, 2011: 191-192). yaitu:

    1. Menghitung nilai rata-rata kelas :

    �̅ =∑�

    ∑�

    Keterangan :

    �� = Nilai rata-rata

    ∑� = Jumlah nilai semua siswa

    ∑� = Jumlah siswa

    2. Ketuntasan belajar klasikal

    P =∑����������������������

    ∑������100%.

    Keterangan :

    P = Presentase ketuntasan klasikal

  • 16

    G. Sistematika Penulisan

    a. BAB I PENDAHULUAN berisi tentang latar belakang masalah, rumusan

    masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, hipotesis tindakan dan

    indicator keberHASILAN, metode penelitian dan sistematika penelitian.

    b. BAB II LANDASAN TEORI berisi tentang kajian teori dan kajian pustaka

    tentang peningkatan hasil belajar ips materi peristiwa sekitar proklamasi

    kemerdekaan melalui metode numbered head together (NHT) dengan

    media komik

    c. BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN berisi profil Madrasah,deskripsi

    pra-siklus, deskripsi rencana pelaksanaan siklus I dan deskripsi rencana

    pelaksanaan siklus II.

    d. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN berisi tentang

    deskripsi hasil pelaksanaan setiap siklus, dan pembahasan.

    e. BAB V PENUTUP berisi tentang kesimpulan mengenai hasil peneltian

    dan saran yang peneliti berikan kepada beberapa pihak yang terkait.

  • 17

    BAB II

    LANDASAN TEORI

    A. Kajian Teori

    1. Pengertian Belajar

    a. Definisi Belajar

    Definisi belajar menurut bahasa adalah berusaha memperoleh

    kepandaian atau ilmu, berubah tingkah laku atau tanggapan yang di

    sebabkan oleh pengalaman yang tertera dalam (Nurochim, 2013: 6).

    Definisi ini mengandung makna dimana belajar merupakan usaha untuk

    memperoleh ilmu di sertai dengan perubahan tingkah laku yang

    diperoleh dari pengalaman. Menurut Sardiman (2009: 20) Belajar

    adalah perubahan tingkah laku atau penampilan, dengan serangkaian

    kegiatan misalnya dengan membaca, mengamati, mendengarkan,

    meniru dan lain sebagainya.

    Menurut Gagne, belajar dapat didefinisikan sebagai suatu proses

    dimana suatu organisme berubah perilakunya sebagai akibat dari sebuah

    pengalaman. Menurut Burton dan Usman dan setiyawati, belajar dapat

    diartikan sebagai perubahan tingkah laku pada diri individu dengan

    individu lain dan individu dengan lingkungannya sehingga mereka

    lebih mampu berinteraksi dengan lingkungannya (Susanto, 2013: 3).

    Berdasarkan beberapa pendapat tentang pengertian belajar di

    atas dapat dipahami bahwa belajar adalah proses untuk memperoleh

    ilmu atau perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman yang

    terjadi pada setiap diri seseorang.

  • 18

    b. Tujuan Belajar

    Dalam usaha pencapaian tujuan belajar perlu di ciptakan adanya

    system lingkungan belajar yang kondusif. Secara umum tujuan belajar

    ada tiga jenis menurut Sardiman (2009: 28) antara lain :

    1) Mendapatkan Pengetahuan

    Hal ini ditandai dengan kemampuan berpikir. Pemilikan

    pengetahuan dan kemampuan berpikir sebagai bagian yang tidak

    dapat dipisahkan. Tidak dapat mengembangkan kemampuan berpikir

    tanpa pengetahuan, sebaliknya dari kemampuan cara berpikir akan

    memperkaya pengetahuan.

    2) Penanaman Konsep dan Keterampilan

    Penanaman konsep atau merumuskan konsep, memerlukan

    suatu keterampilan. Keterampilan yang bersifat jasmani maupun

    rohani. Keterampilan jasmaniah adalah keterampilan-keterampilan

    yang dapat dilihat, diamati, sehingga akan menitikberatkan pada

    keterampilan gerak/penampilan dari anggota tubuh seseorang yang

    sedang belajar. Sedangkan keterampilan rohani lebih rumit, karena

    tidak selalu berurusan dengan masalah-masalah keterampilan yang

    dapat dilihat bagaimana ujung pangkalnya, tetapi lebih abstrak,

    menyangkut persoalan-persoalan penghayatan, dan keterampilan

    berpikir serta kreativitas untuk menyelesaikan dan merumuskan

    suatu masalah atau konsep.

  • 19

    3) Pembentukan Sikap

    Kecakapan dalam mengarahkan motivasi dengan tidak lupa

    menggunakan pribadi guru itu sendiri sebagai contoh sangat penting

    dalam menumbuhkan sikap mental, perilaku dan pribadi anak didik.

    Pembentukan sikap mental dan perilaku anak didik, tidak akan

    terlepas dari soal penanaman nilai-nilai. Guru tidak sekadar pengajar

    tetapi betul-betul sebagai pendidik yang akan memindahkan nilai-

    nilai itu kepada anak didiknya. Dilandasi dengan nilai-nilai itu, anak

    didik akan bertumbuh kesadaran, untuk mempraktikkan segala

    sesuatu yang sudah dipelajarinya.

    c. Ciri-ciri Belajar

    Individu dikatakan belajar dengan di lihat dengan ciri belajar

    menurut Nurochim, (2013: 7-8) antara lain:

    1) Adanya kemampuan baru atau perubahan. Perubahan tingkah laku

    bersifat (kognitif), ketrampilan (psikomotorik), maupun nilai dan

    sikap (afektif).

    2) Perubahan itu tidak berlangsung sesaat saja melainkan menetap atau

    dapat di simpan.

    3) Perubahan ini tidak terjadi begitu saja melainkan harus dengan

    usaha. Perubahan terjadi akibat interaksi dengan lingkungan.

    4) Perubahan tidak semata-mata di sebabkan oleh pertumbuhan fisik/

    kedewasaan, tidak karena kelelahan, penyakit atau pengaruh obat

    obatan.

  • 20

    2. Pengertian Hasil Belajar

    a. Definisi Hasil Belajar

    Hasil belajar merupakan perubahan perilaku baik peningkatan

    pengetahuan, perbaikan sikap, maupun peningkatan keterampilan yang

    dialami siswa setelah menyelesaikan kegiatan pembelajaran. Hasil

    belajar sering disebut juga dengan prestasi belajar tidak dapat dipisahkan

    dari perbuatan belajar, karena belajar merupakan suatu perubahan sikap

    dan tingkah laku seseorang berdasarkan pengalamannya (Hosnan, 2014:

    158).

    Hasil belajar yaitu perubahan-perubahan yang terjadi pada diri

    siswa, baik yang menyangkut aspek kognitif, afektif, dan psikomotor

    sebagai hasil dari kegiatan belajar. Pengertian tentang hasil belajar

    sebagaimana diuraikan tersebut dipertegas lagi oleh K. Brahim dalam

    Susanto (2013: 5) yang menyatakan bahwa hasil belajar dapat diartikan

    sebagai tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran di

    sekolah yang dinyatakan dalam skor yang diperoleh dari hasil tes

    mengenal sejumlah materi pelajaran tertentu.

    Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil belajar

    adalah perubahan yang terjadi pada diri siswa baik peningkatan aspek

    kognitif, afektif, maupun psikomotoriknya sebagai hasil dari kegiatan

    belajar.

  • 21

    b. Faktor-faktor yang Memengaruhi Hasil Belajar

    Hasil belajar yang di capai seseorang merupakan hasil interaksi

    bebagai factor yang mpengaruhinya. Menurut Hamdani (2011; 1399)

    factor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar dapat digolongkan

    menjadi dua bagian, yaitu factor dari dalam (intern) dan factor dari luar

    (ekstern)

    1) Faktor Internal

    Faktor Internal adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam

    diri individu dan dapat memengaruhi hasil belajar individu. Faktor-

    faktor internal meliputi fisiologi dan psikologi. Faktor fisiologis

    adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan kondisi fisik

    indivudu. Sedangkan factor psikologis adalah keadaan psikologis

    seseorang yang dapat memengaruhi proses belajar. Beberapa faktor

    psikologis yang utama memengaruhi proses belajar adalah

    kecerdasan siswa, motivasi, minat, sikap, dan bakat. (Baharuddin

    dan Wahyuni, 2008: 19-20).

    2) Faktor Eksternal

    Faktor Eksternal adalah segala factor yang berada di luar diri

    siswa yang memberikan pengaruh terhadap aktivitas dan hasil

    belajar yang dicapai oleh siswa. Beberapa factor ekstern yang

    mempengaruhi hasil belajar adalah factor guru, factor lingkungan

    social, factor kurikulum sekolah, dan factor sarana dan prasarana

    (Aunurrahman 2016: 188).

  • 22

    Berdasarkan beberapa pendapat para ahli dapat disimpulkan

    bahwa terdapat beberapa faktor yang memengaruhi proses dan hasil

    belajar siswa. Factor yang mempengaruhi belajar dibedakan menjadi

    dua yaitu factor internal dan factor eksternal. Dapat di ambil contoh

    Factor intern di antaranya adalah motivasi, kosnentrasi dan kebiasaan

    siswa kemudian factor ekstern guru, sarana dan prasarana.

    3. Pengertian Metode Numbered Head Together (NHT)

    a. Definisi Metode Numbered head together (NHT)

    Numbered head together (NHT) atau penomoran berfikir

    bersama adalah merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang di

    rancang memengaruhi pola interaksi siswa dan sebagai alternative

    terhadap sumber struktur kelas tradisional. (Jumanta, 2014: 175).

    Menurut Rahayu dibaca dalam (Yusuf dkk, 2006: 135) Number Head

    Together (NHT) adalah metode pembelajaran yang mengedepankan

    kepada aktivitas siswa dalam mencari, mengolah, dan melaporkan

    informasi dari berbagai sumber yang dipresentasikan di depan kelas.

    Pembelajaran Numbered head together (NHT) merupaka

    bagian dari model pembelajaran kooperatif structural, yang

    menekankan pada struktur- struktur khusus yang di rancang untuk

    mempengaruhi pola interaksi siswa. Menurut (Aris, 2014: 107) Metode

    Numbered head together(NHT) merupakan suatu metode pembelajaran

    berkelompok yang setiap anggota kelompoknya bertanggung jawab

    atas tugas kelompoknya, sehingga tidak ada pemisahantara siswa yang

  • 23

    satu dengan yang laindalam satu kelompok untuk saling member dan

    menerima antara satu dengan lainya.

    Pembelajaran menggunakan Metode Numbered head together

    (NHT) memberikan inovasi pada proses pembelajaran yang bersifat

    tradisional atau hanya bersumber dari keterangan guru, sehingga

    berpengaruh dalam hasil pembelajaran.

    b. Langkah langkah penerapan Metode Numbered Head Together

    (NHT)

    Langkah-langkah penerapan metode pembelajaran Numbered

    head together (NHT) di kembangkan oleh Ibrahim dalam (Jumanta,

    2014: 175) menjadi enam langkah sebagai berikut :

    1) Tahap 1 Persiapan.

    Dalam tahap pertama ini guru mempersiapkan rancangan

    pelajaran dengan membuat scenario pembelajaran, lembar kerja

    siswa (LKS) yang sesuai dengan metode Numbered head together

    (NHT).

    2) Tahan 2 Pembentukan kelompok.

    Dalam pembentukan kelompok di sesuaikan dengan metode

    pembelajaran Numbered head together (NHT). Guru membagi para

    siswa menjadi beberapa kelompok yang berbeda. Penomoran

    adalah hal utama dalam Numbered head together (NHT), dalam

    tahap ini guru membagi siswa lima orang atau di sesaikan dengan

    kondisi siswa dan memberi siswa nomor sehingga setiap siswa

  • 24

    dalam tim memiliki nomor yang berbeda-beda, sesuai dengan

    jumlah siswa di dalam kelompok. Kelompok yang di bentuk

    merupakan percampuran yang di tinjau dari latar belakang social,

    ras, suku, jenis kelamin dan kemampuan belajar. Selain itu, dalam

    pembentukan kelompok di gunakan nilai tes awal (pre-tes) sebagai

    dasar dalam membentuk masing-masing kelompok.

    3) Tahap 3 Tiap kelompok harus memiliki buku paket

    Dalam pembentukan kelompok, tiap kelompok harus memiliki

    buku pake, dalam pelaksanaanya peneliti menggunakan media

    komik agar memudahkan siswa dalam menyelesaikan LKS atau

    masalah yang di berikan oleh guru.

    4) Tahap 4 Diskusi masalah

    Dalam kerja kelompok, guru membagikan LKS kepada setiap

    siswa sebagai bahan yang akan di pelajari. Dalam kerja kelompok,

    setiap siswa berfikir bersama untuk menggambarkan dan

    menyakinkan bahwa tiap orang mengetahui jawaban dari

    pertanyaan yang telah ada dalam LKS atau pertanyaan yang telah

    di berikan oleh guru. Pertanyaan dapat bervariasi, dari yang

    bersifat spesifik sampai yang bersifat umum.

    5) Tahap 5 Memanggil nomor anggota atau pemberian jawaban

    Dalam tahap ini, guru menyebut satu nomor dan para siswa dari

    setiap kelompok dengan nomor yang sama mengangkat tangan dan

    menyiapkan jawaban kepada siswa di kelas.

  • 25

    6) Tahap 6 memberi kesimpulan

    Guru bersama siswa menyimpulkan jawaban akhir dari semua

    pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang disajikan.

    c. Kelebihan dan kekurangan Metode Numbered Head Together

    (NHT).

    1) Kelebihan Numbered Head Together (NHT)

    Dalam menggunakan metode Numbered Head Together (NHT)

    memiliki beberapa kelebihan, dalam (Jumanta, 2014: 177) yaitu;

    a). Melatih siswa untuk bekerja sama dan menghargai pendapat

    orang lain,

    b). Melatih siswa untuk biasa menjadi tutor sebaya,

    c). Memupuk rasa kebersamaan,

    d). Membuat siswa menjadi terbiasa dengan perbedaan.

    2) Kelemahan Numbered Head Together (NHT).

    Dalam menggunakan Numbered Head Together (NHT) terdapat

    beberapa kelemahan yang harus diwaspadai, hal ini di lakukan agar

    tidak terjadi hal hal yang tidak di inginkan dalam pembelajaran, di

    antarnya;

    a). Siswa yang sudah terbiasa dengan cara konvensional akan

    sedikit kewalahan.

    b). Guru harus bisa memfasilitasi siswa dalam pembelajaran.

    c). Tidak semua mendapat giliran menjawab pertanyaan guru.

  • 26

    4. Pengertian Media

    a. Pengertian Media

    Kata media merupakan bentuk jamak dari kata mediu. Medium

    dapat didefinisikan sebagai perantara atau pengantar terjadinya

    komunikasi dari pengirim ke penerima (Daryanto 2013: 4). Association

    for Edocation and Cominication Technology (AECT) mendefinisikan

    media yaitu segala bentuk yang dipergunakan untuk proses penyaluran

    informasi. Sedangkan menurut Educationon Association (NEA) dalam

    (Asnawir, 2002: 11) mendefinisikan sebagai benda yang dapat

    dimanipulasikan, dilihat, didengar, dibaca atau dibicarakan beserta

    instrument yang dipergunakan dengan baik dalam kegiatan belajar

    mengajar, dapat mempengaruhi efektifitas program instructional.

    Berdasarkan definisi-definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan

    bahwa media merupakan sesuatau yang bersifat menyalurkan pesan

    dan dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan audien (siswa)

    sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada dirinya.

    b. Kriteria Pemilihan Media

    Ada beberapa hal yang harus di perhatikan dalam memilih media,

    antara lain; tujuan pembelajaran yang ingin di capai, ketepatgunaan,

    kondisi siswa, ketersediaan prangkat keras (hardware) dan prangkat

    lunak (software), mutu teknis dan biaya.

  • 27

    Oleh sebab itu, beberapa pertimbangan menurut (Asnawir, 2002:

    13) yang perlu diperhatikan antara lain :

    1) Media yang dipilih hendaknya selaras dengan menunjang tujuan

    pembelajaran yang ditetapkan.

    2) Aspek materi menjadi pertimbangan yang di anggap penting dalam

    media. Sesuai atau tidaknya materi dengan media yang digunakan

    akan berdampak pada hasil pembelajaran siswa.

    3) Kondisi siswa dari segi subjek belajar, seperti kondisi umur,

    intelegensi, latar belakang pendidikan, budaya dan lingkunngan

    anak.

    4) Ketersediaan media di sekolah atau memungkinkan bagi guru

    mendesain sendiri media yang akan di pergunakan.

    5) Media yang dipilih seharusnya dapat menjelaskan apa yang akan di

    sampaikan kepada audien (siswa) secara tepat dan berhasil.

    6) Biaya yang akan di keluarkan dalam pemanfaatan media harus

    seimbang hasil yang akan di capai.

    c. Fungsi Media

    Media pembelajaran di gunakan untuk menunjang proses belajar

    memilki beberapa fungsi, antara lain :

    1) Alat bantu dalam proses kegiatan belajar mengajar guna

    menunjang keberhaasilann pembelajaran.

    2) Sarana yang memberikan pengalaman visual kepada audien (siswa)

    dalam proses pembelajaran.

  • 28

    3) Mendorong motivasi belajar siswa agar lebih semangat dan tertarik

    dalam mengikuti proses pembelajaran.

    4) Memperjelas penyampaian materi pembelajaran kepada audien

    (siswa) yang di berikan oleh guru.

    5) Mempermudah konsep yang kompleks dan abstrak menjadi

    sederhana, konkrit dan mudah dipahami.

    Dengan demikian media dapat berfungsi untuk mempertinggi daya

    serap audien (siswa) terhadap materi pembelajaran.

    d. Klasifikasi Media

    Menurut Rudi Brets dalam mengklasifikasikan cirri utama media

    pada tiga unsure pokok yaitu suara, visual dan gerak. Selain media

    pengajaran di klasifikasikan menjadi 4 menurut Oemar Hamalik dalam

    (Asnawir, 1985: 63), yaitu :

    1) Alat-alat visual yang dapat di lihat, misalnya filmstrip, micro

    projection, papan tulis, bulletin board, gambar-gambar, ilustrasi,

    grafik, poster, peta, komik dan globe.

    2) Alat-alat yang bersifat auditif atau hanya dapat di dengar misalnya;

    transkripsi electris, radio, rekaman pada tape recorder.

    3) Alat-alat yang bias dilihat dan di dengar, misalnya film dan televisi.

    4) Dramatisasi, bermain peranan, sosiodrama, sandiwara boneka dan

    sebagainya.

  • 29

    5. Pengertian Komik

    a. Definisi Komik

    Komik adalah suatu bentuk sajian cerita dengan seri gambar

    yang lucu. Buku komik menyediakan cerita-ceritanya yang sederhana,

    mudah ditangkap dan dipahami isinya sehingga sangat digemari baik

    oleh anak-anak maupun orang dewasa. Menurut McClod dalam

    Maharsi (2005: 51) komik adalah gambar-gambar dan lambang-

    lambang lain yang terjukstaposisi (berdekatan, berseblahan) dalam

    urutan tertentu yang bertujuan untuk memberikan informasi atau untuk

    mencapai tanggapan estetis dari para pembaca.

    Menurut Asnawir (2002: 127) komik didefiniskan sebagai

    bentuk kartun yang mengungkapkan karakter dan menerapkan suatu

    cerita dalam urutan yang erat hubunganya dengan gambar dan

    dirancang untuk memberikan hiburan kepada para pembaca, pada

    awalnya komik di ciptakan bukan untuk kegiatan pembelajaran namun

    untuk kepentingan hiburan semata.

    Komik dapat dibedakan menjadi komik komersial dan komik

    pendidikan. Komik komersial jauh lebih diperlukan dipasaran, karena

    bersifat personal, menyediakan humor yang kasar, dikemas dengan

    bahasa percakapan dan bahasa pasaran. Sedangkan komik pendidikan

    cenderung menyediakan isi yang bersifat informative. Komik

    pendidikan banyak diterbitkan oleh industry, dinas kesehatan,

    lembaga-lembaga non profit (Daryanto, 2013:27).

  • 30

    b. Elemen dalam komik

    Komik memiliki elemen tersendiri yang perlu di perhatikan

    dalam proses pembuatan, dalam Maharsi (2011: 75) yaitu :

    1) Panel

    Panel adalah kotak yang berisi ilustrasi dan teks yang

    nantinya membentuk sebuah alur cerita. Panel bias dikatakan

    sebagai frame atau representasi dari kejadian-kejadian utama dari

    cerita yang terdapat dalam komik tersebut.

    2) Sudut pandang

    Komik dikatakan sebagai citra visual yang filmis, artinya

    logika gerak gerik kamera film bias di terapkan dalam visualisasi

    komik. Dengan demikian aspek kekayaan bahasa penuturan secara

    dramatis mampu dihasilkan jika pemilihan sudut pandang sesuai

    dengan adegan yang muncul dalam panel kimik.

    3) Parit

    Istilah parit merujuk pada ruang sela inilah yang

    menumbuhkan imajinasi pembaca, dua gambar yang terpisah

    dalam panel diubah pembaca untuk menjadi sebuah gagasan yang

    sesuai dengan interpretasi pembaca sendiri.

  • 31

    4) Balon kata

    Dalam setiap komik gambar dan kata menjadi unsur

    utamanya. Di mana keduanya saling mendeskripsikan satu sama

    lain. Di dalam kata inilah materi yang akan kita sampaikan akan

    diletakkan sesuai dengan karakter yang berbicara, sehingga

    menunjukkan dialog antar tokoh.

    5) Ilustrasi

    Ilustrasi adalah seni gambar yang dipakai untuk member

    penjelasan atas suatu tujuan atau maksud tertentu secara visual.

    6) Cerita

    Komik merupakan sebuah medium narasi visual dari

    komik, komik juga dikatakan sebagai gambar. Dengan demikian

    terdapat dua hal yang menjadi unsur dasar terbentuknya komik

    yaitu gambar dan narasi cerita.

    7) Symbolia

    Symbolia adalah reoresentasi ikon yang digunakan dalam

    komik dan kartun.

    8) Ekspresi wajah karakter

    Di sini adalah saat di mana kita menentukan ekspresi dari

    perasaan sang karakter yang kita buat. Misalnya, ekspresi yang

    digambarkan saat tersenyum, sedih, marah, atau kaget. Penentuan

    ekspresi wajah sang karakter penting, karena itu dapat membantu

    menegaskan apa yang disampaikan oleh karakter.

  • 32

    9) Garis gerak

    Di sinilah karakter yang kita gambar akan dapat terlihat

    hidup dalam imajinasi pembaca.

    10) Latar

    Menunjukkan kepada pembaca dalam konteks materi yang

    disampaikan komik.

    11) Kop komik

    Kop komik adalah bagian dari halaman komik yang berisi

    judul dan nama pengarang. Kop komik hanya dipakai dalam komik

    satu halaman tamat dan dalam komik strip maupun komik promosi

    Dalam komik pembelajaran, keseluruhan unsur tersebut

    sangatlah penting guna menciptakan sebuah komik pembelajaran yang

    baik juga mampu menyampaikan pesan kepada peserta didik, sehingga

    peserta didik dapat dengan mudah mengingat materi yang sedang

    diajarkan.

    c. Jenis-Jenis Komik

    Menurut Bonneff dalam (Maharsi, 2011: 15), komik dibedakan

    dalam 2 kategori berdasarkan bentuknya yaitu komik bersambung

    (comic stips) dan buku komik (comic book). Namun dalam

    perkembangan selanjutnya terdapat beberapa jenis komik yang lainnya.

    Jenis-jenis komik diantaranya:

    1) Komik strip (comic strips), komik yang hanya terdiri dari beberapa

    panel saja dan biasanya muncul di surat kabar ataupun majalah.

  • 33

    2) Buku komik (comic book), komik yang disajikan dalam bentuk

    buku yang tidak merupakan bagian dari media cetak lainnya.

    Kemasan comic book ini lebih menyerupai majalah dan terbit

    secara rutin.

    3) Novel grafis (graphic novel), komik yang memiliki tema-tema yang

    lebih serius dengan panjang cerita hampir sama dengan novel dan

    ditujukan bagi pembaca dewasa bukan anak-anak.

    4) Komik kompilasi, merupakan kumpulan dari beberapa judul komik

    dari beberapa komikus yang berbeda.

    5) Komik online (web comic), komik yang menggunakan media

    internet dalam publikasinya. Komik ini muncul seiring dengan

    munculnya cyberspace di dunia teknologi komunikasi.

    Jenis komik yang digunakan dalam penelitian pembelajaran ini

    adalah jenis buku komik (comic book).

    d. Gaya Menggambar dalam Komik

    Menurut Hikmat Darmawan, (2012: 112), secara garis besar

    terdapat empat gaya menggambar dalam komik, yaitu :

    1) Gaya Kartun

    Gaya ini biasanya dipakai untuk cerita-cerita humor, cerita

    petualangan untuk anak-anak, atau fantasi anak-anak. Contoh dari

    gaya ini yaitu Doraemon, Sin Chan, Naruto, dan lain-lain.

  • 34

    2) Gaya Realis

    Gaya ini biasanya dipakai untuk cerita drama, petualangan

    fantasi, sejarah, atau cerita-cerita untuk orang dewasa. Gaya gambar

    komiknya dibuat semirip mungkin atau cenderung mendekati

    anatomi, postur tubuh, wajah dan ras manusia.

    3) Gaya Ekspresif

    Gaya ini biasanya dipakai dalam cerita-cerita petualangan

    penuh aksi/laga/pertempuran, atau pada komik-komik “seni”.

    4) Gaya Surealistik

    Gaya ini biasanya dipakai dalam menggambarkan keadaan-

    keadaan yang dekat dengan alam mimpi, atau alam bawah sadar.

    Gaya menggambar yang dipilih dalam penggunaan komik

    ini adalah gaya kartun, karena siswa-siswa sekolah dasar cenderung

    lebih menyukai bentuk kartun.

    e. Kelebihan dan Kekurangan Komik

    Dalam pelaksanaan menddunakan media berbasis komik

    memiliki kelebihan dan kekurangan di antaranya :

    1) Kelebihan Komik

    Komik memiliki kelebihan yaitu dimana dalam

    penyajiannya mengandung unsur visual dan cerita yang kuat.

    Ekspersi yang divisualisasikan membuat pembaca terlibat secara

    emosional sehingga membuat pembaca untuk terus membacanya

    hingga selesai (Daryanto, 2013: 128).

  • 35

    Selain itu kelebihan komik menurut Menurut Angkowo dan

    Kosasih di baca dalam (Elis, 2007: 22) adalah:

    1) Menggunakan bahasa sehari-hari, sehingga siswa dapat dengan

    cepat memahami isi dari komik;

    2) Menggunakan gambar-gambar yang dapat memperjelas kata-kata

    dari cerita pada komik;

    3) Menggunakan warna yang menarik dan terang sehingga siswa akan

    lebih termotivasi untuk membaca komik;

    4) Cerita pada komik sangat erat dengan kejadian yang dialami siswa

    dikehidupan sehari-hari, sehingga mereka akan lebih paham dengan

    permasalahan yang mereka alami.

    2) Kekurangan komik

    Komik sebagai media visual atau grafis tidak akan terlihat

    efektif jika digunakan kepada peserta didik yang tidak dapat belajar

    dengan media visual atau grafis, karena pasti setiap peserta didik

    memiliki gaya masing-masing dalam belajar. Dengan kata lain media

    belajar itu harus menyesuaikan gaya belajar masing-masing peserta

    didik. Di sisi lain komik yang berkembang saat ini kebanyakan komik

    yang mengedepankan aspek hiburan, dimana isi dari komik tersebut

    tidaklah sesuai untuk digunakan dalam pembelajaran.

  • 36

    6. Pengertian Ilmu Pengetahuan Sosial

    a. Definisi IPS

    Ilmu pengetahuan sosial merupakan mata pelajaran yang berisi

    materi dari perpaduan barbagai konsep atau ilmu- ilmu social yang

    diramu untuk kepentingan program pendidikan di sekolah/ madrasah.

    Ilmu pengeahuan social merupakan suatu mata pelajaran yang

    bersumber dari ilmu-ilmu sosial terpilih dan di padukan untuk

    kepentingan pendidikan dan pembelajaran (Wahidmurni, 2017 :15).

    Dipertegas oleh Soemantri dalam (Rasimin 2001: 79) berpendapat

    bahwa ilmu pengetahuan social merupakan program pendidikan yang

    memilih bahan pendidikan dari disiplin ilmu-ilmu social dan

    humanities yang diorganisasikan dan di sajikan secara ilmiah dan

    psikologis untuk tujuan pendidikan.

    Ilmu pengetahuan sosial adalah bahan kaji terpadu yang

    merupakan penyederhanaan, dan seleksi yang diorganisasikan dari

    kajian konsep-konsep dan ketrampilan-ketrampilan sejarah, geografi,

    sosiologi, antropologi, dan ekonomi. Ilmu pengetahuan social adalah

    ilmu pengetahuan yang mengkaji berbagai disiplin ilmu social dan

    humaniora serta kegiatan dasar manusia yang di kemas secara ilmiah

    dalam rangka memberi wawasan dan pemahaman yang mendalam

    kepada peserta didik, (Susanto, 2013:137).

  • 37

    Dari definisi beberapa para ahli dapat di simpulkan bahwa Ilmu

    Pengeahuan Social (IPS) adalah mata pelajaran yang berisi tentang

    penggabungan konsep atau ilmu sosial seperti sejarah, geografi,

    sosiologi, antropologi, dan ekonomi untuk kepentingan pendidikan.

    b. Tujuan Pembelajaran IPS

    Menurut (Wahidmurni, 2017:29) belajar Ilmu Pengetahuan

    Social memiliki Tujuan meliputi :

    1) Membantu peserta didik sebagai warga Negara dalam membuat

    keputusan yang rasional berdasarkan informasi untuk kepentingan

    publik/umum dari masyarakat demokratis dan budaya yang

    beragam di dunia.

    2) Mendukung kompetensi warga Negara dalam hal pengetahuan,

    proses intelektual dan karakter yang demokratis, yang di perlukan

    siswa untuk terlibat aktif dalam kehidupan publik.

    3) Membentuk kompetensi siswa yang berkomitmen pada ide-ide dan

    nilai-nilai demokrasi.

    4) Membentuk warga Negara yang baik, dengan kemampuan untuk

    menyesuaikan diri dengan lingkungan kehidupan masyarakat

  • 38

    Sebutan warga yang baik adalah warga yang memiliki ilmu

    pengetahuan, ketrampilan dan kehidupan social, yang berguna bagi diri

    dan masyarakat, bangsa dan Negara. Untuk merealisasikan Tujuan

    tersebut menurut Sumaatdja dalam (Rasimin, 2007: 10), proses

    pembelajaran ilmu social tidak hanya terbatas pada aspek pengetahuan

    dan ketrampilan saja, melainkan juga menyangkut aspek akhlak dalam

    menghayati dan menyadari kehidupan yang penuh dengan masalah

    tantangan, hambatan dan persaingan.

    c. Prinsip-Prinsip pembelajaran IPS

    Dalam mewujudkan tujuan pembelajaran ips hendaknya

    memperhatikan prinsip-prinsip pembelajaran ips menuru (Susanto,

    2013: 150), sebagai berikut :

    1) Tingkat perkembangan usia dan belajar siswa,

    2) Pengalaman belajar dan lingkungan budaya siswa,

    3) Kondisi kehidupan masyarakat sekitar masa kini dan kelak yang di

    harapkan,

    4) Isi dan pesan moral budaya bangsa, Pancasila dan agama yang

    dianut yang diakui bangsa dan Negara Indonesia.

    Agar makna yang terkandung dalam pembelajaran ips dapat

    tersampaikan dengan tepat. Dan berguna untuk berkehidupan social di

    masyarakat.

  • 39

    d. Tinjauan materi IPS tentang Proklamasi Kemerdekaan

    1) Peristiwa-peristiwa Sekitar Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus

    1945

    Menjelang proklamasi kemerdekaan, Indonesia berada dalam

    kekuasaan Jepang. Saat itu Jepang mengalami kekalahan dalam

    perang melawan sekutu. Pasukan Sekutu terdiri dari Amerika,

    Inggris, Belanda, dan Perancis. Kesempatan itu digunakan oleh

    bangsa Indonesia untuk memproklamasi kan kemerdekaan. Ada

    beberapa peristiwa sejarah menjelang Proklamasi Kemerdekaan 17

    Agustus 1945 yang patut kita ketahui yaitu:

    a). Menanggapi berita kekalahan Jepang

    Gambar 2.1 : Jendral Terauci

    Sumber : Buku Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SD/MI Kelas V, 2009

    Pada tanggal 14 Agustus 1945, Presiden Amerika Derikat

    mengumumkan bahwa Jepang telah menyerah tanpa syarat kepada

    Sekutu. Jepang selalu menutup-nutupi berita tersebut. Namun,

    Sutan Syahrir dan beberapa pemuda berhasil mengetahui berita

    kekalahan Jepang melalui siaran radio yang mereka sadap melalui

    pemancar radio gelap. Setelah mengetahui berita kekalahan Jepang,

    pada 15 Agustus 1945, para pemuda yang diwakili oleh wikana dan

  • 40

    darwis menghadap Ir. Soekarno, mereka meminta agar Ir. Soekarno

    segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia esok hari pada

    tanggal 16 Agustus 1945. Namun Ir. Soekarno menolak usulan

    tersebut, dengan alasan akan bermusyawarah dahulu dengan

    anggota PPKI.

    b). Peristiwa Rengasdengklok

    Setelah golongan muda gagal meyakinkan Soekarno-Hatta

    untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia esok hari pada

    tanggal 16 Agustus 1945, golongan muda kemudian mengadakan

    rapat kembali di jalan cikini 71. Rapat yang diadakan sekitar pukul

    24.00WIB tersebut menghasilkan keputusan golongan muda akan

    membawa Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta ke Rengasdengklok

    dengan tujuan agar kedua tokoh tersebut segera memproklamasikan

    kemerdekaan Indonesia tanpa pengaruh dari Jepang.

  • 41

    Gambar 2.2 Rumah Rengasdengklok

    Sumber : Buku Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SD/MI Kelas V, 2009

    Pada pukul 04.00 dini hari (16 Agustus 1945), kelompok

    pemuda seperti Soekarni, Chaerul Shaleh, Yusuf Kunto, dan

    Singgih membawa Ir. Soekarno dan Drs. Moh Hatta ke

    Rengasdengklok Krawang. Pada hari itu juga terjadi pertemuan

    antara golongan muda dan golongan tua. Golongan muda diwakili

    oleh Wikana dan golongan tua diwakili oleh Ahmad Subardjo

    beserta Yusuf Kunto dari PETA. Mereka sepakat membawa

    kembali Soekarno dan Hatta ke Jakarta untuk memproklamasikan

    kemerdekaan.

  • 42

    c). Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan

    Pada tanggal 17 Agustus 1945 tepatnya pada hari Jum’at

    pukul 10.00 WIB, proses proklamasi kemerdekaan dilaksanakan di

    kediaman Soekarno Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta.

    Naskah proklamasi dibacakan oleh Ir. Soekarno dan didampingi

    oleh Drs. Moh Hatta.

    Gambar 2.3 : Pembacaan naskah Proklamasi

    Sumber : Buku Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SD/MI Kelas V, 2009

    Setelah pembacaan naskah proklamasi, dikibarkan bendera

    merah putih oleh Latief Hendraningrat, S. Suhud, dan Trimurti.

    dengan diiringi lagu Indonesia Raya ciptaan W.R Supratman.

    Bendera merah putih tersebut dijahit oleh Ibu Fatmawati, istri

    Soekarno. Dengan dikumandangkannya Proklamasi, sejak hari itu

    lahirlah sebuah Negara baru, yaitu Republik Indonesia.

  • 43

    d). Tokoh-tokoh yang Berperan dalam Peristiwa Proklamasi

    (1). Ir. Soekarno

    Ir. Sukarno dilahirkan pada 6 Juni 1901 di Surabaya.

    Beliau mengawali pendidikannya di ELS (SD pada zaman

    Belanda). Setelah itu, beliau melanjutkan ke HBS (SMA pada

    zaman Belanda). Setelah lulus dari HBS, beliau melanjutkan

    pendidikannya ke THS Bandung (sekarang ITB). Dari THS,

    beliau memperoleh gelar insinyur (Ir.) pada 1925. Bung Karno

    wafat pada 21 juni 1970 dan dimakamkan di Kota Blitar, Jawa

    Timur.

    Gambar 2.4 : Ir.Soekarno

    Sumber : Buku Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SD/MI Kelas V, 2009

    Ir. Soekarno dalam peristiwa proklamasi memiliki

    peran sebagai berikut : (1). Ir. Soekarno bersama Drs. Moh.

    Hatta dan Ahmad Subardjo meruapakan tokoh perumus teks

    proklamasi kemerdekaan RI. (2). Ir. Soekarno didampingi Drs.

    Moh. Hatta membacakan teks proklamasi kemerdekaan RI.

  • 44

    (2). Drs. Moh. Hatta

    Drs. Mohammad Hatta atau Bung Hatta dilahirkan di

    Bukit Tinggi, Sumatra Barat pada 12 Agustus 1902. Beliau

    mengawali pendidikannya di ELS (SD pada zaman Belanda),

    setelah itu, dilanjutkan ke MULO (SMP pada zaman Belanda).

    Setelah lulus, beliau melanjutkan pendidikannya ke Prins

    Hendrik School (Sekolah Dagang Belanda), dan terakhir beliau

    melanjutkan pendidikannya ke Handels Hogeschool atau

    Sekolah Tinggi Perdagangan di Belanda hingga tamat. Bung

    Hatta wafat pada 1980 dan dimakamkan di TPU (Tempat

    Pemakaman Umum) Tanah Kusir, Jakarta

    Gambar 2.5 : Drs. Mohammad Hatta

    Sumber : Buku Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SD/MI Kelas V, 2009

    Drs. Mohammad Hatta peranan dalam peristiwa

    proklamasi adalah: (1). Pada tanggal 17 Agustus bersama

    Ir. Soekarno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

    Drs. Moh. Hatta dipilih dan diangkat menjadi wakil

    presiden RI pertama.

  • 45

    (3). Ahmad Subardjo

    Mr. Ahmad Subarjo dilahirkan pada 23 Maret 1896, di

    Karawang (Jawa Barat). Beliau kuliah pada jurusan hukum di

    Universitas Leiden, Belanda. Pada 1933 beliau menyelesaikan

    kuliahnya dan menjadi pengacara.

    Gambar 2.6 : Ahmad Subardjo

    Sumber : Buku Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SD/MI Kelas V, 2009

    Ahmad Subardjo peranan dalam peristiwa proklamasi adalah :

    (1). Beliau berhasil menjembatani perbedaan pendapat antara

    golongan muda dan golongan tua di Rengasdengklok. (2). Ahmad

    Subardjo merupakan konseptor yang ikut menyumbangkan

    pikirannya dalam penyusunan naskah proklamasi kemerdekaan,

    yaitu pada kalimat pertama yang berbunyi: “Kami bangsa

    Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan indonesia”.

  • 46

    e). Menghargai Jasa Para Tokoh Pejuang Kemerdekaan

    Menghargai jasa pahlawan dapat diwujudkan dalam kehidupan

    seharihari, seperti:

    (1). Mengenang jasa-jasa mereka dengan melakukan ziarah ke

    makam.

    (2). Melanjutkan perjuangan mereka dengan mempertahankan dan

    mengisi kemerdekaan.

    (3). Mewarisi semangat juang dalam segala bidang untuk

    menciptakan Negara yang adil dan makmur.

  • 47

    B. KAJIAN PUSTAKA

    Berikut beberapa penelitian yang relevan dengan penelitian ini

    diantaranya :

    1. Penelitian oleh Dewi Setiyawati

    Penelitian yang dilakukan oleh Dewi Setiyawati Penelitian ini

    bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan

    menggunakan metode pembelajaran Numbered Head Together (NHT)

    pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) siswa kelas V Ilmu

    Pengetahuan Alam (IPA) Semester Genap di SD Negeri 2 Kalinanas.

    Menunjukan bahwa melalui penerapan metode pembelajaran Numbered

    Head Together (NHT) dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam

    (IPA) pokok bahasan peningkatan hasil belajar bagi peserta didik kelas

    Kelas V Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) SD Negeri 2 Kalinanas yang

    ditunjukkan dengan adanya peningkatan hasil belajar peserta didik. Pada

    proses pembelajaran Pra-Siklus, pembelajaran yang terjadi di kelas

    belum cukup kondusif, karena peserta didik cenderung kurang aktif

    dalam menerima pelajaran, sulit menemukan titik fokus terhadap mata

    pelajaran, malu untuk bertanya, kurang membaca dan basik kemampuan

    siswa yang rendah. Peningkatan siswa yang tuntas belajar dari siklus I

    ke siklus II 27 % dan siklus II ke siklus III 20%. Hal ini dapat dilihat

    perolehan ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I 40% siswa tuntas

    belajar, siklus II 67% siswa tuntas belajar, dan siklus III 87% siswa

  • 48

    tuntas belajar. Siswa yang belum tuntas belajar pada siklus III akan

    diberikan tindakan mandiri berupa latihan-latihan atau remidiasi yang

    dipantau oleh guru sehingga diharapkan semua siswa dapat tuntas

    belajar. Sehingga bisa disimpulkan bahwa terjadi peningkatan nilai rata-

    rata dari pra siklus ke siklus I kemudian ke siklus II dan tidak perlu

    dilakukan siklus III.

    2. Penelitian oleh Dwi Ermania Lisnawati

    Pembeda penelitian yang Kedua yaitu oleh Dwi Ermania

    Lisnawati, dengan judul Enerapan Model Pembelajaran Numbered

    Heads Together Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar

    Ekonomi Pada Siswa Kelas Vii B Smp Negeri 2 Mantingan Tahun

    Ajaran 2011/2012. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini

    adalah meningkatkan aktivitas dan hasil belajar ekonomi siswa setelah

    menerapkan metode pembelajaran Numbered Heads Together (NHT).

    Data hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pembelajaran

    ekonomi siswa mengalami peningkatan yaitu peningkatan aktivitas dan

    hasil belajar ekonomi siswa. Hal ini dapat dilihat dari aktivitas siswa

    selama pembelajaran berlangsung sebagai sebelum tindakan aktivitas

    siswa sebesar 43,47% , tindakan siklus I aktivitas siswa sebesar 68,47%

    tindakan siklus II aktivitas siswa sebesar 78,25%. Sedangkan

    peningkatan hasil belajar yang dicapai siswa selama pembelajaran

    berlangsung sebelum tindakan hasil belajar siswa yang tuntas Kriteria

    Ketuntasan Minimal (KKM) (75) sebesar 39,13% tindakan siklis I hasil

  • 49

    belajar siswa yang tuntas Kriteria Ketuntasan Mininal (KKM)

    meningkat sebesar 65,21% . tindakan siklus II hasil belajar siswa yang

    tuntas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) meningkat sebesar 82,60%.

    Dari data hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model

    belajar Numbered Heads Together (NHT) dalam pembelajaran ekonomi

    dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.

    3. Penelitian oleh Widya Septiawan

    Berdasarkan pemaparan penelitian yang dilakukan sebelumnya

    sebagaimana terdapat persamaan dalam penggunaan metode penilitian

    tindakan kelas. Namun terdapat perbedaan judul penelitian dengan

    gagasan yang dilakukan penulis yaitu dari segi tingkatan pendidikan

    yang menjadi objek penelitian, mata pelajaran yang di ambil, materi

    pengajaran yang disampaikan dan pada peniltian kedua mengangkat

    peningkatan Aktivitas dan hasil belajar sebagai tolak ukur penelitian.

    Secara umum terilhat pada penelitian pertama dan kedua hanya

    menggunakan metode Numbered Heads Together (NHT), pada peniltian

    ini peneliti akan menggunakan Media komik sebagai inovasi sumber

    belajar. Dengan tujuan agar siswa lebih tertarik dan menghilangkan

    kejenuhan dalam mengikuti pembelajaran dimana sebelumnya terpaku

    pada sumber belajar buku yang biasa digunakan dalam pembelajaran.

    Hasil belajar siswa setelah dilakukan tindakan dengan

    menggunakan metode Numbered Head Together (NHT) menggunakan

    media komik, hasil belajar siswa terjadi peningkatan. Hal ini dapat

  • 50

    dilihat pada kenaikan dari pra siklus dimana siswa yang tuntas belajar

    yaitu 10 siswa (42%), sedangkan yang belum tuntas belajar sejumlah 14

    siswa (58%) dengan nilai rata-rata 64,58. Hasil dari siklus I siswa yang

    tuntas belajar sejumlah 17 siswa (71%), sedangkan yang belum tuntas

    belajar sejumlah 7 siswa (29%) dengan nilai rata-rata 76,25.

    Berdasarkan hasil pencapaian pada siklus I belum memenuhi kriteria

    ketuntasan yang telah ditetapkan, maka dilanjutkan siklus II dengan

    materi yang berbeda dan waktu yang berebeda. Hasil belajar siklus II

    diperoleh data, 22 siswa (92%) tuntas belajar dan 2 siswa (8%) belum

    tuntas belajar dengan nilai rata-rata 80,84. Berdasarkan perolehan nilai

    tersebut, dapat diketahui bahwa hasil belajar dari siklus I ke siklus II

    terjadi peningkatan 14%. Pelaksanaan pembelajaran pada siklus II sudah

    memenuhi kriteria ketuntasan belajar yang telah ditetapkan yaitu≥

    85%. Dengan persentase jumlah seluruh siswa yang sudah tuntas belajar

    mencapai 92% . Sehingga penelitian tindakan kelas dihentikan pada

    siklus II yang artinya sudah memenuhi kriteria.

  • 51

    BAB III

    PELAKSANAAN PENELITIAN

    A. Subjek Penelitian

    1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian

    Penelitian ini dilaksanakan di kelas V MI Miftahul Huda

    Sumberejo 01 yang berada di wilayah luar kota salatiga, tepatnya berada di

    Dusun Krajan Kidul Rt. 02 Rw. 02 Desa Sumberejo Kecamatan Pabelan

    Kabupaten Semarang Km 7 Salatiga. Berdasarkan data yang diketahui

    bahwasannya sebagian siswa ini berasal dari keluarga menengah ke

    bawah. Sekolah ini terletak di pertengahan jalur Salatiga-Dadapayam,

    letaknya hanya 5 m dari jalan raya, menjadikan sekolah yang sangat dekat

    dengan lingkungan dan sangat mudah dijangkau oleh para siswa dari

    berbagai daerah, antara lain Kecamatan Pabelan, Kecamatan Suruh, dan

    Kecamatan Tengaran. Ini menjadikan harapan yang semakin besar kepada

    MI Miftahul Huda Sumberejo 01 untuk berkembang menjadi sekolah yang

    mampu memenuhi harapan sebagian masyarakat.

    2. Identitas Madrasah

    a. Karakteristik Madrasah

    MI Miftahul Huda Sumberejo 01 didirikan pada tanggal 01

    Juli 1975 oleh yayasan yang dislenggarakan oleh pemerintah, dan

    madrasah ini berada di bawah naungan Lembaga Pendidikan (LP)

    Ma’arif Kabupaten Semarang.

  • 52

    Identitas Madrasah MI Miftahul Huda Sumberejo 01

    Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang dapat ditampilkan pada

    Tabel 3.1 .

    Tabel 3.1 Identitas Sekolah

    No. Identitas Keterangan

    1. Nama MI Miftahul Huda Sumberejo

    01

    2. Status Madrasah Swasta

    3. Induk Kementrian Agama

    4. NSM 11 233 222 0067

    5. NSB 001 264 240 610 001

    6. Katagori Letak Pedesaan

    7. Yayasan Penyelenggara LP Ma’arif

    8. Alamat:

    Dusun Krajan

    Kelurahan Sumberejo

    Kecamatan Pabelan

    Kabupaten Semarang

    Provinsi Jawa Tengah

    Kode Pos 50771

    9. Status Bangunan Milik Sendiri

    10. Kepemilikan Tanah Akta Wakaf

    (Sumber: Administrasi Sekolah)

    b. Visi MI Miftahul Huda Sumberejo 01

    “Mencetak Generasi Muslim yang Beriman, Bertakwa,

    Berakhlak Mulia, Berkualitas, Peka Terhadap Komunitasnya, serta

    Mampu Mengembangkan Potensi yang Dimiliki”

  • 53

    c. Misi MI Miftahul Huda Sumberejo 01

    1) Menanamkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT;

    2) Membiasakan akhlak yang mulia;

    3) Melaksanakan pembelajaran secara efektif dan efisien berbasis

    komunitas;

    4) Mengembangkan penguasaan teknologi informasi;

    5) Menggali dan mengembangkan potensi siswa secara maksimal;

    d. Tujuan MI Miftahul Huda Sumberejo 01

    1) Menguasai bacaan dan gerakan sholat;

    2) Mampu mengaplikasikan sholat lima waktu dalam kehidupan

    sehari hari;

    3) Mampu melaksanakan puasa ramadlan;

    4) Menghormai orang tua,yang lebih tua, dan guru;

    5) Mampu bergaul dengan baik di tengah-tengah komunitasnya;

    6) Menguasai kurikulum Kemenag dan Kurikulum Kemendiknas;

    7) Mampu mengoprasikan computer Ms. Word dan Ms. Exel;

    e. Mata Pelajaran

    1) Agama : Fiqih, Aqidah Akhlak, Al-Quran Hadits, Sejarah

    Kebudayaan Islam;

    2) Umum : Matematika, Bahasa Indonesia, IPA, IPS,

    Kewarganegaraan, Seni Budaya dan Ketrampilan;

    3) Mulok : Bahasa Jawa;

    4) Bahasa Asing : Bahasa Inggeris dan Bahasa Arab;

  • 54

    f. Kegiatan Ekstrakurikuler

    Kegiatan ekstrakulikuler yang terdapat di MI Miftahul Huda

    Sumberejo 01 Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang dapat

    ditampilkan pada tabel 3.2.

    Tabel 3.2. Dafar Ekstrakulikuler MI Miftahul Huda Sumberejo

    No Ekstrakulikuler

    1. Drum Band

    2. Bola Volli

    3. Badminton

    4. Kaligrafi

    5. Komputer Alternatif (K.A)

    6. Fresh Camp (Kemah Segar)

    7. Tartiliul Qur’an

    8. Seni Bela Diri Tapak Suci

    (Sumber: Administrasi Sekolah)

    g. Progam Unggulan Tuntas Baca Al-Qur’an (TBA)

    Program unggulan Tuntas Baca Al-Quran didirikan pada tahun

    2008. Sebuah program pembelajaran Al-Quran dengan

    menggunakan metode IQRO’. Setelah tujuh tahun perjalanannya,

    dan berhasil memwisuda dari 70 santri khotam Al-Quran dan hafal

    /aqur’an juz’ Amma, serta mengantarkan para siswa menyelesaikan

    Buku IQRO’ enam jilid, mulai tahun 2015 dikembangkan dengan

    menggunakan metode QIRO’ATI, Hingga profil ini ditulis, masa

    transisi IQRO’ menjadi metode QIRO’ATI telah berjalan kurang

    lebih satu semester.

  • 55

    h. Fasilitas Sarana dan Prasarana

    Fasilitas sarana dan prasarana MI Miftahul Huda Sumberejo

    01 Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang dapat ditampilkan pada

    tabel 3.3.

    Tabel 3.3. Dafar Fasilitas Sarana dan Prasarana No. Nama Jumlah Kondisi

    1. Ruang Kelas/teori 12 Baik

    6. Ruang Perpustakaan 1 Baik

    8. Gudang 1 Baik

    9. Ruang Guru 1 Baik

    10. Kamar Mandi/MCK 4 Baik

    12. Tempat Parkir 2 Baik

    13. White Board 12 Baik

    15. LCD/Proyektor 1 Baik

    16. Sound System 1 Baik

    17. Perangkat olahraga/Atletik - Baik

    18. Lapangan

    Upacara/Olahraga

    - Baik

    19. Perangkat Pramuka - Baik

    20. Mushola 1 Baik

    (Sumber: Administrasi Sekolah)

  • 56

    i. Guru dan Staf

    Data keberadaan guru dan staff di MI Miftahul Huda Sumberejo

    01, Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang dapat ditampilkan pada

    tabel 3.4.

    Tabel 3.4. Daftar Guru dan Staff MI Miftahul Huda Sumberejo 01

    No Nama Guru Pendidi

    kan Tugas

    1. Nur Khasanah,S.Pd.I S.I Kepala Madrasah

    2. Siti Muti’ah,S.Pd.I S.I Guru Kelas VI Al Bukhori

    3. Rika Umami,S.T S.I Guru Kelas VI Al Jabar

    4. Mohammad Safari, S.Pd S.I Guru Kelas V Al Bukhori

    5. Etik Faridatul Kumala,S.Pd.I

    S.I Guru Kelas V Al Jabar

    6. A.Slamet Tirmidzi,S.Ag S.I Guru Kelas IV

    7. Siti Zulaekah,S.Pd.I S.I Guru Kelas III Al Jabar

    8. Nur Faizah,S.Pd.I S.I Guru Kelas III Al Bukhori

    9. Siti Musta’inah,S.Pd.I S.I Guru Kelas II Al Jabar

    10. Susiyanti, S.Pd S.I Guru Kelas II Al Bukhori

    11. Lutfiana Putri, Al Khafidhah S.Pd.I

    S.I + Pesantren

    Guru Kelas I Al Farabi

    12. Novita Nur H,S.Pd S.I Guru Kelas I Al Kindi

    13. Rodlotul Hidayah,S.Pd.I S.I Guru Kelas I Al Ghazali

    14. A.Sajadi, Al Hafiz SMP + Pesantren

    TBA

    15. M.Amin Dakhlan, Al Hafiz

    SMP + Pesantren

    TBA

    16. Nur Muawanah, A.Ma SI TBA

    17. Munadhirah, Al Hafizah Pesantren

    TBA

    Bersambung . . .

  • 57

    Lanjutan . . .

    18. Nur Latifah, Al Hafizah SMA + Pesantren

    TBA

    19. Supriyanto SMA + Pesantren

    TBA

    20. Umi Mu’allimah, Al Hafizah

    SMA + Pesantren

    TBA

    21. Slamet Rosyidi SMA + Pesantren

    TBA

    22. Zaenuri SMA + Pesantren

    TBA

    23. Siti Hidayati

    SMA + Pesantren

    TBA

    24. Suhardjo SMA Tenaga Kebersihan

    (Sumber: Administrasi Sekolah)

    j. Data siswa tahun 2017/2018

    Data keseluruhan siswa di MI Miftahul huda Sumberejo 01

    pada tahun ajaran 2017/2018 dapat di lihat pada table 3.5.

    Tabel 3.5. Data siswa tahun 2007/2018 MI Miftahul Huda Sumberejo

    No. Kelas Rombel LK PK Jumlah

    1. I 3 37 34 69

    2. II 2 14 21 35

    3. III 2 20 28 48

    4. IV 1 19 16 35

    5. V 2 24 21 47

    6. VI 2 25 12 26

    Total 12 139 134 273

    (Sumber: Administrasi Sekolah)

  • 58

    3. Karakteristik Siswa Kelas V

    Siswa kelas V MI Miftahul Huda Sumberejo 01 Kecamatan Pabelan

    Kabupaten Semarang tahun 2018 berjumlah 24 siswa meliputi 13 siswa