Skripsi Wan

  • View
    233

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Skripsi Wan

1

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Berdasarkan informasi yang diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan guru mata pelajaran matematika kelas X SMA Al-Marif Mataram tahun pelajaran 2005/2006 terdapat beberapa permasalahan dalam pembelajaran. Permasalahan tersebut antara lain adalah rendahnya aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika. Ini dapat dilihat dari jarangnya siswa untuk bertanya dan mengeluarkan ide ataupun pendapatnya pada saat pembelajaran berlangsung dan juga dalam pengerjaan soal-soal latihan masih didominasi oleh guru. Hal ini dimungkinkan berkaitan dengan metode yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran yaitu lebih banyak menggunakan metode ekspositori. Pembelajaran yang lebih banyak menggunakan metode tersebut dapat menyebabkan pembelajaran matematika tidak menarik. Hal ini dikarenakan dalam proses belajar mengajar siswa hanya menerima apa yang diberikan dan melakukan apa yang diperintahkan oleh guru. Permasalahan-permasalahan ini pada akhirnya akan bermuara pada rendahnya prestasi belajar matematika siswa. Rendahnya prestasi belajar matematika siswa dapat dilihat pada tabel barikut : Tabel 1 : Hasil ulangan harian kelas X semester I SMA Al-Marif Mataram tahun pelajaran 2005/2006 Kelas No Pokok Bahasan X-1 X-2 RataKetunta- Rata- Ketuntarata san (%) rata san (%) 1 Bentuk pangkat, akar dan logaritma. 6,69 57,14 6,39 35,71 2 Persamaan dan fungsi kuadrat. 6,44 40,48 6,32 35,71 3 Sistem persamaan linier dan kuadrat. 6,54 42,86 6,35 40,48 4 Pertidaksaaman. 6,38 30,95 6,55 42,86 Rata-rata kelas 6,50 42,86 6,38 38,69Sumber: daftar nilai guru matematika.

2

Salah satu materi pokok yang diajarkan dalam pelajaran matematika kelas X semester II SMA Al-Marif Mataram adalah trigonometri. Trigonometri merupakan salah satu pokok bahasan yang paling rendah penguasaannya dibandingkan dengan pokok bahasan yang lain khususnya pada tahun pelajaran 2004/2005. Hal ini dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 2 : hasil ulangan harian kelas X-2 SMA Al-Marif Mataram tahun pelajaran 2004/2005. Kelas No Pokok Bahasan X-1 X-2 RataKetunta- Rata- Ketuntarata san (%) rata san (%) 1 Bentuk pangkat, akar dan logaritma. 64,06 65,63 64,03 53,13 2 Persamaan dan fungsi kuadrat. 62,44 50,00 62,75 46,88 3 Sistem persamaan linier dan kuadrat. 62,75 40,63 62,50 46,88 4 Pertidaksaaman 64,88 53,13 64,91 43,75 5 Logika matematika 62,84 53,13 62,63 40,63 6 Trigonometri 62,19 40,63 62,03 37,50 7 Ruang dimensi tiga 64,38 40,63 64,72 53,13 Rata-rata kelas 63,64 49,11 63,37 45,99Sumber: daftar nilai guru matematika

Rendahnya

penguasaan

matematika

siswa

diduga

karena

metode

pembelajarannya kurang membangkitkan minat dan motivasi siswa terhadap pembelajaran matematika. Sebagian besar siswa masih menganggap matematika merupakan mata pelajaran yang sulit. Di samping itu, guru masih belum dapat membangkitkan semangat dan motivasi siswa agar lebih aktif dan berminat dalam belajar. Dengan memperhatikan hal tersebut di atas, seorang guru dituntut untuk memilih metode yang dapat lebih mengaktifkan siswa dalam belajar. Demikian penggunaan metode pembelajaran yang tepat akan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami dan menguasai materi pelajaran sehingga pencapaian tujuan pembelajaran dapat ditingkatkan.

3

Penguasaan siswa terhadap bahan pelajaran, kemampuan menerapkan materi pada situasi yang berbeda dan keterampilan siswa dalam menggunakan materi untuk memecahkan masalah yang timbul merupakan kompetensi yang sangat penting untuk dimiliki siswa. Untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut, tidaklah cukup jika siswa hanya mengikuti pembelajaran secara pasif. Melainkan harus aktif melakukan kegiatan yang diperlukan untuk dapat memahami dan menguasai bahan yang dipelajarinya. Siswa harus memperoleh latihan cara berfikir yang diperlukan untuk mampu menerapkan teori yang telah diperoleh misalnya dengan menyelesaikan soal-soal latihan atau latihan yang menyangkut segi praktek. Banyak anggapan bahwa latihan dapat dilakukan siswa sendiri di rumah, akan tetapi hasil pembelajaran membuktikan bahwa anggapan tersebut tidak selalu benar. Karena itu, sistem pengajaran harus mengatur latihan itu. Siswa perlu melakukan latihan secara terbimbing agar kesalahan-kesalahan dapat ditunjukkan dan siswa dapat belajar dari kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan. Latihan dalam kelas dapat dilakukan dengan kulsponsi yang mana dalam pebelajarannya siswa diberikan lathan-latihan. Dalam melakukan latihan, siswa diberikan bimbingan baik secara individu maupun secara berkelompok. Kulsponsi merupakan gabungan dari metode ceramah, responsi dan latihan terbimbing. Pada pembelajaran kulsponsi, melalui penerapan metode ceramah, siswa diberikan penjelasan oleh guru tentang materi/bahan yang akan dipelajari melalui penuturan secara lisan dan dibantu dengan beberapa media pembelajaran. Sedangkan melalui penerapan metode responsi dan latihan terbimbing, siswa berpartisipasi aktif dalam pembelajaran dimana siswa belajar menggunakan secara

4

aktif bahan pelajaran yang diberikan dengan diarahkan kepada segi-segi penerapannya oleh guru. Berdasarkan uraian di atas, untuk mengatasi permasalahan dalam pembelajaran matematika, dicoba penerapan pembelajaran kulsponsi pada pokok bahasan trigonometri. Oleh karena itu peneliti bermaksud mengadakan penelitian tindakan kelas dengan judul Upaya Peningkatan Aktivitas Dan Prestasi Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Trigonometri Melalui Penerapan Pembelajaran Kulsponsi Pada Siswa Kelas X-2 Semester II SMA Al-Marif Mataram Tahun Pelajaran 2005/2006. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalah yang diangkat dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. Apakah dengan penerapan pembelajaran kulsponsi dapat meningkatkan

aktivitas belajar siswa pada pokok bahasan trigonometri pada siswa kelas X-2 semester II SMA Al-Marif Mataram tahun pelajaran 2005 /2006. 2. Apakah dengan penerapan pembelajaran kulsponsi dapat meningkatkan

prestasi belajar siswa pada pokok bahasan trigonometri pada siswa kelas X-2 semester II SMA Al-Marif Mataram tahun pelajaran 2005 /2006. C. Batasan Masalah Masalah yang akan diteliti dalam penelitian ini dibatasi hanya pada meningkat atau tidaknya aktivitas dan prestasi belajar siswa pada pokok bahasan trigonometri pada siswa kelas X-2 semester II SMA Al-Marif Mataram tahun pelajaran 2005/2006.

5

D. Tujuan Penelitian Dalam penelitian ini, tujuan yang hendak dicapai adalah : 1. Untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa pada pokok bahasan trigonometri pada siswa kelas X-2 semester II SMA Al-Marif Mataram tahun pelajaran 2005/2006. 2. Untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada pokok bahasan trigonometri pada siswa kelas X-2 semester II SMA Al-Marif Mataram tahun pelajaran 2005/2006. E. Manfaat Penelitian Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Bagi siswa, untuk memperbaiki kemampuan belajar mandiri siswa dan

memperbaiki kemampuan menerapkan konsep dan meningkatkan prestasi belajar siswa. 2. Bagi guru, penelitian ini dapat digunakan sebagai alternatif model

pembelajaran dalam upaya meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar matematika siswa khususnya pada pokok bahasan trigonometri. 3. Bagi sekolah, hasil penelitian ini akan memberikan sumbangan yang

baik dalam rangka perbaikan pembelajaran dan peningkatan mutu proses pembelajaran. 4. Bagi peneliti selanjutnya sebagai dasar dan perbandingan untuk

penelitian selanjutnya.

6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Deskripsi Teori 1. Pembelajaran Winataputra (1997:2) mengungkapkan bahwa pembelajaran merupakan sarana untuk memungkinkan terjadinya proses belajar dalam arti perubahan perilaku individu melalui proses yang diciptakan dalam rancangan proses pembelajaran. Pembelajaran harus melahirkan proses belajar melalui berbagai aktivitas yang sengaja dirancang untuk mencapai tujuan tertentu. Aqib (2003:41) mengungkapkan bahwa pembelajaran adalah upaya mengorganisasi lingkungan untuk menciptakan kondisi belajar siswa.

Sedangkan menurut Sudjana (2000:6) pembelajaran adalah upaya pendidik untuk membantu peserta didik melakukan kegiatan belajar. Dalam pembelajaran guru menciptakan kondisi-kondisi atau mengatur lingkungan sedemikian rupa sehingga terjadi ineraksi antara murid dengan lingkungan, guru, alat pelajaran dan sebagainya sehingga tercapai tujuan pelajaran yang telah ditentukan. Berdasarkan definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah upaya mengorganisasikan lingkungan atau menciptakan kondisi-kondisi lingkungan sedemikian rupa sehingga memungkinkan terjadinya proses atau kegiatan belajar siswa melalui berbagai aktivitas untuk mencapai tujuan pelajaran yang telah ditentukan. 2. Metode Pembelajaran Metode pembelajaran ialah cara yang dipergunakan guru dalam

mengadakan interaksi dengan siswa pada saat berlangsungnya pembelajaran.

7

Metode pembelajaran berperan sebagai alat untuk menciptakan proses pembelajaran. Melalui penerapan metode pembelajaran diharapkan tumbuh berbagai kegiatan belajar siswa sehubungan dengan kegiatan mengajar guru sehingga terciptalah interaksi edukatif. Dalam interaksi ini guru diharapkan dapat berperan sebagi penggerak atau pembimbing, sedangkan siswa berperan sebagai penerima atau yang dibimbing. Proses interaksi idukatif ini akan berjalan dengan baik jika siswa berpartisipasi aktif. Oleh karena itu, metode pembelajaran yang baik adalah metode yang dapat menumbuhkan kegiatan belajar siswa (Sudjana, 1987:76) Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan guru dalam mengadakan interaksi dengan siswa pada saat berlangsungnya pembelajaran sehingga tumbuh berbagai kegiatan belajar siswa. Adapun metode pembelajaran yang dikenal antara lain: metode ceramah, demonstrasi, latihan, tanya jawab, penemuan, permainan, dan pemberian tugas. Suatu metode pembe