Spesifikasi Teknis Pekerjaan Pemancangan

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Spesifikasi Teknis pekerjaan pemancangan

Text of Spesifikasi Teknis Pekerjaan Pemancangan

  • RANCANGAN PEDOMAN TEKNIS BAHAN KONSTRUKSI BANGUNAN DAN REKAYASA SIPIL

    Konsep

    Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis

    Volume I : Umum Bagian 6 : Pekerjaan Pemancangan

    ICS 93.010 BIDANG SUMBER DAYA AIR

    RPT0

    SDA

    P14N54New Stamp

  • i

    DAFTAR ISI DAFTAR ISI .................................................................................................................. i KATA PENGANTAR..................................................................................................... ii PENDAHULUAN........................................................................................................... iii 1. RUANG LINGKUP .................................................................................................. 1 2. ACUAN NORMATIF ............................................................................................... 1 3. ISTILAH DAN DEFINISI ......................................................................................... 1

    4. KETENTUAN DAN PERSYARATAN...................................................................... 2

    4.1. Toleransi ........................................................................................................ 2 4.2. Persyaratan Bahan ........................................................................................ 3 4.3. Persyaratan Kerja .......................................................................................... 4

    5. PELAKSANAAN PEKERJAAN ............................................................................... 5

    5.1. Pekerjaan Turap ............................................................................................ 5 5.2. Pekerjaan Pondasi Tiang............................................................................... 7

    6. PENGENDALIAN MUTU ........................................................................................ 16 6.1. Jaminan Mutu ................................................................................................ 16 6.2. Penerimaan Bahan ....................................................................................... 16 6.3. Penyimpanan dan Perlindungan Bahan ........................................................ 16 6.4. Tiang Uji (Test Pile) Pondasi Tiang ............................................................... 16 6.5. Pengujian Turap ............................................................................................ 17 6.6. Pengujian Pembebanan (Loading Test) ........................................................ 17 6.7. Mutu Pekerjaan dan Perbaikan Atas Pekerjaan yang Tidak Memenuhi

    Ketentuan....................................................................................................... 18 7. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN.................................................................... 18

    7.1. Pengukuran.................................................................................................... 18 7.2. Dasar Pembayaran ........................................................................................ 20

    BIBLIOGRAFI ............................................................................................................... 23

  • ii

    KATA PENGANTAR

    Konsep pedoman ini merupakan hasil kajian dari berbagai pedoman spesifikasi teknik pekerjaan yang ada. Pembahasan dilakukan pada Kelompok Umum dari Gugus Kerja Pendayagunaan Sumber Daya Air pada Sub-Panitia Teknis sumber Daya Air yang berada dibawah naungan Panitia Teknis Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil, Departemen Pekerjaan Umum. Proses pembahasan yang dimulai dari Rapat Kelompok Bidang Keahlian, Rapat Gugus Kerja, Rapat Teknis dan Konsensus pada tingkat Sub-Panitia Teknis Sumber Daya Air yang kemudian Rapat Penetapan pada Panitia Teknis sesuai dengan mekanisme proses pembuatan pedoman di Departemen Pekerjaan Umum. Pelaksanaan pembahasan untuk masing-masing tingkatan harus dihadiri oleh anggota panitia, nara sumber, konseptor dan tim editor dari perumusan pedoman ini. Komposisi anggota panitia dan nara sumber harus memperhatikan keterwakilan para pemangku kepentingan yaitu antara lain : pemerintah, pakar, konsumen dan produsen dengan komposisi yang seimbang satu sama lain.

  • iii

    PENDAHULUAN

    Berdasarkan Undang-undang No. 7 tahun 2004, tentang Sumber Daya Air bahwa pelaksanaan pembangunan sarana dan prasaran sumber daya air harus berdasarkan norma, standar, pedoman dan manual (NSPM). Sehubungan dengan hal tersebut, pada saat ini telah tersusun NSPM yang umumnya mengenai tata cara perencanaan, cara uji mutu pekerjaan dan spesifikasi teknis bahan serta konstruksi dari bangunan air yang akan dibangun. Pedoman ini disusun sesuai dengan masing-masing tahapan kegiatan yang terdiri dari pemilhan bahan, pengujian dan pelaksanaan konstruksi dimana dalam pelaksanaannya mengacu dan berpedoman pada norma, standar, pedoman dan manual (NSPM) tercantum pada Acuan Normatif. Pedoman ini mencakup turap yang disediakan dan dipancang atau ditempatkan sesuai dengan spesifikasi ini, dan sedapat mungkin mendekati gambar menurut penetrasi atau kedalamannya sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan. Pekerjaan ini mencakup turap kayu, turap baja, dan turap beton pracetak.

    Pedoman ini mencakup tiang pancang yang disediakan dan dipancang atau ditempatkan sesuai dengan Spesifikasi ini, dan sedapat mungkin mendekati Gambar menurut penetrasi atau ke dalamannya sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.

  • RPT0-Pd T-xx-xxxx

    1 dari 23

    Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis Volume I : Umum

    Bagian 6 : Pekerjaan Pemancangan

    1. RUANG LINGKUP Pedoman ini menetapkan ketentuan dan persyaratan, metode kerja pelaksanaan, pengendalian mutu serta pengukuran dan pembayaran untuk pekerjaan pemancangan.

    Pedoman ini mencakup turap yang disediakan dan dipancang atau ditempatkan sesuai dengan spesifikasi ini, dan sedapat mungkin mendekati gambar menurut penetrasi atau kedalamannya sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan. Pekerjaan ini mencakup turap kayu, turap baja, dan turap beton pracetak.

    Pedoman ini mencakup tiang pancang yang disediakan dan dipancang atau ditempatkan sesuai dengan Spesifikasi ini, dan sedapat mungkin mendekati Gambar menurut penetrasi atau ke dalamannya sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.

    2. ACUAN NORMATIF Standar Nasional Indonesia (SNI) :

    - SNI 07-0722-1989 : Baja Canai Panas untuk Konstruksi Umum - SNI 03-3448-1994 : Tata cara penyambungan tiang pancang beton pracetak

    penampang persegi dengan sistem monolit bahan epoxy - SNI 03-4434-1997 : Spesifikasi tiang pancang beton prategang untuk pondasi

    jembatan ukuran (30x30, 35x35, 40x40) cm2, panjang 10-20 meter dengan baja tulangan BJ 24 dan BJ 40

    ASTM dan AASHTO :

    - ASTM A252 : Steel Pipe - AASHTO M183-90 : Structural Steel - AASHTO M168-96 (1999) : Wood Products - AASHTO M202M-02 : Steel Sheet Piling. - AASHTO M133-04 : Preservatives and Pressure Treatment Process for Timber.

    3. ISTILAH DAN DEFINISI 3.1. Aksi adalah penyebab terjadinya tegangan atau deformasi pada struktur. 3.2. Beban adalah suatu gaya yang bekerja dari luar. 3.3. Cast in place adalah suatu cara dimana tiang dicetak menurut lubang pada tanah

    yang berbentuk seperti tiang, kemudian ke dalam lubang ini dituangkan adukan beton 3.1. Daktilitas adalah kemampuan struktur/komponennya untuk melakukan deformasi

    inelastis bolak-balik berulang di luar batas titik leleh pertama, sambil mempertahankan sejumlah besar kemampuan daya dukung bebannya.

    3.2. Driving Cap adalah topi pemancang yang dipasang pada tiang pancang, untuk mempertahankan sumbu tiang pancang agar segaris dengan sumbu palu.

    3.4. Faktor reduksi adalah suatu faktor yang dipakai untuk mengalikan kuat nominal untuk mendapatkan kuat rencana.

    3.5. Gaya tarik tiang yang dijinkan adalah suatu harga yang diperoleh dengan membagi gaya tarik maksimum sebuah tiang dengan faktor keamanan

  • RPT0-Pd T-xx-xxxx

    2 dari 23

    3.6. Keadaan batas adalah setiap kondisi batas, yang di luar batas ini struktur tidak akan dapat lagi memenuhi fungsi yang direncanakan.

    3.7. Komponen struktur tak bergoyang adalah komponen struktur, yang perpindahan transversal satu ujung terhadap ujung lainnya pada komponen struktur vertikal dikekang secara efektif.

    3.8. Las tumpul penetrasi penuh adalah suatu las tumpul yang fungsinya terjadinya di antara material las dan metal induk, meliputi seluruh ketebalan sambungan las.

    3.3. Las tumpul penetrasi sebagian adalah suatu las tumpul yang kedalaman penetrasinya kurang dari seluruh ketebalan sambungan.

    3.4. Pengaruh beban adalah gaya-dalam / momen lentur akibat aksi atau beban-beban yang bekerja.

    3.5. Pengencangan penuh adalah suatu metode memasang dan menarik suatu baut. 3.6. Pembebanan gaya sebidang adalah pembebanan yang gaya-gaya rencana dan

    momen lenturnya bekerja pada bidang sambungan, sehingga efek aksi rencana yang bekerja pada komponen sambungan hanya berbentuk gaya geser saja.

    3.9. Pondasi tiang adalah suatu konstruksi pondasi yang mampu menahan gaya orthogonal ke sumbu tiang dengan jalan menyerap lenturan

    3.10. Rasio kelangsingan geometri adalah rasio kelangsingan geometri (Lk/r), diambil sebagai panjang efektif (Lk) dibagi jari-jari girasi (r), yang dihitung untuk penampang kotor terhadap sumbu yang relevan.

    3.11. Sambungan tipe tumpu adalah sambungan yang terjadi dengan menggunakan baut/baut mutu tinggi yang dikencangkan menurut batas tarik baut minimum tertentu, sehingga gaya-gaya rencana dipindahkan dengan tumpuan dan gesekan pada baut dan elemen-elemen sambungan pada keadaan kekuatan batas.

    3.7