Spondilitis TB Wisnu

  • View
    228

  • Download
    2

Embed Size (px)

DESCRIPTION

spondilitis tb

Transcript

BAB IPENDAHULUAN

Tuberkulosis dikenal sejak 1000 tahun sebelum Masehi seperti yang tertulis dalam kepustakaan Sanskrit kuno. Nama tuberculosis berasal dari kata tuberculum yang berarti benjolan kecil yang merupakan gambaran patologik khas pada penyakit ini.1 Tuberkulosis tulang belakang atau dikenal juga dengan spondilitis tuberkulosa selalu merupakan infeksi sekunder dari fokus di tempat lain dalam tubuh.2,3 Tulang belakang lebih sering terkena dibandingkan dengan sendi tunggal lainnya.2,4 Kemudian sendi panggul, lutut, dan tulang-tulang kaki, tulang-tulang lengan dan tangan jarang.4 Sarang primernya biasanya adalah di dalam paru. Percival Pott (1793) adalah penulis pertama tentang penyakit ini dan menyatakan bahwa terdapat hubungan antara penyakit ini dengan deformitas tulang belakang yang terjadi, sehingga penyakit ini disebut juga penyakit Pott.3,4,6 Etiologinya baru menjadi jelas setelah dalam tahun 1882 Robert Koch menemukan basil mikobakterium tuberkulosis. Penyakit ini juga dinamai Morbus Potti.5Spondilitis tuberkulosa merupakan peradangan granulomatosa yang bersifat kronis destruktif.2,3 Basil ini sampai di dalam tulang belakang melalui penyebaran hematogen dan menyerang satu atau lebih korpus vertebra yang mengakibatkan destruksi tulang dan menyebar ke semua jaringan artikulasi. Lokalisasi paling sering ditemukan pada regio torakolumbal dan jarang sekali pada regio servikal. 2Terapi konservatif yang diberikan pada pasien tuberkulosa tulang belakang sebenarnya memberikan hasil yang baik, namun pada kasus kasus tertentu diperlukan tindakan operatif serta tindakan rehabilitasi yang harus dilakukan dengan baik sebelum ataupun setelah penderita menjalani tindakan operatif.10

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

2.1Anatomi Tulang Belakang Tulang belakang (vertebra) terdiri dari 33 tulang: 7 buah tulang cervical, 12 buahtulang thoracal, 5 buah tulang lumbal, 5 buah tulang sacral dan 4 tulang coccygeus. Tulangcervical, thoracal dan lumbal membentuk columna vertebralis, sedangkan tulang sacral dan coccygeus satu sama lain menyatu membentuk dua tulang yaitu tulang sacrum dan coccygeus. Discus intervertebralis merupakan penghubung antara dua corpus vertebra.

Gambar 1. Pembagian Tulang Belakang

Sistem otot ligamentum membentuk jajaran barisan (aligment) tulang belakang dan memungkinkan mobilitas vertebra. Fungsi columna vertebralis adalah menopang tubuh manusia dalam posisi tegak, yang secara mekanik sebenarnya melawan pengaruh gaya gravitasi agar tubuh secara seimbang tetap tegak. Vertebra cervical, thoracal, lumbal bila diperhatikan satu dengan yang lainnya ada perbedaan dalam ukuran dan bentuk, tetapi bila ditinjau lebih lanjut tulang tersebut mempunyai bentuk yang sama. Corpus vertebra merupakan struktur yang terbesar karena mengingat fungsinya sebagai penyangga berat badan.

Gambar 2. Penampang melintang tulang belakang

Prosesus transversus terletak pada ke dua sisi corpus vertebra, merupakan tempat melekatnya otot-otot punggung. Diantara dua buah tulang vertebra terdapat discusintervertebralis yang berfungsi sebagai bentalan atau "shock absorbers" bila vertebra bergerak discus intervertebralis terdiri dari annulus fibrosus yaitu masa fibroelastik yang membungkus nucleus pulposus, suatu cairan gel koloid yang mengandung mukopolisakarida.Fungsi mekanik discus intervertebralis mirip dengan balon yang diisi air yang diletakkandiantara ke dua telapak tangan. Keadaan ini terjadi pada berbagai macam gerakan vertebra seperti fleksi, ekstensi, laterofleksi.Gambar 3. Anatomi Diskus Vertebralis

2.2 Definisi Spondilitis tuberkulosa atau tuberkulosis spinal yang dikenal pula dengan nama Pott's disease of the spine atau tuberculous vertebral osteomyelitis. Spondilitis tuberkulosa merupakan fokus sekunder dari infeksi tuberkulosis dengan penyebaran sebagian besar secara hematogen melalui pembuluh darah arteri epifiseal atau melalui plexus vena batson. Potts disease merupakan bentuk tuberkulosis muskuloskeletal yang paling berbahaya karena dapat menyebabkan destruksi tulang, deformitas, dan paraplegia.

2.3 Insiden dan Epidemiologi Insidensi spondilitis tuberkulosa bervariasi di seluruh dunia dan biasanya berhubungan dengan kualitas fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat yang tersedia serta kondisi sosial dinegara tersebut. Spondilitis tuberkulosa merupakan 50% dari seluruh tuberkulosis tulang dan sendi. Pada negara yang sedang berkembang, sekitar 60% kasus terjadi pada usia dibawah usia 20 tahun sedangkan pada negara maju, lebih sering mengenai pada usia yang lebih tua. Meskipun perbandingan antara pria dan wanita hampir sama, namun biasanya pria lebih sering terkena dibanding wanita yaitu 1,5:2,1. Umumnya penyakit ini menyerang orang-orang yang beradadalam keadaan sosial ekonomi rendah.4 Dari seluruh kasus tersebut, tulang belakang merupakan tempat yang paling sering terkena tuberkulosa tulang (kurang lebih 50% kasus), diikuti kemudian oleh tulang panggul, lutut dan tulang-tulang lain di kaki, sedangkan tulang di lengan dan tangan jarang terkena. Areatorako-lumbal terutama torakal bagian bawah (umumnya T10) dan lumbal bagian atas merupakan tempat yang paling sering terlibat karena pada area ini pergerakan dan tekanan dari weight bearing mencapai maksimum, lalu dikuti dengan area servikal dan sakral.5,6 Banerjee melaporkan pada 499 pasien dengan spondilitis tuberkulosa, radiologis memperlihatkan 31% fokus primer adalah paru-parudan dan kelompok tersebut 78% adalah anak-anak, sedangkan 69% sisanya memperlihatkan foto rontgen paru yang normal dan sebagian besar adalah dewasa.

2.4 Etiologi Spondilitis tuberkulosa disebabkan oleh karena bakteri berbentuk basil (basilus). Bakteri yang paling sering menjadi penyebabnya adalah Mycobacterium tuberculosis.3,4 Mycobacterium tuberculosis merupakan bakteri berbentuk batang yang bersifat acid fast non-motile atau disebut pula sebagai basil tahan asam (BTA). Dipergunakan teknik Ziehl- Nielson untuk memvisualisasikannya. Bakteri tumbuh secara lambat dalam media egg-enriched dengan periode 6-8 minggu. Produksi niasin merupakan karakteristik Mycobacterium tuberculosis dan dapat membantu untuk membedakannya dengan spesies lain. Lokalisasi spondilitis tuberkulosa terutama pada daerah vertebra torakal bawah dan lumbal atas, sehingga didugaadanya infeksi sekunder dari suatu tuberkulosa traktus urinarius, yg penyebarannyamelalui pleksus Batson pada venaparavertebralis.Meskipun menular, tetapi orang tertular tuberculosis tidak semudah tertular flu.3,4

2.5 Patologi Tuberkulosa pada tulang belakang dapat terjadi karena penyebaran hematogen atau penyebaran langsung nodus limfatikus para aorta atau melalui jalur limfatik ke tulang dari fokus tuberkulosa yang sudah ada sebelumnya di luar tulang belakang. Pada penampakannya, fokus infeksi primer tuberkulosa dapat bersifat tenang. Sumber infeksi yang paling sering adalah berasal dari sistem pulmoner dan genitourinarius. Penyebaran basil dapat terjadi melalui arteri intercostal atau lumbar yang memberikan suplai darah ke dua vertebrae yang berdekatan, yaitu setengah bagian bawah vertebra diatasnya dan bagian atas vertebra di bawahnya atau melalui pleksus batson's yang mengelilingi columna vertebralis yang menyebabkan banyak vertebra yang terkena. Hal inilah yang menyebabkan pada kurang lebih 70% kasus, penyakit ini diawali dengan terkenanya dua vertebra yang berdekatan, sementara pada 20% kasus melibatkan tiga atau lebih vertebra.3,5

Gambar 4. Aliran pembuluh darah tulang belakangWalaupun semua vertebrae dari columna vertebralis dapat diserang namun yang terbanyak menyerang bagian thorax. Penyakit ini juga dapat menjalar, sehingga akhirnya corpus vertebrae tidak lagi kuat untuk menahan berat badan dan seakan-akan hancur sehingga dengan demikian columna vertebralis membengkok. Kalau hal ini terjadi pada bagian thorax, maka akan terdapat pembengkokan hyperkyphose yang kita kenal sebagai gibbus. Sementara itu proses dapat menimbulkan gejala-gejala lain, diantaranya dapat terkumpulnya nanah yang semakin lama semakin banyak, nanah ini dapat menjalar menuju ke beberapa tempat diantaranya dapat berupa:7,81. Suatu abses paravertebrae, abses terlihat dengan bentuk spoel di kiri-kanan columna vertebralis.2. Abses dapat pula menembus ke belakang dan berada di bawah fasia dan kulit di sebelah belakang dan di luar columna vertebralis merupakan suatu abscess akan tetapi tidak panas. Umumnya abscess ini dinamakan abses dingin. Abses dingin umumnya berhubungan dengan abscess tuberculose/Infeksi tuberculose.3. Dapat pula abses menjalar mengelilingi tulang rusuk, sehingga merupakan senkung's abscess yang terlihat di bagian dada penderita.4. Abses juga dapat menerobos ke pleura sehingga menimbulkan emfisema.5. Pada leher dapat juga terjadi abscess yang terletak dalam pharynx sehingga merupakan abses retropharyngeal.6. Dapat pula abses terlihat sebagai abses supraclavicular.7. Pada lumbar spine abscess dapat turun melalui musculus iliopsoas yang kemudian menurunsampai terjadi abses besar yang terletak di bagian dalam dari paha. Semua abses tersebut di atas dapat menembus kulit dan menyebabkan timbulnya fistel yang bertahun-tahun. Kecuali abses-abses tersebut di atas, tuberculose pada vertebrae dapat pula memberikan komplikasi, ialah paraplegia, umumnya disebut Pott's paraplegia. Komplikasi ini disebabkan karena adanya tekanan pada medulla spinalis.2,4Gambar 5. Spondilitis tuberkulosis A) Gibus torakolumbal dengan hipertonus erektor trunkus. Penderita menyandarkan diri pada ekstremitas atas; B) 1. Rarefaksi bagian anterior vertebra mulai nampak penyempitan diskus intervertebralis, 2. Rarefaksi meluas, penyempitan jelas, 3. Kompresi vertebra bagian ventral, terjadinya gibus, kompresi medulla spinalis

Sorrel-dejerine mengklasifikasikan Pott's paraplegia menjadi:1. Early onset paresisTerj