Click here to load reader

Suplemen Bahan Ajar: Pengembangan Pendidikan fileMampu membedakan apa yang dimaksud dengan masyarakat multikultural ... terjadinya peristiwa kosmik, dimana Adam membutuhkan Hawa untuk

  • View
    220

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Suplemen Bahan Ajar: Pengembangan Pendidikan fileMampu membedakan apa yang dimaksud dengan...

125

Suplemen Bahan Ajar: Pengembangan Pendidikan IPS

MASYARAKAT MULTIKULTURAL

Pendahuluan

Pada materi ini akan dijelaskan mengenai apa yang dimaksud dengan

masyarakat multikulutar dan pengelompokkan masyarakat multi kultural secara

teoritik maupun praktik dalam kehidupan sehari-hari. Adapun kompetensi yang

diukur dalam materi ini antara lain:

UNIT 8

Kompetensi yang diharapkan setelah Anda mempelajari materi ini, sbb.:

1. Mampu membedakan apa yang dimaksud dengan masyarakat multikultural

dan membedakan dengan aspek globalisasi

2. Mampu mengidentifikasi berbagai kelompok-kelompok sosial yang terdapat

dalam lingkuangan masyarakat.

126

Suplemen Bahan Ajar: Pengembangan Pendidikan IPS

URAIAN MATERI

MASYARAKAT MULTIKULTURAL

Sifat kodrat manusia sebagai mahluk sosial yang mendorong untuk selalu

hidup bersama dengan orang lain (gregariousness), dapat kita pahami ketika

terjadinya peristiwa kosmik, dimana Adam membutuhkan Hawa untuk hidup

bersama-sama di dalam Surga. Manusia menggunakan pikiran, perasaan dan

kehendak untuk menghadapi lingkungan yang ia hadapi. Manusia yang hidup di

daratan maka ia akan beburu, untuk menghadapi cuaca dingin, panas, hujan

manusia membuat rumah, dan pakaian. Manusia yang hidup di pantai ia

menggunakan pikiran, perasaan, dan kehendak untuk memancing dan membuat

perahu untuk dapat berlayar ke tengah lautan untuk mendapatkan ikan

Proses interaksi dalam rangka mempertahankan hidup dan keturunan

tersebut akan membentuk suatu kelompok-kelompok sosial tersendiri, yang

merupakan kesatuan dari setiap manusia yang hidup secara bersama-sama.

Kelompok sosial yang terdapat pada masyarakat Indonesia, begitu banyak

terdapat dari mulai sabang sampai meroke. Terbagi kedalam 3 wilayah Indonesia

badian Timur, Indonesia bagian Tengah, dan Indonesia Bagian Barat.

Keanekaragaman budaya yang dimiliki oleh Indonesia tercantum dalam slogan

Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu tujuan. Sehingga masyarakat

Indonesia dikatakan sebagai masyarakat multi cultural (memiliki banyak budaya).

Mendeskripsikan berbagai kelompok sosial dalam masyarakat

multikultural

A. Ciri-ciri Masyarakat Multi Kultural

Negara bangsa Indonesia terdiri dari sejumlah besar kelompok etnis,

budaya, dan agama. Sehingga bangsa Indonesia dapat dikatakan sebagai

bangsa yang memiliki multi kultural. Multi kulturalisme ialah pandangan dunia

dalam berbagai kebijakan kebudayaan yang menekankan tentang penerimaan

Sub Unit 8.1

aingkumaha.blogspot.com

127

Suplemen Bahan Ajar: Pengembangan Pendidikan IPS

terhadap ralitas keragaman, pluralitas, dan multi kultural yang terdapat dalam

kehidupan masyarakat.

Parekh (1997: 183-185) membedakan lima macam multikulturalisme.

Pertama, multikulturalisme isolasionis yang mengacu kepada masyarakat

dimana berbagai kelompk kultural menjalankan hidup secara otonom dan

terlibat dalam interaksi hanya minimal satu sama lain. Contoh warga tiong hoa

pada satu sisi mereka menerima keragaman yang terjadi di masyarakat

Indonesia, akan tetapi pada saat yang besamaan mereka berusaha

mempertahankan budaya mereka secara terpisah dari masyarakat lain

umumnya.

Kedua, multikulturalisme akomodatif, yakni masyarakat plural yang

memiliki kultur dominan, yang membuat penyesuaian dan akomodasi-

akomodasi tertentu bagi kebutuhan

kultural kaum minoritas. Masyarakat

multikultural akomodatif merumuskan dan

menerapkan undang-undang, hukum dan

ketentuan-ketentuan yang sensitif secara

kultural, dan memberikan kebebasan

kepada kaum monoritas untuk

mempertahankan dan mengembangkan

kebudayaan mereka; sebaliknya kaum minoritas tidak menantang kultur

dominan. Contoh orang pribumi Indonesia terhadap warga keturunan cina.

Ketiga multikulturalisme otonomis, yakni masyarakat plural di mana

kelompok-kelompok kultural utama berusaha mewujudkan kesetaraan dengan

budaya dominan dan menginginkan kehidupan otonomi dalam kerangkan

politik yang secara kolektif bisa diterima. Ialah untuk mempertahankan cara

hidup mereka, yang memiliki hak yang sama dengan kelompok dominan;

mereka menantang kelompok kultural dominan dan berusaha menciptakan

suatu masyarakat dimana semua kelompok bisa eksis sebagai mitra sejajar.

Contoh gerakan kaum perempuan menuntut kedudukan 30 persen pada UU

Politik, agar sejajar dengan kaum laki-laki (gerakan feminis).

128

Suplemen Bahan Ajar: Pengembangan Pendidikan IPS

Keempat, multikultural kritikal atau interaktif ialah masyarakat plural

dimana kelompok-kelompok kultural tidak terlalu terpaku pada kehidupan

budaya otonom, akan tetapi lebih menuntut terhadap penciptaan budaya

kolektif yang mencerminkan dan menegaskan pandangan-pandangan

pemikiran meraka.. akan tetapi kelompok budaya domina menolak tuntutan

seperti ini, dan berusaha secara paksa untuk menerapkan budaya dominan

mereka denga mengorbankan budaya kelompok minoritas. Sehingga kelompok

minoritas menantang budaya dominan, baik secara intelektua maupun politis

untuk menciptakan keadaan yang kondusif. Contoh orang kulit hitam di

Amerika yang dipelakukan sebagai budak, dan memperjuankan agar

terdapatnya perlakuan yang sama antara kulit hitam dan putih.

Kelima, multikultural kosmopolitan, yang berusaha menghapus batas-

batas kultural sama sekali untuk menciptakan sebuah masyarakat dimana setiap

indovidu tidak lagi terikat dalam kelompok budaya tertentu dan sebaliknya,

secara bebas dapat terlibat dalam kegiatan-kegiatan antara kelompok-kelompok

budaya dan sekaligus mengembangakan kehidupan budaya masing-masing.

Contoh kelompok liberal yang menganggap semua budaya dapat dipilih dan

diambil secara bebas.

Alasan mengenai teradinya interaksi antara budaya, hal tersebut lebih

dikarenakan oleh sifat dasar manusia. Dimana manusia ketika dilahirkan

memiliki sifat dasar sebagai binatang politik (zoon politicom), setiap individu

saling membutuhkan dengan indivudu yang lain. Sehingga mendorong bagi

setiap individu untuk melakukan interaksi dengan individu lainnya. Seperti

halnya apa yang diutarakan oleh Basrowi (2005: 48) sejak lahir, manusia sudah

mempunyai dua hasrat atau keinginan dasar antara lain:

1) Keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain di sekelilingnya (yaitu

masyarakat).

Refleksi: jika anda pergi pusat perbelanjaan, lebih suka memilih makanan padang dan sunda atau lebih suka makanan Mc Donald, CFC? Apa pendapat saudara mengenai maraknya di kalangan generasi muda mengenai MTV sasi dan Valentines Day/hari kasih sayang?

129

Suplemen Bahan Ajar: Pengembangan Pendidikan IPS

2) Keinginan untuk menjadi satu dengan suasana alam sekelilingnya.

Berbagai interaksi sosial yang berlangsung selama kita hidup, disadari

ataupun tidak. Hal itu, terjadi dalam suatu komunitas kelompok yang

mencirikan sebuah identitas.

Seperti halnya ketika seorang

bayi terlahir menandakan

keanggotaan dari suatu kelompok

keluarga, kelompok desa dimana

ia tinggal, dan bahkan menjadi

suatu kelompok agama. Pada saat

awal kehidupan, biasanya

seserang cenderung terlibat

dalam lingkungan kelompok

keluarga, kemudian pada tahap

berikutnya mengalami perkembangan interaksi dengan kelompok teman

bermain (peer group). Contohnya di usia sekolah seseorang telah menjadi

seorang anggota organisasi formal dan banyak terlibat dalam keorganisasian

yang ada di lingkungan sekolah tersebut, seperti halnya; Pramuka, OSIS,

Paskibraka, PMR, dan lain sebagainya.

B. Faktor Penyebab Terbentuknya masyarakat Multikultural

Proses berlangsungnya pengaruh budaya dunia terhadap perkembangan

masyarakat multi cultural di Indonesia bisa melalui jalur perdagangan, dan

ketika terjadinya kolonialisasi (penjajahan) oleh Negara-negara lain

sepertihalnya, Portugis, Belanda, dan Jepang yang secara otomatis mereka

membawa kebudayaan-kebudayaanya masing-masing dan mempengaruhi

budaya lokal (domestic) yang telah ada pada masyarakat Indonesia.

Dapat kita lihat dengan terbentuknya lapisan-lapisan budaya seperti hidu-

Budha, budaya Islam, budaya Kristen, dan pada akhir-akhir ini berkembang

mengenai budaya Global.

batukar.info

130

Suplemen Bahan Ajar: Pengembangan Pendidikan IPS

Pentingnya identitas nasional dalam bentuk budaya nasional hal ini

diuntkapkan oleh Koentjara Ningrat yang mengungkapkan fungsi dari

kebudayaan nasional Indonesia sebagai berikut:

1) Kebudayaan nasional Indonesia merupakan suatu sistem gagasan dan

perlambang yang dapat memberi identitas kepada setiap warga Negara

Indonesia.

2) Kebudayaan nasional Indonesia merupakan suatu sistem gagasan dan

perlambang yang dapat dipakai oleh semua warga Negara Indonesia yang

berbhineka itu untuk saling mengkomunikasikan dengan demikian dapat

memperkuat solidaritas nasional.

Setiap manusia disadari ataupun tidak, pada saat ini hidu