Syok Hipovolemik [Dr. Erfan]

  • View
    282

  • Download
    15

Embed Size (px)

DESCRIPTION

hipovolemik

Text of Syok Hipovolemik [Dr. Erfan]

Penderita wanita 22 th, + 70 kg masuk IRD karena kecelakaan sepeda motor. Patah tulang paha terbuka dan ada jejas di abdomen.Wanita tersebut juga hamil 8 bulan, keluar perdarahan pervaginam. Nafas 36x/mnt, nadi 128 x/mnt, tensi 70/50. Tangan pucat dan dingin, hanya ada respon dengan stimulasi nyeri. Dilaporkan oleh petugas ambulan 118, keadaan sekarang ini seperti waktu di TKP. Selama perjalanan ke IRD, di ambulan diberikan Ringer Lactate 2 liter cepat, tensi pernah naik 90/60 dan nadi 120x/mnt Apakah penderita shock Macam shock, penyebab, & patofisiologinya Klasifikasi derajat shock Bagaimana tindakan pertolongan awal Bagaimana respon thd pemberian cairan Bagaimana monitoringnya dan evaluasinya1

SHOCK

Inadequate organ perfusion and tissue oxygenation

2

BEBERAPA PERTANYAAN PENTING 1. SUDAH BERAPA LAMA PENGERTIAN SYOK DIKENAL DIDUNIA KEDOKTERAN 2. APA MANFAAT MEMPELAJARI PARADIGMA SYOK, PADA SYOK KARENA PERDARAHAN 3. BAGAIMANA PARADIGMA PENGERTIAN SYOK PADA WAKTU INI

4. BAGAIMANA PARADIGMA PENANGGULANGAN SYOK PADA WAKTU INI5. PELAJARAN FUNDAMENTAL APA YANG DAPAT DITARIK (LESSON LEARNED) DARI PERKEMBANGAN PARADIGMA SYOK TERSEBUT3

PENGERTIAN SYOK SUDAH BERUMUR LEBIH DARI 100 (SERATUS) TAHUN AKHIR TAHUN 1800 AN TAHUN 2000

4

1980 AN - 2000

ADANYA SILENT EPIDEMIC KECELAKAAN LALU LINTAS LANDASAN DOKTRIN TIME SAVING IS LIFE SAVING (WAKTU ADALAH NYAWA) PARADIGMA GLOBAL PENANGGULANGAN SYOK PENDEKATAN SISTIM, FUNGSI, TERPADU DAN KOMPREHENSIF PARADIGMA GANGGUAN UTAMA PADA SYOK ADALAH GANGGUAN PERFUSI DAN GANGGUAN PENGGUNAAN OKSIGEN PADA JARINGAN ATAU SEL SYOK KARENA PERDARAHAN (DALAM BATAS TERTENTU) DAPAT DIATASI DENGAN HEMODILUSI / TERAPI CAIRAN MULAI DIKENAL PARU2 SEBAGAI TARGET ORGAN PADA SYOK - SHOCK LUNG, DANANG LUNG, ARDS PENGGUNAAN TRANSFUSI DARAH SECARA LUAS MULAI DIKENALKAN DEXTRAN PARADIGMA -SYOK KARENA PERDARAHAN HARUS DIGANTI DENGAN DARAH TRANSFUSI DARAH MULAI DIPERGUNAKAN PARADIGMA : SYOK KARENA HIPOTENSI PENGGUNAAN VASOPRESOR

1957-1975 PERANG VIETNAM

1950-1953 PERANG KOREA 1939-1945 PERANG DUNIA II 1914-1918 PERANG DUNIA I

AKHIR TAHUN SHOCK IS A RUDE UNHINGING OF THE MACHINERY OF LIFE SHOCK IS THE HARBINGER OF DEATH 1800 AN 5

GARIS BESAR PERKEMBANGAN PARADIGMA PADA SYOK

1. SYOK DISEBABKAN OLEH KARENA HIPOTENSI2. SYOK KARENA PERDARAHAN HARUS DIGANTI DENGAN DARAH 3. PADA SYOK GANGGUAN UTAMA ATAU GANGGUAN DASAR ADALAH GANGGUAN PADA PERFUSI DAN OKSIGENASI JARINGAN ATAU SEL MODEL DASAR PATHOFISIOLOGI SYOK 4. PADA SYOK KARENA PERDARAHAN PERBAIKAN PERFUSI DAN OKSIGENASI JARINGAN DAPAT DILAKUKAN DENGAN HEMODILUSI ATAU TERAPI CAIRAN 5. PARADIGMA GLOBAL MUTAKHIR PENGELOLAAN SYOK (PENGELOLAAN GAWAT DARURAT) PENDEKATAN SISTIM, FUNGSI, TERPADU DAN KOMPREHENSIV6

1. PARADIGMA : SYOK DISEBABKAN KARENA HIPOTENSI ANGGAPAN DASAR : SYOK DISEBAKAN OLEH KARENA HIPOTENSI ARAH TINDAKAN DIBERIKAN VASOPRESOR PARADIGMA DITINGGALKAN KARENA - DI KLINIK ANGKA KEHIDUPAN (SURVIVAL) TIDAK MENJADI BAIK

- PERCOBAAN BINATANG *. PEMBERIAN VASOPRESOR MALAH MEMPERTINGGI ANGKA KEMATIAN *. PADA SYOK SUDAH TERJADI PENINGKATAN KATEKOLAMIN (VASOPRESOR) ENDOGENUS

7

3. PARADIGMA : PADA SYOK GANGGUAN UTAMA ATAU GANGGUAN DASAR ADALAH GANGGUAN PADA PERFUSI DAN OKSIGENASI JARINGAN ATAU SEL PENELITIAN KLINIK (PASIEN) ANGKA KEMATIAN SYOK BERKORELASI POSITIV DENGAN EKSES LAKTAT ATAU LACTIC ACIDOSIS (1964) LANDASAN PEMIKIRAN PADA SITUASI NORMAL CUKUP PERFUSI ATAU OKSIGENASI METABOLISME AEROBIK GLUKOSA + O2 H2O + CO2 + 38 ATP PADA SYOK GANGGUAN PERFUSI ATAU OKSIGENASI METABOLISME ANAEROBIK GLUKOSA (TANPA O2) ASAM LAKTAT + 2 ATP

ARAH TINDAKAN BAGAIMANA MEMPERBAIKI PERFUSI / OKSIGENASI JARINGAN SECEPATNYADOKTRIN TIME SAVING IS LIFE SAVING8

NUMBER OF PATIENTS = 43 10 100% MORTALITY RATE

14

20

13

6

80 60 40 20

120

INITIAL ARTERIAL LACTATE mgm % Arterial blood lactate determinations in 63 patients in shock, measured When the patients were initially seen and before treatment was begun This value was of prognostic, whereas a similar plot of initial blood Preassure vs. Mortality was not9

THE PATIENTS IN SHOCK+ 160 140 120 100 80 60 + 40 20 7.1 7.2 7.3 7,4 7,5 7,6 + + + +

+ DIED SURVIVED

ARTERIAL pH A summary of 32 in whom serial measurements of arterial blood lactate reflect prognosis. In patents (represented by the broken lines) the lactate rose and all patients died. In 22 patients (respresented by the solid lines) the lactate dropped quickly to normal and all survived

10 Bagan 4

Golden hour. Probability of survival from posttraumatic shock 100 80 60

Percent survival

4020 0 0 30 MinutesFrom: Stene JK, Grande CM, Gieseke A, 1991 11

60

90

UNSUR2 PEMBEDA PADA SHOCK

SYOK SYOK HIPOVOLEMIA KARDIOGENIK - PERDARAHAN - KEHILANGAN CAIRAN

SYOK SYOK ANAFILACTIC SEPTIK

UNSUR YANG SAMA PADA SYOK - COMMON TERMINAL PATH WAY

GANGGUAN PENURUNAN UTAMA VOLUME` DARAHMEKANISME VOLUME FISIOLOGI DARAH DASAR

PENURUNAN DAYA POMPA JANTUNG

VASODILATASI

GANGGUAN PERFUSI & OKSIGENASI PERFUSI & OKSIGENASI JARINGAN / SEL PERBAIKAN PERFUSI / OKSIGENASI

GANGGUAN PADA

DAYA POMPA PEMBULUH JANTUNG DARAH

ARAH UTAMA PENGELO LAAN

PENGGANTIAN VOLUME

PENINGKATAN PENGEMBALIAN DAYA POMPA TONUS PEMBU JANTUNG LUH DARAH 2 OBAT : OBAT2 - INOTROPIK VASO AKTIF - ANTI ARITMIK

12 Bagan 6

PERTOLONGAN PADA SYOK PENDEKATAN TERPADU BERORIENTASI FUNGSI / SISTIM 1. TAHAP PERTAMA / TAHAP SEGERA BERIKAN LIFE SUPPORT (BANTUAN HIDUP, RESUSITASI STABILISASI) PARU O2JAN TUNG

AIRWAY CIRCULATION (A) BREATHING (C) (B) BRAIN 2. TAHAP KEDUA TETAPKAN DIAGNOSA DAN TERAPI DEFENITIF13 Bagan 9

4. PARADIGMA : PADA SYOK KARENA PERDARAHAN PERFUSI DAN OKSIGENASI JARINGAN DAPAT DIPERBAIKI DENGAN TERAPI CAIRAN (HEMODILUSI) UNTUK MENGEMBALIKAN VOLUME DARAH DAN MENINGKATKAN CARDIAC OUTPUT (1964) KONSEP TERSEBUT DIGUNAKAN DENGAN LUAS PADA PERANG VIETNAM (1957 1975) TEMUAN PADA PENELITIAN (BAIK PADA BINATANG MAUPUN PADA MANUSIA) PADA PERDARAHAN TERJADI 3 TAHAP PENYEMBUHAN : 1. TAHAP VASOKONSTRIKSI - REDISTRIBUSI PROTEKTIV 2. TAHAP HEMODILUSI 3. TAHAP PRODUKSI ERITROSIT

PERBAIKAN PERFUSI DAN OKSIGENASI JARINGAN DAPAT DILAKUKAN DENGAN TERAPI CAIRAN / HEMODILUSI UNTUK MEMPERCEPAT TAHAP HEMODILUSI

14

PERANG VIETNAM (1957 1975) PERANG PALING LAMA UNTUK AMERIKA

MENINGGAL ORANG AMERIKA VIETNAM UTARALUKA AMERIKA

: 58.000 : 500.000 1.000.000

: 365.000

BERATNYA PERANG BOM YANG DIJATUHKAN + 4 X BOM DI JERMAN PADA PERANG DUNIA II

15

LANDASAN PEMIKIRAN HEMODILUSI ATAU TERAPI CAIRANOKSIGEN = CARDIAC OUTPUT X SATURASI Hb% X Hb % X 1,34 TERSEDIA (1) (2) (3)

FUNGSI SIRKULASI

FUNGSI PERNAFASAN (RUMUS DARI NUNN)

FUNGSI DAYA ANGKUT OKSIGEN

16

PENGGUNAAN = CARDIAC X ISI O2 OKSIGEN OUTPUT DARAH ARTERI DALAM KEADAAN NORMAL Hb 15 G %

ISI O2 DARAH VENA

PENGGUNAAN O2 250 ml/mnt = 5000 X (20 ml/100 15 ml/100) DALAM KEADAAN HEMODILUSI SETELAH PERDARAHAN MISAL Hb 7,5 G % (50% HARGA NORMAL)PENGGUNAAN O2 250 ml/me = (2X5000)X(10ml/100 7,5 ml/100) ISI O2 DARAH ARTERI TINGGAL 50% 10 ml/100 ISI O2 DARAH VENA 7,5 ml/100 PENGGUNAAN O2 PER 100 ml DARAH 2,5 ml/100 PENGGUNAAN O2 DAPAT TETAP DIPERTAHANKAN 250 ml/me DENGAN MENAIKKAN CARDIAC OUPUT 2 X MENJADI 10000 ml/me KENAIKAN CARDIAC OUTPUT, DIMUNGKINKAN APABILA VOLUME 17 DARAH KEMBALI NORMAL DENGAN TERAPI CAIRAN

5. PARADIGMA GLOBAL DALAM PENGELOLAAN SYOK (GAWAT DARURAT) PADA WAKTU INI 5.1. PENDEKATAN SISTIM SYOK (GD) DAPAT TERJADI PADA SIAPA SAJA KAPAN SAJA, DIMANA SAJA PENDEKATAN FUNGSI TINDAKAN AWAL LIFE SUPPORT (RESUSITASI STABILISASI) AIRWAY,M BREATHING, CIRCULATION, BRAIN TINDAKAN BERIKUT: DIAGNOSA DAN TERAPI DEFENITIV PENDEKATAN TERPADU SYOK (GD) ADALAH MASALAH KOMPLEKS TERPADU DALAM SISTIM RUJUKAN TERPADU DALAM TEAM MULTIDISIPLIN, MULTI PROFESI, MULTI SEKTOR PENDEKATAN KOMPREHENSIV 18 PRIMARY, SECONDARY DAN TERTIARY PREVENTION

5.2.

5.3.

5.4.

SPGDT-S (Sistim Pelayanan Gawat Darurat Terpadu-Sehari2)PENCEGAHAN ANTARA LAIN - HELM - SABUK PENGAMAN

PENANGGULANGAN

SUMBER DAYA MANUSIAYANG MEMBERI PERTOLONGAN AWAM UMUM PETUGAS DOKTER AWAM KHUSUS AMBULANS PERAWAT

MULTI DISIPLIN MULTI PROFESI MULTI SEKTOR

TUJUAN MENCEGAHMASYARAKAT AMAN / SEJAHTERA (SAFE COMMUNITY) KOMUNIKASI - KEMATIAN - KECACADAN

TRANSPORTASI

+PASIEN AMBULANS PUSKESMAS RS.KLAS C RS. KLAS A/B

PRA RS

INTRA RS

INTRA RS

ANTAR RS PENDANAAN TIME SAVING IS LIFE SAVING RESPONSE TIME DIUPAYAKAN SEPENDEK MUNGKIN 19 MERUJUK THE RIGHT PATIENT, TO THE RIGHT PLACE AT THE RIGHT TIME

SDM5 DOKTER SPESIALIS : DIAGNOSA DEFENITIF TERAPI DEFENITIF : PPGD UNTUK DOKTER (PPGD - PENYELAMAT JIWA - LIFE SAVING FIRST AID - RESUSITASI - STABILISASI) ISI IDEAL PPGD BASIC LIFE SUPPORT ADVANCE LIFE SUPPORT ADVANCE TRAUMA LIFE SUPPORT ADVANCE CARDIAC LIFE SUPPORT

4. DOKTER UMUM

ORIENTASI UMUM ORIENTASI TRAUMA ORIENTASI JANTUNG

PEDIATRIC LIFE SUPPORT NEONATAL LIFE SUPPORT DOKTER UMUM SEBAGAI : PELAKSANA MANAJER / KOORDINATOR PELATIH 3. PERAWAT : PPGD UNTUK PERAWAT

2. AWAM KHUSUS : PPGD UNTUK AWAM KHUSUS POLISI, PEMADAM KEBAKARAN PRAMUKA, PMI, HANSIP 1. AWAM UMUM : PPGD UNTUK AWAM UMUM

20 Bagan 8

16

PERTOLONGAN PADA SYOK PENDEKATAN TERPADU BERORIENTASI FUNGSI / SISTIM 1. TAHAP PERTAMA / TAHAP SEGERA BERIKAN LIFE SUPPORT (BANTUAN HIDUP, RESUSITASI STABILISASI) PARU O2JAN TUNG

AIRWAY CIRCULATION (A) BREATHING (C) (B) BRAIN 2. TAHAP KEDUA TETAPKAN DIAGNOSA DAN TERAPI DEFENITIF21 Bagan 9

MODEL PENDEKATAN TERPADU BERORIENTASI