Tanggung Jawab Jabatan dan Tanggung Jawab Pribadi dalam

  • View
    232

  • Download
    6

Embed Size (px)

Transcript

  • ffiah Kritis atgs UU No. 2211999intett PernEbntahan Daerah,

    ?gT SISTEM PEMERINTAHANPisci F6irubahan UUD 1945)

    Rs 4

    Lg$lt.Ansarl

    ouwpoHgsn

    i rirssit

    FAHULTAS HUHUM

    UNIVNRSITAS PHMBANGUNAH NA'IOhIAL UVETERANU'AKARTA

  • ffiffinfilrsFAKULTAS HUKUM UPN "VTTTRAN" JAKARTA

    Vol .1,No.1, iuni 2O14 lssH 1633 i1458

    SUSUNAN PINGUftUS

    PembinsRektor UPN " Veteran"Jakarla

    Mitra Be*tarlProf .Drs. Koesparmono lrsan ' SH..MBAPrat. Dr. Abdul Manan, SH"'SlP.' M.Hum

    Dr. Erni Aguslina,$H., SP.NDr. M. Ati Zaidan ,$H.,Ml't

    Penanggung JawabDrs.Diamhari Hamza, $H.,MH., MM

    Femimpin Redaksi$uherman SH., LLM

    Dewan RedaksiSwi ArYanli Ramodhani'SH.'MH

    Wien $ukannini,$HAndriYanto Adi Nugroho'SH "'MH

    $ugianto $E.,MM$yarah Tuti AlawiYah, SFl.,MH

    .Redaksi PelaksanaKhoirur Rietl Lutfi, SI"l', I\41"1

    Lutlil Ansori" Sl"{1., M}l$taf Tata Usaha$ulastri ,$H. MH

    lr.Yuliana YuliW.MMKhairi Kalyubi

    $tsf lTRika Apritina Amd.KomP

    Pembantu UmumKuswara SE

    AtiSarmili KalYubiAlamai Redaksi

    Jl R$ Fatmawati, Pondok Labu, Jakarta $elatanEmail : j urnal.yuritlis(ilgmai l.com

    FenerbitYayasan Fenerbit UPN " Veteran'Jakarta Jl RS Fatmawati Pondok Labu

    Jakafta selatan

    Jumal ilmiah Hukum "YUR,D,S" diterbjlkon enam bulan sekall, oleh Fakultas Hukum

    LJ1N "Veteran" J&kada, dimaksudkan sebagai media perlukaran informasidan karya

    ilmiah antar sfaf pengaiaq, mahaslswa, slumni dan pambaca yang benninat sarta

    masyarakat pada umumnya.

  • PENGANTAR

    REDAKSI

    Assalumu' uluik um Wr. Wb.

    JURNAL YURIDISVol. 1 No. 1, Juni 2014

    S.gutu puji bagi Dzar yang salalu memberikan segala bentuk ni'mat-

    Nya, sehingga atas perkenan-Nya Jurnal Yuridis Fakultas Hukum Uni-versitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta dapat terbit.

    JURNAL YURIDIS Vol. 1. No. I Edisi Juni 2014 ini merupakanakumulasi tulisan yang berasal dari beberapa hasil penelitian dan karya

    tulis untuk melanjutkan kegiatan publikasi ilmiah melalui jurnal yangtelah berjalan sebelumnya. Dalam penerbitan kali ini terdapat perubahandalam beberapa hal teknis. Perubahan tersebut dimaksudkan untuk upaya

    perbaikan Jurnal Yuridis yang terbit sebelumnya. Sebagai wujud komit-

    men terhadap ilmu pengetahuan, Jurnal Yuridis mencoba memberikankontribusi ilmiah agar dapat menjadi inspirasi dan motivasi, serta mem-buka wawasan dalam bidang penelitian dan pengembangan ilmu hukum.

    Jumal Yuridis edisi kali ini memuat 8 tulisan yang berupa penelitian dan

    artikel konseptual. Secara garis besar, tema yang diangkat dalam terbi-tan kali ini adalah "pertanggungjawaban dalam hukum". Konsep per-tanggungjawaban dikaitkan dengan beberapa kajian yang lebih spesifik

    seperti, pertanggungjawaban dalam konteks hukum tata Negara dan

    hukum administrasi negara, pertanggungiawaban dalam hukum pidana,

    pertanggungjawaban Negara sebagai anggota masyarakat internasional

    dan tanggungjawab Negara untuk memenuhi hak-hak personal warga

    negaranya.

    Tentu masih dapat dijumpai beberapa kekurangan dalam penyusunanya.

    Oleh karenanya saran dan kritik akan bermanfaat bagi kami untuk per-baikan dalam penerbitan di masa yang akan datang. Saran dan kritikdapat disampaikan melalui email: jurnal.yuridis@gmail.com.

    Demikianlah, semoga Jurnal Yuridis edisi ini dapat bermanfaat bagipembaca dan selamat membaca!

    Wassalumu' aluikum Wr. Wb.

    Redul$i

  • DAFTAR ISI

    PENGANTAR REDAKSI

    DAFTAR ISI

    FTINGSI LEGISLATIF DESA PASCA REFORMASI (Telaah Kritis atas UUNo. 2211999 tentang Pemerintahan Daerah, UU No. 3212004 tentangPemerintahan Daerah, dan UU No. 6/2014 tentang Desa) 1 - 22Riza Multazam Luthfy

    PERTANGGT]NGJAWABAN WAKIL PRESIDEN MENURUT SISTEMPEMERINTAHAN INDONESIA (Studi Pertanggungj awaban Wakil PresidenPasca Perubahan UUD 1945)Lutfil Ansori.

    EKSISTENSI PERADILAN ADMINISTRASI DALAM SISTEM NEGARAHUKUM INDONESIA .. .. . 43 - 56Putera Astomo

    TANGGTING JAWAB JABATAN DAN TANGGI-ING JAWAB PRIBADIDALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DI INDONESIA..... ... 57 - 72Sufriadi

    MEKANISME DAN IMPLIKASI DESENTRALISASI PELAYANANPUBLIK TERHADAP WEWENANG PEMERINTAH DAERAH DITINJAUDARI UNDANG-T]NDANG NO. 25 TAHLIN 2OO9 TENTANGPELAYANAN PUBLIK ..... 73 - 89Dian Kus Pratiwi

    TEORI HUKUM ALAM DAN KEPATUHAN NEGARA TERHADAPHUKUMINTERNASIONAL ...... 9I-106Khoirur Rizal Lutfi

    I

    ii

    NORMA, SANKSI DAN TEORI PIDANA INDONESIM Ali Zaidan

    107-t24

    HAK-HAK PERSONAL DALAM HUKUM PERDATA EKONOMI DIINDONESIA ..... t25-t37Suherman, Dwi Aryanti R, Yuliana Yuli W

  • 7

    Jumal Yuridis Vol. I No. 1, Juni 2014 :57 -72 ISSN 16934458

    TANGGUNG JAWAB JABATAN DAN TANGGUNG JAWAB PRIBADI DALAMPENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DI INDONESIA

    SufriadiFakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta

    E-mail : bang_ngah8 5 @yahoo.com

    AbstrakPemberian kewenangan besar kepada organ pemerintahan untuk terlibat dalam sebagian besaraspek kehidupan masyarakat adalah konsekuensi filosofis dari paham negara kesejahteraanyang dianut oleh konstitusi Indonesia. Dalam melaksanakan tugas untuk mewujudkankesejahteraan umum itu, kewenangan yang digunakan organ pemerintahan berdasar padaketentuan peraturan perundang-undangan (asas legalitas). Namun begitu, tidak jarang pulatugas itu dilaksanakan dengan berdasar pada kewenangan bebas (diskresi). Secara praktis,kondisi ini sangat rentan terhadap pelanggaran terhadap hak-hak warga negara, meskipundalam kerangka konsep negara hukum materiil, penggunaan diskresi oleh pemeritah tidak lagidiperdebatkan. Dalam konteks inilah pemahaman terhadap pertanggungjawaban pemerintahanperlu dilakukan. Dalam konsep hukum publik, pertanggungjawaban hukum berkaitan eratdengan penggunaan kewenangan, yan9 kemudian melahirkan prinsip 'tidak ada kewenangantanpa pertanggungjawaban'. Ada kalanya organ pemerintah dimintai pertanggungjawabansebagai pejabat, dan ada kalanya sebagai pribadi mewakili dirinya sendiri.

    Kata Kunci: Tanggung Jawab Jabatan, Tanggung Jawab Pribadi, Pemerintahan

    AbstractGiving great authority to the organs of government to be involved in most aspects of publiclife is the philosophical consequences of the welfare state understand which adopted byIndonesia constitution adopted. To carrying out the taskfor the general welfare, the authoritywhich used the organs of government, based on the provisions of the legislation (principle oflegality). However, not infrequently, the task was carried out on the basis of free authority(discretionary). In practical terms, this condition is highly vulnerable to violations of therights of citizens, although within the framework of the concept of state substantive law, theuse of discretion by the Government is no longer debatable. In this context, an understandingof government liability needs to be done. In the concept of public law, legal liability is closelyrelated to the use of authority, which gave rise to the principle that 'no authority withoutresponsibility'. There comes a time that the organs of government fficials are held liable as,and sometimes as a person representing himself.

    Keywords: leability of ffice, personal liability, government.

    57

  • Tanggung Jawab Jabatan Dan ............... Sufriadi

    A. PENDAHULUANSebagai peraturan dasar, Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 menentukan empat

    tujuan negara Indonesia, yaitu: melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpahdarah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupanbangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaianabadi, dan keadilan sosial. Empat tujuan bemegara itu secara umum dapat diwakili denganistilah 'kesejahteraan rakyat'. Istilah ini dijarikan sebagai titik utama yang mengiringiperalihan dari konsep negara hukum materiil sebagai perkembangan dari konsep negarahukum formil yang menentukan kewenangan negara yang sangat terbatas.

    Bagir Manan menyebutkan bahwa dimensi sosial ekonomi dari negara berdasarhukum adalah berupa kewajiban negara atau pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraansosial (kesejahteraan umum) dalam suasana sebesar-besarnya kemakmuran menurut asaskeadilan sosial bagi seluruh rakyat. Dimensi ini secara spesifik melahirkan paham negarakesej ahteraan (v e r z o r gin gs t a a t, w alfar e s t a t e) .1

    Pada dasarnya, paham ini muncul dengan berangkat dari kondisi ekonomi masyarakatyang timpang. Namun dalam perkembangannya, kesejahteraan tidak lagi dipahami sekedar dibidang ekonomi tersebut, melainkan bidang sosial lainnya seperti politik, keamanan,pendidikan, dan sebagainya. Perspektif ini lalu merasuki negara-negara yang telah adasebelumnya abad XX, sementara negara-negara yang lahir setelah abad itu tampak menjadilebih akrab, dengan menjadikan penyejahteraan rakyat sebagai tujuan pembentukan danpenyelengg ar aan ne gar a.

    Dirunut lebih jauh ke belakang, ini sesungguhnya telah diungkap oleh Aristotelesketika menggambarkan konstitusi yang yang baik dan yang tidak baik. Menurut Aristoteles,tujuan tertinggi dari negara adalah mewujudkan'a good life'bagi rakyatnya yang secaraeksplisit harus dinyatakan dalam konstitusi. Aristoteles bahkan membedakan antara 'rigth

    constitution' dan 'wrong constitution' dengan ukuran kepentingan bersama. Jika konstitusidiarahkan untuk tujuan mewujudkan kepentingan bersama, maka konsitusi itu disebut dengankonstitusi yang benar, demikian sebaliknya.2 Jika kemudian disandingkan dengan teori yangdikemukakan Aristoteles ini, maka ditemukan korelasi positif untuk menyatakan konstitusiIndonesia masuk dalam dikategorikan sebagai 'the rigth constitution'. Konsep negarakesejahteraan ditemukan dalam konstitusi Indonesia yang menjadikan orientasi kerakyatansebagai hal yang utama, meskipun dalam