TANGGUNG JAWAB KORPORASI

  • View
    1.320

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Pertanggungjawaban korporasi pada kasus lingkungan hidupoleh Alvi SyahrinGuru Besar Hukum Pidana/Lingkungan Fak. Hukum USU MedanKetua Program Doktor (S3) dan Magister (S2) Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan (PSL) Sekolah Pascasarjana USU MedanSekretaris Majelis Wali Amanat USU

Transcript

Alvi SyahrinGuru Besar Hukum Pidana/Lingkungan Fak. Hukum USU Medan Ketua Program Doktor (S3) dan Magister (S2) Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan (PSL) Sekolah Pascasarjana USU Medan Sekretaris Majelis Wali Amanat USU

Dalam interaksinya di masyarakat: eksistensi dan kualitas hidup manusia ditentukan berdasarkan pada referensi: nilai dan moralProblem utama tiap masyarakat modern: bukan menginginkan perusahaan yang besar, melainkan apa yang dapat diharapkan terhadap perusahaan besar tersebut guna melayani kepentingan masyarakat dalam upaya mewujudkan cita-cita masyarakat sejahtera

Korporasi:sebagai subyek hukum tidak hanya menjalankan kegiatannya sesuai dengan prinsip ekonomi (mencari keuntungan yang sebesar-besarnya) tetapi juga mempunyai kewajiban untuk mematuhi peraturan hukum di bidang ekonomi yang digunakan pemerintah guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan keadilan sosial

Peranan yang diharapkan terhadap korporasi: di dalam proses: modernisasi atau pembangunan, diantaranya: = memperhatikan dan = membina kelestarian kemampuan sumber alam dan LH

Terjadinya pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan:kebanyakan dilakukan dalam konteks: = menjalankan suatu usaha ekonomi dan = sering juga merupakan sikap penguasa maupun pengusaha yang - tidak menjalankan atau melalaikan kewajiban-kewajibannya dalam PLH

Untuk adanya pertanggungjawaban pidana:

-- harus jelas lebih dahulu siapa yang dapat dipertanggungjawabkan, artinya harus dipastikan dahulu siapa yang dinyatakan sebagai pelaku suatu tindak pidana tertentu. menyangkut masalah subyek tindak pidana yang pada umumnya sudah dirumuskan oleh pembuat UU untuk pidana ybs. Setelah pelaku ditentukan: selanjutnya bagaimana mengenai pertanggungjawaban pidananya.

Sifat pertanggungjawaban korporasi (badan hukum) dalam hukum pidana terdapat beberapa cara atau sistem perumusan yang ditempuh oleh pembuat UU, yaitu:a. Pengurus korporasi sebagai pembuat dan pengurusnyalah yang bertanggungjawab b. Korporasi sebagai pembuat dan pengurus bertanggungjawab c. Korporasi sebagai pembuat dan juga sebagai yang bertanggungjawab

Dalam hal pengurus korporasi sebagai pembuat (pelaku) dan penguruslah bertanggungjawab: kpd pengurus dibebankan kewajiban-kewajiban tertentu Kewajiban yang dibebankan tersebut: sebenarnya merupakan kewajiban dari korporasi. Pengurus yang tidak memenuhi kewajiban itu diancam dengan pidana. Sehingga dalam sistem ini : terdapat suatu alasan yang menghapuskan pidana. Dasar pemikirannya: korporasi itu sendiri tidak dapat dipertanggungjawabkan terhadap suatu pelanggaran, melainkan selalu penguruslah yang melakukan tindak pidana itu, dan karenanya penguruslah yang diancam pidana dan dipidana.

Dalam hal korporasi sebagai pembuat (pelaku) dan pengurus yang bertanggungjawab: dipandang dilakukan oleh korporasi yaitu apa yg dilakukan oleh alat perlengkapan korporasi menurut wewenang berdasarkan AD Tindak pidana yang dilakukan oleh korporasi: tindak pidana yang dilakukan seseorang tertentu sebagai pengurus dari badan hukum tersebut. Sifat dari perbuatan yang menjadikan tindak pidana itu adalah onpersoonlijk. Orang yang memimpin korporasi bertanggungjawab pidana, terlepas dari : apakah ia tahu atau tidak tentang dilakukannya perbuatan itu.

Korporasi sebagai pembuat dan juga sebagai yang bertanggungjawab: motivasinya adalah dengan memperhatikan perkembangan korporasi itu sendiri. Ditetapkannya pengurus saja sebagai yang dapat dipidana ternyata tidak cukup karena badan hukum menerima keuntungan dan masyarakat sangat menderita kerugian atas tindak terlarang tersebut.

Pasal 46 UUPLH: pertanggungjawaban pidana badan hukum dapat dimintakan kepada: -- badan hukum, -- pengurus badan hukum, -- badan hukum bersama-sama dengan pengurus.

(1)

Jika tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Bab ini dilakukan oleh atau atas nama badan hukum, perseroan, perserikatan, yayasan, atau organisasi lain, tuntutan pidana dilakukan dan sanksi pidana serta tindakan tata tertib sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47 dijatuhkan baik terhadap badan hukum, perseroan, perserikatan, yayasan atau organisasi lain tersebut maupun terhadap mereka yang memberi perintah untuk melakukan tindak pidana tersebut atau yang bertindak sebagai pemimpin dalam perbuatan itu atau terhadap kedua-duanya. Jika tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Bab ini, dilakukan oleh dan atau atasnama badan hukum, perseoroan, perserikatan, yayasan atau organisasi lain, dan dilakukan oleh orang-orang, baik berdasar hubungan kerja maupun berdasar hubungan lain, yang bertindak dalam lingkungan badan hukum, perseroan, perikatan, yayasan atau organisasi lain, tuntutan pidana dilakukan dan sanksi pidana dijatuhkan terhadap mereka yang memberi perintah atau yang bertindak sebagai pemimpin tanpa mengingat apakah orang-orang tersebut, baik berdasar hubungan kerja maupun berdasar hubungan lain, melakukan tindak pidana secara sendiri atau bersama-sama. Jika tuntutan dilakukan terhadap badan hukum, perseroan, perserikatan atau organisasi lain, panggilan untuk menghadap dan penyerahan surat-surat panggilan itu ditujukan kepada pengurus di tempat tinggal mereka, atau ditempat pengurus melakukan pekerjaan tetap Jika tuntutan dilakukan terhadap badan hukum, perseroan, perserikatan, yayasan atau organisasi lain, yang pada saat penuntutandiwakili oleh bukan pengurus, hakim dapat memerintahkan supaya pengurus menghadap sendiri di pengadilan

(2)

(3)

(4)

Pasal 46 UUPLH dapat dijelaskan sbb:

Ketentuan Pasal tersebut menetapkan bahwa disamping orang secara pribadi, tindak pidana lingkungan dapat dilakukan oleh badan hukum, perseroan, perserikatan, yayasan atau organisasi lain.

Penyebutan perseroan, perserikatan atau organisasi lain setelah badan hukum menunjukkan bahwa subyek hukum pidana lingkungan adalah badan hukum dan bentuk organisasi lain yang bukan badan hukum. Prinsip dalam pertanggungjawaban pidana badan hukum dan organisasi lain bukan berbentuk badan hukum yang diakui sebagai subyek hukum

Sanksi atau tindakan tertentu dikenakan kepada:-- Badan hukum dan organisasi lain yang bukan badan hukum; -- Mereka yang memberi perintah untuk melakukan tindak pidana; -- Yang bertindak sebagai pimpinan dalam melakukan tindak pidana. -- Gabungan baik pemberi perintah maupun pimpinan dalam melakukan tindak pidana.

Pertanggungjawaban pidana badan hukum dan organisasi lain tersebut, diperluas termasuk juga apabila tindak pidana lingkungan tersebut dialkukan oleh orang-orang, baik berdasar hubungan kerja maupun berdsar hubungan lain, yang bertindak dalam lingkungan badan hukum. --- tuntutan pidana dan sanksi pidana dijatuhkan terhadap mereka yang memberi perintah atau yang bertindak sebagai pimpinan tanpa mengingat hubungan antar keduanya.

Pengertian mereka yang bertindak sebagai pimpinan: tidak terbatas hanya pimpinan dalam melakukan tindak pidana lingkungan, tetapi juga diartikan pimpinan ikut bertanggungjawab terhdap akibat terjadinya pencemaran dan atau perusakan lingkungan. misalnya: ada orang yang bekerja pada badan hukum atau organisasi lain melakukan suatu perbuatan seperti membuang limbah di suatu tempat yang bukan peruntukannya atau tanpa izin sehingga menimbulkan pencemaran dan atau kerusakan lingkungan, maka yang bertanggungjawab tidak hanya pekerja tersebut, tetapi pimpinannya juga ikut bertanggungjawab atas perbuatan pekerja tersebut, meskipun pimpinan tersebut tindak memerintah dan memimpin pelanggaran tersebut.

Tindak pidana dilakukan: oleh atau atas nama: badan hukum perseroan perserikatan yayasan, atau organisasi lain, tuntutan pidana sanksi pidana serta tindakan tata tertib

Pasal 46 (1) UUPLH

dijatuhkan terhadap: badan hukum perseroan perserikatan yayasan atau organisasi lain tersebut maupun terhadap mereka yang:

memberi perintah untuk melakukan tindak pidana tsb, atau bertindak sebagai pemimpin dalam perbuatan itu atau terhadap kedua-duanya.

tindak pidana:dilakukan oleh dan atau atas nama: - badan hukum - perseoroan - perserikatan - yayasan atau - organisasi lain

Pasal 46 (2) UUPLH

dilakukan oleh orang-orang:

- berdasar hubungan kerja maupun - berdasar hubungan lain, badan hukum, perseroan, perikatan, yayasan atau organisasi lain,

yang bertindak dalam lingkung

ijatuhkan terhadap mereka yang: tuntutan pidana dilakukan dan memberi perintah atau bertindak sebagai pemimpin sanksi pidana tanpa mengingat apakah orang-orang tsb: - baik berdasar hubungan kerja maupun melakukan TP secara: - berdasar hubungan lain,-

sendiri atau bersama-sama

Tuntutan dilakukan terhadap: badan hukum perseroan

Pasal 46 (3)(4) UUPLH

perserikatanpanggilan untuk menghadap dan atau organisasi lain

penyerahan surat-surat panggilan

ditujukan kepada: pengurus - di tempat tinggal mereka, atau - di tempat pengurus melakukan pekerjaan te t

at penuntutan diwakili oleh bukan pengurus: hakim dapat memerintahkan: supaya pengurus menghadap sendiri di pengad

Perampasan keuntungan yg diperoleh dari tindak pidana; dan atau Penutupan seluruhnya atau sebagian perusahaan; dan/atau Perbaikan akibat tindak pidana; dan/atau Mewajibkan mengerjakan apa yang dilalaikan tanpa hak; dan/atau Meniadakan apa yang dilalaikan tanpa hak; dan/atau Menempatkan perusahaan di bawah pengampunan paling lama 3 (tiga) tahun

Menetapkan badan hukum sebagai pelaku tindak pidana: dapat dengan berpatokan pada kriteria pelaksanaan tugas dan/atau pencapaian tujuantujuan badan hukum tersebut. Badan hukum diperlakukan sebagai pelaku: jika terbukti tindak bersangkutan dilakukan dalam rangka pelaksanaan tugas dan/atau pencapaian tujuan badan hukum, juga termasuk dalam hal orang (karyawan perusahaan) yang secara faktual melakukan tindak bersangkutan yang melakukannya at