Click here to load reader

Tantangan dan Harapan Perguruan Tinggi dalam Pemberantasan

  • View
    220

  • Download
    3

Embed Size (px)

Text of Tantangan dan Harapan Perguruan Tinggi dalam Pemberantasan

  • TANTANGAN DAN HARAPAN

    PERGURUAN TINGGI DALAM PEMBERANTASAN KORUPSI

    Padamu Negeri, Kami Anti Korupsi

    Oleh Farida Patittingi

    Dekan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin

    Disampaikan pada Seminar Nasional dan Konsolidasi Gerakan Anti Korupsi Berbasis Akademisi dan Kampus di Indonesia

    (Anti-Corruption Summit II) Yogyakarta, 25-26 Oktober 2016

  • KORUPSI

    KORUPSI yang dikategorikan sebagai kejahatan luar biasa (extra ordinary crime), ternyata semakin meluas dan mewabah ke seluruh lapisan masyarakat, tak terkecuali dunia kampus

    Kondisi paradoksial, sebab KAMPUS sebagai masyarakat akademik, selalu diposisikan sebagai masyarakat yang berbasis intelektualitas dan moral, yang seharusnya menjadi zona bebas KORUPSI

  • KORUPSI SEMAKIN MASSIF

    DILAKUKAN PEJABAT PEMERINTAH:

    MENTERI

    GUBERNUR

    BUPATI/WALIKOTA

    PIMPINAN PARPOL

    ANGGOTA DPR DAN DPRD

    PENEGAK HUKUM

    MEMPRIHATINKAN KARENA TERJADI JUGA DI PERGURUAN TINGGI YANG

    SEHARUSNYA MENJADI BASIS MORAL DAN PRODUSEN INTELEKTUAL YANG SEHARUSNYA BEBAS DARI KORUPSI

    KORUPSI PENYAKIT BANGSA YANG SEMAKIN KRONIS

    YANG MUDA PUN KORUPSI - Seharusnya masih memiliki IDEALISME & INTEGRITAS

  • CORRUPTION IMPACT Kemiskinan

    Melanggar hak-hak sosial dan ekonomi

    masyarakat Pertumbuhan

    ekonomi yang lambat Melemahnya

    demokrasi Merusak struktur

    pemerintahan Merusak

    pertumbuhan generasi

    Terjadinya kerugian Negara

    Dan banyak lagi

  • KONDISI PARADOKSIAL

    SEHARUSNYA

    Pencetak generasi yang memadukan kecerdasan intelektual dengan integritas moral yang kuat

    Benteng moral dan simbol peradaban bangsa yang bermartabat

    Memiliki kepekaan nurani yang berlandaskan kejujuran dan kebenaran dalam dirinya

    Tempat menempa calon pemimpin dan penerus estafet kepemimpinan bangsa dan negara

    KENYATAANNYA

    Kebanyakan Koruptor adalah jebolan PERTI, mulai S1, S2, S3 dan bahkan seorang Guru Besar

    Pada kondisi demikian, apakah kita dapat mengatakan PERTI adalah penyumbang KORUPTOR?

    Korupsi juga dilakukan oleh Pimpinan PERTI, Guru Besar, Dosen

    PERGURUAN TINGGI

  • LANGKAH TINDAKAN TERHADAP KORUPSI

    PENCEGAHAN

    Dan

    PENINDAKAN

  • PERTI HARUS MENGAMBIL PERAN STRATEGIS, sebab:

    PERTI memiliki tanggung jawab moral untuk melahirkan insan cendekia berkarakter mulia, sebagaimana tujuan pendidikan itu sendiri.

    PERTI bertujuan mencerdasakan kehidupan bangsa dan memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menghasilkan intelektual, ilmuwan, dan/atau profesional yang berbudaya kreatif, toleran, demokratis, berkarakter tangguh serta berani membela kebenaran demi kepentingan bangsa

  • Pendidikan Tinggi harus menjadi lokomotif pemberantasan korupsi dari hulu, dengan

    mencetak para intelektual yang cerdas secara intelektual, mumpuni secara moral dan kuat secara integritas, karena jika tidak, ia hanya memproduksi sampah sosial, membebani kehidupan berbangsa dan bermasyarakat, serta merusak sejarah peradaban manusia

    Indonesia.

    PERAN TERUTAMA DI WILAYAH PENCEGAHAN

  • Bagaimana PERTI Berperan?

    PERTI yang di dalamnya ada MAHASISWA dan DOSEN dianggap sebagai perwujudan masyarakat sipil (civil society) yang dapat menjadi kekuatan moral (moral force) sehingga dapat menjadi pelopor dalam pemberantasan KORUPSI.

    PERTI juga dapat mengambil peran sebagai SOCIAL CONTROL dalam pemberantasan korupsi, dalam arti sebagai gerakan penyeimbang terhadap lembaga dan aparat penegak hukum yang memiliki kewenangan langsung terhadap pemberantasan korupsi dan Mengontrol Perilaku Penyelenggara Negara dan Mitranya

  • Bagaimana PERAN PERTI Dilaksanakan?

    Salah satu fungsi Pendidikan Tinggi berdasarkan Undang-Undang No. 12 Tahun 2012 tentang PENDIDIKAN TINGGI adalah mengembangkan watak serta peradaban bangsa yang BERMARTABAT dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangasa.

    BERMARTABAT mengandung makna yang dalam sebagai insan cerdas/terpelajar yang beriman dan bertaqwa serta berakhlak mulia.

    Oleh karena itu, PERTI dapat mengambil peran strategis dalam upaya pemberantasan KORUPSI pada wilayah PENCEGAHAN (PREVENTIF), namun dapat juga pada wilayah PENINDAKAN secara tidak langsung (peran serta masyarakat).

  • STRATEGIS PERAN PERTI

    Pendidikan, mengintegrasikan Pendidikan Anti-Korupsi dalam Kurikulum

    Penelitian, dukungan kebijakan alokasi anggaran penelitian dengan tema korupsi dan kajian penguatan lembaga penegakan hukum TIPIKOR

    Pengabdian pada Masyarakat, pembentukan lembaga dan penguatan jaringan antar PERTI dalam Pendidikan dan Pemasyarakatan Nilai Anti Korupsi

    KEWAJIBAN PERGURUAN

    TINGGI

    Tridharma Perguruan

    Tinggi

  • STRATEGI PERAN PERTI

    MORAL & SOCIAL FORCE

    Terintegrasi dalam Kurikulum (MK Pendidikan Anti Korupsi menjadi MK Wajib untuk semua mahasiswa) dalam pembentukan watak Anti Korupsi secara terencana

    Model Pendidikan Anti Korupsi (seperti Klinik Hukum Anti Korupsi, Penanaman Nilai Anti Korupsi = Pendidikan Karakter, seperti BCSS)

    Melakukan kajian atau penelitian dengan alokasi anggaran khusus dengan tema Korupsi bagi Dosen dan Mahasiswa

    Pembentukan PUKAK & kelompok-kelompok atau lembaga Mahasiswa Anti Korupsi (spt. GARDA TIPIKOR)

    AGENT OF CHANGE

    Institusi Pendidikan Tinggi harus menjadi pelopor utama Anti Korupsi, mendeklarasikan gerakan Anti Korupsi

    Secara Kelembagaan PERTI harus berani menunjukkan diri sebagai Zona Anti Korupsi dengan menerapkan sistem yang transparan dan akuntabel.

    Dosen dan Mahasiswa sebagai agen utama Anti Korupsi dengan berperilaku Anti Korupsi

    Mendorong penguatan lembaga penegak hukum, khususnya KPK dalam UU

  • WUJUD KOMITMEN PERTI & PENYELENGGARA NEGARA = ANTI KORUPSI

    Rektor Universitas Hasanuddin bersama Ketua KPK, Ketua MPR dan Ketua Mahkamah

    Konstutisi telah bersama-sama menandatangani DEKLARASI ANTI KORUPSI, di

    Kampus UNHAS Tamalanrea,

    Senin, 24 Oktober 2016, pada acara

    Festival Konstitusi dan Anti Korupsi

  • KAMPUS BERINTEGRITAS

    Kampus berintegritas adalah kampus yang mendidik mahasiswa memiliki

    idealisme dan kepekaan ilmiah, sosial, politik dan intelektual yang tinggi dan membentuk karakter dan pribadi yang

    kritis, yang berani menyuarakan kebenaran dan keadilan.

  • MARI MEWUJUDKAN KAMPUS BERINTEGRITAS DENGAN BERPERILAKU ANTI KORUPSI