Click here to load reader

TATA HUTAN KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN LINDUNG kph. · PDF file mengacu kepada Peraturan Dirjen Planologi Kehutanan No P.5/VII-WP3H/2012 tentang Petunjuk Teknis Tata Hutan dan Penyusunan

  • View
    9

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of TATA HUTAN KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN LINDUNG kph. · PDF file mengacu kepada Peraturan Dirjen...

  • TATA HUTAN

    KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN LINDUNG (KPHL)

    UNIT IV SENGAYAM

    PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

    Banjarbaru, 2018

  • i

    KATA PENGANTAR

    Untuk dapat melaksanakan pengelolaan hutan yang efektif dan efisien

    untuk mewujudkan hutan lestari dan rakyat sejahtera di Wilayah Kesatuan

    Pengelolaan Hutan (KPH) Sengayam perlu dilakukan penataan hutan yang

    mengacu kepada Peraturan Dirjen Planologi Kehutanan No P.5/VII-

    WP3H/2012 tentang Petunjuk Teknis Tata Hutan dan Penyusunan

    Rencana Pengelolaan Hutan pada Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung

    (KPHP) dan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP), dengan

    mempertimbangkan data dan hasil analisis kondisi biogeofisik, sosial,

    ekonomi dan budaya setempat.

    Penyusunan tata hutan didahului dengan kegiatan inventarisasi biogeofisik

    dan sosekbud yang diselenggarakan oleh Balai Pemantapan Kawasan

    Hutan Wilayah V Banjarbaru. Selanjutnya berdasarkan hasil dari kegiatan

    inventarisasi biogeofisik dan sosekbud tersebut disusun tata hutan yang

    merupakan dasar bagi penyusunan Rencana Pengelolaan KPH.

    Sebagai bagian dari proses penyusunan tata hutan, Konsultasi Publik telah

    dilaksanakan oleh BPKH Wilayah V Banjarbaru pada tanggal 11 Desember

    2018 di Banjarbaru. Berdasarkan usulan dan saran dari kegiatan Konsultasi

    Publik tersebut dilakukan perbaikan untuk penyempurnaan tata hutan

    KPHL Unit IV Sengayam.

    Tata hutan KPHL Unit IV Sengayam merupakan dilakukan oleh Tim Pakar

    dari Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) serta Tim

    dari BPKH V Banjarbaru. Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-

    besarnya atas bantuan dari berbagai pihak.

    Kepala KPH,

  • ii

    RINGKASAN EKSEKUTIF

    KPHL Unit IV Sengayam merupakan salah satu KPH di Provinsi Kalimantan

    Selatan yang dibentuk dengan Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor

    SK.78/MENHUT-II/2010, Tanggal 10 Februari 2010 seluas ± 145.791 Ha.

    Dalam perkembangannya, luas KPHL Unit IV Sengayam tersebut

    mengalami penyesuaian sebagai akibat dari perbedaan digitasi dan atau

    proses pengukuhan hutan sehingga dalam kegiatan penyusunan tata hutan

    pada KPHL Unit IV Sengayam ini digunakan luas sesuai analisis yaitu ±

    146.060 Ha. Hal ini tetap bersesuaian dengan Keputusan Menteri

    Kehutanan Nomor SK.78/MENHUT-II/2010 mengingat dalam SK tersebut

    tertuang bahwa “batas dan luas wilayah KPHL dan KPHP sebagaimana

    terlampir dalam peta penetapan wilayah KPHL dan KPHP bukan

    merupakan acuan status dan fungsi kawasan hutan”, sehingga wilayah

    kelola KPH tentu menyesuaikan dengan perkembangan kawasan hutan.

    Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah membentuk Unit Pelaksana

    Teknis Daerah (UPTD) sebagai pengelola dari KPHL Unit IV Sengayam

    melalui Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 0144 Tahun 2017

    yang terdiri dari 8 (delapan) UPTD. KPHL Unit IV Sengayam dikelola oleh

    UPTD KPH Cantung yang juga mengelola KPHP Unit II Cantung. Dalam

    hal ini satu UPT pengelola KPH mengelola dua unit KPH. Pemerintah

    Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan

    Selatan sedang mengusulkan agar KPHL Unit IV Sengayam dapat dikelola

    oleh UPTD tersendiri yang masih menunggu proses di Kementerian Dalam

    Negeri.

    Untuk dapat melaksanakan pengelolaan yang efektif dan efisien dalam

    rangka mewujudkan pengelolaan hutan yang lestari diperlukan penyusunan

    tata hutan dengan maksud untuk menyediakan penataan hutan sesuai

    dengan kondisi biogeofisik dan sosial budaya setempat dalam rangka

    mewujudkan pengelolaan hutan yang lestari. Tujuan dari kegiatan

  • penyusunan tata hutan tersebut adalah untuk: (1) menelaah kondisi

    biogeofisik dan sosial-ekonomi pada wilayah kelola, (2) Menyusun pola

    ruang untuk rencana blok dan petak kawasan hutan sebagai satuan

    perencanaan untuk mencapai kelestarian sumber daya hutan serta

    menyusun sistem registrasi petak dan blok, (3) memberikan kepastian

    kawasan hutan dengan batas-batas blok dan petak permanen yang diakui

    oleh semua pihak, serta (4) memetakan sumber daya hutan lainnya sesuai

    dengan posisinya pada petak tertentu di lapangan.

    Penyusunan tata hutan pada KPHL Unit IV didasarkan kepada peraturan

    perundangan yang berlaku. Meskipun terdapat banyak sekali peraturan

    perundangan yang terkait, namun dasar teknis utama dari penyusunan tata

    hutan pada KPHL Unit IV Sengayam adalah Peraturan Direktur Jenderal

    Planologi Kehutanan Nomor: P.5/VII-WP3H/ 2012 tanggal 14 Mei 2012

    tentang Petunjuk Teknis Tata Hutan dan Penyusunan Rencana

    Pengelolaan Hutan pada Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL)

    dan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP).

    Kondisi biogeofisik pada KPHL Unit IV Sengayam dapat digambarkan

    sebagai berikut:

    - Jenis Tanah Organosol Gley Humus, Kompleks Podsolik Merah Kuning,

    Alluvial, Litosol, dan Podsolik

    - Kemiringan datar – terjal dari pantai hingga ke Pegunungan Meratus

    - Kedalaman efektif tanah > 90 cm

    - Tekstur tanah tekstur sedang

    - Iklim tropis, suhu rata-rata di Kotabaru dan sekitarnya berkisar antara

    26,6°C sampai dengan 27,8°C

    - Berdasarkan hidrologinya wilayah KPHL Sengayam memiliki beberapa

    sungai yang mengalir yaitu, Sungai Bangkalan, Sungai Sampanahan,

    Sungai Manunggul, dan Sungai Cengal;

  • Penutupan lahan pada KPHL Unit IV Sengayam didominasi oleh hutan

    lahan kering sekunder (55,71%), belukar (27,41%), hutan lahan kering

    primer (11,3%), dan sisanya adalah perkebunan, pertanian lahan kering,

    pertanian lahan kering campur semak, pemukiman, pertambangan dan

    lahan terbuka.

    KPHL Unit IV Sengayam memiliki lahan dengan kategori sangat kritis dan

    kritis seluas 32.239 Ha atau sebesar 22% dari total luas areal KPHL Unit IV

    Sengayam seluas 146.060 Ha.

    KPHL Unit IV Sengayam memiliki potensi yang sangat besar, terdiri dari

    potensi kayu, potensi bukan kayu, potensi jasa lingkungan. Potensi kayu

    pada tipe penutupan lahan hutan lahan kering sekunder adalah jumlah

    batang dengan diameter >20 cm sebanyak 111 batang/ha dan volume

    tegakan sebesar 193,88 m3/ha. Potensi hasil hutan bukan kayu berupa

    madu, rotan, bambu, bahan obat dan kayu manis. Potensi jasa lingkungan

    berupa pemanfaatan sumber daya air, carbon trade, jasa

    wisata/pendidikan/penelitian, serta ekowoisata khusus.

    Hasil pembagian Blok pada KPHL Unit IV Sengayam diperoleh sejumlah 6

    (enam) Blok, yaitu

    1. Blok Inti pada Hutan Lindung (Luas 43.935 Ha – 30,1%)

    2. Blok Pemanfaatan pada Hutan Lindung (Luas 60.483 – 41,4%)

    3. Blok Pemanfaatan HHK-HT pada Hutan Produksi (Luas 16.089 Ha –

    11,0%)

    4. Blok Pemanfaatan Kawasan Jasa Lingkungan, Hasil Hutan Bukan

    Kayu pada Hutan Produksi (Luas 13.490 Ha – 9,2%)

    5. Blok Pemberdayaan Masyarakat pada Hutan Produksi (Luas 11.456

    Ha – 7,8%)

    6. Blok Perlindungan pada Hutan Produksi (Luas 607 Ha – 0,4%)

  • Selain pembagian Blok, pada KPHL Unit IV Sengayam dibuat wilayah DAS

    yang juga sebagai batas resort (RPH), yaitu (1) RPH Cengal, (2) RPH

    Sampanahan Hilir, dan (3) RPH Sampanahan Hulu.

    Selanjutnya pada setiap Blok dilakukan pembagian petak dengan luasan 50

    – 100 ha. Terdapat sejumlah 2.015 petak yang dibagi pada seluruh areal

    KPHL Unit IV Sengayam. Namun tidak seluruh petak diberi nomor, yaitu

    petak-petak yang ada pada areal berizin pemanfaatan (IUPHHK-HT). Hal

    tersebut dilakukan mengingat pada areal IUPHHK-HT sudah memiliki

    pembagian blok dan petak sendiri sehingga petak-petak hasil penataan

    hutan hanya dijadikan sebagai referensi saja belum menjadi operasional

    sehingga tidak perlu nama petak (register).

  • SUSUNAN TIM

  • vii

    DAFTAR ISI

    KATA PENGANTAR .............................................................................................................................. i RINGKASAN EKSEKUTIF ...................................................................................................................... ii SUSUNAN TIM ................................................................................................................................... vi DAFTAR ISI ....................................................................................................................................... vii DAFTAR TABEL .................................................................................................................................. ix DAFTAR GAMBAR .............................................................................................................................. x BAB I. PENDAHULUAN .................................................................................................................. 1

    A. Latar Belakang .................................................................................................................... 1 B. Maksud dan Tujuan ............................................................................................................ 3 C. Dasar ...