Teori Dan Harmoni

  • View
    657

  • Download
    3

Embed Size (px)

Transcript

Teori dan Harmoni : Garis besar Kalau kita penyanyi yang akan menyanyikan nada2 maka bahasa kita adalah Solfege atau Solmisasi, ini cara ucapan yang pas buat menyanyikan nada2, do re mi fa sol...etc. Kalau kita musisi yang akan memainkan nada2 dengan alat musik kita maka dipakai nama Not yaitu : Root C, D, E , F, G, A, B, Octave C dan jika lain kunci maka tetap abjad itu akan berurut, hanya saja akan ada yang memakai # atau b ( krois atau mol ) menyesuaikan diri dengan jarak nada dalam konstruksi Do Re Mi atau tangga nada Diatonik. Jadi kunci D mempunyai 2 krois : D, E, F#, G, A, B, C# dan D octave. Karena konstruksi Do Re Mi jarak nada itu yang men-dikte demikian. Jika urutan banyaknya krois dan mol diurut maka akan terlihat bahwa kunci2 itu masing berjarak kekanan naik 5 dan kekiri turun 4 sampai ketemu ekornya lagi sehingga membentuk satu Lingkaran yang dikenal dengan nama : Circle of Fifth. Coba berikan not Do kunci mana saja dan anak anda yang berumur 2 tahun pasti sudah bisa menyelesaikan Do Re Mi berikut-nya sampai tuntas dan turun balik kembali. Hanya saja jika balik kembali maka anak kecil dari Makassar akan berhenti dan tertawa pada Do Si La So..karena itu bicara kotor... Konstruksi Do Re Mi Diatonik mempunyai formula jarak nada seperti ini : 1, 1, 1/2, 1, 1, 1, 1/2 atau : satu satu Setengah, satu satu satu Setengah. Orang Bule bilang Hu Hu Ha, Hu Hu Hu Ha.... Paling penting disadari dan dimiliki adalah : Rasa dari konstruksi jarak nada ini, jika pada saat tertentu kita sedang berada pada not ditengah dan Not berikutnya terpisah hanya setengah jarak, maka se-Harus-nya, Harus...kita sudah punya Rasa akan hal itu, bahwa terminal berikut berjarak setengah. Latih Rasa itu, karena Rasa paling akurat didalam bermain Musik bukan-nya Otak Pikiran Analisa Telaah yang butuh waktu ber-proses dan pastinya akan selalu terlambat meng-antisipasi Tempo Musik. Jadi punya Rasa akan jarak nada Diatonik diposisi manapun kita sedang berada. Jika Do Re Mi itu ditumpuk dalam 3 set dan 4 set maka akan terjadi apa yang disebut Chords : banyak nada yang berbunyi sekaligus serta dalam keadaan teratur harmonis. Aturan menumpuk-nya seperti begini : Do Re Mi sampai Octave di tumpuk dengan Mi Fa Sol sampai octave lantas ditumpuk lagi dengan Sol La Si dst.nya maka terjadi macam begini : Do Re Mi-nya Chords yang memakai tumpukan 3 nada ( Triad ) : Ini masing2 ada namanya menurut kunci induk masing masing, misalnya kunci A maka dibawah ini akan disebut sbb :

A Bm C#m D E F#m G#0 A ( G#0 = angka nol mewakili Diminished ) 56712345 34567123 12345671 Memakai tumpukan 4 nada disebut Seventh Chord karena terdapat not ke 7-nya atau Si...cuman perhatikan not Si disini ada yang Si ( M7 ) dan ada yang Sel alias b7, ini sangat penting agar kita tau bahwa pada chord Major maka hanya terdapat nada Major atau Natural 7 dan pada chord Minor terdapat b7 begitu juga pada chord Dominan yang derajat ke-lima itu memiliki not b7. Amaj7 Bm7 C#m7 Dmaj7 E7 F#m7 G#m7b5 Amaj7 71234567 56712345 34567123 12345671 Derajat Chords : Derajat chord sangat penting untuk kita ketahui dan miliki secara insting karena ini akan membuat rasa musikal kita terbentuk dengan benar secara harmoni. Do Re Minya chord seperti halnya tangga nada diatonis juga memiliki derajat : Chord pertama adalah Maj triad atau Major 7 buat seventh chord, kemudian chord ke dua adalah Minor dan ketiga juga Minor.... Kunci C : C Dm Em F G Am B0 C Cmaj7 Dmin7 Emin7 Fmaj7 G7 Am7 Bm7b5 Cmaj7 Harap disadari bahwa setiap chord disini mempunyai sifat yang sangat berbeda satu sama lain-nya, walau C adalah chord major dan F juga chord major tetapi jika kita memainkan melodi diatasnya maka akan kelihatan bahwa mereka masing2 memiliki sifat berbeda antara not mana yang enak dan mana yang tidak. Begitu juga chord Dm , Em dan Am masing2 adalah hanya chord minor tetapi masing2 sangat berbeda dalam praktek-nya. Hal ini wajib selalu disadari, bahwa kita sedang berada diatas chord minor yang berfungsi sebagai derajat keberapa dalam kaitan nya dengan kunci dasar ? Dominan Sekunder : Test : apakah chord ke 4 dari kunci Bb ? jawabnya Eb.

Apakah lima dari chord lima-nya kunci D ? jawabnya E7 karena lima dari kunci D adalah A7 sementara lima dari A7 adalah E7. Lima dari lima atau lima dari dua, etc adalah fenomena Secondary Dominant, bahwa semua chord jika didatangi/approach lewat lima-nya maka akan terdengar sah saja. Apakah lima dari enam-nya di kunci C ? jawabnya E7 karena enam-nya kunci C adalah Amin. Oks ? sementara dunia berhenti disini saja praktis-nya, diatas lagi dari itu maka terdapat chord dengan ekstensi, misalnya ekstensi 9, 11, 13 atau 13 yang ditaroh dibawah disebut 6... Tumpukan lebih dari 5 membuat kerumitan bertambah secara eksponensial sehingga fenomena Musik terjadi akibat nada tinggi bertukar dengan nada rendah dan berubah menjadi satu hal yang lain sama sekali. Misalnya C#m7 ini jika ditambahkan ekstensi 9 secara Diatonik mengikuti rumus jarak nada maka akan didapatkan C#m7 add b9, mau pake Chord macam begini bisa saja tetapi kalau Not Bass ditukar dengan E maka seketika hal ini berubah jadi chord E7. Jadi C#m7 add b9 yang rumit tadi itu sebenarnya cuman inversi dari sebuah chord E7 yang sederhana...nah loh. Rumus ekstensi akan di kover pada tulisan berikut....untuk saat ini lupakan saja dulu semua basic Teori dan Harmoni diatas itu : Hal diatas itu kalau kita pergunakan sehari-hari maka kita akan jadi Biasa-Biasa saja, memakai Harmoni berdasar 3 nada Triad maka akan jadi lagu anak-anak Bu Kasur...memakai 4 nada Seventh Chord maka jadi terlalu keriting Jazzy sore hari macam di Lobby Hotel. Musisi musisi keren cutting edge kreatif tidak memakai itu semua, mereka tidak mau terlalu keriting dengan memainkan Cmaj7 posisi pertama ataupun C triad yang berwarna terlalu terang menyakitkan mata..jadi apanya donk ? Hybrid harmony : Mereka hanya bermain di-chord 3 not saja tetapi menggabungkan dua triad secara bersama-an ataupun memakai Bass diatas Triad lain yang gak berhubungan, misalnya Ab/G ke Bb/Amin. Ini disebut dengan julukan Hybrid Harmony memakai Triad over Bass Note atau Triad over triad. Hal ini menghasilkan Harmony yang lebih terang akibat pemakaian Triad tetapi dalam waktu yang bersamaan juga terdengar unik karena penggabungan 2 triad berlainan ataupun pemakaian bass diatas Triad yang tidak berhubungan secara diatonis. Ini sebenarnya adalah pemakaian 2 kunci sekaligus didalam satu instance serta

dituntut memiliki Rasa yang kuat akan Tensi dan Resolusi dalam mengatur pergerakan Bass dengan Triad diatasnya yang sama sekali tidak berhubungan secara Diatonis tetapi tetap menghasilkan Warna sound chord yang punya tendensi untuk diam atau bergerak. Sehingga pengaturan pergerakan nada2 atau disebut VoiceLeading akan sangat penting dalam membuat progresi memakai tehnik Hybrid ini. Dalam banyak lagu modern, komposer menggabungkan Diatonis dengan Hybrid harmony dalam satu lagu untuk menghindar dari kesan biasa-biasa saja, banyak juga yang total bermain di Hybrid Harmony saja. 4th Harmony : Kemudian jika dilihat Teori dasar yang menumpuk-kan nada2 untuk menghasilkan chord secara interval 3 itu maka Musisi Modern berkata mengapa kita tidak menumpuknya memakai interval 4 ? agar terhindar dari kesan umum. Maka ditumpuk lah tangga nada memakai interval 4 menghasilkan apa yang dikenal dengan nama "4th Harmony" yang semua chordnya adalah bentuk Suspension atau Sus. Banyak musik2 Chill Out Jazz bermain di wilayah ini. Ini wilayah yang belum di cover bahkan oleh Arnold Schoenberg sekalipun sehingga masih menjadi wilayah tak bertuan dimana masing2 musisi mencari metode mereka sendiri2 dalam membuat komposisi memakai harmony Hybrid dan Suspension ini. Hanya bersandarkan pada intuisi rasa dan telinga dalam mengatur tensi dan resolusi dari pergerakan chord progresi dalam kaitan nya dengan melodi diatas nya. Praktisi paling ribet dari Harmony begini adalah Group Fusion Casiopea dari Jepang, Chick Corea masih menggabungkan harmony seventh chord plus subtitusi Post-Bop Jazz ditambah Hybrid dan Suspension didalam komposisi-nya...dan yang paling ngePop adalah Group band The Commodores yang membuat lagu2 Pop memakai Hybrid harmony dengan chord2 Triad over Triad dan sangat sukses dalam membuat lagu2 yang Catchy Unik dan Modern. Begini kira2 Progresi Lionel Ritchie saat di The Commodores : C/Gsus C/Bb F/Bb dan G/F. Next time : Blues Harmony. Permalink 06:15:30 am, by andrietidie , 643 words Categories: Musik dan Gitar

Cara Pikir : Modes

Bermain Modes hanya dilakukan diatas "chord statik" yang tidak berpindah paling sedikit 8 bars atau lebih. Untuk memberi warna memakai Modes maka sebelumnya kita harus "menentukan" dahulu pilihan harmoni bagi chord tsb alias chord tsb akan kita lihat sebagai apa ? chord derajat keberapa dari Diatonis. Melihat Amin statik sebagai Aeolian : Contoh misalnya kita punya chord Amin sepanjang 16 bars statik tak berpindah, jika kita pilih untuk melihatnya sebagai chord ke 6 dari kunci C, maka kita bebas memainkan ke-7 Modes yang ada pada kunci C, dengan catatan wajib memperhatikan not apa yang kita pilih sebagai aksen dan tempat start atau ending dari phrase kita. Melihatnya sebagai Dorian :

Jika kita pilih untuk melihat chord Amin tersebut sebagai chord ke 2 dari kunci G, maka of course kembali kita bebas memainkan ke-7 Modes yang ada pada kunci G dengan tetap memperhatikan aksen dari not kita, apa itu jatoh pada salah satu chord tones dari Amin ataupun nada-nada ekstensi yang sesuai bagi chord tsb. Melihatnya sebagai Phrygian : Kemudian jika kita mau melihat chord Amin itu sebagai chord ke 3 dari kunci F, maka mainkan ke-7 modes yang ada pada kunci F semau hati karena itu sudah pasti akan masuk secara harmoni. Sebagai Locrian jika kita pengen sedikit Outside dan memainkan semua Modes yang ada pada kunci Bb major Diatonis. Buat G7 : Major Scale cuman punya satu chord Dominan 7 sehingga kita hanya bisa melihat chord G7 sebagai G Mixolydian alias der