of 4 /4
Sub Bagian Humas dan Tata Usaha BPK Rl Perwakilan Provinsi Bali Edisi Hal : fts.,q t t Nle) got4 /+ t' Terkait Dugaan Penyelewengan Dana Hibah Subak P_rajuru Tuding Ulah Segelintir 0rang Pencalran bantuan dana hibah Rp 130 juta kePada Subak Uma Wangi ber- dasarkan ProPosal. SINGARAJA. NusaBali , Salah seorang Praiuru Subak Uma Wangi, DesaLes KicamdLan Teiakula' Bule- lene, I Nioman Sonder menepis tudlngan adainya dugaan penyalahgunaan bdnluan dana htbah Rp 130 iuta' yang dtterrmanya oada 2013. Dia iuga membatah adanya pcr'- iemuan mediasi yang diupayakan aparat desa dalam permasalahan tersebut ''Semua 6antuan itu sudah dipertang- gungiawab\an ltu (munculpermasalahan' valahgunaFn dana tersebut, akibat ulah i"g"ti:ndr 1""tg" yang mengatasnamakan krama su$ak. Padahal, segelinttr orang tersebut tidak mengetahui penggunaan dana tersebut. DisisiTain, sonder mengaku ddak pernah diundang oleh Perbekel Desa l.es c;de Susila dalam upaya mediasiatas oeimasaldhn dana hibah tersebut Dikata- i<an, oertemuan yang dilakukan di kantor perbbkel |eberapa waktu-lalu. itu' iustru ll"mu"ttdt terk;it sosialisasi Petuniuk F"lilt"n""n (luknis) Penerimaan Ban- tuan Keuangan Khusus (BKK) Lantaran iiJii "a"1 u"na"ng"n khusus memhahas o"rt"nsut{si"*aUin bantuan hibah itu, dia inemuirsfin untuk tidak hadin Sementara itu. terkail mediasi yang dilakukan Dinas Ii"lua"v+n dan Pariwisata (Disbudpar) i"lin aitdtitany". Dia pun menyatakan iiio l"ait untuti m"mberikan penielasan Redl karena utah segelintir orang saia' kara Sonder kepada NusaBali Senin (2/5) melalui sambungan telePol. Dikatakan, Pencairan bantuan dana hibah Rp 130 iuta kepada Subak Uma Wangi diberikan berdasarkan atas pro- oor"iv"ng dtaiukan Pengaiuan proposal itu suiah iepengetahuan mantan Perbekel Desa Les. laimaihum) I Ncngah Alus Dana tersebut dimanfaatkan untuk menutup biava Derbaikan Pura Subak, dan sudah dipertanggunglawabkan kepada krama subak. "Proposal itu diaiukan secara resml termasuk aparat desa tahu, pada waktu itu oerbekel aimarhum Nengah Alus Sesuai bantuan yang diterima Rp 130 iuta itu su- dah dieunakan dan pertangunglawaDannya sudahiiterima oleh krama subak;' katanya' Menurut Sonder, muncul Permasala- han Yang menvebut ada dugaan Pen- terkait pertangungjawaban bantuan hibah ierseUrit. "saya"tiait< pernah diundang oleh oerbekel dan pembahasan soal bantuan Iit "tr itu tiaar bernah ada. Yang ada waktu itu hanya sosirlisasi BKK di Desa Les, se- hingga saya tidak hadir dalam pertemuan itu," ielasnya. Diberitikan sebelumnya, upaya-mediasi terkait dugaan penyalahgunaal -trantuan hibah Pem'i<ab Buleleng untuk Subak Uma winei senilai Rp 130 iuta€agal dilaku- r."". ?""nu."t subak yang diundang oleh oeitet<eljustru tidak hadir dalam mediasi leisebut. Pemerintah desa sendiri perlu memediasi untut mengetahui duduk per- -.oit"n u"ne kini meniuat. Dari mediasi inip"rniiinirl a"t" merencanakan untuk me'ncari jatan keluac sehingga persoalan tidak menaidi polemik yang bisa memrcu situasi kamtibmas di desa. * k19

Terkait Dugaan Penyelewengan Dana P rajuru Tuding Ulah ...berita acara penyerahan raskin, proses pendistribusian, daftar nama penerima raskin, pem-bayaran serta penyetoran dana raskin

  • Author
    others

  • View
    5

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Terkait Dugaan Penyelewengan Dana P rajuru Tuding Ulah ...berita acara penyerahan raskin, proses...

  • Sub Bagian Humas dan Tata Usaha BPK Rl Perwakilan Provinsi Bali

    Edisi

    Hal

    : fts.,q t t Nle) got4/+t'

    Terkait Dugaan Penyelewengan Dana Hibah Subak

    P_rajuru Tuding Ulah Segelintir 0rang

    Pencalran bantuan danahibah Rp 130 juta kePada

    Subak Uma Wangi ber-dasarkan ProPosal.

    SINGARAJA. NusaBali ,Salah seorang Praiuru Subak Uma

    Wangi, DesaLes KicamdLan Teiakula' Bule-

    lene, I Nioman Sonder menepis tudlnganadainya dugaan penyalahgunaan bdnluandana htbah Rp 130 iuta' yang dtterrmanya

    oada 2013. Dia iuga membatah adanya pcr'-

    iemuan mediasi yang diupayakan aparatdesa dalam permasalahan tersebut

    ''Semua 6antuan itu sudah dipertang-gungiawab\an ltu (munculpermasalahan'

    valahgunaFn dana tersebut, akibat ulahi"g"ti:ndr 1""tg" yang mengatasnamakankrama su$ak. Padahal, segelinttr orangtersebut tidak mengetahui penggunaandana tersebut. DisisiTain, sonder mengaku

    ddak pernah diundang oleh Perbekel Desa

    l.es c;de Susila dalam upaya mediasiatasoeimasaldhn dana hibah tersebut Dikata-i

  • danSub Bagian Humas Tata Usaha BPK Rl Perwakilan Provinsi Bali

    Edisi

    Hal 6

    Selidiki Dugaan Penyelewengan Bantuan Raskin

    Kejari Geledah Kantor Desa Keliki

    Masal4hnya,harga raskin

    dinaikkan danpenerima raskin

    tidak tepat sasaran.GIANYAR, NusaBali I

    Penyidik Kejaksaan NegeriIKejariJ Gianyar menggeledahKantor Desa Keliki, lGcamatanTegallalang, Cianya4 Senin [2/5).Langkah ini terkait dugaan peny-elewengan bantuan befas miskin(raskinJ tahun 2013-1014 olehoknum kepala urusan {kaur) danpihak lain di desa setelnpat.

    Informasi di TKB kasus ini men-cuat berkat adanya laporan ma-syalakat melalui telepon kepadapenyidik Kejari Gianyar. Menurut

    Tim dari Kejari Gianyar saat menggeledah Kantor Desa Keliki, KecamatanTegallalang, Gianvar, Senin (2/5).

    pelapor yang dirahasikan identi-tasnya oleh penldik, setiap pendis-tribusian raskin selalu melaluibebempa koperasi di desa setem-

    pat, hingga harganya lebih mahal."Semestinya mskin didistribusikanmelalui petugas kantor desa kepddaKK miskn j' ujar f.asi Pidana Khusus

    (Pidsus) Kejari Gianyar HerdianRalpdi, usai penggeledahan.

    Selain itu, katadia, masyarakatkhususnya KK miskin keberatande4gan pembelian raskin ban-tuan pemerintah itu karenadiiual lebih mahal dari biasanya,Rp P4.O00/kapinc (isian 15 kgl.Ada koperasi yang menjual Rp37.f00 per kaping, bahkan adayadg Rp 33.000/kaping. Bahkarr.ada warga tidak terdaftar malahsebagai penerima raskin.

    Setelah dicek, ternyata benarada keseniangan mendistribu-sian beras raskin tersebut. Pihakpetugas dikantor desa itu, selakupendistribusi raskin menyatakanharga raskin dinaikkan untu kmenutupi biaya pendistribusian,Rp 10.000 sekali antar. "Padahalhalrtersebut tidak dibenarkan,''jel{s Herdian.

    Hasil penggeledahan, TimKejari Gianyar mengamankansejumlah dokumen, antara lainberita acara penyerahan raskin,proses pendistribusian, daftarnama penerima raskin, pem-bayaran serta penyetoran danaraskin. "Dalam kasus ini ada duamodus, harga raskin dinaikkandan penerima raskin tidak tepatsasaran," jelasnya.

    Kata Herdian, kerugian ataskasus ini belum diketahui pasti.Hanya saja ada selisih harya raskindari Rp 24.000/kaping menjadiRp 37.500/kaping. Ada 361 orangyang berhak raskin tersebut.

    Kata Herdian, sejak 201.3 se-mestinya masyarakat penerimaraskin sampai raskin ke 15."Kasus ini masih dalam penyidi-kan, masih perlu pendalaman,"imbuhnya. '- cr62

    E-&,.]

  • Sub Bagian Humas dpn Tata Usaha BPK Rl Perwakilan Provinsi Bali

    Edisi :Safu.scr,3 MAHal :

    Pemanggtlan Direktur PDNI Dirahasiakan* Pasca Jadi lersangka Kagys Kotgpt, S{ Staf PDAIVI Kqryngasln:r-

    Apalagi kamerupaka

    s itu

    pertama dyanglndo-

    nesia, di ma a ter-sangka minta

    s kor-atau memerban, bukan rban

    yang me ayar.AMLAPURA, NusaBali

    Kepala Kejaksaa(KajariJ. Amlapura,

    r Negerivan Jaka

    masih merahasiaka pemang-ur PDAMgilan terhadap Direk

    Karangasem, I Ged T Bakti- / .NUSAUALVNANINAKAJARlAmlapura, Ivan Jaka (kanan) usai mengikuti apel bendeia Hardiknas

    di Lapangan Tanah Aron Amlapura, Senin (2/5).yasa sejak berstatusBeredar kabar pet

    ersangka.anggilan

    direncanakan pada, (3/s)hari ini, namun Ka Ivan fakaburu-buru membantahnya. PDAM itu, yakni I Ketut Mudana

    Wirata dari Lingkungan SusuanfKelurahan Karangasem), NiKetut Budiartini Dewi dari DesaSibetan [Kecamatan BebandemJ,Ni Nengah Kasih dari Banjar/Desa Pidpid [Kecamatan AbangJ,I Kadek Partayasa dari Banjar/Desa Tegallinggah IKecamatanKarangasem) dan lda BagusSudirga Wisnawa dari Gria Jun-gutan, Desa fungutan, KecamatanBebandem.

    Rata-arta kelima saksi kor-ban tersebut telah memberikanketerangan sebanYak tiga kali.Berdasarkan kesaksiannYa, IKetut Mudana Wirata misalnYamengaku dikenai gratifikasi RP50 juta. Hanya saja, sementarabelum ada barang bukti beruPauang yang diamankan.

    Disinggung sejauh mana sta-tus tersangka telah terPenuhi,Kajari Amlapura secara ielasmenyebutkan, telah memenuhiunsur.

    "Berani meuyebutkan sebagaitersangka sudah ielas memenuhiunsu4 melanggar Pasal 12 UU No31 tahun 1999 tentang tindakpidana korupsi dengan ancamanhukuman minimal 4 tahun dan

    "Soal pemanggilad DirekturPDAM hanya saya yang tahu. SaYasaja belum melayangkan surat,bagaimana bisa mengatakanpemanggilannya, Selasa (3 I 5) :'ujar Kajari Amlapura, Ivan Jakausai mengikuti APel BenderaHardiknas di Lapangan TanahAron Amlapura, Senin [2/5J.

    maksimal 20 tahun. Itu bunYi un-dang-undangi' tegas lvan. KajariAmlaoura merahasiakan, awalmulanya hingga kasus terse-but terungkap, Padahal tidakada yang melapor. "Oh, tanYasaja Kasi Intel Kejari AmlaPura,bagaimana caranya mengungkaPkasus itui' elaknya.

    Sebelumnya diberitakan Di-rektur PDAM Karangasem, IGede T Baktiyasa, ditetaPkankejaksaan Negeri (Kejari) Am-lapura sebagai tersangka kasusdugaaan korupsi RP 155 jutadalam mengurus SK Pengang-katan lima stafnYa. .PenetaPatrtersangka untr.rk Gede BaktiYa5atelah dilakukan kejaksaan, Selasa(2614), narnun baru diungkaP-kan ke publik, Kamis (28/4).

    Perihal penetapan Gede Bak-tiyasa selaku tersangka dugaankorupsi urus SK Pengangkatau5 stafPDAM Karangasem ini diu-mumkan Kepala Kejari [Kajari)Amlapura, lvan Jaka, di Amla-pura, Kamis (28/a) lalu. MenurutIvan laka, surat Pemberitahuansebagai tersangka sudah dikiritnKejari Amlapura kePada sangDirektur PDAM, Rabu (27 /4'.pagi.6 k16

    Ivan berjanji saat Pemaug-gilan tersangka, wartawan akandiundang untuk rnengetahuikasus gratifikasi tersebut. Apa-lagi kasus itu merupakan yangpertama di lndonesia, di manatelsangka rneminta atau mem-eras korban, bukan korban yangrnembayar. Beda katar.rya dengankasus suap, antara yallg mem-beri dan menerima, keduanya

    kena pidana. "lni kan tersangkameminta kepada sakqi korban,"katanva.

    Saksi korban yang fiimaksud,ada lima staf PDAM yang wak-tunya diangkat sebagdi pegawaitetap. Untuk bisa l{eluar SKDirektur PDAM I(arhngasem,maka mereka diminta uang peli-cin dengan nominal bervariasitotal Rp 155 juta. Kelima staf

    I

  • Sub Bagian Humas n Tata Usaha BPK Rl Perwakilan Provinsi Bali

    Edisi

    Hal

    : S4.,: o 3 [aui ar63

    Makirl fanjang Pencairan Hibah* Tunggu Verifikasi Pergub Lagi

    DENPASAR, NusaBaliPertcajran dana l]ansos dan

    hibah makin panjanglprosesnya.DPRD Bali yang memfasilitasipencairan dana untuk masyara-kat pun terpaksa harus bersabSrsampai sebulan kedepan. Sebabaturan pencairannya berupa Per-aturan Gubernur [PergubJ ha-rus verifikasi ke Menteri DalamNegeri.

    Ketua Komisi I DPRD Bali, IKetut Tama Tenaya usai rapatdengan eksekutif [PemprovBali) di Gedung DPRI Bali, Senin(2 / 5) kemarin mepgatakan,pencairan dana hibafr dan ban-sos menunggu kepastian hasildi Kementerian Dalam Negeri."Pergubnya masih diverifikasi.Ya, anggota dewan harus bers-abar sampai sebulan kedepan,"ujar Tama Tenaya,

    Dikatakan, mekanisrne tidakbisa dihindari untuk pencairandana hibah dan bansos untukmasyarakat, karena pihak DPRDBalijuga tidak mau ada masalah."lni sudah mekanisme aturan,Jadi Pergub sebagai dasar men-cairkan bansos harus ditindak-lanjuti ke pusat," tegasnya lagi.

    Tama Tenaya menyebut pi-haknya sudah berkoordinasi

    dengan Pemprov Bali terutama-Biro Hukum ydng mengerti me-kanismenya. "Kita sudah koordi-nasi dengan eksekutif memangharus dibawa ke pusat duluPergubnya. t{ami tidak mauambil risiko," tegas politisi PDIPasal Kecamatan Kuta Selatan,Badung ini.

    Sekprov Bali Tjokorda NgurahPemayun secaFa terpisah men-gatakan, mekanisme verifikasiPergub ke Mendagri bukan hanyaberlaku sekarang atau setelahada masalah soal pencairan danahibah dan bansos. "Sudah seiaklama mekanisme ini. Dan DPRDBali menyadari Pergub harusdiminta verifikasi ke pusat," ujarTjok Pemayun yang bawa lang-sung Pergub tersebut ke MenteriDalam Negeri. "Saya malamini berangkat bawa rancanganPergubnya. SEtelah disahkanMendagri dapNt nomor barulahdiberlakukan," imbuh mantanKaro Tata Pemerintahan Pem-prov Bali ini, sore kemarin.

    Apakah ini tidak bolak-balikdan pencairan hibah molor?"Bukan bolak-balik sih. Me-mang harus ada perimada dalampenerapan aturan. Permendagri14 Tahun 2016 terbit sebasai

    salah satu rujuan pemberiandana hibah kepada lembagapenerima di Bali. Untuk pencai-ran harus dibuatkan juga dasarhukumnya," jelas Tjok Pemayun.

    Pergub yang disodorkan Pem-prov Bali ke pusat adalah melind-ungi dan mengatur keberadaanlembaga-lembaga penerimadana hibah nanti. "Seperti ke-lompok-kelompok yang,beradalangsung dibawah naungan desaadat. Jadi kita berharap bers-abar. Ini mungkin hanya sebuahkekhawatiran akan adanva ke-salahan proses saja. Teubi kitaberproses supaya tidak adamasalah di kemudian hari," uiarbirokrat asal Gianyar ini.

    Sementara Ketua DPRD BaliNyoman Adi Wiryatama men-egaskan, Pergub yang harusverifikasi ke Mendagri untukmengcover penerima dana hibahyang diberikan oleh SKPD [Satu-an Kerja Perangkat DaerahJ,'Adabentuk pelimpahan kewenangandari level atas ke bawah, ArtinyaSKPD yang akan mencairkandana hibah harus diberikan ke-wenangan oleh gubernur. Kalautidakbegitu mana berani merekamencairkan dananya," kata AdiWiyatama. 6 nat