The Planners #2 - Transportation Planning

  • View
    222

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

This edition is discussing about Transportation Planning. It includes issue about Trans Metro Bandung, Jakarta-Bandung Travel phenomenon, and so on.. The Planners is an electronic portfolio consisted of assignments, paperworks, final project, etc, by the students of Urban and Regional Planning Bandung Institute of Technology, Indonesia

Text of The Planners #2 - Transportation Planning

  • #2 agustus/2010

    Transportation Planning

  • Pelindung: Tizar M.K. Bijaksana

    Pemimpin Redaksi: Ramanditya W.

    Penaggung JawabRazak Radityo

    Ferdinand Patrick P.

    Rera Ayudiani

    Desain:Ramanditya Wimbardana

    Redaksi dan Editor:Ramanditya W., M. Yunus

    Karim, Fitria Ayu Vidayani

    Hyra Annisa, Juliandru Yuska C.

    Tizar M.K. Bijaksana

    dari redaksi

    courtesy :

    kaskus.us-posted by

    kuda hitam

    cover depan

    powered by:

    divisi keprofesian

    HMP Pangripta Loka ITB

    Labtek XA Gedung Perencanaan Wilayah dan

    Kota

    Jalan Ganesha No 10 Bandung

    Indonesia

    Email: majalahtheplanners@ymail.com

    Website:

    www. theplannersmagazine.co.cc

    Salam sejahtera, puji syukur kita ucapkan kepada Tuhan YME karena telah

    diberikan kesempatan atas terbitnya salah satu Maha Karya dari Divisi

    keprofesian kepengurusan HMP periode 2010/2011 The Planners vol.2 ini.

    Di edisi ke-2 ini, core materi yang dibahas adalah transportasi. Alasan kenapa

    transportasi dipilih menjadi core materi pada edisikedua ini karena transportasi

    merupakan salah satu permasalahan strategis dari Kota Bandung maupun

    Negara kita. Pada The Planners edisi ke-2 ini memuat tugas-tugas dari putra-

    putri terbaik perencanaan wilayah dan kota ITB yang membahas

    permasalahan-permasalahan transportasi. Selain itu, kami juga mencoba

    memberikan solusi terhadap permasalahan tersebut. Besar harapan kami, The

    Planners dapat menambah wawasan dan pengetahuan masyarakat Indonesia

    Namun, yang lebih utama adalah The Planners dapat memacu semangat

    berkarya dari mahasiswa Indonesia untuk berkontribusi dan mengabdi kepada

    masyarakat demi kehidupan berbangsa yang lebih baik.

    Ki-Ka: Ferdi, Julian, Yunus, Vidya, Dityo, Rera, Tizar, Tyo

    Ferdinand Patrick

    Kepala Divisi Keprofesian

    HMP Pangripta Loka

    2010-2011

    courtesy :

    ramanditya

    cover belakang

  • 3daftar konten

    Transportation Planning

    14

    Potret26

    dari redaksi2 3 daftar konten maroon think4

    kata kita

    Kriteria Penetapan

    Lokasi Shelter TMB

    6kata kita

    Telecommuting10

    kata kita

    Infrastruktur Transportasi Kota

    Bandung

    Profil Wilayah & Kota

    Geliat Perkembangan Moda Travel

    di Kota Bandung

    21

  • lintas yang kurang efektif. Peraturan-peraturan lalu lintas

    seperti kurang dipahami kegunaan dan keberadaannya.

    Sebagai contoh permasalahan yang sering timbul adalah

    kendaraan parkir di tepi jalan utama yang mengganggu aliran

    kendaraan-kendaraan yang melintas. Tidak ada tindakan tegas

    yang dilakukan oleh para penegak hukum terkait hal ini. Yang

    ada justru mereka lebih memilih menunggu dan mencari

    kesalahan para pengguna jalan agar ditilang.

    Kemudian masalah infrastruktur yang tidak cepat ditanggapi

    oleh Pemerintah Kota Bandung sendiri. Jalan berlubang dan

    rusak, seharusnya tidak layak untuk dilalui oleh sarana

    transportasi. Lalu lampu lalu lintas yang sering rusak, seperti

    yang terjadi beberapa waktu lalu. Tiap pukul 19.00 WIB,

    Lampu lalu-lintas berubah menjadi kuning, padahal pengguna

    jalan masih padat. Belum lagi posisi lampu lalu lintas yang

    berjauhan dan jalurnya yang semrawut. Tentu saja kita

    sudahbisa menduga apa yang terjadi di sana. Luas jalan yang

    tidak sesuai dengan kuantitas kendaraan bermotor, serta

    kualitas jalan yang cukup memprihatinkan tidak lantas

    ditanggapi secara cepat oleh pihak-pihak yang berwenang.

    Seperti yang kita ketahui bahwa di Bandung sendiri banyak ahli

    yang mengerti bagaimana memberikan solusi pada

    permasalahan ini. Namun, ternyata hal itu tak mengurangi

    kemacetan di kota Bandung. Sebuah produk perencanaan

    yang ideal harus terbatasi dan tak mampu diimplementasikan

    dengan baik karena ternyata permasalahan ini bukan hanya

    permasalahan di satu bagian, yaitu transportasi semata.

    Tetapi terkait juga di dalamnya permasalahan multiaspek,

    multiego, serta multisektor. Ya, intinya sampai kapanpun

    permasalahan ini tak akan pernah selesai jika tidak ada

    ketegasan dan keterbukaan dalam menerima masukkan, serta

    realisasi solusi yang nyata untuk menanggulanginya.

    andung merupakan salah satu kota yang sangat atraktif

    di Indonesia saat ini. Hal ini terlihat dari banyaknya Bmasyarakat, baik dari dalam maupun luar negeri yang rela berkunjung dan menetap di kota ini entah untuk

    berbelanja, menikmati keindahan alam disini, atau hanya

    sekedar mengisi akhir pekan mereka. Keberadaankota

    Bandung sebagai ibukota provinsi Jawa Barat dan besarnya

    peluang serta harapan dalam memperbaiki kualitas hidup

    menjadi faktor penting dalam mendorong masyarakat untuk

    tinggal disini. Selain itu, keberadaan institusi pendidikan yang

    terkenal, mall, factory outlet dan distro merupakan faktor

    pendukung terjadinya fenomena tersebut. Hal ini tentu

    membawa dampak yang sangat baik bagi kota Bandung,

    terutama dari segi ekonomi.

    Namun, disamping dampak positif yang ada, muncul pula

    dampak negatif.Yang paling utama adalah permasalahan lalu

    lintas. Dampak utama yang paling sering bersentuhan

    dengankehidupan sehari-hari kita tentu saja adalah

    kemacetan. Macet seringkali menjadi hal yang sangat

    menjengkelkan. Selain waktu dan tenaga kita terbuang, serta

    tingkat stres meningkat,muncul pula dampak-dampak

    psikologis lainnya yang akan sangat mengganggu

    produktivitas kita dalam menjalani aktivitas kehidupan.

    Permasalahan ini memang sering dihadapi kota Bandung

    terutama di jam-jam berangkat dan pulang kerja, serta di akhir

    pekan, ketika banyak pelancong-pelancong domestik

    terutama dari Jakarta dan sekitarnya.

    Ada beberapa hal yang patut dicermati tentang bagaimana

    masalah kemacetan ini bisa timbul. Yang utama sebetulnya

    adalah kesadaran para pengguna jalan yang kurang.Hal ini

    didukung pula dengan keberadaan peraturan-peraturan lalu

    maroon think

    Siapa yang Salah?

    4Transportation Planning

    courtesy:2.bp.blogspot.com

    Adityo Sumaryadi (15408032)

    Oleh:

  • Call for Papers

    planosphere6

    trans erationgreen

    Seminar Planosphere 6

    Tema:

    Transportasi Publik Sebagai Solusi Kemacetan Kota Bandung

    Seminar merupakan salah satu rangkaian acara Planosphere VI yang

    akan membawa suatu tema kajian mengenai pentingnya public

    transportation di Kota Bandung sebagai solusi dari permasalahan

    kemacetan. Seminar ini akan dihadiri oleh Menteri Perhubungan, mantan

    Menteri Lingkungan Hidup dan stakeholders yang ahli di bidang

    transportasi. Seminar dilaksanakan dengan target pelajar SMA,

    mahasiswa di Kota Bandung, dan seluruh masyarakat umum Kota

    Bandung.

    Dalam seminar ini, mahasiswa di Kota Bandung sebagai insan akademis

    diharapkan dapat menuangkan ilmu pengetahuannya dan menjadi salah

    satu pembicara dalam seminar ini beserta Menteri Perhubungan dan

    seluruh stakeholder terkait. Keterlibatan mahasiswa yang kaya akan ilmu

    pengetahuan dan idealisme diharapkan dapat membuka mata

    masyarakat Kota Bandung dan pemerintah setempat bagaimana

    keadaan transportasi publik dan kecetan yang ada di Bandung.

    Dalam mengirimkan essay, terdapat beberapa kriteria sebagai berikut

    yang harus dipenuhi:

    1. Mahasiswa atau pernah menjadi mahasiswa di salah satu

    universitas di Indonesia dengan latar belakang jurusan sesuai

    topik seminar

    2. Berusia 18-25 tahun

    3. Mengirimkan essay sepanjang 3000 kata

    4. Topik essay:

    a. bagaimana mengoptimalkan public transportation di Kota

    Bandung dalam upaya mengurangi kemacetan

    b. dampak kerusakan lingkungan yang terjadi akibat

    kemacetan di Kota Bandung dan bagaimana transportasi

    publik dapa meminimalisir kerusakan lingkungan

    tersebut

    5. Merupakan pemikiran sendiri dan tidak mengutip dari karya

    orang lain

    6. Dikirim via email ke transgreeneration@ymail.com paling

    lambat tanggal 10 September 2010

    7. Apabila essay lolos dalam tahap seleksi yang telah dilakukan

    oleh panitia, maka akan dihubungi paling lambat setelah 5

    hari kerja untuk kemudian memberikan slide yang akan

    dipresentasikan pada saat seminar kepada panitia

    Contcat Person:

    Heni Herawati (085624142300)

    DINAS PERHUBUNGAN

    JAWA BARAT

  • 6Transportation Planning

    sistem kerja berbasis bus yang

    berhenti di shelter-shelter tertentu

    u n t u k m e n a i k - t u r u n k a n

    penumpangnya. Sehingga dalam

    operasi TMB tidak dikenal istilah

    ngetem yang biasanya menjadi salah

    satu sumber penyebab timbulnya

    kemacetan di jalanan.

    TMB yang merupakan salah satu

    program Pemerintah Kota Bandung ini,

    sangat diharapkan dapat mereformasi

    sistem angkutan umum perkotaan

    menjadi lebih baik lagi, melalui

    manajemen pengelolaan maupun

    penyediaan sarana angkutan masalnya

    yang sesuai dengan keinginan

    masyarakat yaitu aman, nyaman,

    mudah, tepat waktu serta bertarif

    terjangkau dengan standar pelayanan

    yang prima. Akan tetapi, dalam kondisi

    e k s i s t i n g n y a , m a s i h t e r d a p a t

    kekurangan dari TMB ini baik dari segi

    p r a s a r a n a , s a r a n a m a u p u n

    inf rast rukturnya . Kekurangan

    tersebut meng