Click here to load reader

Tiara Meilena

  • View
    16

  • Download
    2

Embed Size (px)

Text of Tiara Meilena

Tugas Mandiri Ilmu Faal I

Penyakit Jantung Kongestif

Oleh:

Tiara Meilena021311133051

ILMU FAAL I DEPARTEMEN BIOLOGI ORAL Fakultas Kedokteran Gigi - UNAIR Semester Gasal 2013

BAB 1PENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangSistem sirkulasi pada tubuh manusia merupakan hal yang paling penting dalam kelangsungan hidup. Jantung merupakan organ terpenting dalam sirkulasi yang bertugas untuk memompa darah keseluruh tubuh untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh, pada saat beristirahat, bekerja, maupun saat menghadapi beban. Jantung biasanya berdetak 60 hingga 100 kali per menit atau lebih cepat bila dibutuhkan. Beberapa penyakit yang timbul apabila sistem sirkulasi terganggu, seperti penyakit jantung koroner, kolestrol tinggi, dan dapat menyebabkan gagal jantung.22Dengan bertambahnya kemajuan teknologi kedokteran yang semakin modern ini, sejak tahun 1968 kematian karena penyakit jantung menurun. Hal ini disebabkan sebagian besar penderita hidup setelah serangan jantung tetapi kemudian mengalami gagal jantung. Penderita yang mengalami gagal jantung tetap bertahan hidup dengan menjalani pengobatan yang baik. Namun, dengan adanya fasilitas kesehatan dan pengobatan dapat di perkirakan jumlah penderita gagal jantung akan meningkat setiap tahunnya.17Gagal jantung merupakan penyakit yang sangat berbahaya. Gagal jantung adalah keadaan jantung tidak lagi mampu untuk memompa darah ke jaringan untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh (foward failure) atau kemampuan tersebut dapat terjadi dengan tekanan pengisian jantung yang tinggi (bakward failure), atau kedua-duanya, meskipun darah balik dengan normal.17Gagal jantung dapat disebabkan oleh banyak hal dalam makalah ini, penulis akan menjelaskan terjadinya gagal jantung dan akan lebih membahas tentang penyakit jantung kongestif. Penyakit jantung kongestif adalah kondisi dimana jantung tidak memompa darah dengan cukup baik untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Kondisi ini sering menyebabkan sesak napas, kelelahan, pergelangan kaki bengkak, dan lain-lain. Gagal jantung kongestif biasanya diobati dengan terapi, ada tiga jenis obat: obat-obatan yang membantu menghilangkan kelebihan cairan dari tubuh (diuretik), obat yang meningkatkan kemampuan jantung untuk memompa darah (digitalis), dan obat-obatan yang membuat lebih mudah bagi jantung untuk memompa dengan mengurangi perlawanan (afterload reducing agent).15

1.2 TujuanTujuan dari pembuatan makalah ini adalah:1. Untuk mengetahui konsep medis dari gagal jantung kongestif 2. Untuk mengetahui konsep keperawatan dari gagal jantung kongestif

1.3 Manfaat Bagi Penulis:1. Dapat menambah pengetahuan dan pemahaman tentang penyakit jantung kongestif.2. Dapat mengetahui dan memahami konsep dasar penyakit (tujuan medis) dari penyakit jantung kongestif.

Bagi Tenaga Kesehatan :1. Dapat memberikan masukan bagi tenaga kesehatan dalam mempertahankan kelangsungan hidup dan mencegah komplikasi lanjut pada kasus penyakit jantung kongestif dengan penanganan atau pemberian asuhan keperawatan yang baik dan benar.

BAB 2TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Jantung2.1.1 Anatomi JantungJantung adalah sebuah organ berotot dengan empat ruang yang terletak di rongga dada dibawah perlindungan tulang iga, sedikit ke sebelah kiri sternum. Ukuran jantung lebih kurang sebesar genggaman tangan kanan dan beratnya kira-kira 250-300 gram. Pengetahuan dan pemahaman jantung merupakan dasar pokok bagi seorang dokter yang sedang melakukan pemeriksaan pada penderita yang dicurigai sakit jantung. Anatomi jantung dapat dibagi menjadi 2 kategori, yaitu anatomi luar dan anatomi dalam.1,9

Gambar 1.1. Anatomi luar jantung 9Atrium dipisahkan dari ventrikel oleh sulkus koronarius yang mengelilingi jantung. Pada sulkus ini berjalan arteri koroner kanan dan arteri sirkumfleks setelah dipercabangkan dari aorta. Bagian luar kedua ventrikel dipisahkan oleh sulkus interventrikuler anterior di sebelah depan, yang ditempati oleh arteri desendens anterior kiri, dan sulkus interventrikuler posterior di sebelah belakang, yang dilewati oleh arteri desendens posterior.6

a. PerikardiumMerupakan kantung membran halus yang menyelimuti jantung. Perikardium terdiri dari 2, yaitu perikardium viseral dan perikardium parietal. Pada orang normal jumlah cairan perikardium adalah 10-20 ml.2b. Kerangka jantungMerupakan jaringan ikat yang tersusun dengan kompak pada bagian tengah jantung yang merupakan tempat pijakan atau landasan ventrikel, atrium dan katup-katup jantung. Perluasan penting dari kerangka jantung kedalam ventrikel adalah terbentuknya septum interventrikuler pars membranasea yang berhubungan dengan daun septal katup trikuspid dan sebagian dinding atrium kanan.2Jantung mempunyai empat ruang yaitu atrium kanan, atrium kiri, ventrikel kanan, dan ventrikel kiri. Atrium adalah ruangan sebelah atas jantung dan berdinding tipis, sedangkan ventrikel adalah ruangan sebelah bawah jantung. dan mempunyai dinding lebih tebal karena harus memompa darah ke seluruh tubuh.6 Atrium kanan berfungsi sebagai penampung darah rendah oksigen dari seluruh tubuh. Atrium kiri berfungsi menerima darah yang kaya oksigen dari paru-paru dan mengalirkan darah tersebut ke paru-paru. Ventrikel kanan berfungsi menerima darah dari atrium kanan dan memompakannya ke paru-paru.ventrikel kiri berfungsi untuk memompakan darah yang kaya oksigen keseluruh tubuh. Antara atrium, ventrikel dan pembuluh darah besar yang keluar dari jantung terdapat katup-katup jantung, yaitu katup atrio-ventrikuler dan katup semiluner.92.1.2 Fisiologi Jantung Potensial AksiAktivitas listrik jantung terjadi akibat perubahan permeabilitas yang memungkinkan terjadi transport ion melewati saluran cepat dan saluran lambat terutama ion Na, K, Ca. Potensial aksi terdiri dari 5 fase:1. fase istirahat (fase 4)Terjadi perbedaan potensial, di dalam sel (-) di luar sel (+) yang menyebabkan terjadinya polarisasi akibat permeabilitas terhadap Na-K terutama K.2. Depolarisasi cepat (fase 0)Akibat permeabilitas Na meningkat kemudian Na masuk melalui saluran cepat menyebabkan keadaan di dalam (+) dan di luar (-).3. Repolarisasi parsial (fase 1)Mendadak terjadi perubahan kadar ion sebagai penyeimbangan, ion negative akan masuk, kemudian terjadi inaktivasi sel Na.4. Plateu (fase 2)Tidak terjadi perubahan muatan listrik, ion masuk seimbang dengan ion yang keluar. K, Na, Ca masuk melalui saluran lambat.5. Repolarisasi cepat (fase 3)Aliran Ca dan Na inaktif, permeabilitas terhadap K meningkat, K akan keluar menyebabkan keadaan di dalam (-) dan di luar (+).

Gambar 1.2 Potensial Aksi SA node 14

Siklus JantungSiklus jantung merupakan kejadian yang terjadi dalam jantung selama peredaran darah. Gerakan jantung terdiri dari 2 jenis yaitu kontraksi (sistolik) dan relaksasi (diastolik). Sistolik merupakan sepertiga dari siklus jantung. Kontraksi dari ke-2 atrium terjadi secara serentak yang disebut sistolik atrial dan relaksasinya disebut diastolik atrial. Lama kontraksi ventrikel 0,3 detik dan tahap relaksasinya selama 0,5 detik. Kontraksi kedua atrium pendek,sedangkan kontraksi ventrikel lebih lama dan lebih kuat. Daya dorong ventrikel kiri harus lebih kuat karena harus mendorong darah keseluruh tubuh untuk mempertahankan tekanan darah sistemik. Meskipun ventrikel kanan juga memompakan darah yang sama tapi tugasnya hanya mengalirkan darah ke sekitar paru-paru ketika tekanannya lebih rendah.13

Gambar 1.3. Siklus Jantung252.1.3 Struktur JantungJantung adalah salah satu organ vital dalam tubuh manusia. Jantung manusia adalah organ kecil, berbentuk menyerupai buah pir terbalik.ukuran jantung, kira-kira sebesar kepalan tangan orang. Berat jantung manusia sekitar 250-300 gram. Jantung manusia dibagi menjadi 4 bagian: dua ventrikel (bagian bawah) dan dua atrium (bagian atas). Jantung mempunyai peran penting dalam sirkulasi darah, dengan memompa darah terdeoksigenasi ke paru-paru, dan memasok darah beroksigen dari paru-paru ke bagian lain tubuh.Bagian bagian jantung secara normal berdenyut dengan urutan tertentu: Kontraksi atrium (sistolik atrium) diikuti oleh kontraksi ventrikel (sistolik ventrikel), dan selama diastolik semua empat rongga jantung dalam keadaan relaksasi. Denyut jantung berasal dari sistem penghantar jantung yang khusus dan menyebar melalui sistem ini ke semua bagian miokardium. Struktur yang membentuk sistem penghantar adalah simpul sinoatrial (simpul SA), lintasan antar-simpul di atrium, simpul antrio-ventrikular (simpul AV), berkas His dan cabang cabangnya, dan sistem purkinje. Berbagai bagian sistem penghantar, dan pada keadaan abnormal, bagian bagian miokardium mampu mengeluarkan listrik paling cepat, depolarisasi menyebar dari sini ke bagian lain sebelum mengeluarkan listrik secara sepontan. Karena itu simpul SA merupakan pacu jantung normal, kecepatannya menngeluarkan listrik menentukan frekuensi denyut jantung. Impuls yang dibentuk dalam simpul SA berjalan melalui lintasan atrium ke simpul AV, melalui simpul ini ke berkas His, dan sepanjang cabang cabang berkas His melalui sistem Purkinje ke otot ventrikel.23Adanya berbagai hormon natriuretik telah dipostulasikan sejak lama. Dua dari hormon tersebut disekresikan oleh jantung. Sel sel otot di atrium dan, dengan tingkatan yang lebih rendah, di ventrikel mengandung granula sekretorik yang meningkat jumlahnya apabila masukan natrium klorida dan cairan ekstrasel meningkat, dan ekstrak jaringan atrium ini menyebabkan natriuresis.19Hormon natriuuretik yang pertama diisolasi dari jantung adalah peptida natriuretik atrium (atrial natriuretic peptide, ANP), suatu poli peptida dengan cincin 17-asam amino khas yang dibentuk oleh sebuah ikatan disulfida antara dua sistein. Bentuk polipetida ini dalam sirkulasi memiliki 28 residu asam amino. Hormon ini dibentuk dari sebuah molekul prekursor besar yang mengandung 151 residu asam amino, termasuk sebuah peptidasinyal yang terdiri dari 24 asam ami

Search related