TOKSIKO ANALITIK

  • View
    25

  • Download
    7

Embed Size (px)

DESCRIPTION

toksik

Transcript

  • TOKSIKOLOGI ANALITIK SHINTA DEWI PERMATA SARI 1406655646PROGRAM MAGISTER ILMU BIOMEDIKFARMAKOLOGIFAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS INDONESIA2015

  • GENERAL CONSIDERATION

  • DEFINISI TOKSIKOLOGI ANALITIK Ilmu yang mempelajari berbagai metode & teknik analisis racun/senyawa berbahaya dalam sampel biologis yang berhubungan dengan keracunan.

  • PERKEMBANGAN TOKSIKOLOGI ANALITIK

    Metode Lama Prosedur kolorimetri dan spektrofotometri sebenarnya mudah digunakan dalam analisis spesimen biologi, namun jarang digunakan karena kurang spesifik dan sensitif.

  • Metode Baru AAS (Atomic Absorption spectrometry)MS (Mass Spectrometry)GC (Gas Chromatography)Teknik non kromatografi seperti imunoasai yang dapat berguna untuk screening cepat dari sampel banyak yang mengandung obat tertentu.

  • INFORMASI YANG DIBUTUHKAN OLEH TOKSIKOLOGIPengumpulan SampelPengemasan SampelPengawetan

  • INFORMASI YANG DIBUTUHKAN TOXICOLOGIST

  • SAMPLE DARI PASIEN HIDUP Pasien tidak sadar : darah karena sulit mengumpulkan dari cairan lambung dan urin. Pada kasus ini sample di bagi 2 : Tanpa penambahan Dengan penambahan 1 % sodium fluoride (pengawet & antikoagulan)Urin konsentrasi sebagian besar obat lebih tinggi pada urin daripada di darahCairan lambung

  • PEMERIKSAAN MAYAT Sampel tidak boleh dicampur dan harus dikemas dalam botol terpisah minimal 2 ukuran Dua botol ukuran 1 liter Tiga botol ukuran 2 liter dengan 4 botol 25 ml Organ hati dan pencernaan botol besarOrgan pencernaan, otak, ginjal botol sedang Darah dan urin botol kecil

  • STOMACH WALL & STOMACH CONTENT

    Dinding lambung dibentangkan untuk memeriksa mukosaDilakukan pemeriksaan untuk melihat perubahan warna atau jika ditemukan tablet Dinding lambung diuji secara histologi Lakukan pemeriksaan tablet (perhatikan bahan tambahan tablet)

  • SAMPEL DARAH Sampel dibagi dua masing masing 25 ml Diambil dari pembuluh darah peripheral yang berbeda di + 250 mg Natrium fluoride pada salah satu sampel.Sampel diperoleh dari subaxila, neck vein dan femoral artery Hindari pengambilan dari portal vein karena mengandung obat dengan konsentrasi tinggiPemeriksaan kandunngan alkohol dalam darah jika tidak ada urin yg tersedia.

  • USUS Penting dilakukan analisis pada usus beberapa jam setelah keracunanPemeriksaan dibutuhkan jika racun diberikan secara oral bukan iv

  • HATI Organ utama untuk detoksifikasi mengandung banyak racunSpesimen racun : arsenik, barbiturat, imipramine

    GINJALKeracunan yang kemungkinan disebabkan oleh logam berat Pemeriksaan histologi ditemukan kristal dari Calcium oxalat atau sulphonamide

  • OTAK Racun banya ditemukan di jaringan lipoid di otak Chloroform tetap terdeteksi sekalipun jaringan telah membusuk. Penanganan jaringan otak lebih mudah dibandingkan hati. Analisis utama pada otak keracunan sianida produksi sianida pada sampel mayat

  • URINBerguna untuk screening narkotika dan stimulantEMPEDUBeberapa racun yg terdapat di empedu glutethimide, ouabain dan morfinSAMPEL LAIN RAMBUT Keracunan arsen dan thalium Pemeriksaan Rambut dicabut, tidak dipotongAnalisis keracunan thalium pewarnaan histologi pada jaringan yg telah diformalin dengan larutan alkohol dari kalium iodine

  • PENGAWETAN SAMPEL Pengawetan untuk sampel darah analisa alkohol Pengawetan untuk sampel urine analisa narkotik. Darah penambahan Natrium florida 1 %, kedap udara sebaiknya dianalisa sekurang-kurangnya 1 mingguUrin : 1-10 % sodium azide

  • PEMERIKSAAN TUBUH YANG SUDAH DIKUBURJaringan yang sudah diformalin masih mengandung beberapa obat dan racun. Barbiturat, methaqualone, glutethimide, chloroquine dan nikotin masih tersimpan dalam jaringan

  • PENYUSUNAN LAPORAN DAN INTERPRETASI DATA Mencantumkan jenis racun yang ditemukan dan konsentrasi racun dalam sampel dinyatakan dalam satuan mg atau g per 100g sampel. Untuk kandungan logam berat dinyatakan dalam ppm. Interpretasi data

  • KEMASAN Cukup besar, tidak mudah pecah dan kedap Bersih dan kering sebelum digunakan Sebaiknya berbahan dasar kaca Kemasan disegel dan diberi label

  • ASPEK MODERN ANALISA TOKSIKOLOGI

  • Analisis toksikologi telah mengalami kemajuan pesat memungkinkan penggunaan metode deteksi spesifik pada konsentrasi yg lebih rendah.Masalah utama yg hrs dihadapi ekstraksi senyawa dari matriksnya, baik itu matriks biologis maupun lingkungan.

  • Sample clean up and pre treatment

    Cara paling umum untuk memisahkan senyawa dari matriksnya yaitu dengan ekstraksi cair-cair berdasarkan pH dan sifat kimia dari pelarut organik.Meminimalkan jumlah pelarut organik yg digunakan.

  • Kromatografi

    Teknik yang banyak digunakan dalam analisa toksikologi berdasarkan pemisahan racun dan atau metabolitnya yang terdapat dalam matriks biologisKromatografi lapis tips (TLC) screening kualitatif dan semikuantitatif (terbatas untuk konsentrasi rendah). HPLC (high performance liquid chromatography) racun yang mengandung hidrokarbon rantai panjang

  • DETEKTORA. Detektor GC (gas chromatography):- Detektor termionik, penangkap elektron (memberikan info struktur), flame photometric (memberikan info struktur), fotoionisasi (analisa pestisida dalam kadar subnanogram).Tiap detektor mempunyai keuntungan dan kekurangan sendiri-sendiri. B. Detektor LC (liquid chromatography):- Detektor fluorimetri dan elektrokimia

  • KOMBINASI KROMATOGRAFI DAN MASS SPECTROMETRY

    Kromatografi dapat berguna untuk mendeteksi kadar yang kecil namun selektivitasnya kurang. Oleh karena itu, dikombinasi dengan mass spectrometry (pilihan untuk pengukuran xenobiotik pada bayi baru lahir atau anak). Selain itu, mass spectrometry dapat berguna untuk identifikasi bahan yang tidak diketahui

    Mass fragmentography (MS-MS) analisa kualititatif dan kuantitatif kadar rendah dari berbagai toksikan termasuk pestisida, obat dan polutan yang ada di lingkungan.

    Selain kombinasi tersebut di atas, juga ada kombinasi GC-MS, LC-MS. Cara ini masih belum digunakan secara rutin karena biaya yang mahal dan kekompleksitasan dari instrumen.

  • A Drug Profiling System for Emergency Toxicology

  • PENDAHULUANPerkembangan teknik pengukuran obat pada cairan biologis mulai dari kolorimetri sampai kromatografi.Batas deteksi menurun dari 1 mg/L menjadi 10 g/L dalam volume sampel < 1 mL.Prosedur tersebut mengalami peningkatan dalam hal sensitivitas, spesifisitas, reprodusibilitas.

  • Pada toksiologi emergensi dikembangkan sistem profiling obat REMEDi berdasarkan pada prinsip kromatografi cair dengan kombinasi deteksi panjang gelombang UV. Sistem ini mampu mengidentifikasi lebih dari 300 obat asam atau basa serta metabolit yang ada di urin atau serum termasuk opiat, barbiturat, amfetamin, benzodiazepin, trisiklik, kokain dan lainnya.Sistem ini secara spesifik mengenali obat yang ada dan bukan hanya kelasnya saja.

  • INSTRUMENSistem profiling obat REMEDi terintegarsi dengan HPLC dalam 1 unit yang dapat memberikan analisis yang tepat dengan penggunaan yang mudah. Sistem AT based computer dilengkapi dengan software yang dapat mengkontrol automated sample injector, high pressure pump, valves, heat, scanning UV.

  • SOFTWARE DAN SYSTEM PERFORMANCESoftwate ini berguna untuk memonitor dan auto tune kebanyakan aspek untuk performance dari instrumen.

  • KROMATOGRAFI FORENSIK

  • PENDAHULUANBukti yang cukup kuat diperlukan untuk pembuktian suatu kejahatan.Forensik berkaitan dengan analisis, perbandingan, interpretasi bukti yang didapat dari TKP.Pemeriksaan forensik difokuskan untuk mengkonfirmasi / mengeliminasi hipotesis penyelidikan, serta mengembangkan ke penyelidikan baru.

  • METODEIdentifikasi forensik menganalisis konstituen yang ada pada sampel. Teknik kromatografi adalah teknik yang umum digunakan untuk identifikasi obat, karakterisasi sampel yang didapat dari kejadian tabrak lari, determinasi kandungan alkohol dalam darah pada kasus pembunuhan/kecelakaan mobil (automobile).

  • METODE (2)Dari metode kromatografi yang ada TLC merupakan metode yang sering digunakan karena harganya yang terjangkau.Metode ini berguna untuk penelitian pendahuluan yang cepat.Penggunaan plate yang baru pada TLC mencegah terkontaminasinya sampel.

  • MARIHUANA (GANJA)Penggunaan umum TLC adalah untuk identifikasi sampel yang mengandung marihuana.Karakterisasi marihuana dapat dilakukan dengan 2 cara:1. Pemeriksaan mikroskopik untuk melihat morfologi yg berbeda dari tanaman contoh: karakteristik cystholithic hairs2. Pemeriksaan material sifat kimia dari kandungan ganja (THC), kanabinol. Ketika sampel didapat dari residu pada pipa maka pemeriksaan mikroskopik tidak dapat dilakukan. Dalam hal ini dapat digunakan: TLC atau GC.

  • PSILOCYBE MUSHROOMSDua substan halusinogenik mungkin dapat diidentifikasi melalui jamur dari genus psilocybe. Kedua substansi ini ,yaitu psilocin dan psilocybin (garam dihidrofosfat). Setelah diberi perlakuan sampel dan kontrol ditotolkan ke plate TLC kemudian dilihat migrasinya. Lalu hasil yang didapat (ekstrak) diperiksa dengan kromatografi yang lain (GC-MS).

  • OBATBiasanya digunakan GC-MS.Sampel obat dilarutkan dalam solven (umumnya metanol). Obat dapat diperiksa langsung tanpa ada perlakuan khusus meski ada beberapa pengecualian. Beberapa garam asam mengalami pirolisis setelah injeksi ke kromatografi. Prosedur kuantitatif dapat digunakan untuk mengubah garam asam menjadi basa bebasDerivatisasi mungkin juga dapat dilakukan.

  • RESIDU YANG EKSPLOSIFProduk yang mudah meledak residu nitroselulose, nitrogliserin, toluen nitrat, oksidan (nitrat, nitrit, gram klorat & perklorat) dan