Trauma Thorax

  • View
    26

  • Download
    6

Embed Size (px)

DESCRIPTION

safsava

Transcript

  • TRAUMA TORAKSREFERAT STASE ILMU BEDAHRSUD MARDI WALUYO KOTA BLITARFAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS ISLAM MALANGOleh:Muchamad Zubaid 209.121.0011Arif Prianggara 209.121.0015

    Pembimbing:dr. Marsudji, Sp.B

  • ANATOMI

    Kompartemen

    Hemitoraks kanan dan kiri Paru Mediastinum : jantung + pembuluh darah

    Pleura septum di tengah

    Parietalis dan viseralisPleura kanan dan kiri terpisah

    Paru

    Terdiri dari 5 lobus : kanan 3, kiri 2 kanan 10 segmen, kiri 8 segmenDarah venous : vent. Kanan a.Pulmonalis kapiler alveoli Darah arterial : kapiler paru v. pulmonalis ventr. Kiri seluruh tubuh.a. Bronkhialis (cab.aorta) darahi bronkus & slrh paru v. bronkhialis :kanan v. Azygoskiri v. hemiazygosRONGGA DADA

  • RONGGA DADA (lanjutan) ANATOMI (lanjutan)SarafSimpatis pleks. anterior dan posterior Parasimpatis n. vagus

    Sal. LimfePleks. Superfisialis gld. HilusPleks. Profunda llnn. Trakheo-bronkhialis

    sedikit / tidak ada anastomose kecuali pada hilus

  • RONGGA DADA (lanjutan)FISIOLOGI (lanjutan)A. Inspirasi : proses aktif rongga toraks >> tekanan negatif udara masukB. Ekspirasi : proses pasif vol.toraks
  • RONGGA DADA (lanjutan)FISIOLOGI (lanjutan)Tes fungsi paru1. Guna : - pengetahuan faal pernafasan - mengetahui fungsi paru pre op. - kontrol post op.2. Jenis: - fluoroskopi - volume tidal - maximal breathing capacity - differential bronchial spirometry 3. Fluoroskopi :Dilakukan dari AP-LatFungsi : - efisiensi paru - tahu kemampuan paru - elastisitas dan mobilitas dinding, diafragma dan paruTes lain : spirometer4. Tidal Volume (TV) : vol. hawa yang di insp.-eksp. 1 periode.

  • RONGGA DADA (lanjutan)Inspiratory Reserve Volume (IRV): vol. Maks. ssdh insp. Expiratory Reserve Volume (ERV): volume maksimal sesudah ekspirasi biasaResidual Volume (RV): volume udara yang masih tertinggal ssd ekspirasi maksimalVital Capacity ( IRV + TV + ERV) : vol. Maks. yang dapat dikeluarkan sesudah inspirasi maksimalTotal Lung Capacity (RV+ERV+TV+IRV): jumlah gas dalam paru sesudah inspirasi maksimalInspiratory Capacity ( IRV + TV ) : hawa yg masih dapat di inspirasi mulai dari resting expiratory levelFungsional Residual Capacity (ERV + RV): volume yang tertinggal dalam pare pada resting-expiratory level

  • TRAUMA TORAKSA. PEMBAGIAN :Trauma tumpul: kecelakaan lalu lintas Trauma tajam : luka tusuk, luka tembak Gejala :

    kesakitan, sesak napas, nyeri dada waktu bernapas sianotik, jejas di dadagerak napas asimetri, gerak paradoksal emfisema subkutistanda bendungan vena leher sistolik , nadi cepat, RRanemiatanda dan gejala kelainan penyerta

  • TRAUMA TORAKS

  • TRAUMA TORAKS (lanjutan)TINDAKAN ELEMENTERMenjamin kelancaran jalan nafas miringkan kepalatarik dagu kedepanbila gagal dilakukanPemasangan orotrakea / nasotrakeal Intubasi endotrakealTrakeostomi Memasang infusMengurangi / menghilangkan nyeri Pembuatan x-foto dada 2 arah

  • TRAUMA TORAKS (lanjutan)TINDAKAN ELEMENTER (lanjutan)

  • TRAUMA TORAKS (lanjutan)INDIKASI PEMBEDAHAN: Obstruksi jalan nafasHematotoraks masifTamponade perikardium Tension pneumotoraks Flail chestPneumotoraks terbukaKebocoran bronkus dan trakeobronkhial

  • TRAUMA TORAKS (lanjutan)D. DINDING DADA EmfisemaSebab : kerusakan pleura dan paru Perlekatan pleura (-) : pneumotoraks, emfisema sub kutis / mediastinum Perlekatan pleura (+) : emfisema sub kutis, tanpa pneumotoraksTindakan : insisi daerah fraktur, paru dijahit, tutup luka dan pasang drain. Emfisema mediastinum : Kebocoran trakea, bronkus, esofagus.Kasus berat bendungan v. leper wajah sembab Tindakan : Drainase kavum pleuraTrakeostomi bila kebocoran trakea atas tap

  • Emfisema

  • TRAUMA TORAKS (lanjutan)D. DINDING DADA (lanjutan)2. Patah tulang rusuk tunggal / majemuk Tanda : gerak napas asimetriGejala : nyeri waktu papas / sesakAnak : kerusakan intra toraks tanpa patah tulang iga. Orang tua : patah tulang iga dimana sajaGerak leher tiba-tiba : patah iga ITindakan pada patah tulang iga tanpa komplikasi untuk mengurangi nyeri :Pasang plesterBlok anestesi interkostal / Anestesi lokal Blok para vertebral

  • TRAUMA TORAKS (lanjutan)D. DINDING DADA (lanjutan)3. Dislokasi kostokondral / kodrosternalSebab : trauma langsung sternumDislokasi bilateral : respirasi paradoksalDislokasi unilateral : deformitas tanpa efek respirasi kecuali ada patah tulang igaPenyembuhan : 8 - 12 mingguTindakan : unilateral plesterbilateral traksi beban 2,5 kg positive pressure ventilasi

  • TRAUMA TORAKS (lanjutan)D. DINDING DADA (lanjutan)4. Dislokasi kondro-kondralIga VII - X, terutama iga IX - VIIISebab : trauma langsung atau tekanan hantaran Tanda: - Sindroma kartilago iga IX- n. interkostal VIII terjepit nyeri - Hipertensi hipokondriumTindakan : amputasi kartilago

  • TRAUMA TORAKS (lanjutan)D. DINDING DADA (lanjutan)5. Flail (stove in) chestFraktur pd 2 tempat pada 1 iga yg mengenai 3, baik anterior maupun lateral.Pada posterior tidak terjadi karena splinting otot sacrospinalis.Akibatnya : Napas paradoksal. Goncang gerak mediastinum V. cava inferior terjepit Tekanan O2 , CO2 Gejala : sesak napas, sianosis, takikardi bahkan gagal jantung.

  • TRAUMA TORAKS (lanjutan)

  • TRAUMA TORAKS (lanjutan)D. DINDING DADA (lanjutan)5. Flail (stove in) chest (lanjutan)Tindakan : Stabilisasi dinding dadaPertolongan pertamapenekanan dengan telapak tangan fiksasi plesterStabilisasi dengan traksi, beban 1 - 2.5 kg Assisted respiratory pada flail chest berat Lama assisted resp. 10 - 14 hari bila :Syok3 / lebih trauma tempat lain Trauma kepala berat Penyakit paru terdahulu Patah 8 iga atau lebih Umur > 65 tahun

  • TRAUMA TORAKS (lanjutan)E. RONGGA PLEURA 1. PneumotoraksMacam : terbuka, tertutup, ventilAkibatnya : paru kolaps, terdorong ke sisi sehat Gejala dan tandaSesak napas, sianosisSyok hipovolemik sekunderPerkusi timpani, daerah kolaps dulness Auskultasi suara napas lemah - hilang. Diagnosa pasti : X-foto toraksTindakanMinimal: konservatif Moderate : aspirasi Severe : drainase sistem 3 botol

  • TRAUMA TORAKS (lanjutan)

  • TRAUMA TORAKS (lanjutan)E. RONGGA PLEURA (lanjutan)2. Tension pneumotoraksAkibatnya : tekanan intra pleura Paru kolapsMediastinum terdorong ke sisi yang sehat Paru sehat tak mengembang maksimal. Tek. > 20 cm H2O ggn. venous return Gejala dan tanda :Sesak napas, sianosis KU cepat menurun Tek. Darah , nadi cepat dan lemah Tanda fisis pneumotoraks Mediastinum ke sisi sehat TindakanKontra ventil / WSD sic II, 5 cm lateral linea parasternal

  • TRAUMA TORAKS (lanjutan)

  • TRAUMA TORAKS (lanjutan)

  • E. RONGGA PLEURA (lanjutan)3. HematotoraksAsal darah : - Paru robek - pembuluh darah interkostal - a. Mammaria interna - pemb. darah dalam mediastinum - jantung - hepar, lien, lewat diafragma Pembagian* minimal : < 300 cc* moderat : 300 - 1500 cc * masif : > 1500 ccTRAUMA TORAKS (lanjutan)

  • TRAUMA TORAKS (lanjutan)E. RONGGA PLEURA (lanjutan)3. Hematotoraks (lanjutan)c. Gejala & tanda - sesak napas, sianosis - sakit dada - anemia syok - perkusi : dulness sisi sakit - ausk : suara napas lemah - hilangX-foto< 300 cc : tidak tampak> 300 cc : tampak permukaan cairan sangat banyak : mediastinum bergeser

  • TRAUMA TORAKS (lanjutan)

  • TRAUMA TORAKS (lanjutan)E. RONGGA PLEURA (lanjutan)3. Hematotoraks (lanjutan)Komplikasi Fibrotoraks : kesukaran absorbsi-resorbsi TindakanMinimal : konservatif Moderat : aspirasiSevere : WSD sistem 3 botol Indikasi torakotomiHematotoraks masif Perdarahan > 500 cc/2 jam Perdarahan 200 - 300 cc /jamTransfusi 2000 cc tidak membaik Hematotoraks membekuX-foto jelas hematotoraks, aspirasi (-) Fibrotoraks dan kholesterotoraks

  • TRAUMA TORAKS (lanjutan)F. KERUSAKAN PARUPenyebab : trauma tumpul (ledakan) trauma tajam : hematotoraks Terjadi kerusakan parenkim paru dan perdarahan yang terperangkap dalam paruGejala dan tanda : sesak napas, hipotensi, syokWet lung : cairan persisten pada paru yang berlangsung berapa hari.Trauma dada kerusakan paru + perdarahan eksudat-transudat pada alveoli transport O2 terganggu transudat Batuk (-) / tidak adekuat timbunan sputum menambah sesak, sianosis, syok, koma. Kembalikan refleks batuk, gagal : trakeostomi

  • TRAUMA TORAKS (lanjutan)G. RUPTUR DAERAH, TRAKEOBRONKHIAL Sebab : trauma tajam/ tumpul iga I IIIKlinis : sesak napas, batuk darah, sianosis Ada hubungan bronkhial sistem dengan rongga pleura dan mediastinum : terjadi pneumotoraks ventil, emfisema sub kutanDiagnosis: fisik, bronkoskopi, radiologi Tindakan : terbaik pembedahan Hematopneumotoraks : pasang WSD Pneumomediastinum : mediastinostomiRuptur di kranial karma : trakeostomi / endotrakeal tube Ruptur di distal karina : pasang ETPrognosa : Bila komplikasi (-) diharapkan paru mengembang.

  • TRAUMA TORAKS (lanjutan)

  • TRAUMA TORAKS (lanjutan)H. KERUSAKAN DUKTUS TORAKIKUSJarang terjadi, perlu tindakan cermat dan lama. Terjadi khilotoraks.Klinis : sesak napas

  • TRAUMA TORAKS (lanjutan)I. KERUSAKAN DIAFRAGMATrauma abdomen / luka tusuk torako-abd.Kecurigaan:salah satu luka di bawah kosta V Tanda : emfisema dinding abdomen hematom dinding abdomen pekak hepar hilangdefence muskuler, nyeri abdomen nyeri bahuDapat terjadi herniasi organ intra abdomen, pneumotoraks, hematotoraks ipsilateral.

  • KERUSAKAN DIAFRAGMA (lanjutan)

  • TRAUMA TORAKS (lanjutan)KERUSAKAN DIAFRAGMA (lanjutan)Tindakan

    Eksplorasi, insisi torakotomi karena :Lebih mudah memperbaiki kerusakan abdomen dari toraks daripada sebaliknya.Bila perlu eksteriorisasi kolon : buat insisi baru untuk mengurangi infeksi.