Tugas Diagnosa WAN - Protokol WAN

Embed Size (px)

Text of Tugas Diagnosa WAN - Protokol WAN

Kelompok 8 : Giyanti Eka Pratiwi (8) Kurniawan Suganda (13) Pratiwi Putriyan (20) Reza Agi Hermawan (22) Kelas : XII TKJ A SMKN 1 Cimahi Hari/tanggal : Sabtu, 22-10-2012

Pembimbing : Rudi Haryadi Antoni Budiman

PROTOKOL WAN

No. Eksperimen : 7 Diagnosa WAN Nilai / paraf :

I. TUJUAN Siswa dapat mengetahui pengertian dari Protokal WAN Siswa dapat mengetahui jenis-jenis Protokol WAN Siswa dapat mengetahui tujuan dan cara kerja dari Protokol WAN Siswa dapat membedakan Metoda Akses dengan Protokol WAN Siswa dapat mengetahui karakteristik masing-masing Protokol WAN II. PENDAHULUAN Pada Kesempatan kali ini kita akan membahas dan mendalami mengenai Protokol Wan mulai dari pengertiannya, jenis-jenisnya, karakteristiknya dan cara konfigurasinya. Protokol WAN adalah aturan-aturan yang mengatur bagaimana pengiriman data dari satu Autonomous System (AS) ke Autonomous System (AS) lainnya. Protokol WAN ini memiliki perbedaan dan persamaan dengan Metoda Akses. Perbedaan dan persamaannya sebagai berikut : Perbedaan dan Persamaan Protokol WAN dan Metoda Akses : Protokol WAN Metoda Akses Perbedaan Bekerja pada jaringan WAN Persamaan Kebanyakan protokol bekerja pada Data Link Layer III. ALAT DAN BAHAN 1. Materi Mengenai Protokol WAN 2. 1 Buah PC / laptop Bekerja pada data link Layer Bekerja pada jaringan LAN

IV. RANGKUMAN MATERI WAN muncul dari kebutuhan untuk berbagi data melewati daerah / jarak geografis yang luas. WAN bertujuan untuk menghubungkan beberapa LAN dan menjamin terjadinya pengiriman data dari satu LAN ke LAN yang lainnya. WAN Protokol telah berubah seiring berjalannya waktu, awalnya protokol WAN fokus pada Error Connection, didesain untuk operasi tua, dan bekerja untuk kabel tembaga unreliable. Protokol WAN sekarang menyediakan kecepatan tinggi yang reliable dalam pengiriman pada kabel tembaga dan Fiber Optik. Disamping pesatnya perkembangan teknologi WAN, tetap saja masih memiliki kekurangan . Jenis koneksi protocol WAN : 1. Circuit switching 2. Packet switching 3. Leased line Jenis koneksi Protocol WAN. 1. Circuit Switched A. Pengertian Circuit Switched Koneksi ini terlebih dulu membuat call setup agar memulai pengiriman paket. Kerugian terbesar dari teknik ini adalah penggunaan jalur yang bertambah banyak untuk jumlah hubungan yang meningkat. Efek yang timbul adalah cost yang akan semakin meningkat di samping pengaturan switching menjadi sangat komplek. Kelemahan yang lain adalah munculnya idle time bagi jalur yang tidak digunakan. Hal ini tentu akan menambah inefisiensi. Model circuit switching, karena sifatnya, biasanya mentransmisikan data dengan kecepatan yang konstan, sehingga untuk menggabungkan suatu jaringan dengan jaringan lain yang berbeda kecepatan tentu akan sulit diwujudkan. Pemecahan yang baik yang bisa digunakan untuk mengatasi persoalan di atas adalah dengan metoda data switching (packet switching). Dengan pendekatan ini, pesan yang dikirim dipecah-pecah dengan besar tertentu dan pada tiap pecahan data ditambahkan informasi kendali. Informasi kendali ini, dalam bentuk yang paling minim, digunakan untuk membantu proses pencarian rute dalam suatu jaringan ehingga pesan dapat sampai ke alamat tujuan. B. Karakteristik : Message message tidak disimpan Tidak adanya kelebihan bit bit Tergantung pada path transmisi Pemakaian bertanggung jawab jika kehilangan proteksi message Transmisi data kontinu Interaksi yang cukup cepat Path dibentuk untuk seluruh percakapan Delay setup panggilan: delay transmisi diabaikan

-

Sinyal akan sibuk bila party yang dipanggil juga sibuk tidak ada delay untuk pembentukan panggilan panggilan Elektromekanikal atau komputerisasi switching node Bandwidth transmisi yang tetap

C. Cara Kerja : Konsep kerja circuit switching yang pertama adalah kita harus menyediakan signal untuk media komunikasi dalam hal ini maksudnya mempersiapkan signal adalah antar media kita, sehingga komunikasi pada nantinya akan berjalan. Yang kedua adalah network interface adalah membuat jembatan antara media satu ke media lainnya sehingga itu digunakan untuk membuat jalannya signal antar media (secara garis besar). Yang ke tiga adalah membuat koneksi antar media komunikasi. Yang ke empat adalah setelah selesai di gunakan sesuai kebutuhan user atau yang lain maka alur signal yang di gunakan itu akan di disconnect selama tidak dipakai. Sehinnga dapat disimpulkan dalam penggunaan konsep circuit switching ini untuk penggunaanya setelah selesai akan di disconnect secara otomatis. D. Jenis-jenis Circuit Switching. ISDN ( Integrated Services Digital Network ) suatu layanan digital yang berjalan melalui jaringan telepon.ISDN juga protocol komunikasi data yang dapat membawa packet data baik dalam bentuk text, gambar, suara, video secara simultan.Protocol ISDN beroperasi pada bagian physical, data link, dan network. .

Sample ISDN Configuration Illustrates Relationships Between Devices and Reference Points

Di dalam ISDN terdapat dua jenis pelayanan, yaitu: 1. Basic Rate Inteface (BRI) 2. Primary Rate Interface (PRI) * Keuntungan ISDN a. ISDN menawarkan kecepatan dan kualitas tinggi dalam pengiriman data, bahkan 10 kali lebih cepat disbanding PSTN b. Efisien. Delam satu saluran saja dapat mengirim berbagai jenis layanan (gambar, suara, video) sehingga efisien dalam pemanfaatan waktu c. Fleksibel. Single interface untuk terminal bervariasi d. Hemat biaya. Hanya membutuhan satu terminal tunggal untuk audio dan video * Model Jaringan a. Model Konvensional. Pada masa ini, masing-masing sistem jaringan terpisah, sehingga pengguna akan mengakses ke masing-masing jaringan untuk tiap keperluan layanan yang berbeda satu dengan yang lainnya. b. Model awal ISDN. Pada masa ini, masing-masing jaringan merupakan subnetwork dari ISDN yang dilengkapi dengan sebuah set saluran dan protokol untuk mengakses ke jaringan. Pengguna terdaftar sebangai pelanggan satu jaringan dengan tetap meminta layanan yang berbeda ke sistem yang juga masih berbeda-beda, tetapi telah menggunakan akses yang sama. Hanya sistemnya saja yang masih berbeda. c. Model jaringan ISDN penuh. Pengguna bisa mengakses ke satu jaringan lewat satu jalur akses yang sama. Sebab sistem ISDN menyediakan dan telah dapat melayani segala jenis pelayanan yang berbeda-beda Komponen ISDN Sistem ISDN terdiri dari lima buah komponen terminal utama yang bertugas untuk menjalankan proses layanannya, yaitu terminal Equipment, terminal Adapter, Network Termination, Line Termination, dan Local Exchange.

a.

Prinsip Kerja ISDN

Mendukung berbagai aplikasi voice dan nonvoice dengan menggunakan rangkaian terbatas dari fasilitas yang sudah distandarkan. Prinsip ini mendukung tujuan ISDN dan merupakan suatu cara untuk mencapai tujuan tersebut. ISDN mendukung berbagai jenis layanan yang berkaitan dengan komunikasi suara (panggilan telepon) dan komunikasi non-suara (pertukaran data digital). Layanan-layanan ini ditampilkan sesuai dengan standar (rekomendasi ITU-T) yang menetapkan beberapa interface dalam jumlah kecil dan fasilitas-fasilitas transmisi data. 2. Mendukung aplikasi switched dan non-switched. ISDN mendukung circuit-switching dan packet-switching. Selain itu, ISDN juga mendukung layanan non-switched dalam bentuk jalur yang disediakan untuk maksud itu. b. Ketergantungan terhadap koneksi 64 kbps ISDN menampilkan koneksi circuit-switching dan packet-switching pada 64 kbps. Ini merupakan pembangunan blok ISDN yang mendasar. Kecepatan ini dipilih karena pada saat itu kecepatan 64 kbps merupakan kecepatan standar untuk suara digital, dan oleh sebab itu dimasukkan ke dalam upaya pengembangan Integrated Digital Network (IDN). Pengembangan selanjutny dalam hal ISDN memungkinkan fleksibilitas yang lebih luas lagi.

c. Memiliki kecerdasan dalam jaringan ISDN diharapkan mampu menyediakan layanan terbaru dan memberikan kemampuan manajemen dan pemeliharaan jaringan yang lebih baik dengan adanya SS7. d. Arsitektur protokol yang berlapis Protokol-protokol bagi pemakai untuk mengakses IISDN melampirkan arsitektur berlapis dan dapat dipetakan menjadi model OSI. e. Konfigurasi yang beragam Lebih dari satu konfigurasi fisik yang bisa dipergunakan untuk mengimplementasikan ISDN. Ini memungkinkan adanya perbedaan dalam kebijakan nasional (sumber tunggal versus persaingan), dalam hal status teknologi, serta dalam hal kebutuhan dan peralatan dasar konsumen. Konfigurasi ISDN

PSTN

adalah jaringan telepon tetap yang menggunakan kabel sebagai perantara atau media penghubung. Jaringan PSTN sudah di kenal lama oleh masyarakat luas, masyarakat pada umumnya memanfaatkan jaringn PSTN untuk telpon rumah dan jaringan internet, karena biaya yang dikeluarkan cukup murah di bandingkan dengan jaringan lainnya. Cara kerja pesawat telepon PSTN: 1. Local Loop Setiap unit telepon terhubung dengan central office atau PSTN yang memiliki peralatan switching, peralatan pensinyalan dan baterai sebagai penunjang arus DC untuk mengoperasikan telepon. Setiap telepon yang dihubungkan ke PSTN membentuk suatu gelung lokal dari dua kabel yang disebut dengan pasangan kabel. Peralatan switching akan memberikan respon terhadap sinyal penekanan nomor baik berupa pulsa ataupun nada dari telepon pemanggil untuk menghubungkan telepon yang memanggil dengan telepon yang menjadi tujuan. Apabila hubungan berlangsung kedua telepon tersebut berinteraksi melalui pasangan gelung transformator menggunakan arus yang dihasilkan dari baterai PSTN. 2. Mengawali Pemanggilan Pada saat gagang telepon diletakkan pada telepon maka saklar dari telepon akan tertekan yang mengakibatkan saklar terbuka, keadaan seperti ini disebut kondisi on hook. Pada kondisi on hook antara pesawat telepon dan PSTN dalam keadaan terbuka, tetapi Bell Circuit pada telepon selalu terhubung dengan PSTN. Kapasitor akan mencegah aliran arus DC dari baterai yang mengalir pada Bell Circuit dan melalukan arus AC dari sinyal pendering. Bell Circuit akan be