tumor jinak ovarium williams

  • View
    28

  • Download
    3

Embed Size (px)

DESCRIPTION

tumor jinak ovarium williams

Text of tumor jinak ovarium williams

PowerPoint Presentation

TUMOR JINAK OVARIUMPembimbing : dr. Hari Purwanto, SpOG dr.Anurudha BS, SpOGDisusun oleh : Clara Verlina Suhardi 4061277043

SMassa Kistik OvariumSecara histologi, massa ovarium :Berasal dari pertumbuhan neoplastik : neoplasma kista ovarium, Berasal dari gangguan ovulasi normal :kista ovarium fungsional PATOGENESISMekanisme pembentukan kista tidak jelas. Angiogenesis komponen esensial dari kedua fase folikular dan fase luteal dari siklus ovarium mempengaruhi berbagai proses patologik ovarium, termasuk pembentukan kista folikuler, sindrom ovarium polikistik, sindrom hiperstimulasi ovarium, dan neoplasma ovarium jinak dan ganas. Vascular endothelial growth factor mediator utama, dan merupakan faktor-faktor dalam pertumbuhan neoplasma ovarium (Abulafia,2000 ; Fasciani, 2001; Yamanoto, 1997).

GEJALA KLINIK

Asimptomatik. Nyeri Nyeri dan sensasi tertekan yang samar-samar akibat peregangan kapsul ovariumNyeri pada saat siklus menstruasi endometriosis dan berhubungan dengan endometrioma. Nyeri yang hilang timbul adanya torsi awal, dimana nyeri akut yang parah mengindikasikan torsi yang dapat menyebabkan iskemi ovarium (Ovarian Remnant Syndrome).Penambahan lingkar perut dan rasa cepat kenyang dari asites atau pembesaran ovarium Pada keganasan ovarium lanjutGangguan hormonal. Penyebab-penyebab lain dari nyeri akut termasuk ruptur kista atau abses tubo-ovarium

Sebagai contoh, produksi estrogen berlebih dari stimulasi sell granulosa dapat menganggu menstruasi normal atau menyebabkan perdarahan pada pasien prepubertas dan postmenopause. Demikian pula, virilisasi dapat disebabkan oleh peningkatan produksi androgen oleh stimulasi sel teka.

4DIAGNOSIS

Banyak kista ovarium adalah asimptomatik dan ditemukan secara tidak sengaja pada pemeriksaan rutin pelvis atau pemeriksaan radiologi untuk indikasi lain. massa bersifat mobile, kistik, tidak nyeri tekan, dan lateral dari uterus.hCG (human chorionic gonadotropin)Evaluasi patologi adneksa, pemeriksaan serologi -hCG memberikan informasi yang penting adanya kehamilan ektopik atau korpus luteum pada kehamilan. Jarang digunakan sebagai penanda tumor pada neoplasma ovarium.

Penanda TumorCA125determinan antigenic pada high-molecular-weight glycoprotein. Sebagai penanda tumor, peningkatan serum terjadi pada wanita dengan kanker epitel ovarium ( Menon,1999). CA125 tidak merupakan antigen spesifik tumor, meningkat pada wanita dengan penyakit non-malignan seperti leiomyoma, endometriosis, dan salpingitis. digunakan dalam evaluasi kista ovarium.Serum alfa-fetoprotein (AFP)Meningkat pada pasien dengan tumor sinus endodermal atau karsinoma sel embrional. Lactate dehydrogenase (LDH)Meningkat pada dysgerminoma, dimana peningkatan antigen karsinoembrionik dan antigen kanker 19-9 ( CA 19-9) yang berasal dari sekresi epitel musinosa kanker ovarium (Campo, 1999). Pencitraan Transvaginal sonography (TVS)Untuk lesi terbatas pada true pelvis Transabdominal sonography (TAS)untuk tumor besar Transvaginal Color Doppler Sonography ( TV CDS)menambahkan informasi mengenai sifat dari lesi , potensi ganas , serta adanya torsi ( Emoto , 1997 ; Rosado , 1992; Wu , 1994 ) . Untuk menilai kista ovarium simple dan risiko keganasan.MRIJika anatomi atau habitus pasien mempersulit pencitraan sonografi

Bedah EksisiMengklasifikasikan lesi dengan radiologi dan sarana serologi , ada kesamaan morfologi yang cukup besar antara jenis kista serta antara yang ganas dan jinak bedah eksisi kista berfungsi sebagai alat diagnostik definitif.

Kistektomi vs ooforektomiKeputusan untuk suatu teknik bedah ditentukan oleh ukuran lesi , usia , dan temuan intraoperatif . Wanita premenopauseLesi yang lebih kecil kistektomi dengan menjaga fungsi reproduksi Lesi yang lebih besar ooforektomi karena kesulitannya dengan enukleasi kista tanpa pecah dan risiko yang lebih besar dari keganasan.Wanita menopause , ooforektomi lebih dipilih karena risiko untuk kanker lebih tinggi dan manfaat untuk penyelamatan ovarium terbatas ( Okugawa , 2001) .Temuan klinis keganasan pada saat operasi akan menentukan tindakan lebih lanjut .Lesi-lesi kecil multipel yang menonjol dipermukaan peritoneum, ascites , dan pertumbuhan exophytic membentang dari kapsul ovarium harus segera menentukan stadium klinis dan pengobatan untuk kanker ovarium seperti dibahas dalam Bab 35 , Manajemen Awal - Tahap Kanker ovarium.

10LaparoskopiPendekatan bedah untuk eksisi kista juga ditentukan oleh faktor klinis . Laparoskopi memiliki banyak keuntungan , tetapi umumnya telah kurang dimanfaatkan untuk pengelolaan kista ovarium . Kekhawatiran meningkatnya angka kista pecah dengan risiko untuk tumor tumpah dan menyebabkan keganasan sehingga banyak yang menghindari modalitas ini. Beberapa peneliti telah mendokumentasikan keamanan kistektomi laparoskopi dan ooforektomi ( Lin , 1995; Mais , 1995; Yuen , 1997) .

11Mini LaparotomiUntuk kista kecil atau ukuran sedang, Sayatan laparotomi biasanya dapat diminimalkan. Sehingga, sebagian besar yang menjalani laparotomi mini dapat dipulangkan pada hari operasi itu ( Berger , 1994; Flynn , 1999) . Keuntungan : Waktu operasi yang lebih singkatResiko rendah kista pecah Penghematan biaya yang lebih besar Dapat melihat permukaan peritoneum untuk tanda-tanda keganasan ovarium .

Laparotomi dan Aspirasi KistaLaparotomiWanita dengan potensi yang lebih besar untuk keganasan laparotomi Bidang bedah cukup luas untuk ooforektomi atau enukleasi kista tanpa tumor pecah atau tertumpah Untuk menentukan tingkat keganasan jika keganasan ditemukan.Aspirasi Kista Terdapat kemungkinan pertumbuhan intraperitoneal pada stadium awal kanker ovarium. Terlebih lagi, non-diagnostic, hasil false-positive, dan false-negative sering ditemukan (Dejmek,2003 ; Martinez-Onsurbe, 2001 ; Moran,1993). Untuk alasan ini, sangat sedikit indikasi yang terdapat untuk dilakukan prosedur ini.

Kriteria Klinis Rujukan

Kista Ovarium FungsionalKista ovarium fungsional berasal dari folikel dan dibentuk dari disfungsi hormonal yang berhubungan dengan ovulasi. Kista ovarium fungsional di subkategorikan sebagaiKista folikular karena ekspansi folikular antrum oleh cairan serous karena adanya disfungsi hormonal sebelum ovulasiKista korpus leteum karena perdarahan berlebihan setelah ovulasi mengisi korpus luteumKeduanya bukan neoplasma dan merupakan massa yang berasal dari akumulasi cairan intrafolikular dan bukan dari proliferasi selular. FAKTOR RISIKO MerokokKontrasepsi Kontrasepsi hormonal oral dosis tinggi menurunkan aktivitas ovarium dan mencegah pertumbuhan kista (Ory, 1974). Selain itu, terdapat peningkatan angka kejadian kista folikular yang dilaporkan pada penggunaan kontrasepsi progestin. Dosis rendah progestin tidak benar-benar menurunkan fungsi ovarium folikel dominan dapat berkembang sebagai respon sekresi gonadotropin dan proses ovulasi normal terganggu folikel-folikel gagal pecah kista folikular terbentuk. TamoxifenWanita-wanita dengan pengobatan tamoxifen untuk kanker payudara atau pre atau postmenopause mempunyai peningkatan risiko terhadap pembentukan kista ovarium..Mekanisme pasti tidak diketahui. Kebanyakan kista-kista ini menghilang dengan sendiri seiring waktu ketika pengobatan dengan tamoxifen dilanjutkan atau dihentikan (Lindahl, 1997 ; Shushan, 1996). Jika ditemukan kista kecil sederhana, pemeriksaan sonografi.Jika terdapat gejala klinis keganasan operasi eksplorasi dan penggunaan tamoxifen dihentikan.

DIAGNOSIS DAN PENANGANANSonografi adalah alat pencitraan pilihan untuk evaluasiKista folikular berupa lesi anekoik bulat dengan dinding tipis dan regular (Gambar 9-10).Kista korpus luteum karakteristik sonografiknya yang bervariasi. Setelah terjadinya perdarahan ke dalam kavitas ekogenik dan menyerupai massa solid. Saat gumpalan darah terhemolisis, sebuah garis jelas terbentuk antara serum dan gumpalan yang beretraksi, gumpalan darah dapat terlihat seperti nodul intramural. Pencitraan dengan Doppler warna transvaginal memperlihatkan sebuah cincin yang berwarna terang karena terdapat peningkatan vaskularisasi sekitar (Swire, 2004 ; Yoffe, 1991). Cincin api ini juga sering terlihat pada kehamilan ektopik.Jika asimptomatik, wanita-wanita dengan temuan kista ovarium fungsional dapat diobservasi, tetapi evaluasi secara bedah sering diperlukan pada kista-kista yang menetap.

Kista ovarium neoplastik benignaLesi-lesi ini, bersama dengan kista ovarium fungsional, membentuk mayoritas dari massa ovarium. Dari neoplasma ovarium jinak, kistadenoma serosa dan musinosa (kelompok neoplasma epitel permukaan) dan kista teratoma matur (kelompok sel germinal) adalah yang paling sering ditemukan (Pantoja, 1957). Teratoma OvariumTermasuk dalam famili sel germinal dari neoplasma ovarium. Berasal dari sebuah sel germinal mengandung apa saja dari ketiga lapisan germinal, ectoderm, mesoderm atau endoderm. teratoma mengandung sekumpulan jaringan seperti rambut, lemak, tulang dan gigi. Istilah dermoid mendeskripsikan kista teratoma matur

KlasifikasiTeratoma imatur. Neoplasma ini ganas. Jaringan imatur berasal dari satu, dua atau tiga lapisan sel germinal yang sering ditemukan bersamaan dengan elemen matur. Teratoma matur. Tumor jinak ini mengandung bentuk matur dari ketiga lapisan sel germinal dan dikategorikan sebagai:Kista teratoma matur, yang berkembang menjadi struktur kistik dan dapat diketahui dengan beberapa nama, seperti kista teratoma matur, kista benigna teratoma, dan kista dermoid.Teratoma matur padat, elemen-elemennya menbentuk massa yang padatFetiformteratoma atau homunculus, yang berbentuk seperti boneka dan mengatur lapisan sel germinal dengan lapisan sel germinal yang tersusun dengan letak diferensiasi yang hampir normal.Monodermalteratoma, yang terdiri dari hanya atau terutama dari satu jaringan yang terdiferensiasi baik. Dari seluruh monodermalteratoma, yang terdiri teruta