UAS ETIKA.pptx

Embed Size (px)

DESCRIPTION

ETIKA DAN PRANATA PEMBANGUNAN ARSITEKTUR

Text of UAS ETIKA.pptx

Salma Nur Fahmaddin (37343)

Istilah Etika berasal dari bahasa Yunani kuno. Bentuk tunggal kata etika yaitu ETHOS sedangkan bentuk jamaknya yaitu TA ETHA. Ethos : tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan/adat, akhlak,watak, perasaan, sikap, cara berpikir. Ta Etha : adat kebiasaan. Arti dari bentuk jamak inilah yang melatar-belakangi terbentuknya istilah Etika yang oleh Aristoteles dipakai untuk menunjukkan filsafat moral.

Jadi, secara etimologis (asal usul kata), ETIKA mempunyai arti yaitu ILMU TENTANG APA YANG BIASA DILAKUKAN ATAU ILMU TENTANG ADAT KEBIASAAN (K.Bertens, 2000). Dapat juga dikatakan sebagai Aturan perilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk.

Etika memberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani

hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari. Etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam menjalani hidup ini. Etika pada akhirnya membantu kita untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu kita lakukan dan yang perlu kita pahami bersama bahwa etika ini dapat diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan kita. Etika adalah refleksi dari apa yang disebut dengan self control, karena segala sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepenringan kelompok sosial (profesi) itu sendiri.

Drs.

O.P. SIMORANGKIR : etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik. Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat : etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal. Drs. H. Burhanudin Salam : etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya.

CABANG FILSAFAT

yang khusus membicarakan tentang nilai baik dan buruk dari perilaku manusia.

yang membicarakan baik buruknya perilaku manusia dalam kehidupan bersama.ILMU PENGETAHUAN

NORMATIF, dan EVALUATIF

yang hanya memberikan nilai baik buruknya terhadap perilaku manusia tanpa menunjukkan adanya fakta.

Terdapat dua macam etika (Keraf:1991: 23), sebagai berikut: 1. Etika Deskriptif Etika deskriptif tersebut berbicara mengenai FAKTA secara apa adanya, yakni mengenai nilai dan perilaku manusia sebagai suatu fakta yang terkait dengan situasi dan realitas yang membudaya dalam suatu masyarakat yang dikaitkan dengan kondisi tertentu memungkinkan manusia dapat bertindak secara etis. 2. Etika Normatif Etika Normatif merupakan norma- norma yang dapat MENUNTUN agar manusia bertindak secara baik dan meng hindarkan hal-hal yang buruk, sesuai dengan kaidah atau norma yang disepakati dan berlaku di masyarakat.

Era Modern

Teori etika pada umumnya mencakup konsekuensialis dicontohkan oleh karya Immanuel Kant . Konsekuensialisme mengacu pada teori-teori moral yang berpendapat bahwa konsekuensi dari suatu tindakan tertentu membentuk dasar bagi setiap pertimbangan moral yang valid tentang tindakan

Era Postmodernisme Berpendapat bahwa dunia adalah relasional, karena itu, etika harus mempelajari situasi yang kompleks dari suatu tindakan. Era Mesin Mendorong kemajuan dalam pemahaman etika manusia dengan memaksa kita untuk mengatasi kesenjangan dalam teori normatif modern dan dengan menyediakan platform untuk penyelidikan eksperimental.

Berasal dari bahasa latin Proffesio yang mempunyai dua

pengertian yaitu janji/ikrar dan pekerjaan. Bila artinya dibuat dalam pengertian yang lebih luas menjadi kegiatan apa saja dan siapa saja untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu Dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik.

Profesi merupakan kelompok lapangan kerja yang khusus

melaksanakan kegiatan yang memerlukan ketrampilan dan keahlian tinggi guna memenuhi kebutuhan yang rumit dari manusia, di dalamnya pemakaian dengan cara yang benar akan ketrampilan dan keahlian tinggi, hanya dapat dicapai dengan dimilikinya penguasaan pengetahuan dengan ruang lingkup yang luas, mencakup sifat manusia, kecenderungan sejarah dan lingkungan hidupnya serta adanya disiplin etika yang dikembangkan dan diterapkan oleh kelompok anggota yang menyandang profesi tersebut.

Keterampilan Yang Berdasarkan Pada Pengetahuan

Teoretis Profesional diasumsikan mempunyai pengetahuan teoretis yang ekstensif dan memiliki keterampilan yang berdasar pada pengetahuan tersebut dan bisa diterapkan dalam praktik. Asosiasi profesional Profesi biasanya memiliki badan yang diorganisasi oleh para anggotanya, yang dimaksudkan untuk meningkatkan status para anggotanya. Organisasi profesi tersebut biasanya memiliki persyaratan khusus untuk menjadi anggotanya.

Pendidikan yang ekstensif

Profesi yang prestisius biasanya memerlukan pendidikan yang lama dalam jenjang pendidikan tinggi. Ujian kompetensi: Sebelum memasuki organisasi profesional, biasanya ada persyaratan untuk lulus dari suatu tes yang menguji terutama pengetahuan . teoretis. Pelatihan institutional Selain ujian, juga biasanya dipersyaratkan untuk mengikuti pelatihan istitusional dimana calon profesional mendapatkan pengalaman praktis sebelum menjadi anggota penuh organisasi. Peningkatan keterampilan melalui pengembangan profesional juga dipersyaratkan.

Lisensi: Profesi menetapkan syarat pendaftaran dan proses

sertifikasi sehingga hanya mereka yang memiliki lisensi bisa dianggap bisa dipercaya. Otonomi kerja: Profesional cenderung mengendalikan kerja dan pengetahuan teoretis mereka agar terhindar adanya intervensi dari luar. Kode etik: Organisasi profesi biasanya memiliki kode etik bagi para anggotanya dan prosedur pendisiplinan bagi mereka yang melanggar aturan. Mengatur diri: Organisasi profesi harus bisa mengatur organisasinya sendiri tanpa campur tangan pemerintah. Profesional diatur oleh mereka yang lebih senior, praktisi yang dihormati, atau mereka yang berkualifikasi paling tinggi.

Layanan

publik dan altruisme: Diperolehnya penghasilan dari kerja profesinya dapat dipertahankan selama berkaitan dengan kebutuhan publik, seperti layanan dokter berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat. Status dan imbalan yang tinggi: Profesi yang paling sukses akan meraih status yang tinggi, prestise, dan imbalan yang layak bagi para anggotanya. Hal tersebut bisa dianggap sebagai pengakuan terhadap layanan yang mereka berikan bagi masyarakat.

Syarat-Syarat Suatu Profesi : Melibatkan kegiatan intelektual. Menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus. Memerlukan persiapan profesional yang alam dan bukan sekedar latihan. Memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan. Menjanjikan karir hidup dan keanggotaan yang permanen. Mementingkan layanan di atas keuntungan pribadi. Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat. Menentukan baku standarnya sendiri, dalam hal ini adalah kode etik.

Peranan Etika dalam Profesi: Etika milik setiap kelompok masyarakat Masyarakat Profesional Para anggota profesi yang tidak didasarkan pada nilai-nilai pergaulan yang telah disepakati bersama. Contoh : mafia peradilan, klinik super mewah.

Kode; yaitu tanda-tanda atau simbol-simbol yang

berupa kata-kata, tulisan atau benda yang disepakati untuk maksud-maksud tertentu. Kode etik ; yaitu norma atau azas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat maupun di tempat kerja. MENURUT UU NO. 8 (POKOK-POKOK KEPEGAWAIAN); Kode etik profesi adalah pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakan tugas dan dalam kehidupan seharihari.

Tanggung jawab Terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasilnya. Terhadap dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain atau masyarakat pada umumnya.

Keadilan Prinsip ini menuntut kita untuk memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya.

Otonomi Prinsip ini menuntut agar setiap kaum profesional memiliki dan di beri kebebasan dalam menjalankan profesinya

Prinsip Etika Profesi

Keprofesian adalah orang yang mempunyai profesi /

pekerjaan purna waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan suatu keahlian yang tinggi.

PIJAKAN AWAL SEORANG PROFESIONALIS : EFEKTIF : digunakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat dari waktu ke waktu EFISIEN : ilmu ilmu tersebut mampu memberikan manfaat , nilai tambah dan sebaliknya. Mempunyai nilai ekonomis yang tinggi.

Wawasan yang diperlukan dalam rangka mengamalkan kemampuan dan pengetahuannya agar tercapai secara optimal dan berkesinambungan. Ciriciri : 1. Suitable 2. Marketable 3. Profitable 4. Manageable 5. sustanable

1. Suitable : dibutuhkan masyarakat dan berkontribusi 2. 3. 4.

5.

positif Marketable : benar benar laku di masyarakat yang membutuhkan Profitable : mendatangkan manfaat positif bagi masyarakat dan dirinya. Manageable : pengetahuan dan kemampuan mampu dikelola dengan baik, tidka berbuat hal hal yang merugikan masyarakat. Sustainable : menjangkau masa kini dan masa datang

Tujuan : Mengembangkan pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan dasar arsitek profesional. Meningkatkan penguasaan arsitek pada pengetahuan dan ketrampilan baru seiring kemajuan teknologi ilmu pengetahuan. Meningkatkan tanggung jawab arsitek pada profesinya sebagai penyedia jasa pada masyarakat Menempatkan arsitek profesional Indonesia dalam tingkat kompetensi yang diakui secara internasional.

Substansi : - Menjamin kompetensi arsitek dengan mewajibkan untuk melakukan proses belajar seumur hidup untuk menjaga, memelihara, meningkatkan atau menambah pengetahuan dan keterampilan- IAI mewajibkan mewajibkan anggotanya yang