Click here to load reader

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPS MATERI …e-repository.perpus.iainsalatiga.ac.id/363/1/Ziadatul Hasanah_1151001.pdfupaya meningkatkan prestasi belajar ips materi peta lingkungan

  • View
    228

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPS MATERI...

i

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPS MATERI PETA

LINGKUNGAN SETEMPAT MELALUI METODE TALKING STICK

PADA SISWA KELAS IV DI MI NURUL HUDA KRANDON LOR 02

KECAMATAN SURUH KABUPATEN SEMARANG

TAHUN PELAJARAN 2014/2015

SKRIPSI

Diajukan untuk Memperoleh Gelar

Sarjana Pendidikan Islam

Oleh:

ZIADATUL HASANAH

NIM. 11510001

JURUSAN TARBIYAH

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)

SALATIGA

2014

ii

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPS MATERI PETA

LINGKUNGAN SETEMPAT MELALUI METODE TALKING STICK

PADA SISWA KELAS IV DI MI NURUL HUDA KRANDON LOR 02

KECAMATAN SURUH KABUPATEN SEMARANG

TAHUN PELAJARAN 2014/2015

SKRIPSI

Diajukan untuk Memperoleh Gelar

Sarjana Pendidikan Islam

Oleh:

ZIADATUL HASANAH

NIM. 11510001

JURUSAN TARBIYAH

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)

SALATIGA

2014

iii

iv

v

vi

vii

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO

Buku adalah guru tersabar yang ada di dunia, belajarlah bersabar dari gurumu

tersebut sehingga ilmu yang ada didalamnya akan kamu kuasai

PERSEMBAHAN

1. Kedua orang tuaku

2. Kakak-kakakku yang tercinta

3. Tunanganku (Sulistiono)

4. Sahabatku (NofiaMualisadanNurFaizah)

5. Teman-temanmahasiswaseperjuangankukhususnyateman-temanku PGMI

viii

KATA PENGANTAR

Puji syukur alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas

berkat, rahmat, taufik dan hidayah-Nya dan sholawat serta salam penulis

panjatkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita menuju

zaman yang penuh keterangan ini, penyusunan skripsi yang berjudul Upaya

Meningkatkan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Materi

Peta Lingkungan Setempatmelalui Metode Talking Stick Pada Siswa Kelas IV Di

MI Nurul Huda Krandon Lor 02 Desa Krandon Lor Kecamatan Suruh Kabupaten

Semarang Tahun 2014 dapat diselesaikan dengan baik.

Penulis menyadari bahwa dalam proses penulisan skripsi ini banyak

mengalami kendala, namun berkat bantuan, bimbingan, kerjasama dari berbagai

pihak dan berkah dari Allah SWT sehingga kendala-kendala yang dihadapi

tersebut dapat diatasi. Untuk itu penulis menyampaikan ucapan terima kasih dan

penghargaan kepada kedua orang tuakuyang telah dengan sabar, tekun, tulus dan

ikhlas meluangkan waktu, tenaga dan pikiran memberikan bimbingan, motivasi,

arahan, dan saran-saran yang sangat berharga kepada penulis selama menyusun

skripsi.

Selanjutnya ucapan terima kasih penulis sampaikan pula kepada:

1. BapakDr. H. RahmatHariyadiM.Pd.selakuKetua STAIN Salatiga

2. BapakSuwardi, S.Pd.,M.Pd. selakuKetuaJurusanTarbiyah STAIN Salatiga.

3. IbuPeniSusapti, S.Si.,M.Si. selakuKetuaProgamStudi PGMI STAIN

Salatiga.

4. BapakRasimin, M.Pd. selakuDosenPembimbing

ix

5. BapakdanIbudosen STAIN Salatiga yang

telahmembekaliberbagaiilmupengetahuan,

sehinggapenelitimampumenyelesaikanpenelitianskripsiini.

6. Karyawan-karyawati STAIN Salatiga yang

telahmemberikanlayanansertabantuan.

7. Ayah danIbutercinta yang telahmengasuh, mendidik,

membimbingsertamemotivasikepadapenulis, baik moral maupun spiritual.

8. Kepalasekolahbesertastafnya yang telahmemberikanijinpenelitian di MI

Nurul Huda KrandonLor 02

9. Semuapihak yang telahmembantudalampenelitianini,

sehinggadapatterselesaikandenganbaiksemogaamalkebaikannyaditerimadisi

si Allah SWT.

Akhirnya, dengan segala kerendahan hati penulis menyadari masih banyak

terdapat kekurangan-kekurangan, sehingga penulis mengharapkan adanya saran

dan kritikyang bersifat membangun demi kesempurnaan skripsi ini.

Suruh, 28 Agustus 2014

Peneliti

ZIADATUL HASANAH

NIM 11510001

x

ABSTRAK

Hasanah, Ziadatul. 2014. Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Ilmu

Pengetahuan Sosial Materi Peta Lingkungan Setempat Melalui Metode

Talking Stick pada Siswa Kelas IV Di MI Nurul Huda Krandon Lor 02

Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang TahunPelajaran 2014/2015.

Skripsi. Jurusan Tarbiyah. Program Studi Pendidikan Guru Madrasah

Ibtidaiyah. Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Salatiga. Pembimbing

Rasimin, M.pd.

Kata kunci: Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar dan Metode Talking Stick.

Penelitian ini merupakan upaya dalam meningkatkan prestasi belajar IPS

Pokok Bahasan Peta Lingkungan Setempat melalui metode Talking Stick pada

siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Krandon Lor 02 Desa Krandon Lor

Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang tahun 2014. Masalah yang ingin dijawab

dalam penelitian ini adalah:Apakah penggunaan metode Talking Stick dapat

meningkatkan prestasi belajar pada mata pelajaran IPS materi peta lingkungan

setempat siswa kelas IV Nurul Huda Krandon Lor 02 Desa Krandon Lor

Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang tahun pelajaran 2014/2015? Guna

menjawab pertanyaan tersebut peneliti melakukan penelitian tindakan kelas yang

dilakukan dengan 1 pra siklus dan 3 siklus. Tiap siklusnya merupakan rangkaian

kegiatan yang terdiri dari 1) Planning, untuk mengidentifikasi masalah dan

merencanakan kegiatan pembelajaran, dan membuat instrument penelitian

lainnya. 2) Acting, melaksanakan pembelajaran pada mata pelajaran IPS pokok

bahasan pengertian peta dan komponen-komponen peta, 3) Observing,

pengambilan data tentang hasil melalui tes dan lembar pengamatan, 4) Reflekting,

menganalisis data hasil pengamatan. Subyek dalam penelitian ini adalah semua

siswa kelas IV MI Nurul Huda Krandon Lor 02 Desa Krandon Lor Kecamatan

Suruh Kabupaten Semarang yang berjumlah 16 siswa, terdiri dari 9 siswa laki-laki

dan 7 siswi perempuan. Penelitian ini menggunakan metode Talking Stick pada

saat pembelajaran IPS.

Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode

Talking Stick mampu menarik perhatian siswa terhadap pelajaran IPS. Dapat

dilihat dari hasil pengamatan siswa terhadap perhatian belajar siswa

menunjukkan, pra-siklus yang memenuhi KKM ada 3 siswa (18,75%), setelah

menggunakan metode Talking Stick pada siklus I menjadi 7 siswa (43,75%),

siklus II menjadi 12 siswa (75%) dan siklus III menjadi 16 siswa (100%). Nilai

yang tidak memenuhi KKM pada pra-siklusada 13 siswa (81,25%), setelah

menggunakan metode Talking Stick pada siklus I menjadi 9 siswa(56,25%), siklus

II menjadi 4 siswa (25%) dan siklus III (0%). Dengan menggunakan metode

Talking Stick yang tepat akan mampu meningkatkan prestasi dan ketuntasan

belajar siswa, dilihat dari rata-rata hasil tes formatif pada setiap siklus yaitu pra-

siklus (54,38), siklus I menjadi (65,63), siklus II menjadi (75) dan siklus III

menjadi (86,25). Mengacu pada hasil penelitian, peneliti menyarankan kepada

para guru atau calon guru untuk selalu meningkatkan kreatifitas dalam memilih

metode, media, model dan strategi pembelajaran yangbervariasi.

xi

DAFTAR ISI

Sampul Judul ..................................................................................... i

Lembar Berlogo ................................................................................ ii

Persetujuan Pembimbing .................................................................. iii

Pengesahan Kelulusan ...................................................................... iv

Pernyataan Keaslian Tulisan ............................................................. v

Motto dan Persembahan .................................................................... vi

Kata Pengantar .................................................................................. vii

Abstrak............................................................................................... ix

Daftar Isi ........................................................................................... x

Daftar Tabel ...................................................................................... xiii

Daftar Gambar .................................................................................. xiv

Daftar Lampiran ................................................................................ xv

BAB I PENDAHULUAN

A. LatarBelakangMasalah ................................................. 1

B. RumusanMasalah ........................................................... 5

C. TujuanPenelitian ............................................................ 6

D. HipotesisTindakan ......................................................... 6

E. ManfaatPenelitian .......................................................... 7

F. DefinisiOperasional ....................................................... 8

G. Metode Penelitian............................................................ 9

H. SistematikaPenulisan ..................................................... 16

xii

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. PrestasiBelajar IPS ......................................................... 17

1. PengertianPrestasiBelajar ....................................... 17

2. Ciri-ciriBelajar ......................................................... 19

3. Prinsip-prinsipBelajar .............................................. 20

4. Faktor-faktor yang MempengaruhiBelajar .............. 22

B. Pelajaran IPS ................................................................... 23

1. PengertianIPS ........................................................... 23

2. FungsidanTujuan IPS di SD/MI ............................. 23

3. RuangLingkupPelajaranIPS ................................... 24

4. MateriPetaLingkunganSetempat ............................ 25

C. MetodeTalking Stick

1. MetodeTalking Stick... 30

2. Langkah-langkahMetodeTalking Stick 31

3. KelebihandanKelemahanMetodeTalking Stcik.. 33

BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN

A. DeskripsiPelaksanaanSiklus I ............................................. 34

B. DeskripsiPelaksanaanSiklusII ............................................ 43

C. DeskripsiPelaksanaanSiklus III .......................................... 50

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Per Siklus ........................................................ 56

1. Pra-Siklus .................................................................. 56

2. SiklusI ....................................................................... 58

xiii

3. Siklus II ..................................................................... 60

4. SiklusIII .................................................................... 64

B. Pembahasan...................................................................... 67

1. HasilRekapitulasi ...................................................... 67

2. Pra-Siklus................................................................... 69

3. Siklus I........................................................................ 69

4. Siklus II....................................................................... 70

5. Siklus III...................................................................... 71

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan........................................................................ 73

B. Saran.................................................................................. 73

Daftar Pustaka

Lampiran-Lampiran

Daftar Riwayat Hidup Penulis

xiv

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Daftar NIilai Ulangan Kenaikan Kelas Tahun Pelajaran 2013/2014

Tabel 3.1 Daftar Nama Siswa Kelas IV MI Nurul Huda Krandon Lor 02

Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang

Tabel 4.1 Hasil Tes Formatif pada Pra-Siklus

Tabel 4.2 Presentase Siswa Yang Dapat Menjawab Pertanyaan dengan

Menggunakan Metode Talking Stick Secara Kelompok Besar

Tabel 4.3 Hasil Tes Formatif pada Siklus I

Tabel 4.4 Presentase Siswa Yang Dapat Menjawab Pertanyaan dengan

Menggunakan Metode Talking Stick Secara Kelompok

Tabel 4.5 Hasil Tes Formatif pada Siklus II

Tabel 4.6 Presentase Siswa Yang Dapat Menjawab Pertanyaan dengan

Menggunakan Metode Talking Stick Secara Kelompok Besar (Lingkaran Besar)

Tabel 4.7 Hasil Formatif pada Siklus III

Tabel 4.8 Hasil Rekapitulasi Nilai Siswa Per Siklus

Tabel 4.9 Hasil Rekapitulasi Tentang Ketuntasan Siswa

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan individu untuk membentuk

kepribadian manusia seuntuhnya dengan jalan membina seluruh potensi yang

ada pada diri anak baik jasmani maupun rohani. Salah satu cara pendidik

membina anak dalam hal menjadi warga negara yang baik atau makhluk sosial

yang baik dapat melalui pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) mempunyai tujuan membentuk warga

negara yang baik, yaitu sebagai warga negara yang memiliki kemampuan untuk

menyesuaikan diri dengan lingkungan hidup di masyarakat dan memiliki fungsi.

(Rasimin, 2012: 81). Somantri dalam bukunya Rasimin (2012: 38) mengatakan

bahwa Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan program pendidikan yang

memilih bahan pendidikan dari disiplin ilmu-ilmu sosial dan humanities yang

diorganisasikan dan disajikan secara ilmiah dan psikologis untuk tujuan

pendidikan.

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan instruksi yang

dilakukan guru dalam proses belajar mengajar materi Ilmu Pengetahuan Sosial

kepada peserta didik. Proses pembelajaran ini akan berjalan sesuai dengan

tujuan jika ada fasilitas yang memadai. Peserta didik juga akan lebih faham

2

dengan apa yang dijelaskan guru jika ada suatu cara atau metode pembelajaran

yang dapat memperjelas materi tersebut.

Menurut Daldjoeni (1981: 11) materi IPS bersumber pada pusat kegiatan

hidup manusia seperti manusia dengan alam lingkungannya, manusia dengan

kelompoknya, manusia dengan manusia lainnya dalam usaha mencari nafkah,

usaha mengadakan impuls agama dan seterusnya.

Materi dari berbagai disiplin ilmu sosial seperti Geografi, Sejarah,

Sosiologi, Antropologi, Psikologi Sosial, Ekonomi, Ilmu Politik, Ilmu Hukum

dan ilmu-ilmu sosial lainnya, dijadikan bahan buku bagi pelaksanaan program

pendidikan pengajaran di sekolah dasar dan menengah. (Ahmadi, 1991: 3).

Materi Ilmu Pengetahuan Sosial sering disebut peserta didik sebagai

sebuah materi penghafal saja tanpa mengambil makna yang terkandung dalam

materi tersebut. Anggapan tersebut dapat muncul karena kebosanan siswa dalam

menerima pelajaran hanya melalui penjelasan dari guru yang monoton dan tidak

variatif, sehingga iklim kelas pun menjadi tidak kondusif.

Guru yang ideal adalah guru yang mampu menjelaskan materi kepada

peserta didik dengan jelas dan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang ideal adalah

siswa yang mampu memahami apa yang dijelaskan oleh gurunya. Salah satu

cara untuk menjadi guru yang ideal dan menjadikan siswa MI yang ideal adalah

dengan menggunakan metode Talking Stick.

Metode adalah cara guru menyampaikan materi pelajaran kepada siswa

untuk mencapai suatu tujuan. Hal ini baik bagi guru (metode mengajar) maupun

bagi murid (metode belajar).(Surakhmad, 1980: 96).

3

Metode adalah cara guru menyampaikan materi pelajaran kepada siswa

untuk mencapai tujuan tertentu. Beberapa metode dapat dimanfaatkan guru

mulai dari yang sederhana sampai dengan yang kompleks. (Suprayekti, 2003:

13).

Metode Talking Stick adalah metode pembelajaran kelompok dengan

bantuan tongkat.Kelompok yang memegang tongkat terlebih dahulu wajib

menjawab pertanyaan dari guru setelah mereka mempelajari materi

pokoknya.Kegiatan ini diulang sampai semua kelompok mendapat giliran untuk

menjawab pertanyaan dari guru. (Huda, 2013: 224).

Metode Talking Stick diawali oleh penjelasan guru mengenai materi pokok

yang akan dipelajari. Peserta didik diberi kesempatan membaca dan mempelajari

materi tersebut. Berikan waktu yang cukup untuk aktivitas ini. Guru selanjutnya

meminta kepada peserta didik menutup bukunya. Guru mengambil tongkat yang

telah dipersiapkan sebelumnya. Tongkat tersebut diberikan kepada salah satu

peserta didik. Ketika stick bergulir dari peserta didik ke peserta didik lainnya,

seyogyanya diiringi musik. (Suprijono, 2012: 109-110).

Berdasarkan pendapat para ahli di atas, maka peneliti menarik kesimpulan

bahwa metode talking stick merupakan suatu cara yang dilakukan oleh guru

dengan memanfaatkan tongkat sebagai penyalur dalam menjelaskan materi

kepada peserta didik sehingga peserta didik mampu menangkapnya secara detail

dan jelas. Dengan adanya metode tersebut guru mampu menarik perhatian

peserta didik untuk dapat mengikuti proses belajar secara menyenangkan dan

sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

4

Namun pengamatan di lapangan masih banyak guru-guru MI khususnya

di MI Nurul Huda Krandon Lor 02 Desa Krandon lor Kecamatan Suruh

Kabupaten Semarang menggunakan metode ceramah dalam menjelaskan materi

tanpa memberikan suatu metode variasi untuk memperjelas apa yang dijelaskan.

Hal tersebut dilakukan secara berulang-ulang, sehingga menjadikan siswa bosan

terhadap materi yang di berikan oleh guru.

Dari pengamatan tentang pembelajaran IPS pada tahun sebelumnya yaitu

pada kurikulum KTSP di MI Nurul Huda Krandon Lor 02 Desa Krandon Lor

Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang tahun ajaran 2013/2014 yaitu sejumlah

12 siswa hanya 3 siswa yang mencapai ketuntasan minimal dengan KKM 70.

Tabel 1.1 Berikut daftar nilai ulangan kenaikan kelas tahun ajaran

2013/2014

No Nama KKM Nilai Ketuntasan

1 Ahmad Fatkhur R 70 70 T

2 Agus Maulana 70 45 TT

3 Fitri Mayasari 70 28 TT

4 Iza Lutfia Arkadia 70 46 TT

5 M. Khaqim 70 55 TT

6 M. Hanif Ansori 70 62 TT

7 M. Muttaqim 70 53 TT

8 Rizki Aulia F.R 70 75 T

9 Siti Qomariyah 70 50 TT

10 Sulistiowati 70 53 TT

11 Slamet Widodo 70 70 T

5

12 Ulfayani 70 30 TT

Rata-rata 53,08

Berdasarkan hasil ulangan kenaikan kelas di atas maka guru kelas IV MI

Nurul Huda Krandon Lor 02 Desa Krandon Lor Kecamatan Suruh Kabupaten

Semarang mengambil langkah kurikulum KTSP (belum mengikuti kurikulum

baru/pembelajaran tematik) digunakan kembali dikarenakan masih ada 3 siswa

yaitu Agus Maulana, Fitri Mayasari dan Ulfayani yang harus tinggal kelas

dikarenakan belum mencapai KKM yang telah ditentukan. Oleh karena itu

peneliti menganggap penting untuk melakukan penelitian dalam rangka

memperbaiki kualitas Guru MI dengan judul penelitian:

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL MATERI PETA LINGKUNGAN

SETEMPAT MELALUI METODE TALKING STICK PADA SISWA

KELAS IV DI MI NURUL HUDA KRANDON LOR 02 DESA KRANDON

LOR KECAMATAN SURUH KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2014.

B. Rumusan Masalah

Pokok permasalahan dalam penelitian tindakan kelas ini dapat dirumuskan

adalah: Apakah penggunaan metode talking stick dapat meningkatkan prestasi

belajar IPS materi peta lingkungan setempat pada siswa kelas IV di MI Nurul

Huda Krandon Lor 02 Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang tahun pelajaran

2014/2015?

6

C. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah :Untukmeningkatkan prestasi

belajar IPS materi peta lingkungan setempat melalui penggunaan metode talking

stickpada siswa kelas IV Nurul Huda Krandon Lor 02 Kecamatan Suruh

Kabupaten Semarang tahun pelajaran 2014/2015.

D. Hipotesis Tindakan dan Indikator Keberhasilan

1. Hipotesis Tindakan

Hipotesis adalah dugaan sementara tentang jawaban atas masalah

penelitian yang akan diuji melalui penelitian. Adapun hipotesis dalam

penelitian ini adalah: Melalui metode talking stick dapat meningkatkan

prestasi belajar IPS materi peta lingkungan setempat pada siswa kelas IVdi

MINurul Huda Krandon Lor 02 Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang

tahun pelajaran 2014/2015.

2. Indikator Keberhasilan

Penerapan metode talking stick dapat dikatakan berhasil jika indikator

keberhasilan dapat dicapai sesuai dengan tujuan pembelajaran. Adapun

indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah:

a. Meningkatkan prestasi belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Materi Peta

Lingkungan Setempat pada siswa kelas IV.

b. Mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) Ilmu Pengetahuan Sosial

materi Peta Lingkungan Setempat siswa kelas IV, minimal 85% dari total

siswa.

7

E. Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan oleh peneliti dalam penelitian tindakan kelas ini

adalah sebagai berikut:

1. Manfaat teoritis

Hasil penelitian ini daharapkan dapat dimanfaatkan sebagai referensi

atau acuan yang dapat dijadikan pedoman guru dalam meningkatkan

prestasi belajar IPS materi peta lingkungan setempat menggunakan

metode talking stick.

2. Manfaat praktis

a. Bagi Pendidik

Dengan mengetahui hasil penelitian apabila terdapat kekurangan

dalam menyampaikan materi dengan menggunakan metode talking stick

maka bagi para guru untuk dapat menghindari adanya kesalahan dan lebih

meningkatkan serta memacu untuk lebih berkreatif dalam menyampaikan

materi kepada siswa.

b. Bagi Peserta Didik

Sebagai sarana motivasi belajar untuk meningkatkan pemahaman

dan prestasi belajar siswa.

c. Bagi Madrasah

Dari hasil penelitian ini diharapkan prestasi belajar seluruh siswa MI

Nurul Huda Krandon Lor 02 Desa Krandon Lor Kecamatan Suruh

Kabupaten Semarang meningkat sehingga dapat mencapai standard

nasional pendidikan (SNP).

F. Definisi Operasional

Agar tidak terjadi kesalahan penafsiran atas maksut utama penulis dalam

penggunaan judul, maka akan dijelaskan definisi istilah berikut:

1. Upaya Meningkatkan

8

Upaya adalah usaha (syarat) untuk menyampaikan maksud; akal;

ikhtiar: tiada padanya, tak ada akal (usaha, ikhtiar); mengikhtiarkan

(supaya); mengambil tindakan (untuk, supaya): -jalan yang aman

tenteram bagi penganutnya; selekas-lekasnya diupayakannya untuk

memberantas kekacauan. (KBBI, 2008: 1345).

Meningkatkan adalah menaikkan (derajat, taraf dan sebagainya);

mempertinggi; memperhebat (KBBI, 2006: 1280) maka dapat diartikan

sebagai gambaran siswa untuk meningkatkan kemampuan dirinya

menjadi lebih tinggi.

2. Prestasi Belajar IPS

Prestasi adalah hasil yang dicapai (dilakukan, dikerjakan, dsb).

(KBBI, 2006: 910).Belajar merupakan suatu proses yang ditandai dengan

adanya perubahan diri seseorang. Perubahan sebagai hasil belajar dapat

ditunjukkan dalam berbagai bentuk, seperti perubahan pengetahuan,

pemahaman, sikap dan tingkah laku, keterampilan, kecakapan,

kebiasaan, serta perubahan aspek-aspek lain pada individu yang sedang

belajar (Rasimin, 2012: 49).Prestasi belajar adalah suatu pencapaian

hasil belajar.

Sedangkan IPS menurut Rasimin (2012: 38) berpendapat bahwa

ilmu pengetahuan sosial merupakan program pendidikan yang memilih

bahan pendidikan dari disiplin ilmu-ilmu sosial dan humanities yang

diorganisasikan dan disajikan secara ilmiah dan psikologis untuk tujuan

pendidikan. Sehingga yang dimaksud dengan prestasi belajar IPS adalah

9

suatu pencapaian hasil belajar yang kaitannya dengan materi-materi

dalam pembelajaran IPS dimana dapat dikatakan berhasil jika telah

mencapai kkm yang telah ditentukan.

3. Metode Talking Stick

Metode Talking Stick adalah metode pembelajaran kelompok

dengan bantuan tongkat. (Huda, 2013: 224). Jadi yang dimaksud dengan

judul Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial

Materi Peta Lingkungan Setempat pada Siswa Kelas IV di MI Nurul

Huda Krandon Lor 02 Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang Tahun

Pelajaran 2014/2015 adalah usaha meningkatkan prestasi peserta didik

dengan memanfaatkan metode talking stick.

G. Metode Penelitian

a. Rancangan Penelitian

Rancangan penelitian yang diterapkan berupa penelitian tindakan

kelas.Alasan dilaksanakannya Penelitian Tindakan Kelas adalah Karena

pelajaran IPS yang sifatnya hafalan, untuk memudahkan pemahaman

siswa maka dibantu dengan metode talking stick.Tindakan tersebut

diberikan oleh Peneliti atau dengan arahan dari Peneliti yang dilakukan

oleh siswa dan dibantu oleh guru kelas IV (fasilitator).

Penelitian ini direncanakan dalam tiga siklus, tiap siklus memuat

empat tahap, yaitu: Perencanaan, Pelaksanaan, Pengamatan, dan

10

Refleksi. Adapun model dan penjelasan untuk masing-masing tahap

adalah seperti yang terdapat pada gambar 1 mengenai bagan siklus.

Gambar 1.1 Siklus Penelitian Tindakan (Arikunto, 2006: 16)

b. Subjek Penelitian

Subjek dalam penelitian adalah siswa-siswi kelas IV Madrsah

Ibtidaiyah Nurul Huda Krandon lor yang berjumlah 16 siswa, dengan

rincian laki-laki 9 siswa dan perempuan 7 siswi.

Perencanaan

SIKLUS I

Pengamatan

Perencanaan

SIKLUS II

Pengamatan

Refleksi Pelaksanaan

Refleksi Pelaksanaan

?

11

c. Lokasi penelitian

Lokasi penelitian yaitu Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Krandon

Lor 02 Desa Krandon lor Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang.

d. Waktu penelitian

Waktu penelitian adalah kurang lebih dua bulan yaitu pada Juli

2014 s.d Agustus 2014.

e. Langkah-langkah Penelitian

1) Perencanaan

Dalam perencanaan terdiri dari tiga kegiatan yaitu: (1)

menentukan target kompetensi; (2) mendesain pembelajaran pada

siklus I dan siklus II; (3) mendesain alat tes secara representatif dari

target kompetensi yang akan dikembangkan.

2) Pelaksanaan Tindakan

Melakukan tes kemampuan awal terhadap siswa yang

hasilnya akan dibandingkan dengan tes akhir yang

dilaksanakan setelah siklus II. Tindak lanjut pembelajaran

siklus pertama adalah mengidentifikasi kekuatan dan

kelemahan proses hasil pembelajaran. Hasil tersebut dianalisis

untuk tolak ukur merencanakan pembelajaran siklus kedua.

3) Pengamatan (Observasi)

Observasi hasil tindakan dilakukan selama pelaksanaan

tindakan dengan catatan peneliti mengikuti teknik pengajaran

yang dirancang peneliti sendiri dan diamati oleh guru kelas IV

MI Nurul Huda Krandon Lor 02.Instrument observasi

menggunakan pedoman observasi yang berisikan indikator

12

yang didesain berdasarkan fokus penelitian.Dalam hal ini berisi

indikator yang mewakili data. Tujuan pedoman tersebut untuk

mendiskripsikan hal-hal yang terjadi dalam proses penelitian

tindakan.

Disamping itu peneliti juga menggunakan alat bantu

rekam yaitu kamera dan video untuk menambah validitas data.

Selama observasi peneliti akan dibantu oleh guru kelas IV MI

Nurul Huda Krandon Lor 02. Pemantauan terfokus pada

kegiatan siswa dan kegiatan peneliti yaitu mencatat apa yang

dilihat, didengar, dan diamati selama proses pembelajaran

berlangsung dalam bentuk catatan lapangan yang dibantu guru

kelas IV.

4) Refleksi

Refleksi dilakukan dengan menganalisis hasil tindakan

seberapa jauh tingkat perubahan nilai siswa sebelum dan

sesudah dilakukan tindakan. Dengan refleksi akan diperoleh

masukan yang dapat untuk memperbaiki tindakan berikutnya.

Adapun bahan yang direfleksikan adalah hasil catatan

pengamatan selama pelaksanaan tindakan.Kemudian dari hasil

catatan tersebut didiskusikan bersama-sama antara peneliti dan

guru kelas IV di MI Nurul Huda Krandon Lor 02.

13

f. Instrument Penelitian

Instrumen pengumpul data yang digunakan dalam penelitian

tindakan ini adalah:

1) Peneliti sendiri (participan observation), dengan membuat desain

tindakan, merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran,

dan mengamati proses pembelajaran yang dibantu oleh guru kelas IV

(fasilitator).

2) Lembar observasi, alat yang digunakan dalam mengobservasi yaitu

pedoman observasi. Pedoman observasi berisikan indikator yang

didesain berdasarkan fokus penelitian. Adapun hasil observasi ini

berbentuk catatan lapangan yang mendeskripsikan proses kegiatan

pembelajaran dan kemampuan siswa setelah siswa melakukan

kegiatan belajar dengan metode talking stick dimana penilaiannya

berupa rubric dengan kriteria 0-60 (kurang), 61-70 (cukup), 71-80

(baik), dan 81-100 (memuaskan). Disamping itu observer merekam,

mendokumentasikan dengan foto-foto serta mencatat proses

pembelajaran untuk mendapatkan data tentang aktivitas siswa selama

kegiatan pembelajaran berlangsung.

3) Tes tertulis, digunakan untuk mendapatkan data kuantitatif berupa

nilai yang menggambarkan pencapaian target kompetensi. Adapun

jenis tes yang digunakan berupa tes uraian pada setiap siklus.

g. Teknik Pengumpulan Data

14

Dalam melakukan pengumpulan data, peneliti dibantu oleh guru

kelas dan beberapa observer.Data penelitian dikumpulkan dengan

menggunakan teknik catatan lapangan, pengamatan dan tes. Lebih jelas

diuraikan sebagai berikut:

1) Catatan lapangan

Catatan lapangan adalah catatan tertulis tentang apayang

didengar, dilihat, dan dialami dalam rangka pengumpulan data dan

refleksi terhadap data penilaian kualitatif. Catatan lapangan

digunakan untuk memperoleh sasaran yang diteliti yaitu tentang

prestasi belajar Ilmu Pengetahuan Sosial.Catatan lapangan dibuat

dalam catatan yang lengkap setelah peneliti sampai ke rumah. Proses

ini dilakukan setiap kali mengadakan pengamatan dan wawancara.

2) Pengamatan

Dalam setiap siklus peneliti melakukan pengamatan terhadap

siswa untuk mengetahui sejauh mana perhatian, keaktifan, dan

prestasi belajar siswa terhadap materi Peta Lingkungan Setempat.

3) Tes

Tes digunakan untuk mengetahui tingkat prestasi belajar siswa

terhadap pelajaran IPS.Pada setiap siklus peneliti memberikan tes

tertulis dalam bentuk uraian untuk mengukur kemampuan siswa

terhadap pemahaman materi Peta Lingkungan Setempat.

15

h. Analisis Data

Sesuai dengan rancangan penelitian yang digunakan maka analisis

data dilakukan dengan menggunakan analisis dan refleksi dalam setiap

siklusnya berdasarkan hasil observasi yang terekam dalam catatan

lapangan dan format pengamatan lainnya.Analisis reflektif dilakukan

peneliti bersama dengan para kolaborator sebagai pijakan untuk

menentukan program aksi pada siklus selanjutnya atau untuk mendeteksi

bahwa kajian tindakan kelas ini sudah mencapai tujuannya.

Penelitian ini juga menggunakan analisis deskriptif.Untuk

memperoleh nilai rata-rata tes formatif maka dapat dirumuskan:

M =

Keterangan:

M = Nilai rata-rata

X = Jumlah semua nilai siswa

N = Jumlah siswa (Djamarah, 2006: 64)

Peneliti mengharapkan siswa dapat memperoleh nilai rata-rata 70.

Sedangkan untuk memperoleh atau menghitung presentase ketuntasan

belajar siswa, digunakan rumus sebagai berikut:

P = x 100%

P = Nilai dalam persen

F = Frekuensi

N = Jumlah keseluruhan (Djamarah, 2006: 225-226)

16

H. Sistematika Penulisan

Skripsi ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu bagian awal, bagian inti, dan

bagian akhir. Pada bagian awal terdiri dari: Sampul, lembar berlogo, judul,

persetujuan pembimbing, pengesahan kelulusan, pernyataan keaslian tulisan,

motto dan persembahan, kata pengantar, abstrak, daftar gambar, dan daftar

tabel.

Sedangkan pada bagian inti terdiri dari lima bab yaitu: Bab I Pendahuluan,

pada bab ini terdiri dari latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan

penelitian, hipotesis penelitian dan indikator keberhasilan, manfaat penelitian,

definisi operasional, metode penelitian, dan sistematika penulisan.

Bab II Kajian Pustaka, pada bab ini membahas tentang prestasi belajar ips,

pelajaran ips, dan metode talking stick.

Bab III Pelaksanaan Penelitian, pada bab ini membahas tentang deskripsi

pelaksanaan siklus I, deskripsi pelaksanaan siklus II, dan deskripsi pelaksanaan

siklus III.

Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan, pada bab ini membahas tentang

deskripsi per siklus dan pembahasan.

Bab V Penutup, pada bab ini membahas tentang kesimpulan dan saran.

17

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Prestasi Belajar IPS

1. Pengertian Prestasi Belajar

Prestasi adalah hasil yang telah dicapai, dilakukan, dikerjakan

dan sebagainya (Poerwadarminta, 2006: 910), prestasi disini hanya

dibatasi dalam bidang pendidikan khususnya dalam pelajaran IPS,

dalam proses belajar, untuk mengetahui sejauh mana hasil dari proses

belajar mengajar tersebut dapat dikatakan berhasil, maka harus

diadakan suatu evaluasi baik secara tertulis maupun lisan. Dari

evaluasi tersebut akan menghasilkan nilai yang sering dikenal dengan

istilah prestasi belajar.

Menurut R. Gagne dalam bukunya Susanto (2013: 1)

mengatakan bahwa belajar sebagai suatu proses di mana suatu

organisme berubah perilakunya sebagai akibat pengalaman. Sedangkan

menurut Gredler (1994: 1) dalam bukunya belajar dan membelajarkan,

belajar adalah proses orang memperoleh berbagai kecakapan,

keterampilan, dan sikap. Jika menurut Dimyati (2007: 7) memberi

pengertian bahwa Belajar merupakan tindakan dan perilaku siswa yang

kompleks.Sebagai tindakan, maka belajar hanya dialami oleh siswa

sendiri. Siswa adalah penentu terjadinya atau tidak terjadinya proses

18

belajar. Proses belajar terjadi berkat siswa memperoleh sesuatu yang

ada di lingkungan sekitar.

Dari beberapa definisi belajar yang diungkapkan oleh para ahli

pendidikan dapat ditarik pengertian yang sama akan pengertian belajar,

yaitu belajar merupakan proses untuk memperoleh suatu pengetahuan,

keterampilan, kebiasaan, dan tingkah laku yang diperoleh dalam

kehidupan sehari-hari, baik dari guru maupun teman sebaya dan dari

bangku sekolah atau dari pengalaman. Semuanya itu dapat dikatakan

terjadinya proses belajar dalam diri manusia.

Dari definisi-definisi diatas, maka proses terjadinya belajar

dapat kita ambil hal-hal pokok sebagai berikut. Sebagaimana yang

dituliskan Sumadi Suryabrata (2004) dalam bukunya Sriyanti (2009:

18) yaitu:

1) Bahwa belajar itu membawa perubahan, baik yang aktual maupun

yang potensial.

2) Bahwa perubahan itu pada pokoknya mendapatkannya kecakapan

baru.

3) Bahwa perubahan itu terjadi karena adanya usaha/disengaja.

Prestasi belajar merupakan hasil capaian siswa yang diperoleh

setelah melakukan sebuah perubahan baik secara kognif, pskomotorik

maupun afektif. Prestasi belajar anak antara satu dengan lainnya tentu

tidak sama. Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa fakor, menurut

19

Semiawan (2002: 11-14) faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi

belajar adalah sebagai berikut:

a. Pemenuhan kebutuhan psikologis

Perkembangan anak perlu dipenuhi berbagai kebutuhan,

yaitu kebutuhan primer pangan, sandang dan perumahan serta

kasih sayang, perhatian, penghargaan terhadap dirinya dan peluang

mengaktualisasikan dirinya. Jika kebutuhan-kebutuhan tersebut

kurang terpenuhi maka dapat berpengaruh terhadap prestasi belajar

anak.

b. Intelegensi, emosi, dan motivasi

Prestasi belajar bukan saja dipengaruhi oleh kemampuan

intelektual yang bersifat kognitif, tetapi juga dipengaruhi oleh

faktor-faktor nonkognitif seperti emosi, motivasi, kepribadian serta

berbagai pengaruh lingkungan.

c. Pengembangan kreativitas

Setiap anak dilahirkan dengan bakat yang merupakan

potensi kemampuan (inherent component of ability)yang berbeda-

beda dan terwujud karena interaksi yang dinamis antara keunikan

individu dan pengaruh lingkungan.

2. Ciri-ciri Belajar

Dari beberapa definisi para ahli di atas, dapat disimpulkan ciri-ciri

belajar. Menurut Dimyati, dkk (2006: 8) ciri-ciri belajar adalah:

a) Pelaku : siswa yang bertindak belajar atau pebelajar

20

b) Tujuan : memperoleh hasil belajar dan pengalaman

hidup

c) Proses : internal pada diri pebelajar

d) Tempat : Sembarang tempat

e) Lama waktu : sepanjang hayat

f) Syarat terjadi : motivasi belajar kuat

g) Ukuran keberhasilan : dapat memecahkan masalah

h) Faedah :bagi pebelajar mempertinggi martabat

pribadi

i) Hasil : hasil belajar sebagai dampak pengajaran

dan pengiring

3. Prinsip-prinsip Belajar

Di dalam tugas melaksanakan proses belajar mengajar seorang

guru perlu memperhatikan beberapa prinsip belajar. Menurut Dimyati,

dkk (2006: 42-49) bahwa prinsip-prinsip belajar adalah sebagai

berikut:

a) Perhatian dan motivasi

Perhatian terhadap pelajaran akan timbul pada siswa apabila

bahan pelajaran sesuai dengan kebutuhannya. Motivasi dapat

bersifat internal, artinya datang dari dirinya sendiri, dapat juga

bersifat eksternal yakni datang dari orang lain, dari guru, orang tua,

teman, dan sebagainya.

21

b) Keaktifan

Keaktifan itu beraneka ragam bentuknya. Mulai dari kegiatan

fisik yang mudah diamati sampai kegiatan psikis yang susah

diamati.

c) Keterlibatan langsung/berpengalaman

Dalam belajar melalui pengalaman langsung siswa tidak

sekedar mengamati secara langsung tetapi ia harus menghayati,

terlibat langsung dalam perbuatan, dan bertanggung jawab terhadap

hasilnya.

d) Pengulangan

Pengulangan ini untuk melatih daya-daya jiwa, membentuk

respons yang benar, dan membentuk kebiasaan-kebiasaan.

e) Tantangan

Penguatan positif maupun negatif akan menantang siswa dan

menimbulkan motif untuk memperoleh ganjaran atau terhindar dari

hukum yang tidak menyenangkan.

f) Balikan dan penguatan

Apabila hasil yang baik diberikan sebuah balikan yang

menyenangkan maka akan berpengaruh baik bagi usaha belajar

selanjutnya dan di beri sebuah penguatan kembali.

22

g) Perbedaan individual

Siswa merupakan individual yang unik artinya tidak ada dua

orang siswa yang sama persis, tiap siswa memiliki perbedaan sati

dengan yang lain.

4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar

Proses belajar merupakan hal yang kompleks. Siswalah yang

menentukan terjadi atau tidak terjadi belajar. Untuk bertindak belajar

siswa mengalami masalah-masalah intern dan ekstern. Menurut

Dimyati, dkk (2006: 238-253) Faktor intern dan faktor ekstern tersebut

adalah:

1. Faktor Intern

a) Sikap terhadap belajar

b) Motivasi belajar

c) Konsentrasi belajar

d) Mengolah bahan belajar

e) Menyimpan perolehan hasil belajar

f) Menggali hasil belajar yang tersimpan

g) Kemampuan berprestasi atau unjuk hasil belajar

h) Rasa percaya diri intelegensi dan keberhasilan belajar

i) Kebiasaan belajar

j) Cita-cita siswa

2. Faktor ekstern

a) Guru sebagai pembina siswa belajar

23

b) Prasarana dan sarana pembelajaran

c) Kebijakan penilaian

d) Lingkungan sosial siswa di sekolah

e) Kurikulum sekolah

B. Pelajaran IPS

1. Pengertian IPS

Pengetahuan sosial merupakan mata pelajaran yang mengkaji

seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generaslisasi yang berkaitan

dengan isu sosial dan kewarganegaraan. (Departemen Agama, 2004:

77).

Menurut Somantri dalam bukunya Rasimin (2012: 38) Ilmu

Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan program pendidikan yang

memilih bahan pendidikan dari disiplin ilmu-ilmu sosial dan

humanities yang diorganisasikan dan disajikan secara ilmiah dan

psikologis untuk tujuan pendidikan.

Menurut Ahmadi (2009: 3) Ilmu Pengetahun Sosial (IPS) adalah

ilmu-ilmu sosial yang dipilih dan disesuaikan bagi penggunaan

program pendidikan di sekolah atau bagi kelompok belajar lainnya,

yang sederajat.

2. Fungsi dan Tujuan IPS di SD/MI

Mata pelajaran IPS mempunyai fungsi dan tujuan yaitu sebagai

berikut (Departemen Agama, 2004: 78):

24

1) Mengajarkan konsep-konsep dasar sosiologi, geografi, ekonomi,

sejarah dan kewarganegaraan melalui pendekatan pedagogis dan

psikologis.

2) Mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif, inkuiri

memecahkan masalah dan keterampilan sosial.

3) Membangun komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai dan

kemanusiaan.

4) Meningkatkan kemampuan bekerja sama dan berkompetensi dalam

masyarakat yang majemuk, baik secara nasional maupun global.

3. Ruang Lingkup Pelajaran IPS

Secara umum, ruang lingkup mata pelajaran IPS meliputi aspek-

aspek sebagai beriukut (Departemen Agama, 2004: 78):

1) Sistem sosial dan budaya

2) Manusia, tempat dan lingkungan

3) Perilaku ekonomi dan kesejahteraan

4) Waktu, keberlanjutan dan perubahan

5) Sistem berbangsa dan bernegara

Lima aspek tersebut merupakan ruang lingkup mata pelajaran IPS

secara umum. Unsur unsur tersebut berlaku dalam setiap

pembelajaran IPS SD/MI atau jenjang di atasnya.

Sedangkan pada kelas IV SD/MI ruang lingkup pelajaran IPS mencakup

(Departemen Agama, 2004: 80):

1) Keragaman suku bangsa dan budaya serta perkembangan teknologi

25

2) Persebaran sumber daya alam, sosial dan aktifitasnya dalam jual

beli

3) Menghargai berbagai peninggalan di lingkungan setempat

4) Sikap kepahlawanan dan patriotisme serta hak dan kewajiban

warga negara

Keempat aspek tersebut dipelajari siswa kelas IV SD/MI selama

dua semester yang akan dikaji dan dipelajari oleh siswa yang nantinya

akan dijabarkan oleh guru masing-masing submateri yang akan

dipelajari.

4. Materi Peta Lingkungan Setempat

1) Pengertian peta

Peta adalah gambar seluruh atau sebagian dari permukaan

bumi yang dilukiskan dalam suatu bidang datar dengan

perbandingan atau skala tertentu.

2) Macam-macam peta

Menurut jenisnya peta dibedakan menjadi tiga yaitu sebagai

berikut:

a) Peta dasar adalah sebagai hasil survey di permukaan bumi.

b) Peta topografi adalah peta berskala besar yang menggambarkan

kenampakan umum permukaan bumi secara detail.

c) Peta tematik adalah peta yang menunjukkan tema tertentu atau

khusus. Contohnya peta curah hujan, peta lokasi wisata, peta

kepadatan penduduk, dan lain-lain.

26

Menurut bentuknya peta dibedakan menjadi tiga yaitu

sebagai berikut:

a) Peta timbul atau relief adalah peta yang dibuat berdasarkan

bentuk permukaan bumi yang sebenarnya.

b) Peta datar adalah peta yang dibuat pada suatu bidang datar atau

pada kertas.

c) Peta digital adalah peta yang semua data permukaan buminya

dimasukkanpada pita magnetik, sedang pengolahan dan

penyajian datanya menggunakan komputer.

3) Komponen-komponen peta

a) Judul

Setiap peta harus mempunyai judul.Judul peta biasanya

ditulis pada bagian atas peta.Judul peta menunjukkan isi peta.

b) Skala peta

Skala peta adalah perbandingan jarak antara dua titik pada

peta dan jarak sebenarnya pada permukaan bumi.

c) Simbol

Simbol yaitu tanda-tanda khusus untuk menjelaskan sesuatu

pada peta.Simbol pada peta menggambarkan tanda atau

lambing tertentu untuk mewakili objek tertentu.Simbol

biasanya berbentuk gambar maupun berwujud warna.Simbol

gambar terdiri dari symbol titik, garis, daerah, dan warna.

Simbol titik terdapat dalam berbagai ukuran dan bentuk.

27

Contoh:

Simbol garis dalam bentuk garis tebal, garis tipis, garis

sejajar, dan garis putus-putus.

Simbol daerah menunjukkan daerah perkebunan, daerah

rawa, daerah lading, dan lain-lain.

Simbol warna menggunakan bermacam-macam warna yang

menunjukkan beberapa bentuk kenampakan alam.

Contoh:

- Cokelat tua : pegunungan tinggi

- Cokelat muda : pegunungan

http://4.bp.blogspot.com/-JmpPQTtzj5o/T3QyePZfhdI/AAAAAAAAA68/bbXXUB72THw/s1600/simbol+peta+5.pnghttp://4.bp.blogspot.com/-JmpPQTtzj5o/T3QyePZfhdI/AAAAAAAAA68/bbXXUB72THw/s1600/simbol+peta+5.png

28

- Kuning : dataran tinggi

- Hijau : dataran rendah

- Biru tua : laut dalam

- Biru muda : laut dangkal, teluk, selat, danau,

dan sungai

- Merah : gunung berapi, kota, dan jalan raya

d) Legenda

Legenda yaitu keterangan-keterangan yang menjelaskan

simbol-simbol pada peta.Biasanya legenda terletak di bagian

bawah sebelah kiri ataupun kanan.

e) Mata angin

Arah mata angin digunakan sebagai petunjuk arah pada

peta.Pedoman utama mata angin menunjukkan arah utara dan

http://2.bp.blogspot.com/-FvhLfVzMCCA/UbUhdXX2Q0I/AAAAAAAAClc/SzeRksOevTw/s1600/LEGENDA.JPG

29

diberi huruf U. petunjuk arah ditempatkan pada tempat yang

sesuai dan tidak mengganggu peta induk.

f) Garis tepi peta

Garis tepi peta adalah batas-batas pinggir gambar

peta.Fungsi garis tepi untuk menulis angka-angka derajat

astronomis yaitu garis bujur dan garis lintang.

g) Tahun pembuatan peta

Tahun pembuatan peta adalah tahun untuk menunjukkan

waktu peta itu dibuat.Perlunya dicantumkan tahun pembuatan

peta ini adalah untuk mengetahui apakah peta itu masih

sesuai atau tidak dengan perkembangan yang sebenarnya di

permukaan bumi.

h) Inset peta atau peta sisipan

Inset peta atau peta sisipan adalah gambar peta situasi

untuk menunjukkan bentuk peta yang digambar dengan

30

wilayah di sekelilingnya yang lebih luas. Inset peta

digambarkan hanya bila diperlukan.

4) Manfaat skala peta

a) Kita dapat memperbesar atau memperkecil sebuah peta

b) Kita dapat menggambar suatu tempat yang sangat luas di

atas kertas yang kecil

5) Menghitung jarak menggunakan skala peta

Contoh skala pada peta misalnya 1:200.000, itu berarti 1

cm pada peta mewakili 200.000 cm sebenarnya di lapangan,

atau 1 cm pada peta mewakili 2 km pada jarak sesungguhnya.

Contoh:

Sebuah peta mempunyai skala 1:2.500.000. jarak antara kota

Jakarta dengan Bandung di peta adalah 7 cm. Berapakah jarak

sebenarnya antara kedua kota tersebut?

Cara menghitungnya adalah sebagai berikut.

2.500.000 x 7 cm = 17. 500.000 cm = 175 km.

Jadi jarak antara kota Jakarta-Bandung adalah 175 km.

C. Metode Talking Stick

1. Pengertian Metode Talking Stick

Metode adalah cara yang di dalam fungsinya merupakan alat untuk

mencapai suatu tujuan. Hal ini baik bagi guru (metode mengajar)

maupun bagi murid (metode belajar).( Surakhmad, 1980: 96).

31

Carol Locust dalam buku Huda (2013: 224) berkata:Pada mulanya,

Talking Stick (Tongkat berbicara) adalah metode yang digunakan oleh

penduduk asli Amerika untuk mengajak semua orang berbicara atau

menyampaikan pendapat dalam suatu forum (pertemuan antarsuku).

Kini metode itu sudah digunakan sebagai metode pembelajaran ruang

kelas. Sebagaimana namanya, Talking Stick merupakan metode

pembelajaran kelompok dengan bantuan tongkat. Kelompok yang

memegang tongkat terlebih dahulu wajib menjawab pertanyaan dari

guru setelah mereka mempelajari materi pokoknya. Kegiatan ini

diulang terus-menerus sampai semua kelompok mendapat giliran

untuk menjawab pertanyaan.

Metode Talking Stick merupakan suatu cara yang digunakan guru

dalam menjelaskan materi pelajaran kepada siswa dengan

memanfaatkan tongkat sebagai pemicu siswa untuk dapat berbicara.

2. Langkah-langkah Metode Talking Stick

Menurut Huda (2013: 225) langkah-langkah pembelajaran dengan

menggunakan metode talking stick adalah sebagai berikut:

a. Guru menyiapkan sebuah tongkat yang panjangnya + 20 cm.

b. Guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari, kemudian

memberikan kesempatan para kelompok untuk membaca dan

mempelajari materi pelajaran.

c. Siswa berdiskusi membahas masalah yang terdapat didalam

wacana.

32

d. Setelah siswa selesai membaca materi pelajaran dan mempelajari

isinya, guru mempersilakan siswa untuk menutup isi bacaan.

e. Guru mengambil tongkat dan memberikannya kepada salah satu

siswa, setelah itu guru memberi pertanyaan dan siswa yang

memegang tongkat tersebut harus menjawabnya. Demikian

seterusnya sampai sebagaian besar siswa mendapat bagian untuk

menjawab setiap pertanyaan dari guru.

f. Guru memberi kesimpulan.

g. Guru melakukan evaluasi/penilaian.

h. Guru menutup pelajaran.

Menurut Suprijono (2009: 109-110) langakah-langakah

pembelajaran dengan metode talking stick adalah sebagai berikut:

a. Diawali oleh penjelasan guru mengenai materi pokok yang akan

dipelajari.

b. Peserta didik diberi kesempatan membaca dan mempelajari materi

tersebut.

c. Berikan waktu yang cukup untuk aktivitas ini

d. Guru selanjutnya meminta kepada peserta didik menutup bukunya.

e. Guru mengambil tongkat yang telah dipersiapkan sebelumnya.

f. Tongkat tersebut diberikan kepada salah satu peserta didik.

g. Peserta didik yang menerima tongkat tersebut diwajibkan

menjawab pertanyaan dari guru demikian seterusnya.

33

h. Ketika stick bergulir dari peserta didik ke peserta didik lainnya,

seyogyanya diiringi musik.

i. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik melakukan

refleksi terhadap materi yang telah dipelajarinya.

j. Guru memberi ulasan terhadap seluruh jawaban yang diberikan

peserta didik, selanjutnya bersama-sama peserta didik merumuskan

kesimpulan.

3. Kelebihan dan Kelemahan Metode Talking Stick

Kelebihan-kelebihan Metode Talking Stick menurut Huda (2013: 225)

adalah sebagai berikut:

a. Mampu menguji kesiapan siswa

b. Melatih keterampilan mereka dalam membaca dan memahami

materi pelajaran dengan cepat

c. Mengajak mereka untuk terus siap dalam situasi apapun.

Kelemahan metode talking stick menurut Huda (2013: 226) adalah

bagi siswa siswi yang secara emosional belum terlatih untuk bisa

berbicara dihadapan guru, metode ini mungkin kurang sesuai.

34

BAB III

PELAKSANAAN PENELITIAN

A. Deskripsi Pelaksanaan Siklus 1

Pelaksanaan siklus 1 dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 18 Juli

2014 di kelas IV MI Nurul Huda Krandon Lor 02 Kecamatan Suruh,

Kabupaten Semarang tahun 2014.

Adapun materi yang diajarkan pada siklus 1 adalah sebagai

berikut:

Mata pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial

Kelas/Semester : IV/II

Standar Kompetensi : Memahami sejarah, kenampakan alam, dan

keragaman suku bangsa di lingkungan

kabupaten/kota dan provinsi.

Kompetensi Dasar : Membaca peta lingkungan setempat

(kabupaten/kota, dan provinsi) dengan

menggunakan skala sederhana.

Indikator :

1. Menyebutkan komponen-komponen peta

2. Mengidentifikasi berbagai komponen peta

3. Menunjukkan berbagai komponen peta

35

Tujuan Pembelajaran

1. Setelah bernyanyi siswa dapat menyebutkan komponen-

komponen petadengan benar.

2. Setelah membaca materi siswa dapat mengidentifikasi berbagai

komponen peta dengan benar.

3. Dengan bermain tongkat siswa dapat menunjukkan berbagai

komponen peta dengan benar.

Materi Ajar:

Komponen-komponen peta

a. Judul

Setiap peta harus mempunyai judul.Judul peta biasanya

ditulis pada bagian atas peta.Judul peta menunjukkan isi peta.

b. Skala peta

Skala peta adalah perbandingan jarak antara dua titik pada

peta dan jarak sebenarnya pada permukaan bumi.

c. Simbol

Simbol yaitu tanda-tanda khusus untuk menjelaskan sesuatu

pada peta.Simbol pada peta menggambarkan tanda atau lambing

tertentu untuk mewakili objek tertentu.Simbol biasanya berbentuk

gambar maupun berwujud warna.Simbol gambar terdiri dari

symbol titik, garis, daerah, dan warna.

a) Simbol titik terdapat dalam berbagai ukuran dan bentuk.

Contoh:

36

b) Simbol garis dalam bentuk garis tebal, garis tipis, garis sejajar,

dan garis putus-putus.

c) Simbol daerah menunjukkan daerah perkebunan, daerah rawa,

daerah lading, dan lain-lain.

d) Simbol warna menggunakan bermacam-macam warna yang

menunjukkan beberapa bentuk kenampakan alam.

Contoh:

- Cokelat tua : pegunungan tinggi

- Cokelat muda : pegunungan

- Kuning :dataran tinggi

http://4.bp.blogspot.com/-JmpPQTtzj5o/T3QyePZfhdI/AAAAAAAAA68/bbXXUB72THw/s1600/simbol+peta+5.pnghttp://4.bp.blogspot.com/-JmpPQTtzj5o/T3QyePZfhdI/AAAAAAAAA68/bbXXUB72THw/s1600/simbol+peta+5.png

37

- Hijau : dataran rendah

- Biru tua : laut dalam

- Biru muda : laut dangkal, teluk, selat, danau, dan sungai

- Merah : gunung berapi, kota, dan jalan raya

e) Legenda

Legenda yaitu keterangan-keterangan yang menjelaskan

simbol-simbol pada peta.Biasanya legenda terletak di bagian

bawah sebelah kiri ataupun kanan.

f) Mata angin

Arah mata angin digunakan sebagai petunjuk arah pada

peta.Pedoman utama mata angin menunjukkan arah utara dan

diberi huruf U. petunjuk arah ditempatkan pada tempat yang

sesuai dan tidak mengganggu peta induk.

http://2.bp.blogspot.com/-FvhLfVzMCCA/UbUhdXX2Q0I/AAAAAAAAClc/SzeRksOevTw/s1600/LEGENDA.JPG

38

g) Garis tepi peta

Garis tepi peta adalah batas-batas pinggir gambar

peta.Fungsi garis tepi untuk menulis angka-angka derajat

astronomis yaitu garis bujur dan garis lintang.

h) Tahun pembuatan peta

Tahun pembuatan peta adalah tahun untuk

menunjukkan waktu peta itu dibuat.Perlunya dicantumkan

tahun pembuatan peta ini adalah untuk mengetahui apakah peta

itu masih sesuai atau tidak dengan perkembangan yang

sebenarnya di permukaan bumi.

i) Inset peta atau peta sisipan

Inset peta atau peta sisipan adalah gambar peta situasi

untuk menunjukkan bentuk peta yang digambar dengan

wilayah di sekelilingnya yang lebih luas. Inset peta

digambarkan hanya bila diperlukan.

39

Lagu Komponen-Komponen Peta

Lirik Balonku Ada Lima

Komponen-komponen peta

Itu terdiri dari

Judul skala peta

Simbol 4 macamnya

Legenda mata angin

Dor!!!!!!

Garis tepi dan tahun

Inset peta akhirnya

Ada di dalam peta

Metode Pembelajaran: Talking Stick

Adapun jalannya siklus I adalah sebagai berikut:

a. Perencanaan

1) Guru menyiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran IPS

pokok bahasan peta dengan metode Talking Stick.

2) Mempersiapkan perlengkapan pembelajaran Talking Stick

dengan lebih baik

3) Mempersiapkan soal-soal IPS pokok bahasan peta sebagai

sarana untuk mengetahui kemampuan siswa

4) Mempersiapkan lembar observasi untuk siswa guna

mengetahui atau mendapatkan data perubahan dan

perkembangan tentang penerapan metode Talking Stick

40

5) Mempersiapkan lembar observasi untuk guru guna mengetahui

pelaksanaan metode Talking Stick dalam pembelajaran di kelas

b. Tindakan

1. Kegiatan Awal (10 menit)

a) Salam dan berdoa

b) Guru menanyakan kabar siswa: bagaimana kabar anak-anak

pada pagi hari ini?

c) Apersepsi:

- Siapa yang pernah lihat lampu lalu lintas?

- Tanda merah menandakan apa?

- Tanda kuning menandakan apa?

- Tanda hijau menandakan apa?

2. Kegiatan Inti (50 menit)

a) Eksplorasi

- Guru bertanya kepada siswa terkait apa itu komponen-

komponen peta

- Siswa memberikan pendapat tentang komponen-

komponen peta

b) Elaborasi

- Guru menjelaskan pokok bahasan yang akan dipelajari

kepada siswa

- Guru membagikan materi kepada masing-masing siswa

41

- Siswa diminta untuk mempelajari materi tersebut

dengan ketentuan batas waktu 15 menit

- Siswa bertanya terkait dengan materi yang telah

dibacanya

- Guru menjawab pertanyaan dari siswa sekaligus

memberikan tambahan

- Siswa diminta untuk menutup materi yang telah dibaca

- Bersama dengan guru siswa bernyanyi lagu

komponen-komponen peta

- Guru membentuk siswa menjadi lingkaran besar

- Guru memberikan tongkat kepada salah satu siswa

- Secara bergantian siswa yang menerima tongkat

diwajibkan menjawab pertanyaan dari guru dengan

iringan musik yang sewaktu-waktu dihentikan guru

c) Konfirmasi

- Siswa bertanya terkait dengan pembelajaran

- Siswa menyimpulkan pembelajaran dengan bimbimgan

dari guru

- Siswa mengerjakan soal evaluasi

d) Kegiatan Penutup (10 menit)

- Guru memberikan pengarahan kepada siswa untuk

pembelajaran yang akan dating

- Guru memotivasi siswa dan menutup pembelajaran

42

3. Pengamatan

Selama pelaksanaan pembelajaran, secara langsung

dilakukan observasi untuk mengetahui pengaruh kegiatan

pembelajaran dalam meningkatkan prestasi belajar peserta

didik.Hasil observasi data dilihat dari lembar observasi dan hasil

perolehan nilai.

Dari pengamatan / observasi yang dilaksanakan peneliti

dapat diketahui, bahwa keaktifan peserta didik sudah cukup baik

yaitu ada 5 siswa (31,25%).

Berdasarkan hasil perolehan nilai dapat diketahu bahwa

nilai hasil belajar peserta didik sebelum diadakan tindakan/pre-test

siklus I rata-ratanya 54,38.

Sesudah diadakan tindakan kelas pada siklus I rata-rata

hasil nilai belajar peserta didik meningkat. Hal ini dapat dilihat

dari rata-rata hasil test formatif yaitu 65,63.

4. Refleksi

Pada siklus I ini ada 6 siswa atau 37,5% siswa yang

memperhatikan terhadap proses pembelajaran Talking Stick, hal

ini dikarenakan penerapan pembelajaran Talking Stick

dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan prosedurnya,

sehingga siswa dapat memperhatikan penjelasan guru (peneliti)

secara maksimal. Selain itu bimbingan dan motivasi dari guru

43

(peneliti) cukup membuat mereka mengerti dan memahami akan

materi yang disajikan melalui metode Talking Stick.

Dari 16 siswa hanya 7 siswa atau 43,75% yang tuntas

belajar, sedangkan siswa yang tidak tuntas belajar ada 9 siswa

atau 56,25% dengan nilai rata-rata 65,63.

B. Deskripsi Pelaksanaan Siklus II

Pelaksanaan siklus II dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 6

Agustus 2014 di kelas IV MI Nurul Huda Krandon Lor 02 Desa Krandon

Lor Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang tahun 2014.

Adapun materi yang diajarkan pada siklus II adalah sebagai

berikut:

Mata Pelajaran : IPS

Kelas/Semester : IV/I

Standar Kompetensi : Memahami sejarah, kenampakan alam, dan

keragaman suku bangsa di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi.

Kompetensi Dasar : Membaca peta lingkungan setempat

(kabupaten/kota, dan provinsi) dengan menggunakan skala sederhana.

Indikator :

1. Membaca peta desa Krandon Lor

2. Membaca peta Kabupaten Semarang

3. Membaca peta provinsi

4. Menyebutkan provinsi yang ada di Indonesia

44

5. Menyebutkan ibukota dari masing-masing provinsi

Tujuan Pembelajaran :

1. Setelah memahami gambar peta desa krandon lor siswa dapat

membaca peta desa krandon lor dengan benar

2. Setelah memahami peta kabupaten semarang siswa dapat membaca

peta kabupaten semarang dengan benar

3. Dengan bermain tongkat siswa dapat menyebutkan provinsi yang

ada di Indonesia dengan benar.

4. Dengan tanya jawab siswa dapat menyebutkan ibukota dari

masing-masing provinsi dengan benar

Materi Ajar:

Gambar Peta Desa Krandon Lor (Terlampir)

Gambar Peta Kabupaten Semarang (Terlampir)

Gambar Peta Provinsi Jawa Tengah (Terlampir)

Nama Provinsi Ibukota

PULAU SUMATERA

1 Provinsi Nanggro Aceh

Darussalam

Banda Aceh

2 Provinsi Sumatera Utara Medan

3 Provinsi Sumatera Barat Padang

4 Provinsi Riau Pekan Baru

5 Provinsi Kepulauan Riau Tanjung Pinang

45

6 Provinsi Jambi Jambi

7 Provinsi Sumatera Selatan Palembang

8 Provinsi Bangka Belitung Pangkal Pinang

9 Provinsi Bengkulu Bengkulu

10 Provinsi Lampung Bandar Lampung

PULAU JAWA

11 Provinsi DKI Jakarta Jakarta

12 Provinsi Jawa Barat Bandung

13 Provinsi Banten Serang

14 Provinsi Jawa Tengah Semarang

15 Provinsi Daerah Istimewa

Yogyakarta

Yogyakarta

16 Provinsi Jawa Timur Surabaya

PULAU NUSA TENGGARA DAN BALI

17 Provinsi Bali Denpasar

18 Provinsi Nusa Tenggara Barat Mataram

19 Provinsi Nusa Tenggara Timur Kupang

PULAU KALIMANTAN

20 Provinsi Kalimantan Barat Pontianak

21 Provinsi Kalimantan Tengah Palangkarya

22 Provinsi Kalimantan Selatan Banjarmasin

23 Provinsi Kalimantan Timur Samarinda

46

PROVINSI SULAWESI

24 Provinsi Sulawesi Utara Manado

25 Provinsi Sulawesi Barat Kota Mamuju

26 Provinsi Sulawesi Tengah Palu

27 Provinsi Sulawesi Tenggara Kendari

28 Provinsi Sulawesi Selatan Makassar

29 Provinsi Gorontalo Gorontalo

KEPULAUAN MALUKU DAN PAPUA

30 Provinsi Maluku Ambon

31 Provinsi Papua Utara Ternate

32 Provinsi Papua Barat Kota Manokwari

33 Provinsi Papua Jayapura

Metode Pembelajaran: metode Talking Stick

Adapun jalannya siklus II adalah sebagai berikut:

a. Perencanaan

1) Guru menyiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran IPS pokok

bahasan peta dengan penerapan metode Talking Stick

2) Mempersiapkan perlengkapan pembelajaran Talking Stick dengan

lebih baik

3) Mempersiapkan soal-soal IPS pokok bahasan peta sebagai sarana

untuk mengetahui kemampuan siswa

47

4) Mempersiapkan lembar observasi untuk siswa guna mengetahui

atau mendapatkan data perubahan dan perkembangan tentang

penerapan metode Talking Stick

5) Mempersiapkan lembar observasi untuk guru (peneliti) guna

mengetahui pelaksanaan metode Talking Stick dalam pembelajaran

di kelas yang dibantu guru kelas IV

b. Tindakan

1. Kegiatan Awal (10 menit)

a) Salam dan berdoa

b) Guru menanyakan kabar siswa: bagaimana kabar anak-anak

pada pagi hari ini?

c) Apersepsi:

- Siapa yang pernah nonton animasi Dora?

- Dalam animasi Dora tersebut, Dora selalu menggunakan

apa?

2. Kegiatan Inti (50 menit)

a) Eksplorasi

- Guru bertanya kepada siswa terkait gambar peta

- Siswa memberikan pendapat tentang gambar peta

b) Elaborasi

- Guru menjelaskan materi pokok yang akan dipelajari

- Guru membentuk siswa menjadi 4 kelompok

- Guru membagikan materi kepada masing-masing kelompok

48

- Siswa diminta untuk mempelajari materi tersebut dengan

ketentuan batas waktu 15 menit

- Siswa bertanya terkait dengan materi yang telah dibacanya

- Guru menjawab pertanyaan dari siswa sekaligus

memberikan tambahan

- Siswa diminta untuk menutup materi yang telah dibaca

- Guru memberikan tongkat kepada salah satu siswa

- Secara bergantian siswa yang menerima tongkat diwajibkan

menjawab pertanyaan dari guru dengan iringan musik yang

sewaktu-waktu dihentikan guru

c) Konfirmasi

- Siswa bertanya terkait dengan pembelajaran

- Siswa menyimpulkan pembelajaran dengan bimbimgan dari

guru

- Siswa mengerjakan soal evaluasi

d) Kegiatan Penutup (10 menit)

- Guru memberikan pengarahan kepada siswa untuk

pembelajaran yang akan dating

- Guru memotivasi siswa dan menutup pembelajaran

c. Pengamatan

Selama pelaksanaan pembelajaran, secara langsung dilakukan

observasi untuk mengetahui pengaruh kegiatan pembelajaran dalam

49

meningkatkan hasil belajar peserta didik.Hasil observasi data dilihat

dari lembar observasi dan hasil perolehan nilai pada siklus II.

Berdasarkan pengamatan/observasi yang dilaksanakan peneliti

dapat diketahui, bahwa keaktifan peserta didik lebih meningkat karena

peserta didik merasa senang dengan pembelajaran yang tidak

menegangkan.Keaktifan meningkatkan yaitu ada 8 siswa (50%).Pada

waktu mengerjakan test, peserta didik memperoleh nilai rata-rata 75.

Berdasarkan hasil perolehan nilai dapat diketahui bahwa nilai

hasil mengerjakan dengan rasa senang dan perolehan nilai yang lebih

baik dari siklus I. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata hasil post test

pada siklus II yaitu 75.

d. Refleksi

Pada siklus ini jumlah siswa yang kurang memperhatikan sudah

berkurang menjadi 25% jika dibandingkan dengan siklus I, hal ini

dikarenakan perlengkapan pembelajaran dilaksanakan dengan baik,

sehingga siswa dapat memperhatikan penjelasan guru secara maksimal

dan siswa mulai mengenal metode Talking Stick. Selain itu bimbingan

dan motivasi guru cukup membuat siswa mengerti akan materi yang

disajikan.

Dari hasil belajar siswa, terjadi peningkatan kemampuan

pemahaman siswa dalam menyelasaikan tes formatif yang diberikan

oleh guru. Dari 16 siswa hanya 12 siswa atau 75% yang tuntas belajar,

50

sedangkan siswa yang tidak tuntas belajar ada 4 siswa atau 25%

dengan nilai rata-rata 75.

C. Deskripsi Pelaksanaan Siklus III

Pelaksanaan siklus III dilaksanakan pada hari Rabu, 13 Agustus

2014 di kelas IV MI Nurul Huda Krandon Lor 02 Desa Krandon Lor

Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang tahun 2014.

Adapun materi yang diajarkan pada siklus III adalah sebagai

berikut:

Mata Pelajaran : IPS

Kelas/Semester : IV/I

Standar Kompetensi : Memahami sejarah, kenampakan alam, dan

keragaman suku bangsa di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi

Kompetensi Dasar : Membaca peta lingkungan setempat

(kabupaten/kota, dan provinsi) dengan menggunakan skala sederhana.

Indikator:

1. Menjelaskan arti skala peta

2. Menyebutkan manfaat skala peta

3. Menghitung jarak menggunakan skala peta

Tujuan Pembelajaran

1. Dengan mendengarkan penjelasan dari guru siswa dapat

menjelaskan arti skalapeta dengan benar.

51

2. Dengan membaca siswa dapat menyebutkan manfaat skala peta

dengan benar.

3. Dengan bermain tongkat siswa dapat menghitung jarak

menggunakan skala peta dengan benar.

Materi Ajar:

Pengertian skala peta

Skala peta adalah perbandingan jarak antara dua titik pada peta dan

jarak sebenarnya pada permukaan bumi. Tanpa ada skala, kita akan

bingung dan kesulitan menentukan jarak yang sebenarnya.

Manfaat skala peta

1. Kita dapat memperbesar atau memperkecil sebuah peta

2. Kita dapat menggambar suatu tempat yang sangat luas di atas

kertas yang kecil

Menghitung jarak menggunakan skala peta

Contoh skala pada peta misalnya 1:200.000, itu berarti 1 cm pada

peta mewakili 200.000 cm sebenarnya di lapangan, atau 1 cm pada peta

mewakili 2 km pada jarak sesungguhnya.

Contoh: Sebuah peta mempunyai skala 1:2.500.000. jarak antara

kota Jakarta dengan Bandung di peta adalah 7 cm. Berapakah jarak

sebenarnya antara kedua kota tersebut?

Cara menghitungnya adalah sebagai berikut.

2.500.000 x 7 cm = 17. 500.000 cm = 175 km.

Jadi jarak antara kota Jakarta-Bandung adalah 175 km.

52

Metode Pembelajaran: metode Talking Stick

Adapun jalannya siklus III adalah sebagai berikut:

a. Perencanaan

1) Guru menyiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran IPS pokok

bahasan peta dengan penerapan metode Talking Stick

2) Mempersiapkan perlengkapan pembelajaran Talking Stick dengan

lebih baik

3) Mempersiapkan soal-soal IPS pokok bahasan peta sebagai sarana

untuk mengetahui kemampuan siswa

4) Mempersiapkan lembar observasi untuk siswa guna mengetahui

atau mendapatkan data perubahan dan perkembangan tentang

penerapan metode Talking Stick

5) Mempersiapkan lembar observasi untuk guru (peneliti) guna

mengetahui pelaksanaan metode Talking Stick dalam pembelajaran

di kelas yang dibantu guru kelas IV.

b. Tindakan

1. Kegiatan Awal (10 menit)

a) Salam dan berdoa

b) Guru menanyakan kabar siswa: bagaimana kabar anak-anak pada

pagi hari ini?

c) Apersepsi:

- Siapa yang suka menggambar gunung?

53

- Dalam menggambar gunung, apakah besarnya sesuai

dengan gunung?

2. Kegiatan Inti (45 menit)

a) Eksplorasi

- Guru bertanya kepada siswa terkait apa arti dari skala peta

- Siswa memberikan pendapat tentang manfaat skala peta

- Guru bertanya kepada siswa terkait dengan cara

menghitung jarak menggunakan skala peta

b) Elaborasi

- Guru menjelaskan arti skala peta

- Guru membagikan materi kepada masing-masing siswa

- Siswa diminta untuk mempelajari materi tersebut dengan

ketentuan batas waktu 15 menit

- Siswa bertanya terkait dengan materi yang telah dibacanya

- Guru menjawab pertanyaan dari siswa sekaligus

memberikan tambahan

- Siswa diminta untuk menutup materi yang telah dibaca

- Guru membentuk siswa menjadi lingkaran besar

- Guru memberikan tongkat kepada salah satu siswa

- Secara bergantian siswa yang menerima tongkat diwajibkan

menjawab pertanyaan dari guru dengan iringan musik yang

sewaktu-waktu dihentikan guru

54

c) Konfirmasi

- Siswa bertanya terkait dengan pembelajaran

- Siswa menyimpulkan pembelajaran dengan bimbimgan dari

guru

- Siswa mengerjakan soal evaluasi

3. Kegiatan Penutup (10 menit)

- Guru memberikan pengarahan kepada siswa untuk

pembelajaran yang akan dating

- Guru memotivasi siswa dan menutup pembelajaran

c. Pengamatan

Pada siklus III ini keadaan kelas menjadi agak gaduh, hal ini

menggambarkan peserta didik sedang bertanya dalam kegiatan tanya

jawab metode talking stick. Keaktifan peserta didik pada siklus III ini

lebih meningkat karena semua peserta didik ikut aktif dalam kegiatan

pembelajaran.Peserta didik yang semula hanya diam akhirnya ikut

aktif.Siswa bebas mengemukakan pendapat berdasarkan

pengalamannya dan termotivasi untuk memecahkan masalah dan pada

saat diadakan tes peserta didik bersemangat dalam mengerjakan karena

mereka sudah lebih faham.

Berdasarkan pengamatan/observasi yang dilaksanakan peneliti

dapat diketahui, bahwa rata-rata keaktifan peserta didik lebih

meningkat karena peserta didik senang dengan suasana pembelajaran

yang tidak monoton. Keaktifan peserta didik mencapai 13 siswa

55

(81,25%). Pada waktu mengerjakan test, peserta didik dapat mencapai

rat-rata perolehan nilai 86,25.

Berdasarkan hasil unjuk kerja dan perolehan nilai dapatdiketahui

bahwa nilai hasil mengerjakan dengan rasa senang danperolehan nilai

yang lebih baik dari siklus II.Pembelajaran pada siklusIII ini berhasil

meningkatkan pemahaman dan prestasi belajar pesertadidik.

d. Refleksi

Pada siklus III ini keseluruhan siswa memperhatikan jalannya

pembelajaran dari awal sampai akhir, hal ini dikarenakan perlengkapan

pembelajaran Talking Stick dilaksanakan dengan baik, sehingga siswa

dapat memperhatikan penjelasan dari guru (peneliti) dengan maksimal.

Selain itu bimbingan dan motivasi dari guru cukup membuat mereka

mengerti akan materi yang disajikan.

Dari hasil belajar siswa, terjadi peningkatan kemampuan

pemahaman siswa dalam menyelesaikan tes formatif yang diberikan

oleh guru (peneliti) . Dari 16 siswa seluruhnya tuntas belajar dengan

nilai rata-rata 86,25.

56

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Per siklus

1. Pra-siklus

Adapun dari hasil tes formatif pada pra-siklus (kondisi terakhir

sebelum pelaksanaan PTK) ini didapatkan hasil sebagaimana terdapat

pada Tabel berikut ini:

Tabel 4.1.

Hasil Tes Formatif pada Pra-Siklus

No Nama KKM Nilai Ketuntasan

1 Agus Maulana 70 50 TT

2 Agus Salim 70 60 TT

3 Ahmad Syaifudin 70 50 TT

4 Evi Titik H 70 50 TT

5 Fitri Mayasari 70 40 TT

6 Fatkhurrohman 70 60 TT

7 Faqih Hasan 70 50 TT

8 Isna Siti K 70 50 TT

9 Linda Saputri 70 50 TT

10 M. Ridho 70 70 T

57

11 Maria Anggraini 70 50 TT

12 Sebri Hariyanto 70 60 TT

13 Siti Maemonah 70 70 T

14 Septina Ariyanti 70 70 T

15 Sinta Dewi 70 50 TT

16 Ulfayani 70 40 TT

Rata-rata 70 54,38

Keterangan:

Tuntas (T) : 3 siswa atau 18,75%

Tidak Tuntas (TT) : 13 siswa atau 81,25%

Berdasarkan hasil pengamatan dan refleksi pada pra-siklus ini, dari

16 siswa ternyata banyak siswa yang kurang memperhatikan, hal ini

disebabkan penyajian materi dengan ceramah merupakan hal yang

membosankan bagi siswa.

Dari data dan uraian tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa

pada pra-siklus dapat diperoleh hasil sebagai berikut:

a. Adanya siswa yang kurang memperhatikan, karena penyajian

materi dengan ceramah

b. Adanya 13 siswa yang belum mendapatkan nilai sesuai dengan

standar ketuntasan, hal ini dikarenakan karena masih menggunakan

metode pembelajaran yang monoton.

58

Secara garis besar pra-siklus berjalan baik dan kondusif,

walaupun hasil belajar siswa belum mencapai standar nilai yang

ditentukan.Hal ini harus dijadikan suatu yang harus dibenahi dalam

pelaksanaan siklus I.

2. Siklus I

Hasil dari analisis data pada siklus I yaitu siswa yang mendapatkan

giliran tongkat dan mendapatkan pertanyaan dari guru sebagaimana

terdapat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.2.

Presentase Siswa yang dapat Menjawab Pertanyaan dengan

Menggunakan Metode Talking Stick

No Keterangan Presentase

1 Siswa yang mendapatkan

giliran tongkat dan

menjawab

31,25%

2 Siswa yang tidak

menjawab karena tidak

mendapatkan giliran

tongkat

68,75%

Adapun dari hasil tes formatif pada siklus I ini didapatkan hasil

sebagaimana terdapat pada tabel berikut ini:

59

Tabel 4.3.

Hasil Tes Formatif pada Siklus I

No Nama KKM Nilai Ketuntasan

1 Agus Maulana 70 60 TT

2 Agus Salim 70 70 T

3 Ahmad Syaifudin 70 60 TT

4 Evi Titik H 70 60 TT

5 Fitri Mayasari 70 50 TT

6 Fatkhurrohman 70 70 T

7 Faqih Hasan 70 60 TT

8 Isna Siti K 70 80 T

9 Linda Saputri 70 60 TT

10 M. Ridho 70 80 T

11 Maria Anggraini 70 60 TT

12 Sebri Hariyanto 70 70 T

13 Siti Maemonah 70 80 T

14 Septina Ariyanti 70 80 T

15 Sinta Dewi 70 60 TT

16 Ulfayani 70 50 TT

Rata-rata 70 65,63

60

Keterangan:

Tuntas : 7 siswa atau 43,75%

Tidak Tuntas : 9 siswa atau 56,25%

Berdasarkan hasil pengamatan dan refleksi pada siklus I ini, dari

16 siswa ternyata banyak siswa yang kurang memperhatikan, hal ini

dikarenakan selain metode pembelajaran yang baru dikenal ternyata

banyak siswa yang menganggap bahwa Talking Stick pada

pembelajaran IPS hanya mainan saja dan tidak ada unsur

pendidikannya. Tetapi siswa sangat antusias dan berharap

pembelajaran dengan penerapan metode Talking Stick dilanjutkan

keesokan harinya lagi. Dari data dan uraian tersebut maka dapat ditarik

kesimpulan bahwa pada siklus I dapat memperoleh hasil sebagai

berikut:

a) Adanya beberapa siswa yang kurang memperhatikan, karena guru

(peneliti) menggunakan metode pembelajaran yang baru. Jadi, guru

masih canggung saat penyajian materi degan metode Talking Stick

b) Siswa belum dapat memahami materi dengan cara membaca,

dikarenakan mereka terbiasa memahami materi dengan cara

mendengar dan menulis sesuai dengan perintah guru.

c) Adanya beberapa siswa yang belum mendapatkan nilai sesuai

dengan standar ketuntasan, hal ini dikarenakan belum paham

materi yang disampaikan oleh guru

61

Secara garis besar siklus I berjalan baik dan kondusif,

walaupun hasil belajar siswa belum mencapai harapan (ketuntasan

kelas).Hal ini harus dijadikan bahan pembenahan dalam

pelaksanaan siklus II.

3. Siklus II

Hasil dari analisis data pada siklus II yaitu siswa yang

mendapatkan giliran tongkat dan mendapatkan pertanyaan dari guru

sebagaimana terdapat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.4.

Presentase Siswa yang dapat Menjawab Pertanyaan dengan

Menggunakan MetodeTalking Stick

No Keterangan Presentase

1 Siswa yang mendapatkan

giliran tongkat dan

menjawab

50%

2 Siswa yang tidak

menjawab karena tidak

mendapatkan giliran

tongkat

50%

Dari pengamatan yang dilakukan terhadap ketuntasan belajar kelas

IV MI Nurul Huda Krandon Lor 02 Desa Krandon Lor Kecamatan

62

Suruh Kabupaten Semarang tahun 2014 selama pelaksanaan pada

siklus II, maka diperoleh data sebagai berikut:

Adapun dari hasil tes formatif pada siklus II ini didapatkan hasil

sebagaimana terdapat pada Tabel berikut ini:

Tabel 4.5.

Hasil Tes Formatif pada Siklus II

No Nama KKM Nilai Ketuntasan

1 Agus Maulana 70 70 T

2 Agus Salim 70 80 T

3 Ahmad Syaifudin 70 80 T

4 Evi Titik H 70 60 TT

5 Fitri Mayasari 70 60 TT

6 Fatkhurrohman 70 80 T

7 Faqih Hasan 70 70 T

8 Isna Siti K 70 90 T

9 Linda Saputri 70 80 T

10 M. Ridho 70 90 T

11 Maria Anggraini 70 60 TT

12 Sebri Hariyanto 70 80 T

13 Siti Maemonah 70 80 T

63

14 Septina Ariyanti 70 90 T

15 Sinta Dewi 70 70 T

16 Ulfayani 70 60 TT

Rata-rata 70 75

Keterangan:

Tuntas (T) : 12 siswa atau 75%

Tidak Tuntas (TT) : 4 siswa atau 25%

Pada siklus II ini siswa mulai memperhatikan dibandingkan pada

siklus I, hal ini dikarenakan guru (peneliti) melaksanakan

pembelajaran Talking Stick secara maksimal.Mulai dari menyiapkan

perlengkapan pembelajaran yang diperlukan dan penyampaian materi

pelajaran IPS dengan menggunakan metode Talking Stick.Dari hasil

belajar siswa terjadi peningkatan kemampuan siswa dalam

menyelesaikan soal, terbukti dari 16 siswa, 12 siswa (25%) tuntas dan

4 siswa (25%) tidak tuntas. Berarti ada peningkatan prestasi siswa

dalam hasil belajar.

Setelah adanya pengamatan dalam pembelajaran pada siklus II

didapatkan hasil sebagai berikut:

a. Siswa tidak lagi merasa terbebani karena diminta guru (peneliti)

untuk memahami materi dengan cara membaca, hal ini

dikarenakan mereka sudah mengerti pentingnya membaca untuk

64

bisa menjawab pertanyaan dari guru dalam pembelajaran Talking

Stick

b. Siswa sudah banyak yang memperhatikan intruksi guru dan

suasana kelas dalam pembelajaran sudah mulai efektif

c. Sebagian besar siswa sudah benar dalam menjawab pertanyaan

ketika permainan dalam pembelajaran Talking Stick

d. Sebagian besar siswa sudah benar dalam menjawab soal-soal tes

formatif

e. Guru tidak mengalami kendala dalam melaksanakan pembelajaran

Talking Stick karena belajar dari pengalaman pelaksanaan siklus I.

Secara garis besar pelaksanaan siklus II sudah berjalan baik.Dari

hasil belajar siswa terjadi peningkatan kemampuan siswa dalam

menyelesaikan soal.Terbukti dari 16 siswa, 12 siswa (75%) tuntas dan

4 siswa (25%) tidak tuntas.Berarti ada peningkatan prestasi siswa

dalam hasil belajar siswa. Meskipun sudah 50% lebih siswa yang

tuntas dalam mengikuti tes formatif pada siklus II akan tetapi nilai

yang diperoleh belum cukup memuaskan sehingga perlu diadakan

Siklus III.

4. Siklus III

Hasil dari analisis data pada siklus III yaitu siswa yang

mendapatkan giliran tongkat dan mendapatkan pertanyaan dari guru

sebagaimana terdapat pada tabel berikut ini:

65

Tabel 4.6.

Presentase Siswa yang dapat Menjawab Pertanyaan dengan

menggunakan Metode Talking Stcik

No Keterangan Presentase

1 Siswa yang mendapatkan

giliran tongkat dan

menjawab

81,25%

2 Siswa yang tidak

menjawab karena tidak

mendapatkan giliran

tongkat

18,75%

Dari pengamatan yang dilakukan terhadap ketuntasan belajar siswa

kelas IV MI Nurul Huda Krandon Lor 02 Desa Krandon Lor

Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang tahun 2014 selama

pelaksanaan pada siklus III, maka diperoleh data sebagai berikut:

Adapun dari hasi tes formatif pada siklus III ini didapatkan hasil

sebagaimana terdapat pada Tabel berikut ini:

Tabel 4.7.

Hasil Tes Formatif pada siklus III

No Nama KKM Nilai Ketuntasan

66

1 Agus Maulana 70 80 T

2 Agus Salim 70 80 T

3 Ahmad Syaifudin 70 90 T

4 Evi Titik H 70 80 T

5 Fitri Mayasari 70 80 T

6 Fatkhurrohman 70 100 T

7 Faqih Hasan 70 80 T

8 Isna Siti K 70 90 T

9 Linda Saputri 70 80 T

10 M. Ridho 70 100 T

11 Maria Anggraini 70 90 T

12 Sebri Hariyanto 70 90 T

13 Siti Maemonah 70 85 T

14 Septina Ariyanti 70 95 T

15 Sinta Dewi 70 80 T

16 Ulfayani 70 80 T

Rata-rata 70 86,25

Keterangan:

Tuntas (T) : 16 siswa atau 100%

67

Pada siklus III semua siswa fokus dan memperhatikan materi

pembelajaran yang disimpulkan guru, hal ini dikarenakan guru

melaksanakan pembelajaran Talking Stick yang dilaksanakan pada

siklus III sudah tidak asing lagi bagi siswa.Hal itu dapat dilihat dari

pengamatan peneliti yang mengamati perhatian siswa dalam mengikuti

pembelajaran Talking Stick.Dari pengamatan diperoleh bahwa 100%

siswa fokus dalam mengikuti pembelajaran Talking Stick.

Dari hasil belajar siswa terjadi peningkatan prestasi siswa dalam

menyelesaikan soal, terbukti 16 siswa tuntas (100%). Bahkan ada 2

siswa yang mendapat nilai 100, berarti ada peningkatan yang sangat

signifikan prestasi siswa terhadap hasil belajar dalam pembelajaran

IPS dengan Talking Stick tersebut, yang telah melampaui KKM kelas

minimal 85%

Setelah adanya pengamatan dalam pembelajaran pada siklus III

didapatkan hasil sebagai berikut:

a. Siswa sudah terbiasa dengan pembelajaran Talking Stick

b. Sebagian besar siswa sudah fokus dalam mengikuti jalannya

pembelajaran IPS dengan menggunakan metode Talking Stick

c. Sebagian besar siswa sudah benar dalam menjawab pertanyaan dari

guru ketika pembelajaran Talking Stick

d. Sebagian besar siswa sudah benar dalam menjawab soal-soal tes

formatif, ada 2 siswa yang menjawab soal benar semua.

68

Secara garis besar pelaksanaan siklus III sudah berjalan

baik.Dari hasil belajar siswa terjadi peningkatan prestasi siswa

dalam menyelesaikan soal, terbukti 16 siswa tuntas (100%), berarti

ada peningkatan yang signifikan prestasi siswa dalam hasil belajar

siswa.Pembelajaran IPS dengan menggunakan metode Talking

Stick pada siklus III ini sudah berhasil dilihat dari segi prestasi

hasil belajar siswa.

B. Pembahasan

1. Hasil Rekapitulasi

Dari hasil penelitian tersebut dapat kita lihat dalam rekapitulasi

berikut ini:

Hasil rekapitulasi hasil (prestasi siswa) belajar IPS melalui metode

Talking Stick.

Tabel 4.8.

Hasil Rekapitulasi Nilai Siswa Per Siklus

No Nama Pra-Siklus Siklus I Siklus II Siklus III

1 Agus Maulana 50 60 70 80

2 Agus Salim 60 70 80 80

3 Ahmad Syaifudin 50 60 80 90

4 Evi Titik H 50 60 60 80

5 Fitri Mayasari 40 50 60 80

69

6 Fatkhurrohman 60 70 80 100

7 Faqih Hasan 50 60 70 80

8 Isna Siti K 50 80 90 90

9 Linda Saputri 50 60 80 80

10 M. Ridho 70 80 90 100

11 Maria Anggraini 50 60 60 90

12 Sebri Hariyanto 60 70 80 90

13 Siti Maemonah 70 80 80 85

14 Septina Ariyanti 70 80 90 95

15 Sinta Dewi 50 60 70 80

16 Ulfayani 40 50 60 80

Rata-rata 54,38 65,63 75 86,25

Tabel 4.9.

Hasil Rekapitulasi Tentang Ketuntasan Siswa

Pelaksanaan

Ketuntasan

Pra-Siklus

Siklus I

Siklus II

Siklus III

Tuntas

3 siswa

(18,75)

7 siswa

(43,75%)

12 siswa

(75%)

16 siswa

(100%)

70

Tidak Tuntas

13 siswa

(81,25%)

9 siswa

(56,25%)

4 siswa

(25%)

-

2. Pra-siklus

Berdasarkan hasil pengamatan peniliti, ternyata pembelajaran IPS

pada siswa kelas IV di MI Nurul Huda Krandon Lor 02 Desa Krandon

Lor Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang tahun 2014 hanya

menggunakan metode ceramah tanpa adanya metode lain yang

mendukung (misal: Demonstrasi, CTL). Hal ini menjadi s