Click here to load reader

WALIKOTA BANDAR LAMPUNG PROVINSI LAMPUNG filewalikota bandar lampung provinsi lampung peraturan daerah kota bandar lampung nomor: 02 tahun 2016 tentang penyelenggaraan perlindungan

  • View
    219

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of WALIKOTA BANDAR LAMPUNG PROVINSI LAMPUNG filewalikota bandar lampung provinsi lampung peraturan...

  • WALIKOTA BANDAR LAMPUNG

    PROVINSI LAMPUNG

    PERATURAN DAERAH KOTA BANDAR LAMPUNG

    NOMOR: 02 TAHUN 2016

    TENTANG

    PENYELENGGARAAN PERLINDUNGAN ANAK

    DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

    WALIKOTA BANDAR LAMPUNG

    Menimbang : a. bahwa anak merupakan Amanat dan Karunia TuhanYang Maha Esa yang memiliki hak di dalam dirinyamelekat harkat dan martabat sebagai manusiaseutuhnya, serta merupakan generasi penerus cita-citaperjuangan bangsa yang perlu mendapat kesempatanseluasnya untuk terpenuhi haknya, yakni hak hidup, haktumbuh kembang, hak perlindungan dan hak partsipasiserta menjalankan hidup secara wajar;

    b. bahwa dalam perkembangannya masih banyak anakyang perlu mendapat perlindungan dari berbagaibentuk tndak kekerasan, perlakuan salah, eksploitasidan penelantaran di Daerah sehingga diperlukan upayastrategis untuk memberikan perlindungan terhadapanak;

    c. bahwa perlindungan anak merupakan salah satu urusanwajib pemerintah daerah sebagaimana dimaksud dalamUndang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang

  • Pemerintahan daerah; d. bahwa berdasar pertmbangan sebagaimana dimaksud

    dalam huruf a,b dan c perlu menetapkan PeraturanDaerah tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak;

    Mengingat : 1. Pasal 18 ayat (6) Undang-Undang Dasar NegaraRepublik Indonesia Tahun 1945;

    2. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1959 tentangPenetapan Undang-undang Darurat Nomor 4 Tahun1956 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun1956 Nomor 55) Undang-undang Darurat Nomor 5Tahun 1956 (Lembaran Negara Nomor 1956 Nomor 56)dan Undang-Undang Darurat Nomor 6 Tahun 1956(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1956Nomor 57) tentang Pembentukan Daerah Tingkat IItermasuk Kotapraja dalam lingkungan Daerah Tingkat ISumatera Selatan sebagai Undang-undang (LembaranNegara Republik Indonesia Tahun 1959 Nomor 73,Tambahan Lembaran Negara Republik IndonesiaNomor 1821);

    3. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentangKesejahteraan Anak (Lembaran Negara RepublikIndonesia 1979 Nomor 32, Tambahan LembaranNegara Republik Indonesia 3143);

    4. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 1999 tentangPengesahan ILO Convesion Nomor 105 ConceringTheAbliton Of Forced Labour ( Konvensi ILO mengenaipenghapusan kerja paksa) (Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 1999 Nomor 55, Tambahan LembaranNegara Republik Indonesia Nomor 3834);

    5. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1999 TentangPengesahan ILO Conventon Nomor 138 Konvensi ILOMengenai Usia Minimum untuk Diperbolehkan BekerjaConcering Minimum Age for Admission to EmploymentMengenai Minimum Age For Admision TheEmployment (Lembaran Negara Republik Indonesia

  • Tahun 1999 Nomor 56, Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor 3835);

    6. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentangHak Asasi Manusia ( Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 1999 Nomor 165 Tambahan LembaranNegara Republik Indonesia Nomor 3886);

    7. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2000 tentangPengesahan II Conveton Nomor 182 Convering TheProbiton and Immediate Acton For The EleminatonOf The World Forms Of Child Labore Konvensi Nomor183 Mengenai Pelarangan dan Tindakan SegeraPenghapusan Bentuk Bentuk Pekerjaan TerburukUntuk Anak (Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun 2000 Nomor 30, Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor 3941);

    8. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentangKetenagakerjaan (Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun 2003 Nomor 39, Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia 4279);

    9. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentangSistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan LembaranNegara Republik Indonesia 4301);

    10. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentangPengapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004Nomor 95, Tambahan Lembaran Negara RepublikIndonesia Nomor 4419);

    11. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentangPemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara RepublikIndonesia Nomor 4720);

    12. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentangKesejahteraan Sosial (Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 2009 Nomor 12, Tambahan Lembaran

  • Negara Republik Indonesia Nomor 4967);

    13. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentangPembentukan Peraturan Perundang-Undangan(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara RepublikIndonesia Nomor 5234);

    14. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentangSistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) (LembaranNegaraRepublik Indonesia Tahun 2012 Nomor 153, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5332);

    15. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentangPemerintahan Daerah (Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 2014 Nomor 244, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587)sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 9Tahun 2015 (Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor 5679);

    16. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentangPerlindungan Anak (Lemabaran Negara RepublikIndonesia Tahun 2014 Nomor 297, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5606);

    17. Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 1982tentang Perubahan Batas Wilayah Kotamadya DaerahTingkat II Tanjungkarang-Telukbetung (LembaranNegara Republik Indonesia Tahun 1982 Nomor 6,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor3213);

    18. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1983tentang Perubahan Nama Kotamadya Daerah Tingkat IITanjungkarang-Telukbetung menjadi KotamadyaDaerah Tingkat II Bandar Lampung (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 1983 Nomor 30, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3254);

    19. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007

  • tentang Pembagian Urusan Pemerintahan AntaraPemerintah, Pemerintahan Provinsi, dan PemerintahanKabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor 4737);

    20. Peraturan Pemerintah Nomor 09 Tahun 2008tentang Tata Cara dan Mekanisme Pelayanan TerpaduBagi Saksi/Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang(TPPO) (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun2008 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara REpublikIndonesia Nomor 4818);

    21. Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 1990 tentangPengusahan Konvensi tentang Hak-hak Anak (Conventon onThe Right Of Child) (Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun 2004 Nomor 95, Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor 4419)

    22. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 2002 tentangRencana aksi Nasional Penghapusan Eksploitasi SeksualKomersial Anak (ESKA);

    23. Keputusan Presiden Nomor 88 Tahun 2002 tentangRencana aksi Nasional Penghapusan Perdagangan(Trafficking) Perempuan dan Anak;

    24. Peraturan Presiden Nomor 69 Tahun 2008 tentangGugus Tugas Pencegahan dan Penanganan TindakPidana Perdagangan Orang (TPPO);

    25. Peraturan Walikota Bandar Lampung tentangTindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan ESKA(Eksploitasi Seks Komersial Anak);

    26. Peraturan Daerah Kota Bandar Lampung Nomor 01Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan Daerah KotaBandar Lampung;

    27. Peraturan Daerah Kota Bandar Lampung Nomor 03Tahun 2010 tentang Pembinaan Anak Jalanan,Gelandangan dan Pengemis;

  • Dengan Persetujuan Bersama

    DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA BANDAR LAMPUNG

    DAN

    WALIKOTA BANDAR LAMPUNG

    MEMUTUSKAN:

    Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG PENYELENGGARAAPERLINDUNGAN ANAK.

    BAB I

    KETENTUAN UMUM

    Pasal 1

    Dalam Peraturan Daerah ini, yang dimaksud dengan:

    1. Daerah adalah Kota Bandar Lampung.

    2. Pemerintah Daerah adalah Walikota dan Satuan kerja perangkat daerahsebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah Kota BandarLampung.

    3. Walikota adalah Walikota Bandar Lampung.

    4. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah selanjutnya disingkat DPRD adalahDewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bandar Lampung sebagai unsurpenyelenggara pemerintahan daerah.

    5. Satuan kerja perangkat Daerah kota adalah unsur pembantu Walikotadalam penyelenggaraan pemerintahan daerah yang terdiri dari SekretariatDaerah, Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Dinas Daerah,Lembaga Teknis Daerah, Kecamatan, dan Kelurahan.

  • 6. Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun,termasuk anak yang masih dalam kandungan.

    7. Hak anak adalah bagian dari hak asasi manusia yang wajib dijamin,dilindungi, dan dipenuhi oleh orang tua, keluarga, masyarakat, pemerintahdan Negara.

    8. Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami-isteri, suami-isteri dan anaknya, atau ayah dan anaknya, atau ibu dananaknya, atau keluarga sedarah dalam garis lurus ke atas atau ke bawahsampai dengan derajat ketga.

    9. Orang tua adalah ayah dan/atau ibu kandung, atau ayah dan/atau ibu tri,atau ayah dan/atau ibu angkat.

    10. Wali adalah orang tua atau badan yang dalam kenyataannya menjalankankekuasaan asuh sebagai orang tua terhadap anak.

    11. Anak terlantar adalah anak yang tdak terpenuhi kebutuhannya secarawajar, baik fsik, mental, spiritual maupun sosial.

    12. Anak jalanan adalah anak yang kehidupannya tdak teratur denganmenghabiskan sebagian besar waktunya di luar rumah untuk mencarinafah di jalanan atau di tempat umum.

    13. Anak dengan kecacatan/disabilitas adala