Makna & Arti Sila Keempat Pancasila

  • View
    177

  • Download
    11

Embed Size (px)

Text of Makna & Arti Sila Keempat Pancasila

1. MAKNA FILOSOFIS KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN / PERWAKILAN M. AGUS WIDIYANTO & SUGENG ARIEF WIDODO 2. PENDAHULUAN Abad ke duapuluh adalah zaman ideologi-ideologi. Kemenangan Jepang atas Rusia tahun 1905 membuktikan sebuah kemenangan bangsa Asia terhadap bangsa Eropa. Tumbuh subur nasionalisme di Negara-negara Asia termasuk Indonesia, bukan sekedar gerakan politik anti imperialism tetapi juga menumbuhkan harga diri bangsa pribumi untuk kembali kepada kebudayaan dan tradisi yang dimiliki. Akhir perang dunia kedua, dunia terbelah menjadi dua ideologi dominan, yaitu komunisme dan kapitalisme 3. Nasikun : Pancasila sesungguhnya memiliki akar dalam pertumbuhan gerakan nasionalisme Indonesia . Notonagoro : causa materialis dari Pancasila adalah kebiasaaan, kebudayaan dan agama- agama yang ada di nusantara. Daoed Joesoef : Pancasila adalah gagasan vital karena dengan gagasan itu manusia menjalankan dan mengatur hidupnya. Tidak ada satupun sistem yang tidak memiliki persamaan dengan sistem nilai yang lain. PENDAHULUAN 4. PERUMUSAN PANCASILA Sidang BPUPKI 29 Mei 1945 sampai 1 Juni 1945, dengan agenda Dasar Negara, Undang-Undang Dasar serta masalah lain yang berhubungan dengan ketatanegaraan. 5. Pidato Muhammad Yamin 29 Mei 1945 1) Peri Kebangsaan, 2) Peri Kemanusiaan, 3) Peri Ketuhanan, 4) Peri Kerakyatan, 5) Kesejahteraan Rakyat. 6. Tiap-tiap negara mempunyai keistimewaan sendiri-sendiri berhubung dengan riwayat dan corak masyarakatnya. Politik pembangunan negara Indonesia harus disesuaikan dengan social Structure. Menyatakan bahwa aliran pikiran nasionalis-sosialis yang diartikannya sebagai prinsip persatuan diantara pimpinan dan rakyat serta prinsip persatuan dalam negara seluruhnya, diliputi oleh semangat gotong royong dan prinsip persatuan negara seluruhnya, diliputi oleh semangat gotong royong, semangat kekeluargaan yang cocok dengan aliran pemikiran ketimuran dan kebudayaan Indonesia Pidato Supomo 29 Mei 1945 7. PIDATO SUKARNO 1 JUNI 1945 8. Isi Pidato Sukarno 1 Juni 1945 Mengartikan dasar Negara Indonesia merdeka sebagai Philosophische gronslag, yaitu fundamen, filsafat, pikiran yang sedalam-dalamnya bagi berdirinya Negara Indonesia. Sukarno mengajukan tiga alternative, I. Pancasila terdiri atas Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau peri kemanusiaan, mufakat atau meritokrasi, Kesejahteraan social, dan Ketuhanan. II. Trisila yang terdiri atas Socio-nationalisme (diperas dari sila kebangsaan dan perikemanusiaan), Socio- democratie (diperas dari sila demokrasi dengan kesejahteraan social), dan Ketuhanan. III. Jika Pancasila diperas manjadi satu menjadi ekasila yaitu GOTONG ROYONG 9. MUATAN SILA KEEMPAT (menurut Muhammad Yamin) kerakyatan, kebijaksanaan, permusyawaratan mufakat, Perwakilan. 10. 1. Permusyawaratan 1) Karena dengan dasar permusyawaratan itu manusia memperhalus perjuangan dan pekerjaan di atas jalan ke- Tuhanan dengan membuka fikiran dalam permusyawaratan sesama manusia. 2) Negara tidak di- pikulkan kepada pemikiran seseorang, melainkan dipikul oleh segala golongan. Ibarat sebuah tubuh/badan, bahwa salah satu anggota badan mengerjakan kewajiban atas pemufakatan yang menimbulkan perlainan atas perbedaan kerja, tetapi semua untuk kesempurnaan seluruh tubuh/badan. 3) Permusyawaratan mengecilkan dan menghilangkan kekhilafan pendirian atau kelakuan orang-seorang. Bagi Yamin permusyawaratan membawa Negara kepada tindakan- tindakan dan menghilangkan segala kesesatan 11. 2. Perwakilan. Adanya lembaga perwakilan. peradaban Indonesia sudah lama termuat semangat permusyawaratan dan perwakilan di bawah bimbingan hikmah kebijaksanaan. Perlu menyingkirkan despotime dan feodalisme, penyakit yang menghinggapi peradaban Indonesia. Negara Indonesia harus dilaksanakan berdasar pikiran logis dan menigggalkan irasionalisme dan prelogisme Arti demokrasi menurut Yamin adalah Negara yang tidak menghendaki kekuasaan feodalisme dan Negara berdasar kelompok (Negara kelas). 12. 3. Kebijaksanaan. Hikmah kebjaksanaan ini adalah rasionalisme yang sehat, terlepas dari anarchie, liberalisme dan semangat penjajahan. Yamin menolak pemikiran Plato dengan Respublica-nya, aristoteles dengan Politea-nya dan Thomas Moore dengan Utopia-nya. Negara Republik Indonesia ialah suatu Negara kebangsaan (etat national) yang merdeka dan berdaulat penuh. 13. KONSEP KENEGARAAN M. YAMIN 1. Negara Rakyat Indonesia menolak segala tata Negara atau bagian-bagiannya yang melanggar dasar permusyawaratan, perwakilan dan pikiran. 2. Negara Indonesia menolak faham : Federalism (persekutuan). Feodalisme (susunan lama). Monarkhi (kepala Negara berketurunan). Liberalism. Autokrasi dan birokrasi Demokrasi barat. 3. Negara Rakyat Indonesia menolak segala dasar penjajahan dan segala sisa-sisa berasal zaman penjajahan Portugis, Inggris, Amerika dan Belanda yang semata-mata dibentuk untuk menguatkan penjajahan kerajaan Belanda atau peradaban Barat. 4. Negara Rakyat Indonesia menolak faham pemerintahan ibtbdadi seperti pemerintahan Firaun dan Namrud, menolak faham Khilaah yaitu kekuasaan kerakyatan atas golongan yang berilmu dan berhikmat, dan menolak faham filsafatiyah yaitu pemerintahan kekuasaan cerdik pandai atas rakyat jelata. 5. Negara Indonesia menolak segala dasar penjajahan kolonialisme sebagai dasar pembentukan Negara. 6. Negara Rakyat Indonesia menolak segala tindakan yang akan mengecewakan kedaulatan Negara dengan menjalankan kebonekaan. 14. DEMOKRATISASI EKONOMI DAN EKONOMI KERAKYATAN Prinsip-prinsip ajaran Bung Karno, yaitu : 1) egalitarianism, 2) Anti kapitalisme dan imperialism, 3) Akses seluas-luasnya bagi rakyat dalam aktivitas ekonomi. 15. Ekonomi pancasila yang dirumuskan oleh Mubyarto (1997) : 1) Roda kegiatan ekonomi digerakkan oleh rangsangan ekonomi, social dan moral. 2) Masyarakat berkehendak kuat mewujudkan kemerataan social, 3) Nasionalisme ekonomi, 4) Demokrasi ekonomi. 5) Keseimbangan antara perencanaan nasional dan otonomi daerah. . 16. Ekonomi kerakyatan (Penjelasan Pasal 33 UUD 1945) "Dalam Pasal 33 tercantum dasar demokrasi ekonomi, produksi dikerjakan oleh semua, untuk semua, di bawah pimpinan atau penilikan anggota- anggota masyarakat. Kemakmuran masyarakatlah yang diutamakan, bukan kemakmuran orang- seorang. Sebab itu, perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Bangun perusahaan yang sesuai dengan itu ialah koperasi" 17. REVRISOND BASWIR : Ekonomi kerakyatan sesungguhnya hanyalah nama lain dari demokrasi ekonomi sebagaimana dikemukakan oleh penjelasan Pasal 33 UUD 1945 18. Agenda-agenda ekonomi kerakyatan Pada sektor fiskal, melakukan pembagian pendapatan (revenue sharing) antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Pada sektor perbankan, penyelenggaraan sistem perbankan regional (regional banking system), yaitu sebagai pengganti sistem perbankan yang tersentralisasi (centralized banking system). Pada pembuatan utang luar negeri, ia dapat diterjemahkan melalui penyelenggaraan referendum terhadap setiap rencana proyek pembangunan yang hendak dibiayai dengan utang luar negeri. Dan lain-lain 19. Komitmen ekonomi kerakyatan terhadap penguatan ekonomi rakyat Pelaksanaan demokratisasi modal atau demokratisasi penguasaan faktor-faktor produksi. Yang mencakup : Modal material (material capital), Modal intelektual (intelectual capital), Modal institusional (institusion capital). 20. Program demokratisasi modal material Program land reform pada sektor pertanian, Program kepemilikan saham oleh karyawan (employee stock ownership program) pada sektor dunia usaha, Dan lain-lain. 21. Program Demokratisasi modal intelektual Dengan melaksanakan program wajib belajar pada sektor pendidikan. Beasiswa bagi anak berprestasi dari keluarga yang tidak mampu. Dan lain-lain. 22. Program demokratisasi modal institusional Melindungi hak petani, Melindungi buruh, Melindungi nelayan, Melindungi kaum miskin kota, Untuk berserikat, berkumpul, dan menyatakan pendapat secara bebas. 23. Ketetapan MPR No. IV/1999 Konsep ekonomi kerakyatan sudah sangat jelas. Persoalannya, justru terletak pada berlangsungnya pembangkangan sistematis terhadap dokumen-dokumen negara serta terhadap lembaga-lembaga negara yang menghasilkan dokumen-dokumen tersebut. Di balik pembangkangan itu tentu ber - semayam berbagai kepentingan kelompok dan pribadi yang sangat banyak ragamnya. 24. TIKUNGAN DENG & GORBY 25. Pengujung dekade 1980-an adalah periode penting bagi siapa saja yang tertarik belajar politik, terutama dalam kerangka bagaimana menimbang sebuah kebijakan politik dalam horison jangka panjang, tidak sekadar on the spot. Uni Soviet dan Cina. Sama-sama negara komunis tapi mengambil jalan yang berbeda. 26. DENG XIAOPING Dasawarsa perekonomian Cina menanjak pesat. Membuka perekonomian Cina sehingga bisa berkembang, namun ia tetap mengunci rapat- rapat laci politiknya. Deng gagal mendapat simpati dunia, Tragedi Tiananmen 1989 jadi pembeda. Usaha reformasi ekonomi sambil tetap mengontrol ketat politik, meski tak populer di mata warga dunia, telah mengantarkan Cina menjadi negara adidaya di abad ini. 27. MIKHAIL GORBACHEV Perestroika dan Glasnost , Soviet mereformasi baik politik maupun perekonomiannya. Hasilnya Uni Soviet bubar, menjadi belasan negara merdeka. Tak ada lagi negeri tirai besi. Banyak dipuja-puji, terutama di negeri-negeri Barat dengan mendapat hadiah NOBEL PERDAMAIAN. Gagal mengangkat Soviet yang sedang terpuruk. Reformasi politik dan ekonominya tidak mendatangkan hasil yang diharapkan. Sebagai pemimpin, di negerinya sendiri ia dianggap sebagai pecundang yang tak berwibawa. 28. PELAJARAN BAGI INDONESIA Kebanyakan rakyat pasti lebih memilih tikungan Gorby daripada Deng. Meski memilih tikungan Gorby, mereka selalu ingin mendapatkan hasil yang diperoleh tikungannya Deng. 29. KESIMPULAN Analisa terhadap Pancasila berdasar masalah-masalah kontekstual