9
DISKURSUS ISLAM POLITIK DAN SPIRITUAL 30 Oktober 2004 Hafidz Abdurrahman Disampaikan dalam Bedah Buku Diskursus Islam Politik dan Spiritual

61. diskursus islam politik Spiritual

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: 61. diskursus islam politik Spiritual

DISKURSUS ISLAM POLITIKDAN SPIRITUAL

30 Oktober 2004

Hafidz Abdurrahman

Disampaikan dalam Bedah BukuDiskursus Islam Politik dan Spiritual

Page 2: 61. diskursus islam politik Spiritual

IMANUSIA DAN AGAMA

30 Oktober 2004

Ruh = Jiwa

Jisim = Raga

Gerak dan Aktivitas

Jasmani = Penampakan

Fisik

Rohani ?

?

* ]اإلسراء: -يًال -ال َق/ِل - ِإ 4ِم 4ِع-ِل 9ِم4 ِم-َن/ اْل -يُت 9وِت @ي و/ِم/ا ُأ ِّب ِم4ر- َر// وُح9 ِم-َن4 ُأ Dوُح- َق9ِل- اْلر Dَك/ َع/َن- اْلر/ 9وَن /ْل َأ /ْس4 [85و/َي

Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: "Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit". (Q.s. Al-Isra’:

85)

Page 3: 61. diskursus islam politik Spiritual

30 Oktober 2004

Potensi Kehidupan Manusia

Kebutuhan Jasmani

Naluri (Gharîzah)

Realitas (Fakta)

Akal (Reason)

Penginderaan

Otak

Informasi Awal

Makan-Minum

Istirahat-Tidur

Jalan-Duduk, dll.

Survival

Sexual

Religius

Dorongan Bertindak

Kecenderungan (Muyul)

Mafhûm

Nafsu (Nafsiyya

h)

Akal (Aqliyyah

)

Page 4: 61. diskursus islam politik Spiritual

Aqliyyah Cara

Berfikir

30 Oktober 2004

Kepribadian Manusia

Kebutuhan Jasmani

Naluri (Gharîzah)

Realitas (Fakta)

Akal (Reason)

Penginderaan

Otak

Informasi Awal

Makan-Minum

Istirahat-Tidur

Jalan-Duduk, dll.

Survival

Sexual

Religius

Dorongan Bertindak

Kecenderungan (Muyul)

Realitas (Fakta)

Pemikiran

Benda (Asyya’)

Perbuatan (Af’al)

Kaidah Berfikir

Nafsiyyah Cara

Meng-atur Nafsu

Tingkah Laku

Mafhûm

Page 5: 61. diskursus islam politik Spiritual

Aqliyyah Islam

30 Oktober 2004

Benda (Asyya’)

Perbuatan (Af’al)

Nafsiyyah Islam

Tingkah LakuKepribadian

Islam

Kebutuhan Jasmani

Naluri (Gharîzah)

Realitas (Fakta)

Akal (Reason)

Penginderaan

Otak

Informasi Awal

Makan-Minum

Istirahat-Tidur

Jalan-Duduk, dll.

Survival

Sexual

Religius

Dorongan Bertindak

Kecenderungan (Muyul)

Mafhûm

Realitas (Fakta)

Pemikiran

Mafhûm

Kaidah Berfikir Akidah Islam

Page 6: 61. diskursus islam politik Spiritual

Aqliyyah Islam

30 Oktober 2004

Split Personality

Kebutuhan Jasmani

Naluri (Gharîzah)

Realitas (Fakta)

Akal (Reason)

Penginderaan

Otak

Informasi Awal

Makan-Minum

Istirahat-Tidur

Jalan-Duduk, dll.

Survival

Sexual

Religius

Dorongan Bertindak

Kecenderungan (Muyul)

Mafhûm

Realitas (Fakta)

Pemikiran

Benda (Asyya’)

Perbuatan (Af’al)

Nafsiyyah Kapitalis Sosialis

Tingkah Laku

Kaidah Berfikir Akidah Islam

Kapitalisme Sosialisme

Page 7: 61. diskursus islam politik Spiritual

Aqliyyah Islam

30 Oktober 2004

Nafsiyyah Islam

Tingkah LakuCacat

Tingkahlaku

Kebutuhan Jasmani

Naluri (Gharîzah)

Realitas (Fakta)

Akal (Reason)

Penginderaan

Otak

Informasi Awal

Makan-Minum

Istirahat-Tidur

Jalan-Duduk, dll.

Survival

Sexual

Religius

Dorongan Bertindak

Kecenderungan (Muyul)

Mafhûm

Realitas (Fakta)

Pemikiran

Benda (Asyya’)

Perbuatan (Af’al)

Mafhûm

Kaidah Berfikir Akidah Islam

Tidak Tahu

Mafhum-Akidah

TerlepasLengah

Page 8: 61. diskursus islam politik Spiritual

30 Oktober 2004

Aqliyyah Islam

Nafsiyyah Islam

Tingkah LakuCara

Meningkatkan

Kepribadian

Kebutuhan Jasmani

Naluri (Gharîzah)

Realitas (Fakta)

Akal (Reason)

Penginderaan

Otak

Informasi Awal

Makan-Minum

Istirahat-Tidur

Jalan-Duduk, dll.

Survival

Sexual

Religius

Dorongan Bertindak

Kecenderungan (Muyul)

Mafhûm

Realitas (Fakta)

Pemikiran

Benda (Asyya’)

Perbuatan (Af’al)

Mafhûm

Kaidah Berfikir Akidah Islam

Belajar Islam

Memahami Islam

Meyakini Islam

Mengamal-kan Islam

Page 9: 61. diskursus islam politik Spiritual

Cara Melakuka

n Perbuata

n

Tujuan (Qimah ‘Amal)

Kaidah (Qa’idah ‘Amal)

MaterialMotivasi (Quwwah

Amal)

Emosional

Spiritual

Materi

Kemanusiaan

Akhlak

Dinalar

Ada Tujuan

Disertai Iman

Spiritual

Tergambar

Bisa DiwujudkanAda Sarana

Serius Beramal

Serius Berfikir

30 Oktober 2004