Akm ch 17 obligasi

  • View
    543

  • Download
    9

Embed Size (px)

DESCRIPTION

OBLIGASI

Transcript

  • 1. INVESTASI OBLIGASI

2. Klasifikasi Investasi Obligasi Klasifikasi investasi dalam Obligasi berdasarkan IFRS lama Held To Maturity: investasi yg akan dimiliki sampai jatuh tempo. Jenis investasi ini khusus obligasi Available For Sale: investasi yang tidak akan dimiliki sampai jatuh tempo, tetapi juga tidak akan dijual dalam jangka waktu singkat Trading: investasi dimiliki untuk dijual dalam jangka waktu singkat 3. Perlakuan Akuntansi untuk Investasi Obligasi HTM: dinyatakan di neraca sebesar nilai buku. Premi dan diskonto diamortisasi menggunakan garis lurus AFS: dinyatakan di neraca sebesar harga pasar. Jika ada selisih antara nilai buku dgn harga pasar, maka selisih dicatat dengan jurnal penyesuaian. Trading: dinyatakan di neraca sebesar harga pasar. Premi dan diskonto biasanya tidak perlu diamortisasi karena jangka waktu sangat pendek. 4. Klasifikasi Investasi Obligasi Klasifikasi investasi obligasi berdasarkan IFRS baru: Held for collection: obligasi dibeli dengan tujuan untuk mendapatkan kas sesuai dengan kontrak obligasi Trading (not-held-for-collection): obligasi dibeli dengan tujuan untuk dijual kembali dalam jangka pendek 5. Perlakuan Akuntansi untuk Investasi Obligasi IFRS Baru HFC: dinyatakan di neraca sebesar nilai buku. Premi dan diskonto diamortisasi menggunakan garis lurus Trading: dinyatakan di neraca sebesar harga pasar. Jika ada selisih antara nilai buku dgn harga pasar, maka selisih dicatat dengan jurnal penyesuaian. 6. Rules Pada saat pembelian, investasi obligasi dicatat sebesar harga perolehannya Selisih antara kas yang terima (harga jual) dengan nilai nominal merupakan premium atau diskonto Amortisasi diskonto/premium dibebankan pada rekening biaya bunga Amortisasi diskonto/premium dengan menggunakan metode bunga efektif 7. Harga Obligasi Harga obligasi dapat lebih besar, lebih kecil atau sama dengan nilai nominal. Hal ini ditentukan oleh suku bunga efektif dan suku bunga nominal. Jika SBN = SBE..HO = NN Jika SBN > SBE..HO > NN Jika SBN < SBE..HO < NN Selisih antara HO dengan NN disebut premium (agio) atau diskonto (disagio). Premium (agio) terjadi jika HO > NN Diskonto (disagio) terjadijika HO < NN 8. Cara Menghitung Harga Obligasi Komponen yang terkait: a. Suku bunga nominal (suku bunga obligasi) b. Suku bunga efektif c. Nilai Nominal d. Periode obligasi Harga obligasi merupakan nilai tunai (present value) dari bunga yang akan diterima selama jangka waktu obligasi ditambah dengan nilai tunai dari nilai nominal pada saat jatuh tempo. 9. Contoh PT ABA membeli obligasi HFC tanggal 1 Januari 2005, dengan nilai nominal 1 juta. Suku bunga obligasi 12 %, dan dibayar setiap 31 Desember. Obligasi jatuh tempo 31 Desember 2009. Suku bunga efektif 9%. 10. Contoh PT ABA membeli obligasi HFC tanggal 1 Januari 2005, dengan nilai nominal 1 juta. Suku bunga obligasi 12 %, dan dibayar setiap 31 Desember. Obligasi jatuh tempo 31 Desember 2009. Suku bunga efektif 9%. Harga obligasi: 12% x 1 juta + 12%x1 juta + 12%x 1 juta + (1+0.09)1 (1+0.09)2 (1+0.09)3 12%x 1 juta + 12%x 1 juta + 1 juta (1+0.09)4 (1+0.09)5 (1+0.09)5 = 1.116.689 11. Amortisasi Premi Tanggal Kas diterima (SBO x NN) Pdpt Bunga (SBE x NB) Amortisasi Nilai Buku 1/1/2005 1,116,689 31/12/2005 120,000 100,502 19,498 1,097,191 31/12/2006 120,000 98,747 21,253 1,075,938 31/12/2007 120,000 96,834 23,166 1,052,773 31/12/2008 120,000 94,750 25,250 1,027,522 31/12/2009 120,000 92,478 27,522 1,000,000 12. Held For Collection Investasi obligasi HFC 1.116.689 Kas 1.116.689 Penerimaan bunga: Kas 120.000 Pendapatan bunga 100.502 Investasi Obli 19.498 13. Pelunasan Obligasi Catat dulu, pendapatan bunga dan amortisasi premi Catat penerimaan pelunasan obligasi Kas 1.000.000 Investasi Obligasi 1.000.000 14. Penjualan Investasi HFC Sebelum Jatuh Tempo Jika investasi dijual sebelum jatuh tempo, maka akan dicatat untung/rugi penjualan investasi Untung/rugi penjualan investasi diperoleh dengan membandingkan antara nilai buku dengan harga jual. Jika harga jual > nilai buku, maka untung Jika harga jual < nilai buku, maka rugi 15. Contoh Investasi dijual 1 Januari 2007 dengan harga Rp 1.050.000 Nilai buku 1 Januari 2007 Rp 1.075.938 Maka muncul kerugian penjualan sebesar Rp 25.938 16. Investasi Trading Jurnal pembelian, penerimaan bunga dan amortisasi premi sama. Hanya dalam Trading, jika harga pasar pada akhir tahun tidak sama dengan nilai buku, maka perlu penyesuaian. 17. Jurnal Penyesuaian Contoh, harga pasar 31 Desember 2005 sebesar Rp1.105.000 Jurnal Penyesuaian: Penyesuaian ke hrg psr 7.809 Keunt. yg blm terealisasi-laba rugi 7.809 18. Neraca Investasi Trading 1.097.191 Penyesuaian ke nilai pasar 7.809 Nilai investasi 1.105.000 19. Jurnal penjualan Trading 2 Jan 2006 dijual dengan harga 1.105.000 Kas 1.105.000 Investasi Trading 1.097.191 Keunt. Penj. Inv 7.809 20. Jurnal penyesuaian Asumsikan investasi masih dimiliki oleh perusahaan (belum dijual), dan diketahui nilai pasar obligasi pada akhir tahun 2006 adalah 1.070.000. Buatlah jurnal penyesuaian untuk menyesuaiakan nilai buku ke nilai pasar. 21. LATIHAN PT X membeli obligasi dengan nilai nominal Rp 120 juta pada tanggal 1 Januari 2011. Tingkat suku bunga obligasi 8% per tahun dibayarkan setiap tanggal 1 Januari dan 1 Juli. Obligasi tersebut akan jatuh tempo dalam tiga tahun ke depan. Tingkat bunga efektif yang diinginkan oleh investor adalah 6%. Obligasi tersebut diklasifikasikan sebagai Held for collection dan perusahaan menyatakan nilai investasinya sebesar amortized cost. Tentukan harga jual obligasi tersebut. Buatlah jurnal untuk pembelian obligasi tersebut! Buat tabel amortisasi dengan metode bunga efektif beserta jurnal yang diperlukan pada tahun 2011 Buat jurnal jika pada 1 Januari 2013, investasi tersebut dijual dengan harga Rp 110 juta. 22. LATIHAN lanjutan Gunakan data dari soal sebelumnya, tetapi perusahaan mengklasifikasi invstasi tersebut sebagai trading. Diketahui harga pasar akhir tahun 2011 adalah Rp 115.000.000, dan akhir tahun 2012 adalah Rp 112.500.000. Buat jurnal penyesuaian untuk menyesuaikan nilai buku ke nilai pasar obligasi.