Click here to load reader

Analisis Instruksional

  • View
    249

  • Download
    3

Embed Size (px)

Text of Analisis Instruksional

1. 1 Desain Pembelajaran Matematika MELAKUKAN ANALISIS INSTRUKSIONAL Dosen : Dr. Izwita Dewi, M.Pd. Oleh KELOMPOK IV 1. EFRIDAYANI 8146172016 2. LILIS 8146172038 3. NAILUL HIMMI HASIBUAN 8146172050 4. RUMINDA HUTAGALUNG 8146172061 5. SAIFUL 8146172062 PROGRAM PASCASARJANA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN (UNIMED) 2015 2. 2 DAFTAR ISI DAFTAR ISI........................................................................................................i BAB I PENDAHULUAN .................................................................................1 A. Latar Belakang.................................................................................1 B. Rumusan Masalah............................................................................2 C. Tujuan Pembahasan.........................................................................2 BAB II PEMBAHASAN.................................................................................4 A. Pengertian Analisis Instruksional ...................................................4 B. Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Melaksanakan Analisis Instruksional.....................................................................5 C. Struktur Kompetensi.........................................................................8 D. Langkah Langkah Melaksanakan Analisis Instruksional..........17 BAB III PENUTUP............................................................................................21 A. Kesimpulan..........................................................................................21 B. Saran ..................................................................................................21 Daftar Pustaka ....................................................................................................22 3. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Proses merumuskan tujuan instruksional umum (TIU) yang telah dibahas sebelumnya telah menghasilkan rumusan TIU. Tidak sedikit pengembangan instruksional termasuk pengajar melompat dari TIU ke penulisan tujuan instruksional khusus (TIK), tes, atau isi pelajaran, tanpa melalui analisis instruksional, sehingga menghasilkan kegiatan instruksional yang tidak sistematik. Implikasi proses pengembangan instruksional yang melompat seperti itu antara lain adalah : 1. Daftar TIK yang telah disusun tidak konsisten dengan TIUnya. Daftar TIK tersebut mungkin tidak lengkap atau berlebihan. Di samping itu, kemampuan yang ada dalam setiap TIK belum tentu mengacu kepada kemampuan yang terdapat dalam TIU. 2. Materi tes tidak terperinci karena hanya meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang bersifat umum atau akhir. Kemajuan mahasiswa di tenah proses belajar tidak dapat diukur dengan teliti sehingga pengajar tidak dapat memberikan pengajaran remedial yang tepat bagi mahasiswa yang sebenarnnya masih ketinggalan atau pemberian bahan pengayaan bagi mahasiswa yang telah lebih dahulu maju. 3. Urutan isi pelajaran kurang sistematik. 4. Titik berangkat materi pelajaran tidak sesuai dengan kemampuan awal mahasiswa. 5. Cara penyajiannya tidak sesuai dengan karakteristik mahasiswa. Pada makalah ini akan dibahas konsep dan prosedur menjabarkan kompetensi yang ada dalam TIU menjadi subkompetensi, kompetensi dasar, atau kompetensi khusus yang lebih kecil dan mengidentifikasi hubungan antara subkompetensi yang satu dengan sub kompetensi yang lain. Prosedur penjabaran inilah yang disebut analisis instruksional. 4. 2 Keterampilan melakukan analisis instruksional ini sangat penting artinya bagi kegiatan instruksional, karena pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus diberikan lebih dahulu dari yang lain dapat ditentukan hasil analisis instruksional. Dengan demikian, pengajar jelas melihat arah kegiatan instruksionalnya secara bertahap menuju pencapaian TIU. Ini berarti pengajar terhindar dari pemberian isi pelajaran yang tidak relevan dengan TIU.Hasil analisis instruksional ini dikaitkan dengan hasil kegiatan mengidentifikasi perilaku dan karakteristik awal mahasiswa.Atas dasar keduannya, pengembangan instruksional dapat menyusun tujuan instruksional khusus (TIK) yang relevan dengan TIU. Sistem instruksional yang siap pakai adalah hasil yang diinginkan dalam hal mendesaian sistem intruksional. Dalam mencapai sistem instruksional yang siap pakai tidaklah semudah menentukan tujuan perjalanan. Kita mengetahui bahwa pendidikan itu mempunyai tujuan yang pasti, hanya tidak semua orang dapat merumuskan dengan jelas tujuan apa yang ingin dicapainya dengan pendidikan yang direalisasikannya. Tujuan instruksional idealnya diperoleh dari proses pengkajian / penelususan kebutuhan (Need Assessment) yang menetapkan secara luas indikasi-indikasi permasalahan yang harus dipecahkan. B. Rumusan Masalah Berangkat dari latar belakang di atas, maka yang menjadi masalah dalam makalah ini adalah : 1. Apakah pengertian dari Analisis Instruksional? 2. Hal-hal apakah yang harus diperhatikan dalam melaksanakan analisis instruksional? 3. Bagaimana susunan struktur kompetensi? 4. Langkah-langkah apakah yang digunakan dalam melakukan analisis instruksional? 5. 3 C. Tujuan Pembahasan Berdasarkan perumusan masalah diatas maka pembahasan ini bertujuan untuk mengetahui: 1. Pengertian Analisis Instruksional. 2. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam melaksanakan analisis instruksional. 3. Strukur Kompetensi. 4. Langkah-langkah yang digunakan dalam melakukan analisis instruksional. 6. 4 BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Analisis Instruksional Analisis instruksional (Dick and Carey 2005) adalah sebagai tahapan proses yang merupakan keseluruhan dari pemaparan bagaimana perancang (desainer) menentukan komponen utama dari tujuan instruksional melalui kegunaan analisis tujuan (goal analysis), dan bagaimana setiap langkah dalam tujuan tersebut dapat dianalisis untuk mengidentifikasi keterampilan subordinate atau keterampilan prasyarat. Analisis instruksional sebagai perangkat (satu set) prosedur yang ketika dipublikasikan ketujuan instruksional, menghasilkan pengindentifikasian langkah- langkah yang sesuai untuk melaksanakan tujuan dan keterampilan subordinate bagi sibelajar dalam rangka mencapai tujuan. Suparman (2012:157) lebih cenderung mengartikan analisis instruksional sebagai proses yang menjabarkan perilaku/kompetensi umum menjadi sub kompetensi, kompetensi dasar, atau perilaku/kompetensi khusus yang tersusun secara logis dan sistematis. Kegiatan penjabaran tersebut dimaksudkan untuk mengidentifikasi perilaku-perilaku khusus yang dapat menggambarkan perilaku umum secara terperinci. Yang dimaksud perilaku khusus tersusun secara logis dan sistematis adalah tahapan apa yang seharusnya dilakukan terlebih dahulu ditinjau dari berbagai alasan seperti karena kedudukannya sebagai perilaku prasyarat, prilaku yang menurut urutan fisik berlangsung lebih dahulu, perilaku yang menurut proses psikologi muncul lebih dahulu atau kronologis terjadi lebih awal. Dari beberapa definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa analisis instruksional adalah suatu prosedur dalam mengidentifikasi kompetensi yang harus dikuasai siswa dengan menjabarkan perilaku umum menjadi perilaku khusus yang tersusun secara logis dan sistematis untuk mencapai tujuan instruksional. Dengan melakukan analisis instruksional akan tergambar susunan perilaku khusus dari yang paling awal sampai yang paling akhir. Baik jumlah maupun susunan perilaku tersebut akan memberikan keyakinan kepada pengajar bahwa 7. 5 perilaku umum yang tercantum dalam TIU dapat dicapai secara efektif dan efisien. Dengan perkataan lain, melalui tahap perilaku perilaku khusus tertentu akan mencapai perilaku umum. Perilaku khusus yang telah tersusun secara sistematik menjuju perilaku umum itu laksana jalan yang singkat yang harus dilalui untuk mencapai tujuannya dengan baik. Dengan memperhatikan uraian tersebut di atas, dapat dikemukakan kegunaan analisis instruksional sebagai berikut: a. Membantu bantu para guru/pendidik maupun penyusun disain instruksional untuk mengorganisir tugas-tugas pokok dalam hubungannya dengan sub tugas yang harus dipelajari siswa. Pengorganisasiannya adalah sedemikian, sehingga merupakan urutan logis sesuai dengan keadaan sebenarnya manakala tugas tersebut dilaksanakan. Proses ini akan memberikan gambaran yang jelas bagi siswa mengenai yang diharapkan dapat dikerjakan setelah selesai mengikuti suatu pelajaran. b. Membantu para guru di dalam menganalisis tingkah laku (behavior) berkenaan dengan masing-masing tugas pokok maupun subtugas. Dengan cara demikian, semua pengetahuan dan ketrampilan yang diperlukan untuk melaksanakan setiap tugas pokok dapat diidentifikasikan. c. Membantu para penyusun disain instruksional dan para guru/pendidik untuk memperkirakan waktu yang diperlukan untuk belajar, sehingga siswa dapat melaksanakan suatu tugas dengan baik. Analisis instruksional penting untuk dilaksanakan. Hal tersebut dikarenakan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus diberikan lebih dahulu dari yang lain dapat ditentukan dari hasil analisis instruksional; arah kegiatan instruksional jelas terlihat secara bertahap menuju pencapaian TIU; dan terhindar dari pemberian isi pelajaran yang tidak relevan dengan TIU (Nugroho, 2011). Sedangkan menurut Kamas (2011), analisis intruksional dilaksanakan apabila TIK tidak konsisten dengan TIU, materi tes kurang terinci (tdk ada pengukuran tengah proses pembelajaran), urutan isi pelajaran kurang sistematis, 8. 6 titik awal pelajaran kurang sesuai dengan kemampuan awal siswa, dan penyajian guru tidak sesuai karakteristik siswa. Selain itu, dengan melakukan analisis instruksional, akan tergambar susunan perilaku khusus dari yang paling awal sampai yang paling akhir. Baik jumlah maupun susunan perilaku tersebut akan memberikan keyakinan kepada pengajar bahwa perilaku umum yang tercantum dalam TIU dapat dicapai secara efisien dan efektif. Melalui tahap perilaku khusus, pembelajar akan mencapai perilaku umum (Hernawan dkk, 2006). B.