Click here to load reader

laporan rangkaian loop terbuka dam loop tertutup

  • View
    1.884

  • Download
    10

Embed Size (px)

DESCRIPTION

laporan rangkaian loop terbuka dam loop tertutup yang berisi tentang grafik dan penjelasannya

Text of laporan rangkaian loop terbuka dam loop tertutup

  • 1. Teknik Pengaturan Perbandingan Grafik Menggunakan MatlabOleh : Tri Asih Wahyu Krisnawati. (125514002) FAKULTAS TEKNIK PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO TEKNIK TENAGA LISTRIK UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA 2013 Laporan Tenik Pengaturan TRS - Tri Asih W.K1

2. KATA PENGANTAR Puji syukur Kami panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulisan laporan yang berjudul Laporan Praktikum Perbandingan Grafik Menggunakan Matlab, sebagai salah satu persyaratan akademis dalam rangka untuk memenuhi nilai terstruktur sudah dapat diselesaikan dengan baik. Semoga laporan ini berguna baik bagi kami maupun pihak lain yang memanfaatkan. Kami menyadari sepenuhnya bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran untuk memberikan masukan yang lebih baik bagi penulisan laporan ini. Surabaya, 04 Desember 2013PenyusunLaporan Tenik Pengaturan TRS - Tri Asih W.K2 3. DAFTAR ISI 1. Cover ...1 2. Kata pengantar 2 3. Daftar Isi .3 4. Judul ...4 5. Tujuan .4 6. Teori Singkat ..4 7. Alat dan Bahan ...5 8. Gambar Rangkaian .....5 9. Gambar Grafik ........5 10. Langkah Percobaan .6 11. Hasil Percobaan dan Analisa....8 12. Kesimpulan 20 13. Daftar Pustaka 20Laporan Tenik Pengaturan TRS - Tri Asih W.K3 4. A. Judul : Perbandingan Grafik Loop Terbuka Ordo 1 dan Ordo 2 serta Grafik Loop Tertutup Ordo 1 dan Ordo 2 menggunakan Matlab. B. Tujuan : 1. Mahasiswa dapat melakukan percobaan rangkaian loop terbuka dan loop tertutup ordo 1 maupun ordo 2. 2. Mahasiswa dapat membedakan loop terbuka dan loop tertutup. 3. Mahasiswa dapat membedakan perbedaan ordo 1 dan ordo 2.C. Teori Singkat : Sistem Kontrol Loop Terbuka dan Loop Tertutup Sistem Kontrol Loop Tertutup seringkali disebut sistem kontrol umpan balik. Praktisnya istilah kontrol umpan balik dan control tertutup dapat saling dipertukarkan penggunaannya. Pada sistem control tertutup, sinyal kesalahan yang bekerja yaitu perbedaaan antara sinyal masukan dan sinyal umpan balik, disajikan ke kontroler sedemikian rupa untuk mengurangi kesalahan dan membawa keluaran sistem ke nilai yang dikehendaki. Sistem Kontrol Loop Terbuka adalah keluarannya tidak mempunyai pengaruh terhadap aksi kontrol. Dengan kata lain tidak dapat digunakan sebagai perbandingan umpan balik dengan masukan. Sebagai contoh, mesin yang tidak mengukur sinyal keluaran. Perbandingan antara sistem kontrol loop tertutup dan terbuka. Suatu kelebihan dari sistem kontrol loop tertutup adalah penggunaan umpan balik yang membuat respons sistem kurang peka terhadap gangguan eksternal dan perubahan internal pada parameter sistem. Jadi, mungkin dapat digunakan komponen-komponen yang relatif kurang teliti dan murah untuk mendapatkan pengontrolan plant dengan teliti, hal ini tidak mungkin dilakukan pada sistem loop terbuka. Pada sistem loop tertutup umumnya digunakan untuk mengubah besaran keluaran menjadi besaran masukan sehingga aksi pengontrolan dapat dilakukan, sebagai contoh pada motor listrik besaran masukan adalah tegangan listrik dan besaran keluaran adalah putaran motor. Alat yang diguakan bisa mengubah tachnogenerator yang mengubah Laporan Tenik Pengaturan TRS - Tri Asih W.K4 5. putaran motor menjadi tegangan listrik yang nilainya sebanding dengan putaran motor, tegangan tachnometer inilah yang akan dibandingkan dengan tegangan referensi. D. Alat dan Bahan : 1. Laptop/computer 2. Aplikasi matlab 3. Alat tulis E. Gambar Rangkaian : Rangkaian Loop Terbuka ordo 1Rangkaian Loop Tertutup ordo 1Rangkaian Loop Terbuka ordo 2Rangkaian Loop Tertutup ordo 2Laporan Tenik Pengaturan TRS - Tri Asih W.K5 6. F. Gambar Grafik : Rangkaian Loop Terbuka ordo 1Rangkaian Loop Tertutup ordo 1Rangkaian Loop Terbuka ordo 2Rangkaian Loop Tertutup ordo 2Laporan Tenik Pengaturan TRS - Tri Asih W.K6 7. G. Langkah Percobaan : 1. Siapkan sebuah komputer yang dilengkapi dengan software matlab 2. Bukalah software matlab 3. Bukalah aplikasi simulink, pilih start, simulink, library browser 4. Buatlah lembar kerja baru 5. Buatlah rangkaian seperti pada gambar 1 6. Rubahlah nilai tho dengan 0,1 . 1 dan 10 7. Rubahlah nilai final value dengan 1,5 dan 10 8. Ulangi kegiatan 5-7 dengan gambar rangkaian 2,3 dan 4 9. Analisa dari setiap perubahan yang dilakukan 10. Bauatlah kesimpulan dari percobaan diatasLaporan Tenik Pengaturan TRS - Tri Asih W.K7 8. H. Hasil dan Analisa Percobaan ORDO 1 UNTAI TERBUKA FINAL VALUE = 1Kesimpulan dari tiga grafik untai terbuka diatas adalah jika final valuenya tetap (10) dan koefisiennya diubah (1, 0.1 , 10) maka amplitude yang dihasilkan akan sama sesuai dengan sumber (10) dan semakin besar koefisien yang di ubah maka semakin besar waktu yang ditempuh untuk mencapai titik puncak. Laporan Tenik Pengaturan TRS - Tri Asih W.K8 9. FINAL VALUE = 5Kesimpulan dari tiga grafik untai terbuka diatas adalah jika final valuenya tetap (5) dan koefisiennya diubah (1, 0.1 , 10) maka amplitude yang dihasilkan akan sama sesuai dengan sumber (5) dan semakin besar koefisien yang di ubah maka semakin besar waktu yang ditempuh untuk mencapai titik puncak.Laporan Tenik Pengaturan TRS - Tri Asih W.K9 10. FINAL VALUE = 10Kesimpulan dari tiga grafik diatas untai terbuka adalah jika final valuenya tetap (10) dan koefisiennya diubah (1, 0.1 , 10) maka amplitude yang dihasilkan akan sama sesuai dengan sumber (10) dan semakin besar koefisien yang di ubah maka semakin besar waktu yang ditempuh untuk mencapai titik puncak.Laporan Tenik Pengaturan TRS - Tri Asih W.K10 11. ORDO 1 UMPAN BALIK FINAL VALUE = 1Kesimpulan dari tiga grafik diatas untai tertutup adalah jika final valuenya tetap (1) dan koefisiennya diubah (1, 0.1 , 10) maka amplitude yang dihasilkan akan lebih kecil dibandingkan dengan sumber (0.5) dan semakin besar koefisien yang di ubah maka semakin besar waktu yang ditempuh untuk mencapai titik puncak. Laporan Tenik Pengaturan TRS - Tri Asih W.K11 12. FINAL VALUE = 5Kesimpulan dari tiga grafik diatas untai tertutup adalah jika final valuenya tetap (5) dan koefisiennya diubah (1, 0.1 , 10) maka amplitude yang dihasilkan akan lebih kecil dibandingkan dengan sumber (2.5) dan semakin besar koefisien yang di ubah maka semakin besar waktu yang ditempuh untuk mencapai titik puncak.Laporan Tenik Pengaturan TRS - Tri Asih W.K12 13. FINAL VALUE = 10Kesimpulan dari tiga grafik diatas untai tertutup adalah jika final valuenya tetap (10) dan koefisiennya diubah (1, 0.1 , 10) maka amplitude yang dihasilkan akan lebih kecil dibandingkan dengan sumber (5) dan semakin besar koefisien yang di ubah maka semakin besar waktu yang ditempuh untuk mencapai titik puncak. Laporan Tenik Pengaturan TRS - Tri Asih W.K13 14. ORDO 2 UNTAIAN TERBUKA FINAL VALUE = 1Kesimpulan dari tiga grafik untai terbuka diatas adalah jika final valuenya tetap (1) dan koefisiennya diubah (1, 0.1 , 10) maka amplitude yang dihasilkan akan sama sesuai dengan sumber (1) dan semakin besar koefisien yang di ubah maka semakin besar waktu yang ditempuh untuk mencapai titik puncak.Laporan Tenik Pengaturan TRS - Tri Asih W.K14 15. FINAL VALUE = 5Kesimpulan dari tiga grafik untai terbuka diatas adalah jika final valuenya tetap (5) dan koefisiennya diubah (1, 0.1 , 10) maka amplitude yang dihasilkan akan sama sesuai dengan sumber (5) dan semakin besar koefisien yang di ubah maka semakin besar waktu yang ditempuh untuk mencapai titik puncak.Laporan Tenik Pengaturan TRS - Tri Asih W.K15 16. FINAL VALUE = 10Kesimpulan dari tiga grafik untai terbuka diatas adalah jika final valuenya tetap (10) dan koefisiennya diubah (1, 0.1 , 10) maka amplitude yang dihasilkan akan sama sesuai dengan sumber (10) dan semakin besar koefisien yang di ubah maka semakin besar waktu yang ditempuh untuk mencapai titik puncak.Laporan Tenik Pengaturan TRS - Tri Asih W.K16 17. ORDO 2 UMPAN BALIK FINAL VALUE = 1Kesimpulan dari tiga grafik diatas untai tertutup adalah jika final valuenya tetap (1) dan koefisiennya diubah (1, 0.1 , 10) maka amplitude yang dihasilkan akan lebih kecil dibandingkan dengan sumber (0.5) dan semakin besar koefisien yang di ubah maka semakin besar waktu yang ditempuh untuk mencapai titik puncak.Laporan Tenik Pengaturan TRS - Tri Asih W.K17 18. FINAL VALUE = 5Kesimpulan dari tiga grafik diatas untai tertutup adalah jika final valuenya tetap (5) dan koefisiennya diubah (1, 0.1 , 10) maka amplitude yang dihasilkan akan lebih kecil dibandingkan dengan sumber (2.5) dan semakin besar koefisien yang di ubah maka semakin besar waktu yang ditempuh untuk mencapai titik puncak.Laporan Tenik Pengaturan TRS - Tri Asih W.K18 19. FINAL VALUE = 10Kesimpulan dari tiga grafik diatas untai tertutup adalah jika final valuenya tetap (10) dan koefisiennya diubah (1, 0.1 , 10) maka amplitude yang dihasilkan akan lebih kecil dibandingkan dengan sumber (5) dan semakin besar koefisien yang di ubah maka semakin besar waktu yang ditempuh untuk mencapai titik puncak.Laporan Tenik Pengaturan TRS - Tri Asih W.K19 20. I. Kesimpulan Jadi, kesimpulan dari semua grafik diatas adalah jika final value nya diubah-ubah maka akan berpengaruh pada amplitudonya. Jika pada untaian terbuka, harga amplitude yang dihasilkan akan sama dengan harga sumber itu sendiri namun jika pada untaian tertutup maka amplitude yang dihasilkan lebh kecil dari final value tersebut. Sedangkan jika koefisiennya diubah-ubah maka akan berpengaruh pada waktu yang akan ditempuh untuk mencapai titik puncak. Pada untaian terbuka, jika koefisiennya diubah menjadi semakin besar, maka waktu yang ditempuh juga semakin besar. Sedangkan, Jika pada untain tertutup waktu yang akan ditempuh lebih kecil. Perbedaan dari ordo 1 dengan ordo 2 yaitu terdapat pada rise time, dan setting time serta overshotnya berbeda-beda. Jika ordo dua akan semakin besar rise time, dan setting time serta overshotnya.J. Daftar Pustaka http://cyber180.wordpress.com/ Diakses tanggal 02 Desember 2013Laporan Tenik Pengaturan TRS - Tri Asih W.K20

Search related