Click here to load reader

makalah kewirausahaan badan-badan usaha

  • View
    431

  • Download
    6

Embed Size (px)

Text of makalah kewirausahaan badan-badan usaha

  • 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang

    Semakin tinggi tingkat pendapatan masyarakat, akan

    mempengaruhi perkembangan dunia usaha serta didukung dengan

    teknologi yang canggih. Perkembangan dunia usaha yang semakin pesat

    ini ditandai dengan munculnya berbagai perusahaan yang berskala

    produksi besar dan menyerap banyak tenaga kerja. Bidang-bidang usaha

    yang tersedia juga semakin banyak sehingga semakin membuka lapangan

    pekerjaan bagi masyarakat. Apalagi didukung dengan adanya kebijakan

    Otonomi Daerah, yang menyebabkan daerah-daerah juga turut berlomba-

    lomba untuk memajukan dirinya dengan cara memberikan kesempatan

    bagi perusahaan-perusahaan untuk beroperasi di daerahnya.

    Badan usaha didefinisikan kesatuan yuridis dan ekonomi yang

    menggunakan faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa dengan

    tujuan untuk mencari laba.

    faktor-faktor yang mempengaruhi berdirinya suatu badan usaha

    antara lain: krisis ekonomi yang terjadi saat ini, banyaknya pengangguran,

    tingkat kesejahteraan masyarakat terhambat, dan krisis kemiskinan.

    Peranan badan usaha jelas sangat penting dan berkontribusi

    terhadap kemakmuran rakyat, dan untuk menyelesaikan faktor

    penghambat majunya perekonomian Indonesia. Ada beberapa bentuk

    badan usaha antara lain, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan

    Usaha Milik Swasta (BUMS), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan

    badan usaha campuran.

    B. Rumusan Masalah

    Berdasarkan latar belakang permasalahan yang ada, maka

    dikemukakan perumusan masalah sebagai berikut :

    1. Apa pengertian dari badan usaha ?

    2. Apa saja fungsi badan usaha ?

    3. Apa saja jenis-jenis badan usaha?

  • 2

    C. Tujuan

    1. Menjelaskan pengertian dari badan usaha.

    2. Menjelaskan fungsi badan usaha.

    3. Menyebutkan jenis-jenis badan usaha

  • 3

    BAB II

    PEMBAHASAN

    A. Pengertian Badan Usaha

    Badan Usaha adalah kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan

    ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. Badan Usaha

    seringkali disamakan dengan perusahaan, walaupun pada kenyataannya

    berbeda. Perbedaan utamanya, Badan Usaha adalah lembaga sementara

    perusahaan adalah tempat dimana Badan Usaha itu mengelola faktor-

    faktor produksi (Meydina, 2014).

    Menurut Ibnu (2012), untuk mendirikan badan usaha perlu

    memperhatikan hal-hal berikut:

    1. Barang dan jasa yang akan diperdagangkan

    2. Pemasaran barang dan jasa yang diperdagangkan

    3. Penentuan harga pokok dan harga jual barang dan jasa yang

    diperdagangkan

    4. Pembelian

    5. Kebutuhan tenaga kerja

    6. Organisasai intern

    7. Pembelanjaan

    8. Jenis badan usaha yang dipilih

    Pemilihan atas suatu jenis badan usaha dipengaruhi oleh

    beberapa faktor, antara lain

    a. Tipe usahanya: perkebunan, perdagangan, atau industri

    b. Luas operasinya atau jangkauan pemasaran yang hendak

    dicapai

    c. Modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha

    d. Sistem pengawasan yang dikehendaki

    e. Tinggi rendahnya resiko yang dihadapi

    f. Jangka waktu ijin operasional yang diberikan pemerintah

    g. Keuntungan yang direncanakan

  • 4

    B. Fungsi Badan Usaha

    Fungsi-fungsi badan usaha menurut Ibnu (2012), meliputi fungsi

    komersial, fungsi sosial dan fungsi ekonomi sosial

    1. Fungsi Komersial

    Fungsi komersial badan usaha berkaitan dengan usaha untuk

    menghasilkan produk yang bermutu dan harga bersaing atau

    memberikan pelayanan yang berkualitas kepada pelanggan. Fungsi

    komersial dapat mencapai sasaran yang ditetapkan dengan menerapkan

    fungsi manajemen dan fungsi operasional.

    a) Fungsi Manajemen

    Ada beberapa fungsi manajemen yang dapa digunakan

    untuk mencapai sasaran seperti fungsi perencanaan, fungsi

    pengorganisasian, fungsi motivasi dan fungsi pengawasan. Fungsi

    perencanaan merupakan permulaan langkah. Setelah menetapkan

    tujuan dan langkah-langkah, tahap berikutnya adalah memotivasi

    angota organisasi agar bekerja sesuai dengan rencana. Langkah

    penting yang lain adalah pengawasan yaitu mencocokan rencana

    dengan hasil pekerjaan. Pemanfatan fungsi manajemen secara baik

    akan memastikan bahwa badan usaha tersebut dapat mencapai

    tujuan yang direncanakan semula.

    b) Fungsi Operasional

    Badan usaha dapat dijalankan dengan mengelola sumber daya

    manusia produksi, pemasaran dan pembelanjaan

    1) Sumber daya manusia (SDM)

    SDM adalah aset yang paling berharga. Keberhasilan badan

    usaha sangat ditentukan oleh penggunaan sumber daya

    manusia yang efektif. Pengelolaan sumber daya manusia

    merupakan hal yang sulit karena setiap manusia mempunyai

    karakter yang berbeda dengan manusia lain.

    2) Produksi

    Produksi adalah setiap bentuk usaha yang ditujuikan untuk

    menambah manfaat suatu benda. Dalam menambah manfaat,

  • 5

    manajer produksi harus dapat menghasilkan barang dengan

    biaya sekecil mungkin dengan mutu yang memenuhi syarat.

    Harga pokok tidak boleh di atas harga pasar.

    3) Pemasaran

    Pemasaran adalah kegiatan penyaluran barang dan jasa dari

    produsen sampai ke tangan konsumen. Pemasaran

    berhubungan dengan pemindahan kepemilikan, cara-cara

    penjualan, penentuan harga promosi, dan penyaluran.

    Kegiatan pemasaran harus selslu berorientasi pada kepuasan

    konsumen.

    4) Pembelajaran

    Pembelajaran adalah kegiatan yang berhubungan dengan

    cara-cara memperoleh dana dan menggunakannya dengan

    seefektif mungkin. Kegiatan pembelanjaan memerlukan

    perencanaan, pengawasan, kebijakan dan pengendalian.

    2. Fungsi Sosial

    Fungsi sosial berhubungan dengan manfaat badan usaha secara

    langsung atau tidak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

    Misalnya perusahaan lebih memprioritaskan penggunaan tenaga kerja

    yang berasal dari lingkungan sekitar perusahaan. Fungsi sosial lain

    adalah menyangkut proses alih teknologi dan ilmu pengetahuan para

    pekerja. Setiap perusahaan hendaknya membekali mereka dengan

    pengetahuan dan keterampilan teknis sesuai bidang kerjanya, baik pada

    saat bekerja di perusahaan tersebut ataupun setelah keluar,

    operasionalisasi perusahaan tentu juga menghasilkan dampak negatif,

    seperti polusi dan kerusakan lingkungan. Untuk itu, perusahaan harus

    dapat mencegah atau menekan dampak negatif tersebut sampai

    seminimal mungkin. Pengelolaan limbah dan penataan lingkungan

    yang baik akan berpengaruh pada kenyamanan hidup masyarakat

    sekitar.

  • 6

    3. Fungsi Ekonomi Sosial

    Badan usaha adalah mitra pemerintah dalam pembangunan ekonomi

    nasional. Banyak peran yang dapat dilakukan badan usaha untuk

    membantu pemerinah, antara lain dalam peningkatan ekspor dan

    sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam pemerataan

    pendapatan masyarakat. Di lain pihak, pemerintah dapat memungut

    pajak dari badan usaha tersebut

    C. Bentuk bentuk Badan Usaha

    Bentuk bentuk badan usaha di Indonesia meliputi:

    1. Persekutuan Perdata

    Persekutuan perdata adalah perserikatan perdata yang menjalankan

    perusahaan. Menurut pasal 1617 KUH Perdata, perserikatan perdata

    adalah suatu perjanjian dengan mana dua orang atau lebih

    mengikatkan diri unuk memasukkan sesuatu ke dalam persekutuan

    dengan maksud untuk membagi keuntungan atau manfaat yang

    diperoleh karenanya (Riani, 2006: 163).

    Ciri ciri persekutuan perdata meliputi:

    a. Pendirian

    1) Berdasarkan perjanjian para pihak

    2) Dapat dilakukan dengan sepakat para sekutu atau dapat pula

    secara lisan

    3) Tiap sekutu wajib memasukkan dalam kas persekutuan berupa

    uang, benda, atau majemen.

    b. Perbedaan Para Sekutu

    Biasanya pengelolaan persekutuan dijalankan oleh pengurus yang

    ditetapkan persekutuan,

    1) Sekutu Statuer (gerrant statutaire)

    a) Tidak dapat diberhentikan, kecuali atas dasar hukum

    b) Diberhentikan oleh persekutuan perdata

    c) Telah ditetapkan secara khusus dalam perjanjian

    persekutuan untuk menjadi pengurus persekutuan.

  • 7

    d) Mempunyai wewenang secara penuh untuk melakukan

    segala perbuatan yang berhubungan dengan kepengurusan

    persekutuan.

    2) Sekutu Mandater

    a) Kekuasaan dapat dicabut sewaktu-waktu

    b) Diangkat setelah persekutuan berdiri

    c) Mempunyai wewenang secara terbatas berdasarkan

    pemberian kuasa dan dapat ditark kembali.

    c. Pembagian Keuntungan

    Ditetapkan dalam perjanjian, pembagian keuntungan dilakukan

    menurut asas keseimbangan pemasukkan.

    d. Kekayaan Persekutuan

    1) Pemasukan darimasin masing sekutu

    2) Penagihan penagihan ke dalam

    3) Penggantian ganti rugi kepda persekutuan dari sekutu-sekutu.

    4) Penagihan penagihan ke luar kepada pihak ketiga

    e. Berakhirnya Persekutuan

    1) Lampaunya waktu

    2) Musnahnya barang atau telah diselesaikannya usaha yang

    menjadi produk persekutua perdata

    3) Kehendak dari seorang atau beberapa orang sekutu

    4) Salah seoan sekutu meninngal dunia

    5) Berdasarkan suara bulat dari para sekutuberlaknya syarat

    bubar.

    2. Persekutuan Firma

    Firma dari bahasa Belanda venootschap onder firma; secara

    harfiah: perserikatan dagang antara beberapa perusahaan) atau sering

    juga disebut Fa, adalah sebuah bentuk persekutuan untuk menjalankan

    usaha antara dua orang atau lebih dengan memakai nama bersama.

    Pemiliki firma terdiri dari beberapa orang yang bersekutu dan masing-

    masing anggota persekutuan menyerahkan kekayaan pribadi sesuai

    yang tercantum dalam akta pendirian perusahaan.

  • 8

    Ciri ciri persekutuan firma

    a. Ciri khusus

    Berdasarkan Pasal 16 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang,

    Persekutuan Firma adalah persekutuan yang diadakan untuk

    menjalankan suatu perusahaan dengan memakai nama bersama atau

    firma. Pertanggungjawaban sekutu yang bersifat pribadi untuk

    keseluruhan, yang merupakan syarat material, maksudnya

    Pertanggungjawaban sekutu tidak terbatas pada pemasukkan

    dimasukkannya, melikan juga bertanggungjawab secara pribadi atas

    harta kekayaan milik pribadi terhadap persekutuan firmanya (Pasal 18

    KUH Dagang). Selain itu, firma bukan temasuk persekutuan badan

    hukum .

    b. Prosedur Pendirian

    Dalam KUH Dagang tidak ada aturan tentang pendirian,

    pendaftaran, maupun pengumumannya, sehingga persekutuan

    komanditer dapat diadakan berdasarkan perjanjian dengan lisan atau

    sepakat para pihak saja (Pasal 22 KUH Dagang). Dalam praktik di

    Indonesia untuk mendirikan persekutuan komanditer dengan dibuatkan

    akta pendirian/berdasarkan akta notaris, didaftarkan di Kepaniteraan

    Pengadilan Negeri yang berwenang dan diumumkan dalam Tambahan

    Berita Negara RI. Dengan kata lain prosedur pendiriannya sama

    dengan prosedur mendirikan persekutuan firma.

    c. Kewajiban Membuat Pembukuan

    Persekutuan firma dalam menjalankan usahanya diwajibkan

    membuat pembukuan (Pasal 16 ayat1 KUH Dagang). Pembukuan

    dapat dilakukan oleh seorang pihak ketiga yang bukan sekutu berhak

    melihat, memeriksa, atau mengawasi pembkuan (Pasal 12 KUH

    Dagang).

    d. Berakhirnya Firma

    Pembubaran Persekutuan Firma diatur dalam ketentuan Pasal 1646

    sampai dengan Pasal 1652 KUHPerdata dan Pasal 31 sampai dengan

  • 9

    Pasal 35 KUHD. Pasal 1646 KUH Perdata menyebutkan bahwa ada 5

    hal yang menyebabkan Persekutuan Firma berakhir, yaitu :

    1) Jangka waktu firma telah berakhir sesuai yang telah ditentukan

    dalam akta pendirian;

    2) Adanya pengunduran diri dari sekutunya atau pemberhentian

    sekutunya;

    3) Musnahnya barang atau telah selesainya usaha yang dijalankan

    persekutuan firma;

    4) Adanya kehendak dari seorang atau beberapa orang sekutu;

    Salah seorang sekutu meninggal dunia atau berada di bawah

    pengampuan atau dinyatakan pailit.

    3. Persekutuan Komanditer (CV/ Commanditaire Vennotschop)

    Komanditier atau Commanditaire Vennootshcap lebih sering

    disingkat dengan CV mrupakan persekutuan yang didirikan

    berdasarkan kepercayaan. CV merupakan salah satu bentuk usaha yang

    dipilih oleh para pengusaha yang ingin melakukan kegiatan usaha

    dengan modal yang terbatas. CV merupakan badan usaha yang tidak

    berbadan hukum dan kekayaan para pendirinya tidak terpisahkan dari

    kekayaan CV.

    Dalam perseroan komanditer terdapat beberapa sekutu yang secara

    penuh bertanggung jawab atas sekutu lainnya. Kemudian ada satu atau

    lebih sekutu yang bertindak sebagai pemberi modal. Tanggung jawab

    setuku komanditer hanya terbatas pada sejumlah modal yang

    ditanamkan dalam perusahaan.

    Persekutuan komanditer mengenal 2 istilah yaitu :

    a. Sekutu aktif adalah anggota yang memimpin/ menjalankan

    perusahaan dan bertanggung jawab penuh atas utang- utang

    perusahaan.

    b. Sekutu pasif / sekutu komanditer adalah anggota yang hanya

    menanamkan modalnya kepada sekutu aktif dan tidak ikut campur

    dalam urusan operasional perusahaan. Sekutu pasif bertanggung

    jawab atas risiko yang terjadi sampai batas modal yang ditanam.

  • 10

    Karateristik badan usaha CV:

    a. CV didirikan minimal 2 orang, dimana salah satu pihak bertindak

    sebagai Persero Komplementer (Persero Aktif) yaitu persero

    pengurus yang menjabat sebagai direktur, sedangkan yang lainnya

    bertindak sebagai Persero Komanditer (Persero Pasif).

    b. Seorang persero aktif akan bertindak melakukan segala tindakan

    pengurusan atas perseroan. Dengan demikian, apabila terjadi

    kerugian maka persero aktif yang bertanggung jawab secara penuh

    dengan seluruh harta pribadinya untuk menggantikan kerugian.

    c. Adapun untuk persero komanditer, karena dia hanya bisa bertindak

    selaku sleeping patner, maka dia hanya bertanggung jawab sebesar

    modal yang disetorkannya ke dalam perseroan.

    Jenia jenis CV

    Menurut Mulyaa (2011) berdasarkan perkembangannya, bentuk

    perseroan komanditer adalah sebagai berikut:

    a. Persekutuan komanditer murni

    Bentuk ini merupakan persekutuan komanditer yang pertama.

    Dalam persekutuan ini hanya terdapat satu sekutu komplementer,

    sedangkan yang lainnya adalah sekutu komanditer.

    b. Persekutuan komanditer campuran

    Bentuk ini umumnya berasal dari bentuk firma bila firma

    membutuhkan tambahan modal. Sekutu firma menjadi sekutu

    komplementer sedangkan sekutu lain atau sekutu tambahan

    menjadi sekutu komanditer.

    c. Persekutuan komanditer bersaham

    Persekutuan komanditer bentuk ini mengeluarkan saham yang

    tidak dapat diperjualbelikan dan sekutu komplementer maupun

    sekutu komanditer mengambil satu saham atau lebih.

    Tujuan dikeluarkannya saham ini adalah untuk menghindari

    terjadinya modal beku karena dalam persekutuan komanditer tidak

    mudah untuk menarik kembali modal yang telah disetorkan.

  • 11

    Prosedur Pendirian

    Dalam KUH Dagang tidak ada aturan tentang pendirian,

    pendaftaran, maupun pengumumannya, sehingga persekutuan

    komanditer dapat diadakan berdasarkan perjanjian dengan lisan atau

    sepakat para pihak saja (Pasal 22 KUH Dagang). Dalam praktik di

    Indonesia untuk mendirikan persekutuan komanditer dengan dibuatkan

    akta pendirian/berdasarkan akta notaris, didaftarkan di Kepaniteraan

    Pengadilan Negeri yang berwenang dan diumumkan dalam Tambahan

    Berita Negara RI. Dengan kata lain prosedur pendiriannya sama

    dengan prosedur mendirikan persekutuan firma.

    Tanggung Jawab Keluar

    Sekutu bertanggung jawab keluar adalah sekutu kerja atau sekutu

    komplementer (Pasal 19 KUH Dagang).

    4. Perseroan Terbatas (PT)

    Perseroan Terbatas (PT), atau disebut juga Naamloze

    Vennootschaap (NV) dalam bahasa Belanda, Company by Shares

    (dalam bahasa Inggris). adalah suatu persekutuan untuk menjalankan

    usaha yang memiliki modal terdiri dari saham-saham, yang pemiliknya

    memiliki bagian sebanyak saham yang dimilikinya. Karena modalnya

    terdiri dari saham-saham yang dapat diperjualbelikan, perubahan

    kepemilikan perusahaan dapat dilakukan tanpa perlu membubarkan

    perusahaan.

    Perseroan terbatas merupakan badan usaha dan besarnya modal

    perseroan tercantum dalam anggaran dasar. Kekayaan perusahaan

    terpisah dari kekayaan pribadi pemilik perusahaan sehingga memiliki

    harta kekayaan sendiri. Setiap orang dapat memiliki lebih dari satu

    saham yang menjadi bukti pemilikan perusahaan. Pemilik saham

    mempunyai tanggung jawab yang terbatas, yaitu sebanyak saham yang

    dimiliki. Apabila utang perusahaan melebihi kekayaan perusahaan,

    maka kelebihan utang tersebut tidak menjadi tanggung jawab para

    pemegang saham. Apabila perusahaan mendapat keuntungan maka

    keuntungan tersebut dibagikan sesuai dengan ketentuan yang

  • 12

    ditetapkan. Pemilik saham akan memperoleh bagian keuntungan yang

    disebut dividen yang besarnya tergantung pada besar-kecilnya

    keuntungan yang diperoleh perseroan terbatas.

    Selain berasal dari saham, modal PT dapat pula berasal dari obligasi.

    Keuntungan yang diperoleh para pemilik obligasi adalah mereka

    mendapatkan bunga tetap tanpa menghiraukan untung atau ruginya

    perseroan terbatas tersebut.

    Persyaratan Pendirian PT

    Sebagai badan hukum, maka pendirian perseroan harus memenuhi

    syarat sebagai berikut.

    a. Didirikan oleh dua orang atau lebih (kecuali BUMN);

    b. Setiap pendiri wajib mengambil bagian saham;

    c. Modal dasar minimal Rp. 20.000.000,- yang terdiri atas seluruh

    nilai nominal saham;

    d. Minimal 25% dari modal dasar telah ditempatkan;

    e. Modal 50% dari nilai nominal setiap saham;

    f. Dalam pembutaan akte pendirian, pendiri dapat diwakili oleh

    orang lain berdasarkan surat kuasa;

    g. Didirikan dengan akta notaris dalam bahasa Indonesia.

    Prosedur Pendirian

    Untuk mendirikan PT, harus dengan menggunakan akta resmi (

    akta yang dibuat oleh notaris ) yang di dalamnya dicantumkan nama

    lain dari perseroan terbatas, modal, bidang usaha, alamat perusahaan,

    dan lain-lain. Akta ini harus disahkan oleh menteri Hukum dan Hak

    Asasi Manusia Republik Indonesia (dahulu Menteri Kehakiman). Untuk

    mendapat izin dari menteri kehakiman, harus memenuhi syarat sebagai

    berikut:

    Perseroan terbatas tidak bertentangan dengan ketertiban umum dan

    kesusilaan.

    Akta pendirian memenuhi syarat yang ditetapkan Undang-Undang

    Paling sedikit modal yang ditempatkan dan disetor adalah 25% dari

    modal dasar. (sesuai dengan UU No. 1 Tahun 1995 & UU No. 40

  • 13

    Tahun 2007, keduanya tentang perseroan terbatas)

    Setelah mendapat pengesahan, dahulu sebelum adanya UU mengenai

    Perseroan Terbatas (UU No. 1 tahun 1995) Perseroan Terbatas harus

    didaftarkan ke Pengadilan Negeri setempat, tetapi setelah berlakunya

    UU NO. 1 tahun 1995 tersebut, maka akta pendirian tersebut harus

    didaftarkan ke Kantor Pendaftaran Perusahaan (sesuai UU Wajib Daftar

    Perusahaan tahun 1982) (dengan kata lain tidak perlu lagi didaftarkan

    ke Pengadilan negeri, dan perkembangan tetapi selanjutnya sesuai UU

    No. 40 tahun 2007, kewajiban pendaftaran di Kantor Pendaftaran

    Perusahaan tersebut ditiadakan juga. Sedangkan tahapan pengumuman

    dalam Berita Negara Republik Indonesia ( BNRI ) tetap berlaku, hanya

    yang pada saat UU No. 1 tahun 1995 berlaku pengumuman tersebut

    merupakan kewajiban Direksi PT yang bersangkutan tetapi sesuai

    dengan UU NO. 40 tahun 2007 diubah menjadi merupakan

    kewenangan/kewajiban Menteri Hukum dan HAM.

    Setelah tahap tersebut dilalui maka perseroan telah sah sebagai badan

    hukum dan perseroan terbatas menjadi dirinya sendiri serta dapat

    melakukan perjanjian-perjanjian dan kekayaan perseroan terpisah dari

    kekayaan pemiliknya.

    Modal dasar perseroan adalah jumlah modal yang dicantumkan

    dalam akta pendirian sampai jumlah maksimal bila seluruh saham

    dikeluarkan. Selain modal dasar, dalam perseroan terbatas juga terdapat

    modal yang ditempatkan, modal yang disetorkan dan modal bayar.

    Modal yang ditempatkan merupakan jumlah yang disanggupi untuk

    dimasukkan, yang pada waktu pendiriannya merupakan jumlah yang

    disertakan oleh para persero pendiri. Modal yang disetor merupakan

    modal yang dimasukkan dalam perusahaan. Modal bayar merupakan

    modal yang diwujudkan dalam jumlah uang.

  • 14

    Pembagian Perseroan Terbatas

    Menurut Kendea (2012) Perseroan Terbatas dapat dibagi menjadi:

    a. PT terbuka

    Perseroan terbuka adalah perseroan terbatas yang menjual

    sahamnya kepada masyarakat melalui pasar modal (go public).

    Jadi sahamnya ditawarkan kepada umum, diperjualbelikan

    melalui bursa saham dan setiap orang berhak untuk membeli

    saham perusahaan tersebut.

    b. PT tertutup

    Perseroan terbatas tertutup adalah perseroan terbatas yang

    modalnya berasal dari kalangan tertentu misalnya pemegang

    sahamnya hanya dari kerabat dan keluarga saja atau kalangan

    terbatas dan tidak dijual kepada umum.

    c. PT kosong

    Perseroan terbatas kosong adalah perseroan yang sudah ada izin

    usaha dan izin lainnya tapi tidak ada kegiatannya.

    Pembagian Wewenang Dalam PT

    Dalam perseroan terbatas selain kekayaan perusahaan dan

    kekayaan pemilik modal terpisah juga ada pemisahan antara pemilik

    perusahaan dan pengelola perusahaan. Pengelolaan perusahaan dapat

    diserahkan kepada tenaga-tenaga ahli dalam bidangnya ( profesional ).

    Struktur organisasi perseroan terbatas terdiri dari pemegang saham,

    direksi, dan komisaris.

    Dalam PT, para pemegang saham melimpahkan wewenangnya

    kepada direksi untuk menjalankan dan mengembangkan perusahaan

    sesuai dengan tujuan dan bidang usaha perusahaan. Dalam kaitan

    dengan tugas tersebut, direksi berwenang untuk mewakili perusahaan,

    mengadakan perjanjian dan kontrak, dan sebagainya. Apabila terjadi

    kerugian yang amat besar ( diatas 50 % ) maka direksi harus

    melaporkannya ke para pemegang saham dan pihak ketiga, untuk

    kemudian dirapatkan.

  • 15

    Komisaris memiliki fungsi sebagai pengawas kinerja jajaran

    direksi perusahaan. Komisaris bisa memeriksa pembukuan, menegur

    direksi, memberi petunjuk, bahkan bila perlu memberhentikan direksi

    dengan menyelenggarakan RUPS untuk mengambil keputusan apakah

    direksi akan diberhentikan atau tidak.

    Dalam RUPS/Rapat Umum Pemegang Saham, semua pemegang

    saham sebesar/sekecil apapun sahamnya memiliki hak untuk

    mengeluarkan suaranya. Dalam RUPS sendiri dibahas masalah-masalah

    yang berkaitan dengan evaluasi kinerja dan kebijakan perusahaan yang

    harus dilaksanakan segera. Bila pemegang saham berhalangan, dia bisa

    melempar suara miliknya ke pemegang lain yang disebut proxy. Hasil

    RUPS biasanya dilimpahkan ke komisaris untuk diteruskan ke direksi

    untuk dijalankan.

    Isi RUPS :

    a. Menentukan direksi dan pengangkatan komisaris

    b. Memberhentikan direksi atau komisaris

    c. Menetapkan besar gaji direksi dan komisaris

    d. Mengevaluasi kinerja perusahaan

    e. Memutuskan rencana penambahan/pengurangan saham

    perusahaan

    f. Menentukan kebijakan perusahaan

    g. Mengumumkan pembagian laba (dividen)

    Kelebihan dan Kekurangan PT

    a. Kelebihan

    1) Memungkinkan pengumpulan modal yang besar

    2) Memiliki status sebagai badan hukum

    3) Tanggungjawab terbatas

    4) Pengalihan kepemilikan lebih mudah

    5) Jangka waktu tidak terbatas

    6) Manajemen yang lebih kuat

    7) Kelangsungan hidup perusahaanlebih tejamin

  • 16

    b. Kekurangan

    1) Pengenaan pajak ganda

    2) Ketentuan perundangan lebih ketat

    3) Rahasia perusahaan relatif kurang terjamin

    4) Pendirian perusahaan lebih sulit, lama dan biaya lebih besar

    5. Koperasi

    Koperasi memiliki arti bekerjasama. Adanya kerjasama

    dimaksukan untuk mencapai suatu tujuan yang semula sukar dicapai

    oleh orang perorangan.

    Kopersai adalah suatu kerja sama antara orang-orang yang tidak

    bermodal untuk mencapai suatu tujuan kemakmuran secara bersama,

    bukan untuk mencari keuntungan (Riani, 2006: 177).

    Menurut UU 25 tahun 1992 tentang perkoperasian, koperasi adalah

    badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum

    koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip

    koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar asas

    kekeluargaan.

    Tujuan Koperasi

    a. Memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat

    pada umumya.

    b. Membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka

    mewujudkan masyarakat yang adil, makmur berlandaskan UUD

    1945 dan Pancasila.

    Ciri ciri Koperasi

    a. Koperasi merupakan kumpulan orang dan bukan merupakan

    kumpulan modal.

    b. Koperasi Indonesia bekerjasama dan bergotaong royong berdasar

    persamaan derajat hak dan kewajiban.

    c. Kegiatan dilaksanakan atas kesadaran anggota tidak boleh ada

    paksaan atau ancaman.

  • 17

    d. Tujuan koperasi merupakan kepentingan bersama para anggotanya

    yang dicapai berdasar karya dan jasa yang disumbangkan

    anggotanya.

    Unsur koperasi

    a. Koperasi adalah badan usaha.

    b. Koperasi adalah kumpulan orang dan atau badan hukum.

    c. Koperasi Indonesia merupakan koperasi yang bekerja berdasarkan

    prinsip-prinsip koperasi.

    d. Koperasi Indonesia adalah kegiatan ekonomi rakyat.

    e. Koperasi Indonesia berdasarkan asas kekeluargaan.

    Landasan Koperasi

    a. Landasan idiil atau landasan dasar adalah pancasila.

    b. Landasan structural adalah UUD 1945 ayat 1.

    c. Landasan operasional adalah GBHN tentang arah pembanguna

    koperasi.

    d. Landasan mental adalah setia kawan dan kesadaran pribadi.

    Prinsip dasar koperasi

    a. Keanggotaan sukarela dan terbuka.

    b. Pengelolaannya dilakukan secara demokratis.

    c. Pembagian SHU dilakukan secara adil.

    d. Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal.

    e. Kemandirian.

    f. Pendidikan perkoperasian dan kerjasama antarkoperasi.

    Modal koperasi

    Menurut pasal 41, modal koperasi terdiri atas dua macam, yaitu:

    a. Modal sendiri

    Berasal dari anggota sendiri, terdiri dari: simpanan pokok,

    simpanan wajib, simpanan sukarela, dana cadangan, dan hibah.

    b. Modal pinjaman

    Bisa berasal dari anggota koperasi lain dan atau anggotanya serta

    bank dan lembaga keuangan lainya; penerbitan obligasi dan surat

    utang; modal penyertaan baik yang berasal dari pemerintah maupun

  • 18

    masyarakat, terutama dalam bentuk investasi, serta sumber lain

    yang sah.

    Perangkat organisasi koperasi

    a. Rapat anggota

    Rapat anggota merupakan kekuasaan tertinggi dalam

    kehidupan koperasi. Rapat anggota menetapkan hal-hal:

    1) Anggaran dasar

    2) Kebijakan umum di bidang organisasi, manajemen, dan

    usaha koperasi.

    3) Pemilihan, pengangkatan, pemberhentian pengurus dan

    pengawas.

    4) Rencana kerja, rencana anggaran pendapatan, dan

    belanja koperasi serta pengesahan laporan keuangan.

    5) Pengesahan pertanggungjawaban pengurus dalam

    pelaksanan tugasnya.

    6) Pembagian SHU.

    7) Penggabungan, peleburan, pembagian, dan pembubaran

    koperasi.

    b. Pengurus koperasi

    Tugas pengurus koperasi yaitu:

    1) Mengelola koperasi dan usahanya.

    2) Mengajukan rencana-rencana kerja beserta

    rancangan rencana anggaran pendapatan dan belanja

    koperasi.

    3) Menyelenggarakan rapat anggota.

    4) Mengajukan laporan keuangan dan

    pertanggungjawaban pelaksanaan tugas.

    5) Menyelanggaran pembukuan keuangan dan

    inventaris secara tertib.

    6) Memelihara daftar buku anggota dan pengurus.

    Wewenang pengurus koperasi yaitu:

    1) Mewakili koperasi didalam dan diluar pengadilan.

  • 19

    2) Memutuskan penerimaan dan penolakan anggota

    baru serta pemberhentian anggota sesuai dengan

    ketentuan dalam anggaran dasar.

    3) Melakukan tindakan dan upaya bagi kepentingan

    dan kemanfaatan koperasi sesuai dengan tanggung

    jawabnya dan keputusan rapat anggota.

    c. Pengawas koperasi

    Tugas pengawas koperasi yaitu:

    Melakukan pengawasn terhadap pelaksanaan kebijaksanaan dan

    kepengelolaan koperasi serta membuat laporan tertulis tentang

    hasil pengawasanya.

    Wewenang pengawas koperasi:

    Meneliti catatan sebelum yang ada pada koperasi dan

    mendapatkan segala keterangan yang diperlukan.

    Hal-hal yang diperiksa dan diawasi oleh pengawas koperasi

    adalah sebagai berikut:

    1) Uraian keadaan keuangan.

    2) Kegiatan usaha, biaya operasional dan pendapatan.

    3) Analisis tentang kekayaan koperasi dengan

    memperhatikan cara-cara penggunaaanya.

    4) Analisis mengenai kekayaan-kekayaan dan kewajiban-

    kewajiban yang terpenting menurut jatuh temponya.

    5) Masalah-masalah perkreditan dan penggunaanya.

    6. Yayasan (Stichting)

    Yayasan merupakan badan usaha yang dibentuk untuk kegiatan

    sosial atau pelayanan masyarakat. Tujuannya memberikan pelayanan

    seperti kesehatan atau pendidikan atau pemberdayaan masyarakat

    umum dan tidak mencari keuntungan. Modal berasal dari sumbangan,

    wakaf, hibah, atau sumbangan lainnya (Julaiha, 2012).

    Kekayaan yayasan baik berupa uang, barang, maupun kekayaan lain

    yang diperoleh yayasan. Berdasarkan undang-undang ini dilarang

    dialihkan atau dibagikan secara langsung atau tidak langsung kepada

  • 20

    pembina, pengurus, pengawas, karyawan, atau pihak lain yang

    mempunyai kepentingan terhadap yayasan (Julaiha, 2012).

    Dalam menjalankan kegiatannya sehari-hari yayasan mempunyai

    organ yang terdiri atas:

    a. Pembina

    b. Pengurus

    c. Pengawas

    Ketentuan, syarat, dan pendirian yayasan antara lain (Julaiha, 2012):

    a. Yayasan didirikan oleh satu orang atau lebih dengan memisahkan

    sebagian harta kekayaan pendirinya sebagai kekayaan awal.

    b. Pendirian yayasan dilakukan dengan akta notaris dan dibuat dalam

    bahasa Indonesia.

    c. Yayasan dapat didirikan berdasarkkan surat wasiat.

    d. Yayasan memperoleh status badan hukum setelah akta pendirian

    yayasan memperoleh pengesahan dari materi.

    e. Kewenangan materi dalam memberikan pengesahan akta pendirian

    yayasan sebagai hukum dilaksanakan oleh Kepala Kantor Wilayah

    Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia atas nama

    menteri, yang wilayah kerjanya meliputi tempat kedudukan

    yayasan.

    f. Dalam memberikan pengesahan, Kepala Kantor Departemen

    Kehakiman dan Hak Asasi Manusia dapat meminta pertimbangan

    instalasi terkait.

  • 21

    BAB III

    PENUTUP

    A. Kesimpulan

    1. Badan Usaha adalah kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis

    yang bertujuan mencari laba atau keuntungan.

    2. Fungsi badan usaha meliputi : fungsi komersial, fungsi operasional,

    fungsi sosial, dan fungsi ekonomi sosial.

    3. Bentuk bentuk badan usaha meliputi: Persekutuan Perdata, Persekutuan

    Firma, Perseroan Terbatas, Koperasi, dan Yayasan.

    B. Saran

    Badan usaha terdiri atas beberapa jenis, sehingga sangat penting bagi kita

    untuk mengetahui teori- teori tentang masing- masing badan usaha baik itu

    mengenai kekurangan ataupun kelebihannya. Dalam mendirikan badan usaha

    harus sesuai dengan prosedur agar nantinya dalam menggeluti dunia

    perekonomian tidak mengalami kerugian.

  • 22

    DAFTAR PUSTAKA

    Riani, A.L. 2006. Dasar dasar Kewirausahaan. Surakarta : UNS Press.

    Ibnu. 2012. Makalah Badan Usaha dan Perusahaan. Dinduh dari

    http://vickieibnu.blogspot.co.id/2012/05/makalah-badan-usaha-dan-

    perusahaan.html pada tanggal 12 April 2016.

    Julaiha, P. 2012. Bentuk- Bentuk Badan Usaha. Diunduh dari:

    http://putrijulaiha.wordpress.com/2012/04/14/bentuk-bentuk-badan-

    usaha/ pada tanggal 12 April 2016.

    Meydina.2014. Bentuk Badan - badan Usaha. Diunduh dari

    http://makalahpengantar.blogspot.co.id/ pada tanggal 12 April 2016.

    Mulyaa. 2011. Bentuk Badan Usaha. Diunduh dari

    ristimulyaahttps://ristimulyaa.wordpress.com/2011/12/03/bentuk-

    badan-usaha/ pada tanggal 12 April 2016.

    http://vickieibnu.blogspot.co.id/2012/05/makalah-badan-usaha-dan-perusahaan.htmlhttp://vickieibnu.blogspot.co.id/2012/05/makalah-badan-usaha-dan-perusahaan.htmlhttp://putrijulaiha.wordpress.com/2012/04/14/bentuk-bentuk-badan-usaha/http://putrijulaiha.wordpress.com/2012/04/14/bentuk-bentuk-badan-usaha/http://makalahpengantar.blogspot.co.id/https://ristimulyaa.wordpress.com/author/ristimulyaa/https://ristimulyaa.wordpress.com/author/ristimulyaa/https://ristimulyaa.wordpress.com/2011/12/03/bentuk-badan-usaha/