Motif motif batik

  • View
    184

  • Download
    11

Embed Size (px)

Transcript

1. Batik Nama Anggota: Andini Rianti Ciska Olivia Dhea Ardhina Krisdamaiyanti Fathin Fadhilah Fidia Sucia Sari Merulgia Agestha Putri Aisyah Rizki Permata Hati Tania Ayu Marcelina 2. Materi yang Akan di Bahas Sejarah Batik Pengertan Batik Alat dan Bahan Untuk Membatik Teknik dan Proses Pembuatan Batik Langkah-langkah Membuat Batik Jenis-Jenis Batik Batik Khas Bangka Belitung Peran dan Fungsi Batik 3. Sejarah Batik Seni pewarnaan kain dengan teknik perintang pewarnaan menggunakan malam adalah salah satu bentuk seni kuno. Ada beberapa penemuan,seperti: a. Penemuan di Mesir menunjukkan bahwa teknik ini telah dikenal semenjak abad ke-4 SM, dengan diketemukannya kain pembungkus mumi yang juga dilapisi malam untuk membentuk pola. b. Di Asia, teknik serupa batik juga diterapkan di Tiongkok semasa Dinasti T'ang (618-907) serta di India dan Jepang semasa Periode Nara (645-794). 4. c. Di Afrika, teknik seperti batik dikenal oleh Suku Yoruba di Nigeria, serta Suku Soninke dan Suku Wolof di Senegal. d. Di Indonesia, batik dipercaya sudah ada semenjak zaman Majapahit, dan menjadi sangat populer akhir abad XVIII atau awal abad XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad XX dan batik cap baru dikenal setelah Perang Dunia I atau sekitar tahun 1920-an. Walaupun kata "batik" berasal dari bahasa Jawa, kehadiran batik di Jawa sendiri tidaklah tercatat. G.P. Rouffaer berpendapat bahwa tehnik batik ini kemungkinan diperkenalkan dari India atau Srilangka pada abad ke-6 atau ke-7. 5. Di sisi lain, J.L.A. Brandes (arkeolog Belanda) dan F.A. Sutjipto (sejarawan Indonesia) percaya bahwa tradisi batik adalah asli dari daerah seperti Toraja, Flores, Halmahera, dan Papua. Perlu dicatat bahwa wilayah tersebut bukanlah area yang dipengaruhi oleh Hinduisme tetapi diketahui memiliki tradisi kuna membuat batik. G.P. Rouffaer juga melaporkan bahwa pola gringsing sudah dikenal sejak abad ke-12 di Kediri, Jawa Timur. Dia menyimpulkan bahwa pola seperti ini hanya bisa dibentuk dengan menggunakan alat canting, sehingga ia berpendapat bahwa canting ditemukan di Jawa pada masa sekitar itu. 6. Dalam literatur Eropa, teknik batik ini pertama kali diceritakan dalam buku History of Java (London, 1817) tulisan Sir Thomas Stamford Raffles. Ia pernah menjadi Gubernur Inggris di Jawa semasa Napoleon menduduki Belanda. Pada 1873 seorang saudagar Belanda Van Rijekevorsel memberikan selembar batik yang diperolehnya saat berkunjung ke Indonesia ke Museum Etnik di Rotterdam dan pada awal abad ke-19 itulah batik mulai mencapai masa keemasannya. Sewaktu dipamerkan di Exposition Universelle di Paris pada tahun 1900, batik Indonesia memukau publik dan seniman. 7. Semenjak industrialisasi dan globalisasi, yang memperkenalkan teknik otomatisasi, batik jenis baru muncul, dikenal sebagai batik cap dan batik cetak, sementara batik tradisional yang diproduksi dengan teknik tulisan tangan menggunakan canting dan malam disebut batik tulis. Hugh Clifford merekam industri di Pekan tahun 1895 bagi menghasilkan batik, kain pelangi, dan kain telepok. 8. Pengertian Batik Batik adalah salah satu cara pembuatan bahan pakaian. Selain itu batik bisa mengacu pada dua hal: a. Yang pertama adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Dalam literatur internasional, teknik ini dikenal sebagai wax-resist dyeing. b. Pengertian kedua adalah kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut, termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan. 9. Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Non Bendawi sejak 2 Oktober, 2009. 10. Teknik dan Proses Pembuatan Batik Teknik pembuatan batik pada prinsipnya adalah menutup permukaan kain batik dengan malam batik cair(wax) agar ketika kain dicelup kedalam ciran perwarna, kain yang tertutup malam batik tersebut tidak ikut terkena warna. 11. Bahan Untuk Membuat Batik 12. 1. Kain Kain yang siap untuk di batik umumnya berwarna putih, karena untuk mempermudah proses membatik maka biasanya kain digambar sketsa dengan pensil. Penggunaan kain inilah yang nantinya akan sangat mempengaruhi tingkat kesulitan membatik. 13. Jenis kain yang digunakan untuk membatik Selendang sutera Selendang katun 14. Kain sutera Mori primisima Blaco dan santung 15. Kain untuk kaos: Kaos (T-shirt): 16. Lilin Malam adalah Lilin yang terbuat dari sarang lebah (Beeswax) murni yang telah diolah. lilin ini berwarna putih, dan berbau sangat khas. jika diaplikasikan pada kain cukup lentur dan tidak mudah retak atau pecah. Bahan pembuat malam lainnya adalah paraffin. Jika beeswax memiliki sifat yang lentur, maka sebaliknya paraffin sangat mudah retak, malam paraffin ini baik untuk membuat batik remukan. 17. Jenis jenis lilin : Lilin klowong: untuk membatik (Klowong/garis motif) Lilin Tembok: untuk menembok/menutup bagian yang tidak dikehendaki berwarna 18. Zat pewarna Tidak semua pewarna tekstil dapat digunakan untuk mewarnai batik karena sifat khusus batik. Batik tidak dapat dipanaskan pada saat pewarnaan karena akan melarutkan lilin. Lilin batik tidak kuat terhadap alkali. Sebaliknya, tidak semua pewarna tahan terhadap rebusan air pada saat pengelupasan lilin. Oleh karena sifatnya yang khusus ini maka pewarna batik harus dipilih yang sesuai dengan proses pewarnaan batik yang khas. 19. Menurut asalnya pewarna batik terdiri dari 2 jenis: a. Pewarna dari bahan alami, didapat dari bagian-bagian tumbuhan seperti akar, batang, kayu, kulit, daun dan bunga, atau dari getah buang (Lac Dye) binatang. Contohnya antara lain: daun pohon nila, kulit pohon soga tinggi, kunir, daun teh, blendok trembalo (getah buang kutu Tachardia Iacca yang hidup di pohon kesambi). b. Pewarna sintetis/buatan. Merupakan pewarna yang dapat digunakan dalam suhu yang tidak merusak lilin, yang termasuk golongan pewarna tersebut adalah: indigo, indigosol, naptol dan rapid, cat soga, cat basis, cat Indanthreen, cat belerang dan procion dingin (cat kreatif). 20. Parafin: untuk membuat motif pecahan pada kain batik Soda Abu: untuk obat bantu melorod TRO: untuk pembasah 21. Kostik: obat bantu zat warna napthol Natrium nitrit: untuk obat bantu zat warna indigosol HCl: untuk obat bantu pembangkit warna indigosol 22. Kertas roti: untuk menggambar pola batik. Waterglass: untuk obat bantu nglorod 23. Alat Untuk Membuat Batik Tulis 24. A. Bandul Penahan Bandul dibuat dari timah, atau kayu, atau batu yang diletakkan di saku. fungsi utama bandul adalah untuk menahan kain putih (mori) di mana batik sedang dibuat agar tidak bergerak ditiup angin, atau menarik dari pembuat batik dengan kecelakaan. Tapi tanpa bandul, pembuatan batik dapat dilakukan. 25. B. Dingklik Dingklik merupakan tempat pembuat batik, tingginya disesuaikan dengan tinggi orang duduk saat membatik. 26. C. Gawangan Gawangan terbuat dari kayu atau bambu yang bergerak dan kuat. Fungsinya adalah untuk menggantung dan membentangkan kain mori ketika batik akan dibuat dengan menggunakan canting. 27. D. Wajan Wajan peralatan mencair Malam (lilin untuk membuat batik). Wajan terbuat dari baja atau tanah liat. Lebih baik memiliki pegangan agar mudah untuk mengangkat atau turun dari api tanpa menggunakan peralatan lain. Oleh karena itu wajan yang dibuat dari tanah liat lebih baik daripada dari logam karena pegangannya tidak mudah panas. Tapi wajan dari tanah liat yang lambat panas Malam. 28. E. Kompor / Anglo Anglo dibuat dari tanah liat, atau bahan lain. Anglo adalah api peralatan untuk mencairkan Malam. Kompor terbuat dari besi di mana sumbu diberikan. Jika menggunakan anglo, maka bahan untuk membuat api adalah arang dari kayu. Jika menggunakan kayu api, anglo diganti dengan keren: keren ini banyak digunakan di desa-desa. Pada dasarnya keren adalah sama dengan anglo, tetapi tidak memiliki lapisan atas. 29. F. Kipas / Tepas Kipas tidak digunakan jika menggunakan api kompor. Tepas adalah alat untuk membuat api semakin besar tergantung pada kebutuhan, dan terbuat dari bambu. Selain tepas, digunakan juga ilir. Pada dasarnya tepas dan ilir adalah sama, hanya bentuk yang berbeda. Tepas bentuk adalah persegi dan menunjuk ke salah satu lebar dan pegangan di bagian runcing. 30. G. Taplak Fungsinya adalah untuk menutupi dan melindungi pembuat batik itu dari setetes Malam (lilin) dari canting. 31. H. Canting Canting adalah alat untuk menggambar atau melukis dengan lilin menggambar Malam ke mori itu. Canting menentukan nama batik yang akan dihasilkan menjadi batik gambar. Alat ini terbuat dari campuran tembaga dan kayu atau bambu yang fleksibel dan ringan. 32. I. Kemplongan Kemplongan merupakan alat yang terbuat dari kayu yang berbentuk meja dan palu pemukul alat ini dipergunakan untuk menghaluskan kain mori sebelum di beri pola motif batik dan dibatik. 33. Alat Untuk Membuat Batik Cap 34. A. Kasur (Bantalan) Bantalan Kasur ini terbuat dari kapas yang dibungkus dengan kain, berfungsi sebagai lapisan bantalan kain mori yang akan dicap. B. Taplak Taplak ini terbuat dari kain katun yang berfungsi untuk lapisan kasur C. Kompor Tebuat dari besi dengan menggunakan sumbu, berfungsi untuk perapian saat melelehkan lilin malam 35. D. Anglo Besar Anglo ini terbuat dari gerabah yang berfungi untuk tungku yang didalamnya diletakkan kompor untuk perapian. Penggunaan Anglo ini untuk melindungi api dari angin sehingga api dapat menyala lebih tenang. E. Meja Meja ini terbuat dari kayu yang berfungsi untuk meletakkan kasur bantalan. 36. F. Loyang Loyang terbuat dari besi dan berbentuk seperti wajan dengan dasar datar dan berdiameter 40 cm, loyang ini berfungsi untuk tempat lilin malam saat dipanaskan. G. Angsang Angsang ini terbuat dari tembaga dengan permukaan berupa anyaman strimin yang diletakkan pada loyang. Ang