of 38 /38
M. Nasyirul Furqon, ST.

Pengetahuan bahan

Embed Size (px)

Citation preview

M. Nasyirul Furqon, ST.

M. Nasyirul Furqon, ST.

Seni Kriya

Konsep Karya Seni Rupa Terapan

Bentuk kebudayaan yang paling sederhana muncul pada zaman batu.

Hal tersebut berkaitan dengan tingkat kecerdasan, perasaan dan

pengetahuan yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang dihadapi

pada zaman itu. Untuk menunjang kelangsungan hidup, mereka

membuat alat-alat dari bahan-bahan yang diperoleh di alam sekitar

mereka. Sebagai contoh, kapak genggam dan alat-alat perburuan dibuat

dari tulang dan tanduk binatang.

M. Nasyirul Furqon, ST.

Pengertian Seni Kriya

Seni kriya sering disebut dengan istilah Handycraft yang berarti

kerajinan tangan. Seni kriya termasuk seni rupa terapan (applied art)

yang selain mempunyai aspek-aspek keindahan juga menekankan aspek

kegunaan atau fungsi praktis. Artinya seni kriya adalah seni kerajinan

tangan manusia yang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan peralatan

kehidupan sehari-hari dengan tidak melupakan pertimbangan artistik

dan keindahan.

M. Nasyirul Furqon, ST.

Unsur Karya Seni Kriya

Seni kriya mengutamakan terapan atau fungsi maka sebaiknya

terpenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

Utility

yaitu aspek kegunaan

Security

yaitu jaminan tentang keamanan orang menggunakan barang-barang

itu.

Comfortable

yaitu enaknya digunakan. Barang yang enak digunakan disebut barang

terap. Barang-barang terapan adalah barang yang memiliki nilai praktis

yang tinggi.

M. Nasyirul Furqon, ST.

Flexibility

yaitu keluwesan penggunaan. Barang-barang seni kriya adalah barang

terap yaitu barang yang wujudnya sesuai dengan kegunaan atau

terapannya. Barang terap dipersyaratkan memberi kemudahan dan

keluwesan penggunaan agar pemakai tidak mengalami kesulitan

dalam penggunaannya.

Estetika atau syarat keindahan

Sebuah barang terapan betapapun enaknya dipakai jika tidak enak

dipandang maka pemakai barang itu tidak merasa puas. Keindahan

dapat menambah rasa senang, nyaman dan puas bagi pemakainya.

Dorongan orang memakai, memiliki, dan menyenangi menjadi lebih

tinggi jika barang itu diperindah dan berwujud estetik.

M. Nasyirul Furqon, ST.

Fungsi dan Tujuan Pembuatan Seni Kriya

1.Sebagai benda pakai, adalah seni kriya yang diciptakan mengutamakan

fungsinya, adapun unsur keindahannya hanyalah sebagai pendukung.

2.Sebagai benda hias, yaitu seni kriya yang dibuat sebagai benda

pajangan atau hiasan. Jenis ini lebih menonjolkan aspek keindahan

daripada aspek kegunaan atau segi fungsinya.

3.Sebagai benda mainan, adalah seni kriya yang dibuat untuk digunakan

sebagai alat permainan.

M. Nasyirul Furqon, ST.

Jenis-jenis Seni Kriya di Nusantara

1.Seni kerajinan kulit, adalah kerajinan yang menggunakan bahan baku

dari kulit yang sudah dimasak, kulit mentah atau kulit sintetis.

Contohnya: tas, sepatu, wayang dan lain-lain.

2.Seni kerajinan logam, ialah kerajinan yang menggunakan bahan logam

seperti besi, perunggu, emas, perak. Sedangkan teknik yang digunakan

biasanya menggunakan sistem cor, ukir, tempa atau sesuai dengan

bentuk yang diinginkan. Contohnya pisau, barang aksesoris, dan lain-

lain.

M. Nasyirul Furqon, ST.

3. Seni ukir kayu, yaitu kerajinan yang menggunakan bahan dari kayu

yang dikerjakan atau dibentuk menggunakan tatah ukir. Kayu yang

biasanya digunakan adalah: kayu jati, mahoni, waru, sawo, nangka

dan lain-lain. Contohnya mebel, relief dan lain-lain.

4. Seni kerajinan anyaman, kerajinan ini biasanya menggunakan bahan

rotan, bambu, daun lontar, daun pandan, serat pohon, pohon

pisang, enceng gondok, dll. Contohnya: topi, tas, keranjang dan lain-

lain.

M. Nasyirul Furqon, ST.

5. Seni kerajinan batik, yaitu seni membuat pola hias di atas kain

dengan proses teknik tulis (casting) atau teknik cetak (printing).

Contohnya: baju, gaun dan lain-lain.

6. Seni kerajinan keramik, adalah kerajinan yang menggunakan bahan

baku dari tanah liat yang melalui proses sedemikian rupa (dipijit,

butsir, pilin, pembakaran dan glasir) sehingga menghasilkan barang

atau benda pakai dan benda hias yang indah. Contohnya: gerabah,

piring dan lain-lain.

M. Nasyirul Furqon, ST.

Teknik dan Bahan Karya Seni Kriya

Ada beberapa teknik pembuatan benda-benda kriya yang disesuaikan

dengan bahan. Alat dan cara yang digunakan antara lain cor atau tuang,

mengukir, membatik, menganyam, menenun, dan membentuk.

M. Nasyirul Furqon, ST.

1. Teknik cor (cetak tuang)

Ketika kebudayaan perunggu mulai masuk ke Indonesia, maka mulai

dikenal teknik pengolahan perunggu. Terdapat beberapa benda

kriya dari bahan perunggu seperti gendering perunggu, kapak,

bejana, dan perhiasan.

Disamping teknik cor ada juga teknik menempa yang bahan-

bahannya berasal dari perunggu, tembaga, kuningan, perak, dan

emas. Bahan tersebut dapat dibuat menjadi benda-benda seni

kerajinan, seperti keris, piring, teko, dan tempat lilin. Saat ini banyak

terdapat sentra-sentra kerajinan cor logam seperti kerajinan perak.

Tempat-tempat terkenal itu antara lain kerajinan perak di Kota Gede

Yogyakarta dan kerajinan kuningan yang terdapat di Juwana dan

Mojokerto.

M. Nasyirul Furqon, ST.

Teknik cetak pada waktu itu ada dua macam:

• Teknik Tuang Berulang (Bivalve)

Teknik Bivalve disebut juga teknik menuang berulang kali karena menggunakan

dua keping cetakan terbuat dari batu dan dapat dipakai berulang kali sesuai

dengan kebutuhan (bi berarti dua dan valve berarti kepingan). Teknik ini

digunakan untuk mencetak benda-benda yang sederhana baik bentuk maupun

hiasannya.

• Teknik Tuang Sekali Pakai (A Cure Perdue)

Teknik A Cure Perdue dibuat untuk membuat benda perunggu yang bentuk dan

hiasannya lebih rumit, seperti arca dan patung perunggu. Teknik ini diawali

dengan membuat model dari tanah liat, selanjutnya dilapisi lilin, lalu ditutup lagi

dengan tanah liat, kemudian dibakar untuk mengeluarkan lilin sehingga terjadilah

rongga, sehingga perunggu dapat dituang ke dalamnya. Setelah dingin cetakan

tanah liat dapat dipecah sehingga diperoleh benda perunggu yang diinginkan.

M. Nasyirul Furqon, ST.

2. Teknik Ukir

Alam Nusantara dengan hutan tropisnya yang kaya menjadi penghasil

kayu yang bisa dipakai sebagai bahan dasar seni ukir kayu. Mengukir

adalah kegiatan menggores, memahat, dan menoreh pola pada

permukaan benda yang diukir.

Di Indonesia, karya ukir sudah dikenal sejak zaman batu muda. Pada

masa itu banyak peralatan yang dibuat dari batu seperti perkakas rumah

tangga dan benda-benda dari gerabah atau kayu. Benda- benda itu

diberi ukiran bermotif geometris, seperti tumpal, lingkaran, garis,

swastika, zig zag, dan segitiga. Umumnya ukiran tersebut selain sebagai

hiasan juga mengandung makna simbolis dan religius.

Dilihat dari jenisnya, ada beberapa jenis ukiran antara lain ukiran

tembus (krawangan), ukiran rendah, Ukiran tinggi (timbul), dan ukiran

utuh.

M. Nasyirul Furqon, ST.

Karya seni ukir memiliki macam-macam fungsi antara lain:

a.Fungsi hias, yaitu ukiran yang dibuat semata-mata sebagai hiasan dan

tidak memiliki makna tertentu.

b.Fungsi magis, yaitu ukiran yang mengandung simbol-simbol tertentu

dan berfungsi sebagai benda magis berkaitan dengan kepercayaan dan

spiritual.

c.Fungsi simbolik, yaitu ukiran tradisional yang selain sebagai hiasan juga

berfungsi menyimbolkan hal tertentu yang berhubungan dengan

spiritual.

d.Fungsi konstruksi, yaitu ukiran yang selain sebagai hiasan juga

berfungsi sebagai pendukung sebuah bangunan.

e.Fungsi ekonomis, yaitu ukiran yang berfungsi untuk menambah nilai

jual suatu benda.

M. Nasyirul Furqon, ST.

3. Teknik membatik

Kerajinan batik telah dikenal lama di Nusantara. Akan tetapi

kemunculannya belum diketahui secara pasti. Batik merupakan karya

seni rupa yang umumnya berupa gambar pada kain. Proses

pembuatannya adalah dengan cara menambahkan lapisan malam dan

kemudian diproses dengan cara tertentu atau melalui beberapa tahapan

pewarnaan dan tahap nglorod yaitu penghilangan malam.

M. Nasyirul Furqon, ST.

Alat dan bahan yang dipakai untuk membatik pada umumnya sebagai

berikut:

a.Kain polos, sebagai bahan yang akan diberi motif (gambar). Bahan kain

tersebut umumnya berupa kain mori, primissima, prima, blaco, dan baju

kaos.

b.Malam, sebagai bahan untuk membuat motif sekaligus sebagai

perintang masuknya warna ke serat kain (benang).

c.Bahan pewarna, untuk mewarnai kain yaitu naptol dan garam diasol.

d.Canting dan kuas untuk menorehkan lilin pada kain.

e.Kuas untuk nemboki yaitu menutup malam pada permukaan kain yang

lebar.

M. Nasyirul Furqon, ST.

Sesuai dengan perkembangan zaman, saat ini dikenal beberapa teknik

membatik antara lain sebagai berikut:

a.Batik celup ikat, adalah pembuatan batik tanpa menggunakan malam

sebagaia bahan penghalang, akan tetapi menggunakan tali untuk

menghalangi masuknya warna ke dalam serat kain. Membatik dengan

proses ini disebut batik jumputan.

b.Batik tulis adalah batik yang dibuat melalui cara memberikan malam

dengan menggunakan canting pada motif yang telah digambar pada

kain.

c.Batik cap, adalah batik yang dibuat menggunakan alat cap (stempel

yang umumnya terbuat dari tembaga) sebagai alat untuk membuat

motif sehingga kain tidak perlu digambar terlebih dahulu.

M. Nasyirul Furqon, ST.

d. Batik lukis, adalah batik yang dibuat dengan cara melukis. Pada

teknik ini seniman bebas menggunakan alat untuk mendapatkan

efek-efek tertentu. Seniman batik lukis yang terkenal di Indonesia

antara lain Amri Yahya.

e. Batik modern, adalah batik yang cara pembuatannya bebas, tidak

terikat oleh aturan teknik yang ada. Hal tersebut termasuk pemilihan

motif dan warna, oleh karena itu pada hasil akhirnya tidak ada motif,

bentuk, komposisi, dan pewarnaan yang sama di setiap produknya.

f. Batik printing, adalah kain yang motifnya seperti batik. Proses

pembuatan batik ini tidak menggunakan teknik batik, tetapi dengan

teknik sablon (screen printing). Jenis kain ini banyak dipakai untuk

kain seragam sekolah.

Daerah penghasil batik di Jawa yang terkenal diantaranya Pekalongan,

Solo, Yogyakarta, Rembang dan Cirebon.

M. Nasyirul Furqon, ST.

4. Teknik Anyam

Benda-benda kebutuhan hidup sehari-hari, seperti keranjang, tikar, topi

dan lain-lain dibuat dengan teknik anyam. Bahan baku yang digunakan

untuk membuat benda-benda anyaman ini berasal dari berbagai

tumbuhan yang diambil seratnya, seperti bamboo, palem, rotan,

mendong, pandan dan lain-lain.

M. Nasyirul Furqon, ST.

5. Teknik Tenun

Teknik menenun pada dasarnya hamper sama dengan teknik

menganyam, perbedaannya hanya pada alat yang digunakan. Untuk

anyaman kita cukup melakukannya dengan tangan (manual) dan hampir

tanpa menggunakan alat bantu, sedangkan pada kerajinan menenun

kita menggunakan alat yang disebut lungsi dan pakan.

M. Nasyirul Furqon, ST.

6. Teknik Membentuk

Penegertian teknik membentuk di sini yaitu membuat karya seni rupa

dengan media tanah liat yang lazim disebut gerabah, tembikar atau

keramik. Keramik merupakan karya dari tanah liat yang prosesnya

melalui pembakaran sehingga menghasilkan barang yang baru dan jauh

berbeda dari bahan mentahnya.

M. Nasyirul Furqon, ST.

Teknik yang umumnya digunakan pada proses pembuatan keramik

diantaranya:

a.Teknik coil (lilit pilin)

b.Teknik tatap batu/pijat jari

c.Teknik slab (lempengan)

Cara pembentukan dengan tangan langsung seperti coil, lempengan

atau pijat jari merupakan teknik pembentukan keramik tradisional yang

bebas untuk membuat bentuk-bentuk yang diinginkan. Bentuknya tidak

selalu simetris. Teknik ini sering dipakai oleh seniman atau para

penggemar keramik.

M. Nasyirul Furqon, ST.

d. Teknik putar

Teknik pembentukan dengan alat putar dapat menghasilkan banyak

bentuk yang simetris (bulat, silindris) dan bervariasi. Cara

pembentukan dengan teknik putar ini sering dipakai oleh para

pengrajin di sentra-sentara keramik. Pengrajin keramik tradisional

biasanya menggunakan alat putar tangan (hand wheel) atau alat

putar kaki (kick wheel). Para pengrajin bekerja di atas alat putar dan

menghasilkan bentuk-bentuk yang sama seperti gentong, guci dll

M. Nasyirul Furqon, ST.

e. Teknik cetak

Teknik pembentukan dengan cetak dapat memproduksi barang dengan

jumlah yang banyak dalam waktu relatif singkat dengan bentuk dan

ukuran yang sama pula. Bahan cetakan yang biasa dipakai adalah

berupa gips, seperti untuk cetakan berongga, cetakan padat,

cetakan jigger maupun cetakan untuk dekorasi tempel. Cara ini

digunakan pada pabrik-pabrik keramik dengan produksi massal,

seperti alat alat rumah tangga piring, cangkir, mangkok gelas dll

Disamping cara-cara pembentukan diatas, para pengrajin keramik

tradisonal dapat membentuk keramik dengan teknik cetak pres,

seperti yang dilakukan pengrajin genteng, tegel dinding maupun

hiasan dinding dengan berbagai motif seperti binatang atau tumbuh-

tumbuhan.

M. Nasyirul Furqon, ST.

Kriya dari Bahan Alam 1.Kayu2.Batu3.Daun4.Bambu5.Tanah6.Biji-bijian7.Kulit Buah8.Kulit Hewan9.Tulang

Kriya dari Bahan Buatan / Sintetis1.Karet2.Logam3.Plastik

M. Nasyirul Furqon, ST.

1. Kayu

Pengenalan Sifat-Sifat Kayu

Kayu merupakan hasil hutan yang mudah diproses untuk dijadikan

barang sesuai dengan kemajuan teknologi. Kayu memiliki beberapa

sifat yang tidak dapat ditiru oleh bahan-bahan lain. Pemilihan dan

penggunaan kayu untuk suatu tujuan pemakaian, memerlukan

pengetahuan tentang sifat-sifat kayu. Sifat-sifat ini penting sekali

dalam industri pengolahan kayu sebab dari pengetahuan sifat

tersebut tidak saja dapat dipilih jenis kayu yang tepat serta macam

penggunaan yang memungkinkan, akan tetapi juga dapat dipilih

kemungkinan penggantian oleh jenis kayu lainnya apabila jenis yang

bersangkutan sulit didapat secara kontinyu atau terlalu mahal. Sumber

: www.dephut.go.id

M. Nasyirul Furqon, ST.

Sifat Fisik Kayu

1.Berat dan Berat Jenis

Berat suatu kayu tergantung dari jumlah zat kayu, rongga sel, kadar air

dan zat ekstraktif didalamnya. Berat suatu jenis kayu berbanding lurus

dengan BJ-nya. Kayu mempunyai berat jenis yang berbeda-beda,

berkisar antara BJ minimum 0,2 (kayu balsa) sampai BJ 1,28 (kayu nani).

Umumnya makin tinggi BJ kayu, kayu semakin berat dan semakin kuat

pula.

2.Warna

Kayu yang beraneka warna macamnya disebabkan oleh zat pengisi

warna dalam kayu yang berbeda-beda.

M. Nasyirul Furqon, ST.

3. Keawetan

Keawetan adalah ketahanan kayu terhadap serangan dari unsur-unsur

perusak kayu dari luar seperti jamur, rayap, bubuk dll. Keawetan

kayu tersebut disebabkan adanya zat ekstraktif didalam kayu yang

merupakan unsur racun bagi perusak kayu. Zat ekstraktif tersebut

terbentuk pada saat kayu gubal berubah menjadi kayu teras

sehingga pada umumnya kayu teras lebih awet dari kayu gubal.

4. Tekstur

Tekstur adalah ukuran relatif sel-sel kayu. Berdasarkan teksturnya, kayu

digolongkan kedalam kayu bertekstur halus (contoh: giam, kulim dll),

kayu bertekstur sedang (contoh: jati, sonokeling dll) dan kayu

bertekstur kasar (contoh: kempas, meranti dll).

M. Nasyirul Furqon, ST.

5. Arah Serat

Arah serat adalah arah umum sel-sel kayu terhadap sumbu batang

pohon. Arah serat dapat dibedakan menjadi serat lurus, serat

berpadu, serat berombak, serta terpilin dan serat diagonal (serat

miring).

6. Kesan Raba

Kesan raba adalah kesan yang diperoleh pada saat meraba permukaan

kayu (kasar, halus, licin, dingin, berminyak dll). Kesan raba tiap jenis

kayu berbeda-beda tergantung dari tekstur kayu, kadar air, kadar zat

ekstraktif dalam kayu.

M. Nasyirul Furqon, ST.

7. Bau dan Rasa

Bau dan rasa kayu mudah hilang bila kayu lama tersimpan di udara

terbuka. Beberapa jenis kayu mempunyai bau yang merangsang dan

untuk menyatakan bau kayu tersebut, sering digunakan bau sesuatu

benda yang umum dikenal misalnya bau bawang (kulim), bau zat

penyamak (jati), bau kamper (kapur) dsb.

8. Nilai Dekoratif

Gambar kayu tergantung dari pola penyebaran warna, arah serat,

tekstur, dan pemunculan riap-riap tumbuh dalam pola-pola tertentu.

Pola gambar ini yang membuat sesuatu jenis kayu mempunyai nilai

dekoratif.

M. Nasyirul Furqon, ST.

Macam Penggunaan Kayu

Penggunaan kayu untuk suatu tujuan pemakaian tertentu tergantung

dari sifat-sifat kayu yang bersangkutan dan persyaratan teknis yang

diperlukan. Jenis-jenis kayu yang mempunyai persyaratan untuk tujuan

pemakaian Seni Kriya antara lain sebagai berikut :

1.Patung dan Ukiran Kayu

Persyaratan teknis: serat lurus, keras, tekstur halus, liat, tidak mudah

patah dan berwarna gelap.

Jenis kayu: jati, sonokeling, salimuli, melur, cempaka, eboni.

M. Nasyirul Furqon, ST.

2. Pensil

Persyaratan teknis: BJ sedang, mudah dikerat, tidak mudah bengkok,

warna agak merah, berserat lurus.

Jenis kayu: agathis, jelutung, melur, pinus.

3. Alat Musik

Persyaratan teknis: tekstur halus, berserat lurus, tidak mudah belah,

daya resonansi baik.

Jenis kayu: cempaka, merawan, nyatoh, jati, lasi, eboni.

4. Alat Gambar

Persyaratan teknis: ringan, tekstur halus, warna bersih.

Jenis kayu: jelutung, melur, pulai, pinus.

M. Nasyirul Furqon, ST.

2. Kertas

Memahami Jenis & Type Kertas CetakPada dunia Percetakan jenis dan type kertas sangatlah banyak dan hampir dari setiap jenisnnya sangat sulit untuk dibedakan, apalagi bagi mereka (Klien) yang mintanya terima sudah serba beres.

M. Nasyirul Furqon, ST.

Uncoated Paper, Kerta yang termasuk uncoated diantaranya : Kertas HVS, HVO, Kertas koran, Kertas Tisudll.

Uncoated mempunyai sifat dengan daya penyerapan yang besar, akan terlihat pada permukaan yang sedikit kasar, mudah terkelupas atau terjadi picking (tercabut), PH rendah sehingga lambat kering, dan karena permukaannya bergelombang (tidak rata) maka hasil cetak tidak menimbulkan gloss.

Coated paper, Jenis kertas yang termasuk coated antara lain : Art paper, coated paper,mat coated, cast coated, art karton, coated karton. Sifat-sifat dari Coated Paper ini berbanding terbalik dengan Uncoated paper. Penggunaan bahan Coated paper ini biasa dipakai pada cekan untuk jenis Brosur, Flyer dsb. Jenis bahan ini paling sering di kombinasikan dengan finishing cetak “Ultra Vernish (UV) / Super Glossy”.

M. Nasyirul Furqon, ST.

Non Absorption Paper, yang termasuk non absorbtion antara lain :Vynil stiker, Yupo, Typex, Gold Foil, Alumunium Foil, art synthetic paper, dll.Karena jenis ini tidak mempunyai daya serap, maka pengeringan terjadi secara oksidasi penuh. Biasanya timbul masalah set off atau lambat kering. Sehingga perlu penanganan khusus seperti :- tidak menumpuk hasil cetakan terlalu tinggi- PH air pembasah tidak terlalu asam (karena akan menghambat oksidasi)- memakai air pembasah seminim mungkinHati-hati karena tinta mempunyai pengeringan lebih cepat dari pada tinta biasa, tidak sampai lapisan tinta mengering

M. Nasyirul Furqon, ST.

Jenis kertas yang dipasarkan umumnya terbagi menjadi 3 (tiga) bagian utama, yaitu :

1. Kertas berdasarkan jenis serat, kertas jenis ini terbagi menjadi 2 (dua) yaitu :

a. kertas mengandung kayu, dengan ciri-ciri :- terdiri dari serat mekanis- tidak tahan disimpan lama- mudah berubah warna jika terkena mataharicontoh : koran, HHIb. kertas bebas kayu, dengan ciri-ciri :- terdiri dari serat kimia- tahan disimpan lamacontoh : HVS, HVO

M. Nasyirul Furqon, ST.

2. Kertas berdasarkan pekerjaan akhir (Finishing), yaitu :

a. kertas coated, dengan ciri-ciri :- terdiri dari kertas dasae dan lapisan kapur dengan bahan perekat- permukaannya halus dan mengkilap (gloss)- daya serap terhadap minyak lemahcontoh : art paper, kunsdrukb. kertas uncoated, dengan ciri-ciri :- tidak diberi lapisan kapur- permukaan kertas kasar tapi bisa juga dihaluskan- daya serap terhadap minyak kuatcontoh : koran,HHI, HVS, HVO

3. kertas berdasarkan penggunaannya, yaitu :

a. Kertas cetak, seperti HVO, koran, art paperb. Kertas tulis, seperti HVS, kertas gambarc. Kertas bungkus, seperti cassing, kertas sampul, kertas Samsond. Kertas khusus, seperti kertas uang, kertas sigaret, kertas tisue.

M. Nasyirul Furqon, ST.

Nama Kertas untuk Percetakan (Printing)Pada artikel ini MahaMeru akan memberikan informasi guna membedakan sebagian jenis dari istilah kertas dalam dunia percetakan (Printing) yang sering digunakan. Pada dunia Percetakan jenis dan type kertas sangatlah banyak dan hampir dari setiap jenisnnya sangat sulit untuk dibedakan.

HVSBahan kertasnya agak kasar ,umumnya dipake untuk Fotocopy / Printer Deskjet.kertas jenis ini banyak dijual di toko-toko buku (cthnya : Sinar Dunia, Dunia Mas, paperone,Gold,dsb)

gramasi yang umum dipakai 70 – 100 gsm

Art Paper & Matt PaperBahan kertas untuk brosur, karena permukaannya yang licin(artpaper), atau yang semi doff (matt paper).selain karena licin, hasil yang dihasilkan juga bagus, karena raster kertasnya halusgramasi yang umum dipakai 100 – 150 gsm

Art KartonBahan kertas ini sama seperti art paper, cuma gramasinya lebih tebal.Banyak digunakan untuk cetakan seperti kartu nama, katalog, co profile,brosur, dan cetakan lainnya yang membutuhkan kertas agak tebal.Umumnya setelah di cetak, bahan ini di lapisi laminating lagi (optional), supaya hasilnya lebih memuaskan.

Gramasi yang umum dipakai 210gr , 230gr , 260gr , 310gr , 360gr.

Duplex (coated)Bahan duplex ini gampang dibedakan dengan bahan lainnya. sisi depan putih, sisi belakangnya abu-abu.jadi yang dicetak cuma 1 sisi depan, bahan ini banyak digunakan untuk pembuatan box. karena harganya yang relatif murah dibandingkan bahan lainnya.

Gramasi yang umum dipakai 250gr , 270gr , 310gr, 350gr, 400gr .

CWb/duplex putihSama seperti duplex cuma bedanya bagian dalamnya putih,sehingga kelihatan lebih bersih. Banyak digunakan untuk box – box makanan.

Gramasi yang umum digunakan 230gr, 250gr, 300gr.

IvoryBahan ivory ini hampir sama seperti art karton, 2 sisinya putih, cuma ngak seputih art karton. Yang membedakan kalo art karton 2 sisinya licin. ivory cuma 1 sisi yang licin, mirip cwb cuma lebih halus cwb. Bahan ini juga banyak digunakan untuk box cosmetic, karena cukup tebal/kokoh.

Gramasi yang umum digunakan 210gr, 230gr,250gr,270gr, 300gr,350gr.

Samson KraftWarna kertasnya coklat muda, bahannya daur ulang, permukaannya kasar.Umumnya digunakan untuk kertas bungkus, namun karena kesannya klasik, jadi bahan ini juga banyak digunakan untuk pembuatan paperbag, hangtag, amplop folio,karena warna dasarnya coklat, umumnya dicetak 1-2 warna aja.

Gramasi yang umum di gunakan 150gr , 220gr(kartoon).

Bw/BC/ManilaKertas ini ber-texture, biasanya digunakan untuk Stofmap, Kartu Stock barang. Terdapat berbagai warna. Biasanya gramasinya cuma tersedia 1 macam, misnya 210gr.

JasmineBahan jasmine ini banyak digunakan untuk membuat undangan pernikahan. kertasnya agak gliter-gliter. tersedia berbagai pilihan warna. Gramasinya umumnya cuma 2 ukuran tipis dan tebal.

Corugated (gelombang)Sesuai namanya, corugated ini karton gelombang. (seperti box indomie, dibagian dalamnya ada gelombang). Box ini kalo di cetak, umumnya di tempel lagi, ada yang ditempel pake duplex, kraft atau hvs.Jadi kalo dicetak fullcolor , dicetak dulu di bahan lain baru nanti di tempel.untuk ketebalannya bahan ini dikategorikan B flute (gelombang besar ) & E flute (gelombang kecil).

- See more at: http://www.mahamerubali.com/jenis-type-kertas-untuk-percetakan-printing.html#sthash.2pdoRuHr.dpuf