of 25/25
PENULISAN EJAAN DAN ISTILAH BAHASA INDONESIA YANG SANTUN DAN SESUAI KAIDAH

PENULISAN EJAAN DAN ISTILAH BAHASA INDONESIA YANG SANTUN DAN SESUAI KAIDAH

  • View
    108

  • Download
    3

Embed Size (px)

Text of PENULISAN EJAAN DAN ISTILAH BAHASA INDONESIA YANG SANTUN DAN SESUAI KAIDAH

  1. 1. PENULISAN EJAAN DAN ISTILAH BAHASA INDONESIA YANG SANTUN DAN SESUAI KAIDAH
  2. 2. LATAR BELAKANG Makalah merupakan karya tulis ilmiah yang bertujuan untuk mengungkapkan fakta-fakta, perasaan, sikap dan isi pikiran secara jelas dan efektif kepada para pembaca. Makalah yang baik dan benar yaitu menggunakan bahasa Indonesia yang tepat dan mudah dimengerti. Hal ini turut memperjelas tujuan yang hendak disampaikan penulis kepada pembaca. Hal yang penting diperhatikan diantaranya adalah penulisan ejaan dan istilah bahasa Indonesia. Ejaan berkaitan dengan penulisan huruf, penulisan kata, pemakaian tanda baca yang telah disesuaikan berdasarkan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).
  3. 3. Apakah yang dimaksud dengan ejaan dan istilah dalam bahasa Indonesia? Bagaimanakah penulisan ejaan yang meliputi penulisan tanda baca dan penulisan kata? Bagaimanakah penulisan istilah bahasa Indonesia yang benar? RUMUSAN MASALAH
  4. 4. APAKAH EJAAN ITU? Ejaan adalah kaidah-kaidah cara menggambarkan bunyi-bunyi (kata, kalimat, dsb.) dalam bentuk tulisan serta menggunakan tanda baca.
  5. 5. Adopsi (pengambilan bentuk kata secara utuh) Adaptasi (penyesuaian bentuk kata) Translasi (penerjemahan)
  6. 6. Adopsi berkaitan dengan penambahan unsur kata menjadi kosakata baru bahasa Indonesia. Kata-kata yang berasal dari bahasa asing atau dianggap biasa pemakaiannya dalam komunikasi sehari-hari. CONTOH
  7. 7. Adaptasi berkaitan dengan penyesuaian bentuk. Penyesuaian ini dilakukan dengan melihat unsur dasar pembentuknya, terutama secara fonemik (melihat unsur lafal dan fonem pembentuknya). C O N T O H presiden dari president standar dari standard solusi dari solution
  8. 8. Translasi dilakukan pada tiap kata atau frase yang tidak dimiliki oleh bahasa kita, hingga bentuk baru terjemahan itulah yang dipakai. Penerjemahan dilakukan dengan per kata atau percakupan makna. Contoh: titik tolak dari starting point negara berkembang dari developing country anggaran berimbang dari balanced budget
  9. 9. PEMAKAIAN EJAAN DAN CONTOH PENULISAN Ejaan Pemakaian tanda baca Penulisan kata Penulisan huruf
  10. 10. 1. Pemakaian Tanda Baca a. Titik b. Koma c. Titik-Koma d. Titik-Dua e. Tanda Kurung
  11. 11. a. Titik 1) Menyatakan akhir dari sebuah kalimat. Contoh: Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan sedang dalam proses pembangunan. 2) Akhir singkatan, gelar, jabatan, pangkat. Contoh: Makalah disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia yang dibina oleh Sony Sukmawan, S.Pd., M.Pd.
  12. 12. 3) Digunakan untuk memisahkan angka ribuan, jutaan, dan seterusnya yang menunjukkan jumlah. Contoh: Penderita HIV di Indonesia diperkirakan mencapai 5.500 jiwa.
  13. 13. 1) Koma dipakai untuk membatasi rincian yang lebih dari dua. Contoh: Sebagai sebuah bangsa besar yang sedang membangun, Indonesia tentulah memerlukan generasi-generasi penerus yang andal di berbagai bidang untuk dapat mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan merata. 2) Koma dipakai untuk memisahkan nama belakang dari nama depan dalam penulisan daftar pustaka. Contoh: Keraf, Gorys. 2004. KOMPOSISI. Flores: Nusa Indah b. Koma
  14. 14. 3) Koma juga dipakai untuk mengaitkan hubungan antarkalimat atau hubungan antarparagraf. Contoh: Oleh karena itu, perlu diadakan kontak terus menerus antara daerah yang satu dan daerah yang lain untuk menjaga keutuhan bahasa Indonesia. 4) Koma juga dipakai pada penulisan gelar dibelakang nama seseorang. Contoh: Makalah disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia yang dibina oleh Sony Sukmawan, S.Pd., M.Pd.
  15. 15. 1) Titik koma dipakai untuk memisahkan dua bagian kalimat yang sederajat, dimana tidak dipergunakan kata-kata sambung. Contoh: Ia seorang sarjana yang cemerlang; seorang atlit yang mengandung harapan; seorang aktor yang sangat baik. 2) Memisahkan ayat-ayat atau perincian-perincian yang bergantung pada suatu pasal atau pada suatu induk kalimat. Contoh: Menurut penyelidikan Lembaga tersebut, kekurangan yang menyolok di kalangan mahasiswa, khususnya para mahasiswa baru antara lain: a. Pengetahuan umum yang kurang; b. Tidak cukup menguasai ahasa Indonesia dan bahasa Inggris; c. Cara belajar kurang efisien; c. Titik Koma
  16. 16. 1) Digunakan untuk suatu rincian. Contoh: Menurut penyelidikan Lembaga tersebut, kekurangan yang menyolok di kalangan mahasiswa, khususnya para mahasiswa baru antara lain: a. Pengetahuan umum yang kurang; b. Tidak cukup menguasai ahasa Indonesia dan bahasa Inggris; c. Cara belajar kurang efisien; 2) Menjelaskan kata adalah, yaitu, ialah, seperti tertera pada contoh berikut. Misalnya: Ketua : Putra Kurniawanto Sekretaris : Putri Kurniawati d. Titik-Dua
  17. 17. 1) Tanda kurung dipakai untuk menjelaskan hubungan yang sama antara paparan yang disebutkan sebelumnya dengan kata yang terdapat di dalam jurung. Singkatan menggunakan tanda kurung untuk menjelaskan kependekan. Penjelasan atau pengertian diperpendek dengan istilah yang terdapat di dalam kurungnya. Contoh: Oleh karena itu, diperlukan strategi membangun negara ini menuju bangsa yang mampu membangun dan memenuhi kebutuhannya sendiri (Self Sufficiency Nation). 2) Tanda kurung dipakai untuk mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian integral dari pokok bahasan. Contoh: Materi yang berkaitan dengan keluarga (pokok bahasan halaman 5) memerlukan kepedulian kita bersama.
  18. 18. 2. Pemakaian Kata Penulisan kata berkaitan dengan kata-kata yang dipakai dalam bahasa Indonesia, baik itu kata baku maupun kata nonbaku. Kata satuan bahasa terkecil yang memiliki makna dan bisa berdiri sendiri.
  19. 19. Kata Baku praktik teoretis analisis kategori pasien konkret Contoh kata baku dan kata tidak baku Kata Tidak Baku praktek teoritis analisa katagori pasen kongkrit Adaptasi practice theoretical analysis category patient concrete
  20. 20. Istilah merupakan kata atau frasa yang dipakai sebagai nama atau lambang dan yang dengan cermat mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat yang khas dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
  21. 21. PENERJEMAHAN PENYERAPAN
  22. 22. 1) Penerjemahan Langsung Istilah Indonesia dapat dibentuk lewat penerjemahan berdasarkan kesesuaian makna, tetapi bentuknya tidak sepadan. Misalnya: supermarket pasar swalayan merger gabung usaha 2) Penerjemahan dengan Perekaan pemadanan istilah asing dengan cara perekaan atau menciptakan istilah baru. Misalnya: catering menjadi jasa boga invention menjadi rekacipta
  23. 23. PENYERAPAN 1) Penyerapan dengan penyesuaian ejaan dan lafal. Misalnya: Camera [kmra] kamera [kamera] Microphone [makrofon] mikrofon [mikrofon] System [sstm] sistem [sistem] 2) Penyerapan dengan penyesuaian ejaan tanpa penyesuaian lafal. Misalnya: Design [disain] desain [desain] File [fal] fail [fail] Science [sans] sains [sains] Photocopy [fotokopi] footokopi [fotokopi]
  24. 24. 3) Penyerapan tanpa penyesuaian ejaan, tetapi dengan penyesuaian lafal. Misalnya: Bias [bas] bias [bias] Radar [reidar] radar [radar] 4) Penyerapan istilah tanpa penyesuaian ejaan dan lafal, dilagukan jika istilah itu juga dipakai secara luas dalam kosakata umu, istilah itu tidak ditulis dengan huruf miring (dicetak dengan huruf tegak). Misalnya : Golf Golf Internet Internet Lift Lift Orbit Orbit