of 10 /10
Peristiwa Sekitar Proklamasi Kemerdekaan Angga Putra Hafidzin Shinta Nada Puspita Stefanus Raditya Syipa Komariah Hasanah

Peristiwa sekitar proklamasi kemerdekaan

Embed Size (px)

Text of Peristiwa sekitar proklamasi kemerdekaan

1. Peristiwa Sekitar Proklamasi Kemerdekaan Angga Putra Hafidzin Shinta Nada Puspita Stefanus Raditya Syipa Komariah Hasanah 2. 1. Pemanggilan Tokoh Indonesia ke Dalat, Vietnam Marsekal Terauchi memanggil sejumlah besar tokoh-tokoh nasional, yaitu Ir. Soekarno, Moh. Hatta dan Dr. Radjiman Wedyodiningrat kemarkasnya di Dalat (Saigon). Dalam pertemuan ini disampaikan kepada tokoh-tokoh nasional tersebut bahwa Jepang akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Keputusan ini dilatar belakangi keinginan menarik dukungan dan simpati lebih banyak dari bangsa Indonesia yang saat itu tentara Jepang semakin terdesak oleh sekutu. Sebenarnya, pertemuan di Dalat tersebut merupakan momentum penting bagi bangsa Indonesia. Akan tetapi, peristiwa ini merupakan pemicu dari terjadinya perbedaan pendapat antara tokoh golongan tua dan golongan muda. 3. 2. Berita Kekalahan Jepang Dalam Perang Pasifik Memasuki tahun 1945 kedudukan Jepang terus terdesak oleh tentara sekutu di dalam Perang Asia Timur Raya (Perang Asia-Pasifik). Satu per satu daerah kekuasaan Jepang Jatuh ke Tangan tentara Amerika Serikat. Bahkan, Pada pertengahan tahun 1945 Jepang benar-benar tidak mampu lagi memberikan perlawanan. Namun,keadaan itu tetap tidak membuat Jepang menyerah. Oleh karena itu, pada tanggal 6 Agustus 1945 tentara Amerika menjatuhkan bom atom di Kota Hiroshima. Menyusul tanggal 9 Agustus 1945 Tentara Amerika Serikat membom Kota Nagasaki. Akibatnya, ke dua Kota penting Jepang hancur. Jepang pun lumpuh dan tidak berkutik. Akhirnya, pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu. Namun, upacara penyerahan secara resmi baru akan dilaksanakan pada tanggal 2 September 1945. Penyerahan itu dilakukan di kapal perang USS Missouri milik Amerika Serikat yang sedang merapat di teluk Tokyo. 4. 3. Peristiwa Rengasdengklok Tanggal 15 Agustus 1945 para pemuda berkumpul diruang belakang gedung Bakteriologi, Jalan Pegangsaan Timur no.13, Jakarta, dibawah pimpinan Chaerul Saleh.Pertemuan ini membahas kekalahan Jepang dan persiapan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Hasil keputusannya adalah bahwa kemerdekaan Indonesia adalah masalah bangsa Indonesia sendiri yang tidak dapat digantungkan pada bangsa lain. Oleh karena itu proklamasi kemerdekaan harus dilakukan oleh bangsa Indonesia sendiri. Para pemuda segera mengirimkan utusan (Wikana dan Darwis) untuk segera menghadap Ir. Soekarno dan Moh. Hatta agar segera menyampaikan hasil rapat tersebut. Namun kedua tokoh tersebut menolak gagasan para pemuda dengan alasan Jepang masih bersenjata lengkap dan mempunyai tugas untuk memelihara status quo sebelum pasukan sekutu datang ke Indonesia. Selain itu, Soekarno-Hatta baru akan membicarakan masalah kemerdekaan Indonesia dalam sidang PPKI pada tangal 16 Agustus 1945. 5. Setelah para pemuda mendengar hasil laporan tersebut, para pemuda merasa kecewa sehingga suasana rapat menjadi panas. Akhirnya diputuskan perlunya untuk mengamankan Soekarno-Hatta keluar kota yang jauh dari pengaruh Jepang. Persoalan Soekarno dan Hatta selanjutnya diserahkan kepada Syudanco Singgih dan kawan- kawan dari Peta Jakarta. Dalam melaksanakan tugasnya, Syudanco Singgih didampingi Sukarni dan Yusuf Kunto. Menurut Singgih Soekarno dan Hatta akan dibawa ke Rengasdengklok sebagai tempat untuk mengamankan Soekarno-Hatta dengan alasan: 1. Rengasdengklok dilatar belakangi laut Jawa, sehingga jika ada serangan dari tentara Jepang dapat segera pergi melalui laut. 2. Didaerah sekitar Rengasdengklok, di Purwakarta, Cilamaya (barat), Kedung Gedeh (selatan), dan Bekasi (Timur) telah siap pasukan Peta untuk menjaga segala kemungkinan. 6. Setelah rapat selesai, dengan mengendarai mobil, Singgih bersama Sutrisno, Sampun dan Surachmat menuju rumah Ir. Soekarno dan menjemput Moh. Hatta untuk membawa mereka beserta keluarga ke Rengasdengklok. Setelah sampai di Rengasdengklok, Soekarno- Hatta tetap tidak bersedia menyatakan kemerdekaan sebelum ada surat pernyataan resmi menyerah dari Jepang. Namun ditengah perdebatan itu, Ahmad Subarjo muncul dan memberitahukan kepada Soekarno dan Hatta bahwa Jepang memang telah menyerah kepada sekutu. Mendengar kabar itu, Soekarno dan Hatta akhirnya bersedia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Selanjutnya, diadakan perundingan dengan kelompok pemuda dan Ahmad Subarjo memberikan jaminan kepada para pemuda bahwa Soekarno dan Hatta akan memproklamasikan kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 di Jakarta. Setelah tercapai, pada sore harinya Soekarno-Hatta kembali ke Jakarta bersama Ahmad Subarjo dan Sudiro. 7. 4. Perumusan Teks proklamasi Sekitar pukul 02.00 wib dini hari, Soekarno dan Hatta tiba di Jakarta. Atas usaha Ahmad Subarjo diperoleh sebuah tempat, yaitu dirumah Laksamana Muda Tadashi Maeda, seorang perwira Jepang dengan jabatan Wakil Komandan Angkatan Laut Jepang di Jakarta. Rumah tersebut terletak dijalan Imam Bonjol No.1 Jakarta Pusat. Tempat tersebut dianggap sebagai tempat paling aman dari ancaman pemerintah militer. 8. Sebelum Soekarno dan Hatta merumuskan teks Proklamasi, ia menghadap dulu Jendral Nishimura yang menyatakan bahwa Jepang tetap akan mempertahankan kekuasaannya di Indonesia. Soekarno dan Hatta akhirnya memutuskan untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia tanpa campur tangan Jepang. Mereka kemudian menuju rumah laksamana Muda Tadashi Maeda. Disana ternyata telah berkumpul para pemuda dan beberapa tokoh PPKI. Ketika para pemimpin nasional sedang merumuskan teks proklamasi. Laksamana muda Tadashi Maeda mengundurkan diri dan pergi keruang tidurnya. Sementara itu datang orang kepercayaan Nishimura, yaitu Miyosi bersama Sukarni, Sudiro dan B.M. Diah menyaksikan Soekarno-Hatta dan Ahmad Subarjo merumuskan naskah teks proklamasi dan diketik oleh Sayuti Melik 9. Sumber Penulisan Indonesiabelajarsejarah.blogspot.com Jasmerah-Indonesia.blogspot.com Wikipedia.org 10. Terima Kasih Atas Perhatiannya