Ppt pengantar manajemen kekuasaan, wewenang tanggung jawab dan delegasi

  • View
    555

  • Download
    3

Embed Size (px)

DESCRIPTION

just share

Transcript

  • 1. Kelompok 8 : Asti Ardiani Herna Frestiana Hikmah Siti Nazwah Liri Laila Thasa Widya Lestari Putri
  • 2. Kekuasaan dan wewenang sering ditemui bersama, tapi keduanya berbeda. Bila wewenang adalah hak untuk melakukan sesuatu, kekuasaan adalah kemampuan untuk melakukan hak tersebut. Selain itu, kekuasaan juga mempunyai arti kemampuan untuk mempengaruhi individu, kelompok, keputusan atau kejadian/situasi. Kekuasaan sesungguhnya merupakan konsekuensi logis yang muncul dari setiap organisasi yang di dalamnya terdapat pemimpin dan bawahan. Karena organisasi merupakan kumpulan orang dalam pencapaian tujuan, maka organisasi ditunjukan untuk mengubah situasi melalui orang-orang agar perubahan terjadi. Agar perubahan ini dapat terjadi, maka kekuasaan diperlukan.
  • 3. Kekuasaan Balas-Jasa/Kekuasaan Penghargaan Kekuasaan untuk memberikan penghargaan adalah kekuasaan yang muncul sebagai akibat dari seseorang yang posisinya memungkinkan dirinya untuk memberikan penghargaan terhadap orang-orang yang berada di bawahanya. Kekuasaan untuk memberikan Hukuman Kekuasaan ini kebalikan atau sisi negatif dari reward power. Kekuasaan ini merupakan kekuasaan untuk memberikan hukuman atas kinerja yang buruk yang ditunjukan oleh SDM / tenaga kerja dalam sebuah organisasi atau apabila mereka tidak melaksanakan perintah pimpinannya atau tidak memenuhi persyaratan.
  • 4. Kekuasaan Sah Berkembang dari nilai-nilai intern yang mengemukakan bahwa seorang pimpinan mempunyai hak sah untuk mempengaruhi bawahan. Seseorang mempunyai kewajiban untuk menerima pengaruh/kekuasaan tersebut, karena seorang lain ditentukan sebagai pimpinannya. Kekuasaan Pengendalian Informasi Berasal dari pengetahuan dimana orang lain tidak mempunyainya. Cara ini digunakan dengan pemberian atau penahanan informasi yang dibutuhkan.
  • 5. Kekuasaan Panutan Didasarkan atas identifikasi orang-orang dengan seorang pimpinan dan menjadikan pemimpin itu sebagai panutan atau symbol. Karisma pribadi, keberanian, simpatik, dan sifat-sifat lain adalah faktor-faktor penting dalam kekuasaan panutan. Misalnya, manajer yang populer dan teliti akan mempunyai kekuasaan panutan bila karyawan termotivasi untuk meniru kebiasaannya. Kekuasaan panutan juga berfungsi di tingkat yang sejajar rekan yang berkarisma mungkin dapat menarik kita untuk menyetujui pandangannya.
  • 6. Selain itu, seorang pemimpin dapat mempengaruhi seseorang adalah hasil dari kekuasaan posisi, kekuasaan pribadi, atau kombinasi dari keduanya.
  • 7. David McClelland menyatakan, ada dua sisi dari kekuasaan, yaitu sisi negatif, dan positif : Sisi Negatif Mengandung arti bahwa memiliki kekuasaan berarti menguasai orang lain yang lebih lemah. Kepemimpinan yang didasarkan atas sisi negatif kekuasaan memperlakukan seseorang tidak lebih dari seorang budak. Hal ini jelas merugikan, karena orang-orang yamg merasa hanya menjadi budak akan cenderung menentang kepemimpinan, dan akan menjadi pasif.
  • 8. Sisi Positif Kekuasaan ditandai dengan perhatian pada pencapaian tujuan kelompok. Manajer yang menggunakan kekuasaan positif, mendorong anggota kelompok untuk mengembangkan kekuatan dan kecakapan yang mereka butuhkan untuk meraih sukses, baik sebagai perseorangan maupun sebagai anggota suatu organisasi. Penggunaan kekuasaan secara tepat, merupakan motivator besar bagi para anggota organisasi atau suatu perusahaan.
  • 9. Pengertian Wewenang 1. Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan Authority adalah kekuasaan yang sah dan legal yang dimiliki seseorang untuk memerintah orang lain, berbuat atau tidak berbuat sesuatu; authority merupakan dasar hukum yang sah dan legal untuk dapat mengerjakan sesuatu pekerjaan.
  • 10. Wewenang (Authority) sangat penting bagi seseorang dalam sebuah manajemen, karena : Authority merupakan dasar hukum bagi seseorang untuk dapat melakukan pekerjaan atau tugas-tugasnya. Authority selalu akan menciptakan power, right, dan responsibility. Authority menyebabkan perintah-perintah manajer dipatuhi dan ditaati. Authority menjadi tolak ukur kedudukan, sifat pekerjaan, dan tanggung jawab seseorang karyawan dalam suatu perusahaan. Authority menjadi batas tentang apa yang dapat dikerjakan dan yang tidak boleh dikerjakan seseorang.
  • 11. 1. Line authority ( Wewenang Garis) Line authority adalah mereka yang dalam organisasi mempunyai kekuasaan, hak dan tanggung jawab langsung atas tercapainya tujuan perusahaan. Ia berwenang mengambil keputusan dan memerintah untuk merealisasikan keputusan tersebut. 2. Staff authority ( Wewenang Staf ) Staff authority adalah mereka yang ditunjuk oleh organisasi untuk membantu bagian-bagian dalam sebuah organisasi yang memiliki kewenangan lini. Kekuasaan dan hak, hanya untuk memberikan data, informasi dan saran-saran saja untuk membantu lini, supaya bekerja efektif dalam mencapai tujuan. Seseorang yang mempunyai staff authority, tidak berhak mengambil keputusan dan merealisasi keputusan serta tidak bertanggung jawab langsung atas tercapainya tujuan.
  • 12. 3. Functional Authority Functional authority adalah mereka yang berada dalam bagian tertentu di organisasi, memiliki kewenangan lini maupun staf, namun juga karena tugasnya diberi kewenangan untuk melakukan kontrol atau koordinasi dengan bagian lainnya. 4. Personal Authority Personal Authority adalah kewibawaan seseorang karena kecakapan, perilaku, ketangkasan, dan kemampuan, sehingga ia disegani oleh kawan maupun lawan.
  • 13. a. Formal Authority Theory Menurut Koontz, authority yang dimiliki seseorang bersumber dari barang-barang yang dimilkinya, sebagaimana yang diatur oleh undang-undang, hukum dan hukum adat dari lembaga tersebut. Misalnya, pemilik saham suatu perseroan terbatas ( PT ) mempunyai authority/hak suara karena saham yang dimilikinya. b. Acceptance Authority Theory (Teori Penerimaan Wewenang) Menurut teori ini, authority seseorang bersumber dari penerimaan, kepatuhan, dan pengakuan para bawahan terhadap perintah, dan kebijakan-kebijakan atas kuasa yang dipegangnya. Kunci teori ini adalah bahwa seseorang pemimpin tidak mempunyai wewenang yang sesungguhnya, kecuali para bawahan secara individual memberikan kepadanya. Tegasnya, pemimpin memiliki authority selama para bawahan menaati dan mematuhi perintah-perintahnya.
  • 14. c. Authority of the Situation Menurut teori ini, authority seseorang bersumber dari situasi, misalnya keadaan darurat atau kejadian-kejadian luar biasa. Karena situasi, seseorang mengambil alih kekuasaan untuk menghadapi situasi-situasi khusus tersebut dan perintah-perintahnya diterima dan dilaksanakan orang. Dan begitu situasi menjadi normal, authority-nya hilang. d. Position Authority Menurut teori ini, wewenang yang diperoleh seseorang bersumber dari posisi (kedudukan) superior yang dijabatnya di dalam organisasi yang bersangkutan. Misalnya, seorang dosen mempunyai authority untuk meluluskan seorang mahasiswa, karena ia mempunyai authority untuk itu.
  • 15. e. Technical Authority ( Wewenang Teknis ) Artinya wewenang diperoleh seseorang, karena keahlian khusus sebagai akibat dari pengalaman, popularitas, kemampuan mengambil keputusan yang jitu. f. Yuridis Authority ( Wewenang Hukum ) Menurut teori ini, wewenang seseorang bersumber dari hukum atau undang-undang yang berlaku. Misalnya, polisi berwenang untuk mengatur lalu lintas karena adanya hukum yang mengaturnya.
  • 16. a. Kemampuan jasmaniah (fisik), artinya manajer tidak dapat memerintahkan suatu tugas kepada para bawahannya diluar kemampuan bawahannya. b. Pembatasan ekonomi, artinya wewenang seorang manajer dibatasi oleh keadaan ekonomi. Manajer tidak dapat memerintahkan