Problem Solving Matematika

  • View
    1.352

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of Problem Solving Matematika

Tugas Arah Kecendrungan dan Isu dalam Pendidikan Matematika Makalah tentangPROBLEM SOLVINGDosen pengasuh: Prof. Dr. Hasrattudin, M.PdOleh DAHLIA

HUDI PRATAMA 8146172011

8146172027 IMANTI AMELIA

MASITAH PUSPA SARI 8146172029

8146172042 M.HASAN ASYARI

8146172046

PROGRAM PASCASARJANAUNIVERSITAS NEGERI MEDAN2014KATA PENGANTARAlhamdulilah.. Segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT berkat rahmat dan ridhoNya, kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Problem Solving ini.

Guru adalah pekerjaan mulia yang memiliki tanggung jawab kemanusiaan, khususnya berkaitan dengan proses pendidikan generasi penerus bangsa dalam menghadapi era globalisasi di masa mendatang. Untuk itu guru dituntut untuk menjadi guru yang profesional, yang mampu mengembangkan kemampuan berfikir tingkat tinggi peserta didik. Dalam kehidupan juga tidak terlepas dari masalah atau tantangan. Guru sebagai praktisi pendidikan memegang penting peranan untuk menjawab dan melewati tantangan atau masalah itu.

Pada kesempatan ini pemakalah mengucapkan terima kasih kepada dosen pengampu mata kuliah Arah Kecendrungan dan Isu dalam Pendidikan Matematika atas bimbingannya, dan terima kasih juga kepada teman-teman seperjuangan di kelas B-1 Pendidikan Matematika TA 2014/2015 yang telah memberikan saran dan masukan terhadap makalah ini.Medan, September 2014

Pemakalah DAFTAR ISI

Halaman

Kata Pengantar

iDaftar Isi

iiBAB IPENDAHULUAN

1

A. Latar Belakang

1B. Rumusan Masalah

2C. Tujuan Penulisan

2

BAB II PEMBAHASAN

3A. Pengertian Problem Solving (Pemecahan Masalah)

3B. Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Problem Solving4C. Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Matematika dengan

menggunakan metode pemecahan masalah (problem solving)

8BAB III PENUTUP

14A. Kesimpulan

14B. Saran

14DAFTAR PUSTAKA

15

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan salah satu unsur penting dalam pendidikan. Mata pelajaran matematika telah diperkenalkan kepada siswa sejak tingkat dasar sampai ke jenjang yang lebih tinggi. Kegunaan matematika bukan hanya memberikan kemampuan dalam perhitungan-perhitungan kualitatif tetapi juga dalam penataan cara berpikir, terutama dalam pembentukan kemampuan menganalisis, membuat sintesis, melakukan evaluasi hingga kemampuan memecahkan masalah. Dengan kenyataan ini bahwa matematika mempunyai potensi yang sangat besar dalam hal memacu terjadinya perkembangan secara cermat dan tepat maupun dalam mempersiapkan masyarakat yang mampu mengantisipasi perkembangan dengan cara berpikir dan bersikap pula.

Pembelajaran hendaknya lebih menekankan pada bagaimana upaya guru mendorong atau memfasilitasi siswa belajar, bukan pada apa yang dipelajari siswa. Jadi, pembelajaran matematika merupakan upaya guru mendorong atau memfasilitasi siswa dalam mengkonstruksi pemahamannya akan matematika. Keberhasilan guru dalam pembelajaran bukan hanya dilihat dari hasil belajar siswa tetapi juga pada proses dari pembelajaran tersebut.

Salah satu upaya untuk meningkatkan keterampilan berproses belajar siswa, khususnya mata pelajaran matematika adalah dengan menerapkan model pembelajaran problem solving atau pemecahan masalah. Pada pembelajaran melalui pendekatan problem solving, siswa dimungkinkan memperoleh pengalaman menggunakan pengetahuan serta keterampilan yang sudah dimiliki untuk diterapkan pada pemecahan masalah yang bersifat tidak rutin. Proses pemecahan masalah memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif dalam mempelajari, mencari, dan menemukan sendiri informasi atau data untuk diolah menjadi konsep, prinsip atau simpulan.

Cara pemecahan masalah adalah hal yang terpenting dalam matematika. Hal ini sesuai dalam The National Council of Teacher of Mathematics (NCTM dalam Jacob, 2010:8) yang menyatakan untuk membuat pemecahan masalah fokus dari matematika sekolah memiliki pertanyaan fundamental tentang ciri matematika sekolah. Seni pemecahan masalah merupakan jantung dari matematika. Jadi pembelajaran matematika dapat didesain sedemikian sehingga pengalaman matematika sebagai pemecahan masalah.

Dari rekomendasi NCTM tersebut dapat diartikan bahwa problem solving sangat penting dalam pelajaran matematika, mengingat masih banyak siswa yang merasa kesulitan dalam mengkonstruksikan dan mengaplikasikan ide-ide dalam problem solving matematika. Tidak hanya sebuah formula yang dapat digunakan untuk memastikan keberhasilan dalam problem solving (pemecahan masalah). Hal ini diperjelas dalam Sumarmo (2005) yang mengatakan kemampuan peserta didik dalam keterampilan berpikir kritis, keterampilan berpikir kreatif, keterampilan mengorganisir otak, dan keterampilan analisis disebut dengan daya matematis (mathematical power) atau keterampilan matematis (doing math). Dalam keterampilan ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan peserta didik masa kini dan kebutuhan peserta didik masa akan datang.

Dengan demikian pembelajaran matematika pada jenjang sekolah manapun diharapkan dapat mengembangkan kemampuan matematis peserta didik melalui tugas matematika yang dapat mendukung tujuan di atas. Hal inilah yang melatarbelakangi penulisan makalah kelompok 1 tentang problem solving yaitu mengembangkan keterampilan matematis peserta didik dengan pendekatan pemecahan masalah pada pembelajaran matematika.B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penulisan makalah ini adalah :

1. Apa itu problem solving (pemecahan masalah)?2. Bagaimanakah pendekatan pemecahan masalah dalam pembelajaran matematika?

C. Tujuan Penulisan

Berdasarkan rumusan masalah di atas, yang menjadi tujuan dalam penulisan makalah ini adalah :

1. Untuk mengetahui pengertian problem solving (pemecahan masalah). 2. Untuk mengetahui pendekatan pemecahan masalah dalam pembelajaran matematika. BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Problem Solving (Pemecahan Masalah)

A.1. Pengertian masalah

Tidak semua pertanyaan merupakan suatu masalah. Bagi seseorang suatu pertanyaan bisa menjadi suatu masalah sedangkan bagi orang lain tidak. Masalah adalah kesenjangan antara kenyataan yang terjadi dengan sesuatu yang kita harapkan atau kita capai. Kata Problem terkait erat dengan suatu pendekatan pembelajaran yaitu pendekatan problem solving. Dalam hal ini tidak setiap soal dapat disebut problem atau masalah. Ciri-ciri suatu soal disebut problem dalam perspektif ini paling tidak memuat 2 hal yaitu:

1. soal tersebut menantang pikiran (challenging),

2. soal tersebut tidak otomatis diketahui cara penyelesaiannya (nonroutine).

Munurut Polya (dalam Hujono, 2003:150), terdapat dua macam masalah :1. Masalah untuk menemukan, dapat teoritis atau praktis, abstrak atau konkret, termasuk teka-teki. Kita harus mencari variabel masalah tersebut, kemudian mencoba untuk mendapatkan, menghasilkan atau mengkonstruksi semua jenis objek yang dapat dipergunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Bagian utama dari masalah adalah sebagai berikut:

(a) Apakah yang dicari? (b) Bagaimana data yang diketahui? (c) Bagaimana syaratnya?2. Masalah untuk membuktikan adalah untuk menunjukkan bahwa suatu pertanyaan itu benar atau salah atau tidak kedua-duanya.Kita harus menjawab pertanyaan : Apakah pernyataan itu benar atau salah ?. Bagian utama dari masalah jenis ini adalah hipotesis dan konklusi dari suatu teorema yang harus dibuktikan kebenarannya. A.2. Pengertian Pemecahan MasalahPemecahan masalah dapat diartikan suatu proses untuk menemukan solusi atas satu atau lebih masalah yang dihadapi. Pemecahan masalah menurut Polya (1975) sebagai usaha mencari jalan keluar dari suatu kesulitan mencapai suatu tujuan yang tidak dengan segera dapat dicapai.Konsep pemecahan masalah menurut Jacob (2010) diartikan dengan menggunakan tiga interpretasi umum, yaitu diantaranya :

1. Pemecahan masalah sebagai suatu tujuan (goal), artinya independen dari masalah spesifik, prosedur, atau metode dan konten matematis. Pertimbangan penting di sini adalah belajar untuk bagaimana menyelesaikan masalah merupakan alasan utama untuk mempelajari matematika.

2. Pemecahan masalah sebagai proses (process), artinya menggunakan pengetahuan yang diperoleh sebelumnya untuk situasi baru dan tidak familiar. Apa yang dipandang penting dalam interpretasi ini adalah metode, prosedur, strategi, dan heuristik yang siswa gunakan dalam menyelesaikan masalah.

3. Pemecahan masalah sebagai keterampilan dasar (basic skill) menyangkut dua hal, yaitu (a) keterampilan umum yang baru dimiliki siswa untuk keperluan evaluasi

(b) keterampilan minimum yang diperlukan siswa agar dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari- hari.

Dalam belajar matematika pada dasarnya seseorang siswa tidak terlepas dari masalah. The National Council of Teachers of Mathematics (NCTM) menyatakan: Belajar menyelesaikan masalah adalah alasan utama untuk mempelajari matematika (NCTM dalam Jacob, 2010:8) Adanya peningkatan kemampuan untuk menyelesaikan suatu masalah, berarti siswa tersebut telah mengalami perubahan dalam tingkah lakunya, dengan demikian dalam pembelajaran matematika kemampuan memecahkan masalah sangat penting.Kemampuan yang terkandung dalam matematika seluruhnya bermuara pada penguasaan konsep dan memampukan siswa memecahkan masalah dengan kemampuan berpikir kritis, logis, sistematis dan terstruktur. Dalam pemecahan masalah siswa didorong dan diberi kesempatan seluas-luasnya untuk berinisiatif dan berpikir sistematis dalam menghadapi suatu masalah dengan menerapkan pengetahuan yang didapat sebelumnya.

B. Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Problem Solv