Click here to load reader

Uts pengantar pendidikan

  • View
    503

  • Download
    43

Embed Size (px)

Text of Uts pengantar pendidikan

1. NAMA : NURHIDAYAHNIM : 061011381419055PENDIDIKAN KIMIA PALEMBANGUTS TAKEHOME PENGANTAR PENDIDIKANSEMESTER 1 (GANJIL)1. Dunia pendidikan mempelajari hakikat perkembangan manusia,jelaskan mengapa ?Hakikat ManusiaTuhan menciptakan mahluk hidup diduinia ini atas berbagai jenis dan tingkatan. Dariberbagai jenis dan tingkatan mahluk hidup tersebut manusia adalah mahluk yang palingmulia dan memiliki berbagai kelebihan.Keberadaan manusia apabila dibandingkan dengan mahluk lain(hewan), selain memilikiinsting sebagaimana yang dimiliki hewan, manusia adalah mahluk yang memilikibeberapa kemampuan antara nafsu, berfikir, rasa keindahan, perasaan batiniah, harapan,menciptakan dan lain-lain.sedangkan kemampuan hewan lebih bersifat insting dankemampuan berfikir yang rendah untuk mencari makan, mempertahankan diri danmempertahankan kelangsungan hidup jenisnya.lain halnya dengan manusia, selainmemiliki insting manusia juga mampu berfikir(homo sapiens), mampu mengubah danmenciptakan segala sesuatu sesuai dengan rasa keindahan dan kebutuhan hidupnya. Lebihdari itu manusia adalah mahluk moral dan religious.Dari penjelasan tentang perbedaan manusia dan hewan, maka mucul beberapa pandangantentang hakikat manusia sebagai berikut:1 Pandangan psikoanalitika) Tokoh psikoanalitik (Hansen, stefic, wanner, 1977) menyatakan bahwa manusia[ada dasarnya digerakkan oleh dorongan-dorongan dari dalam dirinya yang bersifatinstingtif. Tingkah laku seseorang ditentukan dan dikontrol oleh kekuatan psikologis yangsudah ada pada diri seseorang, tidak ditentukan oleh nasibnya tetapi diarahkan untukmemenuhi kebutuhan dan insting biologisnya.b) Sigmund freud mengemukakan bahwa struktur kepribadian seseorang terdiri daritiga komponen yakni: ide, ego, super ego. Masing-masing komponen tersebut merupakanberbagai insting kebutuhan manusia yang mendasari perkembangan manusia.2 Pandangan Humanistika) Pandangan Humanistik(Hansen, dkk, 1977) menolak pandangan Freud bahwamanusia pada dasarnya tidak rasional, tidak tersosialisasikan dan tidak memiliki controlterhadapnasibnya sendiri. Tokoh Humanistik (Roger) berpendapat bahwa manusia itu 2. memiliki dorongan untuk menyerahkan dirinya sendiri kearah positif, manusia iturasional, tersosialisasikan, mengatur, dan mengontrol dirinya sendiri.b) Pandangan Adler (1954), bahwa manusia tidak semata-mata digerakkan olehdorongan untuk memuaskan dirinya sendiri, namun digerakkan oleh rasa tanggung jawabsocial serta oleh kebutuhan untuk mencapai sesuatu.3 Pandangan Martin BuberMrtin Buber (1961) tidak sependapat dengan pandangan yang menyatakan bahwamanusia berdosa dan dalam gengaman dosa. Buber berpendapat bahwa manusiamerupakan sesuatu keberadaan (eksistensi) yang berpotensi. Namun, diharapkan padakesemestaan atau potensi manusia itu terbatas.Keterbatasan ini bukanlah keterbatasanyang mendasar (esensial), tetapi keterbatsan factual semata-mata. Ini berarti bahwa yangakan akan dilakukan oleh manusia ini tidak dapat diramalkan dan manusia masih menjadipusat ketakterdugaan dunia.4 Pandangan BehaviouristikKaum behaviouristik (Hansen, dkk, 1977) berpendapat bahwa manusia sepenuhnyaadalah mahluk reaktif yang tingkah lakunya dikontrol oleh fakto-fakto yang datang dariluar. Lingkungan adalah penentu tunggal dari tingkah laku manusia. Dengan demikiankepribadian individu dapat dikembalikan semata-mata kepada hubungan antara individudengan lingkungannya, hubungan itu diatur oleh hokum-hukum belajar, seperti teoripembiasaan (conditing) dan peniruan.Setelah mengikuti beberpa pendapat tentang manusia diatas dapat ditarik beberapapengertian bahwa:1) Manusia pada dasarnya memiliki teanga dalam yang mengerakkan hidupnyauntuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.2) Dlam diri manusia ada fungsi yang bersifat rasional dan bertanggung jawab atastingkah laku social dan rasional individu.3) Manusia mampu mengarahkan dirinya ke tujuan posotif, mampu mengatur danmengontrol dirinya dan mampu menetukan nasibnya sendiri.4) Manusia pada hakikatnya dalam proses berkembang terus tidak pernah selesai.5) Dalam hidupnya individu melibatkan dirinya dlam usaha untuk mewujudkandirinya sendiri, membantu orang lain, dan membantu dunia lebih baik untuk ditempati.6) Manusia merupakan suatu keberadaan berpotensi yang perwujudannya merupakanketakterdugaan, namun potensi ini terbatas. 3. 7) Manusia adalah mahluk tuhan yang mengandung kemungkinan baik dan jahat.8) Lingkungan adalah penentuan tingkah laku manusia dan tingkah laku inimerupakan wujud kepribadian manusia.Hakikat Manusia Dengan Dimensi-DimensinyaSecara filosofis hakikat manusia merupakan kesatauan dari potensi-potensi esensial yangada pada diri manusia, yakni: Manusia sebagai mahluk pribadi/individu, Manusia sebagaimahluk social, manusia sebagai mahluk susila/moral. Ketiga hakikat manusia tersebutdiatas dapat dijabarkan sebagai berikut:1) Manusia sebagai mahluk pribadi/individu (individual being)Lysen mengartikan individu sebagai orang seorang sesuatu yang merupakan suatukeutuhan yang tidak dapat dibagi-bagi (in divide). Selanjutnya individu diartikan sebgaipribadi. Karena adanya individualitas itu setiap orang memliki kehendak, perasaan, cita-cita,kencerungan, semangat dan daya tahan yang berbeda.Kesangupan untuk memikul tanggung jawab sendiri merupakan cirri yang sangat esensialdari adanya individualitas pada diri manusia. Sifat-sifat sebagaimana digambarkan diatassecara potensial telah dimiliki sejak lahir perlu ditumbuh kembangkan melaluipendidikan agar bisa menjadi kenyataan. Sebab tanpa di bina, memlalui pendidikan,benih-benih individualitas yang sangat berharga itu yang memungkinkan terbentuknyasesuatu kepribadian seseorang tidak akan terbentuk semestinya sehingga seseorang tidakmemiliki warna kepribadian yang khas sebagai milikinya. Padahal fungsi utamapendidikan adalah membantu peserta didik untuk membentuk kepribadiannya ataumenemukan kepribadiannya sendiri. Pola pendidikan yang brsifat demokratis dipandangcocok untuk mendorong bertumbuh dan berkembangannya potensi individualitassebagaimana dimaksud. Pola pendidikan yang menghambat perkembangan individualitas(misalnya yang bersifat otoriter ) dalam hubungan ini disebut pendidikan yang patologis2) Manusia sebagai mahluk social / dimensi socialSetiap anak dikaruniai kemungkinan untuk bergaul. Artinya, setiap orang dapat salingberkomunikasi yang pada hakikatnya di dalamnya terkadung untuk saling memberikandan menerima. Adanya dimensi kesosialan pada diri manusia tampak lebih jelas padadorongan untuk bergaul. Dengan adanya dorongan untuk bergaul, setiap orang inginbertemu dengan sesamanya.Seseorang dapat mengembangkan kegemarannya, sikapnya, cita-citanya didalaminteraksi dengan sesamanya. Seseorang berkesempatan untuk belajar dari orang lain,mengidentifikasikan sifat-sifat yang di kagumi dari orang lain untuk dimilikinya, sertamenolak sifat yang tidak di cocokinya. Hanya didalam berinteraksi dengan sesamanya,dalam saling menerima dan member, seseorang menyadari dan menghayatikemanusiaanya. 4. 3) Manusia sebagai mahluk susila/ dimensi kesusialaanSusila berasaldari kata su dan sial yang berarti kepantasan yang lebih tinggi. Akan tetapididalam kehidupan bermasyarakat orang tidak cukup hanya berbuat yang pantas jikadidalam yang pantas atau sopan itu misalnnya terkandung kejahatan terselubung. Kareanitu maka pengertian yang lebih. Dalam bahasa ilmiah sering digunakan dua macam istilahyang mempunyai konotasi berbeda yaitu, etiket (persoalan kepantasan dan kesopanan)dan etika (persoalan kebaikan). Kesusilaan diartikan mencakup etika dan etiket.Persoalan kesusilaan selalu berhubungan erat dengan nilai-nilai. Pada hakikatnyamanusia memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan susila, sertamelaksanakannya sehingga dikatakan manusia itu adalah mahluk susila.Pengembangan Dimensi-Dimensi Hakikat ManusiaSasaran pendidikan adalah manusia sehingga dengan sendirinya pengembangan dimensihakikat manusia menjadi tugas pendidikan. Meskipun pendidikan itu pada dasarnya baiktetapi dalam pelaksanaanya mungkin saja bisa terjadi keslahan-kesalahan yang lazimnyadisebut salah didik. Sehubugan dengan itu ada dua kemungkinan yang bisa terjadi yaitu:5 Pengembangan yang utuhTingkst krutuhan perkembangan dimensi hakikat manusia ditentukan oleh dua faktor,yaitu kualitas dimensi hakikat manusia itu sendiri dan kualitas pendidikan yangdisediakan untuk memberikan pelayanan atas perkembangannya.Selanjutnya dengan itu ada dua kemungkinan yang bisa terjadi, yaitu:a) Dari wujud dimensinyaKeutuhan terjadi antara aspek jasmani dan rohani, antara dimensi keindividualian,sesosialan,kesusilaan dan keberagamaan, antar aspek kognitif. Afektif dan psikomotorik.Pengembangan aspek jasmanisah dan rohaniah dikatakan utuh jika keduanya mendapatpelayanan secara seimbang. Pengembangan dimensi keindividualan,kesosialan,kesusilaan dan keberagamaan dikatakan utuh jika semua dimensi tersebutmendapatkan layanan dengan baik, tidak terjadi pengabaian terhadap salah satunya.Pengembangan domain kognitif, afektif dan psikomotor dikatakan utuh jika tiga-tiganyamendapat pelayanan yang berimbang.b) Dari arah pengembanganKeutuhan pengembangan dimensi hakikat manusia dpat diarahkan kepada pengembangandimensi keindividualan, kesosialan, kesusilaan dam kebergamaan secara terpadu. Dapatdisimpulkan bahwa pengembangan dimensi hakikat manusi yang utuh diartikan sebagaipembinaan terpadu terhadap dimensi hakikat manusia sehingga dapat tumbuh dan 5. berkembang seacra selaras. Perkrmbangan di maksud mencakup yang horizontal (yangmenciptakan keseimbangan) dan yang bersifat vertical (yang menciptakan ketinggianmartabat manusia). Dengan demikian totalitas membentuk manusia yang utuh.6 Pengembangan yang tidak utuhPengembangan yang tidak utuh terhadap dimensi hakikat manusia akan terjadi didalamproses pengembangan jika ada unsure dimensi hakikat manusia yang terabaikan untukditangani, misalnya dimensi kesosialan didominasi oleh pengembangan dimensikeindividualan ataupun domain afektif didominasi oelh pengembangan dimensi