PARTIEL DISCHARGE DAN KORONA

  • View
    71

  • Download
    9

Embed Size (px)

Transcript

1. Oleh; 2. PEMBAHASAN PARTIEL DISCHARGE DAN KORONA MELIPUTI BEBERAPA HAL ; 1.MEKANISME TERJADINYA INTERNAL PARTIEL DISCHARGE 2.MEKANISME TERJADINYA KORONA 3.PROSEDUR PERCOBAAN KORONA 3. Partial discharge (peluahan parsial) adalah peristiwa pelepasan/loncatan bunga api listrik yang terjadi pada suatu bagian isolasi (pada rongga dalam atau pada permukaan) sebagai akibat adanya beda potensial yang tinggi dalam isolasi tersebut. Partiel discharge terjadi pada medan yang sangat tidak homogen dimana pada sebagian daerah tegangan tembusnya telah trlampaui, sedangkan pada bagian daerah lainnya kekuatan isolasinya masih bertahan. 4. Elektron bebas selalu terdapat di udara sebagai akiabt adanya sinar ultraviolet, Elektron elektron yang berada dekat dengan kondektur bermuatan, di bawah pengaruh medan listrik, akan bergerak mendekati atau menajuhi konduktor. Elektron yang bergerak dalam kuat medan yang tinggi ini dalam perjalanannya akan bertabrakan dengan molekul udara dan terjadi ionisasi. Karena ionisasi, akan terdpat ion + dan elektron bebas yang akan menyebabkan tabrakan dan ionisasi berikutnya. Proses ionisasi ini akan terus berlangsung dn membentuk elektron valensi. Jika valensi ini bisa menjembatani jarak antara konduktor maka akan terjadi tembus mandiri (tembus dengan kemampuan sendiri). MEKANISME TERJADINYA KORONA 5. Ionisasi udara akan menyebabkan naiknya gradien potensial udara sehingga akan menyebabkan terjadinya tembus.korona terjadi jika pada daerah disekitar penghantar kuat medannya lebih tinggi dari kuat medan tembus udara, sedangkan di bagian daerah lainnya elektroda kuat medan tembus udara masih belum dilampaui sehingga masih tetap bersifat sebagai isolator. Korona dikategorikan sebagai pelepasan elektron yang diemisikan dari permukaan sebuah konduktor jika kuat medan pada ermukaan telah melebihi kuat medan tembus udara Pada umumnya korona terjadi pada hantaran udara ekstra tinggi dimana terdapat perbedaan tegangan antara masing-masing phasa dan juga antara phasa dengan tanah. Korona berupa percikan busur cahaya yang seringkali disertai pula dengan suara mendesis dan bau khusus yang disebut dengan bau ozone. Peristiwa avalanche dan timbulnya korona akibat adanya medan magnet dan medan listrik pada jaringan tegangan tinggi inilah yang sering disamakan dengan radiasi gelombang elektromagnet atau radiasi tegangan tinggi. 6. tegangan awal korona, yang tergantung pada : 1. Kondisi atmosfer. 2. Keadaan dari permukaan konduktor. 3. Konfigurasi dari konduktor. 30 cm (12") Arc Discharge at 160 kV DC30 cm (12") Arc Discharge at 160 kV DC30 cm (12") Arc Discharge at 160 kV DC 7. Rugi Daya Korona Ion-ion yang dihasilkan oleh korona akan selalu bergerak disekeliling penghantar karena adanya kuat medan. Energi yang dibuuthkan ion-ion tersebut diperoleh dari kuat medan yang timbul dari tegangan sistem dan mengalirnya arus dalam penghantar. Daya yang diambil dari sistem aikbat timbulnya korona disebut sebagai rugi-rugi korona. 28 cm Discharge between Spherical Electrodes (d = 15 mm) 8. Faktor-Faktor Yang mempengaruhi Rugi Daya a. Faktor Listrik. Frekuensi dan bentuk gelombang dari suply. Kuat medan disekitar penghantar, b. Faktor cuaca disekitar penghantar. Kerapatan udara dan temperatur Hujan, debu, salju, hujan es dan lain-lain. Konduktivitas udara (daya hantar udara) Faktor dari Pengahantar. Diameter dari Penghantar Jumlah penghantar per phasa. Kondisi permukaan penghantar. Pemanasan pengahantar karena arus beban. Konduktivitas material Another 28 cm Arc Discharge 9. Persamaan empiris untuk Rugi Daya Korona ; Rugi daya korona pada keadaan udara menurut peek adalah : Pk =243,5 (f++25) r / D(U Uo)2 x105 KW/phasa/km Dimana : U = tegangan operasi sistem, KV/phasa Uo = tegangan kritis korona, KKV/phasa f = frekuensi, Hz pada keadaan hujan badai rugi daya korona dapat dihitung dengan mengambil Uo sebesar 0,8 kali harga dari kondisi baik. Batasan dari permasalahan diatas adalah : a. Batas frekuensi diantara 25 sampai 120 Hz. b. Radius penghantar harus lebih besar dari 0,25 cm. c. Perbandingan U / Uo harus lebih besar dari 1,8 d. Persamaan ini berlaku untuk keadaan udara baik dan kelembaban tidask boleh terlalu rendah. Persamaan Peek berlaku hanya pada rugi korona yang tinggi,. 10. Pada rugi korona yang rendah ; Jika perbandingan U / Uo < 1,8, maka berlaku : Persamaan Peterson : F adalah faktor yang berubah menurut ratio U / Uo. 11. Percobaan Partiel Discharge dan Korona Pada percobaan korona digunakan rumus-rumus sebagai berikut : Untuk tegangan pada sat desing 1. Menghitung tegangan maksimum, Vmax (KV) : Vmax = Veff . desing x 2 2. Menghitung tegangan tembus sebenarnya, Vbd (KV) : 3. Menghitung faktor koreksi, FC Untuk tegangan pada saat tembus; 1. Menghitung tegangan maksimum, Vmax (KV) Vmax = Veff . tembus x 2 2. Menghitung tegangan tembus sebenarnya, Vbd (KV) : 3. Menghitung faktor koreksi, FC : 12. Oleh;