Click here to load reader

HDI dan Kemiskinan

  • View
    15.413

  • Download
    2

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Kemarin saya sempat diundang untuk memberikan materi mengenai Human Development Index dan kemiskinan di Tanjung pinang. pengalaman yang menyenangkan berinteraksi dengan teman-teman pemerintah daerah. kalo bahasa teman saya menularkan virus-virus untuk teman-teman pemda..

Text of HDI dan Kemiskinan

  • 1. Memahami Kemiskinan dan Pembangunan Manusia : Indikator dan Pendekatan Penanganan Tanjung Pinang, 11Desember2007

2. PENDAHULUAN

  • Masalah kemiskinan memang telah lama ada sejak dahulu kala. Pada masa lalu umumnya masyarakat menjadi miskin bukan karena kurang pangan, tetapi miskin dalam bentuk minimnya kemudahan atau materi.
  • Kemiskinan dapat dibedakan menjadi tiga pengertian: kemiskinan absolut, kemiskinan relatif dan kemiskinan kultural.
  • Belum ada kesepakatan yang mantap dan general antar negara dalam mendefinisikan kemiskinan (e.g : Bank Dunia dengan PPP US $ 2/hari, Indonesia dengan US$ 1/hari)
  • Dimensi pembangunan manusia kiranya memiliki pemahaman yang lebih luas.
  • Tools yang dimaksud juga diharapkan dapat menjadi masukan dalam mengalokasikan sumber daya yang dibutuhkan untuk penanganan lebih lanjut

3. ANGKA KEMISKINAN INDONESIA 4. Persebaran Penduduk Miskin (2004) 5. TARGET NASIONAL Total Investasi Rp. 4.073 T Poverty18,7 Juta Unemployment 5,7 juta Economy Growth 7,6 % INDONESIAAMAN ADILDAMAI SEJAHTERA 6. HDI DAN IMPLIKASI KEBIJAKAN Refleksi dan Prospek 7. Pembangunan Manusia ?

  • Pendekatan konseptual pembangunan yang tidak hanya memperhitungkan pendapatan semata.
  • Proses peningkatan kemampuan dan pllihan tiap manusia
    • Vision of realization of human rights and human feedom
  • Pergeseran konsep:
    • Human development is both an outcome and a process of enlarging peoples choices to lead lives they value;
    • Economic growth is only a means, though an important one, for human development.
  • Konsep multidimensi dengan 3 indikator kunci terukur
    • to have capacity to live a long and healthy life
    • to be educated and knowledgeable
    • to have access to assets, decent employment and income

8.

  • Berpusat pada usaha meningkatkan pertumbuhan ekonomi
  • Meningkatkan GNP
  • Kurang memperhatikan usaha peningkatan kualitas manusia
  • Berpusat pada usaha untuk meningkatkan kualitas manusia
  • Membuka pilihan lebih besar
  • Pertumbuhan ekonomi, walau penting,adalah alat untuk mencapai tujuan pembangunan manusia

Development ParadigmShiftingmasa lalu masa depan 9. Indeks-IndeksAspek Pembangunan Manusia

  • The HDI (Human Development Index)
    • - a summary measure of human development
  • The GDI (Gender-related Development Index)
    • -the HDI adjusted for gender inequality
  • The GEM (Gender Empowerment Measure)
    • -Measures gender equality in economic and political participation and decision making
  • The HPI (Human Poverty Index)
    • -Captures the level of human poverty

10. Economic Growth Human Rights AndFreedomsKONSEP PEMBANGUNAN MANUSIA

    • to have capacity to live a long and healthy life
    • to be educated and knowledgeable
    • to have access to assets, decent employment and income

ENLARGING PEOPLE CHOICES 11. PRINSIP Manusia seutuhnya Vision of realization of human rights and human f r eedom TUJUAN PEMBANGUNAN (RPJPN, RPJMN, MDG, dll) Produktifitas Kesetaraan Keberlanjutan Pemberdayaan 12. Apa ??

  • The human development index (HDI) is acomposite indexthat measures the average achievements in a country in three basic dimensions of human development: a long and healthy life, as measured by life expectancy at birth; knowledge, as measured by the adult literacy rate and the combined gross enrolment ratio for primary, secondary and tertiary schools; and a decent standard of living, as measured by GDP per capita in purchasing power parity (PPP) US dollars,
  • (2005 Human Development Report, pp.214, United Nations)
  • Indikator Statistik
    • harapan hidup
    • Tingkat melek huruf dan tingkat pendidikan
    • per capita GDP (PPP US$)

13. Kebutuhan ??

  • Kebutuhan dari masyarakat dunia untuk mengukur tingkat kesejahteraan dan perbandingan antar negara
  • HDI dapat memberikan tandapermasalahanpenting bagi para pembuat kebijakan (alokasi sumber daya
  • Kesederhanaan metode dan indkator yang dipilih mengundang kritik. akan tetapi sebagai sebuah indikator standar, HDI dinyatakan valid (sesuai dengan karakter negara ditingkat makro dan mikro)

14. Kecenderungan: HDI Naik ---- Kemiskinan Turun *18 Asian countries 15. Konsep HDI

  • Dimensions:
  • Indicators:
  • Dimension
  • index
  • A long and
  • healthy life
  • Life
  • Expectancy
  • Life
  • Expectancy
  • Index

BeingKnowledgeable Literacy & Enrolment EducationIndex A decentstandardof living GDPper capita GDP Index HDI 16. Menghitung HDI

  • D it=X it X i , min
  • X i , max X i , min
  • OD it 1.0
  • HDI t=1/3 D it

3 D it = salah satu dari 3 indeks dimensi pada tau tertentu i= HDI dimension X it=nilai yang dicapaidan X i , min and X i , max adalah nilaiminimum dan maximum terpilih i = 1 17. Batas Indikator Life expectancyat birth (years) 8525 Adult literacy rate (%) 100 0 Combined grossenrolment ratio (%) 100 0 GDP per capita (PPP US$) 40,000 100 Maximum value Minimum value 18. Kekuatan dan Kelemahan

  • Kekuatan
    • Promotes human dimensions of well-being of individuals, in addition to income, as indicator of development
      • Some countries with low levels of income can still achieve moderate levels of human development, and vice versa
    • Widely used summary measure of human development that has stood test of time
    • Comparable across countries and over time
    • Simple and amenable to refinements
  • Kelemahan
    • Include only 3 dimensions of human development ignores some key dimensions of human rights
    • Like GDP per capita, HDI does not show inequities
    • Gender insensitive hence GDI
    • Not directly amenable to policy prescriptions

Source : UNDP, 2005 19. HDI PROVINSI (2002) 20. TREND HDI BEBERAPA NEGARA DI ASIA 21. ARTINYA???? 22. Rethinking Fiscal Priorities

  • Sektor krusial
  • Daerah mana yang akan di prioritaskan; puskesmas?? Sekolah?? kegiatan CBD??
  • Berapa??
  • Siapa yang akan membiayai

DOKTER PERENCANA PROSES PERENCANAAN RPJM, RKP,APBD 23. 24. Human Poverty Indeks

  • HDI mencoba memotret keberhasilan. Sedangkan HPI mencoba memotret kerugian
  • Untuk HPI dipisahkan antara developing countries (HPI-1) dan high-income OECD countries (HPI-2)
  • Di Indonesia dikenal dengan nama IKM (Indek kemiskinan manusia)

25.

  • The Human Poverty Index for developing countries (HPI-1)

Dimensions: Indicators: A long and healthylife Probability at birth of notsurviving until age 40 Knowledge Adult illiteracy rate A decent standardAccess to safe water and children underweight for age 26.

  • The Human Poverty Index (HPI-1)

Where: P 1 =Probability of not surviving to age 40 (times 100) P 2 =Adult illiteracy rate P 3 = Average of people without access to safe water and children underweight

  • Asrises greater weight is given to the dimension in which there is most deprivation.
  • =1 implies simple average (perfect substitutability),
  • =HPI = highest value (no substitutability).
  • In the global HDR =3, giving additional but not overwhelming weight to areas of most acute deprivation

27.

  • The Human Poverty Index for OECD countries (HPI-2)

Dimensions: Indicators: A long and healthylife Probability at birth of notsurviving until age 60 Knowledge Functional illiteracy rate A decent standardSocial exclusion Relative income poverty Long-term unemployment 28.

  • The Human Poverty Index (HPI-2)

Where: P 1 =Probability of not surviving to age 60 (times 100) P 2 =Functional illiteracy rate P 3 =Relative income poverty (population below 50% median income) P 4= Long-term unemployment Asrises greater weight is given to the dimension in which there is most deprivation.In the global HDR =3, giving additional but not overwhelming weight to areas of most acute deprivation 29. Human Poverty Index Percentage of people without access to safe water Percentage of people not living beyond 40Percentage of people lack of health access Percentage of adult illiteracy Percentage of child malnutrition HUMAN POVERTY INDEX, 2000-2005 30. Implikasi HDI dan HPI bagi Penanggulangan Kemiskinan

  • early warning system
  • resources allocation
  • Pembanding
  • Target (??) apa sama dengan rapor sekolah??

31. Kemiskinan danImplikasi Kebijakan 32. Ciri Kemiskinan Indonesia

  • Lebih Banyak Penduduk yang rentan terhadap kemiskinan (US$1-2/hari)
  • Kemiskinan pendapatan vs kemiskinan non-pendapatan (gizi, kesehatan, pendidikan, akses air bersih,dll)
  • Kesenjangan antar wilayah (kota-desa, jawa-luar jawa, KTI-KBI)

33. Rentan Miskin (Transient Poverty)

  • Lebih di kenal nyaris miskin (based on tingkat pendapatan)
  • Hampir 42 persen dari seluruh rakyat Indonesia hidup di antara garis kemiskinan AS$1- dan AS$2-perhari
  • hasil survei Bank Dunia tahun 2004 menunjukkan hanya 16,7 persen penduduk Indonesia yang tergolong miskin, lebih dari 59 persen dari mereka pernah jatuh miskin dalam periode satu tahun sebelum survei dilaksanakan.
  • Data terakhir juga mengindikasikan tingkat pergerakan tinggi (masuk dan keluar) kemiskinan selama periode tersebut, lebih dari 38 persen rumah tangga miskin pada tahun2004 tidak miskin pada tahun 2003.

34. 29,30% 52,32% 21,21% 43,86% 7,86% 20,76% 9,29% 27,89% Noon Poor Poor Household without access to safe water Household without access to sanitation Household with children aged 12-15 not enolled in junior high school Household with birth attended by traditional paramedics 0,00% 10,00% 20,00% 30,00% 40,00% 50,00% 60,00% Source: SUSENAS 2002, BPS 35. Potret Kesenjangan Wilayah

  • Kesenjangan KBI-KTI, Jawa-Luar Jawa, antara kota metropolitan-kota besar-kota menengah dan kecil, perkotaan-perdesaan
  • Akar kesenjangan:
    • perbedaan potensi sumber daya alam,
    • letak geografis,
    • budaya
    • kebijakan pembangunanorientasi pembangunan

36. 37. Poverty and Inequality 1978-2004 0 5 10 15 20 25 30 35 1978 1980 1981 1984 1987 1990 1993 1996 1999 2002 2003 2004 Year Percent 0 0,05 0,1 0,15 0,2 0,25 0,3 0,35 0,4 Index Gini Poverty Gini Ratio 38. Kebijakan Pro-poor (Memihak-Kepentingan-orang-Miskin)

  • Kebijakan yang sekaligus mendorong pertumbuhandanpenanggulangan kemiskinan secara menyeluruh, dengan memperbaiki tata-kelola(governance)& memberdayakan institusi lokal dan nasionalpertumbuhan yangberkeadilandanberkelanjutan( equitable & sustainable)
  • Kebijakan penanggulangan kemiskinan yang juga menuju pencapaian tujuan2 MDGs yang lain, dengan proseslintas sektoral, lintas wilayah , danlintas pelaku .
  • Program penanggulangan kemiskinan yangtepat sasarandantepat program pelaksanaan & pengambilan keputusannya harus sedekat mungkin dgn lokasi program
  • Program2 yang dirancang dengan baik hingga bisa sekaligus menuju pencapaian berbagai Tujuan MDGs akan lebih efektif dalam pembiayaan & pencapaian MDGs dari pada program yang hanya untuk 1 Tujuan ( quick wins )

39. Agenda

  • Pertumbuhan ekonomi
  • Pelayanan dasar
  • Government expenditure

Work For The Poor 40. Pertumbuhan Ekonomi

  • Revitalisasi pertanian dan pembangunan perdesaan
  • Peningkatan produktivitas non-pertanian menggabungkan usaha non-pertanian dalam proses pertumbuhan perkotaan atau dengan memasukkan usaha-usaha di daerah pedesaan pinggir kota ke dalam daerah perkotaan.
  • Peningkatan UMKM padat modal guna mendukung kebijakan makro
  • PEngembangan kegiatan pariwisata massal dan pro poor oriented

41. Pelayanan dasar

  • Peningkatan kualitas pelayanan di sektor pendidikan, kesehatan dan air minum.
  • Peningkatan kualitas SDM yang menangani pelayanan dasar
  • perbaikan akses bagi masyarakat miskin terhadap pelayanan untuk menekan kesenjangan antar daerah dalam hal indikator pembangunan manusia.

42. Pengeluaran Pemerintah

  • Menjadikan prioritas kemiskinan dalam dokumen rencana pembangunan menjadi lebh bermakna integrasi dan focussing
  • Alokasi DAU dan DAK untuk program-program kemiskinan yang masif
  • Perluasan Program CDD (community driven development) sebagai salah satu upaya peningkatan keberdayaan masyarakat

43. Agenda Ke Depan

  • Diagnosa angka HDI dengan tepat menembak permasalahan yang tepat
  • Menyusun HDI tingkat kecamatan
  • Integrasi sistem perencanaan-penganggaran dengan prioritas kemiskinan
    • Kemiskinan as a problem, bukan slogan

44. Pariwisata Pro Poor 45. Trend dunia 46. TREND ASIA Sumber : World Tourism organization, 2006 47. Trend Wisman Indonesia4.447,98 9,09 100,48 913,09 4.871.351 2006 4.521,89 9,05 99,86 904,00 5.002.101 2005 4.797,88 9,47 95,17 901,66 5.321.165 2004 4.037,02 9,69 93,27 903,74 4.467.021 2003 4.496.13 9,79 91,29 893,26 5.033.400 2002 5.428,62 10,49 100,42 1.053,36 5.153.620 2001 5.748,80 12,26 92,59 1.135,18 5.064.217 2000 PER DAY PER VISIT FOREIGN EXCHANGE INCOME AVG. STAY IN DAY(S) AVERAGE EXPENDITURE/ PERSON (US $) INTERNATIONAL VISITORS YEAR 48. Issue

  • Berapa yang bisa diambil oleh Tanjung Pinang??
  • Siapa yang akan datang ke Tanjung Pinang??
  • Apa yang akan ditawarkan?
  • Pengaruh terhadap orang miskin?
  • Dibutuhkan perencanaan pariwisata yang terpadu, berkelanjutan dan pro-poor

49.

  • Tourism is subject to direct and indirect government intervention often because of its employment and income producing possibilities and therefore its potential to diversify and contribute to national and regional economies
    • (Hall, 2000: 18)

PRO POOR TOURISM Pawisata yang dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya ( net benefit ) untuk orang miskin, bisa berupa ekonomi, sosial, lingkungan atau budaya 50. COMMUNITYORIENTED INDUSTRY THE LAND USE/PHYSICAL/ SPATIAL APPROACH BOOSTERISM PENDEKATAN PERENCANAAN PARIWISATA 51. Pendekatan Dalam Perencanaan Pariwisata (Getz, 1987, in Hall, 2000)

  • Boosterism: (tourism is good)
    • views opposition to tourism as unpatriotic
    • little consideration of carrying capacity
    • practised by politicians & those that gain financially from tourism (Getz, 1987).
  • Tourism as an industry
    • Tourism used as a tool by govts to achieve economic restructuring
    • Economic goals: priority over social/ecological questions

52. Pendekatan Dalam Perencanaan Pariwisata

  • The land use/physical/spatial approach
    • Minimise negative effects on the environment by land zoning to concentrate/disperse tourists
    • Risk plans may ignore more socio/cultural factors.
  • Community oriented tourism planning
    • Recognised need for the social impact perspective.Vital ethically (that people influence their destination destinies) and economically(to attract tourists)

53. Kenapa??

  • Pariwisata adalah industri yang berkembang dan massifdapat mempengaruhi jutaan orang miskin.
  • Pariwisata mem iliki keuntungan pertumbuhan yang tinggi dibanding sektor lain untuk pengentasan kemiskinan.
  • Walau orang miskin tidak terkena dampak langsung akan tetapi biaya yang mereka miliki akan sedikit. Seperti PKL, atau artis jalanan
  • Merupakan penunjukan prioritas dan agenda serius Pemerintah daerah dalam mengentaskan kemiskinan
  • Dari beberapa kasus di lapangan, begitu banyak strategi yang belum di upayakan dalam mendorong pariwisata berbasis orang miskin
  • Sumber : DFid, 1999

54. Perbedaan 55. Pariwisata Pro-Poor

  • economic gain;
  • employment;
  • opportunities for small and medium-size enterprises (SME);
  • Infrastructure such as improved access to potable water, communications, roads (access to markets), and improved
  • health and education services;
  • protection of natural and cultural resources; and
  • Opportunities and capacity for the poor to improve their livelihoods

56. Strategi

  • Peningkatan keuntungan ekonomimemperluas kesempatan usaha, lapangan kerja, dan membuka akses infrastruktur dan pelayanan dasar untuk orang miskin
  • Meningkatkan keuntungan non-ekonomi capacity building, training, pemberdayaan mitigasi dampak lingkungan
  • Reformasi kebijakanmembangun kebijakan yang mendukung framework perencanaan dan kebijakan yang meningkatkatkan partisipasi dan membawa private sector menjadi pro-poor partnership

57. STRATEGI PARIWISATA Reformasi Kebijakan KeuntunganNon-Ekonomi KeuntunganEkonomi 58. Tantangan Kebijakan Pemerintah Daerah

  • Melakukan kajian terhadap dampak pengembangan pariwisata bagi perekonomian wilayah dan pengentasan kemiskinan
  • Penyusunan strategi pengembangan pariwisata yang berorientasi orang miskin.
  • Memberikan porsi lebih kepada pengembangan pariwisata yang dapatmemberdayakanmasyarakat miskin.

59. KEBIJAKAN JANGKA MENENGAH PENINGKATAN DAYA SAING PARIWISATA KONTRIBUSI USD 10 Miliar PROGRAM PENGEMBANGANPEMASARAN PARIWISATA PROGRAM PENGEMBANGANDESTINASI PARIWISATA PROGRAMKEMITRAAN PRO POOR TOURISM 60. Peningkatan Destinasi

  • Infrastruktur
    • Air minum, Jalan, Drainase, perhotelan, dll
  • Revitalisasi kawasan
    • Pantai losari , Makasar
    • Kawasan Kota Tua Semarang
  • Peningkatan Pelayanan
    • Pusat Informasi, VoA

61. Pengembangan Pemasaran

  • Price
  • Place
  • Product
  • Promotion

62. Kemitraan

  • Pengembangan Infrastruktur dengan swasta
  • Pengelola kawasan dengan Badan Pengusahaan
  • Mengorganisasi masyarakat agar lebih terlibat

SINERGI SELURUH POTENSI 63. PermasalahanKawasan Kota Lama Menurunnya vitalitas fisik kawasan yang berakibat pada penurunan produktivitas ekonomi dan sosial budaya di kawasan-kawasan perkotaan.Pada saat ini dapat digolongkan menjadi 3 golongan yaitu :

  • Kawasan Mati
  • Kawasan Degradasi Sedang
  • Kawasan Maju tapi Kacau/ Semrawut

64.

    • Baik bangunan maupun lingkungan mengalami penurunan kualitas fisik.
    • Kawasan menjadi kumuh
    • Pertumbuhan nilai properti negatif.
    • Unit usaha tidak ada
    • Kawasan kehilangan vitalitasnya.

PermasalahanKota Lama Kawasan Mati 65.

  • Sedikitnya lapangan kerja,
  • Sedikitnya diversifikasi usaha yang ditandai dengan jumlah unit usaha kurang, variasi usaha sedikit ,sifat usaha tidak kontinyu, jumlah konsumen sedikit pemanfaatan ruang ekonomi sedikit danproduktifitas menurun .
  • Prasarana dan sarana tidak memadaiyg menyebabkan d egradasi kualitas lingkungan .

PermasalahanKota Lama Kawasan Degradasi Sedang 66. Kawasan Maju tapi kacau

  • Pertumbuhan ekonomi tidak terkendali, kacau dan kumuh
  • Kurang menghargai nilai warisan budaya.
  • Tingginya nilai properti.
  • Terjadinya penghancuran secara kreatif (creatif destruction) baik pada aktivitas tradisional, budaya dan komponen-komponen pembentuk kawasan
  • Pembangunan tidak kontekstual dan bersifat infill development.
  • Kurang kenyamanan.

PermasalahanKota Lama 67. terima kasih