etika profesi guru

  • View
    88

  • Download
    1

Embed Size (px)

Transcript

  1. 1. Assalamualaikum Wr Wb
  2. 2. Perlindungan Dan Penghargaan Terhadap Guru Oleh : Kelompok 7 Ahmad Taufikurohman Siti Munawaroh Nita Mardiani Wahyuningsih Venny
  3. 3. BAHASAN A. Pengertian dari perlindungan dan penghargaan guru. B. Bagaimana perlindungan atas hak-hak guru. C. Bagaimana upaya perlindungan hukum terhadap guru. D. Makna penghargaan sebagai kesejahteraan guru. E. Tunjangan-tunjangan bagi guru.
  4. 4. Profil Guru
  5. 5. Penghargaan Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia artinya perbuatan menghargai; penghormatan. Adapun Perlindungan Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia artinya tempat berlindung; hal Dapat disimpulkan makna Penghargaan dan perlindungan guru adalah suatu penghargaan yang diberikan kepada guru (materi atau non materi) dan kegiatan melindungi guru dari hal-hal tertentu yang menyebabkan kegiatan guru dalam melakukan aktivitas keguruannya menjadi tidak terganggu. A. Pengertian
  6. 6. B. Perlindungan atas hak-hak guru Salah satu hak guru adalah hak memperoleh perlindungan dalam melaksanakan tugas dan hak atas kekayaan intelektual. Pada Pasal 39 UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Bagian 7 tentang Perlindungan, disebutkan bahwa banyak pihak wajib memberikan perlindungan kepada guru.
  7. 7. Berdasarkan UU tersebut perlindungan atas hak-hak guru dalam menjalankan tugas-tugas profesionalnya dikelompokkan menjadi 4, yaitu : 1. Perlindungan hukum 2. Perlindungan profesi 3. Perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) 4. Perlindungan Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI)
  8. 8. C. Jenis-jenis Upaya Perlindungan Hukum 1. Konsultasi Konsultasi dilakukan ketika guru menghadapi masalah yang bersangkutan dengan hak-hak guru dalam menjalankan tugas-tugas profesionalnya, guru dapat berkonsultasi kepada pihak-pihak yang kompeten. Konsultasi itu dapat dilakukan kepada konsultan hukum, penegak hukum, atau pihak-pihak lain yang dapat membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi oleh guru tersebut 2. Mediasi Mediasi dilakukan ketika munculnya sengketa antara guru dengan penyelenggara atau satuan pendidikan, pihak-pihak lain yang dimintai bantuan oleh guru seharusnya dapat membantu memediasinya.
  9. 9. 3. Negosiasi dan perdamaian Jenis perlindungan ini dibutuhkan Ketika munculnya sengketa antara guru dengan penyelenggara atau satuan pendidikan, penyelenggara/satuan pendidikan harus membuka peluang negosiasi kepada guru atau kelompok guru.
  10. 10. 4. Konsiliasi atau Perdamaian Jenis perlindungan ini di gunakan ketika munculnya sengketa antara guru dengan penyelenggara atau satuan pendidikan, penyelenggara/satuan pendidikan harus membuka peluang konsiliasi atau perdamaian. Konsiliasi atau perdamaian merupakan suatu tindakan/proses untuk mencapai perdamaian di luar pengadilan. 5. Advokasi litigasi Jenis perlindungan ini digunakan ketika terjadi sengketa antara guru dengan penyelenggara atau satuan pendidikan, pelbagai pihak yang dimintai bantuan atau pembelaan oleh guru seharusnya dapat memberikan advokasi litigasi.
  11. 11. 6. Advokasi nonlitigasi Advokasi nonlitigasi terjadi ketika terdapat persengketaan antara guru dengan penyelenggara atau satuan pendidikan, pelbagai pihak yang dimintai bantuan atau pembelaan oleh guru seharusnya dapat memberikan advokasi nonlitigasi. Alternatif penyelesaian sengketa nonlitigasi adalah suatu pranata penyelesaian sengketa di luar pengadilan atau dengan cara mengenyampingkan Kebijakan Pengembangan Profesi Guru.
  12. 12. D. Makna Penghargaan sebagai kesejahteraan guru Sebagai tenaga profesional, guru memiliki hak yang sama untuk mendapatkan penghargaan dan kesejahteraan. Penghargaan diberikan kepada guru yang berprestasi, berprestasi luar biasa, berdedikasi luar biasa, dan/atau bertugas di daerah khusus. Penghargaan kepada guru dapat diberikan pada tingkat satuan pendidikan, desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, nasional, dan/atau internasional.
  13. 13. Jenis Penghargaan, seperti: satyalancana, tanda jasa, bintang jasa, kenaikan pangkat istimewa, finansial, piagam, jabatan fungsional, jabatan struktural, bintang jasa pendidikan, dan/atau bentuk penghargaan lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 mengamanatkan bahwa Guru yang berprestasi, berdedikasi luar biasa, dan/atau bertugas di daerah khusus berhak memperoleh penghargaan. a. Penghargaan bagi guru berprestasi b. Penghargaan sebagai guru berdedikasi c. Penghargaan tanda kehormatan satya lencana pendidikan
  14. 14. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen mengamanatkan bahwa dalam melaksanakan tugas keprofesian guru berhak memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan sosial. Penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum tersebut meliputi gaji pokok, tunjangan yang melekat pada gaji, serta penghasilan lain berupa tunjangan profesi, tunjangan fungsional, tunjangan khusus, dan maslahat tambahan yang terkait dengan tugasnya sebagai guru yang ditetapkan dengan prinsip penghargaan atas dasar prestasi. E. Tunjangan-Tunjangan Guru
  15. 15. a. Tunjangan Profesi Sesuai dengan UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 16 ayat 1 sampai 4 . Guru akan menerima tunjangan profesi sampai yang bersangkutan berumur 60 tahun. Usia ini adalah batas pensiun bagi PNS guru.
  16. 16. b. Tunjangan Fungsional Sebagaimana dijelaskan dalam undang undang No 14 tahun 2005 pasal 17 ayat 1 sampai 3 Besarnya tunjangan fungsional yang diberikan untuk guru PNS seharusnya sesuai dengan jenjang jabatan fungsional yang dimiliki. Namun saat ini baru diberikan tunjangan tenaga kependidikan berdasarkan pada golongan/ruang kepangkatan/jabatannya. Khusus mengenai besarnya subsidi tunjangan fungsional bagi guru bukan PNS, agaknya memerlukan aturan tersendiri.
  17. 17. c. Tunjangan Khusus, Sebagaimana dijelaskan dalam undang undang no 14 tahun 2005 pasal 18 ayat 1 sampai 4. Daerah Khusus adalah daerah yang terpencil atau terbelakang, daerah dengan kondisi masyarakat adat yang terpencil, daerah perbatasan dengan negara lain, daerah yang mengalami bencana alam, bencana sosial, atau daerah yang berada dalam keadaan darurat lain.
  18. 18. d. Tunjangan kemaslahatan tambahan Sebagaimana dijelaskan dalam Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 pasal 19 Tujuan pemberian maslahat tambahan: memberikan penghargaan terhadap prestasi, dedikasi, dan keteladanan guru dalam melaksanakan tugas. memberikan penghargaan kepada guru sebelum purna tugas terhadap pengabdiannya dalamdunia pendidikan; dan memberikan kesempatan memperoleh pendidikan yang lebih baik dan bermutu kepada putra/putri guru yang memiliki prestasi tinggi.