Komunikasi Politik & Rekrutmen...

Preview:

Citation preview

Komunikasi Politik &Rekrutmen Politik

Pertemuan 11 - 12

Nadia
Typewritten text
nadiasasmita@uny.ac.id

• Apa yang dimaksud dengan komunikasi ? Proses komunikasi, Timbul balik

• Apa kriteria komunikan ? Bisa menyaring informasi Bisa memberi respon yang baik Memiliki kesamaan budaya dgn komunikator Pendengar yang baik

• Apa kriteria / ciri-ciri komunikator yang baik ? Mempunyai wawasan luas ttg pesan, mengambil inisiatif Kredibilitas, tahu cara mengantisipasi Mampu mempengaruhi memiliki power Menarik Menghidupkan suasana Bertanggungjawab untuk feedback

• Apa unsur-unsur yang harus terpenuhi dalam sebuah pesan ? Memiliki manfaat Sesuai fakta Mengajak/mempengaruhi Dapat dimengerti Tidak menimbulkan ambigu

PENGERTIAN KOMUNIKASIPOLITIK

Menurut beberapa pakar antara lain :Astrid S. Susanto, Phd, merumuskan dalam

bukunya“Komunikasi Sosial di Indonesia”sbb :

“Komunikasi politik adalah komunikasi yangdiarahkan kepada pencapaian suatu pengaruh

sedemikian rupa, sehingga masalah yangdibahas oleh jenis kegiatan komunikasi ini

dapat mengikat semua warganya melalui suatusanksi yang ditentukan bersama oleh lembaga-

lembaga politik.” (1989: 9).

• Dr. Rusadi Kartaprawira, SH. Dalambuku “Sistem Politik di Indonesia” ,melihat komunikasi politik padakegunaannya yaitu :

“Untuk menghubungkan pikiran politikyang hidup dalam masyarakat, baikIntra golongan, institusi, asosiasi,ataupun sektor kehidupan politikpemerintah.” (1983: 64).

• dari definisi-definisi di atas, pada intinya dapatdisimpulkan bahwa komunikasi politik adalahkomunikasi yang diarahkan pada pencapaian suatupengaruh sedemikian rupa, sehingga masalah yangdibahas oleh jenis kegiatan komunikasi tersebut dapatmengikat semua kelompok atau warganya melalui suatusanksi yang ditentukan bersama oleh lembaga-lembagapolitik. Sedangkan bila dilihat dari tujuan politik “an sich”,maka hakekat komunikasi politik adalahupaya kelompok manusia yang mempunyaiorientasi pemikiran politik atau ideologi tertentu didalam rangka menguasai dan atau memperolehkekuasaan untuk dapat mewujudkan tujuanpemikiran politik dan ideologi sebagaimana yangdiharapkan. (Menpen: ’90)

PARADIGMA HAROLD LASSWELL

mengemukakan bahwa cara yangmudah untuk melukiskan suatu tindakankomunikasi ialah dengan menjawabpertanyaan-pertanyaan berikut:Who ———– siapa ?Says what ———- mengatakan apa ?To Whom ———- kepada siapa ?With what channel ———- dengan

saluran apa ?With what effect ———– dengan akibat

apa ?

1. KOMUNIKATOR POLITIK(WHO)

Para komunikator politik, dibandingkan denganwarga negara pada umumnya, suka ditanggapilebiih sungguh-sungguh bila mereka berbicaraatau berbuat. Sehubungan dengan itu, di sinikita akan mengidentifikasi tiga kategori parakomunikator politik ini, kemudian akan meninjauunsur-unsur dan segi-segi pokok peran merekasebagai pemimpin politik.

KOMUNIKATOR dan KOMUNIKANPOLITIK

Komponen yang paling menentukan dalam setiapbentuk kegiatan komunikasi yaitu komunikatordan komunikan. Karena tanpa keduakomponen tersebut tidak akan terjadikomunikasi

Ciri – Ciri Komunikator Politikyaitu : Pihak yang pertama–tama

mempunyai inisiatif. Pihak yang mempunyai ide atau

gagasan; yang akandisebarluaskan.

Pihak yang mula pertamamengajak berkomunikasi.

Pihak yang bermaksudmempengaruhi, mengubah danmembentuk sikap, pendapat dantingkah laku orang lebih baiksecara perorangan maupunkelompok.

Dan Nimmo mengidentifikasi komunikator menjaditiga kategori :

1. politikus yang bertindak sebagaikomunikator politik

2. Profesional sebagai Komunikator politik.

3. Aktivis sebagai komunikator Politik

2. PEMBICARAAN/PESANPOLITIK (SAYS WHAT)

• Apa yang membuat sesuatupembicaraan itu menjadipembicaraan politik?

“Menurut Davis V. J. Bell, ada tiga jeniskepentingan pembicaraan yangmempunyai kepentingan politik

yang pasti dan jelas sekali politis,yaitu: pembicaraan kekuasaan,

pembicaraan pengaruh, danpembicaraan otoritas. (Dan Nimmo,

1993: 75)”

PENGGUNAAN PEMBICARAAN POLITIK

• MEYAKINKAN DAN MEMBANGKITKANMASSA

• AUTORITI SOSIAL

• PERSUASI POLITIK (Propaganda,periklanan dan retorika)

3. KHALAYAK KOMUNIKASIPOLITIK (TO WHOM).

• Khalayak adalah sejumlah orang yangheterogen. Mereka menjadi khalayakkomunikasi politik segera setelah mereka“mengkristal” menjadi opini publik. Bagi DanNimmo, opini publik adalah abstraksi darikhalayak komunikasi politik.

4. SALURAN KOMUNIKASI POLITIK(WITH WHAT CHANNEL).

Saluran komunikasi adalah alat atau saranayang memudahkan penyampaian pesan. Adatiga tipe utama saluran komunikasi politik, yaitu:saluran massa, imterpersonal dan organisasi.

5. DENGAN AKIBAT APA (WITHWHAT EFFECT).

Berbagai ahli telah merangkum akibatpotensial dari komunikasi politik denganmenggunakan kategori sbb: Akibat kognitif (menggugah kesadaran) Akibat afektif (kecenderungan untuk

suka atau tidak menyukai perubahanatas keputusan akibat komunikasipolitik)

Akibat partisipasi

Rekrutmen politik

• Rekrutmen politik pada dasarnya merupakanproses penseleksian individu untuk dapatmengisi lowongan dalam jabatan-jabatan politikmaupun pemerintahan. Rekrutmen politikberkaitan erat dengan karier politik seseorang.Banyak cara yang dapat dilaksanakan dalamrangka rekrutmen politik ini.

• Salah satunya ialah dengan cara menarikorang-orang muda yang berbakat untuk dididikmenjadi kader, yang di masa datang,diharapkan menduduki jabatan politik maupunpemerintahan mengganti jabatan-jabatan lama

• Rekrutmen politik adalah proses pengisianjabatan-jabatan pada lembaga-lembaga politiktermasuk partai politik dan administrasi ataubirokrasi oleh orang-orang yang akanmenjalankan kekuasaan politik (Suharno, 2004:117).

• Sedangkan menurut Cholisin, rekrutmen politikadalah seleksi dan pengangkatan seseorangatau kelompok untuk melaksanakan sejumlahperan dalam sistem politik pada umumnya danpemerintahan pada khususnya (Cholisin, 2007:113).

• Rekrutmen politik adalah suatu proses seleksianggota-aggota kelompok untuk mewakilikelompoknya dalam jabatan administratifmaupun politik. Dalam pengertian lain,rekrutmen politik merupakan fungsipenyelekksian rakyat untuk kegiatan politik danjabatan pemerintahan melalui penampilandalam media komunikasi, menjadi anggotaorganisasi, mencalonkan diri untuk jabatantertentu dan sebagainya.

• Ada dua macam mekanisme rekrutmen politik, yaiturekrutmen yang terbuka dan tertutup.

• Dalam model rekruitmen terbuka, semua warga Negarayang memenuhi syarat tertentu (seperti kemampuan,kecakapan, umur, keadaan fisik) mempunyaikesempatan yang sama untuk menduduki posisi-posisiyang ada dalam lembaga negara / pemerintah.

• Suasana kompetisi untuk mengisi jabatan biasanyacukup tinggi, sehingga orang-orang yang benar-benarsudah teruji saja yang akan berhasil keluar sebagaijawara.

• Ujian tersebut biasanya menyangkut visinya tentangkeadaan masyarakat atau yang di kenal sebagai platformpolitiknya serta nilai moral yang melekat dalam dirinyatermasuk integritasnya.

• Adapun manfaat yang diharapkan darirekrutmen terbuka adalah:

• a) Mekanismenya demokratis

• b) Tingkat kompetisi politiknya sangat tinggidan masyarakat akan mampu memilihpemimpin yang benar-benar mereka kehendaki

• c) Tingkat akuntabilitas pemimpin tinggi

• d) Melahirkan sejumlah pemimpin yangdemokratis dan mempunyai nilai integritaspribadi yang tinggi.

• Sebaliknya, dalam sistem rekrutmen tertutup,kesempatan tersebut hanyalah dinikmati olehsekelompok kecil orang. Ujian oleh masyarakatterhadap kualitas serta integritas tokohmasyarakat biasanya sangat jarang dilakukan,kecuali oleh sekelompok kecil elite itu sendiri.

Jalur-jalur Politik dalam RekrutmenPolitik• Jalur koalisi partai atau pimpinan-pimpinan

partai

• Jalur rekrutmen berdasarkan kemampuan-kemampuan dari kelompok atau individu

• Jalur rekrutmen berdasarkan kaderisasi

• Jalur rekrutmen politik berdasarkan ikatanprimordial