1. DCG 1_dr.sofwan Dahlan,Sp.F

Embed Size (px)

Text of 1. DCG 1_dr.sofwan Dahlan,Sp.F

  • OLEH SOFWAN DAHLAN

  • HOSPITAL (1)Tempat dimana pasien mendapat makanan, pemondokan dan layanan keperawatan selagi menjalani pengobatan atau pembedahan.

    Sebuah institusi yang menerima, merawat serta mengobati secara medis terhadap orang sakit atau terluka; meliputi pula gedung yang digunakan untuk tujuan itu.

    Juga diartikan sebagai tempat dimana praktek kedokteran dilaksanakan oleh Dr. (Morris and Moritz)

  • HOSPITAL (2)Tempat dimana:1. Orang dg problem kesehatan datang.2. Dr, perawat dan profesional lainnya melakukan aktivitas profesionalnya.3. Pendidikan dan penelitian di lapangan kesehatan dilakukan.4. Segmen dari masyarakat memperoleh lapangan pekerjaan. (Magula, M, 1982)

  • HOSPITAL (3)Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pe-layanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat.

    (Definisi Yuridis Menurut Pasal 1 angka 1 UURS)

  • PERAN RUMAH SAKIT

    Pelayanan kesehatan:menyembuhkan, merawat pesakit, cidera/jompo.Pendidikan dan Pelatihan:melaksanakan pelatihan dan pendidikan.Riset dan Pengembangan:melakukan riset untuk memahami penyakit sertamengembangkan metode pengobatan baru.Penyuluhan Kesehatan:melakukan penyuluhan kesehatan kepada staf,pasien serta keluarganya, dan masyarakat. (Hematram Yadav, 2006)

  • HAKEKAT RUMAH SAKIT

    Sebuah institusi besar; karena sarat dengan peralatan, yang dioperasionalkan oleh banyak orang dgn berbagai macam bakat dan keahlian.

    2. Sebuah organisasi yang komplek; sebab banyak orang melakukan kerja- kerja tertentu dengan kompensasi sesuai kebutuhan rencana kerja; yang dibatasi aturan, regulasi dan prosedur sesuai kebutuhan birokrasi & kebutuhan hukum.

  • Sebuah lembaga yang rumit;karena banyak departemen, unit, jabatan,staf, peran dan fungsi, yang saling kait-mengkait dan saling bergantungan satusama lain.

    Sebuah sistem yang dinamis dan adaptif;karena harus terus-menerus berinteraksidengan lingkungan eksternal, sosial danlingkungan organisasi.

  • Sebuah tempat kerja yang sarat dengan masalah; sehingga diperlukan sistem utk mengatasi masalah (problem-solving system).

    Sebuah fasilitas publik yang sangat essensial;karena merepresentasikan infestasi SDM, finansial dan sumber daya lainnya gunamemberikan layanan kritikal kepadamasyarakat.

  • Sebuah proses kerja yang rumit:sebab:a. inputnya; berupa personil, peralatan, informasi, dana dan pasien;b. proses kerjanya; memerlukan sumber daya, koordinasi, integrasi psiko-sosial dan manajemen;c. outputnya; berupa finished output yang diserahkan kepada lingkungan, disamping RS harus mempertahankan identitas & integritas selamanya. (Magula, M)

  • RINGKASNYA

    RS merupakan tempat bertemunya banyak unsur dan kepentingan, a.l: Pemilik; Manajemen (CEO, COO, Manajer, Spv.); Profesional (Dr, Drg, Perawat, Bidan, dll); Pasien dan keluarganya; Masyarakat beserta lingkungannya; Mahasiswa, residen dan peneliti; Pemerintah, DPR, Pemda, DPRD, dll.

  • KONFLIK

    Kepentingan yang berbeda dari banyak unsur dalam RS berpotensi menimbulkan konflik yang sudah pasti akan membawa pengaruh pada mutu layanan kesehatan di RSyang bersangkutan.

  • MUTU LAYANAN KESEHATAN

    Memiliki 3 dimensi:

    1. Dimensi Pasien (Client Quality): mutu seperti apa yang sesungguhnya diingini oleh pasien (baik individu ataupun umum).

    2. Dimensi Profesional (Professional Quality): mutu layanan profesional yang seperti apa yang dapat memenuhi kebutuhan pasien.

    3. Dimensi Manajemen (Management Quality): mutu manajemen seperti apa yang paling efektif dan efisien untuk memenuhi kebutuhan pasien.

    (Ovretveit, J., Townsend, C., 1992)

  • LAYANAN PRIMA

    Merupakan layanan yang:

    Dari aspek biologik mampu menyelesaikan problem kesehatan pasien.

    Dari aspek psiko-sosial aman, nyaman dan memanusiakan pasien.

    Dari aspek finansial dapat terjangkau oleh kantong pasien.

    Ciri suatu layanan prima adalah better, newer dan faster.

  • PENYEBAB KONFLIK

    Keterbatasan sumber daya.

    Kerja-kerja yg saling bergantungan satu sama lain.

    Perbedaan nilai & persepsi diantara staf RS.

    Tidak ada peraturan & protap di RS. Adanya difficult people. (Hematram Yadav, 2006)

  • DIFFICULT PEOPLE Adalah orang yang: a. tidak mau melakukan apa yang kita diinginkan; atau b. melakukan apa yang kita tidak ingin- kan.

    Pada hakekatnya kita tidak akan bisa merubah difficult people. Kita hanya bisa melakukan komunikasi agar mereka merubah dirinya sendiri.

  • MENANGANI DIFFICULT PEOPLE

    Dengarkan dgn tetap cool, meski ada provokasi; Tetap berlaku sopan;

    Jangan menghindar (Dont pass the buck);

    Gunakan pendekatan yang menye- nangkan.

  • DEVELOP STAFF

    Pelajari bagaimana memotivasi staf dgn

    menganalisis kebutuhan dan problemnya.

    Sediakan pelatihan pd setiap level dari staf.

    Berikan semangat dengan social activities,

    open day di RS, piknik, dll.

    Evaluasi staf dan berikan regular feedback

    berkaitan dengan kinerjanya.

    Berikan pujian kepada staf yang berhak dan

    jangan berikan kepada yang tidak berhak.

    Ambillah tindakan disiplin kepada staf yang

    bermasalah (membandel).

  • SOLUSI KONFLIK

    Perlu perangkat hukum sebagai:landasan bagi pengelolaan RS; danacuan dalam penyelesaian konflik di RS.

    Perangkat hukum tsb adalah: Hukum dalam UU: a. UURS; b. UUPK, dll. Hukum diluar UU: a. Hospital Bylaws (oleh Pemilik RS); b. Peraturan Direktur RS (oleh Direktur); c. Prosedur Tetap (oleh Direktur).

  • UU RUMAH SAKITPasal 29 ayat (1) huruf r UURS:Setiap RS mempunyai kewajiban:..................r.menyusun dan melaksanakan peraturan internal RS (hospital bylaws).

    Peraturan Internal corporate bylaws dan medical staff bylaws.

    Pasal 36 UURS:Setiap RS harus menyelenggarakan tata kelola RS dan tata kelola klinis yang baik.

  • UURS (HOSPITAL ACT) Definisi. Bentuk kelembagaan. Jenis dan klasifikasi. Peran, Fungsi, Kewenangan, Tanggungjawab. Perpajakan (pengurangan / pembebasan pajak). Sumbangan dari public fund & retribusi pasien). Potensi RS yg bisa membahayakan lingkungan. Pendirian, perizinan dan perpanjangan izin. Organisasi dan administrasi. Fungsi sosial. Rekam medis, informed consent, rahasia medis, dsbnya. Kedudukan mahasiswa dan residen yg praktek. Sanksi, dll.

  • TUJUAN UURS

    Mempermudah akses masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

    Memberikan perlindungan terhadap keselamatan pasien, masyarakat, lingkung- an RS dan SDM RS.

    Meningkatkan mutu dan mempertahankanstandar pelayanan RS.

    Memberikan kepastian hukum kpd pasien,masyarakat, SDM RS dan RS.

    (Pasal 3 UU RS)

  • BYLAWS Oxford dictionary:

    Regulasi yang dibuat oleh otoritas setempat atau korporasi. Wharton:

    Bylaws memiliki kekuatan mengikat selama tidak bertentangan dg kelaziman, iktikat baik, hukum dan tdk mengenai hal-hal yg dilarang.

    Inggris Kuno:Kata by bisa berarti kota sehingga bylaws berarti peraturan kota / peraturan setempat.

  • HOSPITAL BYLAWSAdalah Peraturan Internal Dasar RS, terdiri dari: 1. Corporate Bylaws; dan 2. Medical Staff Bylaws.

    Tujuan HBL adalah sbb: 1. Corporate Bylaws: agar tercipta good corporate governance. 2. Medical Staff Bylaws: agar tercipta good clinical governance.

    Disahkan oleh pemilik RS atau Badan Otoritas tertinggi yang diberi kewenangan oleh pemilik (mis: Governing Body atau Pengurus).

    Berlakunya hanya di RS ybs (tailored made).

  • CORPORATE GOVERNANCETujuannya untuk mengamankan investasi shareholders dan aset organisasi; yg intinya:melindungi investor; dan meminimalkan risiko penipuan dan salah urus (malpractice). (Friedman, 1995)

    Cadbury Committee mengidentifikasi adanya tiga kebutuhan dasar utk menjamin terciptanya good corporate governance, yaitu: Internal financial controls. Efficient and effective operations. Compliance with law and regulation.

  • PRINSIP GOOD GOVERNANCE 1. Accountability --- setiap yang dikerjakan harus bisa dipertanggungjawabkan kepada semua pihak (pemilik, pasien, masyarakat, etika, hukum dll). 2. Probity --- harus ada absolute standard of honesty dalam menangani aset rumah sakit dimana soal integritas harus dijadikan the hallmark of personal conduct dalam me